Hai Minna ^^

Saya kembali membawa chappy kedua darri Coldest ^^

Soal yang chappie sebelumnya, hontou ni gomenasai…

Humornya ngga kerasa banget, kan? Iya, saya juga sadar (_ _)

Sekarang saya akan mencoba membuat humornya lebih terasa, deh…

Selamat Menikmati ^^


Coldest

By: Haruna Yumesaki

Warning: OOC, OC, gajeness, typo, humor garing, dll.

Pairing: GaaHinaSasu

Disclaimer: Naruto bukan punya saya, kok… Beneran:3

Don't like? Don't read!

Enjoy~~


Senin. Selasa. Rabu. Kamis. Jumat. Sabtu. Minggu.

Di antara ketujuh hari di atas, hari yang paling menyenangkan hanyalah hari Sabtu dan Minggu. Itu menurut Gaara, si panda berambut merah yang kece dan cuek. Karena menurutnya, Sabtu dan Minggu itu adalah hari dimana ia bisa bebas dari sekolah, tugas, dan guru-guru menyebalkan yang ada di sekolahnya. Karena itu ia tidak akan menyia-nyiakan waktu santainya di hari Sabtu dan Minggu. Walaupun di hari Minggu nya ia harus mengerjakan beberapa tugas yang menumpuk, ia tetap santai. Ingat dia siapa? Sabaku Gaara. Si panda berambut merah yang kece dan akan mendapatkan apa yang ia inginkan dengan sekali kedipan matanya.

Apa? Itu memang benar. Setiap Minggu sore, ia akan menyuruh Sasori untuk mengerjakannya. Atau tidak paling Shikamaru yang ia suruh. Karena alasan tertentu Gaara memilih untuk membiarkan tugasnya ada di tangan Sasori maupun Shikamaru. Kenapa Sasori? Dia pintar. Walaupun terlihat acak-acakan sekali, tapi ia pintar di pelajaran seni. Kenapa Shikamaru? Dia lebih pintar dari Sasori, lebih jenius. Ingat siapa Shikamaru? Ia seorang jenius yang pemalas. Yang tak lain adalah pacar kakaknya. Ingat siapa Kakaknya? Sabaku Temari. Temari tentu saja sangat memperhatikan adik-adiknya. Terutama Gaara. Jadi ia selalu bertanya apa pacarnya itu cocok dengannya atau tidak. Sungguh ini adalah sebuah keberuntungan bagi Gaara. Jika Shikamaru menolak mengerjakan tugasnya, ia akan bilang ke Temari kalau ia TIDAK MENYETUJUI HUBUNGAN TEMARI DAN SHIKAMARU.

Pagi ini, Gaara siap pergi ke sekolah. Pakai mobilnya yang senada dengan warna rambutnya. Keren, kan? Gaara celingak-celinguk, kiri kanan, atas bawah, depan belakang. Asik. Gak ada Kankuro. Kakaknya yang suka nebeng itu, lho. Gaara menghela nafas lega sambil menghampiri mobilnya yang ia parkir depan rumahnya. Dengan perasaan sangat senang ia buka pintu mobilnya. Dan melajulah ia ke sekolah dengan santai. Tapi sepertinya ada yang ganjil di sini…

"Gaar, bisa lebih cepet, gak? Hampir telat, nih.."

…apa kubilang. Ada yang ganjil. Kankuro yang duduk di belakang itu sangat ganjil. Gaara menghentikan mobilnya sejenak. Diam. Dan perlahan ia menoleh ke belakang. Terlihat Kankuro yang sedang duduk santai di belakang dengan earphone terpasang di telinganya. Gah… Sok keren lu. Gaara berkomentar dalam hati. Ia menghela nafas dan kembali menjalankan mobilnya. Kali ini melaju sangaaaat kencang. Ia berniat membuat Kankuro trauma ataupun phobia dengan cara menyetir Gaara yang ugal-ugalan.

"GAAR! AWAS DI DEPAN…!"

Gaara tetap menyetir tanpa di kendalikan(?). Gaara tersenyum dalam hati.

Kankuro di belakang hanya bisa pegangan erat-erat sambil berdoa dalam hati. "GAA~~~" jduak. "~~ADAW SAKIT!"

Gaara benar-benar serius ingin membuat kakaknya kapok dengan kebiasaan nebengnya itu. Jadi saat ada polisi tidur di depan ia sengaja tidak melambatkan mobilnya agar Kakaknya itu terbentur. Ckck…

"GAARA! SERIUS, GAAR! BERHENTI DI DEPAN KALAU GAK AKU LAPOR KE TEMARIII~~~~!"

