Let's Start The Game
Genre: Romance
Rated: T
Warning: overOOC, Typoo's, pasaran, DLDR, dll
Disclaimer: Naruto©Masashi Kishimoto
Let's Start The Game©Yara Aresha
Chapter One
Hari ini adalah hari pertama Haruno Sakura menginjakkan kakinya di Konoha High. Konoha High merupakan sekolah terbaik di Tokyo, sekolah ini berdiri berdasarkan sistem internasional, wajar saja biaya sekolahnya pun mahal. Bahkan bukan sembarang orang yang bisa masuk ke sekolah ini, hampir semua anak-anak Konoha High adalah anak pintar yang berasal dari keluarga terpandang, seperti halnya ia, Sabaku Gaara, Akasuna Sasori dan Uchiha Sasuke.
Sebenarnya sekolah Sakura sebelumnya, di Hokkaido, tidak kalah hebatnya dengan Konoha High. Tapi, alasan gadis itu pindah sekolah karena sekolah ini memiliki tim cheerleaders yang sangat baik dibandingkan dengan sekolahnya dulu, dan di sana tidak semua cabang olahraga bisa diikuti, berbeda dengan Konoha High, sekolah ini memiliki gedung olahraga yang besar dan sangat lengkap, impian gadis itu menjadi seorang atlet, jadi ia memutuskan untuk melanjutkan kehidupan SMA-nya di Konoha High, bukan menjadi stalker yang seperti Sasori katakan.
Sakura menghela napasnya dengan berat. Kelas berjalan dengan begitu lambat. Di sekolah baru pun, tidak ada perubahan. Baginya membosankan. Tapi ia tetap bersabar, dan menantikan pergantian jam. Kebetulan, di hari pertamanya ini, ada pelajaran olahraga―voli―salah satu keahlian Sakura. Setiap musimnya, Konoha High akan mengadakan pertandingan olahraga yang berbeda-beda sampai akhir bulan. Seperti musim panas ini, cabang olahraga yang wajib diikuti adalah voli dan renang, yang akan dilakukan secara rolling, seminggu tiga kali pertandingan. Sakura sudah tergabung dengan tim voli Konoha High, ia memilih voli dan cheerleaders sebagai ekstrakulikulernya. Sedangkan untuk cheerleaders setiap musim akan melakukan kegiatan dan juga jika tim sekolah mengikuti kejuaraan atau pertandingan dengan sekolah lain, setelah itu di musim semi adalah sepakbola dan basket, sedangkan di musim dingin biasanya cabang olahraga yang dilakukan adalah voli, basket, atau sepakbola.
Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya tiba juga saat yang ia tunggu-tunggu. Segera saja, ia dan seluruh murid kelas 2-A berhamburan keluar kelas. Menuju lapangan voli, dan mengganti seragam mereka dengan baju olahraga. Sebelum memulai pertandingan, Kurenai-sensei, selaku pelatih voli di Konoha High mengajak Sakura untuk berbicara.
.
.
Setelah mengganti pakaian, Sakura berkenalan dengan beberapa orang teman sekelasnya yang belum ia kenal, mereka menyambutnya dengan hangat. Sakura bisa menyimpulkan, bahwa di sini mereka benar-benar tidak mementingkan 'label', tidak ada penindasan. Semua orang adalah sama disini, yeah semua orang yang bersekolah di sini populer. Dan satu kenyataan lagi, di sini, jika kau merebut pacar orang lain, kau tidak akan mendapatkan gertakan, tidak ada yang akan memandangmu dengan pandangan yang mengintimidasi, tidak akan ada seorang pun yang akan menamparmu atau mencakar tubuh mulusmu dengan kuku palsu mereka, mereka hanya akan membicarakannya denganmu dan berbaikan, kemudian memutuskan untuk move-on.
Begitu berdiri di lapangan voli, Kurenai-sensei memerintahkan murid kelas 2-A untuk dibagi menjadi beberapa tim dengan setiap tim masing-masing beranggotakan lima orang. Kurenai-sensei membebaskan mereka untuk memilih teman satu tim mereka sendiri. Sakura mengedarkan pandangannya melihat sekeliling, tidak jauh di sana, ia melihat sepupunya Gaara, Sasori, dan Tayuya―teman sebangkunya yang baru―dan pandangannya teralihkan ketika ia melihat seorang laki-laki yang ia temui pagi ini di loker miliknya tengah dikerumuni beberapa anak perempuan dikelasnya.
