19th
Chapter 10
By Yuya Matsumoto
"Sleeping Beauty"
Inspirasi: K-movie, 19
Cast: Kyuhyun, Siwon, Sungmin and Others
Farkha Shin as Sleeping beauty
Desclaimer: Sungmin is always MINE… forever
Warning: Terinspirasi dari K-movie, namun semua alur dan plot murni hasil kreatifitas Yuya. 19 (K-movie) diperankan oleh T.O.P dan Seungri (Big Bang).
Summary: Kisah tiga orang remaja berumur 19 tahun untuk menemukan jati diri. Tiga orang dengan latar belakang dan permasalahan berbeda. Bersatu.
.
.
\(^w^)/~ Happy Reading ~\(^0^)9
.
.
"Cepat, Minnie. Kita harus sampai di stasiun sebelum kereta terakhir berangkat.", kata Kyuhyun sambil sedikit mengangkat tubuh Siwon yang hampir terjatuh. Kyuhyun sedikit tertatih-tatih saat merangkul tubuh namja di sebelahnya itu. Belum lagi dua buah ransel besar yang sedang ia bawa di punggungnya. Untuk pertama kalinya seorang Cho Kyuhyun—anak emas keluarga Cho sekaligus anak mami—harus bersusah payah membantu seseorang. Wow! Kemajuan pesat!
"Iya, Kyu! Sabar!", jawab Sungmin dengan napas yang terengah-engah. Di tengah malam seperti ini, suasana sangat sepi, jadi tidak ada angkutan umum yang bisa mereka gunakan. Terlebih lagi, jarak antara rumah Youngwoon ke stasiun kereta sangatlah jauh. Kaki mungil Sungmin sudah sangat lelah berjalan.
"Kyuuuh!", panggil seseorang dengan suara lirihnya. "Ne.", jawab Kyuhyun cepat.
"Ber-henti… Seb-bhentar…", pinta Siwon dengan suara yang sedikit tersengal. Namja gagah itu sudah sangat kelelahan, apalagi ia harus menahan semua rasa sakitnya.
Kyuhyun menatap wajah Siwon yang kelelahan. Air mukanya tergurat rasa sakit. Kyuhyun menghela napas panjang, merendam egonya. "Baiklah. Kita istirahat sebentar.".
Sungmin membantu Kyuhyun untuk mendudukkan Siwon di atas bangku jalan. Siwon mengatur napasnya, mengucapkan kata terima kasih dengan sangat pelan. Kyuhyun melepaskan kedua tas ransel yang telah membuat punggungnya nyeri. Sedangkan Sungmin sibuk memberikan botol minuman kepada kedua namja itu.
'Aish! Lihat saja dirinya. Begitu sibuk dengan namja manja itu. Apa sih istimewanya seorang Choi Siwon? Aku lebih capek, tahu!', kesal Kyuhyun saat melihat Sungmin membantu Siwon minum dari botolnya. Sungmin juga menyeka keringat yang membasahi wajah tampan itu. Tanpa Kyuhyun sadari, ia sudah meremukkan botol air minum mineral itu.
TUUUK! Kyuhyun membuang botol bekas itu ke dalam tempat sampah terdekat. Ia mengambil kedua ranselnya, berusaha memakainya dengan baik. "Ayo pergi! Istirahat selesai.", perintahnya tajam. Kyuhyun melewati keduanya tanpa mempedulikan mereka sama sekali. Rasa cemburu sudah menguasai hatinya sekarang. Ia tidak peduli lagi dengan namja bermarga Choi itu.
"Ya! Kyu! Bantu aku!", teriak Sungmin sambil berusaha mengangkat tubuh kekar Siwon. Kyuhyun tidak mempedulikan panggilan Sungmin. Ia sudah melangkah cukup jauh dari keduanya. Merasa diacuhkan, Sungmin memutuskan untuk memapah Siwon seorang diri. Ia mengumpat dalam hatinya. 'Aku akan membalas semuanya, Kyu.'.
