"Miku, kamu lagi ngapain?"
Miku tetap diam.
"Kok kamu gak jawab pertanyaanku, sih?"
Jujur, Miku benci sekali dengan orang ini. Dia buta, apa?! Jelas-jelas Miku sedang melihat-lihat TimeLine Twitter di handphonenya. Sosis yang sedang ia makan tak berhenti ia kunyah. Mencoba mengabaikan orang ini. Sementara Teto dan Neru entah kemana, jadi mereka tidak bisa membantunya menjauh dari orang sok ganteng ini.
"Plis deh, Big-Al. gue lagi menikmati jam istirahat yang sangaaaatt berharga ini. Jadi, dari lubuk hati gue yang paling dalam, gue minta elu jangan ganggu gue dulu."
Vocaloid © Punya Crypton Future Media, Internet Co.,Ltd, Yamaha Corporation, AH software, Zero-G, Zola Project, 1st Place.
Utauloid, Voyakiloid and Fanloid © Milik Creator masing-masing.
Warning Typo, OOC, Humornya kurang GREGET, EYD kurang tepat, dan kalau tidak sengaja menyebutkan Merek atau apapun itu, ITU BUKAN PUNYA SAYA.
"Et, Mik. Plis.. aku lagi galau, nih."
"Terus, apa hubungannya ama Hape gua, hah?!"
Hape? Yap, Big-Al ingin meminjam Hape Miku. Untuk update status di fesbuk 'Aquh agii galau' atau 'Tolong trimalah cinta ini, aq tulus dr lubuk hatiku yg paling dlm'. Apa? Miku pelit? Tidak, Neru saja sering meminjam handphone Miku untuk segala macam. Tapi nggak kebangetan kayak Big-Al. Minjam jam 9, dibalikinnya pas pulang sekolah. Kurang asem gak tuh anak?
"Big-Al." miku menarik nafas dalam-dalam. "Kuota gua tinggal dikit. Nanti kalau gue harus searching di google, tiba-tiba kuota gue habis, gimana?"
"Tapi Mik–"
Miku buru-buru memtong ucapan Big-Al. "Udah. Gue bilang gak boleh, tetep gak boleh! Mendingan elu pergi aja, sono!"
Kejam? Itu terpaksa, tau! Ini demi kuota internet yang sekarat, nih!
Lagian, siapa suruh dia suka sama orang yang nggak suka ama dia? Udah mana si Big-Alnya sok ganteng gitu lagi. Nyadar diri, dong! Mending kalau si Big-Al itu baik dan rajin. Ini mahh.. boro-boro. Sudah badannya kayak habis direndam minyak tanah semalem, tampang pas-pasan, pemalas, dan kerjaannya gak jauh dari Mikiya; Tidur. Pantesan IA menolaknya mentah-mentah.
Iya lah, siapa yang sudi berpacaran dengan seorang Madesu?
Menyadari tidak ada gerakan dari Big-Al, Miku lah yang pergi. Menjauh darinya. Sosisnya sudah habis ia makan, dan segera ia membuang bungkusnya ke tong sampah terdekat. Kemudian mulai mencari Teto dan Neru. Tadi, ia ke kelas duluan karena malas menunggu Teto dan Neru membeli makanan. Tapi, gak selama ini juga, kan?
"Rin, liat Teto ama Neru, gak?" Miku bertanya pada Rin yang sedang berjalan di koridor.
"Tunggu, gue liat dulu." Kemudian Rin mengecek saku bajunya. "Tetooo.. Neruuu.."
Miku sweatdrop. "Ya elah, lu kira Teto ama Neru muat apa di kantong lu?!"
"Hehehe.." Rin mulai nyengir. "Gua kagak liat."
"Dari tadi, kek! Yaudah, gue cari mereka dulu, yah!" kemudian Miku pergi dari hadapan Rin.
