Hallo, minna-san (*^^*)

Apa kabar? Apakah hari ini hari yang menyenangkan? Bagaimana weekend kalian kemarin, minna?

Ah, maaf XD

Sebenarnya gak mau banyak blabbering disini.

A/N ditulis di bawah sajalah XD

Capcuss~~

Coldest

By: Haruna Yumesaki

Warning: OOC, OC, gajeness, typo, humor garing, dll.

Genre: T saja cukup.

Pairing: GaaHinaSasu

Disclaimer: Jikalau Naruto milik saya, saya jadikan FC saya menjadi harem. *ditonjok FC* *ditimpuk Bang Masashi*

Don't like? Don't read!

Enjoy~~

P.S: CHAPPIE 3 AKAN MENJADI LEBIH GAK JELAS. SAYA DILANDA STRESS KARENA GAK BISA MEMIKIRKAN PLOT YANG BENAR. MOHON DI MAAFKAN JIKA CHAPPIE 3 INI MENJADI SANGAT SANGAT SANGAAAAAAAT GILA. TERIMAKASIH. COBA PARA READERS CHECK MATA KALIAN DAN KEWARASAN KALIAN UNTUK MEMBACA FANFIC COLDEST CHAP 3 INI.

Siang hari yang sangat panas sekali. Matahari bersinar lebih terang siang ini. Seakan-akan ingin membuat manusia menjadi gosong karena kepanasannya yang luar biasa. Tidak beruntung sekali kelas XI-A yang saat ini sedang berlari di lapangan yang luasnya-naudzubillah-besar-dan-sangat-luas itu. XI-A, kelas Gaara dkk. Sakura, Ino dan gadis-gadis lainnya itu sudah di pastikan tidak tahan dengan cuaca yang sangat panas ini. Mereka kesemsem abis dengan Gai-sensei yang tetap memaksa mereka berlari mengelilingi lapangan sebanyak 5 putaran. Padahal Gai-sensei tahu kalau sekarang cuacanya sedang tidak bisa di ajak kompromi. Tapi tetap saja memaksa. Berlari mengelilingi lapangan sebanyak 5 putaran itu benar-benar sulit, saudara-saudara. Dengan lapangan yang sangat besar dan luasnya amit-amit plus matahari yang bersinar lebih terang 50% ini, mereka seharusnya diam di kelas atau di kantin sambil menikmati minuman dingin. Tapi apa daya, Gai-sensei menemukan mereka yang ingin kabur dari pelajarannya. Alhasil, semua murid kelas XI-A itu di wajibkan untuk berolahraga bersama. Sungguh, jika Gai-sensei bilang 'berolahraga bersama', itu maksudnya adalah membiarkan murid-muridnya tepar di tengah lapangan. Gai-sensei tidak pernah ikut berolahraga bersama muridnya kecuali jikalau memang di perlukan.

Para siswa lelaki yang sedang menunggu giliran perempuan selesai hanya bisa diam sambil mengipas-ngipaskan tubuhnya yang berkeringat. Menunggu di tepi lapangan saja sudah berkeringat satu bak mandi begitu, apalagi kalau diam di tengah lapangan.

"Sensei…" panggil Naruto yang sedang mengipaskan tubuhnya dengan daun kecil yang ia temukan.

Gai-sensei menoleh. "Ada apa, Naruto?"

"Pa…nas… K-Kami.. butuh…" Naruto hendak melanjutkan, tapi segera di potong oleh Gai-sensei dengan bersemangat.

"Ah! Benar! Tentu saja kalian butuh olahraga! Yosh! Kalian memang keren, muridku! Setelah giliran perempuan selesai, kalian lari mengelilingi lapangan 10 putaran, ya!"

What the well?! 10 putaran katanya!? No way!

"UAPAAAAAAA~~!?"

"KAMI-SAMA AKU MAU PINGSAN, YA!"

"SESEORANG BAWALAH AKU PERGI SEJAUH MUNGKIN DARI SINI!"

