Manga/Anime NARUTO owner by. Masashi Kisimoto sensei.

Uzumaki Naruto owner by. Uchiha Sasuke

Neko's days and the cover owner by. Himawari Wia! (^O^)/

Gender : belum di dentukan (mohon pemdapatnya)

Warning : OOC!, Sho-ai, typo(s) yang bertebaran melebihi bintang di langit. Dll.

.

.

.

.

.

Days 4. Si Dobe dan Kloset di Kamar mandi.

"Tadaima.." Sasuke berujar pelan. Entah mengapa lidahnya masih saja kelu, mungkin karena selama bertahun - tahun tidak terbiasa mengucapkan salam? Yah, untuk apa juga kau melakukan salam jika tidak akan ada orang yang membalas bukan? Salahkan kedua orang tuanya yang terlalu sibuk bekerja dan anikinya yang jarang pulang karena mengurus skripsi akhirnya.

Tapi kebiasaan lama yang sempat terlupakan itu kini kembali muncul. Siapa yang akan tahan jika setiap kali kau pulang sekolah –atau pulang darimanapun- kau mendapati omelan berdurasi minimal 1 jam tentang bagaimana-menjadi-anak-yang-baik oleh sekor kucing! Hell no! Harga diri Uchiha Sasuke terlalu tinggi untuk di ceramahi mengenai tatakrama oleh seekor kucing pirang!

"dobe?" Sasuke berujar –sedikit- lebih keras dari sebelumnya, biasanya Naruto akan langsung berlari sambil berteriak 'TADAIMAAAAA!' begitu mendengar salamnya –terimakasih atas telinga kucingnya- untuk kemudian bergelayut manja di kaki jenjang si reven. Membuatnya harus mengganti celana beberapa kali karena robek akibat cakar kucing –yang lupa ia gunting-. Jika Sasuke tidak mau menggendongnya.

"Naruto! Kau dimana?" Sasuke melangkah semakin masuk kedalam rumahnya, menuju ruang tamu. Pemuda reven itu mengedarkan onixnya menyapu seluruh ruangan. Tetapi tidak ada.

'apa si dobe itu menemui kucing tetangga?' Sesuke membatin. Ada perasaan tidak suka ketika ia memikirkan kemungkinan itu. (nah lo?)

"Hiks..me!"

Tapi lamunannya tentang bagai-mana-memusnahkan-kucing-tetangga itu buyar ketika mendengar isakan kecil dari arah kamarnya.

"hiks.. teme.." Sasuke memasuki kamarnya dan isakan itu semakin terdengar jelas. dari..

"teme tolong.. hiks" Dari kamar mandi! Dan tanpa babibu lagi Sasuke langsung berlari kekamar mandi dan-

Brakk! –membuka pintu kamar mandi -yang sebenarnya tidak berdosa itu- dengan kasar. Mata onixsnya mengedarkan pandangan ke sekeliling, semua masih sama. Kamar mandinya masih berwarna dark blue, tidak ada kekacauan sama sekali.

"TEME! Hiks, tolong aku!" dan kini pandangannya tertuju pada gundukan kuning kecil di kloset kamar mandina. Apa itu pup?

Perlahan, Sasuke mendekan untuk memastikan gundukan kuning di kloset kamar mandinya-salahkan tempat itu yang terlalu luas- Tunggu! Itu bukan pup! Itu..

"Dobe!"

NARUTO YANG HANYA TERTINGGAL KEPALANYA SAJA!

Demi kolor bolong ibu autor ffn ini! Kenapa kucing pirang cerewetnya bias masuk kedalam kloset sampai sedalam itu?! dan ketika langkah Sasuke sudah mencapai setengah luas kamar mandi, pemuda reven itu segera berlari menuju kloset kamar mandinya.

"huweeee~ temee~" tangis –yang berusaha ditahan- Naruto pecah ketika ia merasakan tangan Sasuke di lehernya. Berjam-jam di posisi seperti ini membuat badannya kedinginan, ngilu dan sakit. Yeah.. sepertinya si kucing pirang akan trauma untuk pup selama beberapa dekade kedepan (?).

"Aww! Sakit teme!" Sasuke tersentak ketika Naruto berteriak kesakitan sesaat setelah ia mencoba menarik leher si Neko pirang keluar. 'kenapa jadi sesusah ini sih?' batin Sasuke prustasi.

"te- tenang dobe! Aku akan mengeluarkanmu!" dan entah kenapa suara Sasuke terdengar panik sekarang sekarang. Membuat Naruto –yang masih berada di dalam kloset memucat mendengar majikannya yang sedingin bongkahaan es di jaman es (?) itu panik. Bahkan otak kucingnya yang kecil itupun bisa mengerti jika keadaan gawat sekarang.

"eh? Dobe, tanganku terjepit." Dan kata terakir sang uchiha bungsu sukses membuat kedua hewan dan majikan itu memulai paduan suara monoton tengan lirik 'TOLOOONNG'.

.

.

.

"Uchiha-kun, akun sarankan padamu untuk membeli tempat pup kusus untuk hewan peliharaan agar hal seperti ini tidak terulang lagi.." seorang bapak(?) pemadam kebakaran – yang di ketahui bernama Kagami Taiga- berujar dengan senyum (yang antara ramah dan nahan ketawa).

"arigatougosaimashita.."

"meaw.." Sasuke membungkuk hormat lengkap engan Naruto yang bertengger diatas kepala revennya.

.

.

.

Sosok pemuda reven jangkung itu kini merebahkan badannya di atas kasur dengan bedcover biru dongker, lengkap dengan kucing pirang yang terlentang tak sopan di atas perutnya.

"kenapa kau bisa terjebak di kloset begitu dobe?" masih dengan satu tangan yang menutupi sepasang oniksnya, Sasuke berujar pelan. Berniat mengintogasi sang kucing.

"tadi aku masih dengan hujud manusiaku ketika ingin pup teme, tapi tiba – tiba aku berubah lagi.." ah iya! Sasuke tiba-tiba bangun, sukses membuat Naruto terguling untuk kemudian terjaduh di lantai dengan tidak elitnya.

"teme! Apayang-!" kata si neko Blone terputus ketika kemarasakan tubuhnya 'melayang' –di gendong Sasuke- menuju dapur mereka. Dan sebelu sempat merasakan protes apapun, Kucing denga bulu unik tersebut merasakan rasa hangat dan basah menerpa badannya.

"Gaahh! Apa yang kau lakukan temee?" Naruto berteriak prustasi.

"dobe, kau tida berubah."

"eh?' kedua shappire itu mengerjap tidak paham, namun ketika sang kucing menyadari apa ynag dimadsud oleh sang pemuda reven kedua iris sebiru langit musim panas itu membola.

"EEH?! KENAPA BISA BEGITU TTEBAYOU?"

Sasuke baru saja menyiramnya dengan air hangat, dan dia tak berubah menjadi manusia.. nah lo?

.

.

.

'

Juunen-go no hachigatsu mata deaeru no wo shinjite saikou no omoide wo...'

Days 4. Si Dobe dan Kloset di Kamar mandi. –end-

ide yang minna tachi kasi sedanga dalam proses, tunggu taw~~

okeh, karena di beberapa cap kedepan settingnya akan pindah ke sekolahannya si sasu teme, jadi adakah mina tachi yang mau menyumbang ide untuk capter depan?