Disclaimer:
Masashi Kishimoto
Pair:
SasuFemNaru
GaaFemNaru
Warning:
Genderswitch, Typo(s)
Sudah seminggu lebih aku mengurung diriku dalam kamar. Mengisolasi diriku dari dunia luar. Tidak ada yang aku lakukan selain menangis dan menangis. Menangisi sesuatu yang tidak mungkin kembali, sesuatu yang sangat berharga bagiku. Namun dengan mudahnya aku menghancurkan segalanya. Pernikahanku, kepercayaan orang-orang disekelilingku, bahkan kekasihku. Ah, mungkin sekarang aku harus terbiasa untuk memanggilnya dengan sebutan mantan kekasih. Hubungan yang telah kami bina dan pertahankan harus kandas ditengah jalan karena kebodohanku. Aaargh… kenapa kau begitu bodoh, Naru! Dia telah berbaik hati dan membuang seluruh gengsinya untuk memberikanmu kesempatan. Tapi yang kau lakukan hanya bisa mengecewakannya saja. Mungkin sebutan dobe itu memang pantas untukku. Sampai saat ini pun aku masih tidak bisa memaafkan kesalahanku sendiri. Jika saja mereka tidak memberikanku semangat dan menyempatkan datang hanya untuk menghiburku, mungkin aku sudah tidak mau lagi menjalani hidupku yang menyebalkan ini. Terima kasih karena kalian tidak meninggalkanku disaat aku membutuhkan kalian, kaasan, tousan, aniki, teman-teman, dan… Gaara.
'Tok Tok Tok'
'Ceklek'
"Naru, Gaara sudah datang. Apa kau yakin mau kembali kuliah? Kalau kau masih butuh istirahat, kau tinggal saja di rumah beberapa hari lagi."
"Tidak, kaasan. Sepertinya aku mulai bosan berada di kamar. Lagipula, aku sudah merindukan teman-temanku," ujarku seraya menggenggam tangan kaasan yang berada di pundakku sambil tersenyum dan melihatnya melalui pantulan cermin dihadapanku.
"Baiklah, jika itu memang keputusanmu. Ayo! Jangan membuatnya menunggu lama."
"Iya."
XOXOXOXOXO
"Sepertinya kau bersemangat sekali, Naruto?" Tanya Gaara tanpa melepaskan pandangannya dari jalan dihadapannya.
"Apa aku tidak boleh bersemangat?"
"Tentu saja boleh. Kau terlihat lebih baik jika tengah bersemangat."
"Benarkah? Sepertinya aku merasakan sebuah rayuan gombal dari mulut dinginmu, Gaara. Hhahaha.."
"Hn. Itu bukan lelucon, jadi jangan tertawa."
"Jika kau bertingkah manis seperti ini terus dan tidak berkelahi, kau terlihat lebih manis, Dobe. Tapi jangan meninggalkan semangatmu hanya karena aku melarangmu berkelahi, karena kau seperti mayat hidup tanpa semangatmu itu."
"Pfftt.. hhahaha.. sejak kapan seorang Uchiha sepertimu bisa bicara sepanjang itu, Teme. Haahahha.."
"Diam, Dobe. Itu tiak lucu."
"Hhahaha.. tapi menurutku itu sangat lucu, Teme. Entah bagaimana reaksi orang-orang jika aku memberitahu mereka."
"Jangan. Coba-coba. Kau. Melakukannya."
"Kau harus menangkapku jika kau tidak mau aku melakukannya, Teme!"
"DOBE!"
'Tes'
Setetes cairan bening meluncur turun dari mata birunya saat kenangan-kenangan tersebut seenaknya saja berputar di kepalanya. Membuatnya harus kembali mengingat kalau dia bukanla siapa-siapa lagi bagi pemuda Uchiha itu. Ingin rasanya dia melupakan apa yang telah dilaluinya bersama pemuda itu, tapi entah kenapa semakin dia ingin melupakan, bayangan semakin sering berputar di kepalanya Sebua tangan putih yang mengusap pipinya dengan maksud menghapus air matanya membuat gadis berambut pirang itu kembali sadar dari lamunannya dan langsung menoleh pada pemuda yang telah menghentikan mobilnya dan tengah menghadap ke arahnya.
"Kenapa kau menangis? Apa ada yang mengganggu pikiranmu lagi?"
"Ah, tidak. Aku tidak menangis, Gaara."