Gai-sensei tersenyum lebar. Memperlihatkan deretan giginya yang putih bersinar karena sudah sikat gigi pakai odol fenomenal seantero Konoha, Pepsidonk. Tiba-tiba ia mengeluarkan gaya khasnya. Ia mengacungkan jempolnya, masih tetap tersenyum lebar. Aura merah dan api yang tiba-tiba muncul di belakangnya itu membuat semua muridnya sweatdrop seketika.

"KALIAN MEMANG MURID TERHEBATKU! WOW! AKU TIDAK MENYANGKA KALIAN MEMPUNYAI SEMANGAT MASA MUDA YANG SANGAT AMAZING!"

Kiba yang sedari tadi diam itu kini mulai ikut membara(?). "SENSEI! KAMI BUTUH AIR! BUKAN LARI 10 PUTARAN!"

"Kami butuh air! Kami butuh air!" teriak siswa lain sambil mengangkat spanduk berukuran sedang yang bertuliskan,

'BERIKAN KAMI AIR DAN BEBASKAN KAMI DARI SEMANGAT MASA MUDA-MU!'

"Kami butuh air! Kami butuh air!" teriak sebagian siswa itu.

Gai-sensei hanya bisa terpana melihat spanduk itu. Ia menatap muridnya dengan syahdu(?) dan penuh kasih sayang.

"Bebaskan kami sekarang! Kami tak mau semangat masa muda-mu yang norak itu!" kini siswa lain datang sambil membawa spanduk berukuran sama tetapi dengan tulisan yang berbeda.

'TAK ADA SEMANGAT MASA MUDA, KEMERDEKAAN PUN DATANG~'

Gai-sensei semakin terpana melihat spanduk lainnya. Matanya berkaca-kaca. Ia memaksakan untuk tersenyum manis(?) untuk muridnya.

"Groooaaawr, grooawwrrr!"

Sontak semua murid menoleh ke arah sumber suara. Mereka menatap seorang siswa yang sudah membawa spanduk, microphone dan alat-alat lainnya yang tidak diketahui oleh Gai-sensei, murid yang demo(?) dan author sendiri.

"Are you ready, guys~~!?" seorang siswa berpakaian nyentrik mengangkat tangannya di atas dengan microphone-nya yang ia pegang untuk membuat suaranya lebih keras dan nyaring untuk terdengar ke seluruh penjuru sekolah.

"…?" Gai-sensei dan murid lainnya itu diam tak bersuara melihat kejadian aneh bin gaje ini di depannya.

"LET'S ROCK~"

"Lee!" Lee menambahkan namanya setelah si siswa aneh itu bicara. Yang sukses membuat Kiba dan Naruto men-deathglare nya dengan sadis.

"Saat gerah keterlaluan~ Matahari ada dua! Lihat Naruto kumisan! Asli gak tahan, ini itu gak mempaaan~~!"

PRIIIIT!

Gai-sensei meniup peluitnya keras. Wajahnya terlihat merah antara menahan amarah, blushing ataupun kepanasan. Background rumah kebakaran pun sudah tidak bisa di jauhkan dari Gai-sensei. Apa Gai-sensei marah?

"KALIAN SIAPA!? BERANI-BERANINYA MERUSAK ACARA-KU!"

Siswa nyentrik yang baru saja ngamen itu terdiam. Ngeri melihat Gai-sensei yang dipenuhi oleh api(?). Apa? Siswa nyentrik itu gak salah lihat? Gai-sensei yang dipenuhi oleh api? Maksudnya background-nya? Atau Gai-sensei yang terbakar?

Dan kali ini, biarkan Gai-sensei 'menyiksa' siswa nyentrik tadi. Tidak lupa dengan janjinya pada muridnya, lari mengelilingi lapangan 10 putaran.

~xxx~

"Haah… Panas banget!" keluh Shion sambil mengelap keringatnya.

"Iya, padahal AC-nya sudah aku nyalakan, lho." Kata Ten-ten.

"Kok gak kerasa—"

Tiba-tiba seseorang memotong ucapan Sakura. "Di sini lagi mati lampu." Kata seorang gadis berambut cokelat dan bermata hitam kelam itu dengan nada datar.

Semua orang yang berada di kelas itu sontak mengeluh bersamaan. Yah, mati lampu. Itu artinya TIDAK ADA AC DI HARI YANG SANGAT PANAS INI!

