Draw Our Music
Kuroko no Basuke bukan milik saya.
Silahkan reviewnya minna ^^
Butuh kritik dan saran nih.
~Enjoy ~
...
Chapter 3:[normal pov]
Kuroko berjalan sedikit gontai ke gallery tempatnya bekerja. Benaknya di penuhi oleh kejadian yang baru saja terjadi. 'ya ampun, kepalaku rasanya mau pecah' gumamnya dalam hati. Tak terasa sudah 5 menit Kuroko berjalan,sampailah ia di halte bus. Kuroko menghela napasnya, ada rasa sesak melihat kakak yang sangat ia sayangi ternyata sedikit menyimpang. Setelah perceraian ibu dan ayahnya, Kuroko memang pernah mengalami sedikit gangguan pada jiwanya. Kuroko sering dipergoki oleh ibu dan kakaknya sedang mencoba bunuh diri, entah dengan gantung diri, minum racun, dan masih banyak lagi. Namun Kuroko secara perlahan sembuh dengan terapi. Kuroko kira kakaknya baik-baik saja saat kejadian perceraian orang tuanya, kakaknya lah yang selalu menyemangati ibu dan Kuroko.'nii-san seperti ini, apa karena kaa-san dan tou-san berpisah?' pikir Kuroko. Bus pun datang, kuroko tersadar dari pikirannya dan langsung menaiki bus. Sepanjang perjalanan, Kuroko terus melamun. Pikiran dan hatinya benar-benar kacau saat ini. Tiba-tiba ada yang menepuk bahunya. Tepukan itu datang dari seorang pria jangkung besar dengan surai cokelat dan alis ya ...err tebal? Wajahnya berkarisma, sosok pria itu begitu berwibawa dan murah senyum. Kuroko sedikit terkejut ...
"Kiyoshi-senpai?"sahut Kuroko dengan nada bingung. Kuroko bingung kenapa ada Kiyoshi di bus ini.'Bukankah rumah kiyoshi-senpai berada di kwasan perumahan A? Tapi kenapa dia bisa naik bus jurusan ini?'.
"Dasar tetsuya-chan, tega sekali sih menghiraukan ku dari tadi" senyumnya berubah menjadi kekawatiran. Kuroko bingung,"eh? Maksud senpai apa?" Kuroko bertanya.
"Tadi aku memanggilmu terus seperti orang gila tahu. Aku kawatir karena suaramu lirih sekali saat di telepon, lalu aku memutuskan untuk menjemputmu. Baru saja aku sampai, kau sudah keluar dari rumah- aku memanggilmu terus sampai di halte tapi kau tidak pernah menyahut. Kau membuat ku kawatir tetsuya-chan!"Kiyoshi sangat kawatir pada Kuroko. Ya bagi kiyoshi, Kuroko sudah seperti adiknya sendiri- maklum karena Kiyoshi adalah anak tunggal. Kuroko sedikit kaget mendengar ucapan Kiyoshi, mukanya memerah dan terasa agak panas. Kuroko menunduk dan menahan tangisnya,'aku jadi ingat daiki-nii'gumamnya dalam hati. Kiyoshi yang melihat keadaan kuroko langsung memeluknya.
"Hei kenapa tetsuya? Kau sakit?" tanya kiyoshi. Namun kuroko hanya menggeleng pelan, ia takut kalau berbicara nanti air mata yang ditahannya akan mngalir deras. Kuroko menggigit bibir bawahnya,ia terus berusaha agar tak terisak di depan Kiyoshi. Kiyoshi mengelus surai kuroko dengan lembut dan berusaha menenangkan kuroko. Mereka terus berada dalam posisi itu selama beberapa menit. Kuroko yang sudah merasa tenang dengan perlahan melepas pelukan kiyoshi.
"Terimakasih sudah menenangkanku Kiyoshi-senpai" Kuroko tersenyum lembut. Kiyoshi terkekeh melihat senyum kuroko, pasalnya Kuroko jarang menunjukan ekspresi wajahnya. Bahkan tersenyum pun jarang. Dan tentu saja moment seperti ini jarang ada.
"Maa ma, jarang sekali loh tetsuya-chan tersenyum seperti itu. Aku rasa,akulah orang di gallery yang pertama kali melihat mu tersenyum. Orang-orang di gallery pastinya belum pernah melihat mu tersenyum kan? Hehe aku beruntung sekali" Kiyoshi mengusap pipinya yang tidak gatal dan tersenyum lebar penuh kebanggaan."eh..i-itu...ta-tadi aku hanya.. em sepertinya iya" Kuroko menjawab dengan gugup, terlihat semburat merah dipipinya. Dan saat itu juga,Kuroko melupakan kejadian di rumahnya. Selama perjalanan, mereka terus mengobrol dengan asyik. Setelah 20 menit lebih, bis yang mereka naiki berhenti tepat di depan gallery. Terlihat gedung 2 tingkat yang minimalis dan tak terlalu besar, desainnya unik, diatas pintu terpampang papan yang lumayan besar dengan tulisan "AS Gallery" dengan sedikit hiasan berbentuk kartu as sekop dan keriting berwarna hitam di tepian papan itu. Kiyoshi dan Kuroko memasuki gedung itu.
