19th
Chapter 17.5
By Yuya Matsumoto
"Behind Our Wedding"
Inspirasi: K-movie, 19
Cast: Kyuhyun, Siwon, Sungmin and Others
Desclaimer: Sungmin is always MINE… forever
Warning: Terinspirasi dari K-movie, namun semua alur dan plot murni hasil kreatifitas Yuya. 19 (K-movie) diperankan oleh T.O.P dan Seungri (Big Bang).
Summary: Kisah tiga orang remaja berumur 19 tahun untuk menemukan jati diri. Tiga orang dengan latar belakang dan permasalahan berbeda. Bersatu.
.
.
\(^w^)/~ Happy Reading ~\(^0^)9
.
.
TING TONG! TING TONG! Hankyung menegakkan tubuhnya saat bunyi bel apartment mengusik tidurnya. Ia melangkah gontai ke arah pintu depan. Matanya masih terpejam, hanya insting yang mampu menunjukkan jalan yang benar untuknya. Ceklek! Hankyung membuka pintu itu tanpa melihat siapa tamunya dari lubang di pintu terlebih dahulu. "Ya, ada apa?", tanyanya spontan dalam bahasa Cina.
"Tan Hangeng, saya appa Kim Heechul. Boleh saya masuk?", tanya namja paruh baya itu dengan suara berat dan dingin.
Hankyung tersentak kaget. Matanya membuka lebar. Kesadarannya tiba-tiba merasuki tubuhnya secara penuh, artinya Hankyung sudah bangun sepenuhnya. Ia menelan ludahnya kecut. Namja di depannya ini adalah orang yang paling ditakutinya setelah kedua orangtuanya, tentu saja. "Si-silakan masuk, Ahjussi!".
Namja paruh baya itu masuk ke dalam apartment Hankyung yang tidak bisa dibilang kecil itu. Walau ia tinggal sendiri—bertiga sekarang karena ada yang menumpang—di apartment itu, interior dan luas apartment itu sangat cukup untuk ditinggali oleh empat orang. Appa Kim mengedarkan pandangannya ke penjuru apartment dari sofa yang ia duduki, sedangkan Hankyung menyiapkan minuman untuk calon appa mertuanya.
TREEEEK! "Silakan diminum. Hmmm… Sebenarnya ada apa tuan Kim datang sedini ini ke gubuk saya ini?", tanya Hankyung merendahkan dirinya. Ia nampak tegang. Keringat dingin menguncur di pelipisnya, padahal apartment-nya ber-AC.
Appa Kim meminum secangkir kopi, yang ternyata sesuai dengan seleranya itu. "Aku akan mengajakmu pergi. Kamu pasti akan menyukai rencanaku ini.".
Jantung Hankyung berdetak dengan cepat. Rencana apa? Mungkinkah appa Kim akan membunuhnya? Ck! Terlalu banyak menonton thriller, Hankyung jadi berpikiran buruk. "Re-rencana apa?".
Appa Kim menaruh cangkir kosong itu ke atas meja. Wah, dia sangat haus rupanya. "Begini rencananya, kamu ak—".
"Hyung, siapa yang datang sepagi ini?", potong Kyuhyun yang baru saja keluar dari dalam kamar Hankyung. Appa Kim mendelikkan matanya, merasa curiga saat melihat penampilan Kyuhyun yang topless itu. Kyuhyun tertegun melihat seorang namja paruh baya sedang mengobrol serius dengan Hyung barunya itu. Ia kabur lagi ke dalam kamar, memakai bajunya.
"Siapa dia?", tanya appa Kim dingin.
"Te-temannya Kibum.", jawab Hankyung tergagap.
Appa Kim memicingkan matanya, mencoba mencari kebenaran dalam mata Hankyung. "Benarkah? Kamu tidak 'melenceng' kan?", tanyanya lagi, masing tidak percaya.