"Tapi matamu berkata lain, Naru."
"Kau bicara a-" perkataannya berhenti saat dirasanya tangannya menyentuh sesuatu yang basah dan masih mengalir di pipinya. Cepat-cepat Naruto menghapus air mata itu. "Mungkin ini karena mataku kering saja. Ah, kenapa kau menghentikan mobilmu, Gaara. Ayo, nanti kita bisa telat. Aku tidak mau telat pada hari pertamaku kembali ke kampus," lanjut Naruto dengan bersemangat dan senyum di bibirnya. Meskipun pemuda Sabaku itu tahu senyum dan semangat itu merupakan palsu, tapi dia tidak mau memaksa Naruto untuk bercerita kepadanya. Dan hanya ada satu orang yang bisa membuatnya seperti itu. Uchiha Sasuke. Tangannya menggengman erat stir yang tengah digenggamnya.
'Apa kau masih belum bisa mempercayaiku, Naru?'
XOXOXOXOXO
Para mahasiswa terlihat hilir mudik disekitar kampus. Seorang gadis berambut pirang dengan dress selututnya terlihat tengah berlari karena kelas yang akan diikutinya akan dimulai beberapa saat lagi.
'Bugh'
"Ah, maafkan aku. Aku tidak sengaja, ini pu-" tiba-tiba saja perkataan yang akan disampaikannya terhenti, napasnya tercekat saat engetahui siapa orang yang telah ditabraknya. Mata birunya tidak lepas dari mata onyx pemuda yang tengah berjongkok dihadapannya dan juga tengah menatapnya. Bukan tatapan hangat seperti yang didapat olehnya sebelum semuanya berantakan, melainkan sebuah tatapan dingin yang menusuk. Hatinya sakit saat mendapat tatapan itu dari orang yang disayanginya, matanya mulai memanas, namun ditahannya dengan sekuat tenaga agar air mata yang mulai menggenang dipelupuk matanya itu tidak terjatuh.
"Sasuke, apa kau tidak apa-apa?" Tanya seorang gadis cantik berambut pirang pucat yang dibalas dengan anggukan dari yang bersangkutan.
"Kalau gitu, ayo cepat! Tadi aku lihat Prof. Asuma tengah berjalan menuju kelas," lanjutnya.
"Hn." Tangan gadis itu melingkar manja di lengan Sasuke ketika mereka berjalan bersama. Sebuah senyum miris pun melengkung di bibir gadis berkulit tan itu.
"Secepat itukah kau melupakanku dan mendapatkan penggantiku eh, Sasuke." Cairan bening yang sedari tadi ditahannya kini mulai menetes, tidak ada isak tangis, hanya sebuah tangis dalam diam. Dipejamkannya mata birunya untuk menghentikan air mata yang tidak tahu kapan berhentinya, namun semakin dipejamkan, bayangannya semakin terlihat jelas.
"Tidak, Naru. Jangan seperti ini kau harus bisa melupakannya," ujarnya dengan suara yang bergetar. Tapi tetap saja cara itu tidak berhasil. Akhirnya, Naruto pun memutuskan untuk tidak mengikuti kelas dan berlari menuju taman yang terletak di belakang gedung tempatnya belajar.
XOXOXOXOXO
"Nee-san, ini untuk nee-san," ujar seorang anak kecil dengan sebuah ice cream con ditangannya datang menghampiri Naruto yang tengah duduk bersandar pada sebuah batang pohon besar sambil memeluk kakinya.
"Eh, untukku? Dari kamu?"
"Bukan. Tapi dari seorang kakak tampan. Dia bilang, nee-san jangan menangis lagi, nanti cantiknya hilang," ujarnya seraya memberikan ice cream tersebut pada Naruto.
"Kakak tampan? Siapa? Hei, jangan pergi dulu, beritahu aku dulu siapa kakak tampan itu! Hey!"
'Kakak tampan? Siapa? Apa Sasuke? Baka! Tidak mungkin Sasuke yang memberikan ini, dia kan sudah tidak mau berurusan lagi denganku. Aaarghh.. sudah, jangan memikirkan dia lagi, Naru! Apa.. dari Gaara? Ah, iya. Pasti dari ida.' Sebuah senyum pun kembali terukir di wajah manisnya dan membuat seseorang yang sedari tadi memperhatikannya ikut tersenyum.
