WARNING: DLDR, TYPO, Gaje, Alur berantakan, Bahasa kacau, cerita suka-suka auth, nggak ada judul gamenya, dll
Disclaimer Naruto : Masashi Kishimoto
Di game online pasti ada yang berpacaran di game, istilah lainnya couples. Banyak yang jatuh cinta sungguhan karenanya. Aku Haruno Sakura, hanya menganggap game online hanya sebuah game, tidak lebih.
JUST GAME
DUK DUK DUK!
"Okaa-san!"
DUK DUK DUK!
"Otou-san!"
DUK DUK DUK!
"Konohamaru!"
DUK DUK DUK!
"ONII-CHAN! BUKAAA!" aku baru pulang dari jalan-jalan gratisan. Dan sekarang aku sedang menggedor-gedor pintu rumahku karna pintunya terkunci.
Aku melirik kearah tangan kananku yang masih terus menggedor-gedor pintu rumah. Di pergelangan tangan kananku terdapat gelang karet tebal berwarna hitam, sebenernya itu jam tangan yang aku dapat dari gacha tapi modelnya kayak gelang karet. Jam satu siang. Oh pantesan gak ada orang, mereka kan taunya aku pulang jam tiga jadi rumah dikunci. Tapi paling tidak pasti ada Konohamaru, dia kan masih SD pasti sudah pulang dari tadi.
Cklek
Duk!
"Aw! Sakit!" ada yang mengaduh kesakitan. Kayak suara Konohamaru deh.
"Nee-chan! Stop ngegedor-gedor kepalaku!" aku mengalihkan pandanganku kearah korban yang ternyata itu adikku. Aku membungkuk mensejajarkan tinggiku dengannya lalu tersenyum.
"Ta da i ma."
"..." bukannya menjawab malah memasang wajah datar.
"Tadaima woy! Jawab!" aku menyentil-nyentil jidat adikku masih dengan wajah tersenyum. Mungkin karna jidatku lebar aku jadi dendam dengan jidat adikku yang normal. (apa coba)
"Okeri!" jawab adikku asal.
"Okaeri, bodoh!" setelah membenarkan perkataan adikku, aku langsung menyelonong masuk kedalam rumah. Melepas sepatuku dengan asal lalu lari ke dapur.
"Baru juga nyampe udah ngegeledah kulkas aja." aku mendengar adikku berbicara kepadaku dari ruang tamu. Aku sedikit mengangkat alisku bingung.
"Aku haus tadi habis teriak-teriak." jawabku sambil berjalan kearah sofa ruang tamu. Disana sudah ada Konohamaru duduk bersimpuh didepan televisi yang menampilkan animasi mobil Formula 1. Jari-jarinya bergerak lincah diatas tombol-tombol stik Playstation 3-nya.
"Siapa suruh teriak-teriak?" tanyanya yang lebih mirip pernyataan tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi.
"Kamu." jawabku sambil merebahkan badanku diatas sofa. Aku melihat Konohamaru mem-pause gamenya lalu menoleh kearahku.
"Kok aku?" tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Yang lama bukain pintu siapa? Ngegame mulu sih!"
"Iya, kan aku mirip Nee-chan." aku mendelik kearah Konohamaru karna penuturannya. Wajahnya sedang tersenyum, atau mungkin menyeringai dengan tatapan mengejek.
"Kamu bangga banget mirip Nee-chan. Makasih udah ngefans sama aku." aku beranjak dari sofa lalu membalikan badan menuju kamarku. Saat membalikan badan, aku sengaja mengibaskan rambut pink-ku, berlagak seperti artis sambil tersenyum. Fufufu~
Hari ini aku ada taruhan dengan Sasuke. Tapi aku masih lelah, kepalaku sedikit pening karna kurangnya jam tidurku. Aku merebahkan tubuhku di atas ranjang sambil memijit-mijit pangkal hidungku yang nyut-nyutan. Tanganku yang nganggur merogoh saku rok seragam sekolahku yang berwarna biru donker itu. Aku menarik tanganku dengan menggenggam sebuah benda kotak yang bergambar dan bisa mengeluarkan suara, nama lainnya sih handphone.
Aku segera membuka aplikasi browser kesayanganku yang ber-icon O besar nan lonjong berwarna merah. Jangan di sebut soalnya ini bukan ajang iklan(?). Namanya Opera Mini. Aku nyebutin buat ngasih tau yang belum tau kok, jangan salah paham ya.