Tak berapa lama keluarlah Kyuhyun dan Siwon dari dalam kamar. Mereka berdua menyalami appa Kim dan memperkenalkan diri mereka. Appa Kim masih meragukan ucapan ketiganya tentang teman Kim Kibum dan cerita mereka berada di negara itu. Bisa saja bukan, namja Cina itu 'melenceng', bahkan baru saja melakukan adegan panas dengan dua orang asing di depannya itu? Haaah~ Appa Kim, Anda terlalu parno!
Appa Kim menggeleng kepalanya, berusaha mengusir pikiran jelek tentang Hankyung. Selama beberapa tahun ini ia mencari berita tentang Hankyung, ia tidak pernah mendapatkan berita aneh, sudah seharusnya sekarang ia percaya kepadanya. "Baiklah. Aku punya rencana. Aku sudah menyetujui proposal pernikahanmu dengan Heechul.".
"Apa? Menikah?", kaget Hankyung, memotong perkataan Appa Kim. Ya, benar. Sebelumnya Hankyung memberikan proposal kepada Appa Kim dengan resmi, sebagai bukti bahwa ia siap menikahi anak sulung namja itu lahir-batin. Hankyung hanya shock mendengar berita menggembirakan ini.
Appa Kim menghela napas. "Iya. Aku akan menikahkan kalian. Sekarang dengarkan rencanaku sampai selesai. Berhubung kedua namja ini ada di sini, kalian bisa membantu aku. Kalian pintar bersandiwara bukan?", tanya Appa Kim meyakinkan para calon 'bintang'nya.
Siwon dan Kyuhyun saling melempar pandang, lalu mengangguk ragu. "Bagus. Setelah ini, kalian berdua datang ke rumah Heechul dengan mobil Hankyung, tentunya. Kalian bilang bahwa Hankyung diculik oleh seseorang. Jangan sebut siapa, tapi bersikaplah kalau aku menculiknya paksa. Setelah itu, kalian hanya perlu mengikuti permainanku. Apa kalian mengerti?".
"Mengerti!", jawab Siwon dan Kyuhyun serempak.
"Pergilah sekarang. Begitu kalian sampai di gedung flat, hubungi aku.", perintah appa Kim. Kedua namja itu hanya mengangguk, lalu bergegas keluar apartment Hankyung. "Kau! Tetap disini. Masih banyak rencana yang harus kita bicarakan.", ucap appa Kim lagi.
.
.
(O.o)a
.
.
"Kami sudah sampai di flat Heechul noona.", kata Kyuhyun di balik sambungan telepon.
"Baiklah. Tunggu aba-abaku untuk masuk ke dalam flatnya.". KLIK! Appa Kim memutus sambungan telepon itu.
"Yoboseyo!", jawab seseorang lain di sambungan telepon appa Kim.
"Morning, my lovely daughter. I have a good news. Your beloved boyfriend is with me.", kata appa Kim sambil melirik Hankyung yang sedang dirias babak belur oleh dua orang perias. Ada beberapa orang lainnya yang telah memenuhi apartment Hankyung untuk membantu appa Kim melaksanakan rencananya. Sepertinya namja paruh baya ini telah mempersiapkan segalanya dengan sempurna.
Raut wajah Heechul menegang. Ia tidak mampu berpikir. "A-apa maksud appa?", tanyanya terbata-bata.
"I will kill him as fast as I can. Hahahahaha!", tawa appa Kim membahana. Hankyung yang mendengar pernyataan itu menelan ludah kecut, berdoa agar ia diberi keselamatan. Appa Kim mengerlingkan matanya ke arah Hankyung setelah memutuskan teleponnya dengan Heechul. "Aku berbohong.". Haaaah~ Hankyung bisa bernapas lega sekarang.
"Kalian boleh masuk sekarang.", titah appa Kim kepada dua namja yang sedaritadi menunggu di depan flat, kedinginan.
TING TONG! TING TONG! Siwon menekan bel flat dengan kesal. Ia tidak betah menunggu terlalu lama, terlebih di udara dingin begini. Siwon melihat Kyuhyun tidak jauh berbeda dengannya, bahkan bibir Kyuhyun mulai membiru. Oh, God! Dia takut namja di sebelahnya pingsan jika menunggu lebih lama lagi. TING TONG! TING TONG!
