I Love You.. Goodbye
.
.
Previous Chapter 4
Baekhyun beralih menatap Taeyeon dengan pandangan memohon, membuat Taeyeon mengerti, airmata kembali turun membasahi pipi Taeyeon "Baik, akan kuberikan, sekarang kau harus berjuang, kau harus kuat demi anak dan suami mu, kau harus selamatt, bayi mu pun harus lahir dengan sehat, mengerti?"
Jessica tersenyum dan mengangguk, tiba- tiba alis nya mengernyit saat kembali merasakan kontraksi diperutnya "Argghhh.."
"Ayo Jess, tarik nafas, keluarkan.. tarik lagi, keluarkan, ayo Jess.. sedikit lagi" desak Taeyeon.
"Hah.. hah... hu'uh.. a- arghhhhhh!"
.
.
.
Chapter 5
.
.
Sehun duduk terdiam di kursi kerja nya sambil menatap kedepan dengan pandangan kosong, jemari nya menyentuh pipi putihnya dengan gelisah. Apa yang dilakukannya ini sudah benar? Lagi pula itu salah Jessica sendirikan? Dirinya sudah mengatakan dari awal untuk menggugurkan kandungan itu tapi Jessica selalu menolaknya dengan alasan kalau dia mencintai bayi nya. Cih! Persetan! Memang apa peduli Sehun? Semoga saja bayi itu mati saat lahir nanti, jadi Sehun bisa tetap menikmati kebersamaan nya dengan Jessica, hanya mereka berdua, tanpa adanya anak sialan diantara mereka.
Drrrtttt... drrrtttt...
'Eomma' is calling
"Hal-"
"OH SEHUN DIMANA KAU?!" teriak suara dari sebrang membuat Sehun menjauhkan ponselnya dari telinga nya.
"Ada apa eomma?" tanya Sehun tenang.
"ADA APA KATAMU?! ISTRI MU MELAHIRKAN KAU BILANG ADA APA?!" marah eomma nya.
Sehun mengernyit "Darimana eomma tau?"
"Aku bersumpah akan membunuh mu kalau terjadi apa- apa dengan cucu ku! Jongin yang memberitahuku, dia ada dirumah sakit bersama ku dan appa mu, dan juga mertua mu, seberapa brengsek kau Oh Sehun sampai aku tahu kalau Jessica melahirkan pun dari Jongin, bukan darimu!"
Sehun mendengus "Maaf eomma, tapi pekerjaan ku masih banyak, aku tak bisa meninggalkannya!"
"AP- Sehun!" teriakkan eomma nya terputus oleh sebuah suara berat yang terdengar tegas dan beribawa membuat Sehun meneguk air liur nya kasar.
"A- Appa" lirih Sehun takut.
"Seoul International Hospital, 15 menit"
Pipp
Sambungan diputus secara sepihak membuat Sehun mengacak rambutnya frustasi, awas saja Kkamjong sialan itu! Akhirnya dengan berat hati, Sehun menyambar kunci mobil nya dengan tergesa, dan keluar dari ruangannya.
"Selamat siang direktur Oh" ujar Tiffany sopan saat melihat Sehun keluar dari ruangan nya.
Sehun mengangguk "Tiff, batalkan semua meeting ku hari ini, bilang pada para kolega bisnis kalau istri ku melahirkan dan aku harus menemaninya" perintah Sehun.
"Baik direktur Oh, dan semoga persalinan istri anda lancar"
Sehun mengangguk sebelum mengambil langkah lebar menuju lift dan bergegas kerumah sakit.
"Tuan Oh" ujar Jongin memecah kesunyian yang ada diantara mereka semua.
Tuan Oh yang merupakan appa Sehun menoleh, "Paman saja Jongin- ah.." ujar Tuan Oh sembari mengusap kepala istrinya yang sedang menggendong Hyeri, putri Jongin dan Yura.
Jongin menghela nafas, Jongin pikir ayah Sehun harus tau kebenarannya "Bisa kita bicara sebentar, eumm.. berdua saja" ujar Jongin.
Tuan Oh tampak berpikir sebentar sebelum mengangguk membuat Jongin tersenyum lega.
#koridor rumah sakit.
"Jadi ada apa?" tanya Tuan Oh tegas.
Jongin menghela nafas sebentar "Apa paman percaya jika saya bilang kalau Sehun tidak pernah mengharapkan anak dari Jessica?"
Tuan Oh menoleh kaget "Apa?"
"Sehun bahkan menyuruh Jessica menggugurkan kandungannya saat ia tahu kalau Jessica hamil" lirih Jongin.
Tuan Oh menatap Jongin tak percaya, wajah nya yang sudah menua namun masih terlihat gagah itu memunculkan ekspresi kekagetan yang tak bisa dibaca "Kau tidak bercanda kan nak?" lirih Tuan Oh.
Jongin menggeleng "Tidak paman, Sehun yang mengatakan kalau dia sangat membenci bayi yang dikandung Jessica, dia bahkan kerap kali menyebut bayi itu dengan sebutan 'anak sialan'. Sehun bahkan begitu bertekad membunuh anak nya jika anak nya sudah lahir nanti. Sebelum saya kesini, tadi saya sempat bertengakar dengan Sehun dikantor, Sehun menolak untuk menemani istri nya yang akan melahirkan, dia bahkan menyumpahi anak nya mati saja saat lahir, dan itu membuat saya kesal sehingga saya memukulnya.." jela Jongin dengan tangan terkepal erat.
