Draw our music

#maaf kalau banyak typo

#maaf juga kalau ceritanya ga rame

''A-apa maksud sei-kun tadi? A-a-aku salah de-dengar kan? ''ucap kakak ku dengan nada gugupnya.

''Kurang jelaskah ? akan ku ulangi'' ucap Akashi lalu dia terdiam sejenak.

''aku, mencintaimu Kuroko Daiki. Maukah kau menjadi kekasih ku ?''.sambungnya lagi.

''EEEHHHH !?''.kakak ku kaget.

Apa ! apa maksudnya ini ? aku sedang bermimpi ? barusan Akashi menyatakan perasaan pada kakak ku ! tidak mungkin !

Chapter 2 (normal POV)

Jantung kuroko berhenti berdetak untuk sekian detik. Betapa terkejutnya kuroko, mendengar pernyataan cinta Akashi pada kakak tercintanya. Kini, badannya lemas dan sulit bergerak. Namun dalam hati , kuroko memohon dan berdoa ‚''kumohon kami-sama, jangan biarkan daiki-nii menerima cinta si akashi berengsek itu''. Keheningan terjadi selama beberapa detik dan selama itu juga napas kuroko terasa tercekat. Daiki berdeham dan mengakhiri keheningan itu.

''ehm... se-sei-kun serius?''tanya daiki sembari memunculkan semburat merah di pipinya. Daiki masih berada dalam dekapan akashi ,dapat dirasakannya detak jantung yang kencang dari dada bidang akashi. Daiki benar-benar gugup saat ini. Perlahan Akashi melonggarkan dekapannya dan menatap intens manik deep blue milik daiki, akashi hanya tersenyum lembut dan memegang bahu daiki.

''apa mataku ini terlihat tidak serius daiki sayang?'' jawabnya dengan nada yang agak...err menggoda? Dan kini, daiki makin salah tingkah dan gugup.

''eh, itu... aku ... anu..." belum selesai bicara, Akashi langsung memotong nya dan menangkupkan kedua tangannya di pipi mulus daiki.''sssh, tenang saja daiki. Kau tidak perlu menjawab sekarang'' ujar Akashi sambil tersenyum lembut. Dengan gugup, daiki menyentuh tangan besar Akashi yang mendekap pipinya.

''a..aku juga me-mencintai Sei-kun''saat itu juga, mata kuroko terbelalak. Jantung kuroko serasa mau meledak. Ia begitu terkejut,''kenapa seperti ini daiki-nii?'' teriak kuroko di dalam hatinya. Akashi tersenyum ‚''ya,aku tahu kau mencintaiku juga daiki. lalu? Sekarang kita jedi sepasang kekasih bukan?'' tanya Akashi dengan lembut dan percaya diri.

Namun, ada sesuatu yang mengganggu pikiran daiki. Daiki mengeratkan genggamannya pada tangan akashi yang masih menangkup pipinya ‚

''maaf, tapi aku tidak bisa sei-kun'' balas daiki dengan nada yang lirih, air mata megalir tanpa sadar dari mata indahnya. Akashi tersentak, dan dengan lembut mengecup kedua mata daiki ‚''hei kenapa menangis? Ada sesuatu yang menggangu pikiranmu ya daiki?'' Akashi menghapus air mata daiki. Daiki mengangguk kecil ‚''ya sei-kun, aku tidak bisa menjadi kekasihmu''.

''tapi kenapa daiki? Kenapa tidak bisa?bukankah kita saling mencintai?''.tanya Akashi dengan cemas.''pertama,ini semua salah sei-kun. Kita sama-sama pria. Dan yang kedua, sepertinya tet-chan juga menyukaimu''. Mata kuroko terbelalak lagi, ia kaget. Dari mana kakaknya dapat pemikiran kalau dirinya menyukai Akashi !? malah sebaliknya, kuroko sangat membenci Akashi. ‚''kau tau darimana kalau adik mu itu mencintaiku daiki?''tanya akashi penasaran. ‚''kau tahu seikun, setiap kali kita dekat dan mengobrol tet-chan selalu memperhatikan kita. Pandangannya kosong, seperti orang yang cemburu dan patah hati''.jelas daiki. Kuroko yang tadinya kaget malah jadi sweatdrop mendengar penjelasan kakaknya.''untuk alasan yang pertama, tidak perlu kawatir daiki. Bukankah sudah cukup bila kita saling mencintai? Jika orang tuamu dan orangtuaku tidak setuju dengan hubungan kita, kita bisa kabur. Untuk alasan yang kedua, belum tentukan adikmu menyukaiku? Coba nanti kau tanyakan langsung padanya. Mulai sekarang kau adalah bagian dari diriku, aku mencintaimu kuroko daiki''.

‚''aku juga mencintai sei-kun''. Tubuh kuroko lemas lagi, 'apa yang kau pikirkan daiki-nii' pertanyaan itu timbul di benak kuroko. Dengan hati-hati, kuroko menaiki tangga lagi. Ingin rasanya ia menangis melihat kakak tercintanya menerima pernyataan cinta akashi.

‚''apa yang harus aku lakukan kami-sama?''gumamnya kecil disertai nada lirih dan penuh kekecewaan. Ia berpikir sejenak, ia memasang wajah datarnya lagi dan kali ini memanggil kakaknya dari lantai dua sembari turun dari tangga. Kuroko berpura-pura tidak mendengar percakapan menjijikan tadi‚''daiki-nii, aku mau ke gallery. Tadi bos ku menelpon, katanya ada project besar yang mau dibicarakan''. Daiki yang mendengar suara langkah adiknya yang hendak turun kebawah langsung sedikit menjauhi akashi dan mengusap sisa airmata di pipinya.''ah iya, tet-chan mau diantar tidak?''jawab daiki. Kuroko masih melihat semburat merah di pipi kakaknya.'' tidak perlu daiki-nii, aku bisa berangkat sendiri'' jawab kuroko dengan nada monotonnya seperti biasa. Ya ampun, kuroko benar benar pandai menyembunyikan emosinya. Setelah itu kuroko berpamitan dan langsung melangkahkan kakinya ke jalan kuroko terus melamun, dia memikirkan kejadian barusan.'' apa yang harus aku lakukan? Haruskah akumenceritakannya pada kaa-san? Ya ampun, ini semua membuatku gila!''.

~TBC~NOHEHELEN~