Flashback 7 tahun yang lalu (Jellal)….
Umurku saat itu 12 tahun, aku sudah mengembara keberbagai tempat. Aku mendarat di Fiore,Magnolia, tetapi sepertinya aku datang disaat yang tidak tepat. Ternyata di Fiore sedang terjadi pembunuhan besar-besaran. Waktu itu aku tak sengaja melihat seorang perempuan yang berusia sekitar 17 tahun. Dengan kejamnya dia membunuh orang-orang dari sebuah gulid bernama Fairy Tail. Dia sempat melihatku, dan saat aku menatap matanya jantungku berdetak tak karuan, aku sangat ketakutan melihat matanya. Jadi aku memutuskan untuk bersembunyi dan melihat dari balik layar.
Disitu ada beberapa anak seusiaku, mereka terluka cukup parah. Bahkan salah satu dari mereka ada yang mati.
"LISANNNNAAAA!"
Dia berteriak sangat kencang, lalu menangis beberapa temannyapun ikut menangis. Aku menjadi iba melihat mereka. Setelah puas pembunuh wanita tersebut pergi meninggalkan mereka. Segera aku menghampiri mereka dan menanyakan apa ada yang bisa kuperbuat untuk mereka.
"Ada apa? Apa bisa aku bantu?" Tanyaku menawarkan diri
"Aku tidak mengenalmu, tetapi kumohon bawalah anak ini ke rumah sakit. Jaga dia baik-baik"
"Baiklah, omong-omong siapa nama kalian?"
"Namaku Natsu, yang disebelahku Gray, dan yang disebelah Lisanna adalah Mirajane" Jelas seorang anak bernama Natsu
"Siapa namamu?" Tanya Gray
"Namaku Jellal, kalau begitu aku pergi dulu"
"Hati-hati ya"
"Iya"
Aku berlari cukup cepat supaya bisa sampai ke rumah sakit. Untungnya nyawa anak yang kutolong ini terselamatkan. Beberapa minggu di rumah sakit akhirnya diapun sadar. Perlahan-lahan ia membuka matanya lalu melihatku.
"Kamu siapa? Dimana Natsu-san, Gray-san dan Mirajane-san?"
"Mereka di gulid"
"Apa mereka bertiga selamat?"
"Ya, tenang saja mereka selamat"
"Kamu ya yang telah menyelamatkanku? Terima kasih -san?"
"Jellal"
"Terima kasih Jellal-san"
"Siapa namamu?"
"Wendy Marvell"
Itu adalah pertama kalinya kami berkenalan. Setelah beberapa bulan di rumah sakit kondisi Wendy mulai pulih. Akupun pergi ke Fairy Tail untuk mengabarkan ini ke Natsu, Gray dan juga Mirajane.
"Wendy sudah pulih, dia berkata ingin kembali ke Fairy Tail"
"Apa boleh aku meminta pertolonganmu sekali lagi?" Tanya Natsu
"Boleh"
"Kumohon, bawalah Wendy bersamamu. Tempat ini tidak aman, pembunuh haus darah itu bisa datang kapanpun"
"Tapi…Aku harus berkata apa pada Wendy?"
"Bawa saja saat dia tidur"
"Baiklah"
Sekitar jam 9 malam aku kembali ke rumah sakit lalu menggendong Wendy pergi dari rumah sakit. Saat itu aku tengah menaiki sebuah kapal, Wendy terbangun dan kaget.
"Jellal-san aku dimana?"
"Di kapal"
"Mengapa kamu tidak membawaku ke Fairy Tail?"
"Tempat itu sudah tidak aman. Natsu menyuruhku untuk membawamu bersamaku"
"Begitu ya….Kita akan kemana?"
"Entahlah, lihat saja nanti"
Semenjak saat itu Wendy ikut mengembara bersamaku. Semakin lama kami semakin akrab, bahkan kami sudah seperti kakak adik.
"Jadi Wendy bukan adik kandungmu?" Tanya Erza
"Bukan, tetapi bagiku dia adalah adikku"
Suasanapun hening seketika, karena mendengar ada keributan Wendy keluar dan betapa terkejutnya dia melihat Natsu dan Gray.
"Natsu-san, Gray-san?"
"Wendy…."
