'Sssshhh'
Rintik hujan perlahan turun menabrak bumi, membasahi tanah-tanah yang meretak karena kekeringan, semakin deras dan deras, membasahi apa saja yang ditabraknya.
"Eeeehhh kenapa tiba-tiba hujan seperti ini?" kaki jenjang kecoklatan itu berlari mencari tempat berteduh, tas selempang kecil yang dibawanya beralih fungsi menjadi payung yang hanya berhasil mendindungi sebagian kecil dari kepalanya saja. Hujan yang semakin deras membuatnya mau tidak mau mempercepat langkahnya. "Aishh.. ada apa dengan ramalan cuaca hari ini? Aku tidak ingat mereka mengatakan jika siang ini akan turun hujan."
'Bugh'
Punggungnya yang basah tidak sengaja menabrak seseorang. Alih-alih ingin meminta maaf, gadis manis itu malah terdiam, memandang tidak percaya pada sosok dihadapannya.
"A-ah, maafkan aku," tubuhnya membungkuk dengan cepat, ingin segera pergi dari tempat itu, memberikan tempat berteduh yang tidak cukup besar itu pada pemuda tersebut. Entah ini sebuah kesialan baginya atau bukan, pemuda tersebut kelihatannya tidak ingin membiarkannya pergi. Tangan putih pucatnya dengan cepat menahan gadis itu, menariknya, dan membawanya dalam dekapannya. Wajahnya sangat dekat dengan leher yang tidak tertutup rambut itu, sangat dekat hingga hidungnya yang mancung mampu menicium wangi citrus yang menguar dari tubuhnya, wangi yang sangat disukainya.
'Oh, Tuhan, ada apa ini? Ada apa dengannya? Dei-nii, apa yang harus aku lakukan?'
Jantungnya berdegup dengan kecang, tubuhnya kaku, matanya tertutup rapat menahan cairan yang terus saja mendesak untuk keluar. Tangannya yang bergetar mencoba mendorong pemuda itu, "To-tolong jangan seperti ini, Sasuke," pintanya lirih. Entah Sasuke benar-benar tidak mengerti apa yang dibicarakan Naruto, atau hanya pura-pura tidak mengerti. Yang pasti, dekapan Sasuke sama sekali tidak mengendur. Sasuke menghirup napas panjang, mempererat kembali pelukannya, tangan kirinya kini membelai lembut mahkota berwarna pirang itu. Napas Naruto turun naik, mencoba bersabar atas perlakuan –yang menurutnya tidak pantas dilakukan- Sasuke. Namun kesabarannya tentu saja ada batasnya.
'Bugh'
"Tsk, ada apa dengamnu?!" Sasuke megusap hidungnya yang mulai mengeluarkan darah segar. Tinju yang tidak dapat terelakkan itu sukses membuat Sasuke melepas pelukannya yang hangat.
"Aku yang seharusnya bertanya itu, ada apa denganmu, Sasuke?! JANGAN PERLAKUKAN AKU SEOLAH AKU INI BONEKA YANG TIDAK PUNYA HATI!" Air mata yang sedari tadi ditahannya kini jatuh tak tertahankan. "Kau tidak memberikanku kesempatan lagi, kau memutuskan hubungan kita sepihak, kau bahkan sudah mendapatkan penggantiku begitu cepat dan akan meminangnya sebentar lagi, dan..dan sekarang kau memelukku seperti ini. Apa maksudnya ini semua, Sasuke? KATAKAN PADAKU APA MAKSUD INI SEMUA?!" Naruto menggenggam erat kaos yang dipakai Sasuke, mengguncang-guncangkannya meminta jawaban. Namun yang didapatinya hanyalah kebisuan. "Mungkin aku terlalu mencintaimu hingga tidak tahu jika ternyata kau sebrengsek ini, Sasuke."
'Bugh'
Naruto segera berlari dengan kencang menerobos derasnya hujan setelah memberikan sebuah tendangan telak ke arah selangkangan Sasuke, meninggalkan Sasuke yang mengerang kesakitan.
