Mr. Snake

Author : ˜°✰Amaniah Sani✰°˜

Title : Mr. Snake

Disclaimer : Naruto ©Masashi Khisimoto

Pairing : Sasu Saku

Genre : romance, tragedy

Casts : Haruno Sakura, Uchiha Sasuke, Haruno Kizashi, Haruno Mebuki, Ino Yamanaka, Kabuto, Tsunade.

Rating :T

Category : AU

Story by : "⋆Harunia – chan⋆ "

.

Auhor : Amaniah Sanii.^ Disc : Naruto ©Masashi Khisimoto.^

Rated : T.^ Genre : romance/tragedy/ hurt.^ SasuSaku.^ AU, OOC, typo(s).

# _H03

Twitter : Amaniahsani_03

Blog :

Chapter 5

Flashback off*

"apa jawabanmu?" kini Sasuke sudah duduk disebelah Sakura, gadis yang ditanya masih terdiam, seketika pandangannya kearah laki-laki disampingnya.

Sakura menyerngitkan dahi "jawaban apa?"

"jawaban setelah kau tahu semua ini..?" Tanya lagi Sasuke yang memasang wajah khawatir, cemas dan juga penuh harapan.

Pandangan Sakura teralih kedepan, diukirnya garis lengkung diwajahnya.

"dulu memang aku masih anak-anak, tapi ibu selalu berkata padaku agar jangan pernah mengingkar janji.."

"janjiku yang selalu menjadi temanmu… aku tak peduli seperti apa rupamu, kau tetap menjadi temanku.." ucap Sakura yang masih mempertahankan senyumannya, Sasuke yang mendengar hal itu terlihat tersenyum.

".. maafkan aku yang sudah melupakan hal tentangmu Sasuke.." tambah Sakura yang tatapannya tertuju pada onyx itu.

"aku tau itu semua bukan keinginanmu, kau tak perlu minta maaf begitu" ujarnya, perlahan tangan kekar laki-laki berambut raven itu mendarat mulus ditangan Sakura, digenggamnya menggunakan kedua tangannya, sementara onyxnya terus menatap gadis cantik yang ada didepannya.

"Sakura.. berjanjilah jangan meninggalkanku lagi" ucapnya lirih, dilihatnya mata Sakura yang berbinar-binar karena perlakuannya itu.

"aku… aku janji" jawab Sakura semangat.

Sebuah kisah yang sangat ironis bukan? Dua orang remaja yang bertemu setelah sepuluh tahun lamanya, mereka dipisahkan karena sebuah tragedy pembunuhan, pembunuhan seorang anak kecil, dan yang dituduh pelakunya adalah Sasuke.

Sasuke membantahnya atas peristiwa itu, tapi ia harus membantahnya pada siapa? Dengan penduduk desa? Itu berarti ia membuka jati dirinya dengan sengaja pada penduduk desa, dan itu sama saja ia menyerahkan nyawanya pada mereka.

Entah harus apa yang dilakukannya, dia lebih memilih diam dan berusaha tidak mempedulikannya. Hari memang terus berjalan, orang-orang juga jarang membicarakan hal yang dianggapnya tabu itu, namun perlahan Sasuke semakin tak tahan, tak tahan dengan hidupnya yang kesepian.

Dulu setiap hari dia bisa melihat orang-orang disekitarnya, melihat anak-anak seumurannya sedang bermain, walaupun hanya dapat memandangnya dari kejauhan, itu sama sekali tak membuat Sasuke kesepian. Semuanya berubah, benar-benar berubah, Sasuke pun tak tau dengan kejadian itu.

Namun hal yang dianggapnya berubah, kini mengalami perubahan lagi, kata kesepian yang selalu menjadi kehidupannya seolah pergi, seolah lenyap dengan datangnya seorang gadis, gadis cantik dimasa lalunya. Gadis cantik yang dulu berteman dengannya kurang lebih hanya satu tahun, gadis yang hilang begitu saja lepas kejadian itu. Dia kembali… dia kembali membawa perasaan yang sama seperti dulu, perasaan dimana sama sekali tak ada rasa benci layaknya orang-orang desa, bahkan ia mengganggapnya sebagai teman,ini.. ini seperti sebuah mimpi.