Langsung saja Wendy berlari ke arah mereka dan memeluk mereka satu persatu. Natsu dan Gray sendiri merasa senang karena Wendy dirawat dengan baik oleh Jellal.
"Syukurlah kamu baik-baik saja"
"Natsu-san dan Gray-san juga baik-baik saja kan?"
"Ya, kami berdua baik-baik saja" Gray yang menjawabnya
"Apa kalian masih sering bertengkar?"
"Hehehe…Iya" Natsu menjawabnya dengan jujur sambil tersenyum
"Kenapa Erza bisa tinggal bersamamu?" Gray bertanya seperti menyelidiki
"Karena dia tidak punya rumah, lagipula saat itu dia terluka cukup parah" Jawabnya dengan jujur dan muka polos
"Kamu tidak dendam padanya?"
"Tidak. Jellal-san mengajarkanku kalau kita tidak boleh dendam pada seseorang, lupakan saja yang lalu lebih baik kita melihat kedepan begitu kata Jellal-san"
"Ternyata kamu mengajarinya dengan baik ya Jellal" Kata Natsu
Erza sendiri hanya tersenyum mendengar perkataan Wendy, melihat Erza yang tersenyum muka Jellal tiba-tiba saja menjadi merah. Betapa manisnya dia saat tersenyum, apalagi ini senyum yang tak biasanya Jellal lihat.
"Kenapa kamu?"
"Ak…akuu…..Ka..ka..mu….Ca…can….tik, sa-sa..at ter…senyum"
"Bukankah saat kita bertemu pertama kali aku sudah tersenyum padamu?"
"Tapi senyum yang ini lebih cantik, dan juga tulus…."
"Ehemmm…." Kata Gray
"Apa?"
"Sepertinya kamu jatuh cinta padanya, ya kan?"
"Iya benar"
"Pantas saja kamu mau menolongnya, kamu telah jatuh cinta padanya"
"Apa?! Jellal jatuh cinta pada Erza?" Natsu serasa tak percaya dengan apa yang didengarnya
"Seleramu aneh" Kata Gray lagi
Jellal tak bisa membalas sindiran mereka berdua. Akhirnyapun dia hanya terdiam seribu bahasa. Melihatnya begitu Natsu dan Gray malah tertawa, karena sudah mau sore merekapun mengucapkan salam perpisahan pada Wendy.
"Wendy kami berdua pulang dulu ya ke Fairy Tail"
"Ya sudah, kapan-kapan datang lagi ya"
"Bye"
"Byee…."
Sepertinya Natsu dan Gray sudah melupakan tujuan mereka. Mereka pulang dengan menampakkan wajah yang bahagia. Mirajane sendiri bingung melihat mereka berdua.
"Sepertinya kalian nampak senang"
"Ya memang, lalu kenapa?" Tanya Natsu
"Apa kalian sudah berhasil membalaskan dendam pada Erza?"
"Tidak jadi" Jawab mereka berdua kompak
"Kenapa?" Mirajane nampak penasaran
"Setelah melihat Wendy ga jadi dehh, lagian dia itu mengatakan sesuatu yang bagus banget. Apa ya?" Natsu berusaha mengingat-ingat yang tadi dikatakan Wendy
"Lupakan saja yang lalu lebih baik kita melihat kedepan. Dasar baka"
"Apa! Kamu bilang aku baka?!"
"Ya, lalu kenapa?"
"Ribut yuk!"
"Ayuk!"
Tanpa basa-basi mereka langsung bertengkar. Mirajane hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua. Kakek Makarove datang dan menghampiri Mirajane.
"Bagaimana keadaan Wendy?"
"Dia baik-baik saja master"
"Sepertinya Jellal merawatnya dengan baik"
"Ya, jika ada kesempatan aku ingin sekali berterima kasih padanya"
Tak terasa sudah malam. Langit dipenuhi oleh bintang-bintang. Jellal nampak sedang melihat langit malam didepan rumahnya, Erza duduk disebelahnya.
"Apa yang kamu lihat?"
"Bintang"
"Oh, menurutmu langit malam hari ini bagaimana?"
"Indah, ada begitu banyak bintang"
"Kamu nampak menikmatinya ya…"
"Ya, kamu sendiri? Apa kamu suka?"