"AAARRRGGGHHHH"
Disclaimer:
Masashi Kishimoto
Pair:
SasukexFemNaruto
GaaraxFemNaruto
Hujan deras identik dengan susana dingin, dan suasana dingin paling nikmat jika ditemani dengan secangkir coklat panas. Bersandar di sofa yang empuk, menyesap sedikit demi sedikit coklat panas ditangan kanannya sambil membaca novel kesukaannya, benar-benar santai yang jarang didapatkannya.
'ting tong ting tong'
Suara bel yang tiba-tiba berbunyi membuatnya terkejut, menimbukan decakan kesal dari bibirnya karena telah mengganggu waktu santainya. Dengan enggan ia meletakkan novelnya, cangkir berisi coklat panas yang masih mengeluarkan kepulan asap putih, dan berajalan dengan malas, berharap siapa pun orang yang membunyikan belnya segera pergi tanpa ia harus membuka pintu itu. Namun ekspektasi sangat berbeda dengan realita karena kenyataannya, seseorang –yang entah siapa pun itu- terus membunyikan belnya tanpa henti.
'cklek'
Tubuh Gaara sedikit terdorong ke belakang mendapat serangan tiba-tiba itu. Mimpi apa dia semalam hingga bisa dipeluk dengan sukarela oleh orang yang begitu disukainya.
"Hei, ada apa denganmu? Kenapa kau basah kuyup seperti ini Naruto? Ayo masuklah." Gaara menuntun Naruto memasuki rumahnya tanpa berniat melepaskan pelukan gadis itu.
Naruto sudah tidak basah kuyup seperti kucing yang kecebur lagi, bajunya yang basah pun sudah terganti dengan pakaian kering yang dipinjamkan oleh Gaara.
"Ini, minumlah, kau pasti kedinginan, ini bisa membantu menghangatkan tubuhmu."
"Terima kasih." Tangan tan itu terulur meraih cangkir yang diberikan Gaara dan meneguknya perlahan. Gaara mendudukkan tubuhnya di samping Naruto, memandang gadis itu dengan intens. "Ada apa denganmu? Kenapa kau bisa sampai basah kuyup seperti ini? Apa ada hubungannya dengan…Sasuke?" tanya Gaara hati-hati.
Dari sekian banyak pertanyaan, kenapa Gaara harus menanyakan Sasuke? Kenapa ia harus mengingatkannya kembali pada hal yang sangat ingin dia lupakan itu? Tapi memang tidak bisa dipungkiri jika apa yang dialaminya dan kenapa ia berada di tempat ini sekarang memang berkaitan dengan Sasuke. Namun dia sedang tidak ingin membahasnya, tidak sampai ia bisa berpikir dengan jernih.
"Apa aku boleh menginap di sini?" tanya Naruto dengan tatapan kosong ke dalam cangkir berisi coklat panasnya.
"Ya, tentu saja, kenapa tidak?" Tangan Gaara perlahan terangkat dan membelai rambut Naruto yang masih belum sepenuhnya mengering. "Aku akan memberitahu kakakmu nanti."
"Hey, Gaara."
"Hn?"
"Apa kau benar-benar menyukaiku?"
"Ya, ada apa denganmu? Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"Kau masih menyukaiku hingga saat ini?"
"Ya, tentu saja. Hey, kau benar-benar bersikap sangat aneh, Naruto." Gaara mulai memandang Naruto dengan tatapan bingung, tidak mengerti arah dari pembicaraan ini.
"Kau pernah bilang padaku, jika aku lelah dengan Sasuke, aku bisa datang kepadamu, kau akan menerimaku dengan senang hati, apa tawaran itu masih berlaku?" Naruto mengalihkan pandangannya dari cangkir yang sedari tadi lebih terlihat menarik dari apa pun, mengalihkan pandangannya pada pemuda bertato ai dikeningnya itu. "Apa itu masih berlaku untukku sekarang, Gaara?" Naruto kembali mengulangi pertanyaannya, namun Gaara tidak menjawab, ia hanya balas memandang sapphire itu lekat-lekat.