Gaara mengerem dengan tiba-tiba. Kankuro yang di belakang menampakkan wajah shock dan horor. Sedangkan Gaara masih dengan wajah tanpa ekspresinya.

"Kenapa minta berhenti?" tanya Gaara.

Kankuro mengelus dadanya. Ia menghela nafas dalam-dalam. Kemudian wajahnya berubah pucat. Masih belum mengatakan apapun. Gaara mulai kesel juga.

"Oi."

Kankuro menatap Gaara horror. Wajahnya pucat, ekspresi shock masih terpampang di wajahnya, dan juga matanya yang melotot menyala(?). Gaara merinding sendiri lihatnya. Kankuro akhirnya menenangkan dirinya sebelum bicara.

"Makasih, Gaar… Kayaknya aku gak jadi telat. Makasih, ya. Lain kali agak lembut nyetirnya, oke? Jaa ne!" Kankuro berbicara sebelum akhirnya membuka pintu dan masuk ke area sekolah.

"…Jadi gara-gara di depan itu sekolah? Makanya minta berhenti?"

~xxx~

Siapa yang menyangka kalau ternyata idola-idola di Konoha High School itu ternyata ekskul sampingannya selain basket atau futsal adalah drama?

Kaget? Silahkan. Ini bukan keinginan mereka untuk masuk klub drama. Melainkan kepala sekolah mereka yang ngotot bilang kalau seorang idola di sekolah bisa menjadi idola sungguhan jika sudah lulus. Entah bagaimana caranya. Tsunade-sama, selaku kepala sekolah di Konoha High School ini sangat mengusulkan—memaksa—murid-muridnya yang sangat populer untuk ikut dalam club drama atau club vokal. Gaara, Sasuke, Naruto dan cowok idola lainnya lebih memilih klub drama. Alasannya karena mereka tahu jika perpisahan nanti akan di adakan drama yang pemainnya WAJIB seorang idola. Klub vokal tidak mendukung sama sekali karena percuma menjadi anggota jika ujungnya tetap tidak menjadi penyanyi internasional karena suaranya yang kurang enak di dengar.

Tidak, tidak. Hanya Gaara dan Naruto yang masuk klub drama, Sasuke lebih memilih menjadi seorang pemain alat musik, deh. Dia tidak pintar akting, begitupun Gaara. Sasuke katanya punya bakat memainkan Saxophone sejak kecil. Ekhem, mungkin karena Sasuke dulu senang main suling jadinya sekarang ia bisa mainkan Saxophone. Nah, sedangkan Gaara… aktingnya cukup okelah. Menghayati sekali jika sudah dapat role menjadi cowok yang memang punya sifat sepertinya.

"Sas… Kok gak latihan?" tanya Naruto saat melihat Sasuke yang masuk ke dalam ruangan latihan klub drama bersama Gaara.

"Males." Jawab Sasuke cuek, pendek dan jutek(?).

"Kyaaa~~! Sasuke-kun mampir!" Ino menghampiri Sasuke dan memeluknya erat.

Sasuke meronta-ronta, mencoba melepaskan pelukan erat Ino. Naruto hanya bisa sweatdrop melihat kejadian yang sering sekali terulang ini. Ino yang memeluk Sasuke dan Sasuke yang sangat terganggu dengan Ino. Sedangkan Gaara, masih tetap biasa, stoic. Dan dengan malas ia duduk di bangku yang tersedia di sana.

"Sasuke-kun tumben mampir," kata Sakura yang baru saja datang bersama Hinata. Sakura tersenyum saat melihat reaksi Sasuke yang seperti biasa. "Pasti sengaja, ya? Kau kelihatannya tertarik masuk klub drama."

Sasuke akhirnya bisa membuat Ino melepaskan pelukan eratnya. Kaget saat melihat Sakura yang datang bersama Hinata, jantung Sasuke berdetak kencang tak karuan. Bukan, bukan karena pelukan Ino yang membuatnya sesak. Tapi karena someone yang berdiri di belakang si Haruno Sakura. Tenang, Sas. Relax… Kau harus terlihat lebih cool di depannya.

"Hinata." Gaara memanggil gadis yang sedang diam di tempatnya itu dengan wajah sedikit gugup.

"Ah… Ha'i?" Hinata menjawab cepat.

"Kocchi." Gaara menepuk kursi di sebelahnya. Hinata menghampiri Gaara dan duduk di sebelahnya.

"Karena kita menjadi pemeran utama di drama ini, jadi jangan gugup jika kau bertemu denganku, oke?"