Setelah masuk ke galley, kiyoshi dan kuroko mengisi absent kerja di sebuah meja dekat pintu. Hari ini terlihat dua gadis cantik sedang bertugas piket di meja resepsionis. Yang bersurai coklat pendek bernama Aida Riko, dan yang bersurai merah muda bernama Momoi Satsuki- mereka berdua adalah sahabat Kuroko.
''Selamat datang Kiyoshi-kun, Tetsu-chan ! '' teriak Momoi,
"Nee Momoi ! kau berisik tahu !" Riko protes.
"Huaa maaf Riko-chan '' Momoi meminta maaf pada Riko dengan teriak, lagi ! Riko yang sudah jengah pun tak peduli lagi,
''Ya ampun. Ah iya ! KIyoshi Kuroko, bos sudah menunggu. Sepertinya sebentar lagi rapatnya akan di mulai, kalian cepatlah pergi ke ruang rapat. Nanti kami menyusul'' Ujar Riko yang memberi info. Kuroko dan Kiyoshi hanya mengangguk dan langsung pergi. Setelah sampai, mereka langsung duduk dikursi yang telah disediakan. Di dalam ruangan itu ada 9 orang pekerja di galery, mereka semua terpaksa menunggu pekerja yang belum datang. Kuroko heran juga, kenapa semua pekerja harus datang ? apakah job kali ini adalah project besar ? Setelah 20 menit menunggu, akhirnya rapat dimulai. Terlihat seorang wanita brusia 20 tahun bersurai hitam menggunakan kacamata membuka rapat. Wanita itu adalah Imayoshi, ia adalah bos di gallery tempat Kuroko bekerja.
''Ehem, aku mengumpulkan semua pekerja hari ini karena ada job yang sangat besar'' jelas imayoshi. Semua pekerja senang- kenapa senang ? mereka senang karena tahu, kalau ada job besar pasti bayarannya pun besar.
"Nah kalian tahu kan Universitas N ?" semuanya mengangguk. Kuroko mulai curiga, itu kan universitas kakaknya dan Akashi.
"Universitas itu sangat terkenal kan? Fakultas seni teater, dan fakultas seni musik dari universitas N akan mengadakan pertunjukan seni gabungan untuk event natal nanti. Mereka meminta bantuan pada kita untuk mengurus bagian desain petunjukan. Gaji untuk perorangnya 45000 yen. Karena acaranya akan diadakan secara besar dan megah, kukumpulkan kalian di sini-'' imayoshi menyeringai pada semua pekerja yang berjumlah 14 orang. Muncul perasaan senang karena mereka mengetahui gaji yang diperoleh besar, namun ada rasa takut juga saat melihat serimgai Imayoshi.
"Satu saja kesalahan dibuat, gaji kalian akan ku potog 15% !" semua pekerja membatu. Kuroko pun ikut membatu, bukan karena gaji yang akan dipotong. Kuroko membatu karena kakaknya adalah mahasiswa jurusan seni teater, dan Akashi adalah mahasiswa jurusan seni music….. 'Be-berarti, Daiki-nii akan semakin sering bertemu dengan Akashi! Bisa-bisa, mereka makin dekat ! tidak! Ba-bagaimana ini!' teriaknya dalam hati. Dia begitu kawatir pada kakaknya. Tanpa disadari, pipi Kuroko terasa hangat. Terlihat airmata mengalir deras di wajahnya. Kiyoshi melihat itu, ia sangat kawatir melihat Kuroko menangis. Kiyoshi menepuk bahu Kuroko.
"Kau kenapa Tetsuya-chan ? Kenapa menangis lagi? Kau sakit? Aku antar kerumah sakit ya?" saat kiyoshi berkata seperti itu, semua orang langsung melihat Kiyoshi. Dan betapa terkejutnya mereka, baru pertama kalinya mereka melihat tangisan dari seorang kuroko yang terkenal dengan wajah stoic datarnya. Riko dan Momoi yang melihat itu terkejut. Kuroko sadar ia sedang diperhatikan semua orang. Kuroko langsung berlari keluar dari ruangrapat dan pergi ke ruang melukisnya. Semuanya bertambah kaget.
"Heh Kiyoshi Teppei! Apa yang kau lakukan pada Kuroko!" Riko menatap tajam pada Kiyoshi. Kiyoshipu bergidik ngeri. "Bu-bukan aku...aku juga tak tahu kenapa Tetsuya-chan menangis" jelasKiyoshi.
"Awas saja kalau kau yang membuat tetsu-chan menangis! Akan ku buat kau tak tenang menjalani hidup!" Momoi memberi deathglare pada Kiyoshi. Kiyoshi pun bertambah takut. Dengan cepat Riko dan Momoi mengejar Kuroko. Setelah mencari ke semua ruangan di gallery,mereka menemukan Kuroko sedang menangis di pojok ruangan yang dekat dengan jendela. Mereka menghampiri Kuroko dan langsung memeluk Kuroko.