"Kenapa lama sekali membukanya?", tanya Siwon dengan wajah cemas dan nada tinggi membentak.
Kyuhyun terkejut dengan nada tinggi yang Siwon gunakan. 'Wah, aktingnya luar biasa!'
Sungmin mengerjapkan matanya beberapa kali, merasakan sakit dengan nada kasar dari Siwon tadi. "Mi-mianhae… A-aku tadi…", jawab Sungmin terbata-bata.
"Ah, sudahlah! Mana Heechul-noona?", potong Siwon, mendorong tubuh Sungmin agar ia bisa segera masuk ke dalam flat itu.
Kyuhyun menepuk kepala Sungmin pelan. "Jangan dimasukkan ke dalam hati. Siwon hanya sedang panik. Okay?", kata Kyuhyun, memberikan senyum manis miliknya—yang diyakini bisa membuat luluh hampir seluruh yeoja di dunia. Sungmin membalas senyum Kyuhyun kecut, masih merasa sakit hati dengan sikap Siwon pagi ini.
"Noona!", panggil Siwon saat ia tidak menemukan siapapun di dalam flat—tidak mungkin baginya untuk menggeledah kamar yeoja itu. Tak selang beberapa lama, Kibum dan Heechul keluar dari dalam kamar. "Gawat! Hyung… Hyung dibawa pergi oleh seseorang!".
Heechul terduduk lemas di atas sofa ruang tamu. Kakinya tak mampu menahan beban tubuhnya saat Siwon memberitakan tentang Hankyung barusan. Appa-nya tidak main-main kali ini. Apa yang appa-nya katakan di telepon menjadi kenyataan. Ottoke?
KLING! Suara ponsel berbunyi dari genggaman tangan Heechul. Yeoja cantik itu segera membuka pesan yang baru masuk ke dalam ponselnya.
From: Appa
Ikuti permainan appa, jika kamu mau namja Cina ini selamat. Jangan berusaha mencarinya, karena Appa telah menyembunyikannya. ^^ Have Fun!
BRAAAAAAK! Heechul membanting ponselnya ke arah dinding terdekat, membuat ponsel berteknologi canggih itu hancur berantakan. Keempat orang lainnya di dalam ruangan itu hanya bisa tercengang melihat reaksi Heechul itu.
Di apartment Hankyung, appa Kim tertawa puas. "Hahaha… Dia pasti membanting ponselnya. Kebiasaan!", tebak appa Kim—ternyata tepat—masih sibuk dengan ponselnya untuk mengirim pesan kepada anak bungsunya.
KLING! Sebuah suara membuyarkan suasana kelam di ruangan itu. Kibum segera membuka ponselnya yang berdering. Matanya terbelalak sempurna. Sebuah pesan dari sang appa terpampang jelas di depan layar ponsel itu.
From: Appa
Good! Your sister is too stupid. Just broke other phone cell then she won't know where he is. Kkkk~
Kibum menarik napas panjang, menahan gejolak amarah yang mengkukung batinnya. Ia harus berpikir jernih saat ini, tak boleh terpancing amarah seperti kakaknya. "Eonni harus tenang. Mari ikuti permainan appa. Kita pasti bisa menemukan Han-gege. Tenang saja, eon!", ujar Kibum memeluk tubuh kakaknya yang bergetar dengan hebat.
Heechul menatap mata Kibum, mencari ketenangan di dalam bola mata itu. "Kalau itu yang diinginkan appa, aku akan menurutinya.", balas Heechul tegas. Ia bergegas ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap, begitu pula dengan dua yeoja lainnya.
"Apa kau yakin dengan semua ini, Won?", tanya Kyuhyun dengan suara pelan.
Siwon menyeringai. "Tentu saja. Kita pasti bisa menyelamatkan hyung.". Kyuhyun mengangguk sebagai tanda ia menyetujui ucapan Siwon barusan.
.