.

.

"apa itu?" Tanya Sasuke saat melihat Sakura mengeluarkan barang-barang dari dalam tasnya.

"ini pakaian untukmu, aku juga membawakan sendalnya.." ujar Sakura seraya menyodorkan barang-barang itu.

Sasuke terdiam melihatnya "untuk apa?" Tanya Sasuke lagi.

"malam ini aku ingin mengajakmu kedesa, kepasar malam..!" jawab Sakura diiringi senyuman, perlahan Sasuke pun menanggapi pemberian Sakura.

"kau tak mau kan menjadi pusat perhatian? Jadi kau harus memakai pakaian seperti orang biasanya.."

"..sebelum kesini, aku sempat membelikannya untukmu.." ucapnya lagi.

"kau mengajakku kedesa?"

"iya.. kau mau kan?"

"baiklah.."

.

.

.

.

Langit hitam pekat kini sudah menyelimuti bumi, bintang-bintang dilangitpun bermunculan, cahaya bulan semakin menambah ketentramannya.

Tak jauh berbeda disebuah pasar malam didesa Konoha, lampu-lampu yang menerangi setiap toko seperti sebuah bintang dari kejauhan, orang-orang terlihat berjalan-jalan disana. Tak begitu berisik, angin malam membuat orang-orang disana enggan untuk pulang, ditambah banyak sekali para pedagang yang menjual berbagai aksesoris dan juga barang-barang lainnya, disana juga banyak kedai yang menjual makanan yang tak kalah enak dari restoran besar.

Dua pasang kaki berjalan beriringan, pandangannya tak lepas pada yang ada disekitarnya. Wajah ceria si gadis pink pun dipamerkan, laki-laki yang ada disebelahnya juga tak jauh berbeda.

Kaus biru dongker lengan panjang, dan celana panjang bahan, ditambah sandal gunung membuat Sasuke terlihat lebih tampan, gadis yang disebelahnya juga tak kalah cantik, dengan kaus kuning lengan pendek yang di lapisi jaket berwarna merah ditambah rok span selutut berwarna indigo semakin membuat kesan manis pada Sakura.

"apa kau sering kesini?" Sasuke pun memulai pembicaraan.

"emm.. tidak juga.." balas Sakura dengan Senyuman.

"apa kau ingin beli sesuatu?" Tanya Sakura pada laki-laki disebelahnya.

"tidak" jawab Sasuke yang masih melihat-lihat kesekitarnya.

"bagaimana kalau kita makan?"

"yakiniku, aku mau" sontak Sakura terkejut atas ucapan Sasuke, namun sesaat kemudian Sakura tersenyum..

"tak kusangka kau juga suka kesini ya.."

Dipandangnya gadis pink itu, senyumannya yang membuat emerald itu tenggelam, senyuman itu seakan menghipnotis dirinya, wajah cantiknya yang selalu menghantui dirinya, membuat Sasuke tak ingin kehilangannya.

"Sasuke.. Sasuke.." panggil Sakura yang tengah melambai-lambaikan tangannya ke wajah Sasuke, Sasuke yang sedari tadi melamun pun sedikit terkejut.

"ah.. iya.." jawab Sasuke yang sedikit gugup, mengingat alasan ia melamun adalah memikirkan Sakura yang jelas-jelas ada didepannya.

"ayo kita makan yakiniku…" ajak Sakura yang sedari tadi mereka berhenti ditengah-tengah keramaian, Sakura pun langsung menarik tangan kekar Sasuke, sesaat senyuman tipis terlintas diwajah Sasuke, dipandangnya rambut pink Sakura yang menariknya untuk ke kedai yakiniku itu.

.

.

.

"biar kutebak, kau pernah makan disini.." ucap Sakura yang sedang membolak-balik daging yang dibakarnya itu.

"bagaimana kau tau?" Tanya Sasuke yang terlihat tenang.

"hehe tebakan ku tepat.." Sakura pun terkikik pelan tengah kegiatannya.

"aku bahkan sering sekali kedesa, aku juga sempat bekerja" terlihat Sasuke serius.

Seketika Sakura menghentikan kegiatannya, hal yang didengar barusan membuat dirinya terus menatap laki-laki didepannya.