"Biasa saja"
"Menurutmu hal yang paling indah apa?"
"Melihat darah…."
"Ternyata jiwa membunuhmu masih ada"
"Memang, tetapi tidak sepenuhnya"
"Apa boleh aku bertanya?" Jellal terlihat serius
"Boleh"
"Bagaimana perasaanmu terhadapku?"
Erza yang mendengar pertanyaan Jellal tersebut menjadi sedikit kaget. Cukup lama dia terdiam untuk memikirkan jawabannya, Jellal sendiri menunggu jawabannya dengan sabar. Angin berhembus semakin kencang, saat Jellal ingin memasuki rumah Erza berdiri lalu berkata.
"Aku juga mencintaimu! Terima kasih atas segalanya"
Mendengar Erza berkata begitu Jellal hanya tersenyum. Syukurlah perasaannya terbalas. Esok paginya Jellal memusutkan untuk pergi mengembara lagi. Begitu banyak yang terjadi di Fiore. Sebelum pergi meninggalkan Fiore, Jellal mengunjungi gulid Fairy Tail.
"Jellal, ada perlu apa?" Tanya Mirajane
"Tidak, aku hanya ingin mengucapkan salam perpisahan"
"Kamu mau pergi dari Fiore?"
"Ya, sampaikan salamku pada Natsu dan Gray ya"
"Baiklah, hati-hati di jalan. Terima kasih ya Jellal sudah merawat Wendy dengan baik"
"Iya sama-sama"
Sudah cukup jauh mereka meninggalkan Fairy Tail, saat hendak menaiki kapal ternyata ada Natsu dan Gray. Mereka berteriak supaya suaranya kedengaran.
"Oiii, Jellal jaga Wendy baik-baik ya, jaga juga pacarmu itu" Teriak Natsu
"Jangan lupa kirim surat! Hati-hati ya sama Erza!" Teriak Gray
"Iya, aku akan menjaga mereka, aku juga akan mengirimkan surat!" Balasnya
Kapalpun mulai berangkat, saat di kapal Jellal terus terdiam, Wendy menghampirinya dan bertanya padanya.
"Jellal-san dari tadi diam saja, ada apa?"
"Tidak apa-apa, kamu yakin tidak ingin balik ke Fairy Tail?"
"Tidak, aku senang bisa mengembara bersamamu"
"Apa tidak apa-apa jika kamu mengajakku?"
"Ya tidak apa-apa, memang kenapa?"
"Tidak…"
Perjalanan merekapun dimulai, sudah bertahun-tahun lamanya mereka mengembara. Sesekali bertukar kabar dengan Natsu dan Gray. Hari itu adalah hari Rabu, Natsu berlari dengan cepatnya ke Fairy Tail setelah sampai dia mengatur nafasnya terlebih dahulu baru duduk, sedangkan Gray sendiri baru sampai.
"Ada apa?" Tanya kakek Makarove
"Kami, kami….Mendapat surat dari Jellal"
"Isinya apa?" Tanya Mirajane
"Kalian pasti tidak akan percaya, ini begitu sulit dipercaya"
Natsupun membuka surat yang sudah dibukanya tadi. Semua yang ada di Fairy Tail mendengarkan surat itu dengan seksama. Setelah selesai dibacakan mereka semuapun kaget dan nampak tidak percaya.
"Hey! Natsu kamu tidak salah baca apa?" Tanya Wakaba
"Mana mungkin aku salah baca, aku sendiri tidak percaya"
"Jellal menikah dengan Erza ya…Itu sulit dipercaya" Mirajane mengatakannya sambil tersenyum
"Sepertinya diantara kita semua kakek yang paling kaget" Gray mengatakannya sambil menyilangkan kedua tangannya dibelakang kepalanya
Benar saja, Makarove membatu mendengar berita tersebut. Semua yang ada digulidpun akhirnya hanya bisa tertawa, benar-benar tak terduga ya?
Tamat…
A/N : Hahahaahahhahaha…RnR aja maaf kalo saya gila hahahahha. Eh bentar, aku mau ngomong sesuatu, cerita ini udah beres sebelum di publish di fanfiction dan kalau kalian ga puas sama endingnya, saya bisa coba bikin sequelnya karna saya udah punya gambaran. Sekian trms :v