Sakura masih menatap laki-laki raven itu jika saja Gaara tidak menarik lengannya. "Kita satu tim, ok?" ucapnya seraya menunjuk dirinya, Sasori, Tayuya, dan Karin. Karin seorang pemandu sorak juga, sebagian besar anak perempuan di kelas 2-A merupakan anggota cheerleaders. Karin lebih pendek dari Sakura, sekitar 155 cm, dia seorang flyer dalam tim cheerleaders, sementara Sakura, 159 cm, sehingga posisinya berada di bagian base.
Sakura menganggukan kepalanya dan memberi mereka senyuman. Mereka sepakat untuk menjadikan Gaara sebagai kapten tim voli mereka, kapten lainnya adalah laki-laki berambut raven itu, sedangkan dua orang kapten lainnya di tim yang berbeda, Sakura belum mengenalnya.
Ternyata namanya Uchiha Sasuke, dan teman sekelasku.
Setelah tim terbentuk, mereka harus memberi nama untuk tim mereka dan sebuah warna sebagai ciri masing-masing tim. Tim Sakura akhirnya memilih warna merah, lalu mereka memberi nama tim mereka 'Haruno and The Reds', mengingat Sakura adalah satu-satunya anggota berambut pink di tim ini. Nama tim yang lain pun tidak kalah anehnya dengan nama tim Sakura dkk, seperti nama tim Sasuke, ia memberi nama 'The Prince of Jersey', benar-benar buruk. Selanjutnya, Kurenai-sensei memberitahu bahwa pertandingan akan segera dimulai. Namun, karena Sakura adalah satu-satunya atlet voli dikelas, Kurenai-sensei tidak memperbolehkan Sakura menjadi seorang skiper, setidaknya sampai pertandingan ke-tiga nanti, karena menurutnya tidak akan adil bagi tim lain. Dengan sangat menyesal, Sakura harus setuju dan mematuhi peraturannya.
Biarlah. Aku yakin, tim-ku tetap akan memenangkan pertandingan ini.
.
.
Satu hal yang Sasuke suka dari seorang gadis adalah bahwa ia memiliki wajah dan sifat yang lucu. Menyaksikan Sasori dan Sakura tengah bergurau dan tertawa setiap tiga detik membuatnya naik pitam.
Sakura adalah target Sasuke yang selanjutnya. Jika Sasuke tidak bisa mendapatkannya, maka Sakura akan mematahkan rekornya dengan sempurna. Sasuke harus mendapatkannya. Ia harus mendapatkan high-score kali ini. Sasori dan dirinya sempat membicarakan tentang hal ini. Sasori berkata bahwa ia lebih dulu dan lebih lama mengenal Sakura, gadis itu bukan sebuah mainan, dia terlalu berharga.
"Jangan berani kau mencoba menyentuhnya, kau bahkan tidak tahu apa-apa tentang Sakura," ujar Sasori kepada Sasuke saat jam pelajaran matematika berlangsung.
Akasuna Sasori penghalang.
Uchiha mendapatkan apa yang ia inginkan, selalu. Dan kali ini ia menginginkan Haruno Sakura, harus segera mendapatkannya. Laki-laki berambut raven itu hanya butuh waktu. Ia akan mendapatkan Sakura dengan cara apapun. Kemudian ketika ia telah merasa bosan mempermainkan Sakura, maka, Akasuna bisa memilikinya.
"Tch, Akasuna, namamu lebih cocok jika menjadi Akuma. Bodoh!" rutuknya.
.
.
Kesal, itu yang dirasakan bungsu Uchiha saat ini. Maka, dengan sengaja, ia memastikan service-nya mendarat langsung ke kepala merah Sasori. Sakura membelalakan emerald-nya dan menatap tajam pada Sasuke. Sasuke memberinya seringaian menggoda. Sakura menatapnya sengit, seolah berkata 'apa sih maumu?' dan Sasuke hanya mengangkat bahunya, tidak peduli.
Sasori memegang kepalanya dan memejamkan sebelah matanya, menahan rasa sakit akibat terkena service Sasuke, lalu mengambil bola voli, bersiap-siap untuk melemparkan kembali ke arah Sasuke.
"Tidak, Sasori-kun. Ini milik kita. Itu benar-benar disengaja, jadi tidak ada yang mendapat point. Sekarang giliran kita yang melakukan service. Ayo rotasi!" ujar Sakura.
Saat ini tim Sasuke dan Sakura tengah bertanding, kali ini Sakura sebagai server. Gadis itu menyeringai pada Sasuke, maju selangkah, melempar bola, melompat dan memukul bola dengan kencang. Suara debuman bola terdengar begitu keras di lapangan. Service yang sempurna. Ya, sangat sempurna jika saja bola itu tidak melayang tepat ke wajah tampan Sasuke. Dengan terkejut, Sasuke mengambil langkah mundur.
"Kau sengaja. Sekarang giliran kami," ujar Sasuke.
