19th

Chapter 11

By Yuya Matsumoto

"Around Warsawa"

Inspirasi: K-movie, 19

Cast: Kyuhyun, Siwon, Sungmin and Others

Farkha Shin as Shin Ha Chan (Sleeping beauty)

Desclaimer: Sungmin is always MINE… forever

Warning: Terinspirasi dari K-movie, namun semua alur dan plot murni hasil kreatifitas Yuya. 19 (K-movie) diperankan oleh T.O.P dan Seungri (Big Bang).

Summary: Kisah tiga orang remaja berumur 19 tahun untuk menemukan jati diri. Tiga orang dengan latar belakang dan permasalahan berbeda. Bersatu.

.

.

\(^w^)/~ Happy Reading ~\(^0^)9

.

.

.

.

#at Airport, Polandia#

[Someone's side]

.

.

Prok! Prok! Prok! Suara tepuk tangan terdengar riuh dalam kabin pesawat itu. Sekali lagi seorang kapten berhasil mengantarkan para penumpangnya mendarat dengan selamat di tempat tujuan mereka, Polandia. Ini adalah kebudayaan unik yang dimiliki oleh masyarakat Polandia setiap pesawat landing dengan selamat. Seorang yeoja imut ikut bertepuktangan, menghargai sang kapten. Sepertinya kebudayaan ini telah menjadi sikap baru bagi yeoja keturunan Korea itu. Ia menyungging senyuman pada bibirnya. "Ha Chan, eomma pulang.", ucapnya senang sambil melepas kacamata hitamnya.

Tubuh bongsor itu memeluk tubuh mungil di depannya dengan protektif seakan tidak ingin berpisah lagi. "Aku merindukanmu, chagiya.", ujarnya jujur. Ia mengecup kilat bibir yeoja mungil di pelukannya.

"Aku juga merindukanmu. Ayo cepat pulang! Aku ingin bertemu Ha Chan.", balas yeoja itu sambil menggandeng lengan namja yang berstatus suaminya itu.

Sepasang suami-istri itu terus saja menyenandungkan bait demi bait cerita selama mereka berpisah. Tak terasa perjalanan mereka berakhir juga. Mereka telah sampai di sebuah apartment sederhana yang telah menjadi rumah mereka selama tiga tahun ini. Mereka tinggal di daerah Krakow, Polandia, bersama seorang anak perempuan. Yeoja imut itu sudah sangat merindukan belahan hatinya. Ia ingin sekali memeluk anak manisnya yang masih berumur limabelas tahun itu. Nari, yeoja imut itu, segera berlari ke depan pintu apartment mereka, meninggalkan suaminya—Shindong—yang sibuk mengangkat koper besarnya.

"HA CHAN!", teriak Nari saat pintu depan apartment-nya terbuka.

Sebuah ruangan sepi terhampar luas di hadapannya. Tidak ada sahutan atau pelukan dari seseorang, semua terasa hampa. 'Ah mungkin ia masih asyik tidur.', tebak Nari dalam hatinya. Nari melangkahkan kakinya pelan, masuk ke dalam ruang tamunya yang tidak terlalu besar. CTAAK! Shindong menyalakan saklar lampu, memberi penerangan di dalam rumah kecilnya itu. Sesosok wanita terduduk lesu di atas sofa. Nari dan Shindong agak terkejut dengan keberadaan wanita itu di sana. Wanita itu berdiri, menghampiri Nari dengan langkah pelan dan mimik wajah yang sulit diartikan.

"Mrs. Shin, I'm sorry. She disappeared while we shopped. I've looked, but I didn't find her. (Mrs. Shin, maaf. Dia menghilang saat kami berbelanja. Saya sudah mencarinya, tapi saya tidak menemukannya)", kata wanita berkebangsaan Polandia itu kepada Nari. Kaki Nari terasa lemas saat mendengar penuturan wanita itu.

"What do you say? I have entrusted her to you. Why did she disappear?(Apa? Saya telah mempercayakannya padamu. Kenapa dia bisa menghilang?)", tanya Shindong tak percaya dengan pendengarannya. Wanita itu hanya bisa menunduk, mengakui kesalahannya.

BRUUUUK! Tubuh yeoja mungil itu terjatuh di atas lantai. "NARIIII!".

.

.

#Kanonia Hostel, Warsawa, Polandia#

[Day 7, WonKyuMin's Side]

.

.