"MIIIKUUUUUU!" Oke, Miku tahu ia budek. Tapi gak usah teriak juga, kan?
Miku berbalik. Melihat siapa yang berani-beraninya merusak pendengarannya.
"Teto!" Miku mengernyitkan alisnya. Tidak biasanya Teto berteriak seperti itu. Teto kan, orangnya calm down.
"Tolong aku dari kejaran Neru!" Teto menatap Miku dengan horror. Sebenarnya ada apa, sih?
Diujung koridor, terlihat gadis berambut kuning dikuncir satu kesamping berlari dengan tergesa-gesa. Beberapa kali ia menabrak seseorang, tapi itu tak menghalanginya untuk mengejar seseorang. Yah, itu Neru.
"TETOOOOO! AYO TEMANI AKU MENCARI SAPUTANGANKUUU!"
Saputangan? Yang kemarin buat ngelap ingus itu?
Akhirnya Neru berhenti di depan Miku. Ia melirik Teto –yang sangat ketakutan– dibelakang Miku, dan kemudian menatap Miku. Neru nyengir.
"Miku! Ayo temani aku mencari saputanganku! Aku ingin ngelap ingusku tapi gatau mau pake apa.." pinta Neru pada Miku.
"Gak mau ah! Mau cari dimana coba tuh saputangan?" Miku menolah dengan tegas. Masalahnya ia capek harus mencari benda yang temannya hilangkan itu.
Neru menggembungkan pipinya. "Yaudah, kalo gitu!" Ingus Neru tampak turun dari lubang hidungnya. "Aku ngelap ingus di baju kalian aja! Sroooott!"
"UWAAAAA! TOLOOOONGG!"
Yah, kadang Neru bisa menjadi teman yang sangat kejam. Dan juga bikin orang ilfeel melihatnya.
Yang jadi masalah disini; kenapa Neru tidak beli tissue saja?
Setelah insiden 'Ingus Neru' itu, Miku dan Teto akhirnya bisa menenangkan Neru –dengan menyerahkan jaket Miku untuk mengelap ingusnya Neru. Kasihan Miku.
"Gua harus rendam jaket ini 7 hari 7 malem, pake kembang 7 rupa kalo perlu.." Miku mewek, Neru nyengir.
Sekarang sudah waktunya jam pelajaran ke-5, dan sekarang pelajarannya Miss Luka, bahasa Inggris.
"Modal Auxiliary is one of auxiliary verbs that…" dan blab la bla.
Miku bosan. Ia iseng melirik kearah Rin yang juga tampak bosan.
"Eh Iroha, itu isinya Marimas yah?" Tanya Rin dengan polosnya. Pfftt, Miku menahan ketawanya.
"Marimas?" Iroha sweatdrop. "Bukan lah!"
Rin menunjuk botol minum Iroha. "Itu warnanya oren-oren.."
Iroha ngakak. "Ini mah sirup ABC!" sambil mengangkat botol minumnya.
Kemudian Rin nyengir. Biar keliatan kece gitu. "Yaa kali gitu elu masih minum Marimas.."
Oke, kali ini Miku tidak bisa menahan ketawanya. Ia langsung ketawa ngakak.
"Kayak jaman gua SD, dong?" Iroha menopang dagunya, pura-pura flashback ke masa lalu.
"Hahahaha.." Rin memegang perutnya yang sakit akibat tertawa. "Pagi beli es Marimas, siangnya langsung ingusan. Sore-sore beli lagi, eh malemnya batuk. Dimarahin emak deh!"
Iroha facepalm. "Makanya jangan minum Marimas! Hahaha.."
Miku yang hanya memperhatikan obrolan gak jelas antara Rin dengan Iroha itu menjadi segar lagi. Tidak seperti tadi, rasanya bosen banget!
Ini nih yang ia suka dari kelas TKJ. Bisa membuatnya betah di kelas.
