I Love You.. Goodbye
.
Previous Chapter 5
Dengan gugup, Sehun mengarahkan tangannya untuk mengusap kepala bayi itu kemudian mengecupnya pelan, membuat Yura, Jongin, dan juga Tuan Oh menghela nafas lega dan tersenyum.
"Oh Jung Kook" ujar Taeyeon membuat semua nya menoleh kearahnya "Namanya Oh Jung Kook, Jessica yang memberinya nama" lirih Taeyeon.
Sehun mengalihkan tatapan nya dari Taeyeon dan menatap anak nya teduh, diraih nya jemari mungil Jungkook dan di kecup nya jemari itu pelan
"Oh Jung Kook.. anakku.. hisk" dan Sehun pun menangis haru.
.
.
.
Chapter 6
.
.
"Ehem" Taeyeon berdehem pelan untuk menarik perhatian semua orang yang ada di ruangan itu, tak berapa lama Baekhyun keluar dengan raut wajah yang tak bisa diartikan.
Baekhyun menengadahkan tangan nya pada Taeyeon seperti meminta sesuatu, dan Taeyeon meletakan sepucuk surat yang sudah terlipat rapih keatas tangan Baekhyun.
"Sehun, benar?" tanya Baekhyun membuat Sehun mengernyit heran.
"Aku Byun Baek Hyun, panggil saja Baekhyun, aku juga termasuk salah satu orang yang membantu Jessica noona melakukan persalinan. Pada saat proses persalinan berlangsung aku terus saja menggenggam tangan Jessica noona erat sambil terus membisikan kata- kata agar dia tetap kuat. Kau tahu? Jessica noona sungguh luar biasa, dia sangat berjuang keras demi anak yang di cintainya agar anak itu lahir kedunia.." lirih Baekhyun "Jessica terus berusaha kuat dengan mengucapkan 'Sehun aku mencintai mu' disetiap hembusan nafasnya, bahkan ia melihat ku sebagai Sehun dan aku mau tidak mau ikut bermain dalam halusinasinya dengan membenarkan kalau aku adalah Sehun.. dia sangat mencintai dan menghormati mu sebagai suaminya.."
Sehun memutar otak nya mendengar perkataan Baekhyun, dirinya tak mengerti apa yang sebenarnya di bicarakan Baekhyun. Tapi mendengar perkatanya Baekhyun tentang Jessica yang sangat menghormati dan mencintai ya sebagai suami membuat Sehun merasa hangat melingkupi hatinya.
Sementara Nyonya Jung dan Nyonya Oh serta Yura segera membenamkan kepala mereka di dada suami mereka masing- masing, tidak kuat untuk menahan airmata mereka, begitu pula dengan Taeyeon, dokter cantik itu berusah kuat menahan airmatanya yang siap tumpah kapan saja.
"Aku tak pernah melihat proses persalinan yang begitu menyakitkan seperti ini sebelum nya... Jessica terlihat sangat tersiksa dan begitu kesakitan, tapi.. dengan segala kemauan yang di punya nya, dia terus mendorong dirinya sendiri agar anak itu bisa lahir dengan selamat kedunia ini, dia bahkan tak menangis selama proses persalinan berlangsung tapi aku tahu kalau itu sangatlah menyakitkan, apalagi Jessica sempat pendarahan sebelum nya.. kau beruntung pernah memiliki nya.."
Baekhyun meraih tangan Sehun dan meletakkan surat itu diatas tangan Sehun "Ini.."
"Apa ini?" tanya Sehun heran.
Baekhyun tersenyum lirih "Itu surat dari Jessica, dia ingin kau mengetahui isi hatinya.."
"Mengapa harus memberikan surat? Kenapa dia tak bicara langsung padaku?"
Baekhyun menunduk seraya menghela nafas pelan, setetes air mata jatuh dari pelupuk mata indanya "Sehun.. Jessica sudah meninggal.."
Deg
.
Sehun.. Jessica sudah meninggal
Jessica sudah meninggal
Sudah meninggal
Meninggal
.
Jessica.. meninggal?
.
"Kau bercanda?" geram Sehun.
"Tidak" bantah Taeyeon "Jessica meninggal setelah dia memberi nama anak pertama nya, dia tersenyum sangat bahagia saat mengatakan 'Oh Jung Kook', pesan nya yang terakhir kali adalah dia ingin kau menjaga anak nya dengan kasih sayang, dia ingin kau merawat anak nya dengan penuh cinta, dia ingin kau membesarkan anak itu hingga anak itu bisa tumbuh sehat.." jelas Taeyeon membuat Sehun merasa kan pening yang sangat hebat di kepalanya.
