19th

Chapter 17

By Yuya Matsumoto

"Beauty of Wina 2"

Inspirasi: K-movie, 19

Cast: Kyuhyun, Siwon, Sungmin and Others

Desclaimer: Sungmin is always MINE… forever

Warning: Terinspirasi dari K-movie, namun semua alur dan plot murni hasil kreatifitas Yuya. 19 (K-movie) diperankan oleh T.O.P dan Seungri (Big Bang).

Summary: Kisah tiga orang remaja berumur 19 tahun untuk menemukan jati diri. Tiga orang dengan latar belakang dan permasalahan berbeda. Bersatu.

.

.

\(^w^)/~ Happy Reading ~\(^0^)9

.

.

Kibum, Siwon, Heechul dan Hankyung masih terjebak di dalam ruangan pribadi Heechul di kantor perusahaan Kim cabang Austria. Berkali-kali suara derit keyboard laptop berbunyi nyaring. Berlembar-lembar kertas telah berserakan di atas meja dan di lantai. Cangkir, gelas kertas, bungkus snack dan sterofom tempat makan bergelimpangan di sekitar ke empat orang itu. Satu kata untuk ruangan itu, mess up.

Hankyung berkali-kali berdecak kesal karena hitungan demi hitungan keuangan perusahaan itu mengalami kekeliruan di sana-sini. Siwon pun terlihat hampir sefrustasi Heechul. Bisa dikatakan namja kekar—yang lebih senang berkelahi dan bermusik itu—mempunyai kemampuan luar biasa dalam urusan laporan keuangan, walau ia sangat membenci bidang yang telah dipaksakan appa-nya selama ini. Rasa lelah menyerang keempat orang itu, terlebih Heechul dan Siwon yang bekerja paling keras.

Kibum sudah menyerah menghadapi berkas-berkas itu sejak beberapa saat yang lalu. Hankyung masih berusaha menemani kekasihnya yang terus-menerus melakukan kesalahan. Heechul telah menghancurkan tatanan rambutnya dan membuat kusut pakaiannya. See! She's too frustated now. Siwon sendiri asyik mengutak-atik detail laporan di hadapannya. Tanpa ia sadari, sebenarnya ia sangat mencintai bidang bisnis itu sendiri.

Kibum memandang wajah di sampingnya, menelaah setiap lekuk wajah yang terukir sempurna itu. "Kamu memiliki dua kepribadian ya? Egois dan menyeramkan, namun sekaligus beriman dan cerdik. Kau mengerikan!", celetuk Kibum kepada Siwon, membuat namja kekar itu memalingkan perhatiannya ke yeoja manis di sebelahnya.

"Eh? Apa maksudmu berkata seperti itu?", tanya Siwon yang sedikit tersinggung dengan pernyataan Kibum sebelumnya.

Kibum menyandarkan punggungnya di sofa. Ia menghela napas panjang, memandang langit-langit kantor. "See! Orang urakan dan pandai berkelahi sepertimu, setidaknya akan menjadi namja bodoh yang hanya mengerti tentang keegoisan dan keonaran. Kamu ini penipu ulung, kan? Menyembunyikan semua talentamu dengan sikap cuekmu, padahal kamu sangat perhatian dan memperhatikan setiap detail masalah dengan teliti. Aku heran, apa yang membuatmu harus bersusah payah menjadi diri lain?", ucap Kibum panjang lebar.

Siwon ikut merebahkan tubuhnya ke atas sofa, memandangi wajah Kibum dari samping. Namja kekar itu tersenyum, menunjukkan kedua lesung pipinya yang menambah kesan sempurna pada wajahnya. "Aku tidak tahu kalau kamu begitu perhatian kepadaku. Kamu mulai jatuh cinta padaku ya? Sudah melupakan rasamu pada Mr. Cho?".

TUUUK! Kibum menyentil kening Siwon. Yeoja itu mengeluarkan killer smile-nya. "Banyak hal yang tidak kamu ketahui tentangku, termasuk tentang namja yang sedang aku sukai saat ini. Urusan Cho adalah urusanku. So leave it to me!", balas Kibum sebelum berdiri dari duduknya. "Eonni, aku pergi dulu ya! Aku bosan di sini!", pamit Kibum.

