Mr. Snake
Author : ˜°✰Amaniah Sani✰°˜
Title : Mr. Snake
Disclaimer : Naruto ©Masashi Kisimoto
Pairing : Sasu Saku
Genre : romance, tragedy
Casts : Haruno Sakura, Uchiha Sasuke, Haruno Kizashi, Haruno Mebuki, Ino Yamanaka, Kabuto, Tsunade.
Rating :T
Category : AU
Story by : "⋆Harunia – chan⋆ "
.
Chapter 2
Cahaya matahari yang masuk lewat ventilasi-ventilasi jendela membuat kamar itu menjadi terang, hordeng yang menutupi kaca jendela pun dibukanya, kini cahaya matahari itu sudah memenuhi kamar yang diduga milik gadis berhelai softpink. Tempat tidurnya juga sudah rapi. Terlihat Sakura sangat sungguh-sungguh dengan niatnya itu.
Selepas mandi, Sakura pun merapihkan diri. Ia juga sudah menyiapkan bekal yang banyak untuk dibawanya nanti.
"selamat pagi… ayah, ibu.." ucap Sakura yang sudah duduk dikursi meja makan.
"eh? Kau mau kemana Sakura?" Tanya Mebuki yang ternyata ibu dari gadis pink ini. Dilihatnya tas milik anaknya itu penuh dengan barang bawaan.
"a.. ibu" gumam Sakura yang malah membuat kedua orang tuanya heran.
"aku mau jalan-jalan ibu…" ucapnya lagi, kali ini dia tak terlihat gugup.
"oh liburan ya? Kemana?" Tanya sang ayah yang diduga bernama Kizashi. Sakura yang ditanya malah diam, mungkin ia bingung harus bilang apa. Jika ia berkata yang sebenarnya pasti tak akan diizinkan oleh orang tuanya, kali ini Sakura harus memberikan alasan, bisa dibilang berbohong.
"ingin jalan-jalan saja, sambil mencari tanaman obat ayah, Ino saja pergi dengan ayahnya dan ia menemukan tanaman obat yang langka. Aku kan juga mau…" jelas Sakura dengan senyumannya, mungkin lebih tepatnya senyuman palsu.
Yang pasti kedua orang tua Sakura sangat senang melihat putrinya itu tengah bersemangat untuk menjadi seorang medis, terlebih ibunya yang juga menjadi seorang medis yang hebat.
"bagus kalau begitu, jadi liburanmu tak sia-sia" sahut Mebuki yang bangga dengan putrinya.
"tapi kau jangan mendatangi hutan itu ya Sakura" tambah Mebuki yang membuat Sakura menghentikan kegiatan makannya. 'aku malah ingin kesana bu, maafkan aku' ujar Sakura dalam pikirannya.
"memangnya kenapa sih bu? Padahal kan dulu kita sering sekali kesana.." runtuk Sakura dengan tampang kecewa.
"disana berbahaya, dulu memang sangat aman bahkan hampir setiap orang suka kesana untuk mencari tanaman obat. Tapi, saat ada berita siluman ular yang membunuh seorang anak, hutan itu sama sekali tak pernah dikunjungi, mungkin sekarang menjadi dilarang." Ujar Mebuki yang menjelaskan panjang lebar, Sakura yang mendengar menjadi sedih.
"begitu ya…" gumam Sakura pelan yang menatap ibunya dengan pandangan redup.
"jangan kau pikirkan Sakura, masih banyak tempat yang terdapat tanaman obat.." Mebuki pun mencoba tak membuat Sakura sedih.
"yap, makanya aku akan mencarinya.." ucap Sakura yang ekspresinya sudah berubah menjadi semangat.
"kau pergi dengan siapa?" Tanya Kizashi.
"sendiri ayah.." jawab Sakura sehabis meneguk segelas susunya.
"apakah tak ada teman? Ino tak kau ajak?" Tanya Mebuki yang sudah menghabiskan roti selainya.
"aaa… tidak bu, sepertinya dia juga sedang sibuk sepertiku" balas Sakura yang hampir saja kehabisan kata-kata.
"ternyata anak jaman sekarang telah bersungguh-sungguh ya, bisa-bisa kemampuan medis Sakura dapat melebihimu.." ujar Kizashi pada istrinya itu.
"kau benar…" jawab Mebuki yang sedang memandang putri semata wayangnya.
"baiklah… aku berangkat. Mungkin aku akan pulang lusa.." ucap gadis pink itu seraya membawa tasnya itu kepunggunya.
"lusa?" heran Kizashi
"biarkan saja, tak mudah untuk mencari tanaman obat" kata Mebuki. Yang sama sekali tak menghawatirkan anaknya itu. Dilihatnya Sakura sudah pergi, punggungnya pun sudah tak terlihat lagi.