Kyuhyun terbangun dari tidurnya saat suara gaduh terdengar di dalam kamar. Ia merenggangkan seluruh tubuhnya yang terasa kaku karena semalam tidur di atas sofa yang sempit. Mata Kyuhyun terbelalak lebar saat pemandangan paling mengerikan untuknya terpampang jelas di depannya. Sungmin mencium pipi Siwon. Kyuhyun terbangun kaget. Ia menghampiri keduanya dengan rasa cemburu yang membara.

"Ya! Apa-apaan kamu?", bentak Kyuhyun sambil menunjuk wajah Sungmin. Yeoja manis itu menyipitkan matanya, membuang pandangannya dari diri Kyuhyun. Ia tak sudi matanya harus terkontaminasi dengan sosok Kyuhyun.

"Kenapa Kyu? Ada yang salah?", tanya Siwon dengan tampang meremehkan.

"Ke-kenapa Sungmin menciummu?", tanya Kyuhyun terbata-bata.

"Kamu cemburu?", tanya Siwon memojokkan Kyuhyun.

Kyuhyun salah tingkah. Ia menelan ludahnya kecut. Sedangkan Sungmin tidak melihat perubahan rona wajah Kyuhyun saat ini, ia masih sibuk dengan perban dan kapas untuk luka Siwon. "A-aa.. Aniyo! Tidak mungkin aku cemburu!", jawab Kyuhyun lantang.

"Kalau begitu, tidak usah ikut campur. Sungmin itu menyukaiku, benar chagi?", tanya Siwon memastikan.

"Eh?", kaget Sungmin. Pipi Sungmin merona merah. Dadanya berdetak tak karuan. Ia tidak bisa membalas tatapan Siwon padanya. Sungmin menundukkan kepalanya, berusaha menyembunyikan rasa malunya. Pelan tapi pasti, Sungmin mengangguk, mengiyakan perkataan Siwon.

Kyuhyun tersentak kaget melihat reaksi Sungmin. Dadanya bagai diiris pedang katana. Tajam, menyakitkan. Tapi bukan seorang Cho Kyuhyun jika ia tidak bisa memenangkan egonya. "Kenapa tidak sekalian jadian saja?", usul Kyuhyun tanpa pikir panjang.

"Apa?". Sungmin merasa kesal dengan kata-kata Kyuhyun. "Kamu pikir aku mainan? Bisa dipermainkan dengan mudah begitu saja. Kalaupun aku menyukai Siwon, itu urusanku. Kapan kami jadian pun urusan kami. Kamu tidak berhak mengatur diriku seenaknya!", bentak Sungmin kasar, sambil merapikan peralatan P3K yang sudah selesai ia pakai.

"Eh?". Kyuhyun tak menyangka jika Sungmin akan tersinggung seperti itu. Ia mengerang frustasi.

Siwon menepuk bahu Kyuhyun pelan. "Gotcha! I got her, Kyu. Thanks!", ucapnya pelan di telinga Kyuhyun. Siwon beranjak pergi menghampiri Sungmin yang sedang merapikan beberapa barang mereka. Rasanya Kyuhyun ingin membanting namja besar itu, mumpung dia sedang tidak fit. Kalau saja membunuh itu bukan dosa, Kyuhyun pasti sudah membunuh namja menyebalkan itu.

"Eng~!", erang seorang yeoja di atas ranjang Siwon, membuat tiga orang lainnya di dalam kamar itu memandang ke arahnya. Yeoja itu menggeliatkan tubuhnya. Ia terduduk di atas ranjang, mengerjapkan matanya berkali-kali sambil memberikan tatapan kepada tiga orang di hadapannya itu. "EOMMA!", teriaknya sambil berlari dari atas ranjang, memeluk tubuh mungil Sungmin dengan erat. "Bogoshippo!".

"Apa yang kamu katakan? Aku bukan ibumu!", tolak Sungmin, melepaskan pelukan yeoja itu dengan kasar.

Yeoja itu mengerucutkan bibirnya. Sudut matanya mulai tergenang airmata. "Eomma jahat! Eomma lupa sama Ha Chan!", kesal yeoja itu sambil menghentak-hentakkan kakinya.

Siwon menghampiri yeoja manis itu, memegang bahu yeoja itu. "Kamu siapa?", tanya Siwon sambil menatap lekat yeoja itu.

GREEEEP! Yeoja itu memeluk tubuh Siwon. Airmatanya tak terbendung lagi. "Appa, eomma jahat! Eomma nggak kenal Ha Chan!", rajuknya mengadu.