"Tidak, itu kecelakaan, sungguh," Sakura menyeringai pada Sasori, sebelum mereka melakukan high-five. Sasuke mendecih dan kemudian membiarkan Sakura meraih bola kembali untuk mengulang service-nya, ia mengikat rambutnya yang panjang di sisi kiri dengan asal, mengunci rambut merah muda yang indah itu agar tidak berkibaran.
Sakura melakukan service sekali lagi, kali ini bukan ke arah Sasuke. Permainan pun berlangsung sebagaimana mestinya kembali, kemudian ketika Sasuke berada di bawah net dengan bola yang melambung di sisi Sakura, Sakura melangkah cepat, melompat, mengayunkan kedua lengannya di atas kepala, lalu mengayunkannya ke kiri bawah dan menghantam lapangan voli.
Demi Kami-sama, dia benar-benar gadis ter-sexy.
"Sensei! Sakura spiker, timku mendapatkan bola sekarang?" teriak Sasuke.
"Sakura! Aku bilang tidak boleh menjadi spiker untuk saat ini! Ya, tim Sasuke mendapatkan bola," Kurenai-sensei balas berteriak.
Tayuya dan Karin memutar bola mata mereka. "Bagus, tuan pengadu. Pergilah menangis kepada pelatih sana, Mr. Player Konoha," cibir Karin.
Alih-alih membalas perkataan Tayuya dan Karin, Sasuke bersiap untuk melakukan service. Permainan ini benar-benar tekesan curang. Bola lalu-lalang melewati net, kemudian Sasuke memutuskan mencoba untuk menjadi spiker. Ia bukan atlet voli, hanya saja ia memiliki kemampuan yang sama dengan Sakura sebenarnya. Tapi, sensei mengatakan bahwa hanya Sakura yang tidak diijinkan menjadi spiker. Jadi tidak bebas, bukan?
Sebelum bola yang dilambungkan Sasuke sempat menghantam kepala Sasori kembali, Sakura berhasil mendapatkan bola, ia memberikan operan kepada Gaara, dan selanjutnya Gaara mengambil alih pertandingan dengan menjadi spiker. Bola berhasil menembus gawang lawan, dan tim Sakura mendapatkan point kembali. Sasuke mendecih sebelum melakukan rotasi dengan anggota timnya.
.
.
Sekarang giliran Tayuya untuk melakukan service. Ia mendapat gelar 'The Most Cute Girls' tahun lalu di acara prom Konoha High. Tapi dia adalah gadis mantan Sasuke yang ke 145. Yah, Sasuke bahkan tidak ingat ia gadis keberapa. Sayangnya service Tayuya gagal dan menyentuh net, sehingga tim Sasuke yang mendapatkan point kali ini. Kemudian, sebelum tim Sasuke melakukan service, di seberang sana, Sasuke memerhatikan Sakura tengah menunjukkan Tayuya cara yang lebih baik untuk melakukan service.
Sakura tampak begitu cantik saat ia berbicara sambil menggerakan lengannya. Tunggu―aku hanya mengatakan cantik? Maksudku dia begitu Hot.
.
.
Priiiitttt...
Akhirnya pertandingan pun selesai. Tentu saja dengan kemenangan berada di pihak Sakura. Timnya membantai tim Sasuke dengan skor 20-7. Setelah usai pertandingan, Sasuke memutuskan untuk berbicara dengan Sakura sesaat setelah gadis itu selesai mengganti bajunya. Sakura mengganti baju olahraganya dengan kaus v-neck berwarna hijau tosca, rok jeans yang hanya sampai lututnya, dan heels yang mempercantik kaki jenjangnya.
She is so damn good.
"Hei, permainan yang bagus," ujar Sasuke seraya tersenyum.
"Hm, jika kau tidak menjadikan Sasori-kun sebagai targetmu. Aku tidak akan mencoba membunuhmu dengan bola voli," Sakura memutar matanya.
Sasuke terkekeh. "Sepertinya kau begitu membenciku. Ah, apa kau menyukai bocah merah itu?" katanya.
"Tidak, Sasori-kun dan aku bersahabat sejak kecil, lagipula Gaara mengatakan kau seorang pria yang lucu, dan kau kelihatannya baik, tetapi Gaara juga mengatakan bahwa aku harus menjauhimu," Sakura berjinjit dan melambaikan tangannya ke arah Karin dan Tayuya yang berjalan keluar dari lapangan voli, menyisakkan dirinya dan Sasuke yang saat ini tengah terlibat obrolan di samping ruang ganti. Agak sulit untuk melihatnya, karena Sasuke yang lebih tinggi darinya itu berdiri tepat di depannya.
"Kenapa dia menyuruhmu untuk menjauhiku?" tanya Sasuke, berusaha untuk terdengar tidak mengerti.