Aku membuka website facebook, lalu mengisi dua kotak persegi panjang yang terdapat disitu.
[Sasuke_u ]
[*************** ]
Passwordnya panjang yah? Ada 15 perpaduan huruf dan nomor kalau tidak salah. Hehe itu yang buat passwordnya aku. Sewaktu itu facebook Sasuke di hack seseorang, dia minta bantuan kepadaku untuk mengembalikannya. Bukannya dia tidak bisa, tapi saat itu dia sedang ada di luar kota. Karna aku tidak mau melakukannya dengan cuma-cuma alias gratisan, Sasuke harus membayarnya dengan tidak mengganti password yang telah kubuat itu. Hohoho~
Ngomong-ngomong, ngapain aku ngebuka facebooknya Sasuke? Kalian akan tahu nanti!
Home Profile Friend Message(10) Notification(13) Chat (10)
Yang online dikit banget. Temennya juga dikit sih. Tapi liat Followers-nya! 1492 orang untuk anak 13 tahun yang wajahnya tidak dipamerkan di facebooknya. Gila! Ini anak siapa sih sebenernya?
Sekarang kita beralih ke Messages-nya!
Karin SimerahmaroonToday 12:21pm
Dibales dong! Aku pena...
Kiba UzumakiYesterday 04:31pm
Iye ntar aja. Si Shion...
RinRin chuphacupzYesterday 03:00pm
Hi
TayuyaYesterday 02:55pm
Kamu kok sombong ban...
Hanabi HyuugaYesterday 12:07pm
Kak, kirimin ke petsos...
Dan lain-lain didalamnya, tapi yang membuatku tertarik adalah message dari si Karin-Karin itu.
Coba kita lihat yah apa saja yang mereka bicarakan!
Klik!
Karin Simerahmaroon
Hi Sasuke-kun
Sasuke
?
Karin Simerahmaroon
Pelit kata bngt sih
Eh, liat video klip ini deh, menggambarkan hatiku padamu /xxxxxxxxxx
Sasuke
Males
Karin Simerahmaroon
Kamu lagi ngapain sih?
Sasuke
Ngegame
Karin Simerahmaroon
Oh game itu yah! Couplean sama aku yuk
'Wets! Dia punyaku, setan!' ini jeritan dari dalam hati aku lho.
Sasuke
Udah punya
Karin Simerahmaroon
SIAPA?! :''''''''(
Karin Simerahmaroon
Jawab sasuke!
Hey!
Karin Simerahmaroon
Dibales dong! Aku penasaran siapa cewek kamu!
Aku mengklik tombol back, soalnya percakapannya cuma sampai di situ saja. Rada ilfil sih sebenernya, tapi yaudah lah.
Aku melakukan penggledahan message lagi karna aku mulai penasaran dan ini mulai menarik. Aku hanya membuka pesan-pesan dari beberapa orang tertentu saja, tapi kebanyakan cewek. Soalnya yang ngirim rata-rata cewek semua. Ada yang temen sekolahnya dia, anak gamer, dan ada juga orang yang minta kenalan. Percakapan mereka kadang bikin ngakak, kadang bikin sebal juga. Yang bikin ngakak tuh yang kayak si Karin Karin itu. Nah yang bikin sebal dan hati jadi panas pas ngebaca percakapan Sasuke dengan seorang cewek bernama Moegi, kelihatan akrab. Akrabnya tuh sama kayak aku dengan Sasuke. Gak rela kalau di samain!
Saking kesalnya, aku sampai mengerucutkan bibirku dengan tidak sadar. Sadarnya ketika layar handphoneku menjadi gelap, dan memantulkan wajah agak jelek yang tidak tau punya siapa(?).
Tiba-tiba ketika aku me-reload halaman facebook itu, yang keluar malah tampilan awal facebook. Tampilan saat kita akan me-login-kan akun kita. Aku kaget karna tiba-tiba logout sendiri. Langsung saja aku me-login-kan facebookku.
[Sakuraharuno ]
[********** ]
Setelah menunggu beberapa menit, keluarlah tampilan awal saat kita login.
Home Profile Friend Message(1) Notification(10) Chat(48)
Aku agak kaget melihat ada seseorang yang mengirimiku pesan. Jadi aku langsung mengklik tulisan 'Message' daripada 'Notification'.
Danternyata pesannya dari... Sasuke?
Sasuke
Abis menjelajah ya?
Dapet apa aja?
Aku membaca beberapa kali pesan dari Sasuke yang kayaknya kurang masuk ke otakku. Setelah mengerti, barulah aku membalasnya.