Mata Siwon tak lepas dari bayang Kibum yang mulai kabur di balik pintu ruangan itu. Namja kekar itu tersenyum kecil, menahan rasa senang yang membuncah di dalam hatinya. Siwon membaringkan tubuhnya di atas sofa, melupakan persoalan laporan keuangan itu untuk sementara. 'Apa aku terlalu membuka diriku saat bersama mereka? Tanpa sadar aku bersikap aneh, namun aku merasa nyaman dengan semua ini. Apakah ini diriku yang sebenarnya? Entahlah.', batin Siwon dilema. "Aku senang kamu perhatian padaku, Bum.", gumam Siwon senang. Ia membenamkan wajahnya yang tersipu malu pada punggung sofa.

.

.

#Heechul's Flat, Wina, Austria#

[Sunday, Day 14, KyuMin's Side]

.

.

"Shirreo, appa! ANDWAAAAE!", jerit Heechul, membangun semua penghuni flat pagi itu. Kibum dan Sungmin terbangun kaget saat Heechul berteriak kepada seseorang di seberang sambungan teleponnya. Wajah Heechul terlihat panik dan ketakutan. Pelipisnya berkeringat dan tubuhnya bergetar. Sebenarnya ada apa?

"Waeyo, eonni?", tanya Kibum khawatir. GREEEEP! Heechul memeluk tubuh saudaranya seakan ia tak ingin melepas tubuh adiknya itu. "Tenanglah, eon. Ada aku di sampingmu.", lanjut Kibum menenangkan. Ia mengelus punggung Heechul pelan.

"Minumlah dulu agar kau lebih tenang.", ucap Sungmin, memberikan segelas air putih kepada Heechul.

Heechul menyambut pemberian Sungmin, lalu meminumnya sampai tak bersisa setetes pun. Heechul menarik napas, berusaha untuk tenang. "Appa… Appa bilang akan bertindak sesuatu kepada Hangeng. Bagaimana ini, Bummie?", panik Heechul, menggoyangkan bahu Kibum beberapa kali.

Kibum terdiam, tak dapat mengeluarkan satu patah kata pun. "Kibummie, say something!", teriak Heechul semakin panik.

TING TONG! TING TONG! Bel flat berbunyi beberapa kali dan tidak bisa dikatakan sebagai bunyi yang biasa saja. TING TONG! TING TONG! Bel flat kembali berbunyi saat tak ada satu pun tanda-tanda orang di dalam flat akan membukakan pintu. Sungmin berlari ke arah pintu depan, meninggalkan dua saudara itu dalam kesibukan mereka masing-masing.

"Kenapa lama sekali membukanya?", tanya Siwon dengan wajah cemas dan nada tinggi membentak.

Sungmin mengerjapkan matanya beberapa kali, merasakan sakit dengan nada kasar dari Siwon tadi. "Mi-mianhae… A-aku tadi…", jawab Sungmin terbata-bata.

"Ah, sudahlah! Mana Heechul-noona?", potong Siwon, mendorong tubuh Sungmin agar ia bisa segera masuk ke dalam flat itu.

Kyuhyun menepuk kepala Sungmin pelan. "Jangan dimasukkan ke dalam hati. Siwon hanya sedang panik. Okay?", kata Kyuhyun, memberikan senyum manis miliknya—yang diyakini bisa membuat luluh hampir seluruh yeoja di dunia. Sungmin membalas senyum Kyuhyun kecut, masih merasa sakit hati dengan sikap Siwon pagi ini.

"Noona!", panggil Siwon saat ia tidak menemukan siapapun di dalam flat—tidak mungkin baginya untuk menggeledah kamar yeoja itu. Tak selang beberapa lama, Kibum dan Heechul keluar dari dalam kamar. "Gawat! Hyung… Hyung dibawa pergi oleh seseorang!".

Heechul terduduk lemas di atas sofa ruang tamu. Kakinya tak mampu menahan beban tubuhnya saat Siwon memberitakan tentang Hangeng barusan. Appa-nya tidak main-main kali ini. Apa yang appa-nya katakan di telepon menjadi kenyataan. Ottoke?

Heechul dan Hangeng telah menjalin kasih sejak lima tahun yang lalu. Mereka bertemu saat Heechul sedang menjalani tahun terakhirnya di Universitas Seoul, jurusan Manajemen Bisnis. Hangeng hanyalah seorang mahasiswa sederhana berasal dari Cina yang mendapatkan beasiswa penuh di Korea Selatan saat itu. Appa Heechul tidak menyetujui hubungan kedua insan itu, hingga akhirnya Heechul dipisahkan dari Hangeng. Appa Heechul mengusir Hangeng hingga namja itu kembali ke negara asalnya, Cina. Sedangkan Heechul sendiri dibawa appa-nya ke Austria untuk menjalankan salah satu perusahaan mereka di sana.