Selama eksistensi nya di dunia ini, Sehun tak pernah merasa sehancur ini, begitu mengetahui kalau eksistensi Jessica telah dihapuskan dari hidup nya membuat nya merasa kesulitan bernafas, jantung nya seolah berhenti berdetak, Sehun merasakan dirinya kosong.
Semua orang yang ada di situ membuang pandangan mereka dari Sehun, mereka menangis dalam diam, tak ada yang berani mengusik Sehun yang sedang terdiam mematung. Sebenarnya, mereka pun sama hancur nya, namun tak sehancur Sehun. Mereka hanya tak menyangka kalau malaikat itu akan pergi dari dunia dengan cara yang mulia pula.
"Jessica sangat mencintai mu Sehun, dia ingin menujukkan pada mu betapa besar rasa cinta nya padamu lewat Jungkook, selama eksistensi nya di dunia, Jessica sama sekali tak pernah terlihat kalau dia menyimpan kesedihan yang sangat mendalam, dia selalu menyembunyikan semuanya dan berkata kalau dia baik- baik saja. Dia bahkan tak pernah lelah untuk terus memperjuangkan anak nya seorang diri. Sehun, aku berharap kau menjaga hadiah terakhir Jessica untuk mu, rawatlah Jungkook karena dia juga anak mu.. Jessica sangat mencintai kalian.." jelas Taeyeon.
Sehun terdiam, tangan nya mengusap pucuk kepala anaknya dengan sayang "Kookie- ah.. mommy mu wanita yang kuat sayang, moomy telah membuat mu lahir dan bertemu daddy, moomy mu telah memperjuangkan mu dengan nyawa nya sendiri, sekarang kita hanya tinggal berdua sayang, mommy mu telah tenang di surga. Daddy berjanji kalau daddy akan merawat mu dengan kasih sayang, daddy akan merawat mu dengan cinta daddy sebagai seorang ayah. Kookie- ah, kau harus tumbuh sehat, kau harus tumbuh dengan baik nanti nya agar daddy bisa membuktikan pada mommy kalau daddy berhasil merawat mu, kau akan tumbuh tanpa kasih sayang seorang eomma Kookie- ya, daddy harap daddy bisa memenuhi peran ibu dan ayah sekaligus untuk mu.. daddy mencintai mu Kookie- ah.. maafkan daddy.." setetes airmata menetes dari pelupuk mata Sehun saat dirinya mencium kening Jungkook lembut, membuat semua orang yang ada disitu merasa sesak dengan apa yang dilihatnya, terlalu menyakitkan.
Sehun membawa Jungkook kepelukannya, dia menenggelam kan wajah tampannya yang sedang menangis pilu di perut Jungkook, tangannya mencengkram erat surat pemberian Jessica yang tadi diberikan Baekhyun "Jessica, Jung So Yeon, aku mencintai mu.. hisk" isak Sehun, dia jatuh terduduk dengan Jungkook yang masih berada di pelukan hangatnya "Aku mencintai mu Jess.. maaf kan aku.. hisk" lanjut Sehun pilu membuat semua orang yang ada disitu menangis melihat nya, Baekhyun bahkan sudah memeluk Taeyeon yang terus- terusan menangis.
"Terima kasih Jess, maafkan aku.. aku mencintai mu.. hisk.. selamat jalan.." bisik Sehun lirih dan Jungkook pun ikut menangis membuat Sehun memeluknya semakin erat seraya mengecup tanganya mungil Jungkook lembut.
.
Tuhan itu baik..
Dia tidak akan membiarkan hambanya menderita berkepanjangan
Dia tidak akan membuat airmata yang telah dikeluarkan terbuang sia- sia
Akan ada saatnya Tuhan berkata 'Waktu nya pulang..' padamu..
Terlepas dari semua belenggu yang menyiksamu
Tidak akan ada lagi air mata
Yang berarti semuanya sudah selesai
Semua nya sudah cukup
Dan kau akan mendapatkan jatah mu untuk bahagia
Lagipula, karma itu berlaku..
Aku benar.. kan?
Sehun menatap gundukan tanah yang masih basah itu dengan pandangan kosong, nama 'Jung So Yeon' terukir dengan apik di atas batu nisan yang terbuat dari marmer tersebut. Tangan kekar nya mengusap pelan makam istri tercintanya, tanpa sadar, setetes airmata terjatuh dari pelupuk matanya.