Sakura Haruno
Sok tau!
Ternyata maksud dari kata 'menjelajah' berarti menjelajah facebooknya. Aku jadi malu sendiri. Malunya kayak cewek yang ketahuan punya bulu dada. Tapi kalau kayak gitu sih jauh lebih malu ketimbang kepergok nge-kepoin orang. Setelah mereload, munculah pesan baru dari Sasuke.
Sasuke
Emang tau.
Jadi ga taruhannya?
Sakura Haruno
Nggak sabar buat kalah ya, hun?
Sasuke
Oh tentu
Sakura Haruno
Tenang aja, aku akan membuatmu kalah lebih cepat
Sasuke
Ok. Aku tunggu sayang.
Aku tersenyum meremehkan, walaupun Sasuke tidak melihatnya tetapi aku tidak tahan untuk tersenyum.
Aku beranjak dari kasur lalu berjalan kearah lemari pakaianku. Aku mengeluarkan seperangkat alat internet (netbook, charger, modem dan kawannya) lalu memasangnya sesuai aturan. Ketika booting, aku mengisi waktunya dengan mengganti baju seragam sekolahku dengan baju rumahan, celana pendek dan kaus lengan pendek. Setelah itu, dengan semangat yang meletup-letup seperti popcorn(?), aku langsung menghubungkan netbookku dengan internet.
Setelah terhubung, aku langsung membuka game kesayanganku itu, memasukan ID dan passwordnya, lalu...
Enter!
Now Loading...
Aku menunggu dengan tidak sabar sambil memperhatikan tiga titik di sebelah tulisan 'Now Loading' yang terus bertambah berkurang bertambah berkurang bertambah berkurang dan begitu seterusnya sampai tulisan itu hilang dan memunculkan gambar sebuah ruangan persegi dengan dekorasi yang udah aku atur sedemikian rupa (ribet kalau dideskripsikan). Disana masih ada karakterku yang aku buat mirip denganku, dan masih dengan pakaian yang sama, yaitu celana jeans pendek
diatas lutut, kaus putih lengan
panjang dipadukan rompi jeans, juga
sepatu boots. Dan tak lupa senjatanya berupa pedang panjang yang selalu ia genggam.
Karna aku akan pvp dengan Sasuke, aku mengganti pakaian dan juga senjatanya menjadi full cash. Aku hanya ingin jaga-jaga saja biar tidak kalah. Padahal sih takut, takut kalah.
Selesai merubah style dari karakterku yang unyu-unyu macho ini, aku langsung mengklik icon buddies lalu mencari nick name DarkRaven disana. Ternyata dia sudah online duluan. Aku langsung mengklik icon private chat yang berada disebelah icon home yang ada disebelah nick namenya. Hahaha ribet ya.
Lalu seketika munculah kotak kecil untuk mengiriminya pm.
You
(14.05) dimana?
DarkRaven
(14.06) di park.
You
(14.06) server apaan? -_-
DarkRaven
(14.07) Elder
Setelah mengetahui alamat tempat Sasuke berada, aku langsung menuju ke lokasi. Sasuke tidak pernah memberi alamat palsu kok, tenang aja.
Saat aku sampai di lokasi, aku langsung berdiri disebelahnya. Bukannya nyapa baik-baik malah di sindir.
"Full Cash. Takut ya?" sindir Sasuke kepadaku. Biasa aja kali nyindirnya gak usah pake tepat sasaran.
"Nggak kok. Aku kan pro, jadi buat nunjukin ke newbies kalau aku pro pake full cash." jawabku yang sudah aku persiapkan sebelumnya. Itu jawaban bohongan doang kok, aku sebenernya nggak ngebanding-bandingin pro sama yang newbie.
"Tumben." balasnya singkat. Baru saja aku akan membalasnya kembali, tiba-tiba netbookku mengeluarkan bunyi 'Puk!' dan diwaktu yang bersamaan muncul kotak kecil yang menandakan adanya request untuk pvp. Langsung saja aku menerimanya karna itu dari Sasuke, kalau tidak nanti Sasuke keburu sadar aku belum mengganti stuff yang aku kenakan. Saat di tempat battle kita tidak bisa melakuan apapun selain hal yang berhubungan dengan battle.
Tak lama kemudian, gambar di monitor pun berubah. Ternyata Sasuke memilih tempat seperti padang rumput yang luas dan lenggang. Padahal aku suka di hutan bisa bersembunyi.
