Chapter 4/5
Disclaimer:
Vocaloid © Yamaha & Crypton Future Media
Penggaris Kaca © Haniko Deguchi
"Aku takkan melepaskanmu!
Kau akan selalu bersamaku meski kau takkan pernah ada!
Apapun yang telah atau akan terjadi,
Aku, aku akan tetap bersamamu!
Kau adalah pendampingku! "
Triiing…..
"Ayo bertemu lagi, di suatu masa…. "
Flashback Story!
Read and Review Please!
~ Selamat membaca! ~
"….- Suki na hitori, suki to ieru-…"
Di pagi itu, seperti biasa, ada seorang gadis berumur 13 tahun pergi menuju ke tempatnya bersekolah dengan wajah yang tampak murung. Sesaat, jika dilihat dari luar, yaitu saat ia bertemu atau mengadakan kontak sosial dengan orang lain ia tampak sehat dan senang seperti biasanya. Padahal dalam kenyataannya, itu sangatlah berbeda. Ia sedang sakit hati karena ia merasa ia sudah tidak memiliki teman lagi. Sesampainya ia di sekolahnya ia belajar dan tersenyum manis seperti biasanya. Hingga tiba malam hari yang tidak disinari oleh cahaya rembulan lantaran hujan petir menutupinya. Saat itu hingga tengah malam gadis itu tak bisa tidur sama sekali. Hingga tiba saatnya ia cukup mengantuk. Ia pun berharap sebelum tidur agar ia diberikan teman setia oleh Tuhan tepat satu detik setelah ia berdoa dan memejamkan matanya. Lalu ia pun tidur dengan tersenyum meski sebenarnya ia habis menangis karena kesepian.
.
.
.
.
"Hai! Kau kemana saja, hn? " tanya seorang anak lelaki berumur sekitar 15 tahun-an yang menghampiri seorang gadis yang membawa sebuah wadah bening. Wadah bening itu berisi air yang begitu jernih. Gadis yang ditanya itu pun bingung karena ia tak mengenali siapa lelaki yang baru saja menyapanya itu.
"Hei, apa kau berbicara denganku? "
"Tentu! Memangnya siapa orang selain aku yang ada disini jika bukan kau? "
"Ah ya, kau benar. Tapi.. Apakah kau mengenalku? Jujur saja, aku.. Tak mengenalmu. "
"Huwah! Apa benar kau tidak mengenaliku? Kau pasangan sekaligus pembuat duniaku! Berkat kaulah aku ada disini dan bisa menyapamu. Ba-Bahkan menjadi pasangan hidupmu-… "
'A-Apa?! '
"…- Aku diciptakan Tuhan karna permintaanmu, apa kau tidak tau? " tanya lelaki itu dengan wajah yang sedikit bingung dan pipinya yang mulai merona merah tipis. Gadis yang ditanya itu pun hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil menunduk. Tiba-tiba, lelaki itu pun tersenyum manis pada gadis itu.
'Dia ini siapa, sih? '
"Hmm.. Mungkin kau lupa ya… Bukankah sebelum tidur kau berdoa pada Tuhanmu agar kau diberikan teman yang setia tepat satu detik setelah kau berdoa dan memejamkan matamu? Sekarang Tuhan telah mengabulkan doamu. Kau pernah kan, menggambar sepasang kekasih yang bahagia dan itu adalah gambar terbaikmu selama kau hidup hingga saat ini? Kau ingat tidak? "
"A-Ah itu, i-iya. Aku ingat sekali. "
"Nah, coba kau perhatikan pakaian yang saat ini aku dan kau pakai. Dan juga model rambutku dan rambutmu. " suruh lelaki itu. Sang gadis pun memperhatikannya secara benar-benar detail. Tiba-tiba matanya pun terbelalak kaget dan matanya pun mulai berkaca-kaca.
"Se-Sekarang aku mengetahui maksudmu. Hei, Tuhan begitu baik ya? Hiks.. "
"Tentu. Ia akan mengabulkan doa dari orang yang baik dan berjiwa damai sepertimu. Kau kesepian karena banyak temanmu yang bertengkar hingga hampir merenggut nyawamu, sahabatmu dan merusak barang pemberian sahabatmu, bukan? Lalu, semenjak saat itu kau trauma dan membenci pertengkaran. Apa perkataanku ini benar? "
"Hiks.. Itu benar. Ta-Tapi, darimana kau bisa tau semua itu? "
"Kau tak perlu tau, bukankah yang terpenting saat ini adalah kau sudah tak kesepian lagi? Hn? " tanya lelaki itu sambil mensejajarkan badannya yang cukup tinggi itu dengan gadis pasangannya itu. Ia pun menatapnya sambil tersenyum manis dengan rona merah tipis di pipinya. Gadis itu pun tersenyum. Setelah itu, lelaki yang tadi itu mengajak sang gadis pujaannya berkenalan dengan dunianya.