"Jess, kau yang tenang disana yaa.. kau harus bahagia disana karena suami bodoh mu ini tak bisa memberikan kebahagiaan kepada mu saat kau masih di dunia. Maaf kan aku yang selalu menyakiti mu, maaf kan aku yang sempat membenci kehamilan mu bahkan aku selalu menghina anak kita dengan sebutan anak hina.." Sehun menarik nafas nya sebentar "Jess.. aku menyesal, penyesalan yang sungguh terasa menghina diriku, aku menyesal Jess.. maafkan aku.. bersabarlah, tunggulah aku disana, aku pasti akan menyusul mu jika waktunya tiba.." Sehun tersenyum kemudian bangkit dari duduknya, diraihnya Jungkook yang tertidur pulas di gendongan Jon gin dan kembali menatap makam Jessica "Jungkook sungguh tampan, dia memiliki bibir yang tipis seperti mu, dia anak ku Jess.. aku berjanji pada mu, aku akan merawat nya dan mencintai nya sebagai malaikat yang kau titip kan pada ku Jess.. terima kasih telah melahirkan nya ke dunia ini, terima kasih telah membuatnya lahir dengan selamat.. aku mencintai mu Jess.. sampai kapanpun.. aku berharap kau mendapatkan kebahagian mu yang tak sempat kau dapatkan di dunia ini.. hisk" lirih Sehun sambil terisak pelan.
Jongin mendekat kearah Sehun "Sudahlah Hun- ah.. ikhlaskan lah dia..."
Sehun menatap Jongin dengan mata basahnya "Aku bodoh Jong, kau benar, aku sungguh bodoh dan aku menyesal sekarang.."
Jongin tersenyum lirih "Aku mengerti Hun, ini pelajaran buatmu, mulai sekarang, hargailah apa yang kau miliki sekarang dan apa yang akan kau miliki nanti, karena waktu tak bisa di putar ulang Hun- ah.."
"Terima kasih Jong.."
Sehun masuk kerumah nya dengan langkah pelan, rumah nya yang besar sekarang semakin terasa lenggang, orang tua nya telah kembali ke Busan, sementara orang tua Jessica memutuskan untuk kembali ke California bersama Krystal, adik Jessica. Sehun membawa Jungkook ke kemar tidur nya dan Jessica dahulu, lalu menidurkan Jungkook di tempat tidur.
Ditatapnya wajah Jungkook teduh sembari mengusap dan mengecup lembut kening bayi tersebut, anak nya dan Jessica.
"Hai Kookie- ah.. tidur yang nyenyak ya.. daddy akan menjaga mu.." lirih Sehun hangat.
Sehun menggulingkan tubuhnya ke sisi kasur yang lain dan merebahkan tubuhnya disebelah Jungkook yang tertidur, matanya menerawang jauh ke masa-masa Jessica masih ada di sampingnya, ke masa- masa saat hidup nya masih baik- baik saja. Ke masa⎼ masa saat dirinya masih bisa membelai dan mengecup istri tercintanya dengan bebas.
Sehun menutup matanya yang terasa panas dengan telapak tangannya, airmata terlihat mengalir membasahi pipi putihnya, terus turun mengikuti garis rahangnya yang tegas. Sehun merasa dikucilkan, seolah dunia menertawakannya, seolah waktu menghinanya, seolah takdir mempermainkannya, Sehun merasa menjadi lelaki paling rapuh saat ini, cih.. betapa bodohnya dia.
Dengan perlahan, dia bangkit dari posisi berbaringnya, tangan kekarnya merogoh saku kemejanya pelan dan mengeluarkan secarik surat pemberian Jessica yang di berikan Baekhyun kepada nya. Dengan tangan bergetar, dibukanya lipatan surat yang nampak kusam itu dengan perlahan..
.
Hai Sehunnie suami ku tercinta..
Pertama- tama aku ingin minta maaf dulu pada mu..
Maaf karena telah mengecewakan mu..
Maaf tak bisa menjadi seperti yang kau harapkan..
Maaf karena selalu membangkang pada mu..
Maaf.. karena telah bersikeras mengandung anak mu yang tak pernah kau harapkan..
Tapi Sehunnie.. aku ingin kau tau, bahwa selama eksistensiku di dunia, aku tak pernah merasa sebahagia seperti saat aku mengetahui kalau aku akan menjadi seorang ibu. Membayangkan sesosok mungil akan memanggilku dengan sebutan 'Mommy' benarbenar membuat angan ku melayang jauh..