Siwon menyunggingkan senyuman di kedua belah pipinya. "Gomawo, Min-ah!", ucapnya tulus. Siwon berusaha berdiri lebih tegap dari sebelumnya. Sebenarnya rasa sakit ini masih bisa ia tahan dengan baik, jadi Siwon masih bisa melangkah tanpa bantuan siapapun walau sedikit tertatih. "Biar aku berjalan sendiri, Min.", pinta Siwon tak mau merepotkan yeoja mungil itu. 'Ckckckck… Gotcha! You're jealous, Kyu. Kamu mudah sekali ditebak.', batin Siwon merasa menang.
.
.
#at Train station, Berlin, Germany#
[Day 6, Midnight]
.
.
"Ah SIAL!", jerit Kyuhyun saat langkahnya tak mampu menggapai kereta listrik yang telah melaju cepat itu. Mereka gagal. Kyuhyun duduk dengan rasa kesal di salah satu bangku pinggir rel. Ia melepas kedua tas ranselnya, menghempaskannya ke atas lantai dingin stasiun itu. Di tengah malam yang dingin, dikejar-kejar oleh orang jahat, membawa seorang teman yang terluka dan diacuhkan oleh seorang gadis yang ia sukai, telah membuat Kyuhyun sangat sebal untuk melanjutkan kembali perjalanan mereka.
"Kita terlambat ya, Kyu?", tanya Sungmin meyakinkan penglihatannya ke atas rel yang kosong. Sungmin mendesah kecewa, sedangkan Siwon melangkah pelan ke arah Kyuhyun.
Kyuhyun melemparkan pandangan tajam kepada Sungmin. "Jangan tanyakan omong kosong! Semua ini kesalahan kalian!", bentak Kyuhyun, berdiri dari duduknya saat Siwon meletakkan bokongnya di samping Kyuhyun.
"Mau kemana, Kyu?", tanya Sungmin sambil menarik lengan Kyuhyun.
"Pergi.", desis Kyuhyun datar. Ia menarik lengannya kasar sehingga Sungmin terpaksa melepas cengkraman tangannya. Kyuhyun melangkah pergi, meninggalkan sepasang manusia itu.
Sungmin menghela napas pasrah, duduk di samping Siwon. "Tenanglah. Kyuhyun hanya cemburu saja.", ucap Siwon menenangkan yeoja mungil di sampingnya dengan belaian pada punggung gadis itu.
Sungmin membulatkan mata kelincinya. "Eh?", ujarnya terkejut. Siwon tersenyum kecil melihat ekspresi bodoh Sungmin. 'Apa yeoja ini terlalu polos ya? Konyol!', batinnya tak percaya. CTAAAK! Siwon menyentil dahi Sungmin. "Bodoh.", ledeknya sambil menahan tawanya. Namja tampan itu ingin sekali tertawa keras, karena melihat wajah polos Sungmin yang justru terlihat menggelikan, tapi Siwon harus menahan rasa sakit yang berlebih jika ia tertawa keras.
"Ya! Jangan menghinaku seperti itu. Sakit, tahu!", kesal Sungmin sambil mengelus dahinya yang sedikit memerah.
"Ah, maaf. Maaf.", balas Siwon dengan wajah meledeknya. Sungmin mengerucutkan bibi plump miliknya, kesal sekali dengan tingkah kedua temannya itu. Akhirnya kedua orang itu sibuk berbincang, memecahkan suasana genting yang sedaritadi mereka rasakan.
TAP! TAP! TAP! TAP! Suara langkah kaki semakin lantang terdengar di sisi stasiun kereta yang sepi itu. Siwon dan Sungmin terbangun dari tidur mereka. Sungmin merapatkan tubuhnya ke sisi Siwon. Siapa yang malam-malam seperti ini melangkah dengan langkah cepat dan keras seperti ini? Apakah hantu? Atau penjahat? Semua pikiran-pikiran buruk menggeluti otak keduanya. Siwon merangkul Sungmin, menenangkan yeoja manis itu, walaupun ia juga merasa takut. Tidak mungkin bagi Siwon untuk melawan penjahat dengan kondisi lemah seperti itu bukan.
TAP! TAP! TAP! TAP! Langkah itu mulai mendekat kepada mereka. Sungmin memejamkan matanya. "Kyaaaa~! Hmmmph!".