XOXOXOXOXO
"Gaara, kau lama! Aku sudah menunggumu sejam lebih di sini," ujar Naruto dengan pipi yang digembungkan.
"Sejam lebih? Kelas yang kau ikuti dan kelasku keluar pada jam yang sama. Kau membolos?"
"Tentu saja tidak, ak-" pandangannya terpaku pada sosok pemuda yang selama ini mengganggu pikirannya tengah berjalan dengan seorang gadis yang diketahui bernama Shion bergelayut manja di lengan Sasuke sambil berbicara yang diselingi oleh tawa dengan Sasuke.
'Dia.. tertawa bersamanya.'
"Aku punya tiket untuk menonton. Ayo kita pergi, Naru," ajak Gaara untuk mengalihkan perhatian Naruto dari Sasuke.
XOXOXOXOXO
"Ugh, dari mananya film itu bagus, Gaara? Serem malah iya, kau mau melihatku mati ketakutan eh?"
"Maaf. Tapi film itu memang bagus kok."
"Itu menurutmu, bagiku tidak." Naruto kembali menggembungkan pipinya kesal. Kalau saja dia tahu kalau Gaara mau mengajaknya menonton film horror, dia tidak akan mengikutinya. Pasalnya, gadis manis ini sangat takut dengan yang namanya hantu, jadi sepanjang film diputar, dia hanya memejamkan mata dan menutup telinganya.
"Iya, maafkan aku. Bagaimana kalau kau kutraktir makan?"
"Dan dua mangkuk besar ice cream?"
"Satu."
"Tiga."
"Hei, kenapa jadi bertambah seperti itu? Baiklah dua."
"Hmm.. ok. Ayo!" Betapa senangnya Gaara saat melihat tawa dari Naruto. Setidaknya dia tidak melihatnya kembali meneteskan air matanya.
XOXOXOXOXO
"Ah, kenyang sekali. Makasih Gaara."
"Hn. Apa kau sudah puas?"
"Puas? Tentu saja belum, dua mangkuk ice cream jumbo saja belum kumakan."
"Eh? Kau masih mau makan ice cream? Kau saja sudah memakan empat mangkuk ramen jumbo dan masih mau makan ice cream? Memangnya kau sanggup menghabiskannya?"
"Jangan kaget seperti itu, Gaara. Perutku masih menampung kok. Ah, pelayan! Aku pesan dua ice cream coklat besar, ya."
"Apa ada lagi?"
"Ah, tidak. Itu saja."
"Baik. Silahkan tunggu sebentar."
"Jangan menggelengkan kepala seperti itu, Gaara. Bukankah ini wajar untukku?"
"Iya, tentu saja." Mereka berdua pun tertawa bersama hinggan seorang pelayan menginterupsi mereka untuk memberikan pesanan Naruto. Mereka pun berbincang-bincang dan tertawa. Namun kebahagian tersebut tidak berlangsung lama ketika Gaara melihat wajah Naruto yang tiba-tiba berubah menjadi sedih. Diikutinya arah pandangan Naruto, tidak butuh waktu lama baginya untuk menyadari apa yang membuat gadis dihadapannya itu kehilangan senyumnya.
'Cih, kenapa dia selalu ada saat aku sedang bersama Naru.'
"Naru, bagaimana kalau sehabis ini kita pergi ke taman bermain. Kau mau?"
"Ah, iya, tentu saja aku mau. Sudah lama aku tidak pergi ke sana. Ayo!"
"Hei, kau belum menghabiskan ice creammu, Naru."
"Aku sudah tidak ingin, Gaara."
"Baiklah, ayo."
XOXOXOXOXO
Uchiha Sasuke. Apa hanya ada nama dia dalam hatimu, Naru? Apa aku tidak bisa sedikit saja menempati ruang special dalam hatimu. Kenapa kau masih saja mengingatnya setelah dia menyakitimu? Kenapa kau masih terlihat sedih dan mengeluarkan air mata saat kau melihatnya, bahkan saat bayangannya muncul di kepalamu. Aku tahu memang tak mudah untuk melupakan seseorang yang kau cintai, tapi bukankah perbuatannya yang telah menyakitimu sudah cukup untukmu bisa melupakannya? Tapi kenapa kau seperti masih berharap dia akan kembali padamu lagi. Bukankah di sini sudah ada aku? Meskipun saat ini kau hanya menganggapku sebagai seorang teman, tapi aku akan berusaha untuk mengganti status itu dengan yang lebih tinggi. Aku tidak ingin terus melihatmu dalam kesedihan. Maka dari itu, aku tidak akan membiarkanmu meneteskan air mata lagi. Aku akan melindungimu, Naru. Aku pasti akan membuatmu tertawa bahagia lagi, dan aku akan menggeser Sasuke dari hatimu. Aku tidak akan menyerah, Uchiha Sasuke.
