I Love You.. Goodbye

.

.

Haii.. aku kembali dengan Chapter 3, sesungguhnya aku merasa sedih karena hanya mymihyeol94 yang tetap bersedia untuk berkomentar jadi aku akan tetep menulis FF ini sampai selesai khusus untuknya, untuk mymihyeol94 terima kasih yaaa.. aku sangat terharu membaca komentar mu:') maaf kalau Chapter kmrn itu terlalu pendek, karena itu memang harusnya menjadi satu Chapter, tapi karena kesalahan ku, aku mempost nya menjadi dua bagian,jadi ini dia Chapter 3 nya, semoga lebih memuaskan di bandingkan kemarin ne.. tetap komentari FF ini yaa... check it out..

.

.

Previous chapter 2A

Sehun terdiam mendengarkan semua perkataan Jessica, melihat Jessica begitu menderita membuatnya sakit, tapi.. "Jess, aku tak akan menyakitimu kalau saja kau mau menuruti perkataan ku, apa susah nya menggugurkan anak itu? Dia juga tak mengenal kita, lagi pula aku sudah cukup bahagia dengan mu dulu, aku tak membutuhkan anak"

"Manusia macam apa kau yang tega menyuruh istri mu menjadi pembunuh?! Manusia macam apa kau yang tega membunuh anak mu sendiri. Aku bersumpah Sehun, sampai aku mati pun , aku tak akan menggugurkan nya, maaf jika selama ini aku mengganggu hidup mu dan merusak kebahagiaan mu dengan hadirnya anak kita, aku.. mencintaimu.." lirih Jessica dan melangkah menuju pintu kamar "Kalau kau ingin sarapan, aku sudah membuat kan soup rumput laut untuk mu, makan lah selagi masih hangat.." ujar Jessica tulus dengan senyum anggun nya membuat Sehun terpaku, tangannya mengepal erat.

"Aku bersumpah akan membunuh anak itu jika dia sudah lahir nanti!"

.

.

.

.

Chapter 3

.

.

Jessica duduk termenung di ayunan yang terletak di halaman belakang rumah nya. Ayunan itu di lingkupi sebuah gazebo dengan bunga Lily yang begitu cantik tumbuh disana. Gazebo yang Sehun buat khusus untuk nya, gazebo yang merupakan hadiah pernikahan mereka dari Sehun saat itu.

.

Flashback

.

Seorang lelaki tampan dengan jas putih yang begitu menawan membalut tubuh atletis nya terlihat sedang menuntun seorang perempuan cantik berambut blonde dengan gaun pernikahan berwarna putih bersih yang terlihat sangat elegan dengan ekor yang agak sedikit panjang menjuntai di bagian bawah gaun nya.

"Apakah kita sudah sampai?" tanya sang gadis.

Sang lelaki terkekeh pelan medapati gadisnya sangat tidak sabaran "Sabar lah sedikit princess, sebentar lagi sampai"

"Kau terlalu lama Sehun- ah!" gerutu gadis itu pelan.

Lelaki bernama Sehun itu tertawa renyah "Aigoo, seperti nya istri ku ini sudah tidak sabar, bagaimana kalau ternyata aku membawa mu ke kamar dan menghempaskan mu di atas kasur ku hm?" goda Sehun.

Jessica, yang merupakan gadis tersebut memukul lengan Sehun pelan "Kau tidak akan melakukan nya bodoh!"

"Kenapa tidak? Kau istri ku.. hahaha"

"Sehuniee!"

"Baik- baik, aku mengerti. Nah kita sampai!" girang Sehun tiba- tiba.

"Apa aku sudah boleh membuka penutup mata ku?"

"Yap, silahkan princess.."

Dengan perlahan, Jessica membuka penutup mata yang tadi dipakai kan Sehun sebelum mereka memasuki rumah baru mereka. Mengerjapkan matanya perlahan, berusaha menyesuaikan cahaya yang berlomba- lomba masuk kedalam matanya.

"Se- hun.." lirih Jessica saat melihat pemadangan di depannya.

Pemandangan yang sungguh indah dimana disana terletak sebuah ayunan berwarna putih dengan ukiran "J&S" di bagian senderan duduk nya, sebuah air mancur kecil dengan letak sedikit menyerong dari ayunan tersebut, dan yang paling menakjubkan adalah sebuah gazebo yang ditumbuhi bunga- bunga Lily yang merupakan bunga kesayangannya, oh dan jangan lupakan, rangkaian Lily itu juga merambat melingkari tali ayunan tersebut membuatnya semakin indah.

"Kau suka?" tanya Sehun penasaran.

Jessica berbalik seraya menatap Sehun tajam membuat Sehun mengernyit, setelah nya Jessica memukul lengan Sehun kencang, namun sebelum Sehun sempat protes, Jessica sudah menubruk Sehun dengan pelukan yang sangat erat membuat Sehun semakin heran.