Jangan dipikir pemisahan itu berdampak kandasnya cinta HanChul—begitulah sebutan mereka kepada hubungan mereka. Selama satu tahun, HanChul diam-diam saling berkomunikasi melalui segala macam jejaring sosial ataupun surat elektronik. Heechul berhasil meyakinkan appa-nya untuk mempercayakan perusahaan itu kepadanya, sehingga appa Heechul kembali ke Korea tanpa curiga. Dua tahun terlewati dengan tenang. HanChul dapat menjalin kisah asmaranya tanpa gangguan siapa pun. Hangeng membangun bisnis kecil-kecilan di negara itu, sekaligus menemani kekasihnya.

Siapa sangka satu tahun ini hubungan keduanya terkuak kembali, apalagi sejak Kibum tinggal di Hungaria untuk kuliah. Beberapa kali appa Heechul mengecam anak gadisnya itu, namun tak dihiraukannya sekali pun. Heechul tetap pada pendiriannya untuk mencintai namja Cina itu. Sampai tadi pagi, sang appa mengancam akan membunuh Hangeng, jika Heechul tidak memutuskan hubungan mereka.

KLING! Suara ponsel berbunyi dari genggaman tangan Heechul. Yeoja cantik itu segera membuka pesan yang baru masuk ke dalam ponselnya.

From: Appa

Ikuti permainan appa, jika kamu mau namja Cina ini selamat. Jangan berusaha mencarinya, karena Appa telah menyembunyikannya. ^^ Have Fun!

BRAAAAAAK! Heechul membanting ponselnya ke arah dinding terdekat, membuat ponsel berteknologi canggih itu hancur berantakan. Keempat orang lainnya di dalam ruangan itu hanya bisa tercengang melihat reaksi Heechul itu.

KLING! Sebuah suara membuyarkan suasana kelam di ruangan itu. Kibum segera membuka ponselnya yang berdering. Matanya terbelalak sempurna. Sebuah pesan dari sang appa terpampang jelas di depan layar ponsel itu.

From: Appa

Good! Your sister is too stupid. Just broke other phone cell then she won't know where he is. Kkkk~

Kibum menarik napas panjang, menahan gejolak amarah yang mengkukung batinnya. Ia harus berpikir jernih saat ini, tak boleh terpancing amarah seperti kakaknya. "Eonni harus tenang. Mari ikuti permainan appa. Kita pasti bisa menemukan Han-gege. Tenang saja, eon!", ujar Kibum memeluk tubuh kakaknya yang bergetar dengan hebat.

Heechul menatap mata Kibum, mencari ketenangan di dalam bola mata itu. "Kalau itu yang diinginkan appa, aku akan menurutinya.", balas Heechul tegas. Ia bergegas ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap, begitu pula dengan dua yeoja lainnya.

"Apa kau yakin dengan semua ini, Won?", tanya Kyuhyun dengan suara pelan.

Siwon menyeringai. "Tentu saja. Kita pasti bisa menyelamatkan hyung.". Kyuhyun mengangguk sebagai tanda ia menyetujui ucapan Siwon barusan.

Setengah jam kemudian, kelima orang itu bergegas untuk segera mencari Hankyung—entah kemana. Heechul merapikan flatnya, lalu beranjak keluar menyusul keempat remaja itu. Langkah kaki Heechul berhenti saat yeoja itu melihat Kibum mematung di lapang parkir itu. Ia merasa ada seseuatu yang tidak beres. "Waeyo?", tanya Heechul to the point.

"Mobil Hankyung-hyung menghilang.", jawab Siwon terdengar frustasi. Tadi pagi ia menyetir mobil itu tanpa seizin pemiliknya. Ia merasa bersalah jika mobil itu tak jua ditemukan. Statusnya mungkin akan naik pangkat dari seorang berandalan menjadi seorang pencuri mobil, terlebih mobil keluaran Eropa. Aigoo!

"Mobilku dan mobil eonni pun tidak ada di sini. Aish! Appa benar-benar niat mengerjai kita.", tutur Kibum kesal.

"Lebih baik kita naik U Bahn atau MRT saja.", usul Sungmin pada akhirnya. Ia mulai jengah dengan situasi tak jelas begini.

"Tapi cari kemana, Minnie? Lebih baik kita berkeliling saja, menunggu informasi dari Appa Kibum.", kata Kyuhyun berlogika.