"Gaara, ayo cepat! Jangan melamun terus!" Aku pun segera berlari ke arahnya.
Mungkin aku memang belum bisa sepenuhnya menghapuskan bayangmu dari pikirannya, tapi setidaknya aku bisa membuatnya berhenti memikirkanmu sementara dan membuatnya bisa tertawa bahagia.
"Ayo kita naik itu, Gaara."
"Baiklah, ayo!" Melihatnya tertawa seperti ini sangat membuatku bahagia. Kau benar-benar bodoh meninggalkan Naruto, Sasuke. Tapi mungkin aku harus berterima kasih padamu karena kau, aku bisa sedekat ini dengannya tanpa tatapan cemburu darimu yang membuatnya enggan untuk dekat denganku.
"Gaara, kita naik sekali lagi ya."
"Ok."
"Wah, boneka rubah itu lucu. Yah, sudah diambil orang lain."
"Ini untukmu."
"Eh. Wah, Gaara. Arigatou." Lucu sekali melihatnya terkejut saat dia berbalik dan mendapati boneka yang diinginkannya berada di tanganku. Sepertinya aku berhasil membuat tawa keluar dari bibirnya hari ini, kuharap aku bisa menjaga tawa itu.
"Aku sudah menemanimu menaiki semua permainan di taman ini. Kini giliranmu yang mengikutiku. Ayo kita pergi ke sana."
"Sa-sana? Maksudmu rumah hantu itu?"
"Iya. Ayo,"
"Huwa… Gaara, aku sudah lelah, lebih baik kita pulang sekarang."
"Sebentar saja, Naru."
"Tidak, Gaara."
Akhirnya dengan sedikit paksaan, Naruto pun mau mengikutiku. Kami pun mulai memasuki rumah hantu itu. Sepertinya Naruto benar-benar ketakutan, terlihat dari genggaman tangannya yang memeluk erat lenganku dengan tubuh bergetar karena takut. Kami pun terus berjalan hingga tiba-tiba saja sebuah patung wanita dengan darah di wajahnya muncul mengagetkan kami dan membuat Naruto langsung lari secepat kilat meninggalkanku sendiri di dalam.
XOXOXOXOXO
"Ah, kau benar-benar brengsek, Gaara. Kau kan tahu aku takut dengan hantu, kenapa kau malah membawaku ke semua yang berhubungan dengan hantu, dari film hingga memasuki rumah hantu."
"Iya, maafkan aku. Ini, aku traktir ice cream sebagai permintaan maaf dan pengganti ice cream yang tidak sempat kau makan."
"Huh, satu ice cream ini saja belum bisa sebagai permintaan maaf."
"Baiklah. Nanti kau kutraktir lagi."
"Hmm.. kalau sepert itu aku terima. Kupegang janjimu."
Lama mereka terdiam hingga pertanyaan Naruto memecah keheningan diantara mereka.
"Ah, terima kasih atas ice cream yang kau beri saat di kampus tadi siang, moodku langsung membaik saat memakannya. Tapi, kau tidak perlu sok misterius dengan memberikannya melalui seorang anak kecil, kau kan bisa memberikannya langsung padaku, Gaara."
"Ice cream?" Tanya Gaara.
"Iya, apa kau lupa?"
"Ah, iya. Aku ingat, tidak masalah. Itu hanya sebuah kejutan dariku," ujar Gaara berusaha terdengar meyakinkan dihadapan Naruto.
"Naru, apa kau masih tidak bisa melupakan Sasuke?" Wajah Naruto kembali sedih saat mendengar Sasuke. Dia mengutuk Gaara yang kembali mengingatkannya pada pemuda itu saat bayangannya tidak muncul di kepalanya saat ini.
"A-aku belum sepenuhnya bisa."
"Sampai kapan kau mau terus berada dalam kesedihan karenanya? Kau tidak bisa terus sedih seperti ini, Naru. Di sini masih ada aku yang menyayangimu, kau lupakan saja Sasuke."
