Mr. Snake

Author : ˜°✰Amaniah Sani✰°˜

Title : Mr. Snake

Disclaimer : Naruto ©Masashi Khisimoto

Pairing : Sasu Saku

Genre : romance, tragedy

Casts : Haruno Sakura, Uchiha Sasuke, Haruno Kizashi, Haruno Mebuki, Ino Yamanaka, Kabuto, Tsunade.

Rating :T

Category : AU

Story by : "⋆Harunia – chan⋆ "

Twitter : Amaniahsani_03

Blog :

Chapter 6

Terik matahari yang tak begitu menyengat, ya itu mungkin karena ada para angin yang terus saja berkeliaran. Sepasang kaki yang berjalan beriringan, rambut merah muda yang sedari tadi terus bergoyang terkena terpaan angin. Kini tak jauh dari gadis pink itu tampak sebuah gedung yang cukup besar, didepannya tertulis Medical Of School Konoha, ya sebuah sekolah medis satu-satunya yang berada didesa Konoha, sekolah itu sudah sangat lama berdiri, bahkan Ibu Sakura adalah lulusan dari sana.

Tangan mungil itu membuka gerbang, jenjang kakinya memasuki area sekolah, melewati beberapa ruangan dan berjalan di koridor-koridor sekolah. Perlahan Sakura menaiki anak tangga, ruangan yang ia tuju ternyata berada dilantai dua, sesekali ia melirik kesekelilingnya, ternyata benar ! memang tak ada orang sama sekali. Ia terus berjalan sambil memegang sebuah kotak yang didalamnya terdapat tanaman obat, ya Sakura menuruti gurunya untuk mengecek sendiri hal yang ia sangat ingin tau nya itu.

Sampai didepan sebuah ruangan, mungkin bisa disebut lab obat, karena disana tempat tanaman-tanaman obat yang akan dideteksi kegunaannya. Tangannya merogo kantung roknya, dikeluarkannya kunci untuk membuka pintu itu, namun sebelum ia ingin memasukan kunci, kegiatannya terhenti, dilihatnya pintu itu sedikit terbuka..

"aku kira tak ada orang yang mau datang kesekolah saat libur.." ucapnya sembari membuka pintu yang tak terkunci itu.

Sakura pun langsung melakukan rencananya, dikeluarkan sebuah tanaman obat yang ia temukan dihutan sebelah barat Konoha tiga hari yang lalu, tanaman obat yang baru kali pertama ia melihatnya, gurunya saja sempat heran, karna bisa-bisanya Sakura memutuskan tanaman itu adalah tanaman obat, padahal ia sama sekali tidak tahu apa khasiatnya.

.

.

.

Dugaan Sakura sangat tepat, itu adalah tanaman obat dan khasiatnya pun sangat menakjubkan, dengan peralatan medis yang tersedia disekolah ini, Sakura mendeteksi tanaman obat itu dengan baik, tanaman obat itu dapat menetralkan berbagai racun yang masuk ketubuh, mengembalikan fungsi darah akibat terkena racun, menurutnya hasil pengecekkan itu tidak ada yang salah, ya karna itu adalah keahlian Sakura.

Lepas menyelesaikan kegiatannya, Sakura pun kembali, seperti sebelumnya Sakura harus melewati beberapa ruangan yang sepi, emm.. mungkin ada satu atau dua orang yang datang kesekolah ini. Dari kejauhan Sakura melihat seseorang, seseorang yang sangat dikenalinya, seorang pria berkacamata. Jarak antara mereka semakin dekat, dan akhirnya pun mereka bertemu.

"ah kabuto sensei.." ujarnya sedikit membungkukan badan.

"wah Sakura ada disini.." balas pria itu yang ternyata adalah salah satu guru disekolah ini, Kabuto.

Sakura pun membalasnya dengan senyuman "hanya untuk pengecekkan tanaman obat sensei.."

"tanaman obat?"

"iya… aku menemukannya namun aku tak tau apa khasiatnya.." Sakura pun mengeluarkan tanaman obat yang dimaksud dari dalam kotaknya, dan menunjukkannya pada Kabuto.

Seketika mata Kabuto yang terlindungi kacamatanya itu focus pada tanaman itu, tampak ia mengkerutkan alisnya.

"ada apa sensei?" Tanya Sakura yang menyadari gurunya itu terus memandang tanaman obat miliknya.