"Eh, kamu tuh siapa? Jangan seenaknya memanggil mereka Appa dan Eomma. Kami tidak mengenalmu!", bentak Kyuhyun. Ia menarik tubuh yeoja itu sehingga pelukannya terlepas dari tubuh Siwon.

"Huaaa~ Ahjussi jahat!", teriak yeoja itu ketakutan. Ia berlari ke atas ranjang, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

"Ahjussi?", kata WonKyuMin bersamaan sambil saling memberi tatapan bingung.

Siwon menghela napas panjang. Ia membuka selimut dari tubuh yeoja manis itu. "Nama kamu siapa?", tanya Siwon lembut.

"Appa!", teriak yeoja itu, langsung menghambur ke tubuh Siwon. "Namaku Shin Ha Chan. Umurku tujuh tahun. Aku anaknya Shindong-appa dan Nari-eomma.", ucap yeoja manis itu sambil menatap Siwon dan Sungmin bergantian.

'Tujuh tahun? Eomma? Appa? Hmmm… Ada yang tidak beres dengan yeoja ini.', pikir Kyuhyun penuh selidik.

Siwon mengelus rambut yeoja manis itu. "Mianhae, Ha Chan. Aku bukan Appa-mu. Namaku Siwon, bukan Shindong.", jelas Siwon memberi pengertian. Sepertinya yeoja ini sedang berhalusinasi, makanya menganggap dirinya masih berumur tujuh tahun.

"Kapan kamu lahir?", tanya Sungmin dengan suara datar dan menusuk. Yeoja itu menjawab pelan, sambil bersembunyi di balik bahu lebar Siwon. "Ya! Jangan menipu kami. Itu artinya usiamu sudah limabelas tahun!", marah Sungmin merasa ditipu oleh yeoja di hadapannya itu. Ia benar-benar kesal dengan yeoja itu. "Pergi dari sini! Jangan ganggu kami!", usir Sungmin sambil menarik yeoja itu dengan paksa.

Sungmin sudah mendorong yeoja itu sampai di depan pintu kamar mereka. Siwon menghalangi tindakan Sungmin yang langsung mendapatkan death glare dari Sungmin. "Jangan bertindak gegabah, Min-ah!".

"Jangan membelanya, Siwonnie. Aku benci sekali dengan yeoja satu ini. Penipu ulung!", bentak Sungmin tak terima.

BRAAAAK! Pertengkaran itu berhenti seketika tubuh rapuh itu tergeletak di atas lantai. Kyuhyun segera mengangkat tubuh yeoja itu, membaringkannya di atas ranjang. Tak perlu menunggu perintah, Kyuhyun segera memeriksa keadaan yeoja itu. Sungmin terlihat panik, merasa bersalah dengan sikapnya sebelumnya.

"Gwenchana. Ia hanya tertidur, bukan pingsan. Sudahlah. Kita biarkan saja dia di sini dulu, nanti kita pikirkan bagaimana mengembalikannya kepada orangtuanya.", jelas Kyuhyun membuat Siwon dan Sungmin sedikit tenang. Kedua orang itu hanya mengangguk setuju dengan keputusan Kyuhyun.

.

.

#At Seoul Hospital, South Korea#

[Uisanim's Side]

.

.

"Apa kabar, Nyonya? Bagaimana keadaanmu hari ini? Pasti luar biasa bukan?", tanya seorang uisanim kepada wanita paruh baya yang berbaring lemah di atas ranjangnya.

Wanita itu tersenyum manis. "Saya merasa sangat sehat hari ini, uisanim. Kapan saya bisa pulang?", tanya wanita paruh baya itu antusias. Ia sudah merasa lelah dengan semua peralatan rumah sakit yang menempel pada tubuh rapuhnya.

"Secepatnya setelah Anda dinyatakan sembuh, nyonya. Bersabarlah sedikit lagi. Saya akan melakukan pemeriksaan kepada Anda sekarang.", jawab uisanim bijak. Ia tidak ingin memberikan harapan palsu kepada wanita itu, namun ia juga tidak ingin menghancurkan harapan wanita itu.