Ketiga orang lainnya menyetujui pernyataan Kyuhyun. Akhirnya mereka semua berjalan kaki, menelusuri tempat yang mungkin menjadi tempat persembunyian appa Heechul itu. Mereka berkeliling dari Konzerthaus (rumah konser berwarna merah, dulunya dipakai Mozart untuk konser-konsernya), Stephanplatz (alun-alun kota Wina), Stadtpark (salah satu taman terkenal di Wina yang memiliki patung dan monument Johann Strauss), Bangunan Rathaus (Town Hall) kota Wina, Universitate of Wien, Votivkirche (gereja Katolik Roma yang siap dibangunkan pada tahun 1879), hingga Hofburg Palace (istana musim dingin untuk kaisar Austria dan ia digunakan hingga tahun 1918).

Rasa lelah telah menggerogoti sendi-sendi tubuh mereka. Kaki mereka kram, tak mampu mengantarkan mereka untuk melangkah. Senja pun telah menyongsong, segera berganti malam. Kyuhyun, Siwon, Sungmin, Heechul dan Kibum sepertinya sudah sampai pada batas kekuatan mereka. Menyerah adalah kata yang tepat untuk mengakhiri satu hari ini.

Suara ponsel Kibum berbunyi. Kyuhyun, Siwon dan Sungmin yang sedang terduduk di bawah pohon langsung mengalihkan pandangannya kepada Kibum. SREEEET! Heechul menarik paksa ponsel itu, mengangkat sambungan telepon yang berasal dari Appanya.

"YA! APA MAUMU APPA? CEPAT KEMBALIKAN HANKYUNG KEPADAKU!", jerit Heechul frustasi. Ia sudah tidak mempedulikan tentang tata krama antara appa-aegya lagi. Kalau saja membunuh itu diizinkan, mungkin saat ini Heechul sudah mencekik leher appa-nya sampai sang appa tak bernapas lagi.

PROOOK! PROOOK! PROOOK! Suara tepuk tangan terdengar di dalam sambungan telepon, membuat Heechul menggeram kesal. "Sabarlah. Appa sudah menyiapkan mobil untuk kalian berlima. Pergilah menggunakan mobil itu. Ikuti perkataan sang supir. Jangan banyak bertanya atau Appa akan mematahkan leher namja terkasihmu ini. Benar kan, Tan Hangeng?", jelas Appa Heechul yang dibalas dengan teriakan seseorang yang kini dalam pencarian yeoja cantik itu.

"Jangan ikuti permintaannya, Chullie. He is maniac!", jerit Hankyung terdengar seperti menahan rasa sakit yang menyerangnya.

"Hannie! Hannie! Bertahanlah! Hannie!", panggil Heechul, berharap kekasihnya dapat merespon teriakan yeoja itu.

TUUUUUT! TUUUUT! TUUUUUT! Sambungan telepon terputus. Heechul hampir saja menghancurkan ponsel Kibum sebelum si pemilik menahan gerakan tangan kakaknya itu. "Kita harus segera menemukan mobil yang akan mengantarkan kita ke si tua bangka itu. Cepat!", perintah Heechul mutlak. Rasa lelah yang tadi menyerang tubuhnya entah sudah menguap kemana.

Kelimanya naik ke dalam sebuah mobil mini bus yang telah disediakan oleh Appa Heechul. Sang supir memberikan sebuah bungkusan kepada mereka masing-masing. Heechul mengernyitkan dahinya saat ia menemukan sebuah gaun indah dari dalam bungkusan. Gaun ini terlihat mewah dan cantik, seperti sebuah gaun pernikahan. "Apa-apaan ini?", tanyanya curiga.

Kibum dan Sungmin pun terlihat kaget dengan gaun yang diberikan kepada mereka berdua. Gaun ini telihat lebih sederhana namun memiliki mode dan warna yang sama. Keduanya saling melempar pandang bingung.

CTAAAK! Layar LCD portable di dalam mobil itu menyala, menampilkan sosok namja paruh baya yang dikenal sebagai Appa Heechul. Namja itu tersenyum licik, melambaikan tangannya kepada siapapun yang sedang menontonnya.

"Hai, Kim Heechul! Masih ingat dia?", tanya Appa Heechul memperlihatkan sebuah cuplikan video dimana sesosok namja berlumuran darah dengan wajah yang membengkak dan napas tersengal-sengal terpampang jelas sedang menahan sakit. Heechul mengepalkan tangannya. Airmata mengalir dari sudut matanya. Itu Hankyung, kekasihnya, terlihat sekarat. Appa-nya benar-benar iblis.

