Mr. Snake

Author : ˜°✰Amaniah Sani✰°˜

Title : Mr. Snake

Disclaimer : Naruto ©Masashi Khisimoto

Pairing : Sasu Saku

Genre : romance, tragedy

Casts : Haruno Sakura, Uchiha Sasuke, Haruno Kizashi, Haruno Mebuki, Ino Yamanaka, Kabuto, Tsunade.

Rating :T

Category : AU

Story by : "⋆Harunia – chan⋆ "

.

Auhor : Amaniah Sanii.^ Disc : Naruto ©Masashi Khisimoto.^

Rated : T.^ Genre : romance/tragedy/ hurt.^ SasuSaku.^ AU, OOC, typo(s).

# _H03

Twitter : Amaniahsani_03

Blog :

Chapter 4

Suasana masih hari libur, tak semua orang-orang didesa pergi untuk jalan-jalan, namun banyak yang menetap didesa, ada yang senang berbelanja, bermain, bahkan ada yang tengah sibuk dengan urusan yang tak semestinya dikerjakan diwaktu libur.

Jenjang kakinya dengan anggun melangkah menuju sebuah rumah, tentunya tak jauh dari kediamannya. Sesampainya didepan rumah yang dituju, gadis yang memiliki surai pink itu pun mengetuk pintu.

cekklekK! Tak menunggu lama, suara terbukanya pintu terdengar. Dilihatnya seseorang yang berumur tak jauh dari ibunya sudah berdiri dihadapannya.

"Sakura…" ucap wanita itu sedikit terkejut.

"Tsunade-sensei. Apakah aku mengganggu?.." Tanya Sakura yang sudah membawa sebuah kotak.

"ah.. tidak, masuklah" Sakura pun mengikuti gurunya itu masuk kerumahnya, iapun duduk dengan manis disofa.

"ada apa kau datang kemari?.. inikan masih liburan.." Tanya Tsunade yang ikut duduk disofa.

"ah iya.. ada yang ingin aku tanyakan sensei" ujar Sakura sembari membuka kotak yang dibawanya. Sementara Tsunade hanya memandang heran pada muridnya itu.

"ini tanaman obat yang aku dapat, tapi sepertinya aku tak tahu apa khasiatnya.." ucapnya lagi seraya menyodorkan tanaman itu.

"kau tak tau khasiatnya, tapi kau tahu ini tanaman obat.."jawab wanita yang diduga guru dari Sakura.

"hehehe… aku merasa itu tanaman obat saja.." gumam Sakura diiringi tawa kecilnya. Sementara Tsunade masih terus memandangi tanaman obat yang ditunjukkan Sakura.

"aku baru melihatnya… sebaiknya kau kesekolah untuk menelitinya." Ucapnya sembari mengembalikan tanaman obat itu kepemiliknya.

"begitu ya…"

"…yasudah kalau begitu, terimakasih sensei" Sakura pun pamit.

Mungkin ada sedikit rasa kecewa, ya mau bagaimana lagi.. Tsunade guru Sakura, sama sekali tak tahu tentang tanaman obat itu, dan Sakura dipinta untuk mengeceknya sendiri disekolah.

Sakura pun menghela nafas .." kesekolahnya nanti saja.. siang ini aku ingin menemui Sasuke.." ujarnya senang selepas dari rumah gurunya itu. Mungkin tanaman obat itu penting, namun ternyata ada hal lain yang lebih penting baginya.

» Ĥăřůňĭą «

Dibawah pohon yang rindang, dikelilingi oleh serakan sampah dedauan kering, angin pun berada diantaranya. Cahaya matahari datang sangat menonjol, namun suasana sama sekali tak panas, melainkan sangat sejuk, mungkin dikarenakan pohon-pohon besar yang tumbuh dihutan ini.

Duduk dibawah pohon besar pada siang hari, sambil menatap setangkai bunga Sakura. Mungkin itulah kegiatan seorang remaja laki-laki berambut raven itu, perlahan angin membuat rambut sang pemilik bergoyang, bukan itu saja, tangannya juga tengah sibuk membolak balik bunga yang sedari tadi dipegangnya.

Sasuke* POV

Bunga Sakura… bunga ini tak harus tumbuh dimusim semi kan? Aku ingin bunga ini tumbuh setiap saat, mengapa? Mungkin ini ada hubungannya dengan seorang gadis.

Aku tak pernah suka dengan bunga, mungkin bisa dikatakan aku tak pernah peduli, namun saat ini aku sedang memegangnya, aneh bukan?. Jangan salahkan aku, tapi salahkan seorang gadis yang membuat aku begitu.

Seorang gadis yang pertama kali memberiku bunga, bunga yang tak berbeda dengan dirinya, dari warnanya, bahkan namanya saja sama persis.

Sakura… seorang gadis manis yang lucu, polos dan juga menggemaskan. Aku kira itu dulu, sekarang dia adalah seorang gadis cantik yang pandai dan juga pemberani.