Aku berada disisi kiri sedangkan Sasuke di sisi kanan. Ketika tanda pertarungan dimulai, aku hanya diam dan mengisi stamina (ditandai dengan adanya cahaya diseluruh tubuh karakterku). Stamina yang ini berbeda dengan stamina yang harian, stamina yang ini untuk mencukupi skill yang kita punya. Sedangkan yang harian, untuk mencukupi kegiatan kita di game dan akan penuh kembali ketika jam 00.01 tiba. Hal ini agar para players tidak terus menerus bermain game.
Masih dengan mengisi stamina, Sasuke berlari menghampiriku sambil berkata "cupu" dengan huruf kecil-kecil tanpa tanda apapun.
Ketika Sasuke mengayunkan pedangnya kearahku, aku langsung loncat kebelakangnya lalu menjauhi dirinya. Saat aku rasa sudah jarak terjauh alias udah mentok, aku diam lagi sambil mengisi stamina.
Sasuke menghampiriku lagi, tetapi aku lagi-lagi menghindarinya. Begitu seterusnya sampai staminaku penuh. Walaupun tadi sempat beberapa kali terkena serangan darinya, aku tidak membalas dan tetap terfokus pada stamina.
"Ayo mulai!" kataku kepada Sasuke yang berada diujung sana. Sasuke hanya membalas dengan emoticon '-_-'. Mungkin maksudnya, 'udah mulai dari tadi kali'.
Aku berlari kearah Sasuke, Sasuke berlari kearahku, lalu kami berpelukan. Nggak lah. Ketika jaraknya sudah dekat aku langsung mengeluarkan 'Fire Storm'. Seketika muncul angin besar seperti tornado tetapi dari api yang besar. Karakter Sasuke terhempas keatas lalu jatuh.
Aku kembali berlari kearahnya. Karakter Sasuke sudah berdiri tegak. Dia hanya diam sambil mengisi stamina. Sedikit lagi jarak yang aku inginkan tercapai(?) lalu aku akan mengeluarkan jurus yang sama. Tapi tanpa diduga...
'Lightning Shoot!'
Sasuke mengarahkan pedangnya kearahku, pedangnya mengeluarkan cahaya petir yang tepat mengenaiku tanpa bisa kuhindari. Aku melihat darah dari karakterku tinggal kurang dari seperempat. Darahku cepat habis karna tadi terkena beberapa serangan ringan dari Sasuke saat mengisi stamina. Ringan tapi banyak. Sedangkan darah dari karakter Sasuke sisa setengah, itupun karna aku menyerangnya dengan jurus terbesarku.
"Huaaaah parah!" aku menyempatkan diri untuk mengeluh. Dan tidak ada balasan darinya. Padahal kalau dia lagi ngetik, kesempatan itu bisa aku gunakan menyerangnya.
Aku melirik kearah staminaku. Ternyata masih sisa setengah, cukup untuk menyerang Sasuke seperti tadi. Aku berlari kearah Sasuke, dia tidak mungkin mengeluarkan jurusnya seperti tadi karna staminanya tidak akan cukup. Aku tertawa dalam hati, kemenangan akan aku dapatkan sebentar lagi. Tetapi Sasuke tidak diam saja. Dia berlari menjauhiku. Aku terus mengejarnya berharap mendapatkan waktu yang tepat untuk menyerang.
Sasuke terpojok. Dia tidak bisa menghindariku ataupun melompatiku karna jika dia melompatiku itu sama saja seperti bunuh diri. Jadi terima nasib ya.
Namun ketika aku baru saja ingin mengeluarkan jurusku, pergerakanku terhenti. Detik berikutnya, munculah sesuatu yang membuat mataku terbelak.
'TIMES UP! DarkRaven WIN!'
"Yah aku menang, Cherry." kata Sasuke sambil menggunakan action 'sad'. Dia benar-benar menyindirku membuatku kesal sekaligus malu karna sudah terlalu PD.
Sasuke menang karna darahnya lebih banyak dari pada aku ketika waktu pertempuran habis. Well, kali ini aku benar-benar kalah. Tidak ada kecurangan disini, juga tidak ada kesalahan teknis seperti kemarin. Ini murni kesalahanku, aku salah membuat strategi.
"Baiklah, apa maumu?" tanyaku kepada Sasuke. Mungkin wajahku sudah benar-benar kecut sekarang. Harga diriku terasa seperti diinjak-injak. Tapi karna aku bukan pengecut yang mengingkari janji, aku akan meladeni si Sasuke itu.
