Dan kau menarikku untuk kembali
Hari ini aku berangkat lebih pagi, aku berusaha tersenyum seceria mungkin. Ya, hari baru hati baru. Dan jangan sebut nama Uchiha Sasuke di hadapanku. Harapku.
Di luar dugaan, pagi – pagi Sai sudah duduk di sebelahku dan bercerita banyak. mengenalkanku tentang lukisan. Dia membuatku merasa senang dan malu, setiap dia menatap mataku.
Dan semua hancur, ketika aku melihat sang Uchiha datang masuk ke kelas. Dia yang biasanya terlambat dan mungkin tidak masuk, kini sudah bertengger di bangkunya. Dan dia tidak sedikitpun melihat ke arahku.
"H-hinata " kata Sai membuyarkan lamunanku
"Y-ya.."kataku gugup
"Hinata, kau tidak mendengarkanku?"kata Sai menengok siapa yang baru datang sehingga membuatku tidak focus padanya. Lagi – lagi Sai tersenyum aneh, aku tidak pernah mengerti ekspresi Sai, apakah dia senang atau kecewa. Yang aku tau dia selalu tersenyum pada semua orang, dia ramah.
"lain kali, pergilah bersamaku. Aku ingin melukismu"bisik Sai kemudian membuatku membeku
"i-itu… Y-ya, mungkin lain kali" kataku gugup setengah mati, aku sadar mungkin kini wajahku telah merah merona berkat bisikan Sai. Aku pun segera menundukan wajahku menahan malu.
"kau itu manis sekali Hinata"celetuk Sai mengacak puncak kepalaku, membuat aku semakin memerah.
"braakk…"bantingan pintu membuatku terperanjat kaget, dan bangku Sasuke yang terlihat kosong membuatku tahu siapa pelakunya. Aku hanya tersenyum kecut.
Seharian ini Sai terus mendekatiku, aku tidak tahu apa yang membuatnya sepeti itu. Sebelumnya dia memang ramah padaku, tetapi aku tidak pernah sedekat ini dengannya. Aku tahu Sai itu orang yang ramah dan baik walau dia terkenal sebagai playboy, tapi aku tahu selera Sai bukan gadis pemalu sepertiku.
"hai, Hinata. Nanti pulanglah bersamaku"kata Sai yang duduk di dekatku. Dia merintangkan tangannya di belakang punggungku merapatkan duduknya melihat isi buku yang kini telah bertengger di tanganku. Menyita perhatianku.
"Y-ya"kataku masih membaca. Kini aku dan Sai tengah duduk berdua di taman KHS menunggu bel masuk berbunyi.
"hai, Hinata.. sebenarnya apa yang kau baca" Tanya Sai sambil memainkan helaian rambutku, mungkin dia sudah bosan karena aku abaikan.
"S-sasuke, jangan seperti itu" aku merajuk kesal karena dia terus mengganggu konsentrasiku.
"kau bilang Sasuke ?"Tanya Sai tersenyum
1 detik
2 detik
3 detik
Aku pun menutup buku yang aku baca setelah menyadari apa yang barusan aku lakuhkan, aku tersenyum kecut.
"maaf, maksudku tadi-"kataku menggantung, aku tidak tahu apa yang ada di otakku saat ini. aku ingin kembali menangis. Aku hanya dapat menundukkan kepalaku, menutupi kesedihanku.
Sai memegang daguku, memaksaku menatapnya.
"Dengar Hina-"belum sempat Sai mengatakan sesuatu, sebuah tangan menarikku pergi dengan kasar. Tentu saja Sai dan aku terkejut. Ketika berjalan di belakangnya aku mengetahui siapa dia.
"Sasuke… apa yang kau lakuhkan"tanyaku kesal, dia tidak menjawab. Dia terus berjalan membawaku pergi. Tidak, tidak boleh seperti ini. aku tidak boleh lemah, aku harus tegas.
"Sasuke- !"kataku tegas sambil menghempaskan tangannya dengan sekuat tenaga. Air mataku pun menetes tak dapat ku bendung lagi. Sai yang belum jauh dari kami hanya diam berdiri menatap ke arah kami.
"kau puas sudah mempermainkanku heh ? kau membuatku mengerti, aku hanya gadis yang menyedihkan di matamu kan ? yang dapat kau permainkan sesuka hati, tapi aku punya perasaan Sasuke ! aku terluka ! jika kau tidak menyukaiku jangan seperti ini. jangan membuatku jatuh cinta lebih dalam lagi ! itu menyakitkan Sas-"aku merasakan kecupan singkat Sasuke di bibirku. Singkat lembut tetapi tegas. Dan itu cukup untuk membuatku berhenti berlari darinya.
"jangan pergi !"bisiknya sembari memelukku yang masih diam membatu. Lagi, dia menarikku ke dalam dunianya. Dan aku ? kenapa tidak pernah bisa menolaknya. Perlahan aku membalas pelukannya membenamkan wajahku pada dada bidangnya, menghirup aroma maskulin yang selalu mengingatkanku padanya.
thanks ya udah membaca fic ini, jangan lupa komentar dan tunggu kelanjutannya...