"Kuroko ada apa? Kiyoshi berbuat apa padamu?" tanya Riko dengan lembut sembari menghapus air mata Kuroko.
"Kiyoshi-senpai tak melakukan apa-apa...hiks...hiks" jawab Kuroko dengan tersedu-sedu.
"Lalu siapa yang membuatmu kacau seperti ini Tetsu-chan? Kau bisa bercerita dengan kami. Kau bisa percaya pada kami!" jawab Momoi dengan tegas. Lalu Kuroko menceritakan semua kejadian antara kakaknya dan Akashi. 1 detik tak ada respon dari kedua sahabatnya...2 detik ...3 detik.
"APA!?" Riko dan Momoi shock sekali.
"Bagaimana ini ? aku harus bagaimana?"Tanya Kuroko dengan lirih.
"Tadi kau bilang siapa yang suka pada nii-san mu?" tanya Riko dengan cepat.
"Akashi"jawab Kuroko.
"Ma-maksudmu, AKASHI SEIJURO?" Momoi ikut-ikutan bertanya sedikit histeris.
"Kenapa kalian tahu nama lengkapnya?" sekarang Kurokolah yang kaget.
"Kuroko, kau tak tahu siapa itu Akashi Seijuro?" tanya Riko. Kuroko hanya menggeleng.
"Dia itu anak tunggal dari presiden Akashi corp, dia juga seorang gitaris profesional dan jenius di bidang seni musik. Banyak film layar lebar yang memakai lagu ciptaanya, dia itu sangat terkenal, dia tampan. Memang sih, dia tak pernah di ekspos di media masa. Masa kau tak tahu? Dia sedang sangat populer dikalangan anak SMA seperti mu. Aku saja tahu info ini dari adik ku yang sedang dudukdikelas 2 SMA" jawab Riko dengan panjang lebar. Sungguh Kuroko kaget mendengar itu semua, Akashi seperti pangeran yang diidamkan oleh semua kaum hawa, kecuali Kuroko!.
"Tapi aku tak menyangka kalau dia itu gay! Kami-sama, kenapa kakakmu bisa menyukai si pangeran menjijikan itu?" Momoi sedikit histeris. Kuroko menggeleng tidak tahu. Riko menghela nafas.
"Jadi, sekarang apa yang kau inginkan kuroko?tanya Riko sambil melipat kedua tangannya.
"Aku tidak ingin Daiki-nii menjadi seorang gay seperti Akashi brengsek itu. Aku sangat sayang pada nii-san ku, aku tak ingin dia melakukan kesalahan ini terlalu jauh,aku ingin memisahkan mereka, tapi aku tak tahu caranya. Kaa-san pasti akan sangat sedih dan kecewa kalau tahu semua ini...hikkss..hiks..." Kuroko menjawab dengan lirih dan mulai menangis lagi. Riko menghele nafas dan berpikir sejenak. Riko adalah seorang gadis yang sangat pintar, kemampuannya dalam menganalisis sesuatu sangat hebat. Momoi pun sama seperti Riko. Riko mengela nafas lagi, kali ini berat sekali. Sepertinya Riko memikirkan sesuatu. Momoi diam sembari memikirkan sesuatu.
"Aku punya satu cara Kuroko...cara untuk memisahkan kakakmu dan Akashi..." kuroko tersentak dan langsung menatap Riko. Momoi hanya mnghela nafas,sepertinya Momoi sepemikiran dengan Riko.
"Nee Riko-chan jangan bilang pemikiran kita sama...huft"Momoimenghela nafas dan sedikit berkeringat.
"Tapi,sepertinya...ini cara yang paling ampuh...yah,setidaknya untuk saat ini..."jawab Riko. Momoi mengangguk setuju.
"Bagaimana caranya?" tanya kuroko dengan serius. 'Aku akan memisahkan mereka, bagaimana pun caranya !'ucap Kuroko dengan mantap di dalam hatinya.
"MUNGKIN INI SEDIKIT GILA…." Ucap Riko dengan sangat serius.
~TBC~NOHEHELEN~
NEXT CHAPTER:
-"Aku menyukainya, tapi dia menolakku...hiks…..hiks...bagaimana ini? nii-san, aku sangat mencintainya" Aku patah hati di hari ini, tapi aku juga bisa membuat nii-san bimbang akan pilihannya.
-"Kenapa kau tak bisa biarkan mereka bahagia? Mereka saling mencintai! " seseorang pria tampan misterius mencoba menghalangi langkah ku. Muncul lagi hambatan, "Karena mereka salah! Mereka tak akan bahagia kalau seperti ini! Kenapa kalian tak mengerti sih!?".
-"Ku mohon Sei-kun, lupakan aku dan hubungan kita. Belajarlah untuk mencintainya. Selamat tinggal Sei-kun. Aku sangat mencintaimu"
...
Huaaaaaah! Chapter 3 update juga. Maaf lama diupdate. Silahkan review nya. Saya butuh saran dan kritiknya. Terimakasih – Maaf kalau ada yang menyinggung hati readers,saya tak bermaksud-
^^nohe