"maafkan aku, ibu… ayah…" gumam Sakura ditengah larinya itu.
» Ĥăřůňĭą «
Sampai tepat didepan hutan yang Sakura ingin kunjungi, namun Sakura tak langsung masuk lantaran ada sebuah papan yang sepertinya tertera tulisan.
Dilarang masuk ke area hutan ini!
Tulisan itu membuat Sakura bosan, ya tanpa tulisan itu ia juga tahu kalau tak boleh masuk kehutan ini, namun itu sama sekali tak menggagalkan niatnya yang sudah bulat itu.
"baiklah…. Aku akan mencobanya" ujarnya yang langsung melangkahkan jenjang kakinya itu kedalam hutan.
Langkahnya terus dilanjutkan, kini emerald nya menelusuri sekeliling hutan itu, sama sekali tak berubah, angin pagi yang sedari tadi membuat rambut pink nya itu bergerak seakan menyambut kedatangan Sakura.
"tak ada yang berubah, tapi kenapa tanaman obat disini semakin banyak? Siapa yang menanamnya?" ujar gadis bersurai pink itu saat melihat beberapa tanaman disekelilingnya, kini langkahnya terhenti, dihampirinya sebuah tanaman, namun tak seperti tanaman obat.
"bunga ini masih tumbuh disini ya…" ucap Sakura seraya memetik bunga berwarna dasar pink itu. Senyuman pun juga terlukis diwajahnya.
"..padahal ini bukan musim semi…" senyuman itu masih tertahan diwajah cantiknya.
"Sakura…" ucapnya lagi pelan.
Tak jauh dari tempat gadis itu berdiri, ada sosok ular yang tengah melintasi daun-daun kering, namun sepertinya ular itu menuju Sakura. Sakura sama sekali tak menyadari itu, ia masih tetap memperhatikan bunga yang dipetiknya.
"aaa…" teriak gadis pink itu disela kegiatannya.
"aduh… durinya tajam sekali" rintih Sakura saat dirasakan kakinya tertusuk duri, ia pun berjongkok untuk mengeceknya, namun ini sama sekali tak menjadi masalah untuk Sakura, luka sekecil ini tentu langsung bisa disembuhkannya.
"kau tak apa?" Tanya seorang laki-laki yang kini sudah berada dihadapan Sakura. Sontak Sakura terkejut, kini kepalanya mendongakkan keatas untuk memastikan siapa itu.
Sakura sama sekali tak menjawab, pandangannya masih terfokus kearah laki-laki itu, emerald nya membulat, entah ada yang tak asing saat melihat laki-laki yang sedang menatapnya, onyx itu membuat Sakura teringat sesuatu.
"si..siapa kau?" ucap Sakura yang langsung berdiri. Onyx itu masih tetap memandangnya.
"aku Sasuke.." jawab laki-laki itu diiringi senyuman tipis, nama laki-laki itu… laki-laki yang saat ini hanya memakai kaus putih berlengan panjang, dan celana bahan selutut, namun ia sama sekali tak memakai alas kaki, penampilannya juga agak sedikit berantakan. Karna wajahnya saja yang tampan membuat laki-laki itu tak begitu buruk.
"Sasuke?" ujar Sakura yang terus memandang laki-laki yang memiliki nama itu. Nama itu sama sekali tak asing baginya.
"ya, siapa namamu?" Tanya Sasuke yang memiliki rambut yang mencuat kebelakang itu.
"aku Sakura…" jawab Sakura dengan senyuman manisnya, namun hal yang barusan masih saja mengganjal dipikirannya.
"kau sedang apa kesini?" Tanya Sakura yang memperhatikan penampilan Sasuke mulai dari atas hingga kebawah.
"seharusnya aku yang bertanya.." balasnya.
"tak ada orang yang pernah datang kesini, kau yang seorang gadis malah datang sendirian" tambah Sasuke.
"aaa.. aku ingin mengambil tanaman obat" Sakura pun memalingkan wajahnya ke beberapa tanaman obat disekelilingnya.
"kau juga sedang apa disini?" Tanya Sakura antusias.
"aku tinggal disini.." jawab laki-laki berambut raven itu yang sukses membuat Sakura kembali menatapnya, emeraldnya pun kembali membulat lantaran terkejut.
"a..aapa?" ucapnya terkejut.
"kenapa? Apa salah aku tinggal disini?" balas Sasuke yang langsung berbalik dan membelakangi Sakura.
"ti..tidak.. tidak salah kok.." ucap gadis pink yang terlihat gugup, ya mungkin ia merasa laki-laki yang didepannya tersinggung oleh ucapannya sendiri.
