I Love You.. Goodbye
.
.
Previous chapter 3
Jongin menarik Jessica kedalam pelukannya dengan lembut "Luapkan lah semuanya noona, aku disini mendengarkan, kau harus kuat, untuk dirimu dan anakmu, ingatlah kau sedang mengandung. Kau boleh menahannya selama kau mau, tapi saat kau telah mencapai batas mu, lepaskanlah, luapkan semuanya, karena manusia tak akan pernah sanggup untuk menahan kesedihan yang berlebihan, selagi masih ada tempat mu untuk berbagi, berbagilah, dan kau tau? Aku dan Yura selalu siap untuk mu berkeluh kesah, jadi jangan tutupi apapun dari ku.."
Jessica mengangguk "Aku mencintai Sehun, sangat mencintai Oh Se Hoon.." lirihnya pilu.
.
.
.
Chapter 4
.
.
Dua bulan kemudian
.
"Sicca eonnie? Kau terlihat pucat, apa kau baik- baik saja?" ujar Yura sembari menyusui Hyeri diatas kasur Jessica, sementara Jessica duduk di depan meja yang biasa di pakai Sehun untuk kerja dikamar mereka sembari menulis sesuatu.
"Benarkah? Aku baik- baik saja, aku rasa aku hanya gugup karena hari kelahiran anak ku yang semakin dekat.." ujar Jessica lembut sembari melipat surat tersebut menjadi bagian yang lebih kecil dan menyimpannya di saku drees yang dikenakannya.
"Iya, kau yakin kau baik- baik saja? Dan apa yang kau tulis itu?"
"U'hum, kau tenang saja. Aku hanya menulis surat, hehe. Apakah Hyeri sudah selesai?"
"Baiklah. Well, kurasa belum eon, kau tau, memasuki bulan ketiga kemarin, nafsu makan nya besar sekali membuat gembul seperti ini.."
Jessica tertawa "Tidak apa- apa, aku suka melihatnya yang gemuk dan sehat"
Tok
Tok
Tok
"Noona" pintu terbuka menampilkan Baekhyun disana, yap.. semenjak kandungan Jessica memasuki bulan kesembilan, Baekhyun di tugaskan oleh Taeyeon untuk menjaga Jessica sampai Sehun pulang, katanya untuk jaga- jaga kalau tiba- tiba Jessica ingin melahirkan.
"Ada apa Baek?"
"Apa kau ingin aku membelikan mu obat? Sungguh, wajah mu tampak tidak baik- baik sama sekali, tidak bagus untuk kandungan mu.." ujar Baekhyun khawatir.
"Kau sungguh baik Baekhyun- ah, kapan kau akan menikahi Taeyeon eonni?" canda Jessica membuat Baekhyun berdehem pelan sementara, Yura tertawa.
"Aku kira aku tak membuat pertanyaan yang menjurus kesitu" kikuk Baekhyun.
Tawa Jessica dan Yura semakin keras "Kau kaku sekali Baek- ah"
"Urhm.." desis Jessica pelan, mengernyit saat merasakan kontraksi diperutnya.
Baekhyun yang mengerti langsung mendekati Jessica "Ada apa noona?"
Keringat dingin membanjiri tubuh Jessica bersamaan dengan merembesnya darah diantara kedua kaki Jessica "B-Baek.. arghh.. sa- sakitthhh... hngg... sakit Baek- arghh.. hisk" ringis Jessica diiringi tangisan.
Baekhyun dan Yura yang melihat ada nya darah yang mengalir terlonjak kaget, Jessica pendarahan!
"Yura! Aku akan membawa Jessica noona kerumah sakit, ayo kau ikut, jangan lupa beritahu suaminya kalau Jessica noona akan melahirkan, segera"
"Ba-"
Drrttt... drrttttt...
'Jongin' is calling
"Hal-"
"Jongin! Apa kau sedang bersama Sehun?!" panik Yura.
"Iya sayang, ada apa? Kau tenang dulu jangan panik begitu!" khawatir Jongin.