"Apa? Kamu menangis untuk namja seperti dia? Menyedihkan! Kamu masih ingin melihat dia hidup, bukan?", tanya appa Heechul sekali lagi.

Di dalam video itu ada sebuah tangan yang mengacungkan sebilah pisau tajam ke arah leher Hankyung. Namja Cina itu hanya terlihat pasrah. Semua orang pasti tahu seberapa menyakitkannya tubuh namja itu, dilihat dari memar di tubuhnya dan tatapan matanya yang sendu.

"APPA! ANDWAAAAE!", teriak Heechul saat tangan itu mulai menggoreskan pisau ke leher Hankyung, melukiskan guratan merah di kulit putih namja itu.

"Bagus! Jadi lakukan perintah appa. Pakai gaun pengantin itu, lalu ikutlah bersama supir appa. Jangan melawan! Atau dia akan mati dengan tragis. Hahahahahahaha~!", lanjut appa Heechul dengan suara tawa nista yang membahana. Layar LCD itu pun kembali gelap setelah lengkingan suara tawa appa Heechul.

Heechul menangis tersedu-sedu, merutuki hidupnya yang sangat menyedihkan itu. Kibum ikut menangis, menepuk bahu Heechul beberapa kali. Yeoja manis itu bisa merasakan kesedihan yang dirasakan kakaknya. Hatinya turut merasa sesak, mengutuk sikap appa-nya yang selalu seenaknya saja. Sungmin hanya bisa diam seribu bahasa. Ia tak tahu harus bersikap apa. Sedangkan Siwon dan Kyuhyun tidak mengetahui apapun tentang video itu karena mereka duduk di bagian tengah mobil, tanpa satupun layar LCD portable yang menyala. Belum lagi mini bus itu diberi sekat yang cukup tebal, sehingga suara tangis Heechul dan Kibum tak terdengar sama sekali.

Kyuhyun, Siwon, Sungmin, Kibum dan Heechul sudah berganti pakaian dengan jas dan gaun yang telah diberikan kepada mereka. Kelimanya telah sampai di Graz, Austria. Kibum dan Sungmin membantu Heechul untuk turun dari mobil. Gaun pengantinnya sedikit membuatnya kesulitan. Kyuhyun dan Siwon sudah menghilang entah kemana. Supir menunjukkan arah kepada tiga yeoja cantik itu, membuat ketiganya terpaksa menelusuri jalan setapak.

Langit telah berubah warna menjadi hitam kelam karena mentari telah berganti menjadi rembulan. Suara gemericik air menyambut kedatangan ketiga yeoja itu. Lampu-lampu lampion menambah suasana romantis yang menyerbu ketiganya. Heechul menahan isak tangisnya. Ia harus kuat, setidaknya Hankyung akan selamat setelah pernikahan ini berlangsung.

Heechul dan kedua pendamping wanita berjalan menelusuri sebuah jembatan yang terbentang luas di sungai Mur. Sebuah bangunan berbentuk seperti cangkang laut raksasa terpampang jelas di hadapan ketiganya. Lampu berwarna biru temaram menghias bangunan berarsitektur menawan itu. Setiap sisi jembatan bertaburan balon-balon kecil berwarna putih, pink pucat, biru langit dan warna cerah lainnya. Jelas sudah, ini memang sebuah pesta pernikahan yang megah. Heechul melangkah pelan, mengenang semua memori indahnya bersama kekasih, Hankyung. Ini akan menjadi hari terakhir dimana kebebasannya akan terkukung selamanya.

Murinsel (dikenal juga dengan Mur Island), terletak di Graz, Austria. Sebenarnya bangunan arsitektur ini bukan sebuah pulau sama sekali tapi bangunan ini mengambang di tengah-tengah sungai Mur. Memang nampak seperti pulau. Ini adalah landmark kota Graz yang didesign oleh Vito Acconci pada tahun 2003. Bangunan ini terdiri dari amphitheatre yang mampu menampung 350 orang, sebuah taman bermain dan juga sebuah café.

Langkah Heechul semakin melambat saat jalan setapak itu mulai menurun. Matanya tercengang ketika melihat begitu banyak orang yang duduk di bangku amphitheatre itu. Kyuhyun dan Siwon duduk di sisi bawah, melambai-lambai kepada ketiga yeoja itu. Senyum kedua namja itu membuat Heechul mengernyitkan dahinya. 'Ada apa sebenarnya?', batinnya bingung.