.
.
.
.
"BRUUKK! "
"G-Gyaaa! A-Aduh.. Sakit… " rintih gadis itu sambil memegangi kepalanya yang telah terbentur lantai kamarnya. Setelah ia sudah merasa tidak pusing lagi, ia pun berdiri dan melihat ke arah jendela kamarnya yang masih tertutup. Ia pun melihat gambar sepasang kekasih yang begitu bahagia yang ia gambar. Itu adalah gambar terbagus yang pernah ia buat hingga saat ini selama hidupnya. Gadis berkaca mata dan dengan rambut yang diikat 2 pendek itu pun tersenyum simpul.
'Mereka tak nyata, tapi… Maaf, aku ingin mereka menjadi nyata dan menggantikan kehidupanku yang sekarang ini. Jujur, aku tak berpikir bahwa aku tidak suka atau benci dengan kehidupanku saat ini. Tapi.. Hanya saja, aku ingin mendapat yang lebih baik dari ini. Aku ingin lebih diperhatikan oleh Tuhanku. Aku ingin ia membahagiakanku bagaikan ayah dan ibu yang bermain bersamaku saat aku kecil… '
"Tring ting ting… Tring.. Ting.. Ting.. "
Seberkas cahaya tiba-tiba muncul di hadapan gadis itu. Ia pun segera menyilangkan kedua lengannya di depan wajahnya akan cahaya yang tiba-tiba muncul dan begitu terang itu. Setelah cahaya itu mulai meredup, ia pun membuka kedua kelopak matanya. Dan saat ia membuka matanya, tampaklah sebuah lampu petromak berwarna putih dengan apinya yang menyala, tetapi berwarna putih. Gadis itu pun mendekati petromak itu, lalu mengambil dan melihatnya perlahan.
'A-Apaa?! Kenapa apinya juga berwarna putih?! 'kagetnya dalam hati. Ia pun melihatnya lebih dekat lagi. Tiba-tiba, ada kertas hitam yang jatuh dari balik petromak itu. Gadis yang melihatnya itu pun segera berniat untuk mengambilnya. Tetapi-…
"Jangan.. Jangan kau ambil.. Itu kertas pengganti ketidakbahagiaanmu.. "bisik seorang lelaki tepat di depan telinga sang gadis sambil memegang kedua bahunya. Sontak, sang gadis pun menoleh. Ia pun terbelalak kaget karena sang lelaki itu adalah orang yang telah ada di dalam mimpinya. Lelaki itu pun menaruh jari telunjuknya tepat di depan bibir mungil si gadis berkuncir dua pendek itu.
"A-Ah, baiklah. Aku tidak akan teriak, tapi.. Mengapa kau bisa ada disini? Ah ya, lagipula.. Ini kan kamarku. "kata gadis itu sambil memasang wajah cemberutnya. Lelaki berambut hitam dan berpostur tubuh cukup tinggi itu pun menahan tawanya.
"Hahaha.. Ya.. Aku minta maaf sebelumnya. Tadi kau langsung memanggilku sih, jadi ya.. Aku langsung menuju ke tempat dimana kau berada saat ini. Yah, ternyata kau ada di kamarmu. Hahaha, maaf ya.. "
'Aku? Memanggilnya? Kapan? Apakah karena lampu petromak itu? Ah.. Kenapa ini jadi cukup rumit ya? Yah, tapi aku merasa senang sekarang.. 'gumamnya sambil tersenyum. Sejak saat itu, saat tiba waktunya pulang sekolah, gadis itu selalu pulang lebih cepat dari biasanya. Ia juga menjadi lebih sering berada di kamar ketimbang bermain di luar kamarnya meski masih di rumah sendiri. Ia melakukan hal itu karena ia selalu membuat karakter-karakter baru pada buku sketsanya pada setiap harinya. Dengan kemampuan menggambarnya yang makin meningkat itu, semua karakter yang telah hidup dan menemaninya juga tampak lebih nyata. Sekarang ia bisa berkomunikasi dengan karakter yang telah ia buat hanya dengan memanggilnya lewat petromak putih yang ia miliki. Ia merasa bahagia akan hidupnya saat ini. Ia jauh lebih banyak berdoa dan bersyukur pada Tuhannya. HIngga suatu hari, di saat gadis itu sedang sakit, teman-teman sekelasnya pun menjenguknya.
"Tok.. Tok.. Tok.. "
" Permisi.. "
"Ah, teman-teman! "
"Hai, apa kabarmu? Kau sakit apa? Ah ya, kantong matamu juga menghitam. Kau terlalu banyak tidur larut malam ya? "tanya salah satu temannya yang memakai topi bertelinga kucing hitam itu.