"Sekarang ke room-ku. Akan aku kasih tau apa yang aku mau." jawab Sasuke. Tak lama kemudian, karakternya menghilang.
Dikamar, posisiku tengkurap menghadap laptop. Sesekali aku menguap sambil menyeka air mata yang keluar dari sudut mataku. Lalu aku langsung pergi ke room-nya.
Room Sasuke bernuansa gelap dan horror, tapi terlihat keren. Wallpapernya berwarna biru donker dan lantainya seperti papan catur yang berwarna merah dan hitam. Dengan berbagai item creepy -yang aku rasa dia membelinya saat event halloween- room Sasuke terlihat semakin horror.
"Sekarang apa? Aku ngantuk." tanyaku sambil berjalan kearah Sasuke.
"Aku hanya ingin kamu melakukan semua yang aku perintahkan."
"Kok begitu?" kepalaku agak terangkat karna kaget, dan rasa kantukku sedikit berkurang.
"Kau tadi kalah, Saku." tuturnya singkat, aku mikir keras. Dia tidak akan melakukan pelecehan kan?
"Aku tidak melakukan pelecehan." seakan bisa membaca pikiranku dari jarak jauh, Sasuke kembali menuturkan kalimatnya.
"Yaudah deh." akhirnya aku pun mengiyakannya walau agak gak ikhlas sebenernya. Lagi pula aku sudah mengantuk, akan lama jika aku menolaknya.
"Pokoknya kamu harus selalu bersamaku."
"Iya! Aku ngga bakalan kabur lagian juga."
"Dah, itu saja. Gampang kan?" tanya Sasuke meyakiniku. Bodohnya, aku malah mengangguk pelan, mau mengangguk kencang pun tetap saja Sasuke tidak melihatnya.
"Iya. Sasuke..." aku memanggil Sasuke. Aku mau meminta ijin untuk offline.
"Apa?"
"Aku off ya? Ngantuk."
"Hn. Dah"
"Dadaaah." Dengan sekali hentakan tangan, aku menutup netbookku tanpa mematikannya terlebih dahulu. Lalu kesadaranku pun hilang.
"Sakura, dua tambah tiga berapa?"
"Ngh... Lima..." aku terbangun dari tidurku setelah menggumamkan sesuatu. Aku membuka mataku sacara perlahan, secara samar aku melihat kepala merah yang sedang menyengir didepan wajahku. Seketika aku menyadari apa yang telah dilakukan si kepala merah itu.
"Nii-chan!"
Plak!
Aku menepok wajah Nii-chanku itu. Bukan di pipi, tapi tepat di bagian depan wajahnya. Seketika Nii-chanku mundur beberapa langkah.
"Sakit!" erang Nii-chan sambil memegang wajahaya. Habis aku sebal sama dia, dia sangat sering menjahiliku saat membangunkan aku. Jadi aku menepoknya.
"Siapa suruh orang lagi tidur ditanya-tanya?!" tanyaku kesal. Aku duduk bersila diatas kasur sambil melipat tanganku di depan dada, pipiku menggembung tanda aku kesal.
"Hahaha, kamu mengigau tidak jelas tadi. Makanya aku menanyaimu sesuatu. Tidak disangka kamu menjawabnya, hahaha!" Sasori-nii keluar dari kamarku sambil tertawa terbahak-bahak. Maluuu! Wajahku pasti sudah memerah!
Aku berdiri diatas kasur, mataku menjelajah keseluruh sudut kasur.
"HP mana?" tanyaku entah pada siapa. Aku mengangkat selimut tinggi-tinggi berharap aku langsung menemukan benda itu. Tetapi ternyata tidak ada di sana. Aku mengangkat bantal-bantal yang ada di kasurku. Ternyata handphoneku tertimpa bantal, untungnya bukan tertimpa tubuhku.
Aku mengotak-atik handphoneku sebentar. Mengecek apakah ada sms ataupun misscall. Ada dua sms yang masuk, tapi yang satu dari operator yang satu lagi dari sms 'mama minta pulsa'. Aku langsung mereplay sms tersebut dengan kalimat 'uangnya mana mah?' tapi tidak kunjung dibalas, mungkin dia tidak punya pulsa makanya dia meminta pulsa. Yasudah lah, aku pergi ke kamar mandi saja, sudah jam setengah lima. Hari ini malam sabtu dan setiap sabtu libur, karna aku jomblo dalam artian yang nyata dan aku tidak pergi malam ini, aku mandi seadanya saja.