Dokter dan perawat melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Wanita paruh baya itu hanya pasrah menerima semua pemeriksaan yang selalu dilakukan terhadapnya setiap hari itu. Ia memalingkan wajahnya ke luar jendela kamarnya. Sebuah wajah terbersit di dalam pikirannya. Wanita paruh baya itu sangat merindukan wajah manis di dalam otaknya itu. Sudah lama ia tidak pernah mendengarkan suara dan mendapatkan sentuhan dari anak tunggalnya itu. 'Sungmin-ah, eomma kangen.', batinnya merindu.

"Bagaimana suster? Apakah ada kabar dari nona Lee?", tanya seorang uisanim yang sibuk berkutat dengan file laporannya kepada seorang perawat yang sedang berada di ruangannya.

"Lee? Siapa, uisanim?", tanya perawat itu bingung.

"Pasien kamar 137. Kita sudah terlalu lama tidak mendengar berita dari anaknya. Apakah kita perlu melanjutkan perawatan terhadapnya?", tanya uisanim sedikit ragu.

Perawat itu mengambil satu file laporan, membacanya dengan teliti. "Anda benar, uisanim. Mereka bermasalah di administrasi. Aku akan bertanya kepada pihak administrasi.".

Uisanim melepas kacamatanya, memijit pelipisnya frustasi. "Maafkan saya, Lee. Saya tidak bisa melakukan apapun selain mengikuti keputusan rumah sakit.", ujarnya pelan penuh penyesalan.

.

.

"Mwo? Kenapa harus aku yang menjaga yeoja menyebalkan ini? Aish!", keluh Kyuhyun sambil menekuk wajahnya di atas meja. Kyuhyun meletakkan wajahnya di atas kedua telapak tangannya, berpangku tangan. Ia mengernyitkan dahinya, memandang sosok yeoja yang masih asyik larut dalam mimpinya. "Sebenarnya ada apa dengan yeoja ini? Jangan-jangan?".

Kyuhyun bangkit dari duduknya, memilih untuk keluar dari kamarnya. Ada satu tempat yang menjadi tampat tujuannya. Sebuah kemungkinan yang harus diuji kebenarannya.

.

(o.O)a…::YuyaLoveSungmin::…L(QoQ)

.

"Apa kamu yakin untuk meninggalkan Kyuhyun sendirian dengan yeoja itu? Kamu tidak takut jika Kyuhyun memperdayanya?", tanya Sungmin dengan rasa khawatir, membuat Siwon menghentikan langkahnya. Sebenarnya Sungmin sendiri bingung kenapa ia tidak suka jika Kyuhyun berdekatan dengan yeoja itu. Sungmin takut mereka akan melakukan hal-hal di luar nalarnya.

Siwon menatap wajah Sungmin jengah. "Gwenchana, Sungmin-ah! Kyuhyun itu calon dokter yang baik. Kalau pun ia menyentuh yeoja itu, pasti beralasan medis.", ujar Siwon menenangkan. Siwon mengembangkan senyum penuh misterinya. 'Setidaknya ia akan mengerti akan semua perasaannya.', batin Siwon. "Kita lihat saja siapa yang akan menang.", lanjut Siwon berseru senang.

Sungmin mengernyitkan dahinya, tanda ia tak mengerti. Sebelum bibirnya mengucapkan sebuah kata, Siwon telah menarik lengannya, melanjutkan penjelajahan keduanya. Siwon dan Sungmin dengan teganya meninggalkan Kyuhyun bersama yeoja asing itu, sedangkan kedua remaja itu asyik menelusuri kota Warsawa, Ibukota Polandia itu. Walau pun keadaan Siwon belum sembuh total, ia bersikeras untuk berjalan-jalan di sekitar kota itu.

Warsawa merupakan kota bisnis dan pemerintahan. Tidak banyak objek wisata di kota ini dibandingkan dengan Krakow, salah satu kota besar di negara ini. Walaupun begitu kedua remaja itu tidak mau kehilangan satu sudut berharga pun dari petualangan mereka. Siwon dan Sungmin memilih untuk menjelajahi ibukota itu, menciptakan kenangan yang tak akan pernah mati sampai mereka tua nanti.

Sungmin dan Siwon memutuskan untuk menaiki bus nomor 180. Bus ini sangat cocok untuk backpacker seperti mereka yang memiliki motto 'berani nyasar asal bisa hemat'. Mereka berdua hanya perlu mengeluarkan sekitar 4000 won atau Rp 30.000 untuk bisa puas menggunakan bus ini seharian dengan tiket bus 24 jam (bilet ZTM dobowy). Rute bus ini melewati tempat-tempat menarik di Warsawa bahkan sampai ke istana Wilanow di ujung kota.