"Aku tidak bisa. A-aku terlalu mencintainya, Gaara." Dibingkainya wajah tan itu dengan tangannya dan mengangkatnya hingga jadenya dapat melihat air mata yang kembali menetes dari mata birunya. "Aku tidak bisa," ulangnya lirih.
"Tapi kau harus melupakannya, Naru. Kau tahu, Sasuke akan melangsungkan pertunangannya dengan gadis bernama Shion itu beberapa hari lagi." Mata biru Naruto melebar saat mendengarnya.
'Apa benar, apa benar secepat itu kau melupakanku, Sasuke.'
Dipeluknya tubuh gadis yang bergetar karena tangis yang kini pecah. Tangis karena hatinya yang semakin hancur karena pemuda yang dicintainya itu.
"Maafkan aku jika aku menyakitimu dengan berita ini. Tapi kau harus mengetahui kenyataan yang sebenarnya, Naru. Aku tidak ingin kau terus mengharapkan Sasuke sementara dia sama sekali tidak memikirkanmu," ujarnya seraya mempererat pelukan pada Naruto yang semakin terisak.
XOXOXOXOXO
"Untuk apa kau datang ke sini?" Tanya pemuda berambut raven dengan dingin.
"Aku hanya ingin memperingatkanmu untuk tidak mendekati Naruto lagi. Dan juga terima kasih. Terima kasih karena kau telah memberikannya padaku. Semoga kau senang bersama gadis bernama Shion itu dan aku bersama Naruto." Ditepuknya bahu pemuda berambut raven itu sebelum Gaara pergi meninggalkan kediaman pemuda yang sangat disukai oleh gadis yang disukainya. Namun langkahnya terhenti saat dirinya mengingat sesuatu yang harus dikatakannya. "Dan terima kasih atas ice cream yang kau berikan padanya tadi siang. Tapi lain kali kau tidak perlu repot-repot melakukannya, karena dia kini memiliku yang akan ada di saat dia membutuhkanku," lanjutnya sebelum benar-benar pergi dari hadapan Uchiha bungsu itu. Mata onyxnya menatap tajam ke arah di mana pemuda berambut merah itu pergi, tangannya pun terkepal erat saat mengingat perkataannya.
TBC
Halo.. minna… chira balik lagi bawa apdetannya. Sesuai janji chira, chap ini chira buat lebih panjang dari chap kemaren. Ya, meskipun aku yakin ini masih kurang panjang, tapi setidaknya sudah lebih panjang XD #digetok
Yosh! Ini balesan reviewnya^^
Dobe siFujo
Iya, fic sasunaru memang lagi langka, tapi nanti juga banyak yang baru lagi kok dari author yang lain, mungkin mereka lagi hijrah sementara –halah-^^
Ngomong'' soal SN day, fic untuk merayakan SN day punyaku hancur gegara ga kuat ngetik panjang-panjang, padahal udah ditengah jalan, tapi otak langsung eror, jadi ga ikutan deh T_T *ikutancurcol*
Makasih dah review^^
Meg chan
Hhaha… iya. Nanti kalo Naru udah direbut Gaara baru meraung-raung dah tuh orang XD
Makasih dah reiew, maaf ga bisa cepet^^
Ryu The Blitzz
Eeeeh~ maaf ya ga bisa apdet cepet. Makasih dah review^^
Yashina Uzumaki
Uwoo.. rikuestnya banyak yah..hhehe.. tapi nanti aku pertimbangkan deh^^
Makasih dah review^^
Greenie
Hmm.. begitu yah. Menurutku juga gitu sih, jangankan gagal, kalo melakukan kesalahan kecil pas pernikahannya aja dah bikin malu XD *pengalaman ngerusuh dipernikahan orang*
Makasih dah review^^
Uchiha kecebur
Bagian mananya yang kabur-kaburan? Kalo yang dichap kedua kan dia pergi buat mengubah keputusan Sasuke.
Makasih dah review^^
Yosh! Akhirny bisa apdet juga. O ya, maafkan chira kalo chap depan dan chap seterusnya akan lama apdetnya. Aku mau hiatus dulu. Yah, meskipun ga sepenuhnya hiatus juga sih, paling aku apdet kalo ada libur panjang. So, ayo berdoa semoga banyak libur panjang XD *maunya*
Akhir kata, sampai ketemu dichap selanjutnya^^
Kritik? Saran?
~RnR please~