"Terpaksa harus pakai kipas, deh." Kata Ino mengambil bukunya, karena kipasnya kebetulan ketinggalan di rumah.

"Gak apa-apa, Ino-chan. Masih mending ada kipas daripada nggak ada, 'kan?" kata Hinata yang sedang melakukan kegiatan yang sama dengan siswa yang lain.

"Iya, Hinata-chan."

Sasuke menghela nafas. Begitupun Gaara. Panas begini, sih. Mereka gak bisa komentar apa-apa. Pengennya berkomentar. Tapi sayang banget tenggorokan mereka kering. Nah, 'kan? Gaara dan Sasuke yang gak berbicara walaupun satu katapun sudah kering tenggorokannya. Apalagi mereka yang tadi demo!

"Panas…" Naruto masih tetap bergumam di tempatnya berbaring.

Yap, Naruto sedang berbaring di lantai. Lantainya 'kan dingin, walaupun memang gak dingin-dingin amat, sih.

"Oi… Gaara." Kiba memanggil Gaara yang sedang diam termenung itu.

"Apa?" Gaara merespon tidak peduli.

"Kakakmu…"

Gaara mengernyit. Kakaknya? Kenapa kakaknya?

"Kenapa?" tanya Gaara bingung.

"Kakakmu, Temari…"

Naruto yang sedang berbaring itu sontak berdiri dan menggebrak meja Gaara lemas. Jadinya suara gebrakan meja pun gak terdengar.

"Kenapa sama kakak gue?" tanya Gaara.

"Kakakmu! Gaar, kok elo bisa jadi bodoh, sih!" kata Naruto tanpa memikirkan kata-katanya yang bisa membuat para Gaara FG siap untuk mencincang Naruto.

"…?" Gaara diam.

"Gaar, Temari-nee kan punya kipas ajaib!" seru Kiba dan Naruto bersamaan.

Oh, jadi itu yang mereka pikirkan? Kipas ajaib, katanya? Ohoho. Tentu saja. Temari sengaja memberi tahu Naruto dkk bahwa kipas raksasanya itu sudah di sentuh oleh magic. Hoho, Temari juga bilang satu kipasan bisa membuat pohon tumbang, gedung runtuh dan juga manusia ikutan terbawa angin.

Tunggu…

Apa Naruto dan Kiba ini bodoh atau semacamnya?

"Kalian bodoh atau emang idiot, sih?" tanya Gaara sarkastik.

"Enak aja!" Kiba dan Naruto tentu saja tidak terima di bilang bodoh maupun idiot.

"Kipas ajaib itu kan raksasa, jadi mungkin bisa membuat kami gak gerah!"

Sasuke memutar bola matanya. "Coba kalian pikir-pikir lagi."

"Apa yang harus di pikri lagi!?"

"Pikir, Kib. Pikir. Bukan pikri."

"Oh ya. Apa yang harus di pikir lagi!?"

Hening sejenak.

"Kipas 'ajaib'nya Temari-nee itu bahaya," kata Gaara akhirnya.

"Bahaya gimana?" tanya Naruto.

"Emang kalian gak ingat?"

Naruto dan Kiba menggeleng. Gaara menghela nafas pasrah.

"Satu kipasan bisa membuat pohon tumbang, gedung runtuh, dan manusia terbawa angin."

Naruto dan Kiba sontak pucat mendengarnya.

"Masih mau minta satu kipasan dari kipas 'ajaib' Temari-nee? Oh, atau mau lebih dari satu?"

"Gak, Gaar! Makasih!"

Gaara menyeringai sedangkan Sasuke masih terlihat tidak peduli.

"Kalau begitu lebih baik gak usah, ya… Yang ada ntar kita kebawa angin dan akhirnya terdampar di suatu tempat mengerikan yang di penuhi zombie…"

"Ngaco!" kata Naruto. "Gak mungkin! Palingan juga Cuma terdampar di hutan!"

"Emangnya lo mau gitu, Nar, di makan sama hewan buas? Macan, singa, harimau atau yang lainnya?"

"Ya kagak sih! Tapi kalau macan-nya dari Indonesia, sih, gue mau!"