"Kenapa kita datang ke istana dulu, Min? Ini terletak sangat ujung dari kota!", keluh Siwon karena mereka baru saja melewatkan berbagai tempat-tempat eksotik menurut namja gagah itu.

Sungmin tersenyum manis. "Aku sudah bertanya kepada penduduk kota ini. Mereka menyarankanku untuk memulai perjalanan dari istana selanjutnya ke beberapa wisata lainnya. Jangan khawatir. Aku ini pintar, Siwonnie!", ucap Sungmin menyombongkan diri. Siwon tertawa pelan mendengar gurauan Sungmin. Namja itu kurang yakin dengan pernyataan Sungmin barusan.

Matahari bersinar cerah di pagi hari ini. Jam tangan Siwon masih setia menunjukkan waktu sembilan pagi saat kedua remaja itu mulai mengunjungi Istana Wilanow. Istana ini adalah istana musim panas untuk keluarga raja-raja Polandia yang dibangun di abad ke-17. Kedatangan kedua remaja ini tepat sekali karena di musim panas seperti saat ini kebun istananya akan terlihat sangat bagus dan cantik. Harga tiket masuk istana sekitar 6000 won atau Rp 50.000 untuk bisa menikmati dua lantai istana itu.

"Haah!". Sungmin menghela napas panjang. "Mahal sekali untuk masuk ke dalam istana, apalagi tidak bisa mengambil foto. Ugh! Aku kan jadi tidak punya kenang-kenangan di sini.", keluh Sungmin penuh penyesalan.

"Jangan mengeluh, Sungmin-ah! Walau mahal dan tidak bisa berfoto, setidaknya kita tahu seberapa besar keindahan istana ini. Ayo ambil foto di bagian luar istana!", ajak Siwon sambil menarik tangan Sungmin agar bisa berpose di bagian depan istana. Siwon tidak ingin melepaskan satu kesempatan pun untuk bersenang-senang.

Selanjutnya kedua remaja itu turun di halte Lazienki Krolewskie, mengunjungi taman terluas di Warsawa, Lazienki Park. Sungmin menarik tangan Siwon dengan penuh semangat, membuat Siwon agak kesulitan menyamakan langkah mereka. "Kajja, Siwonnie! Jangan sampai terlambat!", teriak Sungmin terburu-buru.

Matahari sudah berada di atas kepala, mengeluarkan sinarnya dengan sepenuh hati, terlebih di musim panas seperti ini. Sungmin tidak mempedulikan peluhnya yang telah membanjiri seluruh tubuhnya. Ia hanya ingin sampai secepatnya di depan patung Chopin yang menjadi salah satu point of interest di taman ini. "Ah, syukurlah kita belum terlambat.".

Patung Federic Chopin adalah bentuk penghargaan warga Polandia terhadap musisi klasik yang terkenal itu. Setiap musim panas, terutama di hari Minggu pukul 12.00 dan pukul 16.00 selalu diselenggarakan konser musik Chopin di dekat patung itu. Konser musik ini gratis dinikmati semua pengunjung di sana. Kata Gratis adalah hal terpenting bagi yeoja seimut Sungmin. Wajar ia tidak mau melewatkan pertunjukan itu. Sedangkan Siwon hanya terpaku antusias mendengarkan musik luar biasa keren, menurutnya itu. Musik adalah satu hal paling penting dalam kehidupan namja tampan itu.

Suasana asri di negara Polandia, yang memiliki tingkat polusi udara cukup rendah di Warsawa, membuat kata lelah itu menghilang dari diri Siwon dan Sungmin. Mereka tidak peduli jika harus menguras seluruh tenaga untuk menelusuri setiap sisi kota itu. Setelah asyik mendengarkan konser musik Chopin, mereka melanjutkan petualangan untuk mendapatkan harta karun selanjutnya, yaitu Istana Lazienki atau Istana di Atas Air.

Istana Lazienki ini dibangun di atas pulau kecil buatan di atas danau. Istananya tidak terlalu besar, dibangun pada abad 17 sebagai bathhouse untuk keluarga raja dan saat ini dipertahankan sebagai museum yang bisa dimasuki.

Sungmin menarik tangan Siwon, mencegah namja itu memasuki istana. "Jangan masuk ah, Siwonnie. Lebih baik kita menikmati suasana asri di sini.", cegah Sungmin yang terlihat nasih trauma dengan pengalamannya sebelumnya.