"benarkah itu?..."

"apa kau tak takut orang-orang tahu?" Sakura bertanya dengan ekspresi heran. Kini mimic mukanya mulai serius.

Dengan tatapan tenang Sasuke menatap Sakura "aku bisa merubah wujudku sesukaku, jadi tak ada yang harus ditakutkan"

"lalu kenapa kau tak tinggal didesa saja?"

"itu masalahnya" pandangannya pun teralih pada orang-orang yang ada disana, Sakura tak membalas perkataan Sasuke, ia menunggu Sasuke menjelaskannya.

Sasuke memajukan tubuhnya kearah Sakura "aku tidur dengan rupa ular" ujarnya setengah berbisik.

Sakura pun mencerna perkataan Sasuke, mungkin jika Sasuke tinggal didesa, dan saat ia tidur tiba-tiba saja ada yang datang kerumahnya, itu pasti akan gawat sekali.

"kenapa harus jadi ular?" ucap Sakura yang sedikit mengeraskan suaranya, sesaat itu juga ia baru sadar bahwa ia sedang berada dikeramaian, dan tak seharusnya ia berbicara soal Sasuke dengan suara yang cukup membuat perhatian orang-orang.

Sakura mendekap mulutnya yang sudah mengatakan hal yang dianggapnya dilarang "maaf"

Terlihat Sasuke menghela nafas dengan tingkah temannya itu "sebaiknya kita pergi dari sini" ujarnya yang langsung menarik tangan Sakura.

"padahal dagingnya baru saja matang" gumam Sakura dengan wajah memelas yang terus menatap daging yang sama sekali belum dimakannya.

Mungkin memang tak aman untuk membicarakan hal itu ditengah keramaian, namun rasa penasaran selalu saja menyelimuti Sakura, masih banyak hal-hal yang ingin ditanyakannya pada Sasuke.

Mereka pun keluar dari pasar malam itu, hari semakin malam, jalan-jalan setapak mulai sepi, Sakura yang masih ingin bicara banyak dengan Sasuke merasa kecewa, lantaran jika ia pulang larut malam pasti ibunya akan marah.

"kau harus pulang" ujar Sasuke yang sudah berdiri dihadapannya. Terlihat Sakura hanya menunduk.

"ya aku tau" iapun menghela nafas. Didongakan wajahnya keatas untuk menemui wajah tampan Sasuke, ditatapnya onyx itu dengan tatapan redup.

"padahal aku masih ingin bicara banyak denganmu.."

"besok kan bisa.." ditatapnya lekat-lekat emerald pemilik sang gadis pink itu.

Huuffth "aku akan kehutan besok sore"

"aku akan menunggumu"

Terdengar seperti pembicaraan perpisahan, namun kedua sejoli ini masih belum beranjak pergi, suasana semakin sepi dan juga gelap, hanya ada lampu yang menerangin lorong jalan setapak itu.

Emerald, onyx, hanya itu yang terus ditatap masing-masing dari mereka, rasanya tak ingin membiarakan gadis itu pergi, Sasuke terus memandangnya.

Sakura memiringkan kepalanya, menatap Sasuke "Sasuke.. aku pulang ya"

"ah iya.." jawabnya yang masih terus memandangnya. Sakura pun berniat berbalik, namun tangan Sasuke menahan bahunya.

"ada apa Sasuke?" tanyanya yang sudah menghadap Sasuke kembali.

"Sakura.." kini kedua tangannya menggenggam bahu Sakura.

"i-iiya?" ucapnya sedikit gugup.

"kau akan terus menemuiku kan?"

"tentu saja.."

Bugghh!

Tanpa diduganya Sasuke langsung memeluk Sakura dengan cepat, yang dipeluknya malah terkejut sekaligus heran.

"Sa.. "

"berjanjilah padaku" Sasuke pun semakin mengeratkan pelukannya. Sakura hanya terdiam dipelukan Sasuke.

"berjanjilah kau tak akan meninggalkanku lagi"

Emeraldnya membulat, namun senyuman tipis telah menghiasi wajahnya.

"aku janji" emeraldnya pun tenggelam, dibalasnya pelukan Sasuke dengan erat.

» Ĥăřůňĭą «