"Kenapa masih bertanya?!" bentak Jessica seraya membenamkan kepalanya di ceruk leher Sehun. Sehun mengerjap sebentar lalu terkekeh pelan, Sehun baru ingat kalau gadisnya ini adalah gadis yang sangat unik.

"Aku mencintai mu Jess.." ucap Sehun tulus sembari melepas pelukan Jessica dan menatap wajah gadis yang sekarang menjadi istrinya itu teduh.

Jessica tersenyum "Dan aku membenci mu Sehun.." ucap Jessica terdengar egois membuat Sehun terkekeh "Kau segala nya untuk ku Hun- ah.." lanjut Jessica, dan dengan itu, Sehun mengecup lembut bibir peach Jessica, istri tercintanya.

.

Flashback End

.

Jessica mengusap pelan airmatanya saat memori indah bersama Sehun dulu kembali berputar di otak nya, sungguh, dia sangat merindukan Sehun nya yang dulu, yang begitu menyayangi nya, yang begitu mengasihi nya, yang begitu memuja nya. Kisah percintaan mereka bahkan terasa sangat manis, dulu.

"Hei" panggil sebuah suara membuat Jessica menoleh dan tersenyum.

Sehun, yang merupakan orang yang memanggil Jessica memaling kan wajah nya dari Jessica, dia menaruh sekotak kue disamping Jessica membuat Jessica mengernyit, dia menatap Sehun yang berjalan menjauh "Kupikir kau menginginkan nya, itu hanya perasaan ku saja, kalau kau tak suka buang saja, aku pergi" ujar Sehun dingin.

Jessica menatap punggung Sehun yang semakin menjauh kemudian menoleh kearah sekotak kue yang ada disamping nya 'Sugar Bakery' tertulis jelas di atas kotak itu, Jessica tau, ini toko kue langganan Sehun, saat membuka kotak itu, Jessica kembali menangis, namun tangis bahagia saat melihat apa yang ada di dalam kotak itu, Starwberry Cheese Cake yang sangat diinginkan nya sejak semalam. Tanpa menghapus airmatanya, Jessica memakan kue itu dengan bahagia, menikmati setiap rasa manis yang melumer di mulutnya.

"Dia masih perduli" lirih Jessica bahagia.


Sehun mengamati Jessica yang sedang memakan Starwberry Cheese Cake pemberiannya dengan airmata yang terus mengalir namun senyuman tak pernah luntur dari bibirnya. Sehun merasakan sesak di dadanya, sebahagia itukah Jessica hanya karena sebuah Starwberry Cheese Cake pemberiannya? Apa dia sudah keterlaluan selama ini pada Jessica?

Sehun mengepalkan tangannya erat, ingin sekali rasanya menghampiri gadis itu dan mengusap airmatanya, namun Sehun menahannya dengan keras, dia ingin Jessica tau dan mengerti kalau Sehun tak ingin dibantah, dia ingin Jessica paham kalau Sehun sudah cukup bahagia berdua dengan Jessica, Sehun ingin Jessica sadar kalau dia tak membutuhkan anak.

Apa semua itu kurang jelas bagi Jessica? Apa lagi yang Jessica cari? Apa selama ini kebahagiaan yang Sehun berikan belum cukup untuk Jessica? Apa Jessica tak bahagia dengan nya sehingga Jessica sangat bersikeras menginginkan anak itu? Sehun menghela nafasnya kesal, dia menutup korden itu kasar dan segera melangkahkan kakinya menuju tangga, dia butuh tidur untuk menenangkan pikirinnya yang menggila.

Oke, sebenarnya siapa yang gila disini?!


"Direktur Kim" panggil Tiffany sopan saat melihat Jongin yang baru akan masuk keruangan Sehun.

"Ada apa Fanny- ah?" tanya Jongin tenang.

Tiffany berdehem sebentar sebelum menjawab "Begini, tadi pagi Direktur Oh menyampaikan pada saya kalau Direktur Kim mencari Direktur Oh, anda bisa langsung menuju ke kediaman Direktur Oh karena beliau tak masuk kerja hari ini"

Jongin mengernyit "Sehun tak masuk kerja? Kenapa?"

"Direktur Oh bilang, beliau sakit" jelas Tiffany.

"Sehun sakit?" gumam Jongin pelan "Baik Fanny- ah terima kasih, kau.. selamat bekerja kembali, aku permisi" ujar Jongin.

"Baik Direktur, terima kasih" balas Tiffany sambil membungkuk sopan kearah Jongin.


Sebuah mobil audi hitam berhenti di depan sebuah mansion yang terlihat begitu mewah, seorang lelaki dengan kulit tan terlihat keluar dari mobilnya dengan perlahan.