"Diamlah!", desis Kyuhyun di telinga Sungmin. Ia membekap mulut Sungmin agar yeoja itu tidak menjerit lebih keras lagi. Siwon dan Sungmin merasa lega saat mereka melihat wajah Kyuhyun di depan keduanya. 'Syukurlah!', batin keduanya.
"Ada apa, Kyu? Kenapa kamu kelihatan panik?", tanya Sungmin heran.
"Apa ada sesuatu yang buruk?". Kali ini Siwon yang bertanya.
Kyuhyun hanya diam, sibuk mengambil kedua tas ransel miliknya dan Siwon, lalu memakainya dengan segera. Kyuhyun memberikan tas ransel dan tas selempang kepada Sungmin, masih dengan wajah datarnya. Tak berapa lama, Kyuhyun menarik Siwon bangkit, memapah tubuh besar namja tampan itu. "Cepatlah! Kita harus segera pergi dari sini!", jawab Kyuhyun singkat.
"Memang ada apa, Kyu?", tanya Sungmin masih penasaran.
"Jangan banyak tanya. Mereka sudah mencari kita sampai sini!".
Ketiga remaja itu bergegas keluar dari stasiun kereta. Mereka melihat sebuah taksi yang sepertinya sedang menunggu ketiganya. Ternyata sejak tadi Kyuhyun pergi untuk mencari kendaraan yang bisa mereka gunakan. "Warsaw, Polandia.", ucap Kyuhyun memberitahu supir taksi itu arah tujuan mereka.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat kepergian ketiganya. Orang itu menyunggingkan seringainya. "Warsaw, Polandia? Hmmm…", gumamnya pelan.
.
.
#at Hostel, Warsaw, Polandia#
[Day 6, Evening]
.
.
Kyuhyun menggeliatkan tubuhnya, melakukan sedikit peregangan yang membuatnya nyaman. Ia melirik ke ranjang di sampingnya. Kosong. Kyuhyun menguap, mengusap kedua matanya agar kesadaran kembali kepadanya. Wajar sekali jika namja genius ini sangat mengantuk, karena sepanjang perjalanan Berlin-Warsawa Kyuhyun tidak tidur sama sekali. Itu artinya Kyuhyun terjaga dari malam hingga siang hari. Kyuhyun berusaha bersikap dewasa, menjaga kedua temannya yang terlihat lemah saat ini.
"Minnie, apa yang kamu lakukan di sini?", kaget Kyuhyun saat ia melihat Sungmin tengah duduk di balkon hotel.
"Hmm...", gumam Sungmin, masih asyik menikmati langit yang mulai kemerahan.
Kyuhyun tersenyum, mengambil duduk di sebelah gadis itu. Kyuhyun mengacak pelan rambut Sungmin, berusaha mencari perhatiannya. "Ada yang sedang mengusik hatimu, Minnie?".
Sungmin merapikan rambutnya yang sedikit berantakan tanpa mengalihkan pandangannya. "Hmm…", jawabnya sambil mengangguk.
"Kangin-appa?", tanya Kyuhyun memastikan. Sungmin lagi-lagi mengangguk, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Kyuhyun menghela napas panjang, berusaha sabar dengan sikap Sungmin. "Ceritakanlah semua gundahmu padaku, Min!", pinta Kyuhyun lembut sambil mengelus rambut panjang Sungmin. Tanpa Kyuhyun sadari, ia telah bersikap bak seorang pangeran kepada Sungmin. Hmm… Inikah sifat Kyuhyun yang sebenarnya?
Sungmin terdiam, menerawang jauh menembus langit sore itu. Kyuhyun bersabar menanti jawaban Sungmin. "Aku masih ingin bersama Kangin-appa.", ucap Sungmin memulai curahan hatinya. Sungmin merebahkan tubuhnya pada sandaran kursi. "Aku belum pernah merasakan kasih sayang seorang ayah seperti Kangin-appa. Aku merindukannya.", jujur Sungmin. Ia menutup matanya, berusaha mengingat perhatian yang diberikan Youngwoon selama dua hari itu.