"Sayang, beritahu Sehun kalau istrinya akan melahirkan dan mengalami pendarahan, aku dan Baekhyun oppa akan kerumah sakit sekarang"
"Mwo? Kau tidak bercanda?" kaget Jongin.
"Seoul International Hospital, cepat!" desak Yura.
Pipp
Yura memutuskan sambungannya secara sepihak membuat Jongin gelisah.
"Sehun! Jessica noona akan melahirkan, dia mengalami pendarahan, Yura dan Baekhyun sedang dalam perjalanan kerumah sakit, kita sebaiknya kesana juga" desak Jongin.
Sehun, jujur dia sangat shock mendengar kalau Jessica pendarahan, tapi lagi- lagi, ego nya begitu tinggi "Tidak, aku masih banyak pekerjaan, beritahu saja kalau anak sialan itu sudah lahir!" keus Sehun.
Jongin mengepalkan tangan nya geram, di tariknya kerah baju Sehun dengan kasar dan..
Bugh
Sebuah pukulan yang amat sangat keras melayang di pipi kanan Sehun, membuat lehernya serasa patah, sudut bibir nya pun mengeluarkan darah "AKU MALU PUNYA SAHABAT SEPERTI MU SEHUN! AKU JAMIN KAU AKAN MENYESAL JIKA ISTRI DAN ANAK MU TAK SELAMAT DARI PENDARAHANNYA NANTI!"
Brak
Pintu ruangan Sehun tertutup dengan kerasnya, meninggalkan Sehun yang masih terduduk dilantai, dia melonggarkan ikatan dasi nya sambil menyeka darah di sudut bibir nya "Apa- apaan makhluk hitam itu!" kesal Sehun, dia bangkit, dan kembali berkutat dengan pekerjaan nya.
"Eonnie!" cegah Yura saat Taeyeon melewati nya, ingin masuk kedalam ruang operasi.
"Yura, tenang saja, do'a kan saja yang terbaik untuk Jessica, aku harus cepat, ayo Baek" desak Taeyeon, sementara Yura hanya menatap sendu pintu yang tertutup itu sembari mengeratkan pelukannya pada sang buah hati.
"Yura!" teriak sebuah suara membuat Yura menoleh, dan seketika, airmata turun membasahi pipinya saat melihat sosok sang suami yang menatapnya cemas.
"Jongin, tadi banyak sekali darah Jong, itu mengerikan, terlalu banyak darah.. hisk" lirih Yura.
Jongin membawa Yura kedalam pelukannya sembari mengelus lembut kepala istrinya "Tenang saja, semua akan baik- baik saja"
Yura melepaskan pelukannya "Mana Sehun?"
Jongin berdecih "Si brengsek itu tidak akan datang"
"Oh- Apa?! Kau bercanda Jong? Istri nya melahirkan dan dia tidak datang?"
Jongin menghela nafas pelan, "Dengarkan aku baik- baik, kau beruntung sayang, karena aku tak seperti Sehun yang tak mengharapkan kehadiran seorang anak ditengah- tengah keluarga nya"
"A- pa?"
Jongin membuang mukanya "Dia bahkan menyuruh Jessica noona untuk menggugurkan kandungannya"
Yura melotot kaget "Ap- kau jangan bercada dengan ku hitam! Itu sama sekali tidak lucu! Bagaimana- astaga! Apa albino itu gila?! Aku akan membunuhnya!" sungut Yura.
"Sayang, hey, hey lihat aku, kita... lebih baik kita do'a kan yang terbaik saja untuk Jessica noona. Setuju?"
Yura segera membenamkan kepala nya di dada bidang Jongin "Setuju, hisk" dan mulai terisak pelan.
Suasana diruang operasi begitu mencekam, Baekhyun berkali- kali menyeka keringat dingin yang mengalir di pelipis Jessica dan membisikan kata- kata penguat. Tangan nya menggenggam tangan Jessica yang mencengkram nya erat.
