Okei~ sesuai janji wia ini dia part IInya~.

Manga/Anime NARUTO owner by. Masashi Kisimoto sensei.

Uzumaki Naruto owner by. Uchiha Sasuke

Neko's days and the cover owner by. Himawari Wia! (^O^)/

Gender : belum di dentukan (mohon pemdapatnya)

Warning : OOC!, Sho-ai, typo(s) yang bertebaran melebihi bintang di langit. Dll.

.

.

.

.

.

Days. 3 Si dobe yang nyasar part II

.

.

.

Sebuah toko pakaian di pusat perbelanjaan Shibuya Nampak 'sedikit' berbeda dari biasanya, sebuah toko yang menyediakan pakaian sehari – hari untuk remaja (kususnya pria) tersebut nampak ramai di penuhi oleh kaum hawa, beberapa gadis nampak berteriak girang –dan GR- beberapa lagi bahkan nekat mengambil foto secara diam – diam. Yeaah.. Salahkan saja Uchiha Sasuke dan ketampanannya.

Namun tidak seperti biasanya, di mana sang bungsu akan memberikan tatapan mematikan pada para fansgirlnya Uchiha Sasuke kini nampak cuek bebek –sebebek model rambutnya- dengan ngerombolan gadis yang mengilainya. Pemuda dengan paras sempurna itu kini tengah asik memilih pakaian untuk sang Neko sambil sesekali (baca : sering kali) membayangkan Naruto memakai pakaian tersebut lengkap dengan telinga dang ekorkucingnya untuk kemudian berpose seperti kucing kecil sambil berucap "nyaaw".

Sasuke tersenyum puas (hal yang membuat para fansnya berteriak heboh) menatap delapan pasang pakain yang telah di pilihnya. Dengan gaya cool yang sudah kembali pada dirinya, remaja yang kini duduk di bangku kelas dua SMA itu melangkah menuju meja kasir.

"kita makan ramen setelah ini dobe." Ujar singkat si reven pada kucing yang seharusnya(lagi) mengekor di belakannya. Namun ketika hanya kekoson yang menjawab, Sasuke memutar tubuhnya kebelakang dimana seharusnya(lagi) sang kucing berada untuk kemudian mendapatkan tempat kosong tanpa keberadaan sang pemuda mungil.

Yak, setelah selama dua jam hewan menghilang, seorang majikang yang sangat bertanggung jawab bernama Uchiha Sasuke baru menyadari bahwa sang kucing peliharaannya tak berada di sampingnya.

.

.

.

"hei, kau tidak apa – apa?" Sebuah suara datar dan kalem memasuki gendang telinga sang Neko pirang di susul dengan belaian pada rambut jabriknya, Naruto mendongak dangan wajah merah belepotan air mata, ingus dan debu jalanan . Iris birunya yang kini memerah menangkap sosok berambut merah berjongkok di hadapannya, tangan seputih porselen itu kini perpindah dari puncak kepalanya menuju pertengahan lengan si pirang –membantu Naruto berdiri-.

.

.

Dan di sinilah mereka sekarang, duduk di sebuah bangku taman dengan sekotak tisu, air mineral dan jus jeruk (pada genggaman Naruto). Sabaku Gaara menepuk beberapa bagian pada jaket pemuda pirang di hadapannya –bermadsud menyingkirkan debu-, sementara tangan yang satunya menggenggam tangan Naruto, mencegah si Blonde mengucek matanya –mengingat banyaknya debu di wajah si pirang. Pemuda dengan tattoo 'ai' tersebut membasahi saputangan merah marunnya dengan air mineral untuk kemudian di usapkan secara perlahan pada wajah 'kacau' pemuda manis dihadapannya.

Naruto tersenyum lima jari ketika wajahnya kini telah bersih, sedikit bersyukur karena air yang di gunakan Gaara bukanlah air hangat.