Kyuhyun tertegun saat cairan bening itu membasahi pipi chubby Sungmin. Kyuhyun terlihat salah tingkah. 'Eh? Dia menangis? Aku harus bagaimana?', tanyanya bingung pada dirinya sendiri. Sungmin membuka matanya, membiarkan airmatanya keluar dari mata kelinci bening itu. Sedangkan Kyuhyun memutuskan untuk diam, kembali mendengarkan penuturan Sungmin.
"Hidup ini tidak adil, Kyu. Orang seperti Jungsoo-ahjumma memiliki suami jahat, seperti appa-ku. Sedangkan Kangin-appa yang sangat baik harus menyerah pada kenyataan bahwa Jungsoo-ahjumma tidak mencintainya. Kenapa mereka tidak dipersatukan? Tuhan tidak adil, Kyu!". Tangis Sungmin semakin pecah. Ia menangis tersedu-sedu. Kyuhyun merengkuh tubuh rapuh itu ke dalam dekapannya.
"Ssst… Jangan bicara seperti itu, Minnie-ah!", ujar Kyuhyun sambil mengelus rambut halus Sungmin. "Tuhan punya hikmah di balik itu semua. Aku rasa kamu sudah cukup dewasa untuk bisa memetik nilai dari kehidupan mereka, Minnie. Aku mau dengar kamu menyebutkannya satu saja.", kata Kyuhyun bijak.
Sungmin melepas dekapan Kyuhyun pada bahunya. Ia menatap wajah Kyuhyun, berpikir keras atas kata-kata namja itu. Sungmin memainkan bibir bawahnya dengan tangan, menunduk sambil berpikir. Ini adalah sebuah pertanyaan sulit yang harus Sungmin jawab.
Kyuhyun tersenyum kecil, tahu bahwa Sungmin sedikit kesulitan. "Kau tahu, Min, Kangin-appa adalah orang hebat. Aku pernah mendengar kisahnya saat kami berbincang sebelum ke bar malam itu. Keteguhan hatinya dan keberaniannya membuatku kagum. Ia bisa bangkit dengan semua kekurangan yang ia punya. Ia berdiri tegak dengan kakinya sendiri, memutuskan untuk meninggalkan keluarganya, hanya untuk meraih impiannya. Walaupun semua orang menghinanya, ia tidak pernah membenci keluarganya. Ia bertekad membuat semua keluarga Kim bangga kepadanya, walau jalannya berat dilalui. Dalam hidup yang terpenting adalah keyakinan dan kegigihanmu untuk mewujudkan impian atas kebahagiaanmu, Min. Kekuatan yang dimiliki dari dalam hati jauh melebihi kekuatan fisik yang ada di luar kita. Keteguhan hati adalah segala-galanya.".
Sungmin mengangguk pelan. "Ne. Aku mengerti, Kyu. Tapi… Seharusnya Appa memiliki pendamping yang ia cintai. Ke-kenapa Jungsoo-ahjumma masih mencintai ahjussi mesum itu? Itu tidak adil.", bantah Sungmin. Ia masih tidak terima dengan semua yang terjadi kepada appa kesayangannya itu.
Kyuhyun menangkup wajah Sungmin, meminta perhatian Sungmin atas perkataannya kali ini. "Pernah membaca buku karya Erich Fromm, 'The Art Of Loving'?", tanya Kyuhyun serius. Sungmin menggeleng sambil mengerjapkan kedua matanya. DEG! 'Ya Tuhan, imut sekali.', jerit Kyuhyun dalam hatinya.
CTAAAK! Kyuhyun menyentil dahi Sungmin dengan keras, membuat yeoja itu mengerucutkan bibirnya. "Pantas saja kau jadi bodoh. Bacalah buku, Min!", ledek Kyuhyun.
"Ya! Seriuslah sedikit, Kyu. Lanjutkan apa yang mau kamu katakan.", marah Sungmin sambil mengelus dahinya yang memerah.