Kau boleh berpikir aku mungkin sedikit gila, tapi aku sangat mencintai bayi yang ku kandung Hunah, oleh karena itu aku selau bersumpah didepan mu kalau aku akan menjaganya dengan nyawa ku sendiri.
Hunah, maafkan aku kalau aku tak bisa menjadi istri yang baik seperti yang kau harapkan. Maaf kalau ekspektasi mu terhadap ku menghasilkan kesiasiaan, maaf kalau harapan mu padaku sama dengan nol besar..
Aku hanya tidak sanggup untuk membunuh seorang malaikat kecil yang sudah Tuhan percayakan padaku..
Sehun aku mencintai mu, tak perduli kau yang selalu menyakiti ku, tak perduli kau yang selalu menghinaku, tak perduli kau yang selalu kasar padaku, karena yang ku tahu, Sehun yang aku cintai adalah orang yang lembut, baik, pengertian dan penuh cinta, kalau omongan ku terdengar menjijikan dimata mu aku minta maaf, aku hanyalah seorang gadis biasa yang terlalu mencintaimu..
Oh Jung Kook.
Itu nama anak kita. Tolong Sehunnie, berikan dia nama itu. Aku.. titip dia pada mu, tolong rawat dia dengan sepenuh hatimu, cintai dia seperti kau mencintai ku dulu, aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi saat ini aku menangis dan merasakan kalau peranku cukup sampai disini saja, entahlah.. tapi aku merasakan lelah yang luar biasa memberatkan pundak ku.
Sehunnie, kumohon apapun yang terjadi jangan kau benci anak kita, dia hanyalah seorang bayi polos yang tak tahu apaapa, dia hanyalah sesosok manusia suci yang harus mempersiapkan diri untuk dihadapkan pada dunia yang penuh petualangan ini..
Aku ibunya.. dan kau.. kau ayahnya Sehunah, bersyukur lah untuk itu, karena akupun tak pernah berhenti bersyukur kepada Tuhan atas kehadiran Jungkook di hidupku..
Terima kasih atas cinta yang pernah kau berikan..
Terima kasih atas semua kasih sayang mu..
Terima kasih telah menjadi suami ku..
Untuk segalanya.. terima kasih telah mencintai ku..
Maaf..
Maaf jika tak bisa menjadi istri yang baik..
Maaf tak bisa membalas semua kebaikkan mu..
Maaf selalu merepotkan mu..
Aku mencintai mu dan ingin selalu bersama mu selamanya, tapi jika Tuhan berkehendak lain.. maaf karena telah meninggalkan mu..
Aku titip Jungkook Sehunah, aku mohon cintai dan sayangi dia, jangan pernah lupakan aku. Kau adalah anugrah terindah yang pernah Tuhan berikan pada ku, dan Jungkook adalah bonus untuk anugrah itu. Kau dan Jungkook adalah kebahagiaan ku dan dunia ku.. hiduplah dengan benar Sehunah, karena aku selalu mencintai mu..
Sampai jumpa lagi sayang!
Jessica.
.
Airmata mengalir derah dari pelupuk mata tegas itu. Tatapan matanya kosong dan terlihat lelah, jemari putih nya yang kekar mencengkram erat surat yang berada ditangan nya.
"Bodoh" gumam nya lirih "Sicca.. Jessica.. Soyeon⎼ ah.. saranghae.. hisk" racaunya frustasi.
Sehun menatap Jungkook yang tengah tertidur lelap "Apa yang akan terjadi pada kita mulai dari sekarang?" Tanya nya lirih "Daddy mencintai mu Kookie⎼ ya.. kita harus kuat tanpa mommy ya.."
Cup
Sebuah kecupan penuh sayang mendarat mulus di dahi Jungkook, setitik airmata yang berasal dari mata Sehun jatuh membasahi pipi tembam nya, dan nampaknya mengganggu ketenangan tidur si mungil ini.
"Oeeeee… Oeeeee.." dan pecah lah tangis Jungkook, menandakan kalau dia merasa terganggu akan apa yang daddy nya lakukan, Sehun tersenyum.
"Aigoo.. kau terganggu? Maaf ya, daddy menyayangi mu.." ujar Sehun penuh kasih sayang sambil mengusap dan mengecup pucuk kepala Jungkook. "Terima kash Jess.. maafkan aku.. aku mencintai mu.. dan.. selamat tinggal.." batin Sehun pedih dan kembali melayang kan satu kecupan hangat di dahi Jungkook yang mulai kembali merasakan kantuk nya.