Aku…. Takut, aku sangat takut. Aku takut jika dia tau diriku sebenarnya, dia akan pergi lagi. Jika itu terjadi, mungkin aku sangat membenci diriku.

Tak sedikit orang-orang membenciku, membicarakan hal buruk yang tak pernah aku lakukan, men-cap ku sebagai pembunuh, men-cap ku sebagai binatang buas. Namun aku tak peduli dengan semua itu, aku tak peduli berapa banyak manusia yang membenciku didunia ini. Tapi… mungkin aku sama sekali tak menginginkan jika gadis itu ikut membenciku, aku sama sekali tak menginginkannya.

Sakura… jika aku dapat memilih hidup sesuai kehendakku, aku hanya ingin menjadi manusia normal yang selalu disampingmu, hidup bersamamu.

End Sasuke* POV

Sementara disisi lain hutan, tepatnya disebuah gubuk kecil, terlihat seorang gadis sudah berada disana, menunggu seseorang yang ia ingin temui.

"kira-kira Sasuke kemana ya? Apa aku harus mencari keseluruh hutan ini..?" gumam gadis pink itu. Ia pun duduk diteras gubuk itu.

Hufft! Sakura pun menghela nafas " sebaiknya aku menunggu saja."

Entah kenapa pikiran Sakura menjadi tak tenang, rasanya ia ingin cepat-cepat bertemu dengan Sasuke, laki-laki yang baru dikenalnya kemarin.

Menunggu memang sangat membosankan, Sakura terus saja berjalan kesana kemari, entah apa yang dipikirkannya, sampai dia duduk ditempat tidur Sasuke didalam. Wajahnya terlihat cemas, sebenarnya ada apa? Bukankan baru kemarin dia bertemu Sasuke?..

Perlahan kakinya melangkah sampai diambang pintu, belum datang juga. Huufft! .. sekali lagi Sakura menghela nafas.

Emerald miliknya terus menatap keluar, menunggu seseorang yang ditunggunya datang. Namun terlihat matanya focus pada sesuatu didepannya, dilihat lekat-lekat apa yang ada didepannya. Ular! Seekor ular berada diluar gubuk itu, dan sepertinya ular itu ingin masuk kedalam gubuk.

"ular?" gumamnya pelan seraya terus memperhatikan ular yang merayap kearahnya.

Namun seketika ular itu berhenti, Sakura yang menyadari itu pun langsung bersembunyi dibalik pintu, dan sedikit mengintipnya.

Entah apa yang terjadi… emerald miliknya membulat, sepertinya Sakura terkejut. Dilihatnya ular itu sudah tak ada, ular itu memang sudah tak ada, itu karena ular itu berubah menjadi sosok manusia, dan Sakura melihat kejadian itu.

"Sasuke.." ucapnya lagi pelan yang masih mengintip dibalik pintu itu, namun keterkejutannya sudah hilang, sepertinya Sakura tahu sesuatu.

Perlahan pemuda yang disebut namanya oleh sakura barusan masuk kedalam gubuk itu, betapa terkejutnya laki-laki berambut raven itu saat melihat seorang gadis berambut merah muda ada dirumahnya. Namun ekspresi Sakura sama sekali tak panic ataupun terkejut.

"Sa..kura.." ucap Sasuke, dilihatnya Sakura sudah berdiri dihadapannya. Entah apa yang dirasakan, wajahnya terlihat pucat, seperti ketakutan.

"Sasuke" panggil Sakura, kini emeraldnya terus memandangi Sasuke.

"kau sudah tau ya.." ujar Sasuke dengan tatapan redup, kini ia memalingkan wajahnya dari Sakura.

"tak seharusnya kau menutupinya dari ku.." jawab Sakura terus menatap punggung Sasuke yang membelakanginya.

Terlihat Sasuke bersedih. "sebenarnya aku sudah menduganya dari awal.." tambah Sakura.

"jadi kau sudah mengetahuinya dari awal?" Tanya Sasuke yang sudah berbalik menghadap Sakura.

"tidak. Aku hanya menduganya, tapi aku masih belum percaya. Namun… aku baru benar-benar percaya bahwa kau itu manusia ular, saat aku mengingat sesuatu.." jawab Sakura, namun pandangannya kini kebawah.

Saat mendengar apa yang Sakura ucapkan barusan, entah kenapa Sasuke terlihat senang. "jadi kau mengingatnya?"

Terlihat Sakura menyerngitkan dahi "jadi kau memang sudah tau ya? Ah kau ini.. membuat aku merasa bersalah saja.." sesaat Sakura pun mengerucutkan bibirnya.

Sasuke yang melihatnya hanya tersenyum senang, memang aneh… Sakura sudah tau semuanya, dia tau bahwa Sasuke adalah manusia ular. Namun yang terlihat diwajah Sasuke malah kesenangan, bukannya ketakutan yang ia rasakan.