Kyuhyun tertawa kecil. "Ehem.", gumamnya, membersihkan tenggorokannya sebelum mulai melanjutkan pembahasan serius keduanya. "Jangan menjadi objek, tapi jadilah subjek. Jangan selalu mengharapkan dicintai. Ukuran cinta adalah seberapa banyak yang bisa diberikan. Jangan pernah berpikir apa dan berapa yang akan diterima. Keikhlasan memberi, keikhlasan mencinta adalah kata kunci untuk mengerti makna frasa ini. Mencintailah dengan tulus karena saat kamu mencintai seseorang otomatis kamu akan dicintai oleh orang itu. Masalah dicintai hanya masalah waktu. Seberapa kuat kamu menumbuhkan perasaanmu untuknya. Mencintai itu mudah kok. Hanya butuh empat unsur, yaitu pengertian, tanggungjawab, perhatiandan pemahaman. Aku yakin seiring berjalannya waktu, kita semua pasti bisa memahami arti mencintai secara luas.",
Sungmin mengerjapkan matanya berulang kali. Ia terdiam, masih harus mencerna kata-kata Kyuhyun. "Kamu bilang, kita bisa memetik semua hikmah hidup mereka. Jadi hikmah lainnya dari Jungsoo-ahjumma atau ahjussi mesum itu apa?", tanya Sungmin dengan wajah seakan menantang Kyuhyun untuk menelaah permasalahan rumit keempat orang dewasa itu.
Kyuhyun berdiri, mengacak rambut Sungmin dengan kesal. "Kamu cari tahu sendiri. Toh kamu yang tahu kisah tentang mereka. Sudah ah! Aku mau mandi. Annyeong!", ucap Kyuhyun, berlari ke pintu kamar mandi.
Sungmin tersenyum melihat sikap kekanakkan Kyuhyun. Ia kembali memandang langit sore yang indah. 'Aku mengerti kok, Kyu. Ahjussi mesum, aku harap kamu sadar. Bukalah hatimu dan lihatlah ke sekelilingmu bahwa banyak sekali orang yang mencintai dan menyayangimu. Jangan terpaku dengan kesedihan dan kesalahanmu di masa lalu. Jangan terlalu sesali apa yg telah berlalu, karena kesempatan untuk membuat lebih indah masih ada ketika Tuhan masih memberikan waktu. Ah, hidup ini memang indah jika kita selalu bisa memetik hikmah dari Tuhan. Terima kasih Tuhan. Kau berikan satu lagi pelajaran penting untukku.', batin Sungmin penuh syukur. Ia memejamkan matanya sekali lagi, berusaha menikmati semilir angin yang menyapu wajahnya.
.
v(^o^)…::YuyaLoveSungmin::…(^.^)7
.
Sore ini Kyuhyun dan Sungmin sedang pergi membeli beberapa obat untuk Siwon dan makanan untuk mereka bertiga. Siwon sempat mengamuk karena tidak diizinkan pergi oleh Kyuhyun. Namja bertubuh tinggi kekar itu merasa kesal karena ia diperlakukan layaknya orang berpenyakit. Bayangkan saja, ia harus tinggal di dalam kamar itu hampir satu hari penuh. Itu sangat membosankan. Tapi apa pedulinya seorang Cho Kyuhyun.
Tiga sekawan itu tinggal di hostel Kanonia yang terletak di tengah-tengah Warsaw Old Town, distrik Srodmiescie. Letak hostel ini sangatlah strategis. Hostel ini agak sempit dan bangunannya terkesan kuno, karena memang terletak di kota tua. Distrik ini merupakan distrik paling penting untuk bisnis dan wisata di Warsawa. Mereka memilih kamar untuk tiga orang dengan kamar mandi di dalamnya. Harganya lumayan murah karena sekitar 150-270 PLN (39-71 Euro), lebih mahal saat peak season pada bulan Mei-Oktober. Jika ada yang mau menginap di hostel ini hanya perlu reservasi online di .pl saja.
Sebelum memilih untuk menginap di hostel ini, Kyuhyun dan Sungmin sempat beradu argumen. Kyuhyun yang biasa tinggal di hotel mewah, merasa sangat canggung jika harus berdesak-desakkan di sebuah hostel kecil. Lain halnya dengan Sungmin, ia memilih hostel karena biayanya masih bisa dijangkau oleh keuangan mereka. Sang supir sempat bingung harus mengantarkan mereka kemana, namun pada akhirnya supir itu mengantar mereka ke distrik pusat kota yang tempatnya juga masih sangat nyaman dan bagus untuk dihuni. Kyuhyun mengalah dengan keputusan Sungmin, karena ia sudah sangat lelah untuk berdebat dengan gadis manis itu.