Sasuke pun membalikan badannya kembali dan menghadap Sakura, onyxnya terus menatap gadis pink itu datar, membuat yang ditatapnya menjadi canggung. Tak satu katapun diucapnya oleh laki-laki yang memiliki postur tubuh kekar itu.
"kau tinggal disebelah mana?" Tanya Sakura tersenyum tipis.
"tak jauh dari sini, ayo aku tunjukkan…" balasnya yang langsung pergi melangkahkan kakinya, sementara Sakura masih diam, menatap punggung laki-laki yang dianggapnya tampan itu. 'loh memang aku minta ditunjukkan ya?' ucap Sakura dalam pikirannya.
Mau tak mau Sakura harus megikuti Sasuke yang sudah lumayan jauh, ya itu gara-gara Sakura menanyakan soal tempat tinggalnya.
Gadis yang memiliki rambut merah muda itu berjalan menulusuri hutan, mengikuti seorang laki-laki yang baru saja ia kenal, emeraldnya sesekali menelusuri sekeliling hutan. Memang sudah sangat lama ia terakhir datang kesini, tapi Sakura merasa ada yang berbeda dari hutan ini, banyak sekali tumbuhan obat yang dulunya tak pernah ada dihutan ini. Tempat tumbuh tanaman obatnya juga lebih banyak, seperti ada seseorang yang merawat dan menanamnya. Apa jangan-jangan Sasuke?
"ini rumahku…" langkah Sasuke pun terhenti saat rumah yang seperti sebuah gubuk kecil ada dihadapan mereka.
"ini rumahmu ya?" Tanya Sakura seraya menghampiri gubuk kecil itu.
"kau boleh istirahat, masuklah.." tawar Sasuke yang langsung masuk kedalam gubuk kecil itu diikuti Sakura.
Emeraldnya menelusuri setiap sudut dari gubuk yang disebut rumah oleh pemiliknya itu, atap yang terbuat dari beberapa bambu dan dibaluti oleh jerami-jerami kering, sebuah tempat tidur yang terbuat dari gabungan kayu dan bambu, disertai tikar sebagai alasnya. Hanya ada itu didalam gubuk itu.
"maaf, seharusnya tak kusebut rumah tempat ini" ujar Sasuke yang sudah duduk ditepi tempat tidur bambunya itu.
"rumah itu adalah tempat kita pulang, kalau kau pulang kesini kan? Berarti ini rumahmu…" balas sang gadis yang disertai senyuman, perlahan langkahnya pun mendekati laki-laki raven itu. Sasuke hanya menatap gadis yang baru saja membuatnya terpesona akibat senyuman miliknya itu.
"kau tinggal dengan siapa?" gadis itu pun duduk tepat disamping Sasuke, emeraldnya memandang Sasuke untuk menunggu jawaban.
"sendiri.." jawabnya datar yang sekilas memandang Sakura. Sakura yang mendengarnya tak langsung menjawab, ia memang terkejut, namun ia tak mau lagi membuat laki-laki yang disampingnya itu tersinggung.
"aku lapar.. bagaimana kalau kita makan.." gumam Sakura seraya mengeluarkan beberapa makanan didalam tasnya. Sasuke pun mengambil posisi menjadi berhadapan dengan Sakura.
"ayo dimakan.." ucapnya sembari menyodorkan makanannya. Namun Sasuke hanya diam menatap makanan yang dibawa gadis pink itu.
"ayo dimakan Sasuke.." ucapnya lagi, namun kini mulutnya sudah penuh dengan nasi dan lauk.
"aku makan yang ini saja.." Sasuke pun hanya mengambil sepotong daging bakar.
"ini nasinya…" Sakura juga menyodorkan nasi miliknya.
"tidak, aku tak makan nasi" jawab Sasuke datar yang sedang memakan daging yang dibawa Sakura.
"aku tahu, tapi cobalah.." ujar Sakura yang sedikit memaksa, Sasuke hanya diam dan menatap Sakura yang terus menyuruh memakan makanannya itu. 'dia tahu?' gumam inner Sasuke..
"kau tahu dari mana aku tak memakan nasi?" Tanya Sasuke yang mengabaikan pemberian Sakura.
"tentu tahu, dihutan ini kan tak ada tanaman padi, pasti kau selalu memakan daging kan?" jawab Sakura yang sedikit membuat Sasuke lega. Kenapa ?
"iya kau benar, tapi aku tak menginginkannya…" balas Sasuke..
"yasudah kalau begitu" akhirnya Sakura melanjutkan kegiatan makannya itu, Sasuke yang sudah menghabiskan makanannya, kini hanya memandang gadis pink yang sedang makan itu, rasanya ada sesuatu yang ia ingin katakan padanya, namun hatinya sama sekali tak mengizinkan.
.
.
.