"Okay!", jawab Siwon singkat, mempersiapkan kamera digitalnya untuk merekam moment keduanya.

.

(o.O)a…::YuyaLoveSungmin::…L(QoQ)

.

Seorang yeoja menggeliatkan tubuhnya, berusaha turun dari atas ranjangnya dengan mata masih terpejam. Yeoja itu melangkah dengan gontai, mencari satu benda berbentuk kotak yang menyimpan bermacam-macam hal itu. Setelah mendapatkan menu yang ia inginkan, yeoja itu segera menghabiskan susu kotak yang ia temukan di dalam kulkas. Tak selang beberapa lama, yeoja itu berbaring kembali di atas ranjang, melanjutkan mimpi indahnya. Ia benar-benar tidak sadar jika ia berada di sebuah kamar asing sendirian.

"Ah sepertinya cukup. Aku sudah bisa memastikan bahwa yeoja itu sakit. Ckckck~ Aku tidak pernah menyangka bisa menemukan penyakit ini. How lucky I am!", gumam Kyuhyun pelan, menutup buku yang baru saja ia baca.

Namja putih itu sedang berada di Zlote Tarasy, sebuah mall megah di daerah pusat kota Warsawa. Sudah hampir satu jam ini namja bernama Cho Kyuhyun itu asyik menelaah buku kedokteran di hadapannya tadi. Kyuhyun ingin sekali membeli buku itu sebagai sebuah referensi baginya, tapi mengingat perjalanannya masih panjang dan telalu repot untuk membawa buku sebesar itu, Kyuhyun mengurungkan niatnya. Ia meletakkan kembali buku besar itu ke atas raknya semula. Kyuhyun sudah puas membaca gratis di toko buku itu selama hampir dua jam. Ia membeli sebuah buku bacaan anak-anak sebagai alibi, setidaknya membayar kepuasan batinnya setelah seenaknya membaca sepuasnya.

Zlote Tarasy merupakan shopping mall di tengah kota dengan arsitektur glass dome-nya. Mall ini terletak persis di sebelah stasiun kereta api di Warszawa Centralna, di seberangnya Palace of Culture. Atapnya didesain kubah berliuk-liuk dari kaca, sangat menarik perhatian. Kyuhyun asyik memperhatikan barang-barang souvenir khas Polandia yang dijual di kios Warsaw Point Gallery di lantai dasar mall.

"Ini akan lucu sekali jika dipakai bersama.", gumam Kyuhyun sambil menatap tiga buah gantungan kunci bertuliskan Polandia.

.

.

#Palac Kultury i Nauki, Warsawa#

[SiMin's Side]

.

.

Seorang yeoja manis dan seorang namja kekar sedang memandang takjub ke arah gedung di hadapan mereka. Inilah landmark kota Warsawa, Palace Culture atau sering disingkat PKiN. Gedung tertinggi (231m) di Warsawa yang bisa dilihat dari semua penjuru kota, terutama bila cuaca cerah. Ternyata gedung ini adalah hadiah dari Joseph Stalin ketika Polandia masih di bawah pimpinan Uni Soviet. Tujuan awal gedung ini, yaitu untuk mengawasi tingkah laku orang-orang Polandia agar tidak macam-macam. Namun sekarang, gedung ini dijadikan perkantoran, gedung teater, museum dan bioskop. Berdiri di depan landmark sebuah kota, membuat Siwon dan Sungmin tak ingin melewatkan kesempatan untuk menyimpan kenangan mereka dalam sebuah foto. Berbagai gaya telah mereka kerahkan untuk menjadikannya indah di atas pigura nanti.

BRAAAAK!

Tubuh mungil Sungmin tersungkur ke atas aspal. Yeoja manis itu meringis kesakitan. Siwon membantu Sungmin berdiri, sedangkan yeoja itu telah mempersiapkan makian yang tepat untuk sang pelaku. "Do you have any eyes to see?", bentak Sungmin tak terima.

"I am so sorry, Miss!", balas suara bass di depannya. Sungmin mengernyitkan dahinya. Ia merasa akrab dengan suara orang itu.

"KYUHYUN!", jerit Siwon dan Sungmin bersamaan. Kyuhyun melemparkan senyuman jahilnya. "Hehe! Maaf ya, Minnie. Aku tidak sengaja.", ujarnya meminta maaf, entah tulus atau hanya untuk mengejek.