.
.
.
.
7 Tahun Kemudian
.
Brak
Sehun berjengit kaget saat pintu ruangannya di buka dengan kencang menampakkan sesosok mungil berwajah imut dan tampan sekaligus dengan kulit yang putih juga surai hitam yang indah menatap Sehun dengan pandangan yang sulit dijelaskan, antara bingung dan takut dengan nafas yang terengah⎼ engah.
"Aigoo.. Kookie⎼ ah! Kau ingin daddy mati muda eoh?" ujar Sehun sambil mengelus dadanya, dia membenarkan letak kacamatanya dan meletakkan pulpen nya di atas berkas⎼ berkas yang menumpuk, guratan lelah terlihat jelas di wajah nya yang masih tampan walaupun umur nya sudah berkepala tiga.
Jungkook, yang tak lain tak bukan ada pelaku pembuka pintu melangkahkan kaki kecilnya mendekati Sehun, daddy nya "Daddy! Jongin bilang Jungkook tak boleh bermain dinosaurus dengan Hyeri noona karena dinosaurus ini bisa memakan manusia kalau dia hidup dan main dengan anak perempuan!" sambil menunjukkan sebuah miniature dinosaurus berwarna hijau yang ada di tangan mungilnya.
Siku⎼ siku imajiner dengan asap imajiner terlihat mencuat dari kepala Sehun, pemuda itu melepas kacamatanya seraya memijat pelipis nya pelan "Berapa umur mu eoh? Dino yang kau pegang itu hanya sebuah mainan dan tak mungkin bisa hidup apalagi memakan manusia!"
"Ya! Daddy! Umur ku 7 tahun apa daddy lupa?!"
"Tidak, daddy tidak lupa, lalu apa kau tidak tau kalau benda mati itu tak bisa memakan manusia? Kau kan sudah 7 tahun?"
Jungkook mempoutkan bibir nya kesal "Ish! Daddy! Aku pernah melihat film dinosaurus memakan manusia! Lagipula Jongin yang bilang begitu!"
"Kkamjong bodoh itu!" geram Sehun "Tidak Jungkook sayang, itu hanya film, astaga kau harus lebih banyak belajar lagi Oh Jungkook!" gemas Sehun sambil mengacak rambut Jungkook pelan.
Jungkook menyentak tangan Sehun dari kepala nya dan langsung menubruk Sehun dengan tubuh mungilnya, membenamkan kepalanya di dada hangat sang ayah "Aku lelah daddy, aku juga lapar.."
Sehun tersenyum dan mengangkat Jungkook kepangkuannya "Aigoo.. apakah jagoan daddy lelah? Kau ingin makan apa eum?" Tanya Sehun lembut.
Jungkook memainkan jari telunjuk nya dikancing⎼ kancing kemeja Sehun "Aku tak tahu.."
"Eoh? Apa kau tak makan dengan Hyeri noona mu?" Tanya Sehun geli.
Jungkook menggeleng "Tidak, aku tadi langsung lari kesini karena Jongin berkata begitu.."
Ceklek
Pintu ruangan Sehun tiba⎼ tiba kembali terbuka pelan menampakkan sesosok gadis cantik dengan surai coklat sepinggang yang dikepang samping dan diberi pita berwarna coklat pada ujung ikatannya, gadis itu mengenakan dress putih selutut dengan bunga berwarna coklat di sekeliling pinggang, kaki mungil nya dibalut flatshoes berwarna kayu mahoni dengan sedikit corak hitam pada ujung nya "Jungkook⎼ ah, maafkan Jongin appa ya, dia berbohong pada Jungkook karena cemas pada ku yang paranoid pada dinosaurus.." tutur nya dengan suara khas anak kecil.
"Hyeri noona? Kenapa minta maaf? Apa noona bawa makanan? Aku lapar.." ujar Jungkook ngelantur.
Sehun menggeleng mendengar perkataan anak nya "Kau kesini dengan siapa Hyeri⎼ ya?"
"Ah.. paman Sehun, aku kesini bersam⎼"
"Yo Sehun!" ujar Jongin yang baru saja memasuki ruangan Sehun.
Melihat Jongin, seketika siku⎼ siku imajiner di kepala Sehun kembali muncul "Kau hitam, jelek, pesek dan dekil, apa⎼ apaan kau mengajari anakku dengan kalimat 'Dinosaurus memakan manusia' hah?!"