Hinata mengangguk. Sebenarnya Hinata nggak terlalu gugup kalau lawan mainnya Gaara. Mereka bersahabat sejak SMP. Jadi, no problem, tuh. Jikalau lawan mainnya Sasuke, baru ia gugup. Tapi apapun yang terjadi, Hinata gak boleh menyerah! Cita-citanya sebagai seorang aktris harus ia capai. Apapun yang terjadi, Hinata gak boleh gagal. Dan walaupun ia gagal, ia tak akan menyerah!

Ya, tentu saja itu yang di pikirkan Hinata. Lain lagi dengan isi pikiran Sasuke yang dipenuhi oleh kecemburuan. Lain lagi dengan isi pikiran Gaara yang dipenuhi oleh kebahagiaan untuk sekarang.

Gaara… Aku tak akan kalah darimu!

~xxx~

"Rei… Aku… Menyukaimu…" Gadis berambut indigo itu menarik tangan pemuda yang ada di depannya yang langsung di tepis oleh si pemuda.

"Yuko. Jangan bercanda." Pemuda itu berkata dingin.

"Aku serius, Rei! A-aku… menyukaimu!" gadis berambut indigo itu tidak menyerah. Ia mulai menatap pemuda di depannya sendu. Air mata mengalir deras dari matanya.

"Kau tahu kalau kita tidak bisa bersama."

"Rei…"

"Bagus! Hinata, kau sangat cocok dengan peran ini!" Kurenai tersenyum dan menyuruh mereka untuk istirahat.

Gaara menghela nafas dan duduk di sebelah Sasuke. Sasuke memicingkan matanya ke arah Gaara. Gaara yang mengerti arti picingan mata dari Sasuke tersenyum dalam hati. Score 1 untuknya. Kekeke…

"I will never give up…" desis Sasuke tajam.

"Jangan sok pake bahasa inggris, Sas. Kayak yang tahu artinya aja." Kata Naruto yang mendengar Sasuke ngomong pakai Bahasa Inggris.

"Urusai! Sasuke-kun pasti tahu artinya! Sasuke-kun 'kan pintar!" kata Ino dengan mata yang berbinar.

"Hah, itu 'kan pemikiranmu saja!" kata Naruto sambil melipat tangannya di dada.

DUAGH!

"Aduuh~~!" Naruto meringis karena benjolan besar di kepalanya. Kuso. Pukulannya mirip sentilan Madam Tsunade… satu sentilan, berkali-kali lipat sakitnya…

"Ah~~ Sasuke-kun keren!" kata Ino. "Coba saja kalau Sasuke-kun ikutan klub drama~ Pasti kau berperan jadi pacarku~ Kau pasti akan sangat beruntung!"

Tidak! Aku tidak tertarik! Tidak akan pernah! Aku akan sangat beruntung jika lawan mainku adalah Hinata!

Hinata menghampiri Gaara dengan 2 minuman kaleng dingin di tangannya. Ia duduk di sebelah Gaara dan menyodorkan minuman kaleng rasa mocca.

"Gaara-kun.. U-untukmu…" kata Hinata malu-malu.

Gaara menerima minuman kaleng mocca itu. "Arigatou."

Sasuke kembali memanas. Ditahannya tangannya yang sudah mengepal. Urgh, tangannya gatal sekali. Rasanya ia benar-benar ingin menghantam muka tampan Gaara sekarang juga sampai matanya yang di lingkari warna hitam itu, lingkaran hitamnya lebih lebar lagi. Tidak, Sas. Sabar. Kau bisa di cap sebagai orang gila karena memukul orang lain tanpa alasan yang jelas.

"Ano ne.. S-Sasuke-kun… K-kau mau minum?" tanya Hinata.

Sasuke menoleh ke arah Hinata dengan cepat. "Hah?"

"Uhm… S-suhu di sini a-agak panas… J-jadi kupikir S-Sasuke-kun juga haus…" kata Hinata dengan wajah yang memerah sambil menyodorkan kaleng minuman satu lagi.

"Hn." Sasuke menerima kaleng minuman yang di sodorkan Hinata dengan senang hati. Kyaa~ Hatinya berdebar-debar tidak karuan! Kyun~kyun! "Arigatou, Hinata."

Sasuke menebarkan pesonanya dengan tersenyum lembut ke Hinata… yang sukses membuat Ino terpesona. Hinata mengangguk kecil dengan wajahnya yang super memerah. Sementara Ino sudah teriak-teriak seperti seorang fangirl yang kesurupan jin iprit.

"SASUKE-KUN TERSENYUM~~! SASUKE-KUN TERSENYUM~! TAMPANNYAA~~!" Ino mengguncang bahu Naruto kencang. Dengan mata yang berubah menjadi bentuk 'love' berwarna pink, Ino menjerit-jerit dengan Naruto.