"Kyu! Lihat! Cantik sekali!", puji Sungmin pasa sebuah patung yang terletak di Warsaw Old Town Square.
"Ne. Minnie cantik sekali.", jawab Kyuhyun sambil menatap ke arah Sungmin yang menyilaukan matanya. Bagaimana tidak, hari sudah beranjak malam dan Sungmin berdiri membelakangi sebuah lampu penerangan untuk patung itu. Kilauan pesona Sungmin jadi lebih terlihat nyata malam itu. Kyuhyun menggelengkan kepalanya saat Sungmin memandangnya dengan bingung. "Iya, Min. Patungnya cantik.", ralatnya sambil membawa beberapa kantung belanjaan mereka.
"Patung ini mirip seperti patung putri duyung di Copenhagen, Denmark. Apa sama ya, Kyu?", ucap Sungmin sambil mengingat-ingat patung 'Little Mermaid' yang ia maksud.
Kyuhyun mendekati patung itu, melihat dengan sesakma sambil sesekali membaca penjelasan di bawah patung itu. "Nama patung ini Syrenka. Dari bahasa merupakan bentuk diminutif dari Syrena, yang berarti mermaid atau duyung dalam bahasa Polandia. Sepertinya kisah Syrenka ini berbeda dengan Little Mermaid itu. Lihat saja bentuknya, Min!", kata Kyuhyun menyimpulkan.
Sungmin menggaruk-garuk dagunya yang tidak gatal, berlagak bak seorang detektif. "Ah iya. Berbeda sekali!", balasnya riang. Sungmin tersenyum senang sekali. Setidaknya untuk hal fairytale ia tidak sebodoh yang Kyuhyun bayangkan. Akhirnya kedua remaja itu asyik berfoto-foto di depan patung Syrenka itu.
Patung 'Little Mermaid' di Copenhagen, ibukota Denmark, berkisah tentang putri duyung yang jatuh cinta dengan manusia sehingga rela meninggalkan kerajaan duyung di bawah air dan berubah menjadi manusia demi mendapatkan cinta sang pangeran. Putri Duyung Copenhagen terduduk lesu seperti sedang merenungi nasibnya. Aslinya dongeng tersebut adalah karya Hans Christian Andersen, penulis cerita anak yang terkenal dari Denmark. Saking populernya fairytale tersebut, patung Little Mermaid (yang juga tidak dibuat terlalu besar, hanya 1.25 meter) yang terletak di pelabuhan Kopenhagen di Langelinie telah menjadi icon kota Copenhagen dan obyek wisata terkenal.
Sedangkan iconic statue Polandia ini—Syrenka—terlihat sangat perkasa tegap mengacungkan pedang. Sebenarnya legenda Syrenka ini sudah ada sejak abad ke-15, namun semakin populer dengan diresmikannya Syrenka sebagai lambang atau coat of arms kota Warsawa pada tahun 1938. Jadi jangan heran kalau banyak melihat putri duyung di berbagai tempat di Warsawa, misalnya pada fasad bangunan, patri kaca jendela, gapura, lampu jalanan, jembatan, ataupun di bodi semua kendaraan umum dan taksi resmi kota Warsawa layaknya ksatria.
Setelah asyik berjalan-jalan malam itu, Sungmin dan Kyuhyun bergegas pulang ke hostel mereka. Sungmin sudah khawatir dengan Siwon yang pasti sangat kelaparan saat ini. Kedua orang itu asyik berjalan kaki menuju hostel. Sungmin sibuk menjilat es krim dengan salah satu tangannya menggenggam telapak tangan Kyuhyun. Siapapun yang melihat keduanya pasti menyangka mereka adalah sepasang kekasih. Kyuhyun tidak menyadari bahwa mereka telah bergandengan tangan sejak pergi dari patung Syrenka itu. Ia terlalu sibuk mendengar ocehan Sungmin tentang dongeng-dongeng putri duyung yang ia sukai itu.