Dan entah mengapa obrolan tadi tidak terdengar oleh Luka-sensei. Entah senseinya yang congean, atau senseinya yang pura-pura budek. Itulah ajaibnya guru-guru di SMK Vocaloid ini.
"Oke, sekarang saya akan memberikan catatan untuk kalian. Teto, tolong catat ini di papan tulis." Suruh Luka-sensei terhadap teto. Yang dipanggil pun maju kedepan dan mulai menuliskan materi yang diberikan oleh Luka-sensei. Secara, Teto kan Sekretaris kelas TKJ!
"Dan kalian tidak boleh ada yang bercanda! Cepat catat di buku kalian masing-masing!"
Kemudian semuanya langsung membuka buku catatannya dan menulis.
"Duh, pulpen gua mana lagi?!" Rinto frustasi. Pasalnya, ia sudah sering kehilangan pulpen, dan ia capek harus mengeluarkan biaya tiap minggu untuk membeli pulpen. Coba kalau pulpennya harganya 3 ribu, dikali 4 minggu, berapa tuh? 12 ribu kan? Coba kalau setahun? Haduh, mikirinnya aja Rinto sudah pusing.
Ia mulai mencari pulpennya yang 'hilang'. Ke kolong meja, ke setiap penjuru lantai, dimanapun sudah ia cari. Tapi hasilnya; Nihil.
Ia sudah pasrah. Kemudian ia menepuk bahu Gumiya. "Broh!"
Sadar ditepuk, Gumiya reflek menoleh. "Apaan?"
"Pinjem pulpen dong, pulpen gua ilang."
"Cuma satu bro, gak ada lagi.." sambil menunjuk pulpen Fasternya.
Kemudian Rinto pergi dari hadapan Gumiya. Mulai mencari 'Pinjaman Pulpen' lagi.
"Oiya, Miss lupa mengabsen." Luka-sensei mulai membuka buku Absen. "Siapa yang tidak masuk hari ini?"
"Utatane Piko; Alfa, Yuzuki Yukito; Alfa, IO; Alfa, Zhiyu Moke; Alfa tapi ada yang bilang dia sakit, CUL; Alfa.." ucap Neru sambil mengelap ingusnya yang keluar dari lubang hidungnya.
Luka-sensei menghela nafas panjang. "Haaahh.. Yang tidak masuk itu yang sudah biasa tidak masuk, ya? Mau jadi apa coba mereka di masa depan.."
"Itu si Moke mah Cuma alasan kali sakit, padahal mah bolos!" tebak Len.
"Iya kali tuh! Masa' sakit ampe berbulan-bulan? Emangnya dia itu sakit Kanker apa?" Rin membenarkan perkataan Len. Len mengangguk.
"Ya sudah, saya Alfakan saja.." Luka-sensei menuliskan huruf 'A' dengan tinta merah di daftar nama Zhiyu Moke.
"Ssttt, gue denger si CUL lagi ada masalah sama keluarganya.." ucap Lily kepada Tei.
"Iya apa? Boong ah! Waktu itu dia bilang adeknya jatuh dari lantai 2. Makanya dia nggak masuk karena dia nyari kerja sambilan buat biaya berobat adeknya.." Tei mengelak.
"Alasan doang kali, waktu itu dia alesannya sakit gigi, kemudian adeknya jatuh dari lantai 2, terus sekarang dia bilang ada masalah dengan keluarganya?" Neru menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Kok dia begitu sih.. Gua gak nyangka.." Miku geleng-geleng kepala.
Teto terlihat sedang berpikir. "Hm.. Gimana nanti kalau kita kerumah CUL?"
"Oke! Kalo bisa sekalian kita ke rumahnya si Moke! Gua penasaran dia ngapain aja selama ini.." Iroha mulai menyeringai. Yang alain hanya mengangguk setuju.
"TING TONG.. Permisi!" teriak Lily.