XXXXX
"Sasuke kuunn~" Shion bergelayut manja di lengan Sasuke dihadapan teman-teman Sasuke, membuat Sasuke malu dibuatnya karena selama Sasuke menjalin kasih dengan Naruto, bisa dikatakan jika mereka coretsangatcoret jarang menunjukkan kemesraan didepan umum, tapi lebih banyak ke arah tarik urat atau adu tinju, yang menurut orang lain mereka lebih terlihat seperti suami istri yang bertengkar dan hampir bercerai daripada sepasang kekasih yang saling mencintai. Tapi begitulah cara mereka saling mencintai, dan Sasuke tidak pernah ambil pusing apa yang orang lain pikirkan, baginya cukup hanya dia, Naruto dan Tuhan yang tahu betapa mereka saling mencintai. Tapi itu hanyalah masa lalu, masa lalu yang perlahan-lahan harus ia lupakan, suka tidak suka, mau tidak mau.
"Kalian semakin hari semakin mesra saja."
"Iya benar, membuat kami iri saja melihatnya haha.."
"Tentu saja, kami kan akan segera melangsungkan pernikahan, jadi wajar jika kami semakin mesra, iya kan Sasuke-kun?" Tanya Shion yang hanya dijawab anggukan oleh yang bersangkutan.
"Ah, ngomong-ngomong soal mesra, apa kalian sudah melihat pasangan baru kita?"
"Pasangan baru?" Sasuke membeo. Bukannya ia mulai tertarik dengan hubungan asmara orang lain, tapi pasangan yang mampu membuat teman-temannya yang sama sekali bukan tipikal orang yang suka bergosip ini membicarakan mereka, cukup mampu menyita perhatian Sasuke.
"Iya, kekasihmu, ah maksudku mantan kekasihmu Naruto."
"Ah iya iya, aku melihatnya pagi ini. Dia bergandengan tangan dengan Sabaru, Subaru, Siba-"
"Sabaku, bodoh."
"Ah iya, itu maksudku, Sabaku. Tidak kusangka pemuda Sabaku itu berhasil mendapatkan Naruto. Bukankah dulu kau bersikeras tidak akan memberikan Naruto pada siapa pun terutama pemuda Sabaku itu, Sasuke?" Pemuda dengan tattoo segitiga terbalik dikedua pipinya itu menaik turunkan alis menggoda Sasuke, Sasuke yang merasa dirinya dihina itu sontak memberikan death glare terbaiknya, namun yang bersangkutan hanya memasang cengiran bodoh bak bayi yang tidak berdosa.
Ya, sudah menadi rahasia umum jika Gaara sangat menyukai Naruto, dia selalu berusaha merebut Naruto darinya hingga membuat seorang Sasuke bingung untuk menghadapinya. Berbagai cara sudah Sasuke lakukan untuk membuat Gaara menyerah, tetapi tidak ada satupun cara yang berhasil menghentikannya. Namun sekeras apa pun usaha Gaara, Naruto tetap lebih memilih bersama Sasuke. Tak dapat dipungkiri jika itu menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi Sasuke.
"Hey kita masih ada kelas, ayo cepat pergi sebelum Prof. Kurenai menghukum kita beroged di depan kelas." Keempat pemuda tersebut pun berpamitan pada Shion dan Sasuke, pergi meninggalkan mereka berdua sambil menahan tawa melihat ekspresi Sasuke saat ini.
"Hey, Sasuke-kun, jangan bilang jika kau cemburu pada Naruto." Bukan hanya teman-temannya, kini Shion pun benar-benar membuat Sasuke muak saat ini. Seorang Uchiha Sasuke yang memutuskan hubungannya dengan Naruto sekarang cemburu dengannya? Kesal? Marah? Merasa terhinakan oleh seseorang yang akhirnya lebih dipilih Naruto daripada berjuang untuk bisa kembali bersama dengan Sasuke? Hahahaha tentu saja…tentu saja hanya Sasuke dan Tuhan yang tahu bagaimana sebenarnya perasaan Sasuke saat ini.