Selesai mandi, dengan mengenakan hot pants dan kaus lengan panjang kedodoran, aku langsung turun kebawah mencari sesuatu yang bisa dimakan.
"Otou-san belum pulang?" tanyaku kepada kaa-sanku yang sedang menulis daftar pengeluaran bulanan di meja makan.
"Belum. Dia sedang membeli sesuatu kayaknya." jawab kaa-sanku. Aku mangangguk mengerti, lalu membuka kulkas. Setelah memilih-milih apa yang akan aku makan, aku mengambil selembar keju lalu memakannya.
Aku duduk bersila di samping Sasori-nii yang sedang bermain game PES dengan sangat tenang.
"Main berdua dong!" pintaku kepadanya. Dia melirik kearahku sebentar lalu kembali memandangi layar televisi.
"Abis ini." jawabnya singkat. Ketika menunggunya selesai bermain, aku hanya menontonnya sambil terus mengemut keju yang tadi aku ambil. Biar habisnya lama makanya diemut.
"Nih!" Sasori-nii melemparkan stik PS 3 yang satunya kepadaku. Aku melilih-milih negara mana yang akan bermain. Aku memilih yang bajunya bagus sama pemainnya yang ganteng-ganteng saja. Aku kan tidak begitu suka main game bola, jadi tidak penting pemainnya yang mana. Nanti ujungnya kalah juga kok. Akhirnya aku memilih yang para pemainnya menggunakan pakaian warna kuning, dan Nii-chan berwarna orange.
PRIIIT!
Dibabak pertama ini timku yang memegang bolanya, langsung saja kugiring bolanya ke gawang lawan. Tetapi Nii-chan mengambilnya lalu membawanya kearah yang sebaliknya. Aku pun mengejar Nii-chanku, agak bingung sih soalnya aku hanya memperhatikan satu pemain, lalu tiba-tiba aku mengendalikan pemain yang lain yang berada di depan Nii-chan. Jadinya aku salah, seharusnya berlari mendekati Nii-chan tetapi malah menjauhinya.
"Aduuuh~" keluhku tanpa sadar. Aku mulai geregetan mainnya sampai-sampai asal pencet tombol.
"Gol! Yah..."
"Kyaaa! Yes!" aku terlonjak kegirangan saat kiper dari timku dapat menahan bola agar tidak masuk kegawangku.
"Huaaah kalaaah!" aku memandangi layar televisi dengan lesu. Disana tertulis 8-1. 8 dari Sasori-nii dan aku hanya menyumbang satu gol, itupun karna aku asal pencet tiba-tiba masuk. Senengnya luar biasa bisa masukin satu gol.
"Mainya biasa aja sih. Telingaku sakit!" Nii-san meniup-niup kepalan tangannya yang sedikit longgar lalu diarahkannya ke telinganya. Loh memang kenapa?
"Brutal! Cewek kalo main game emang gitu, atau kamu yang brutal dan berisik?" tanya Nii-sanku yang lebih mirip sindiran. Aku memandang Sasori-nii sambil memiringkan kepala bingung. Mungkin dia mengerti aku binggung, dia pun menjelaskannya.
"Gak sadar ya? Tiap Nii-chan ngegolin kamu mukul Nii-chan. Tuh liat aja, tombol stiknya kayaknya pada mendem." aku melirik kearah stik PS yang aku pegang. Aku memperhatikan tombol-tombolnya lalu menekan-nekannya.
Wah mendem beneran loh. Aku sampai kaget. Ternyata aku sekuat itu ya hohoho.
Aku melirik Sasori-nii dengan menakutkan, maksudnya takut-takut. Aku takut disuruh menggantikan stik PS yang telah kurusak ini. Nanti tidak bisa beli pulsa modem, mana masa aktifnya tinggal empat hari lagi.
"Ini sih emang udah mendem. Kalo gak mendem aku tadi pasti menang. Udah ah gak seru, mending main game online!" aku langsung berlari kearah kamar dengan terburu-buru lalu membanting pintu. Lari dari omelan Nii-chan dan melindungi dompet.
"Hahh... Hahh... Hah..." aku bersandar di balik pintu sambil mengatur napasku dan detak jantungku. Agak panik soalnya tadi. Setelah kembali normal, aku langsung berjalan kearah kasur. Disana masih ada netbookku yang tertutup, dan ada kabel yang menancap disana.