"Ya.. tunggu sebentar.." ucap seseorang dari dalam. Rombongan cewek-cewek TKJ itu menunggu. Sedangkan yang cowok –disini mereka hanya bertugas mengantar yang cewek– jadi mereka hanya menunggu di depan pagar rumah.
Kemudian seorang wanita kira-kira berumur 30'an keluar. "Maaf, mencari siapa yah?"
"Kami mencari CUL, bu. CULnya ada?" Tanya Teto.
"Ada. Ayo silahkan masuk dulu.." ajak Okaa-sannya CUL. Yang masuk kedalam hanya Teto, Neru, dan Lily. Yang lain hanya menunggu di luar. Okaa-sannya CUL mempersilahkan Teto Neru, dan Lily duduk di sofa ruang tamu.
"Hm, maaf. Kedatangan kami kesini hanya ingin memberitahukan kalau CUL itu bla bla bla.." Teto mulai menceritakan tentang absensi CUL yang banyak Alfanya, dan juga bercerita tentang tanggapan sekolah tentang CUL. Kalau CUL tidak masuk sekolah dan tanpa keterangan, bisa-bisa CUL dikeluarkan. Okaa-sannya tampak khawatir dan cemas akan masa depan anaknya, dan Teto beserta Neru dan Lily pun turut bersedih.
"Terima kasih ya nak, sudah memberitahukan informasi ini. CUUUULL! Kemari!" teriak Okaa-sannya CUL. Kemudian CUL datang dengan wajah yang pucat, dan tangannya basah karna keringat. Mungkinkah karna penyakit tertentu?
"Kamu itu kenapa tidak menelpon Wali Kelas kalau kau itu benar-benar sakit? Makanya telpon gurunya! Lihat, di absensi kamu di tulis Alfa!" bentak Okaa-sannya kepada CUL. Yang di bentak hanya diam dengan wajah yang panik.
"Ma-Maaf, Okaa-san. Kami harus pergi, teman kami menunggu di luar.." ucap Lily seraya bangkit dari sofa. Tidak ingin melihat adegan pertengkaran yang baginya Privasi keluarga itu.
"Ah, iya. Terima kasih ya nak!" kemudian 6 cewek TKJ itu pergi dari rumah CUL.
Eh tunggu, ber-6?
Ternyata Miku tidak ikut pemirsa. Kemanakah Miku?
"Duh, lama banget sih mereka! Mana lagi si Len? Katanya mau jemput gua.." Miku terus menggerutu sambil menunggu di basecamp cowok-cowok TKJ yang tidak jauh dari sekolah. Terlihat Ted, Mikuo, Gumiya, dan Hakuo sedang tidur-tiduran di sofa. Miku jadi ingin tiduran juga..
E-eh, gak boleh! Masa' tiduran sama cowok?!
Tapi.. Ngantuk..
Yaudahlah, gapapa. Sebentar saja, kok..
Kemudian Miku tertidur juga di sofa. Kebetulan sofa itu berada di outdoor, dan kebetulan juga banyak pohon-pohon yang tumbuh di sekitar basecamp itu. Angin yang berhembus, membuat Miku makin terlelap dalam tidurnya.
15 menit..
30 menit..
45 menit..
1 jam..
1 setengah ja–
"MIKUUU! MAAF SUDAH MENINGGALKANMU!"
"HU-HUWAAA!"
Begini, biar aku jelaskan. Tadi Miku sedang asyik-asyiknya tidur dengan mimpinya, dan Teto plus Neru yang baru saja pulang dari rumah CUL langsung mengagetkan Miku (Mereka tidak tahu kalau Miku sedang tidur, karena yang terlihat hanyalah rambut Miku saja. Ingat kalau Miku tiduran di sofa?) Dan Miku sukses dibuat jatuh dari sofa dengan gaya yang sangat tidak elit.
"Su-Sudah ke rumahnya CUL? A-ah, ayo kita pulang!" dan kemudian mereka pulang bersama. Yah,tingkah Miku agak aneh. Mungkin karena ketahuan tidur bersama cowok-cowok?