Flashback on*

Disalah satu sisi hutan, didepan sebuah gubuk kecil, terlihat dua orang anak yang sedang menuju kesana. Salah satunya anak perempuan, namun kelihatannya anak perempuan itu sedang terluka, karena sedari tadi dia terus saja digandeng oleh anak laki-laki yang satunya lagi.

"ini rumahku.." ujar anak laki-laki itu, ia pun membawa gadis kecil yang digandengnya untuk duduk diteras gubuk yang ia panggil rumah.

Gadis kecil yang memiliki suraian merah muda itu tak langsung menjawab, emerald miliknya menelusuri setiap sudut gubuk itu, wajah polosnya pun selalu diperlihatkan.

"kau tinggal dengan siapa?" Tanya Sakura pada anak laki-laki yang bernama Sasuke yang sudah duduk disampingnya itu.

"sendiri" jawab Sasuke yang masih menatap emerald gadis pink yang baru ia kenal tadi.

Sakura hanya menatap Sasuke heran, seorang anak kecil tinggal sendiri, apalagi ditengah hutan begini?.. mungkin itu yang ada dipikirannya.

Sakura pun memiringkan kepalanya, menatap Sasuke dengan heran "kenapa? Kemana orang tuamu?"

Kini Sasuke memalingkan wajahnya ke depan "aku tak tau.. mungkin aku tak memilikinya" ucapnya lirih.

Sakura yang mendengarnya hanya memandangnya redup "kau kesepian ya?" Tanya Sakura dengan wajah polosnya.. terlihat mimik wajah Sasuke bersedih saat mendengar ucapan gadis yang ada disebelahnya.

"kalau begitu mulai hari ini kau tak kesepian lagi… aku akan menjadi temanmu.." ujar Sakura yang memperlihatkan senyuman manisnya, emeraldnya pun sampai tak terlihat.

Sasuke yang mendengarnya sedikit terkejut, dipandangnya gadis yang baru saja mengajaknya berteman, onyxnya tak lepas melihat senyuman yang menurutnya itu sangat indah.

"aku.. aku.. tak pantas memiliki teman.." ucap Sasuke lirih yang sudah menundukkan kepalanya. Seketika Sakura menghentikan senyumannya, mendengar kata-kata yang barusan Sasuke ucapkan, kata-kata yang tak seharusnya dimengerti untuk seorang gadis kecil.

"kenapa?" Tanya Sakura khawatir.

"aku bukan manusia" balas Sasuke tanpa melihat Sakura, dari nada suaranya… Sasuke tak ingin mengatakannya. Sakura yang duduk disampingnya hanya diam, ia sama sekali tak mengerti perkataan Sasuke, iapun memutuskan untuk menunggu penjelasan Sasuke berikutnya.

"aku ini manusia ular.." tambah Sasuke, ditatapnya lekat-lekat gadis yang ada disampingnya, entah kenapa ia takut mendengar jawaban Sakura.

"manusia ular itu apa?" Tanya Sakura dengan polosnya, Sasuke yang mendengarnya malah tersenyum. Padahal umur mereka sama, tapi kenapa gadis pink itu jauh terlihat polos darinya. Itu membuat Sasuke gemas.

Seketika Sasuke menghilangkan senyumannya.. "manusia yang bisa berubah menjadi ular…. Aku bisa begitu"

Sakura tak langsung menjawabnya, bukan karena ia belum mengerti, namun ia sedang memikirkan jawaban yang harus diberikan pada Sasuke.

Jari telunjuk mungilnya mendarat didagu gadis itu.. seperti sedang memikirkan sesuatu "mm… lalu apa masalahnya?" ucap Sakura, entah kenapa wajah polosnya tak terlihat lagi.

Onyxnya membulat mendengar ucapan Sakura "jadi kau…"

"aku ingin menjadi temanmu… apa itu salah?" ucap Sakura serius.

"kau tak peduli?"

"tidak"

"kau tak takut?"

"untuk apa aku takut"

"apa kau sungguh-sungguh?" Tanya Sasuke untuk kesekian kalinya.

Kini Sakura tak langsung menjawabnya, perlahan garis lengkung terlukis diwajah imutnya, matanya pun terlihat berbinar-binar..

Bughh!

Dengan sigap Sakura memeluk anak laki-laki berambut raven itu, yang dipeluknya merasa terkejut.

"apa kau meragukan aku?" ucap Sakura pelan, ia pun mengeratkan pelukannya.

Rasanya aneh, itulah yang ada dipikiran Sasuke, seorang gadis kecil yang cantik mau menjadi teman seorang anak laki-laki, yang ternyata adalah seekor ular.

Perlahan tangan Sasuke membalas pelukan Sakura, Sakura pun merasakan pelukan Sasuke yang begitu erat, mungkin lebih erat darinya. Terlihat emerald itu tenggelam.

"terimakasih Sakura" ucap Sasuke yang terdengar seperti berbisik, senyuman terlontar diwajah tampannya, perlahan ia memejamkan matanya menikmati hal yang tak pernah ia rasakan.