PLAAK! Siwon memukul kepala Kyuhyun keras, menyebabkan tengkorak namja tampan itu nyeri. "Jangan bercanda Cho Kyuhyun! Kasihan Sungmin kesakitan.", bela Siwon.

"Ya! Siapa bilang aku bercanda. Aku memang tidak sengaja menabraknya!", bentak Kyuhyun tak mau kalah. Kedua namja itu mulai saling melemparkan pandangan membunuh. Sungmin merinding, merasakan hawa di sekitarnya yang berubah muram.

GREEEP! Sungmin merangkul lengan keduanya, melemparkan senyum manisnya secara bergantian kepada Kyuhyun dan Siwon. "Daripada berkelahi, lebih baik kita berjalan-jalan. Aku tahu satu tempat yang pastinya kalian sukai.", ucap Sungmin menenangkan.

Sungmin menarik kedua namja itu ke seberang Palace Of Culture, tepatnya ke ul. Jerozolimski 51. Ketiganya masuk ke dalam pekarangan gedung apartment di depan gedung nomor 51. Gedung apartment itu sudah tua dan sedikit menyeramkan. Kyuhyun menarik lengan baju Sungmin. "Kamu yakin di sini, Minnie?", tanya Kyuhyun bergidik ngeri.

Sungmin menelan ludah kecut. Bulu kuduknya berdiri. "A-aku ya-yakin kok, Kyu. Te-tenang saja!", ujarnya tak yakin. Sungmin mengeratkan pegangannya pada lengan Siwon.

"Sudahlah. Tenang saja. Kalau penduduk itu mengatakan kebenaran, pasti ada suatu tempat menarik yang tersembunyi di dalam sana.", kata Siwon menenangkan.

Akhirnya ketiganya memberanikan diri untuk masuk ke dalam pekarangan itu. Setelah masuk, mereka melihat papan petunjuk Fotoplastikon. Sungmin tersenyum senang, sedangkan Kyuhyun dan Siwon memandang heran ke bangunan di hadapan mereka. Bangunan itu jauh dari kesan megah, terkesan kecil, simple dan jadul, namun memiliki karakternya sendiri.

Siwon terpaku saat mereka masuk ke dalam bangunan itu. Foto dimana-mana. Satu kata bagi Siwon, surga. Siwon berjalan riang ke setiap sudut ruangan itu, meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun yang memandang takjub ke arahnya. "Aku baru melihat sikap kekanak-kanakan Siwon saat ini.", ucap Kyuhyun tak percaya dengan penglihatannya.

"Hahaha! Aku juga baru tahu, Kyu. Ayo!", ajak Sungmin, menarik tangan Kyuhyun.

Fotoplastikon adalah teknologi sinema foto abad 19 yang menampilkan foto-foto stereoscopic 3 dimensi. Di seluruh dunia, tidak banyak Fotoplastikon yang masih berfungsi sempurna. Jadi tak heran bila Fotoplastikon di Warsawa (Fotoplastikon Warszawski) termasuk unik karena merupakan satu-satunya fotoplastikon di Polandia yang masih bisa dinikmati oleh publik. Tiap hari foto yang ditampilkan punya tema yang berbeda, karena koleksi fotonya lebih dari 3.000 foto dari seluruh dunia.

Teknologi buatan bangsa Jerman ini bentuknya sangat unik, yaitu sebuah drum set besar dengan 24 teropong di seputar badannya. Sungmin, Kyuhyun dan Siwon melihat 48 buah foto 3D yang diputar bergantian oleh rotating drum. Dua puluh menit rasanya sangat sebentar saat mereka asyik memasuki kehidupan Warsawa pada masa sebelum perang itu. Terlebih lagu jazz merdu yang dijadikan musik soundtrack, menambah suasana khidmat di dalamnya. Mereka benar-benar merasakan sensasi hidup dalam masa itu.

"Haaaah! Menyenangkan sekali! Besok kita kesini lagi ya?", ajak Siwon antusias. Sebenarnya ia masih belum rela untuk meninggalkan tempat berharga baginya itu.

"Iya seru! Apalagi GRATIIIIIS!", teriak Sungmin senang. Yah, mereka memang sangat beruntung karena berkeliling di hari Minggu. Banyak tempat wisata gratis yang dapat mereka kunjungi. Sayangnya, mereka tidak bisa masuk istana Wilanow secara gratis karena terlambat datang. So better come early!