"Arigatou kakak panda!" Twitc, sepasang perempatan munjul di dahi Gaara. Ini ke enam kalinya pemuda pirang di hadapannya memanggilnya 'panda',

"Namaku Gaara." Dan untuk ke enam kalinya juga ia memberitaukan bahwa namanya Gaara. "ha.. ya sudah lah." Menyerah, sang pemuda berambut merah berdiri dari duduknya untuk kemudian menggamit tanga Naruto.

" kau bilang terpisah dengan sesorang kan? Aku akan membantumu." Mendenga itu Naruto tersenyum cerah, sang blonde menganggukkan kepanya bersemangat mengayunkan tangan mereka yang saling bergenggaman ringan menyusuri jalanan padat Shibuya.

.

.

.

Sementara itu sang majikan bertanggungjawab kita Uchiha Sasuke kini tengah duduk di sebuah bangku taman dengan sebelah tangan menutupi matanya. Keringat menetes perlahan dari pelipis sang reven, sama halnya dengan punggungnya yang kini basah oleh keringa. Mengitari pusat perbelanjaan dengan kepadatan 'waah' seperti ini bukanlah hal yang di sukai oleh adik dari uchiha itachi tersebut, tetapi kehilangan seorang bocah pirang –yang sebenarnya adalah seekor kucing- menjadi alasan yang lebih dari cukup bagi Sasuke untuk berkeringat dan perpanas – panasan ria di tengah pusat perbelanjaan terbesar di Jepang ini.

"AYO KAKAK PANDA!" sebuah suara cempreng membuat sepasang onix Sasuke terbelalak dari arah jam dua, tuju meter di hadapannya sesosok pemuda berambun pirang kini dengan menggandeng seorang pemuda berambut merah tertangkap oleh penglihatan Sasuke. Sepasang iris onix itu membulat sempurnya, dengan langkah panjang Sasuke menghampiri sang Neko blonde yang kini tengah menyeret –nyeret pemuda berambut merah yang sangat Sasuke kenali, pemuda berambut merah yang sama yang duduk dua bangku di depannya.

.

.

Naruto masih menarik – narik tangan Gaara, mengajak sang pemuda sabaku untuk mencari majikannya tepat saat kemudian ketika tangan yang satunya di tarik dengan kasar, membuat sang Neko pirang jatuh dalam pelukan seseorang. 'bau ini!' batin Naruto girang ketika menyadari bau familiar yang tercium oleh hidungnya ketika bertabrakan dengan dada sang penarik. Wajah dengan tiga garis pada masing – masing pipi itu mendongak untuk kemudian mendapati waja ehemgantengehem sang tuan.

"SASUKE!" Naruto berteriak girang diikuti dengan sepasang tangannya yang kini memeluk Sasuke erat, menghasilkan seringai kemenangan pada wajah sang pemuda reven dan ekpresi dongkol pemuda Sabaku yang terabaikan.

"ah iya!" Naruto melepas pelukannya dari Sasuke, berdiri diantara dua pemuda tersebut. "Sasuke ini Gaara! Dia menolongku tadi, dan Gaara ini Sasuke, dia umm.." sang Blonde berpikir sebentar, membuat sebelah alis imajiner pemuda berambut merah di hatapannya terangkat.

"ah! Dia majikanku! Thee~" Jdeerr! Terasa seperti ada sebuah petir kasat mata yang dapat di rasakan oleh bungsu sabaku. Sementara itu Sasuke tersenyum mengejek, melingkarkan kedua tangannya di pundak Naruto, utuk sekalilagi menarik si pirang dalam pelukannya.

"well..terimakasih sudah menjaga kucingku Sabaku-san." Sasuke berujar dengan nada merendahkan, melupakan fakta bahwa mereka merupakan teman sekelas, untuk kemudian menarik tangan Naruto membawa si Neko pulang secepatnya.

.

.

Meninggalkan sang Sabaku Gaara yang masih mematung dengan tidak elitnya.

.

.

END

.

.

.

'Deai wa futto shita shukan kaerimichi no kousaten de'

Days. 3 Si dobe yang nyasar part II end

Ada yang berminat menyumbang idea untuk cap selanjutnya?