Appa Heechul tersenyum bangga melihat anaknya sangat cantik malam ini. Ia meminta anaknya kepada Sungmin dan Kibum, lalu menuntun anak gadisnya itu ke latar yang berada di panggung amphitheatre itu. Kibum terlihat sedikit tidak rela melepaskan kakaknya kepada appa-nya yang sadis itu. "Tenang, Bummie. Kali ini appa akan membuat kakakmu bahagia.", ujar appa Heechul, tersenyum tulus kepada anak bungsunya.

Heechul masih belum dapat mencerna apa yang terjadi saat ini. 'Hankyung-ah, mianhae.', batinnya penuh penyesalan. Yeoja cantik itu hanya pasrah saat appa-nya menggiringnya ke depan latar dimana seorang namja telah menunggunya. Namja itu berdiri membelakangi Heechul dengan jas berwarna putih yang sepadan dengan gaunnya yang berwarna pink pucat.

Appa Heechul melepaskan genggamannya dari tangan Heechul, mengulurkan tangan yeoja itu kepada calon suaminya. "Aku mempercayakan anak bandel ini kepadamu, Tan Hangeng. Aku harap kamu bisa membahagiakannya.", ucap appa Heechul penuh harap.

'Tan Hangeng?', tanya Heechul saat mendengar nama kekasihnya terucap dari bibir sang appa.

Calon suami Heechul membalikkan tubuhnya, menyambut uluran tangan dari sang calon mertua. Namja Cina itu tersenyum usil, seakan mengatakan 'Kena Kau!'. Heechul melongo, menunjukkan tampang terbodohnya. Yeoja itu hanya bisa diam, mengikuti apa yang Hankyung lakukan padanya.

Sang pendeta mulai mengucapkan ikrar pernikahan yang dihadiri oleh 350 orang tamu itu. Sungmin dan Kibum menuntut penjelasan kepada dua namja di samping mereka. Siwon dan Kyuhyun hanya berpaling, seakan tidak mendengar pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh kaum yeoja. Malam itu berakhir dengan sangat romantis dan membuat Heechul menangis sekeras-kerasnya saat tahu dia dikerjai oleh keluarganya sendiri. Poor Heenim!

.

.

#Heechul's Flat, Wina, Austria#

[Day 15, SiBumKyuMin's Side]

.

.

Setelah acara pernikahan yang menghabiskan waktu semalaman itu, SiBumKyuMin kembali ke flat Heechul. Mustahil bagi keempatnya untuk kembali ke appartment Hangeng, bisa-bisa mereka direbus oleh titisan ratu iblis itu karena mengganggu malam pertamanya. Hahahaha… Keempatnya masih sayang nyawa rupanya.

"Ternyata appa-ku itu niat sekali ya mengerjai kami semua. Benar-benar bersih dan aku tidak curiga sama sekali. Huft! Kalian juga menyebalkan tahu!", kesal Kibum sambil mengambil teh yang baru dibuatnya. "Aku pikir gege benar-benar babak belur, eh, ternyata make-up doank. Sialaaaaan!", lanjut Kibum masih merasa kesal.

"Hehehehehehe…". Kedua namja itu hanya tertawa cekikikan, merasa puas telah membohongi semua orang.

Sungmin memandang langit yang terlihat cerah siang ini. "Hei, daripada membahas masalah kemarin, lebih baik kita berjalan-jalan. Ayo, Bummie! Jadi tour guide kami!", usul Sungmin penuh semangat.

Kibum membelalakkan matanya. "Oke deh.", jawabnya pasrah.

"Kamu akan mengajak kami kemana?", tanya Siwon yang duduk di samping Kibum.

"Sesuatu yang unik. Bukannya itu yang kalian inginkan? Aku hanya mengajak ke tempat yang akan memberikan pengalaman seru kepada kalian bertiga.", jelas Kibum penuh misteri. Kibum menunjukkan killer smile-nya saat melihat Kyuhyun dan Sungmin di kursi belakang pada kaca spionnya.

Kyuhyun menaikkan kacamatanya, merasakan sensasi hawa dingin yang terkuar dari tubuh Kibum. "Aku merasakan firasat buruk.", lirih Kyuhyun, mengeratkan jaketnya.

"Eh? Kau bilang apa, Kyu?", tanya Sungmin yang sedikit mendengar gumaman dari bibir Kyuhyun. Mereka berdua dipaksa Siwon untuk duduk bersama di belakang, walaupun Sungmin menolaknya berkali-kali. Ya, Sungmin masih menjaga jarak dengan namja pintar di sebelahnya itu.

Kyuhyun hanya menggeleng, tetap asyik dengan buku yang ada di genggamannya itu.

