Disclaimer = Masashi Kishimoto

Maybe I'm insane

"aaaaa…." Teriakku dengan menutup wajahku dengan bantal, meredam suaraku yang mungkin bisa membangunkan semua orang.

"ini semua gara – gara Sasuke… !"desisku kesal, ini kedua kalinya Sasuke membuatku seharian tidak bisa tidur. Ya, setelah insident yang membuatku manangis merasa di permainkan. Kini dia membuatku tidak bisa tidur lagi karena telah mencuri first kissku. membayangkan wajahnya pun membuatku merona sangat malu,

"ciuman pertamaku, beraninya dia menciumku eh" lagi dan lagi, aku tidak dapat menghapus kejadian tak terduga saat itu.

"Sasuke ! aku tidak akan memaafkanmu !"kataku geram, waktu sudah menunjukkan 01.00 WIB tetapi kantuk tak hinggap juga pada mataku. Aku hanya dapat berguling – guling kesal , malu, senang dan entahlah. Aku merasa wajahku terus memanas dan ini semua gara – gara Sasuke.

...

Hari ini semua orang di rumah terheran - heran melihatku, mereka berfikir aku bangun terlalu pagi hari ini.

"akh, andai mereka tahu kalau hari ini aku benar – benar tidak tidur" lagi – lagi pikiranku melayang pada Sasuke dan hal itu sukses membuatku merona.

"kau baik – baik saja hinata ?" Tanya kak Neji membuyarkan lamunanku

"Y-ya, aku baik" kataku gugup menyantap sarapanku

"hinata, apa kau sakit ? dari kemarin ayah perhatikan wajahmu terus memerah" kata ayah tak kalah heran

"B-benar kah ? M-mungkin, h-hanya perasaan A-ayah" jawabku tersipu malu, aku dapat melihat ekspresi heran di wajah ayah dan kak Neji. Hal itu sudah cukup membuatku gugup, sangat gugup.

Hari ini aku berangkat seperti biasa, tetapi entah kenapa semakin dekat jarakku dengan KHS membuatku semakin berdebar tidak karuan.

"masuuk… tidak ya ?" pikirku sambil berdiri mondar - mandir di depan gebrang KHS mengacuhkan tatapan aneh siswa siswi lain yang sudah mendahuluiku masuk.

"masuukk… tidakk… ?"gumamku kesal, sudah hampir setengah jam aku mondar - mandir dan belum berani melangkah lebih jauh lagi

'apa yang kau lakuhkan hem ?'

"kyaa…" teriakku sambil reflek berlari menghindar dari suara Sasuke yang entah sejak kapan tiba-tiba berbisik dari belakangku.

"Hina-"terdengar panggilan Sasuke mencegahku pergi tetapi terlambat.

1 detik

2 detik

3 detik

Aku membatu menyadari apa yang aku lakuhkan, seketika aku melihat ke bawah. Melihat apa yang baru saja sukses aku injak, dan jejak kakiku pun membakas di sana. Pada tanaman hias taman KHS yang terkoyak tak berdaya oleh sepatu hitamku.

"HINATA-"dan seketika aku dan Sasuke melihat siapa yang berteriak mengerikan itu.

"maaf sensai" kataku menundukkan kepala di ruangan guru Kakashi

"nanti akan ku ganti" kata Sasuke yang berdiri tidak jauh di belakangku, terdengar hela'an nafas berat dari guru Kakashi yang berdiri di depanku, menatapku dengan perasaan lelah.

"kau dengar ya Sasuke, bukan masalah bunganya. Tapi dari tindakkan cerobohmu itu, mencerminkan kalian tidak menghargai pekerjaan paman penjaga kebun" Nasehat guru Kakashi

"maaf sensai… aku siap menerima hukuman"kataku semakin bersalah. Ya, ini salahku. Dan Sasuke malah ikut di hukum gara – gara membelaku.

"hemm, baiklah! Saat istirahat nanti, kalian harus membantu paman penjaga kebun menanam 5 bibit pohon sebagai gantinya" kata guru Kakashi memberi titah, aku mengangguk cepat tanda setuju.

Setelah dari ruang guru Kakashi, Sasuke dan aku berjalan berdua menuju kelas. Aku sengaja berjalan di depannya karena masih tidak bisa mengendalikan detak jantungku bila berhadapan dengannya.