"Gila lu! Itu bukan macan beneran! Tapi macan jadi-jadian! Mending lo ke hutan terus di gigit ular aja!"

"Kok gue jadi keingetan Orochimaru-sensei, ya?"

"KYAAA~~! NARUTO-KUN TERNYATA SELALU MENGINGATKU, YAAH! AAH, NARUTO-KUN AKU TAHU KAMU MENYUKAIKU! JUJUR SAJA, NARUTO-KUUUUN~~~!"

Naruto merinding mendengar suara yang sangat-sangat mengerikan ini. Bulu kuduknya berdiri, wajahnya pucat dan lagi-lagi ia harus berlari menjauhi seorang guru nista gila pecinta yaoi.

Orochimaru-sensei.

"Oi, Nar! Lari!" bisik Kiba.

SYUUIIING!

Naruto berlari se-kencang yang ia bisa. Sedangkan Orochimaru-sensei mengejarnya dari belakang.

"NARU-CHAN! JANGAN TINGGALIN EYKE, CYIIIN~~"

"Buset, Orochimaru-sensei juga banci."

To be continued~

Nah, chapter ini gila, kan.

Apa kubilang. Aku stress! Aku merasa kekurangan imajinasi! Hampir aku DISCONTINUED!

*di kubur rame-rame*

Oke, sorry. Maaf, deh.

Chapter ter gaje dan ter gila. Maaf yaa~ Kalau mengecewakan, ini gara-gara si Misa! *nunjuk Misa Yumizawa yang lagi diem*

Naruto: "Kasihan ya, orang bernama Misa itu."

Sasuke: "Di salahin author gila ini mulu. Ckck.."

Misa katanya mau bantuin buatin ini fanfic! Tapi gak jadi! Ih, Misa nyebelin! *pundung*

Haruna: "Ran, sabarlah… sabarlah."

Haruna ngapain disini? OH MY GOAT! Kenapa rambutmu jadi cokelat!? Matamu jadi hitam pula! Siapa yang perbuat ini padamu, Nak!?

Haruna: "Sorry, Ran, aku lagi nge-fans sama Light Yagami dan L Lawliet. Jadi aku satukan warna mereka(?)."

APA!? *pingsan*

Naruto: "Oy, oy! Terus ini gimana?"

Gaara: "Abaikan Ran, dia membuatku menderita."

Sasuke: "Sama."

Kankuro: "APE? LU KATE LU YANG DI JADIKAN 'PERMATA' SAMA SI RAN ITU MENDERITA? TERUS GUE GIMANA?"

Haruna: "Eh, kalian… keberatan gak bantuin aku balesin review?"

Naruto: "*berbinar* UWAAH! AKU PENGEN BANGETT! DARI DULU RAN GAK PERNAH NGIZININ AKUUH! YEYY!"

Sasuke dan Gaara: "Gak masalah."

Haruna: "Oke!"

Haruna: "Untuk lavender bhity-chan… Wah… Makasih, lho. Ngomong-ngomong, memang aku yang mengusulkan fanfic ini. Tapi Ran yang nulis, makanya pendek XD"

Naruto: "CheftyClouds. Nah! Ran! Kok pendek sih! Yang chapter ini juga pendek! Gak jelas pula!"

Sasuke: "Hn. Kalau Hinata suka sama aku itu bagus, dong. Pairingnya berubah jadi SasuHina!"

Gaara: "Gak mungkin, lah! Jangan sotoy lu!"

Haruna: "Oalah, gomen ne demo hontou ni arigatou. masih kurang panjang juga, ya…"

Kiba: "Ini pasti gara-gara si author gila bernama Ran itu capek ngetik."

Haruna: "Lavenderchia, Arigatou~~ ^^"

Naruto dan Kankuro: "Kalau Ran sudah sembuh dari pingsannya kami pastikan ia tidak akan selamat."

Haruna: "EKHEM! Kalau kalian berani berbuat sesuatu ke Ran, awas aja. Jatah kalian berkurang!"

Naruto dan Kankuro: "AMPUUN!"

Sasuke: "Hinata pasti lebih suka yang cool kayak gue."

Gaara: "Udah gue bilang jangan sotoy!"