"Eh?", kaget keduanya saat melihat seorang yeoja tertidur tepat di depan pintu kamar mereka.
"Kyu, siapa dia?", tanya Sungmin bingung.
Kyuhyun mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak tahu. Ah, lebih baik laporkan saja kepada penjaga hotel.", usul Kyuhyun.
TING TONG! Siwon membuka pintu kamar mereka. "Mwo?", jeritnya kaget saat tubuh seorang yeoja tepat berada di bawah kakinya. "Siapa dia?".
BRUUUK! Kyuhyun mendorong kedua kantung belanjaannya kepada Siwon. Kedua namja itu saling melemparkan pandangan tajam. Siwon mendesis pelan karena diperlakukan tidak sopan oleh Kyuhyun.
"Ireona… Ireona!", kata Sungmin berusaha membangunkan yeoja muda itu. Sungmin menepuk pelan kedua pipi yeoja itu. Tidak ada reaksi sedikit pun. "Wake up!", bentak Sungmin tak sabaran.
Udara malam begitu menusuk tulang Sungmin sehingga ia ingin segera menyelesaikan masalah dengan yeoja itu secepatnya. Siwon baru saja keluar dari dalam kamar, setelah merapikan isi belanjaan itu ke tempatnya. "Dia tidak bangun juga?", tanya Siwon sedikit khawatir. Sungmin mengangguk. Siwon menggantikan Sungmin untuk membangunkan sleeping beauty tersebut. Siwon menggelitik tubuh yeoja itu, mencubit kedua pipinya, berteriak di telinganya dan berbagai cara agar bisa membangunkan yeoja itu.
"Bagaimana? Hosh… Hosh… Apa dia mau bangun?", tanya Kyuhyun. Ia terlihat tersengal-sengal.
Siwon mengangkat bahunya, terlihat menyerah dengan yeoja itu. "Mana penjaganya?", tanya Sungmin saat melihat sekelilingnya tidak ada orang yang dibawa Kyuhyun.
"Tidak ada. Aku sudah mencarinya kemana-mana. Aish! Kenapa dia tidak bangun?", jelas Kyuhyun, mensejajarkan tubuhnya di depan yeoja yang masih berbaring tenang itu. Kyuhyun memeriksa denyut nadi pada pergelangan tangannya. Normal, walau sedikit lemah. Yeoja ini hanya tertidur. Kyuhyun meraba leher yeoja itu. Dingin. Yeoja ini harus cepat dibangunkan sebelum ia kedinginan di luar.
"Ireona… Jebal… Wake up, please!", ucap Kyuhyun lembut, namun ia mencubit kedua yeoja itu dengan sangat keras. "YA! WAKE UP NOW!", teriak Kyuhyun tepat di telinga yeoja itu. Ia sudah sangat lapar dan lelah, jadi ia ingin segera masuk ke dalam kamarnya yang hangat.
Yeoja cantik itu menggeliatkan tubuhnya, mengerang pelan. Ia merasa tidur panjangnya terusik orang lain. "Ayo, bangun!", kata Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun baru ingat kalau ia tidak boleh bersikap kasar dengan seseorang. Bagaimana menjadi dokter yang baik, jika ia terus bersikap begitu?
Yeoja itu membuka matanya, mengerjapkannya beberapa kali. Kyuhyun terperajat saat ia melihat mata bersih di hadapannya itu. Kyuhyun berdiri, mensejajarkan dirinya bersama Sungmin dan Siwon. Yeoja itu menggeliatkan tubuhnya, lalu meloncat untuk berdiri. Ia terlihat sangat energik untuk orang yang baru saja terbangun dari tidurnya. Yeoja itu terpaku memandang wajah Kyuhyun. 'Tampan.', batinnya. "Oppa!", teriak yeoja itu senang.
CUP!
Siwon dan Sungmin terdiam melihat tindakan cepat yeoja itu. Kyuhyun membelalakkan matanya. Kosong. Pikiran namja jenius itu kosong seketika.