XXXXX
Wajah cantik yang selalu dipenuhi senyum ramah nan menawan itu kini perlahan mulai menampakkan watak sebenarnya. Senyum-senyum manis itu kini berubah menjadi sebuah seringaian –yang tentunya tanpa diketahui orang lain-. Bagaimana tidak? Tinggal selangkah lagi ia akan berhasil mendapatkan Sasuke, teman masa kecilnya yang tampan, yang banyak diagung-agungkan para kaum hawa meski terkadang sifatnya tidak setampan wajahnya. Shion sudah menyukai Sasuke sejak kecil, di mana ada Sasuke, di situ pasti ada Shion. Meski begitu, Sasuke tidak sekali pun melirik ke arahnya, kalau pun mereka bertegur sapa hingga mengobrol kecil, itu tidak lain dan tidak bukan karena terpaksa, hanya karena kedua orang tua mereka yang notabenenya adalah teman dekat.
Ya, Sasuke memang tidak menaruh hati pada gadis itu, bahkan terkesan menjauhinya. Baginya, gadis yang manja, selalu memandang rendah orang lain, dan hanya memikirkan dirinya sendiri sangatlah tidak keren. Maka dari itu, Sasuke langsung jatuh hati pada sosok Naruto yang sangat peduli pada orang lain. Shion yang melihat itu tentu saja langsung membenci Naruto. Dia tidak habis pikir kenapa Sasuke bisa menyukai Naruto? Gadis yang menurutnnya sangatlah jelek dan barbar.
Sejak Sasuke dan Naruto mendeklarasikan cinta mereka, Shion sering kali mencoba menghancurkan hubungan mereka secara diam-diam, dari menyewa seseorang untuk menggoda Naruto supaya ia meninggalkan Sasuke, mengirimkan sejumlah uang padanya, hingga menyewa seseorang untuk menculiknya, bahkan kegagalan pada kedua pernikahan merekapun sedikit banyak karena ulahnya, namun tidak ada satupun yang berhasil.
Shion hampir saja menyerah atas Sasuke, namun kejadian tak terduga itu kembali membangkitkan semangat Shion. Kejadian yang sama sekali bukan ia pelakunya. Kejadian yang paling menyakitkan bagi Sasuke, namun paling membahagiakan bagi Shion. Ingin rasanya Shion tertawa sekencang-kencangnya pada saat itu juga, tertawa sangat kencang hingga perutnya sakit saat ia melihat bagaimana kesalnya wajah Sasuke ketika pernikahanannya hancur oleh kecerobohan pengantin wanitanya sendiri.
Melihat peluang yang begitu besar membuat Shion langsung melancarkan aksinya tanpa membuang-buang waktu. Sasuke yang dalam keadaan kesal dan kecewa yang teramat itu sangat mudah dipengaruhi. Dengan sedikit bujuk rayu dan kata-kata manis nan menjanjikan, Sasuke mengiyakan tawaran Shion untuk menggantikan posisi Naruto dengan mudahnya.
Tidak ada lagi rasa takut jika Sasuke akan mengalihkan pandangannya saat mereka bertemu pandang, tidak ada lagi berjalan dalam bayangan saat mencoba bersama dengannya. Kini Shion dapat dengan bangga berjalan disamping Sasuke, bergelayut manja dilengannya, memanggilnya dengan sebutan sayang, hingga memperkenalkannya sebagai kekasihnya pada semua orang. Itu semua merupakan hal yang paling membahagiakan baginya saat ini. Oh, tunggu hingga ia menyandang gelar nama Uchiha di depan namanya, tidak akan ada hal yang paling membahagiakan untuknya pada saat itu terjadi.
Kini seringaian Shion semakin melebar saat melihat Sasuke entah sudah berapa kali berdecak kesal ketika berpapasan dengan Naruto dan Gaara yang mengumbar kemesraan mereka, memandang sepasang sejoli yang masih hangat itu dengan tatapan sinis. Terima kasih pada Gaara yang menjadikan Naruto kekasihnya, membuat Shion dapat menyimpan energinya untuk membuat Sasuke membenci mantan kekasihnya itu.