Haruna: "Riz Riz 21, wah, aku juga suka lupa…"

Lee: "YEE! SEMANGAT MEMBARA MASA MUDA!"

Naruto: *bekep Lee dan lempar Lee ke jurang*

Sasuke: "Hn. Ini dari… Misa-chan. Katanya dia mau, tuh, bantuin si Ran."

Gaara: "Kalau ada waktu,"

Haruna: "Hng, gomen, Misa-chan. Ran masih pingsan dan masih pundung sama kamu. Tapi, arigatou na."

Naruto: "Next, flowers lavender. Woi, Ran! Alurnya kecepetan, nih!"

Sasuke: "Oke, terimakasih. Akan di perbaiki secepatnya berhubung si author lagi pingsan."

Gaara: "Next, Gaanata-chan. Wow, ini pasti singkatan dari namaku dan Hinata. Yup. Gue saingan sama Sasuke."

Sasuke: "OH MY GOAT! Lebih bagus SasuHina kali!"

Haruna: "Drama yang dimainin GaaHina ini menceritakan tentang Yuko yang di mainkan oleh Hinata dan Rei yang di mainkan oleh Gaara. Yuko suka banget, nih, sama Rei. Rei juga suka banget sama Yuko, tapi sayang banget Rei udah punya pacar, muihihi."

Gaara: "Hah."

Naruto: "Okelah, next aja ke Kaze no Nachi. Salam kenal! Oi, Ran—"

Kiba: "Masih banyak typo, tuh!"

Kankuro: "Perbaiki lagi, gih! Dan jangan buat gue tersiksa!"

Haruna: *sweatdrop*

Gaara: "Next, Sabaku-Yuuhi. Wih, namamu Sabaku, apa kau saudaraku? *woy*"

Haruna: "Salam kenal~"

Gaara: "Oh yeah! GaaHina!"

Sasuke: "Seksi-an gue kali…"

Gaara: "Oke, makasih. Gue tau kok gue keren."

Sasuke: "Jelas karena Hinata suka sama gue!"

Naruto: "Wow… Haruna, bilangin ke Ran ya, suruh Shion dan Sakura memperebutkanku!"

Haruna: "Aku lebih suka voting dari readers, sih. Ini main pairingnya bisa terubah sendiri. Gimana readersnya aja!"

Gaara: "Oke, readers sekalian. Pilih GaaHina alias Gaara x Hinata, oke?"

Sasuke: "Jangan. Pilih SasuHina aja. Sasuke x Hinata, biar lebih hot."

Naruto: "Nah, pilih aja deh mau NaruSaku atau NaruShion, buahahaha! Keduanya oke juga."

Haruna: "Ini penting, loh. Jadi readers yang baca ini, dimohon untuk mem voting lewat review! Jadi bisa aku pikirkan lagi! Okee! Oh ya, untuk Sabaku-Yuuhi, makasih, lho. Atas saran pairing Naru yang kau berikan. Reviewmu bermanfaat kok! REVIEW KALIAN SANGAT BERMANFAAT UNTUKKU!"

Naruto: "Yap!"

Gaara: "Hmm…"

Sasuke: "Hn."

Kiba: "Eh, sebelum di tutup chapter 3 ini, gue mau nanya, donk."

Haruna: "Mau nanya apa?"

Kiba: "Itu siswa yang nyentrik siape? Kok bisa-bisanya hafal lagu iklan favorit gue…"

Haruna: "Itu Cuma figuran! Bukan OC! OC nya punya Ran mah waras semua! Gak mungkin nyentrik gitu!"

Kiba: "Oh… Kenapa lu gak buat gue aja yang nyanyiin tuh lagu nista dari iklan paporit gue?"

Haruna: "…Minna gomen ya kalau chap ini ancur banget. Saya post lewat hp, sih. Susah ngeditnya duh T-T)"

Gaara: "Okelah. Cukup sampai disini."

Sasuke: "Kelihatannya Ran udah mau bangun. Oh ya, vote SasuHina ya."

Naruto: "Vote sesuka kalian! NaruSaku atau NaruShion!"

Gaara: "GaaHina aja."

All: "SAMPAI JUMPA CHAPPIE DEPAN!"

~Haruna Yumesaki~