"Kau seorang player profesional yang mencoba mendobrak angka 200, kau pasti lebih mengerti maksudku. Dan aku tidak ingin jika aku menjadi orang yang ke-201. Aku benci orang-orang yang bergerak terlalu cepat sepertimu. Lagipula kau bukan tipeku. Aku tidak akan pernah terjerat dalam pesona seorang player sepertimu."
"Hn, bagaimana Gaara tahu jika aku seorang player? Aku bukan, tentu saja," bohong Sasuke.
Sakura mencibir. "Aku bisa memberitahumu, mengapa sepupuku tahu. Aku tidak suka orang seperti itu."
"Ah, baiklah. Kalau begitu bersedia bermain game karena aku seorang player? Kau tahu? Aku tidak pernah jatuh cinta. Ini hanya tes untukmu. Kau bilang kau tidak akan pernah jatuh cinta kepada laki-laki sepertiku?"
"Ya, Aku memang mengatakan itu..." jeda sejenak, kemudian Sakura kembali berkata. "Game apa?"
"Kita akan bersikap seperti pasangan kekasih, bermesraan, berkelahi, kencan, dan selalu bersama-sama, yah melakukan hal yang selalu dilakukan pasangan..." ucapan Sasuke terpotong oleh pertanyaan yang dilontarkan Sakura.
"Dan yang pertama jatuh cinta kalah? Begitu?" tanya Sakura, seketika tubuhnya menegang, dan wajahnya yang merona seolah memucat.
"Ya, cerdas. Pernah melakukan hal ini sebelumnya? Ini permainanku, dan coba tebak? Aku selalu menang. Dan jika kau kalah, kau akan menjadi nomor 201," Sasuke tersenyum penuh kemenangan. Percaya diri sekali bahwa kali ini mantranya akan menembus pertahanan kokoh sang gadis keras kepala.
Sakura tampak berpikir, ia memainkan jari telunjuknya di dagu. "Deal," ucap Sakura, lalu ia mengulurkan tangannya kearah Sasuke. Sasuke meraihnya, dengan cepat menarik tubuh Sakura ke dalam dekapannya, tanpa aba-aba bibirnya menekan bibir tipis milik Sakura. Dan ketika bibir lembut Sakura menyentuh bibirnya, Sasuke merasakan sesuatu yang aneh... Sensasi aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Rasanya... begitu menyenangkan.
Sasuke tahu bahwa tindakannya yang tiba-tiba itu membuat Sakura terkejut, karena Sakura tidak membalasnya sampai detik terakhir. Sakura mendorong pelan tubuh Sasuke, dan Sasuke merasakan bibirnya berubah dingin, ia merasakan ada yang hilang di sana.
Sasuke menatap Sakura dengan nanar. Entah mengapa tubuhnya seakan membeku di siang yang panas ini.
Sakura tersenyum. "Sudah menyerah?"
"Tch, aku tidak akan menyerah semudah itu. Dan aku tidak akan jatuh cinta padamu, ingat?" balas Sasuke.
"Ya, terserah kau saja..." Sakura berjalan pergi meninggalkan Sasuke di lapangan. Tanpa Sakura sadari, Sasuke tidak mengalihkan pandangannya dari Sakura.
Bagaimana bisa Sakura terlihat begitu menggairahkan bagi Sasuke? Dia tidak sedang jatuh cinta, bukan? Sasuke menggelengkan kepalanya. Ia kembali merasakan sensasi aneh di dalam perutnya, ketika melihat Sasori yang menghampiri Sakura langsung mencium pipi gadis itu, setelah sebelumnya ia berbisik di telinga gadis itu. Rona merah sangat jelas terlukis di kedua pipi Sakura, ia terkikik geli sambil memukul pelan lengan Sasori dan merangkulnya mesra.
"Cih, aku tidak menyukai apa yang kulihat. Tapi aku yakin akhir minggu ini, atau mungkin bahkan kurang dari itu, kau Sakura, gadis yang kelewat percaya diri ini akan berlutut dihadapanku dan memohon padaku."
.
.
to be continued
AN:
1. Flyer adalah orang yang berada di atas sebuah partner stunt
2. Base tugasnya melindungi flyer. Biasanya yang berada dalam posisi ini adalah mereka yang memiliki daya tahan yang paling kuat, karena mereka yang menopang anggota cheer yang lainnya
2. Spiker adalah pemain yang bertugas memukul bola agar jatuh ke daerah lawan
Makasih buat yang udah baca, review, follow dan fave cerita gejenya ya :D hahaha. Pertanyaan-pertanyaannya bakalan terjawab sama ceritanya, jadi baca aja ya :P hhe.