"Makanya.. Jangan terlalu banyak menggambar.. Nanti kalau tanganmu menjadi seperti bola basket bagaimana… "ujar salah seorang teman lelakinya. Sang gadis yang sedang berbaring di ranjangnya itu pun tertawa lepas mendengarnya. Entah kenapa, sekarang ia merasa benar-benar senang. Teman-temannya yang ada disana pun hanya terheran sambil bertanya-tanya mengapa temannya ini bisa tertawa begitu lepas saat ia sakit. Bahkan, sebelumnya mereka belum pernah melihat temannya itu bisa tertawa lepas seperti itu. Teman-temannya itu pun tersenyum senang melihatnya.
"Ah ya, aku bawakan biskuit selai coklat untukmu, tapi tadi kuletakkan dimana ya? "tanya salah seorang temannya sambil membongkar seisi tasnya. Saat ia telah menemukannya, ia pun memberikannya kepada gadis sang pemlik kamar. Tetapi, secara tidak sengaja, ia menyenggol lampu petromak yang ada di meja tepat di samping gadis yang sedang berbaring itu. Alhasil, petromak itu pun jatuh dan pecah menjadi 2 bagian yang rapuh. Sang pemilik petromak yang shock itu pun segera mengambil pecahan petromak itu. Dalam hati, ia merasa sangat sedih, kaget dan tertekan. Tapi, di depan teman-temannya ia merasa seolah lampu itu hanyalah sebuah lampu petromak biasa. Ia pun menahan tangisnya dan segera membereskan lampu petromak yang sudah pecah tersebut.
"A-Aku minta maaf ya.. Tapi tadi aku hanya ingin mengambilkan biskuitnya untukmu.. "ujar temannya yang tadi telah menjatuhkan petromak milik sang gadis.
"Tenanglah, tak apa kok. Ah ya, sekarang aku ingin istirahat, bisakah kalian meninggalkanku disini? Aku benar-benar mengantuk, hehehe.. "kata sang gadis sambil berpura-pura tertawa. Teman-temannya pun keluar dari kamarnya dan membiarkan sang gadis tertidur di kamarnya. Setelah teman-temannya pergi, sang gadis pun menangis di balik bantal yang menutupi wajahnya. Ia pun menangis hingga waktu makan malam tiba.
.
.
.
"Oh tidak! Ada apa ini?! Mengapa langit menjadi terbelah dua?! "tanya seorang lelaki berambut hitam dengan sedikit kaget. Entah mengapa, tiba-tiba langit menjadi terbagi 2. Orang-orang yang ada di sekitarnya pun bingung apa yang sebenarnya telah terjadi. Tiba-tiba, sang lelaki itu merasa pusing dan tak mampu lagi untuk melihat keadaan sekitarnya. Ia pun pingsan saat itu juga.
.
.
.
"A-Aku.. ada dimana? Mengapa ruangan ini dipenuhi kata-kata? "tanya sang lelaki sambil melihat tulisan-tulisan yang terdapat di dinding sebuah ruangan yang ia tidak ketahui keberadaannya. Setelah membacanya, ia pun sadar bahwa itu adalah kata-kata saat ia bertemu pertama kalinya dengan pembuat dunianya, sang gadis berkuncir dua. Ia pun menangis saat itu juga.
"A-Apa mungkin, hal yang paling kutakuti terjadi? Du-Duniaku.. Terbagi di dua masa? Dan saat ini aku berada di dunia yang tidak diketahui tempat dan waktunya? Begitukah? La-Lalu, bagaimana caranya aku bisa bertemu lagi dengan gadis itu? Ia pasti merasa kesepian disana. A-Aku, harus kembali! Dan itu berarti, aku harus mengulang hidupku lagi.. Baiklah.. "ucap sang lelaki sambil melompat ke sebuah jurang yang gelap dan sunyi. Ia pun sudah tiada lagi dan akan kembali dengan wujud dan di dunia yang berbeda. Yakni dengan wujud penggaris kaca dan berada di dunia manusia, dunia nyata.
"Aku takkan melepaskanmu!
Kau akan selalu bersamaku meski kau takkan pernah ada!
Apapun yang telah atau akan terjadi,
Aku, aku akan tetap bersamamu!
Kau adalah pendampingku! "
"Ayo bertemu lagi, di suatu masa…. "
Triiing…..
"Saat ini, aku ada di duniamu sebagai wujud yang nyata. Kuharap aku bisa kembali ke wujudku semula bahkan menjadi manusia nyata yang sama sepertimu.. "
To Be Continue…
Review Please!
Arigato gozaimasu!