"ah tidak, memang kau menemukannya dimana?" sesaat Sakura terdiam dengan pertanyaan Kabuto, memikirkan jawaban apa yang harus diucapkan.

"diluar desa sensei, saat aku sedang jalan-jalan.." ucapnya sedikit ragu.

Kabuto hanya menatap Sakura, matanya mengamati wajah Sakura yang terlihat gerogi itu, itu membuat Sakura semakin gugup.

"begitu ya.. yasudah aku harus ke lab.." saat itu juga Kabuto pergi, itu membuat Sakura sangat lega. Ia pun langsung meneruskan langkahnya. Namun Kabuto yang sudah cukup jauh dari Sakura Nampak berhenti, ia membalikkan tubuhnya memandang Sakura yang sudah mulai tak terlihat. Sebuah seringai kecil terukir diwajahnya.

» Ĥăřůňĭą «

Hari menjelang sore, ya ampun untuk percobaan tanaman obat ternyata butuh waktu lama, dari suasana jalan yang sepi, saat sakura pulang kini orang-orang sudah mulai banyak. Dengan wajah berseri-seri ia terus berjalan ditengah keramaian.

"heeyy… Sakura!" suara yang sangat tak asing itu sukses membuat Sakura berhenti. Gadis pemilik suara itu pun menghampiri Sakura.

"ino" ujarnya pada sahabat yang memiliki rambut pirang panjang itu.

"kau itu kemana sih Sakura? Belakangan ini aku jarang melihatmu.." cerca Ino yang membuat Sakura menghela nafas.

"aku hanya jalan-jalan mencari tanaman obat Ino.." jawab Sakura yang sedikit meunjukkan wajah bosan, ya karna saat bertemu sahabatnya itu, selalu saja langsung bicara banyak yang membuat kepalanya pening.

"apaa? Kau tak mengajakku?" kini Ino sedikit mengeraskan suaranya.

"hey bukankah kau juga tak mengajakku saat bersama ayahmu?" ucap Sakura tak mau kalah..

"baiklah, jadi kau balas dendam ya?" cicit Ino yang memajukan wajahnya ke Sakura.

"tidak"

"baiklah"

"yasudah aku duluan"

"hey tunggu dulu Sakura…" tangan Ino menahan bahu Sakura, membuat Sakura harus berbalik kearahnya.

"ada apa?"

"itu apa yang kau bawa Sakura?"

"oh ini tanaman obat, aku habis kesekolah untuk mengecek khasiat tanaman ini" jelas Sakura panjang lebar.

"kau tak mencari dihutan itu kan?" Tanya Ino yang sukses membuat sakura terkejut.

"ti..dak" jawabnya gugup.

"oke baiklah, aku juga akan mencari tanaman obat, memang kau saja yang bisa.. jaa" Ino pun pergi dari hadapan Sakura, Sakura hanya diam memandang sahabatnya itu, rasanya ia ingin menceritakan semua yang sudah terjadi padanya ke Ino, namun sepertinya Ino tak harus ikut campur dengan masalahnya yang satu ini.

» Ĥăřůňĭą «

"Sasuke.." panggi Sakura pada laki-laki disebelahnya.

"ya?" jawab Sasuke..

"ada yang ingin aku tanyakan.." Sakura pun menoleh ke Sasuke, begitu juga Sasuke.

"Tanya apa?"

Sakura mengalihkan pandangannya kedepan, kearah sekumpulan tanaman obat yang tumbuh dihutan ini. "apa kau yang menanam tanaman obat disini?"

Tampak Sasuke mengkerutkan alisnya "tidak, bukankan tanaman ini sudah ada sejak dulu?"

"memang, tapi tanaman obat disini semakin banyak daerah tumbuhnya. Aku juga menemukan tanaman obat yang tak pernah aku temui dulu"

"..jadi aku pikir ada orang yang menanamnya.." lanjutnya lagi.

Pikirannya mengingat kembali tentang hal-hal yang dibicarakan nenek dan juga ibunya, tentang kejadian 10 tahun yang lalu, isyu tentang seorang anak yang tewas karena gigitan ular, dan orang-orang menduganya itu manusia ular. Seketika Sakura memfokuskan pikirannya ke manusia ular itu, dihutan ini hanya ada manusia ular, yaitu Sasuke, namun kalau bukan Sasuke pelakunya, berarti ada manusia ular lain bukan ? atau mungkin ada seseorang yang membuat kejadian ini?..