"Aku tidak pernah mengajarkan nya untuk menjadi anak yang seperti itu, kenapa dia melakukan itu semua" lirih Tuan Oh dengan pandangan kosong membuat Jongin menatapnya iba.
"Aku pernah bertanya, dan Sehun bilang, dirinya tak menginginkan anak karena anak itu merepotkan, dia bilang dia tak suka anak kecil dan tak siap untuk memilik anak"
Tangan Tuan Oh mengepal erat "Jika seperti itu kenapa dia menikahi Jessica?!" geram Tuan Oh.
"Appa, Jongin!" teriak sebuah suara membuat Tuan Oh dan Jongin menoleh, seketika, mereka merasakan amarah yang meluap dari dalam diri mereka.
"Ap-"
Bugh
"Aku tak pernah mengajari mu untuk menjadi anak yang brengsek dan tak bertanggung jawab Little Oh!" bentak Tuan Oh keras, membuat seluruh orang yang ada dikoridor menoleh pada mereka.
Sehun menyeka darah di bibirnya pelan sambil meringis kesakitan, Sehun mengerti, Jongin pasti sudah memberi tahu ayahnya "Sialan kau Jong!"
"Tutup mulut mu anak sialan! Dan berdo'a lah agar cucuku baik- baik saja, karena kalau tidak, kau akan tau akibatnya.."desis Tuan Oh tajam dan pergi dari hadapan Sehun bersama Jongin.
"Kau akan menyesal Sehun" geram Jongin pelan.
Sehun menatap punggung Jongin dan appa nya dengan pandangan marah "Persetan!"
"Oeee... oeee..." suara tangisan bayi laki- laki yang terdengar bugar dan sehat membuat Taeyeon menghela nafas lega begitupun Baekhyun, sementara Jessica, masih menstabilkan deru nafasnya, sakitnya seolah meluap entah kemana saat mendengar suara tangisan anaknya.
"Jess, lihat, anak mu tampan sekali" bahagian Taeyeon sambil menggendong bayi mungil yang masih berlumuran darah itu.
Jessica menatap anak nya teduh, setetes air mata mengalir dari pelupuk matanya "Jungkook.. Oh Jung Kook" lirih Jessica pelan.
"Oeee... oeee..."
Suara tangisan bayi membuat semua orang yang ada diluar menghela nafas lega, bahkan Nyonya Oh –ibu Sehun- dan Nyonya Jung –Ibu Jessica- menangis haru karenanya.
"Cucu ku.. hisk cucu ku telah lahir.." lirih Nyonya Oh, sementara Nyonya Jung hanya memeluk suami nya bahagia.
"Syukurlah bayinya lahir dengan selamat, hisk" isak Yura pelan sembari mengecup pucuk kepala Hyeri, sementara Jongin menatap Yura teduh.
Lima belas menit kemudian, pintu ruangan operasi terbuka, menampakkan Taeyeon dengan seorang bayi mungil yang telah bersih dalam gendongannya "Selamat, cucu kalian laki- laki" ujar Taeyeon senang seraya menyerahkan bayi tersebut kedalam gendongan Nyonya Oh.
Sehun melihatnya, Sehun melihat nya dari jauh, bayi mungil yang tampan dan lucu, bayi mungil yang sangat polos dan belum mengerti kekejaman dunia, anaknya. Entah kenapa, hati Sehun berdesir pelan, rasa ingin menggendong dan membawa bayi itu kedalam dekapan hangatnya begitu kuat.
"Sehun- ah! Sedang apa kau disitu? Lihat, anak mu sudah lahir! Dia sangat tampan seperti kau.." ujar Nyonya Oh bahagia.
Sehun melangkah mendekati Nyonya Oh dan anak nya, membuat Yura, Jongin dan juga Tuan Oh menatap was- was padanya. Perlahan, Nyonya Oh menyerahkan bayi mungil itu kepada Sehun, Sehun menatapnya sebentar, sebelum mengulurkan tangannya dengan gemetar untuk membawa bayi itu kedalam dekapannya. Dan seolah mengerti, bayi itu semakin merapat dalam pelukan Sehun, seolah mencari kehangatan dalam pelukan ayahnya.
Dengan gugup, Sehun mengarahkan tangannya untuk mengusap kepala bayi itu kemudian mengecupnya pelan, membuat Yura, Jongin, dan juga Tuan Oh menghela nafas lega dan tersenyum.
"Oh Jung Kook" ujar Taeyeon membuat semua nya menoleh kearahnya "Namanya Oh Jung Kook, Jessica yang memberinya nama" lirih Taeyeon.
Sehun mengalihkan tatapan nya dari Taeyeon dan menatap anak nya teduh, diraih nya jemari mungil Jungkook dan di kecup nya jemari itu pelan
"Oh Jung Kook.. anakku.. hisk" dan Sehun pun menangis haru.
.
.
To be continued...
Hai... aku kembali lagi dengan double update untuk chapter 4 dan 5, semoga suka! Tetap membaca karya ku ya! Ohya, aku sedang ada project FF KaiChanHun / Kai, Chanyeol, Sehun/ berjudul " It Can't Be Expected ". Chapter 1 nya udah jadi, tinggal di publish, tapi aku mau liat dulu ada yang tertarik ngga sama project FF yaoi pertama ku. Jadi mohon tinggalkan komentar yaa kalau pengen FF itu aku publish. terimakasih. *bow*
