Berita tersebut sudah menyebar kemana-mana. Tentang pertarungan Erza dengan seorang pengembara, beberapa orang menyakini jika Erza lah yang membom tempat perkumpulan dewan dan juga yang membakar rumah ketua dewan serta membunuhnya. Memang pencarian ini hanya dilakukan oleh polisi, tetapi sepertinya ada satu gulid yang nekat ikut mencari Erza juga. Tidak lain adalah gulid Fairy Tail, ingatkan? Gulid yang menyamar jadi bar dan berhasil memancing Erza.

Fairy Tail POV

"Ternyata dia sudah ditemukan ya…" Natsu mengatakannya sembari menonton televisi

"Ya, beberapa polisi menemukannya saat dia sedang berduel dengan seorang pengembara"

"Apa menurutmu pengembara itu memiliki niat untuk membantu Erza?" Tanya Gray

"Sepertinya iya" Jawab Mirajane

"Aneh mengapa dia mau membantu si pembunuh itu?"

"Itu tidak penting, bagaimana jika kita mencarinya?" Tawar Gray pada Natsu

"Baiklah, aku sudah tidak sabar untuk menghajarnya"

"Apa tidak apa-apa?" Tanya Mirajane

Kakek Makarove datang dan menghampiri mereka berdua. Entah apa yang akan dilakukannya, mungkin mencegah Gray dan Natsu pergi karna sadar jika Erza bukan tandingan mereka berdua.

"Apa kakek mau mencengah mereka pergi?"

"Tidak, lakukan saja yang kalian suka. Tetapi berhati-hatilah, sepertinya pengembara tersebut tidak akan tinggal diam"

"Yosh, kalau begitu ayo!"

Mereka berduapun langsung pergi mencari keberadaan Erza. Mirajane sendiri bingung mengapa kakek Makarove membiarkan mereka berdua pergi.

"Mengapa kakek membiarkan mereka pergi? Bukankah kakek sadar jika Natsu dan Gray bukan tandingan Erza?"

"Tenang saja, sekarang mereka sudah lebih kuat"

"Ya sepertinya sekarang mereka jauh lebih kuat…"

Jellal dan Erza POV

Suasana terasa begitu sepi, hanya terdengar suara angin lembut yang berhembus. Erza dan Jellal sedang berada diluar rumah. Wendy sendiri berada didalam rumah dan tertidur. Karna suasana begitu sepi, Erza memutuskan untuk memulai pembicaraan.

"Aku kaget adikmu mau memaafkanku"

"Kan sudah kubilang dia itu pemaaf"

"Kamu sendiri, apa kamu serius tentang yang kamu katakan waktu itu?"

"Yang mana?" Tanya Jellal terheran-heran

"Itu lho yang…yang…Kamu mengatakan jika kamu mencintaiku, apa itu benar?"

"Menurutmu?" Tanya Jellal balik

"Hey! Aku bertanya padamu mengapa kamu bertanya balik?!"

"Emmm…Itu…Itu benar"

"Seleramu aneh, mengapa kamu menyukai pembunuh seperti ku?"

"Kamu tak perlu bertanya mengapa aku menyukaimu, jika kamu bertanya berati kamu ragu dong apa aku benar-benar menyukaimu atau tidak"

"Lu..lupakan saja, kita ganti topik pembicaraan. Kamu yakin aku akan aman disini?"

"Ya, yakin-yakin aja"

"Cepat atau lambat aku pasti akan ditemukan meski rumahmu aman, kalaupun polisi tidak menemukanku mungkin beberapa gulid yang punya dendam denganku akan mencariku lalu menemukanku"

"Gulid? Misalnya?"

"Ya…Fairy Tail 7 tahun yang lalu aku banyak membunuh anggota gulid mereka"

"Bukankah mereka hanya sebuah bar?"

"Bukan, itu hanya penyamaran mereka adalah sebuah gulid. Aku mengenal beberapa anggota mereka"

"Siapa?"

"Gray, Natsu juga Mirajane, 7 tahun yang lalu mereka semua masih anak-anak sekarang mereka sudah dewasa. Saat aku masuk ke gulid mereka aku dilayani oleh Gray, tetapi aku malah menghunusnya dengan pedangku"

"Kamu dendam padanya?"

"Tidak, dia menyuruhku untuk bayar karna tidak punya uang ya lebih baik aku menggunakan kekerasan jadi tidak perlu bayar kan, aku juga membunuh salah satu teman mereka"

"Lisanna ya kan?"

"Bagaimana kamu tau?"

"Karna 7 tahun yang lalu aku sempat kesini, tak sengaja aku melihatmu membunuh seorang anak perempuan berambut pendek. Beberapa dari mereka menghampirinya dan meneriakan namanya, sedangkan saat itu kamu sendiri malah tertawa senang"

"Kenapa aku tidak melihatmu ya?"

"Itu karena aku bersembunyi, aku terlalu takut untuk melihat wajahmu" Jawab Jellal sambil tersenyum

"Jika aku melihatmu mungkin aku akan membunuhmu"

"Sepertinya omonganmu terbukti diawal kita bertemu, kamu berkata ingin membunuhku. Akhirnya? Tidak jadi"

"Itu karna kamu menyadarkanku, sekarang aku sadar dan aku berjanji tidak akan membunuh lagi"

"Syukurlah…."

Percakapan mereka terhenti karena Erza menyadari jika ada beberapa orang yang hendak menuju kesini. Gray dan Natsu pun menampakkan diri mereka.

Normal POV

Tetapi mereka berdua tidak langsung menyerang. Ada satu hal yang membuat mereka terkejut, mereka terkejut karna melihat Jellal.

"Jellal?"

"Natsu, Gray…"

"Jadi pengembara yang menyelamatkan Erza itu adalah kamu?" Tanya Natsu tak percaya

"Ya, memang benar itu aku"

"Baka!"

Dengan kasarnya Gray memukul Jellal hingga dia tepental ke belakang. Erza sendiri menjadi bingung, sebenarnya ada apa? Bagaimana bisa Jellal mengenal Natsu dan Gray?

"Mengapa kamu menolongnya?" Tanya Gray

"Entahlah, aku merasa harus menolongnya"

"Kamu membiarkannya tinggal di rumahmu, dia tidak membunuh Wendy kan?"

"Tidak, lupakan saja kejadian 7 tahun yang lalu…"Pinta Jellal

"Melupakannya? Mana bisa! Dia….Dia yang telah membunuh Lisanna" Kata Natsu sambil mengepalkan tangannya

"Ternyata memang tidak mungkin ya"

"Jellal! Katakan ada apa ini? Bagaimana kamu bisa mengenal mereka"

"Baiklah, aku akan menceritakannya. 7 tahun yang lalu…."

Bersambung…