"Sasuke… jika bukan kau yang membunuh anak itu, itu berarti ada manusia ular lain disini?" Tanya Sakura serius, emeraldnya menatap onyx Sasuke lekat-lekat, untuk menunggu jawaban darinya.

"tidak mungkin, aku sudah lama disini, dan tak ada mahluk sepertiku dihutan ini.." jawab Sasuke mengelak.

Kini dugaan Sakura benar, ada seseorang dibalik semua ini. Seseorang yang sudah merencanakannya dari awal, dan itu pasti untuk kepentingannya sendiri.

Sakura meletakkan jari telunjuknya kedagu "aku sudah menduganya.." gumamnya pelan, yang masih menatap rerumputan di depannya.

"ada apa?" Sasuke pun penasaran apa yang Sakura pikirkan.

Kini Sakura mengalihkan pandangannya ke Sasuke, menatap wajahnya yang saat ini juga sedang memandangnya "aku pikir ada seseorang yang merencanakan semua ini."

"merencanakan pembunuhan itu?" Tanya Sasuke penasaran.

"ya.."

"apa ada hubungannya dengan tanaman obat itu?" pertanyaan Sasuke membuat Sakura mengingat sesuatu, sesaat wajahnya tampak sedang berpikir keras.

"kau benar Sasuke, orang yang telah membunuh anak itu ternyata punya tujuan. Yaitu agar hutan ini tak didatangi orang, dan itu juga membuat dia dapat menguasai seluruh tanaman obat disini.." jelas Sakura panjang lebar, tampak raut wajahnya semangat.

"kita harus mengungkapkan yang sebenarnya terjadi.."

"… itu juga agar pemikiran penduduk desa tentang kau yang membunuh seorang anak tak ada lagi kan?" ujarnya sembari meperlihatkan senyuman tipis ke Sasuke.

Dipandangnya emerald itu, gadis itu. Sekarang dia ingin membuat sosok Sasuke menjadi seperti sedia kala, tak ada yang memfitnahnya. Sikapnya, pemikirannya, sekarang dia sudah tumbuh dewasa, namun dia sama seperti dulu, seorang gadis yang kuat, seorang gadis yang tak mudah menangis. Semua perlakuan padanya membuat Sasuke semakin tak ingin kehilangannya.

"tapi aku tetap saja seekor ular, jika penduduk desa tau, mereka akan membenciku.." ucap Sasuke lirih, memandang redup wajah Sakura.

Raut wajah Sakura kini berubah, sedih, khawatir, takut… perasaan itu selalu menyelimutinya.

Perlahan Sakura menggeser duduknya mendekat ke Sasuke, dipandangnya wajah tampan yang tampak sedih itu. Kini tangan mungilnya menjalar kewajah Sasuke, dibelai lembut pipi Sasuke, itu membuat Sasuke terkejut… bisa dibilang gerogi.

"apapun yang terjadi aku akan ada untukmu Sasuke.." ujarnya pelan, tangannya masih menempel dipipi Sasuke.

"Saa..ku..ra.." entah mengapa sekarang sikap Sasuke tak terkendali, ia menjadi gugup.

Sakura menarik kembali tangannya dari pipi Sasuke dan dengan lembut Sakura tersenyum manis menampilkan dua garis lengkung dimatanya.

Tanpa Sakura sadari Sasuke tersenyum, kini giliran tangan Sasuke yang mendarat lembut dipipi Sakura, dan itu membuat Sakura blushing..

"aku sudah menetapkan dirimu dihatiku.." ucap Sasuke lembut. Sontak emerald itu membulat saat mendengar ucapan Sasuke yang jarang terjadi itu, dan lagi-lagi pipinya menampilkan semburat merah.

"oh ya Sasuke… kenapa kalau kau tidur berubah menjadi ular.." seketika perkataan Sakura memecahkan situasi disitu, membuat tangan Sasuke terlepas dari Sakura, Sasuke hanya tersenyum kecil melihat tingkah temannya itu.

"bukan berubah menjadi ular, hanya saja sudah kebiasaanku saat tidur mengubah wujudku menjadi ular.." jelas Sasuke..

"memangnya kenapa kalau jadi manusia?"

"entahlah, aku tak pernah mencobanya.. mungkin aku tak bisa tidur.."

"oh begitu ya.." ucap Sakura yang tengah mengangguk-angkuk.

.

.

.

.

TBC