XXXXX
Tidak pernah sekalipun terpikirkan oleh Gaara jika Naruto akan menjadi kekasihnya, menggelayut manja di lengannya, memberikan senyum manisnya pada Gaara, dan bukan pada Sasuke. Bukan hanya Gaara saja yang menggelengkan kepala, teman-teman mereka di kampus pun merasa takjub pada perubahan sang Uzumaki. Pasalnya di dalam otak gadis yang jago bela diri itu hanya ada Sasuke, Sasuke dan Sasuke, membuat Naruto tidak dapat melihat pria lain selain Uchiha bungsu itu. Selain itu, Naruto yang tidak pernah bersikap manja dan bermesraan di hadapan teman-temannya kini berubah 180 derajat dan sukses membuatnya menjadi buah bibir.
Sepanjang hari ini berpasang-pasang mata memperhatikan mereka, baik di kelas, koridor kampus, perpustakaan, di kantin, atau di manapun mereka berada. Sebenarnya Gaara cukup risih dengan padangan-pandangan itu, namun melihat senyum Naruto yang terkembang begitu manisnya membuat Gaara bertahan.
Tidak sekali atau dua kali mereka berpapasan dengan Sasuke dan Shion, tidak ada yang berubah dari pasangan itu, mereka tetap mesra seperti biasanya. Tapi ada suatu emosi di wajah stoic Sasuke yang tertangkap oleh mata Gaara. Apa itu? Kesalkah? Atau…cemburu? Entahlah, apa pun emosi yang dimiliki Sasuke, Gaara merasa berada selangkah didepan Sasuke, membuatnya tersenyum tipis dan mengeratkan lingkaran tangannya pada pinggang ramping Naruto, berlalu melewati pasangan itu tanpa menghiraukan tatapan dingin sang Uchiha.
XXXXX
Tetes-tetes air segar bergerak turun dari wajah Gaara. Tidur satu atap dengan Naruto selalu saja membuatnya kesulitan memejamkan mata, dan inilah akibatnya, ia harus bolak-balik ke kamar mandi untuk sekedar membasuh wajahnya, mencoba mengusir kantuk yang terus menyerang.
Tidak banyak mahasiswa yang berada dalam toilet itu, hanya ada Gaara dan seseorang yang berada pada bilik yang tertutup dipojokan. Bukannya Gaara takut akan hantu, hanya saja tiba-tiba sebuah perasaan tidak enak menyergapnya, menyuruhnya untuk lekas beranjak dari tempatnya saat itu.
"Tidak kusangka akan bertemu denganmu di sini, Gaara."
Benar saja, sebuah suara yang tidak asing ditelinganya itu menyapanya, membuat langkah kakinya terhenti. Gaara diam mematung, tidak berniat membalikkan badannya menghadap orang tersebut.
"Kudengar kau berhasil mendapatkan wanita pujaanmu itu, penantianmu selama tiga tahun sekarang berbuah manis, eh? Selamat Gaara." Pria tersebut berjalan perlahan mendekati wastafel, memutar kerannya dan membiarkan air yang keluar membasahi kedua tangannya. "Aku penasaran, perasaan manakah yang paling besar selama tiga tahun itu? Perasaan sukamu pada gadis itu, atau perasaanmu yang ingin membuktikan jika kau bisa berkencan selain dengan orang yang memang sudah jelas-jelas ditakdirkan untukmu?"
Bibir Gaara terkunci rapat, tidak berniat menjawab satu pun pertanyaan pria tersebut. Meladeninya hanya akan membuang-buang waktu saja, begitulah pikirnya. Merasa tak ada yang perlu dibicarakan, Gaara pun perlahan kembali melangkahkan kakinya dari tempat itu.
"Ah, tidakkah kau penasaran? Gadis itu…apakah ia benar-benar menyukaimu? Ataukah hanya memanfaatkanmu semata?" Langkah Gaara sempat terhenti sejenak, namun akhirnya kembali melangkahkan kakinya, meninggalkan pria tersebut yang tersenyum dibalik punggung Gaara yang semakin menjauh.
TBC
Akhirnyaaaaaa kesentuh juga di fic huhuhu
Maaf ya kalo apdetnya lama pake banget hehe
Makasih buat yang udah sempetin baca dan reviewnya makasih banyak semuanyaaaaa
Jangan lupa RnR lagi ya guys~
Sampai jumpa lagi di chap selanjutnya hohoho