"he, kau ! " terdengar suara berat Sasuke sukses membuatku membola, tanpa pikir panjang pun aku berlari pergi meninggalkannya.

...

"Paman, apa yang bisa aku bantu ?" tanyaku ketika menemui paman penjaga kebun. Ya, saat bel istirahat berbunyi tadi. Aku langsung berlari kesini, menyelamatkan diri atau lebih tepatnya bersembunyi dari Sasuke.

"apa kau benar bisa membantu ?" Tanya paman itu menatapku tidak percaya

"tentu paman, akan ku coba" kataku penuh semangat mencoba meyakinkan.

Dan ketika melihat bibit yang guru Kakashi maksut aku hanya dapat menelan ludah tidak percaya.

"apa ini bibitnya ?" tanyaku menatap paman penjaga kebun tidak percaya dan dibalas anggukan pelan darinya

"apa dia tidak bisa membedakan mana bibit dan mana pohon eh" terdengar suara Sasuke yang lagi – lagi datang entah dari mana mengagetkanku.

Melihat Sasuke berjalan ke arahku , aku hanya bisa menunduk menahan wajah merahku.

"kau lari dariku eh ?"tanyanya sedikit menunduk tepat di depanku

"ano… aku kira Sasuke sibuk, jadi…"kataku menggantung

"kau sakit hinata ? wajahmu-"kata Sasuke sambil meletakkan telapak tangan lebarnya di dahiku, memeriksa suhu tubuhku membuat wajahku terasa terbakar.

...

Aku mengerjapkan mataku, terlihat cahaya terang menerobos masuk dari jendela.

"aku di mana ? apa aku kesiangan ?"gumamku tidak pasti

"kau pingsan bodoh"

Deg !

Dan lagi – lagi suara itu membuatku membola, dengan reflek aku segera memunggungi Sasuke yang duduk di samping kananku

"S-sasuke.. "batinku horror

Aku merasa Sasuke kini telah menatapku tajam, dan aku tidak berani membalas tatapannya. Aku merasa, entahlah. Hanya desiran aneh itu semakin kuat dan membuatku tidak berani menatapnya lagi.

"kau takut padaku ?" terdengar ada luka terselip di kata – kata Sasuke membuatku merasa sedih. Bukan, bukan ini maksudku. Mana mungkin aku takut padanya.

"aku pergi" katanya hendak berdiri dari kursi yang ada di dekat ranjang yang kini aku tiduri. Walau merasa tidak rela mengetahui Sasuke pergi tapi aku tetap pada posisiku berbaring memunggunginya.

"bukan, bukan seperti itu" lirihku, tapi aku yakin dia dapat mendengarnya dengan jelas.

"jangan pergi" kataku semakin lirih dan kini aku telah bangkit dengan menundukkan wajahku. Walau tidak melihat wajah Sasuke sekarang. Aku tahu kini dia telah menatapku bingung.

"bukan seperti itu, maksudku-"bisikku, dan entah kenapa aku merasa kini dia sedang menyeringai dan membuat hatiku semakin ciut.

"jadi seperti itu-"

"baiklah-"

Aku meliriknya dari ekor mataku, sejujurnya aku tidak mengerti apa yang dia maksud.

Terdengar langkah Sasuke yang mendekat membuatku ingin berdiri dan lari kalau saja tidak ada dinding yang menghalangiku saat ini.

"jadi- kau terlalu menyukaiku eh?"bisiknya membuatku memerah kembali, hampir saja aku kehilangan kesadaran untuk kedua kalinya

"jadi benar, kau pingsan dan menghindariku gara-gara ciuman-"dan dengan reflek aku membungkam mulut Sasuke dengan kedua tanganku

"maaf…"kataku menyadari apa yang baru saja aku perbuat, sambil melepaskan tanganku dari wajah Sasuke

"jangan seperti itu-"rajukku menahan nafas ketika melihat kemenangan di matanya

"kau harus terbiasa hyuga, karena mungkin mulai hari ini aku akan sering menciummu" bisiknya membuatku membeku.

"Sasuke !" teriakku merasa telah di bodohi, dan dia hanya pergi tanpa memperdulikan wajah kesalku. Sekilas aku melihat senyuman tipis terukir di wajahnya saat berjalan pergi.

hehe, selamat membaca... semoga alurnya engga kecepetan. gomen kalo banyak salah :)