Setelah berkendara hampir dua jam, Kibum dan kawan-kawan sampai di tempat tujuan, yaitu Seegrotte. Tempat ini terletak di dekat Hinterbrühl, Austria. Seegrotte merupakan bekas pertambangan kapur atau gypsum milik swasta. Pada tahun 1912 banjir besar membuat tambang ini terendam air bah dan terbentuklah danau bawah yang merupakan danau terbesar di dunia. Saat Hitler berkuasa, tempat ini dijadikan tempat pembuatan industri senjata oleh 2000 tahanan perang.

Bulu kudukku Sungmin berdiri saat mereka berempat mulai memasuki lorong panjang Seegrotte. Atap lorong sangat pendek dan terkesan sempit dengan lebar yang tak seberapa. WUUUUZZ! Angin bertiup dengan kencang, menambah dingin udara di dalam lorong itu. Sungmin mengeratkan pelukan pada tubuhnya sendiri, berusaha menetralisir rasa ngilu yang menusuk tulang. Jaket tebal sepertinya kurang cukup untuk membentengi tubuh mungilnya dari udara dingin Seegrotte.

Kyuhyun berjalan di samping Sungmin. Ia sadar bahwa yeoja itu kedinginan, sama persis seperti dirinya. Bahkan rasanya ia hampir mati kedinginan. Lihat saja kulitnya yang semakin memucat seperti mayat itu. Kyuhyun ingin sekali memeluk Sungmin, tapi ia tahu yeoja kelinci itu pasti akan tambah membencinya.

Sedangkan kedua orang itu kedinginan, dua orang lainnya asyik memandang takjub di sepanjang lorong Seegrotte. Kibum menceritakan sejarah-sejarah tempat wisata ini kepada Siwon. Ini bukan pertama kalinya bagi Kibum untuk menjelajah lorong panjang Seegrotte. Baginya hawa dingin ini memang sewajarnya terjadi. Siwon sendiri terlalu antusias melihat berbagai macam benda-benda peninggalan yang ada di lorong-lorong itu, sehingga rasa dinginnya teralihkan. Mereka berdua terlihat sangat nyaman.

Perjalanan menuju danau ditempuh dalam waktu yang cukup panjang sekitar tiga puluh menit. Panang lorong ini memang diperkirakan sepanjang satu kilometer lebih, belum lagi saat hampir sampai, pengunjung harus menuruni anak tangga yang cukup curam. Di dalam gua ini juga terdapat altar yang biasa dipakai untuk beribadat. Siwon tidak melewatkan kesempatan ini hanya untuk memanjatkan beberapa patah doa dari bibirnya. Kyuhyun dan Sungmin hanya menatap takjub bagian gua yang cukup besar—biasanya digunakan untuk pesta, menurut informasi Kibum.

Setelah sampai di danau, mereka berempat naik ke atas boat dari fiber untuk mengelilingi gua-gua di sekitarnya. Mereka dan beberapa pengunjung lainnya ditemani oleh seorang tour guide yang bercerita tentang sejarah gua ini. Lampu di dalam gua terkesan temaram, terdengar juga suara musik dan air gua yang sangat jernih dengan dasar putih. Tidak ada makhluk hidup di dalam gua ini, karena kandungan kapurnya yang terlalu tinggi. Suasananya terkesan romantis ya? Walau begitu bulu kuduk Sungmin dan Kyuhyun tetap saja berdiri tegak. Suasana di dalam gua ini terlalu mencekam dan pekat menurut keduanya—tentu di dalam hati masing-masing.

Sungmin merapatkan tubuhnya diantara Kyuhyun dan Siwon yang keduanya duduk di pinggir boat. Kyuhyun asyik membaca bukunya, sebenarnya pengalihan dari rasa takut yang didera hatinya saat ini. Siwon dan Kibum mendengarkan penjelasan sang tour guide dengan seksama, sesekali mereka mengabdikan sisi gua yang sedang dijelaskan.

"Kyu, apa kamu membawa minum?", tanya Sungmin kepada Kyuhyun.

Kyuhyun hanya menjawab dengan gumaman pelan. Ia memberikan tas ranselnya kepada Sungmin agar yeoja itu mengambil sendiri botol air mineral di dalam tas itu. Sungmin mencari botol minum yang dia harapkan, lalu meneguk air dari dalam botol itu dengan lahap. Mata Sungmin tergugah untuk mencari tahu sebuah buku yang selama ini sering sekali Kyuhyun bawa kemana pun. Setelah menaruh kembali botol mineral itu, Sungmin mengambil sebuah buku yang menggelitik rasa ingin tahunya selama ini.