"Hahahaha! Ini baru namanya menjelajah. Low budget but high experience!", ujar Kyuhyun menyimpulkan. Ia juga merasa senang karena bisa membaca dengan tenang dan nyaman tanpa harus mengeluarkan uang banyak. "Nih!", lanjut Kyuhyun saat sadar ia masih menggenggam plastik dari toko buku.

"Apa ini?", tanya Sungmin bingung. Ia membuka plastik itu, melihat isi di dalamnya. "Huaaa! Putri tidur! Aku suka sekali cerita ini. Gomawo, Kyuhyun-ah!", jerit Sungmin senang. Yes, How lucky she is! Sepertinya hari ini adalah hari paling menyenangkan bagi yeoja imut itu.

.

(o.O)a…::YuyaLoveSungmin::…L(QoQ)

.

Seorang namja berdiri di depan pintu sebuah kamar yang baru saja menerima masuk tiga orang penghuninya. Namja itu mengulurkan tangannya untuk membuka pintu kamar itu.

Drrt! Drrt! Drrt! Ponselnya bergetar panjang, menunjukkan bahwa ada sebuah panggilan masuk. Tak ingin membuat peneleponnya menunggu lama, namja itu segera mengangkat sambungan teleponnya.

"Yoboseyo, Appa!", jawabnya kepada orang di seberang sambungan telepon.

"…"

"Tapi Appa, Sungmin sudah ditemukan. Aku akan membawanya pergi sekarang."

"…"

"Jinjja? Arraseo… Arraseo… Aku akan segera ke sana. Appa tenang saja!", jawab namja itu dengan senyum sumringah di sudut bibirnya. "Lee Sungmin, tunggu saja! Aku pasti akan menjemputmu.", kata namja itu sebelum ia berlalu pergi, meninggalkan ketiga orang remaja yang sibuk dengan urusan mereka di dalam kamar itu.

"Kamu meninggalkan yeoja ini seharian?", tanya Siwon panik. Mereka baru sadar jika masih ada satu orang lagi dalam kawanan mereka saat ini.

Sungmin menghela napas panjang. "Aku lupa kalau dia masih ada di sini.", keluh Sungmin sebal. Ia memilih untuk merapikan beberapa belanjaan yang mereka beli di daerah Stare Miasto (Kota Tua). Kesenangan yang ia rasakan hari ini telah hancur menjadi debu, yang tersisa hanya rasa kesal dan amarah.

"TIDAAAAK! NGGAK MAU! TOLONG! AAARGH!", jerit yeoja cantik itu di atas ranjang sambil meronta-ronta ke segala arah. Yeoja itu terlihat sangat ketakutan.

PRAAANG! Sesuatu membentur kaca dengan keras. Yeoja itu melemparkan sebuah barang saat ia meronta-ronta sebelumnya. Keringat dingin membasahi tubuhnya.

Siwon bergegas ke samping yeoja itu, berusaha membangunkannya. Ia tak ingin suara yeoja cantik itu membangunkan semua penghuni hostel ini. Setidaknya ia tidak ingin menambah masalah baru lagi. "Ya! Ireona! What's matter? Wake up!", kata Siwon sambil mengerahkan berbagai jurus untuk membangunkan yeoja itu. Hasilnya nihil. Ia menemui kendala seperti malam sebelumnya. Yeoja cantik itu tak bergeming sedikit pun.

"Sudahlah. Tidak perlu repot, karena ia tidak akan bangun dengan mudah. Kamu hanya akan menimbulkan masalah lain.", ujar Kyuhyun memberitahu.

"Apa maksudmu, Kyu?", tanya Siwon tak mengerti.

"Yeoja itu menderita Kleine-Levin Syndrome.", jelas Kyuhyun singkat, sambil melemparkan pandangannya ke atas tubuh yeoja cantik itu.

"Ia tinggal di Krakow!", jerit Sungmin tiba-tiba, membuat Kyuhyun dan Siwon memandang Sungmin dengan bingung. Yeoja imut itu mengangkat sebuah liontin dan secarik kertas kecil di tangannya. Ia menyeringai. "Aku bisa membuangnya.", desis Sungmin pelan, namun masih bisa didengar oleh Siwon dan Kyuhyun. 'Aku akan membuangnya jauh dari Cho Kyuhyun. Pergilah gadis mesum!', batin Sungmin senang.

.

.

?TBC?

.

.