"ITTAI~~! HELP MEE!" Naruto yang menjerit kesakitan meminta tolong bantuan Sakura dengan menatapnya dengan air mata yang bercucuran.

Sakura tersenyum kecil. "Ino, lain kali kau bisa memakai Gaara untuk bahan fangirl-mu."

Ino berhenti mengguncang bahu Naruto dan menatap Gaara. Sedangkan Naruto sudah pingsan di tempat. "Kau yakin?"

Gaara merespon dengan kedipan matanya. Dan… CRING!

"Ehm… Apa menurutmu Ino sudah punya keberanian untuk mengguncang bahuku seLEMBUT itu?" Gaara bertanya dengan nada yang dibuat polos sambil mengedipkan matanya.

Etdah, tiba-tiba mual… Sasuke menutup mulutnya.

"Kalau dia sudah kesurupan jin iprit pasti tak di ragukan lagi. Semua bisa menjadi korbannya." Kata Naruto yang tiba-tiba linglung saat mencoba berdiri. Padahal bahunya yang menjadi sasaran tapi kakinya yang benar-benar lemas. Bahunya pun rasanya sudah dalam keadaan kritis.

Ino yang mendengarnya tentu saja tersinggung. "APA KATAMU?!"

"Eh… T-tidak! K-kubilang kau sangat keren!" kata Naruto berusaha mengacungkan jempolnya yang sama-sama dalam keadaan kritis.

Ino tersenyum manis. Sedangkan Naruto hanya bisa menghela nafas lega. Dasar… Dia tidak tahu apa bagaimana rasanya jadi aku. Bahuku kritis, jari-jariku mau patah, kakiku mau copot… kepalaku hampir lepas sendiri…

"Naruto, kau mau ke UKS?" tanya Sakura.

Naruto nyengir. Hehehe… Sakura masih peduli denganku~ Ah aku mau sekali jika kau yang menuntunku, Sakura!

"Kalau kau mau akan ku panggil Lee untuk membawakanmu."

Apa boleh Naruto mati sekarang?


~Tsudzuku~


Ne, minna... Ano ne...

Hontou ni gomenasai!

Aku berusaha menulis yang terbaik dalam chappie 2 ini ne! Soredemo, Misa Yumizawa yang membantuku di plot-nya membuatku sedikit senang tapi kesal juga ,

Aku menulis ini agak lama ne~ Tapi yang ku edit hanya dikit ne~ Karena sebentar lagi waktunya aku sekolah bareng temenku ne~

Saa~ Nothing much to say here! Tapi ku balas deh review kalian ;)

Yamanai Yuki59: Uwaah~~ Hontou ni, nee? 3 Un, gomen humorku ga kerasa. Sahabatku yang suka bantuin aku buatin humor tak ada di sampingku ne! *cekik inisial M* Domo arigatou sudah RnR XD Douzo, sudah update ^,^

Yafa Mut: Kira-kira ku update minggu depan! Hihi. Douzo, sudah update! Arigatou ne sudah RnR ,

Akaina Raisaki: Ah? Keren kah? *3* Arigatou! Douzo, chappie 2!

lightning chrome: Douzo, sudah ku lanjut :3 arigatou ne sudah RnR!

MISA-CHAN: Misa-chan, domo arigachuu na. Kau membantuku dalam plot tapi tidak membantu dalam humor 3 Kalau kita ketemu akan kubuat kau merinding! Hihi~ Demo, Misa-chan, plot yang kamu kasih ke aku.. Aku rada bingung bagaimana harus menulisnya . Jadinya begini, douzo!

Riz Riz 21: Douzo! Kutunggu reviewmu selanjutnyaa~! XD

Iztii Marshall: B-belum tentu ne . Yang memberi komentar kan para readers dan yang menilai seru atau tidaknya pun para readers . Douzo, chappie 2 :3

flowers lavender: Hontou? Domo arigatou XD Douzo, chappie 2 update ^^

CheftyClouds: Sou na~ Sudah kupertemukan mereka berdua kok XD Hihi, arigatou sudah RnR ^^ Douzo, di atas tuh chappie 2 nya xD

Nah, kira-kira begitulah XD Aku menulis ini sambil dengerin lagunya Hey! Say! JUMP - Come On A My House 3 Uwah~ Aku gasabar tanggal 26 nanti, kamona single release! *curhat*

Nah, minna~~ Semoga kalian menikmati chappie 2 ini yaah :3

Sampai jumpa chappie depan!

Mata ashita ne~~! Yoroshiku, Haruna Yumesaki desu yo!