Mendengar perkataan Sehun, Jongin nyengir sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal "Hehehe, maaf ya, aku terpaksa, Hyeri masih paranoid dengan dinosaurus karena menonton film Gozzila, jadi aku terpaksa membohongi Jungkook"
"Jongin memang bodoh!" ledek Jungkook yang kesal karena dibohongi.
"Yak! Aish! Anak ini tidak pernah sopan pada ku! Setidaknya panggil aku hyung, kenapa kau enggan sekali eoh? Anak nakal!" Jongin melirik Sehun yang hanya cuek sambil mengusap kepala anaknya "Like father like son" cibir Jongin. Sedari dulu, Jungkook memang selalu menolak memanggil Jongin dengan embel⎼ embel paman atau semacam nya, karena menurutnya Jongin itu jelek dan terlalu hitam, jadi tak pantas dihormati. Yah, hanya pemikiran culas seorang anak kecil, apalagi itu adalah anak Oh Se Hoon, jadi tak usah heran.
"Sadarlah umur mu bodoh, kau bahkan lebih tua dari ku masih meminta dipanggil hyung!" cibir Sehun.
"Eo? Jongin lebih tua dari daddy? Berarti aku harus memanggil Jongin harabeoji, karena harabeoji juga kan lebih tua dari daddy.." tutur Jungkook polos membuat Sehun tertawa setan sementara dikepala Jongin sudah terbentuk siku⎼ siku imajiner, sedangkan Hyeri hanya menatap bingung mereka sambil mencengkram ujung jas Jongin.
"Sialan kau OH!" sentak Jongin kesal.
"Sudahlah ayo kita makan, tadi Jungkook bilang dia lapar" tutur Sehun hendak bangkit dari kursi nya, namun..
Tok
Tok
"Permisi Presdir Oh dan ah.. Presdir Kim." Sapa direktur Park yang merupakan orang kepercayaan Sehun.
"Ada apa Hyung?" Tanya Sehun.
"Sekretaris yang anda minta untuk menggantikan Tiffany selama Tiffany cuti hamil sudah hadir Presdir.." jelas direktur Park yang tak lain tak bukan adalah Chanyeol.
"Santai saja hyung. Benarkah? Suruh dia masuk kalau begitu.." ujar Sehun yang kembali duduk disusul Jongin dan Hyeri yang mendudukan tubuh mereka di sofa yang ada diruangan tersebut.
"Hahaha baiklah Hun, dan kau tau? Sekretaris baru mu ini benar⎼ benar keajaiban.."
Sehun mengernyit "Maksud mu?"
Chanyeol hanya tersenyum "Sebentar.." dan melangkah keluar ruangan Sehun untuk memanggil sekretaris itu.
Sehun hanya menggedikkan bahunya acuh dan kembali membaca laporan yang tadi pagi diletakkan supervisor lapangannya di meja kerjanya, sementara Jongin asyik menatapi Jungkook dan Hyeri yang asyik mengobrol ala anak kecil.
Terlalu larut dalam dunia masing⎼ masing, mereka tak menyadari kalau Chanyeol telah kembali masuk dengan seorang gadis cantik dengan surai coklat keemasan sepinggang, wajah imut yang terlihat mempesona dengan bibir pink meronanya.
"Selamat sore Presdir Oh"
Deg
Baik Sehun maupun Jongin sama⎼ sama tersentak di tempat, menahan kepala mereka untuk berbalik menatap keasal suara. Jantung mereka sama⎼ sama berdentum kencang mendengar suara yang amat mereka kenal, terlebih lagu Sehun, suara ini, dia amat merindukkan suara malaikat yang sudah 7 tahun ini tak di dengarnya. Dengan segenap keberaniannya, Sehun mengangkat wajah nya secara perlahan, begitu pula dengan Jongin yang menolehkan kepalanya perlahan, dan saat mata mereka menangkap sesosok gadis yang begitu mereka kenal, mereka berdua sama⎼ sama menahan nafas mereka.
"Jessica noona.." lirih mereka bersamaan.
.
Well, apa di dunia ini benar⎼ benar berlaku yang namanya teori reinkarnasi?
.
.
To be continue..
.
.
Hai… Silver kembali dengan lanjutan FF ini, ngebosenin ya? Pasaran ya? Maafin deh, Silver kan emang masih amatiran, insyaAllah satu chapter lagi hatam, mohon ditunggu ya.. terima kasih *bow*