"Baek, dimana Sehun?! Kenapa disaat seperti ini si Bodoh itu tidak datang untuk membantu dan menemani istri nya?!" kesal Taeyeon, tangannya sudah ternoda oleh darah, bahkan pakain khusus praktek operasinya pun sudah tercemar darah dimana- mana.
"Entahlah noona, aku tidak tau" ucap Baekhyun pelan masih sambil menyemangati Jessica.
Taeyeon menghela nafas "Jess, dengarkan Baekhyun, kau kuat Jess, kau harus kuat untuk anak mu, ayo cepat Jess, kau harus bisa melahirkannya dengan sehat! Kau kuat Jess.." tegas Taeyeon.
"Ya, noona, bayangkan anak mu yang akan lahir kedunia, tumbuh dengan sehat, memanggil mu dengan sebutan 'Mommy', ayo noona, kau harus kuat" lanjut Baekhyun.
Jessica memejamkan matanya erat, tidak.. ini.. terlalu sakit, terlalu menyakitkan, air mata dan peluh tak henti- henti nya Jessica keluarkan, bahkan bibir bawahnya berdarah karena dia menggigit nya terlalu keras "Eon- nie.. hngg.. B-Baek- arghh.. to- tolong... sel- amatkanhhh... anak- kuhh.. arghh..." ringis Jessica pedih membuat Taeyeon menangis.
"Ayo Jess, pelan- pelan, kau pasti bisa.. hisk.. tarik nafas mu dalam- dalam.. keluarkan.. tarik lagi.. keluarkan lagi.. ayo Jess, dorong Jess, hanya kau yang bisa menyelamatkan anak mu.. hisk" ujar Taeyeon sambil terisak- isak.
Sekali lagi, airmata kembali lolos dari pelupuk mata Jessic, tangannya semakin mencengkram tangan Baekhyun erat "Hah.. hah.. ha- ah... arghhhhhhhhh!" jerit Jessica lantang.
Baekhyun mengelus lembut pucuk kepala Jessica "Ayo noona, kau pasti bisa, kau pasti kuat.." semangat Baekhyun lagi.
Jessica menatap Baekhyun teduh, airmata semakin mengalir deras dari pelupuk matanya "Se-Sehun.. hisk.. Sehun" perlahan tangan Jessica terulur untuk menyentuh pipi Baekhyun membuat Baekhyun tersentak kaget, apa Jessica melihat nya sebagai Sehun sekarang?
Sementara Taeyeon, dia hanya tertegun pelan, kenapa? Kenapa Jessica mengucapkan nama Sehun sambil mengangis? "Iya Jess, Sehun menunggu mu diluar, oleh karena itu kau harus kuat.." lirih Taeyeon.
Seolah tersadar dari lamunan nya, Jessica melepaskan tangannya dari pipi Baekhyun dan mengambil sesuatu dari saku dress nya "Eon.. tolong.. jika anakku sudah lahir nanti, tolong berikan ini untuk Sehun" miris Jessica sambil menyodorkan sebuah surat.
Taeyeon menatap nya bingung "Mengapa tidak kau saja yang memberikannya?"
Jessica menggeleng "Kumohon eon, bilang pada Sehun aku mencintai nya, oleh karena itu dia harus menjaga anak kami baik- baik, dia harus mencintai anak kami seperti dia mencintai ku.." lirih Jessica, airmata mengalir semakin deras dari pelupuk matanya.
Baekhyun beralih menatap Taeyeon dengan pandangan memohon, membuat Taeyeon mengerti, airmata kembali turun membasahi pipi Taeyeon "Baik, akan kuberikan, sekarang kau harus berjuang, kau harus kuat demi anak dan suami mu, kau harus selamatt, bayi mu pun harus lahir dengan sehat, mengerti?"
Jessica tersenyum dan mengangguk, tiba- tiba alis nya mengernyit saat kembali merasakan kontraksi diperutnya "Argghhh.."
"Ayo Jess, tarik nafas, keluarkan.. tarik lagi, keluarkan, ayo Jess.. sedikit lagi" desak Taeyeon.
"Hah.. hah... hu'uh.. a- arghhhhhh!"
.
.
.
To be continued..