"Yaampun! Aku lupa mencabut chargernya!" aku langsung meloncat keatas kasur, mengangkat netbookku lalu mencabut colokan chargernya dengan hentakan. Dari pada batterainya yang bochor bochor mending chargernya yang rusak kan. Lebih murah nanti biayanya.
Aku membuka netbookku dengan satu tangan, lalu menekan tombol on/off dengan tangan yang satunya. Karna tadi aku menutup netbookku tanpa mematikannya terlebih dahulu, netbookku jadi sleep mode. Semua program dan software yang aku buka masih tetap terbuka, kecuali internetnya sudah terputus. Tanpa menunggu lagi, aku langsung membuka game kesayanganku itu.
"Sasuke gak on, tadi pas kau off gak lama dia juga off." tutur player ber-nickname Inuzuka itu. Aku menghampirinya karna aku pikir dia tau kemana Sasuke, bisa jadi Sasuke online tetapi setoff.
"Oh gitu. Terus itu siapa?" aku mengirim tanda panah kearah karakter cowok berambut orange. Di wajah karakter itu terdapat beberapa tindikan yang kalau tidak salah belinya di shop event halloween tahun lalu. Aku mengklik karakternya lalu muncul lah kotak yang berisikan keterangan dari karakter itu, 'PeiN' nickname-nya.
"Itu Yahiko," jawab Shion yang sudah kembali dari AFK-nya. "Panggil aja Pein."
"Salam kenal Cherry" sapanya padaku, lalu dia menggunaka action 'Smile' membuat wajah dari karakter itu tersenyum.
"Ah salam kenal juga! Panggil aja Sakura." jawabku sambil menggunakan action yang sama seperti Pein.
"Pein teman sekolah kami, dia player lama tapi vakum enam bulan." jelas Kiba. Ternyata Pein teman Shion dan Kiba di sekolah, mereka bersekolah di SMA 2 Konoha. Kalau aku di SMA 27 Konoha. Asik ya punya teman satu sekolah main game yang sama, temanku hanya si Naruto saja yang main game online ini.
"Oiya, kita mau hunting sekalian mau bantuin aku menyelesaikan quest, mau ikut?" tawar Shion kepadaku. Mumpung sedang senggang, aku langsung saja menggunakan action 'Nod'.
(skip time, one week)
Sudah satu minggu setelah aku mengenal Pein, kami semakin akrab bahkan melebihi keakrabanku dengan Kiba dan Shion. Setiap hari kami saling berbalas-balasan SMS dari pagi hingga malam. Dan sudah satu minggu juga Sasuke tidak menunjukan kehadirannya di game. Aku agak kangen. Agak? Iya, soalnya rasa kangenku terlupakan oleh teman-teman di game yang lain, termasuk Pein.
"Besok hari sabtu, gimana kalau kita ketemuan?" aku membaca berkali-kali pesan singkat yang dikirim oleh Pein. Jantungku langsung berpacu cepat, entah kenapa aku jadi deg-degan begini.
"Ayo, jam berapa? Dimana?" balasku yang agak dilama-lamain. Biar tidak kelihatan kalau aku ehem senang ehem tapi gugup juga.
Aku bingung harus bagaimana agar tidak malu-maluin dan terlihat asyik tapi tidak sok akrab. Kalian pasti tau kan bagaimana rasanya saat bertemu dengan seseorang yang biasanya hanya akrab di dunia maya atau SMS? Deg-degan dan agak panik. Apa yang harus aku lakukan nantinya saat bertemu? Lebih baik aku tanya Hinata saja.
Tuuuuut... Tuuuuut...
"M-moshi-moshi, Sakura-chan?" sapa Hinata disebrang sana. Padahal di telpon tapi dia masih saja tergagap.
"Hinata-chan! Bisa kita bertemu sebentar di Konoha Park?"
.
.
"A-ada apa, Sakura-chan?" tanya Hinata dengan wajah bingung. Kami sedang duduk di salah satu kursi panjang yang ada di taman ini sambil memakan es krim, aku yang traktir Hinata lho.
"Etto... Hinata-chan bagaimana saat pertama kali bertemu dengan Naruto? Kalian kenal di facebook kan?" tanyaku sambil menunduk. Aku agak malu nanyanya, aku jarang menanyakan masalah seperti ini pada seseorang. Makanya aku memilih Hinata yang pendiam, kalau menanyai Ino pasti aku di tertawai.
"Eh? I-itu..." wajah Hinata berubah menjadi merah semerah tomat. Lucu sekali.