" To Be Continued "
Coretan Author.
Halo Minna-tachi! Wah, tak ku sangka banyak yang menunggu kelanjutan Fict ini. Aku jadi terharu.. :'3
*Nangis Bahagia*
Aku cuma ingin bilang aja, kalau Fanfict ini updatenya lama, hontou ni gomennasai! Aku banyak tugas, jadi maklumin aja, ya.. u,u
Ada yang nyadar kalau gaya penulisanku berubah? Aku ngerasa sih, tapi mungkin ini karna udah lama nggak nulis Fanfict.. :O
Jadi, aku akan berusaha lagi! Mohon dukungannya, yah! ^O^
Ada yang nyariin Luka, Kaito, atau Gakupo?
Sengaja tidak aku jadikan mereka murid 10. TKJ, jadi tunggu saja yah! Itu Luka udah muncul, kok! :3
Kenapa konfliknya nggak muncul-muncul?
Terserah dong, Fanfict punya gue in–OUCH! O-oke, Fanfict ini memang hanya berputar soal kebiasaan atau kejadian yang biasa ada di sekolah, cuma aku ubah jadi luar biasa! Huahahaha–AUW! I-iya, aku takkan tertawa terlalu kencang, Emak! *Di jewer Emak Author*
Ja-jadi, yang menantikan konflik dari Fict ini, paling hanya seputar Miku-yang-galau-karna-Mikuo, atau Tugas-tugas-yang-membuat-murid-murid-jadi-gila. Semoga Fict ini nggak kriuk! :3
Sekarang saatnya Balas Review! Yeiy! :D
To Hikari Kengo :
Nyontek berjamaah memang sudah menjadi tradisi anak-anak bangsa Indonesia.. 8D *HEH*
Namanya juga Jatuh Cinta, pasti salting lah kalau deket deket sama cewek yang kita sukai.. :3
Hikari-san, tiap hari aku bersama temanku yang menjadi Neru, dan tiap hari juga aku selalu tertawa karna ke-absurd-annya! XD
Arigatou sudah Review, sekali lagi Arigatou! ^O^
To Kei-T Masoharu :
Memang, Miku itu kasihan banget. Dan Miku itu aku! Kau takkan tau rasanya digantungin! Huwaaaa! ToT *Nangis* *ditimpuk bata*
O-oke. Cukup galaunya. Apakah Kei-san jago Fisika? Ajarin saya dong.. (/*w*)/ *Mata berbinar-binar*
Arigatou sudah di-fave! Huwaaa aku senang sekali! :3
To Kurotori Rei :
Uwaaa! Rei-san ganti Penname, ya? :D
Memang istilah menyontek-dicontek itu sudah lumrah hukumnya.. ._. *loh?*
Ini udah lanjut, terima kasih sudah me-Review! ^O^
To TasyaMarvell :
Jadi pengen cepet-cepet lulus SMP? Berarti Tasya-san kelas 3 SMP dong? :3
Kalau di SMP pemandangannya over monoton, buatlah menjadi lebih berwarna! *Quote nggak jelas, jangan didengarkan* ._.
Wah, arigatou udah bilang Fict ini Menarik, lucu dan bikin ngakak! Dari awal aku udah takut kalau Fict ini garing dan kriuk, soalnya Fict ini adalah Fict pertamaku.. :O
Ini udah lanjut, jangan lupa Review lagi yah! ^O^
Balas Review sudah, sekarang tinggal minta Review nih. Kalau kalian pikir Fict ini Lucu, Bagus, Seru, Garing, Kriuk, Jelek, atau semacamnya, Review aja! Aku malah lebih suka orang yang Jujur, agar aku bisa berkembang dan mengetahui kelemahanku apa.. :D
Oke deh, Mind to Review Minna-tachi? :3
Original Story by cindychan28