"Hmm… Kyu, ini buku apa? Kenapa kamu selalu membawa buku ini kemana pun?", tanya Sungmin kepada Kyuhyun, sambil melambai-lambaikan buku itu di depan wajah Kyu.

Kyuhyun sedikit terusik dengan tingkah Sungmin, sehingga melepaskan pandangannya dari arah buku yang ia baca. "Ah! Jangan dibuka! Kembalikan! Itu milikku!", ucap Kyuhyun panik saat menyadari buku kesayangannya ada di dalam genggaman Sungmin. Kyuhyun melempar buku yang tadi dia baca ke segala arah, tak mempedulikan buku itu sama sekali. Satu hal yang ada di pikirannya, Sungmin tidak boleh mengetahui isi buku itu sama sekali.

Sungmin menolak permintaan Kyuhyun. Yeoja itu masih pada pendiriannya. Ia ingin tahu apa isi buku itu. Terjadilah perdebatan di antara keduanya. Aksi tarik-menarik pun terjadi, membuat boat bergoyang ke kanan dan ke kiri. Semua orang yang ada di atas kapal terlihat panik dan takut. Suasana menjadi ricuh. Siwon dan Kibum berusaha menahan kedua temannya agar segera menghentikan perkelahian mereka. Siwon menahan tubuh Kyuhyun dan Kibum menahan tubuh Sungmin.

"Ayolah, Kyu! Aku hanya ingin melihatnya sebentar!", paksa Sungmin, masih menarik salah satu sisi buku itu.

"Tidak! Ini milikku dan aku berHAK untuk melarang siapapun membukanya.", bela Kyuhyun pada pendiriannya. Kyuhyun menarik buku itu sangat kuat hingga buku itu terpelanting ke udara.

BYUUUR! Buku itu terjatuh ke dalam danau. Kyuhyun memandang bukunya yang berharga dengan pandangan penuh sesal. BYUUUUUR!

"KYUHYUUUUUUN!", teriak Siwon, Kibum dan Sungmin serempak saat namja tampan itu meloncat ke dalam danau tanpa pikir panjang.

Suara panik dan jerit bersahut-sahut di dalam gua. Siwon hampir saja meloncat turun untuk menarik Kyuhyun ke atas boat, namun beberapa orang menahan tubuh kekarnya. Sungmin terlihat panik dan menggigit kukunya. Dadanya sesak. Rasa takut memeluknya erat. Aigoo! Ottokhe? Tubuh Kyuhyun tidak terlihat sama sekali. Kibum berteriak kepada tour guide untuk memanggil penjaga dan mencari pertolongan secepatnya—tentunya dalam bahasa Jerman (karena orang Austria lebih banyak menggunakan bahasa Jerman).

Sepuluh menit kemudian—yang terasa seperti satu jam—sesosok manusia mengambang di atas air danau, tak jauh dari boat mereka. Sang tour guide langsung mengarahkan boatnya ke arah tubuh itu. Siwon dan beberapa namja menarik tubuh Kyuhyun ke atas boat. Wajahnya pucat membiru. Kyuhyun memeluk erat buku di dalam dekapannya. Tanpa menunggu lama sang tour guide membawa boatnya ke pinggiran danau secepatnya, agar bantuan segera menolong Kyuhyun.

Sesampainya di pinggir danau, pihak medis sudah bersiap. Mereka memberikan bantuan pertama kepada Kyuhyun, mengecek tanda-tanda vitalnya. Sungmin menahan napas, berdoa hal terbaik untuk namja berkulit pucat itu. Kibum merengkuh Sungmin, menyalurkan ketenangan pada diri yeoja mungil itu. Ketiga remaja itu dan semua pengunjung yang berada di dalam gua itu menanti-nanti jawaban dari petugas medis yang menangani Kyuhyun. Salah seorang petugas medis menggelengkan kepalanya.

"ANDWAAAAAAE! KYUUUUU!", teriak Sungmin sebelum kegelapan menyelimuti dirinya.

.

.

L(^.^ L)…::TBC::…(#T.T)a

.

.


Terima kasih untuk semua pembaca yg udh kasih review atau sekedar membaca FFku

Nggak nyangka review udah +100, Bagiku itu prestasi luar biasa.

Maaf nggak bisa balas review! tapi review kalian selalu aku baca kok!

Kunjungi WPku ya! yuyalovesungmin . wordpress . com

See u later!