Ting tong

Ting tong

Tangan kekarnya memencet bel pintu dengan sabar, tak sampai 10 menit, terdengar langkah kaki seseorang dari dalam.

Ceklek

Pintu terbuka, menampilkan seorang gadis cantik dengan surai blonde menatap terkejut kearahnya.

"Jongin?!"

Jongin yang merupakan pria tersebut tersenyum "Halo noona, lama tidak bertemu.." sapa Jongin hangat.

"Aku baik.. astaga, Yura baru dari sini kemarin, kau sendiri apa kabar?" riang Jessica.

Jongin terkekeh "Aku baik noona, ohya, Sehun ada didalam?"

Jessica mengangguk "Eum.. dia dikamar, sedang sakit" lirih Jessica.

Jujur Jongin merasa prihatin melihat Jessica, bagaimana bisa sahabatnya itu melakukan hal keji seperti menyuruh wanita secantik dan sebaik Jessica untuk menggugurkan kandungannya "Apa dia tidur?"

"Entahlah, seperti nya iya.." jawab Jessica sedikit ragu.

"Kalau begitu aku berbincang- bincang dengan noona saja, boleh aku masuk?" tanya Jongin hangat dan Jessica hanya mengangguk.

.

Ruang tamu

.

Jessica menaruh secangkir teh dan juga potongan buah peach di hadapan Jongin membuat Jongin mengernyit heran "Kemana para pelayan noona?"

"Sehun sudah memecat mereka semua tepat saat aku hamil" jelas Jessica seraya mendudukan dirinya di samping Jongin.

Mendengarnya, Jongin mengepalkan tangannya erat, Sehun sunggu keterlaluan kali ini! "Apa? Tapi kenapa? Orang hamil tak seharusnya bekerja berat, kasihan kandungan mu noona.." lirih Jongin.

Jessica tersenyum anggun membuat Jongin tertegun sebentar "Aku baik- baik saja Jong, menyenangkan bisa mengurus diriku sendiri dan juga Sehun tentu saja.."

"Noona.. apa kau.. sehat?" lirih Jongin.

Jessica mengangguk "Tentu saja"

Jongin menggeleng "Apa batin mu sehat? Apa kau baik- baik saja? Tidak kah kau lelah? Apa kau selalu menyalahkan dirimu sendiri atas semua ini? Apa kau membenci takdir yang menimpa mu?"

Jessica tertegun "Jong- in.."

Jongin merapatkan tubuhnya kearah Jessica "Apakah sakit noona? Apakah sesak?"

Perlahan, airmata jatuh membasahi pipi mulus Jessica "Sesak Jong.. sesak sekali.. hisk" isak Jessica pelan "Aku mencintai nya Jong, sangat mencintai nya, namun kini Sehun terlalu jauh untuk ku gapai, aku bahkan sering bertanya- tanya apakah Sehun masih suami ku atau tidak, apakah rumah tangga ini berjalan dengan baik atau tidak, apakah status pernikahan kami berlaku sebagai mana mestinya atau tidak. Aku tidak pernah menuntut kasih sayang nya untukku Jong, aku hanya menuntut kasih sayangnya untuk anakku yang merupakan anaknya juga, apakah aku terlalu berlebihan? Apakah Sehun masih mencintai ku? Hisk.." racau Jessica pilu.

Jongin menarik Jessica kedalam pelukannya dengan lembut "Luapkan lah semuanya noona, aku disini mendengarkan, kau harus kuat, untuk dirimu dan anakmu, ingatlah kau sedang mengandung. Kau boleh menahannya selama kau mau, tapi saat kau telah mencapai batas mu, lepaskanlah, luapkan semuanya, karena manusia tak akan pernah sanggup untuk menahan kesedihan yang berlebihan, selagi masih ada tempat mu untuk berbagi, berbagilah, dan kau tau? Aku dan Yura selalu siap untuk mu berkeluh kesah, jadi jangan tutupi apapun dari ku.."

Jessica mengangguk "Aku mencintai Sehun, sangat mencintai Oh Se Hoon.." lirihnya pilu.

Dan tanpa Jessica dan Jongin sadari, seseorang yang sedari tadi mereka bicarakan mendengar semua pembicaraan mereka dengan jelas. Tangan nya mengepal erat, tanpa sadar air mata turun perlahan membasahi pipi nya membuat nya tertegun pelan, dia menghapus air matanya dan kembali naik, mengurungkan niatnya untuk meneguk segelas air, Sehun tak tahan, semua nya terlalu menyakitkan.

"Sialan! Kenapa aku menangis?!"

.

.

.

To be continued...

.

.

Okee... cukup segini dulu kurasa, semoga memuaskan, tetap tinggalkan komentar nee.. dan terimakasih untuk para SIDERS yang sudah bersedia membaca *bow* sampai bertemu di Chapter 4!