DEG! Rasa sakit menyerang dada Sungmin saat yeoja cantik di hadapannya itu melumat bibir tebal Kyuhyun. Matanya terasa panas. Ia mendadak sesak napas. Mulutnya ternganga lebar. Terlebih lagi yeoja cantik itu menarik tengkuk Kyuhyun, memperdalam ciuman keduanya. Sungmin menutup mulutnya dengan tangan. Rasanya cairan bening itu akan merambat keluar dari sudut mata foxy-nya.
"Ya! Cho Kyuhyun!", teriak Sungmin sudah tak tahan melihat adegan di depannya.
Kyuhyun tersentak kaget. Ia mendorong tubuh di hadapannya. Ciuman diantara keduanya terlepas begitu saja. "Minnie!", panggil Kyuhyun merasa bersalah. Yeoja cantik itu merangkul lengan Kyuhyun, tidak membiarkan Kyuhyun mendekat kepada Sungmin.
Sungmin mengacuhkan panggilan Kyuhyun. Ia menarik tangan Siwon agar masuk ke dalam kamar mereka. Sungmin tidak mau mendengar penjelasan apapun saat ini. Ia merasa sakit hati dengan sikap Kyuhyun saat itu. 'Apa-apaan namja itu? Argh! Kau menyebalkan, Cho Kyuhyun!', kesal Sungmin dalam hati. Sungmin mengambil makan malamnya, memberikan satu kepada Siwon. Satu hal yang ingin ia lakukan, menjauhi Kyuhyun selama-lamanya.
"LEPASKAN!", bentak Kyuhyun saat yeoja cantik itu memeluk lengannya dengan erat. Bukannya melepasnya, yeoja itu semakin mempererat pelukannya. Kyuhyun menghela napas pasrah. Ia menarik yeoja itu masuk ke dalam kamar mereka sebelum ia dimarahi oleh penghuni hostel lainnya.
Yeoja cantik itu memiliki rambut panjang. Penampilannya sangatlah manis. Tinggi, langsing, berkulit putih susu dan bermata sipit. Indah seperti porselin Jepang. Ia hanya menggunakan baju baby doll putih selutut dengan sepatu boots kulit berwarna merah. Yeoja itu terkesan sangat fashionable. Tatapannya polos memandangi setiap sudut kamar ketiganya.
"Ah! Makanan!", ucap yeoja itu sambil menarik satu mangkuk makanan Sungmin. Sungmin melotot ke arah yeoja itu yang tentu saja tidak mendapat balasan apapun. Yeoja cantik itu hanya peduli dengan makanan di hadapannya.
"Makanlah.", kata Siwon memberikan makanan miliknya. Sungmin mengambil makanan Siwon, lalu mengikuti Siwon yang membimbingnya ke salah satu tempat tidur mereka. Siwon tidak mau Sungmin mengamuk hanya karena masalah makanan.
"Minnie.", panggil Kyuhyun lembut. Sungmin menolehkan kepalanya, memberikan tatapan menusuk kepada Kyuhyun. Namja jenius itu mundur beberapa langkah, merasakan penolakan dari Sungmin. Dada Kyuhyun berdenyut sakit. Baru kali ini Sungmin memberikan tatapan mengerikan kepadanya. 'Maafkan aku, Minnie.', ucap Kyuhyun dalam hatinya.
BRAAK! Yeoja cantik itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang Siwon. Matanya terpejam diiringi suara mendengkur pelan. Yeoja cantik itu sudah masuk lagi ke dalam mimpinya. Ya ampun! Benar-benar sleeping beauty!
PLAAAK! Siwon memukul kepala belakang Kyuhyun dengan keras. "Babbo! Lagi-lagi kamu membawa masalah kepada kita. Tanggung jawab sendiri! Aku tidak mau Sungmin jadi ngambek kepadaku!", kata Siwon memperingati.
Kyuhyun menggembungkan pipinya. Kepalanya mendadak pusing. 'Oh Tuhan! Selamatkan aku kali ini!', teriak Kyuhyun frustasi dalam hatinya. Ia menjatuhkan tubuhnya di atas kursi. Benar-benar memusingkan!
.
.
? TBC ?
.
.
