Yak.. capter 3 update dan kali ini penyumbang ide kita dalah : Hikari No OniHime-san ( yang minta Sasuke OOC, dan naru yang polos, maaf sisanya belum bisa wia hujudkan) terus UchikazeRei-san (yang menyumbangkan ide naru yang nyasar maaf di sini sasunya ikut belanjanya soalnya kalok naru melanja sendiri entar malah gak pulang-pulang #digampar) untuk B-Rabbit Ai-san dan nurin(titik)vip4ever-san (yang minta capternya di panjangin)

Manga/Anime NARUTO owner by. Masashi Kisimoto sensei.

Uzumaki Naruto owner by. Uchiha Sasuke

Neko's days and the cover owner by. Himawari Wia! (^O^)/

Gender : belum di dentukan (mohon pemdapatnya)

Warning : OOC!, Sho-ai, typo(s) yang bertebaran melebihi bintang di langit. Dll.

.

.

.

.

.

Days. 3 Si dobe yang nyasar part I

.

.

.

Naruto menarik - narik penuh minat sebuah jaket biru dongker dengan lambing kipas uchiwa di punggung yang kini menempel –kebesaran- pada tubuh manusiannya, menjuntai kebawah 5 cm di atas lututnya. Iris sebiru langit musim panas –yang kini tampak jauh lebih indah- itu nampak berbinar bahagia, jaket yang di berikan Sasuke padanya adalah benda pertama yang di berikan oleh sang majikan untuknya (jika saja tumpukan ramen yang memenuhi rak dapur tidak di hitung sebagai pemberian). Makadari itu Naruto akan menjaga jaket tersebut dengan sangaaaaat hati – hati.

Sementara sang Neko pirang sibuk dengan jaket kebesarannya –yang sebenarnya jaket dengan ukuran terkecil yang di miliki oleh bungsu Uchiha- sang majikan menghela nafas –frustasi- tak ada satupun dari pakaian dalam lemarinya yang muat dengan tubuh Naruto, jika saja jaket yang melekat pada tubuh si Blonde di lepas makan kalian akan menemukan sebelah pundak Naruto yang tak terlindungi –karena kerah baju yang terlalu lebar- . Sementara sepuah celana putih tiga perempat membalut kaki pemuda blonde di hadapan Sasuke merupakan hasil pinjaman sang pemuda reven dari tetangga sebelah. (bisa kau bayangkan Sasuke meminjam celana?)

Menghela nafas lelah, pemuda dengan tinggi 173 cm tersebut berdiri dari tempat duduknya –berupa sofa ruang tamu yang sudah di bersihkan-. Membuat sosoknya terlihat menjulang bak titan di mata Naruto yang masih terduduk di lantai.

"kita belanja dobe." Iris biru Naruto semakin berbinar cerah. Sasuke + belanja = ramen. Begitulah setidaknya yang ada di pikiran sang Neko. Dangan semangat Naruto berdiri, namun sosok sang Neko hanya sebadas dada Sasuke.

"RAMEEEENN!" Teriaknya penuh semangat. Sasuke mendengus, "kita baru saja membeli ramen dua hari yang lalu idiot." Ujarnya datar. Naruto memiringkan kepala pirangnya ke samping dengan mata biru bulannya yang membola lucu –pose kas kucing ketika penasaran-.

" lalu membeli apa teme?"

"baju untukmu." Dengan itu sang Uchiha bungsupun menyeret kerah belakang jaket sang kucing –kebiasaan menarik rantai Naruto ketika menjadi kucing- menuju ke pintu luar rumah mereka menuju toko baju terdekat. Seharusnya.

.

.

.

Terkutuklah author edan yang menaruh kata seharusnya pada kalimat terakhir paragrafnya ketika sang Uchiha bungsu akan pergi keluar tadi. Kini acara berbelanja mereka –yang untuk sekali lagi- seharusnya lancar berubah menjadi acara mewek sang kucing pirang yang kini terpisah dari sang majikan (baca : kesasar) salahkan saja pusat perbelanjaan Shibuya dan lautan manusianya yang membuat sang kucing unyu – unyu kita tersesat dalam jalan yang beranama kehidup-hhmmmm?! (wia di bekep Kurama-san).

Dengan pipi yang sudah basah dengan airmata, Naruto menoleh kesana – kemari bermadsud mencari sang tuan, mengingan model rambut sang tuan yang seharusnya(lagi) mudah di kenali itu. Genggaman tangan tan –yang hanya terlihat jarinya saja karena jaket yang kebesaran- itu semakin erat menggenggam ujung jaket pemberian sang tuan. Kumpulan manusia membuat instingnya sebagai hewan (meskipun hewan jejadian) berada pada tingkat yang paling waspada.

"hiks.. hiks.. Temee~~" Naruto mulai terisak, kedua tangan tannya berusaha menghapus air mata yang tidak mau berhenti menetes dari iris saffirnya, membuat pandangan si blonde menjadi kabur.

Bruk!

"AW!" Naruto memekik kaget bercampur sakit ketika beberapa orang benubruk punggungnya dari belakang, membuat pemuda dengan tinggi 155 cm tersebut derjatuh dengan posisi telungkup di jalanan Shibuya. Naruto merasakan jidatnya panas, pasti akan ada benjol besar di sana. Masih dengan posisi bertelungkup ria sang blone melipat kedua tangannya, menyembunyikan wajah dengan tiga pasang garis di kedua pipinya,

"Hiks.. hiks.. Uweeeee~~ Temeee~ Naru takuuuuuttt!" dan mulai menangis kembali tanpa mempedulikan orang – orang yang mungkin akan menginjaknya.

.

.

Ettoo.. sementara itu mari kita lihat sang tuan sedang apa besok.

.

.

TBC

Yaak! Sampai di sini dulu.. karena konsep cerita ini tidak boleh lebih dari 1k wia bagi 2 capternya yaw :3

arigatou buat hanazawa kay-san yang bilang naru imut, buat fatayahn-san idenya wia tamping dulu, yaw~ untuk RisaSano-san sayangnya tidak, naru nanti akan berubah jadi kucing lagi, tapi bisa jadi manusia lagi juga kok.. tehee

adakah dari minna tachi yang mau menyumbang ide lagi? Cepat tidaknya update fic ini tergantung sumbangan ide dari minna tachi.. see you tomorrow :D

RnR please..

'Juunen-go no hachigatsu mata deaeru no wo shinjite saikou no omoide wo...' Days. 3 Si dobe yang nyasar part I end.