Holaa minna~~ #ditendang capter ini sepesial buat : olive1315-san (yang menyumbangkan ide kucing takut air) dan fatayahn-san (yang menyumbangkan ide naru jadi manusia) silahkan di nikmati~

Manga/Anime NARUTO owner by. Masashi Kisimoto sensei.

Uzumaki Naruto owner by. Uchiha Sasuke

Neko's days and the cover owner by. Himawari Wia! (^O^)/

Gender : belum di dentukan (mohon pemdapatnya)

Warning : OOC!, Sho-ai, typo(s) yang bertebaran melebihi bintang di langit. Dll.

.

.

.

.

.

Days 2. Hanya karena air hangat?!

Uchiha Sasuke menyipitkan onixs malamnya sesipit yang ia bisa –karena deatglare tidak mempan- menatap lucing pirang yang kini hanya nyengir tak berdosa di hadapanya.

"Haah.."

Menyandarkan bahunya di sandaran sofa, Sasuke mendengus keras. Hujan merupakan peristiwa alam yang biasa terjadi di musim panas, dan Sasuke tau itu. Tapi siapa yang mengira satu kecerobohannya –tidak menutup jendela ruang tamu- membuat sang kucing pirang bebas keluar masuk rumah dan bermain – main dengan lumpur basah di halaman sana untuk kemudian –dengan tidak berdosanya- masuk kembali ke dalam rumah dengan badan yang penuh lumpur?

Minggu pagi yang seharusnya dapat di lalui dengan damai dan santai kini harus tergantikan dengan membersihkan dinding, lantai dan sofa ruang tamunya yang menuh lumpur. Tapi pertama – tama-

Sreet!

Sang uchiha bungsu berdiri secara tiba – tiba, membuat si neko Blonde –yang saat itu duduk di atas meja tersentak kaget-

"kau harus mandi dobe." –membersihkan sang pembuat kekacauan itu sendiri.

"e.. eh? Ku.. kucing kan ti.. tidak mandi teme.." Naruto berujar dan melangkah mundur dengan kikuknya. Di hadapannya sang majikanteme tersenyum dengan amat 'manis'nya (baca: menyeringa)

"kau kan kucing sepesial dobe~" mendengar nada sing a song dari pemuda reven di hadapannya, Naruto berbalik dan –berniat- meloncat kabur dari atas meja. Tepan sebelum sepasang telapak tanga lebar mengangkan tubuh ehemgemukehemnya.

"TIDDAAAAAKKKKKK!" dan kemudian terdangarlah teriakan pilu dari sang kucing pirang.

.

.

.

"te.. teme~ kita bisa membicarakannya baik – baik kan?" Naruto mengais-ngais tangan kiri Sasuke –yang saat itu memengang satu tubuhnya- sementara tangan yang satu lagi sibuk mempersiapkan peralatan mandi untuk sang kucing seperti samphoo dan sikat.

" a.. aku takut dingin temee~ hiks.. " Sang kucing pirang mulai mewek, kedua tangannya masih mengais tangan Sasuke, berusaha keras untuk menahan agar cakarnya tidak ikut keluar dan melukai dangan sang tuan.

"ini air hangat dobe." Ujar sang tuan datar untuk kemudian menyiramkan air hangat dari gayung yang di bawanya.

Naruto hanya memejamkan mata denga tubuh yang menggigil takut ketika merasakan mulut gayung sudah mencapai persimpangan leher belakangnya –Sasuke sengaja tidak menyiram kepala Naruto- dan memeluk tangan seputih porselen sang tuan.

Melihat kucing pirang cerewetnya ngemetaran seperti itu muncul setitik rasa tidak tega dari hati Uchiha bungsu, namun dengan cepat sasule menggelengkan kepala, Naruto harus di mandikan. HARUS! Tekad sang pemuda denga iris sehitam malam bak pemuda jones yang mau melamar cewek idaman (?). Sasuke semakin mendekatkan gayuh ke perpotongan leher Naruto, memiringkan benda tersebut agar air hangan didalamnya tumpah ke tubuh berbulu si kucing pirang untuk kemudian-

BUUUMM!

Naruto membuka mata sebitu lautnya ketika merasakan sedikitnya air hangat yang menerpa kulitnya, shappirenya menyipit curiga ketika mendapati sepasang tangan tan kurus dan –agak- kecil memeluk tangan putih majikannya, bukan sepasang tangan kucing yang berbulu.

Dengan keponya si pirang menarik tangan tan tersebun menggerakkannya seperti saat bermain gunting batu kertas. Memastikan bahwa tangan tersebut benar-benar miliknya. Iris shappirenya membola ketika ia yakin sepenuhnya itu adalah tangannya sendiri.

Dengan panik, Naruto menoleh sana sini. Samping kiri, samping kanan, bawah, untuk kemudian meraba wajahnya sendiri. Dan sepasang iris birunya kembali membola ketika menyadari seluruh tubuhnya berubah menjadi mausia.

"Temee! Aku-" Naruto berujar denga panik kearah tuannya yang –entah kenapa- tidak bergerak seincipun dari pososinya.

"KYAAAA! TEME KAU MIMISAAN!" untuk kemudian menemukan sang tuan yang masih melongo dengan tidak elitnya lengkap deng hidung yang berdarah.

-mengubah sang kucing pirang menjadi seorang pemuda pirang mungil –dan manis- tanpa benang sehelaipun di tubuhnya.

.

.

'Kimi to natsu no owari shourai no yume ookina kibou wasurenai'

Days 2. Hanya karena air hangat?! –end-

Haloo~ ada yang mau ngasi saran untuk capter selanjutnya? Oh ya, setiap akhir cerita akanada lirik lagu -Secret Base -Kimi ga KuretaMono- biar lebih greget, karena fic ini terinspirasi dari cerita itu~~ jaa matta nee minna!