"Ya?"
"It-itu aku hanya menemuinya saja. K-kenapa?" Hinata balik menanyaiku dengan pandangan curiga, wajahnya masih sedikit memerah.
"I-itu aku ingin bertemu se-seseorang." aduh kenapa aku jadi tergagap seperti Hinata sih?
"Dengan?"
"Eh? Itu... Anak SMA 2." jawabku dengan suara pelan.
"S-Sakura-chan punya teman di SMA 2?" tanya Hinata, aku langsung mengangkat kepalaku lalu menoleh kearahnya.
"Punya. Banyak malahan." jawabku singkat lalu menjilat es krimku yang mulai meleleh.
"Ka-kamu kenal Kiba? Inuzuka Kiba?" aku kaget dengan pertanyaan Hinata. Kiba termasuk teman baikku di game pastinya aku senang karna sahabatku ternyata berteman dengan sahabatku di game.
Aku tersenyum sumringah, ternyata dunia memang sempit ya.
"Kenal! Dia teman di game! Wah kau siapanya, Hinata?" aku sedikit antusias dan sedikit melupakan tujuan awal.
"D-dia teman satu lesku. Ap-apa kamu mau akan bertemu dengannya?" Hinata tersenyum hangat padaku. Senyum sumringahku pun menghilang.
"Bukan. Tapi temannya, namanya Yahiko atau Pein. Kamu kenal?"
Hinata menggelengkan kepala lalu menjilat es krim vanillanya. Aku kembali menunduk sambil menjilati es krimku dengan tidak napsu.
"S-saat bertemu dengan N-Naruto-kun di depan kelas, aku sangat berdebar-debar, a-aku hanya bisa diam saja." aku mengangkat kepalaku memperhatikan Hinata yang mulai bercerita. Ia memandang langit yang sedang cerah ini dengan pandangan menerawang.
"T-tapi aku berusaha untuk berbicara padanya, dan menanggapi setiap u-ucapannya. Dan it-itu membuat suasana menjadi lebih sejuk." Hinata menurunkan pandangannya kearahku sambil tersenyum. Hinata anak yang baik, dia pintar dan pemalu, tetapi menggemaskan. Walau begitu, Hinata juga banyak yang tidak menyukai. Sikap pemalunya sering disalah artikan sok imut oleh banyak orang yang kurang baik. Orang yang baik seperti Naruto pasti tidak akan menjauhi Hinata yang baik nan anggun ini. Hinata beruntung sekali mendapatkan Naruto, sikap pendiamnya itu mulai berkurang karnanya. Aku menghela napas pasrah, kepribadianku buruk sekali jika dibandingkan dengan Hinata.
Esoknya
Aku sedang berjalan perlahan-lahan menuju stasiun Konoha, sekarang sudah jam dua belas kurang lima menit. Stasiun Konoha sudah sangat dekat, tapi aku tetap berjalan perlahan-lahan. Aku tidak ingin terlihat menunggunya atau terlihat sampai di lokasi lebih cepat dari waktu yang di janjikan seperti orang yang terlalu bersemangat.
Aku berdiri di depan stasiun Konoha degan gugup.
Gulp!
Bukannya melangkah masuk, aku malah menyender di tembok bagian depan stasiun seperti bersembunyi dari kejaran hasip. Aku menjulurkan kepalaku untuk melihat kedalam. Mataku menjelajah seisi stasiun mencari orang yang akan aku temui. Aku sudah melihat fotonya dari facebook, itu akan mempermudah pencarian.
Tidak ada...
Tidak ada...
Aku tersenyum senang, setidaknya aku masih memiliki waktu untuk bernapas, eh maksudnya mengatur mentalku.
"Ngeliatin apa sih?" Seseorang jauh lebih tinggi dariku ikut mengintip kedalam stasiun. Aku mendongak keatas, tepat diatas kepalaku ada kepala lain. Orang itu menunduk membuat wajahnya tepat menghadap wajahku. Kepala jeruk...
"Hai!"
"Kyaaa!"
To Be Continued
Hai~ Alrena disini~ Sesuai janji aku ngeusahain buat update sebelum Juli. Aku mau ikut test Universitas Negri soalnya, jadi updatenya lama dan ngetiknya disela-sela tumpukan buku hoho
Gimana chapter yang ini? Seru kah? Apa sebaliknya?
Terimakasih sudah mau membaca~ nanti setelah ujian aku proses lagi yang chapter 3 nya
Seeyaaa~