(^.^ )…::YuyaLoveSungmin::…( ^.^)
.
Kamera dan 'bintang'nya sudah siap. Appa Kim meminta Hankyung duduk di sebuah kursi, lalu mengikat tubuhnya dengan tali. "Beraktinglah tersiksa!", bisik Appa Kim kepada Hankyung, yang hanya dibalas dengan anggukan kepala.
"Oke, tuan Kim. Apa Anda sudah siap?", tanya kameraman itu, yang sudah mencari angle terbaik agar terlihat nyata. Appa Kim mengacungkan jempolnya, tanda ia sangat siap berperan antagonis saat ini.
Appa Kim tersenyum licik, melambaikan tangannya ke arah kamera. "Hai, Kim Heechul! Masih ingat dia?", tanya Appa Heechul menunjuk ke arah sesosok namja berlumuran darah dengan wajah yang membengkak dan napas tersengal-sengal terpampang jelas sedang menahan sakit.
"Apa? Kamu menangis untuk namja seperti dia? Menyedihkan! Kamu masih ingin melihat dia hidup, bukan?", tanya appa Heechul sekali lagi, seakan tahu reaksi apa yang akan terjadi pada anaknya saat melihat sosok Hankyung saat ini.
Appa Kim mengambil sebilah pisau yang terlihat sangat tajam. Ia mengacungkan pisau itu ke arah leher Hankyung. Namja Cina itu hanya terlihat pasrah. Ia menahan rasa takut di dalam dirinya. Matanya menatap sendu ke arah kamera, seakan meminta pertolongan. Appa Kim mulai menggoreskan pisau ke leher Hankyung, melukiskan guratan merah di kulit putih namja itu. Ia yakin anaknya akan menjerit sebuah penolakan. Ia sangat mengenal anak sulungnya itu.
"Bagus! Jadi lakukan perintah appa. Pakai gaun pengantin itu, lalu ikutlah bersama supir appa. Jangan melawan! Atau dia akan mati dengan tragis. Hahahahahahaha~!", lanjut appa Heechul dengan suara tawa nista yang membahana.
KLIK! Kamera pun mati. Sandiwara telah usai. Appa Kim tersenyum puas. Dia bangga pada dirinya sendiri. Seharusnya dia menjadi seorang aktor, bukan pengusaha seperti ini. Haha! Pemikiran aneh, pak Kim!
"Kamu persiapkan video itu sesuai dengan permintaanku sebelumnya ya!", kata appa Kim kepada kameraman itu. "Ayo! Sekarang kita pergi dari sini. Biarkan para karyawanku untuk mengurus apartment-mu. Jangan takut. Mereka tidak akan mencuri kok.".
.
.
(O.o)a
.
.
Siwon dan Kyuhyun tercekat saat keempat mata mereka tidak menemukan mobil Hankyung, Heechul dan Kibum di area parkir. Keduanya saling pandang, tak percaya dengan semua ini. Keduanya tak habis pikir kalau namja tua itu bisa bertindak seperti ini. Lalu bagaimana mereka mencari Hankyung?
"Mobil Hankyung-hyung menghilang.", jawab Siwon terdengar frustasi.
"Mobilku dan mobil eonni pun tidak ada di sini. Aish! Appa benar-benar niat mengerjai kita.", tutur Kibum kesal.
"Lebih baik kita naik U Bahn atau MRT saja.", usul Sungmin pada akhirnya. Ia mulai jengah dengan situasi tak jelas begini.
"Tapi cari kemana, Minnie? Lebih baik kita berkeliling saja, menunggu informasi dari Appa Kibum.", kata Kyuhyun berlogika. Sebenarnya dia tidak tahu harus mencari kemana, tapi ya sudahlah. Mereka kan diminta mengikuti permainan namja tua itu.
.
(T.T )…::YuyaLoveSungmin::…( =.=)
.
Setelah appa Kim mengajak Hankyung ke butik langganan Heechul untuk mengambil pesanan gaun pengantin dan membelikan jas pengantin yang pas untuk Hankyung, ia dan Hankyung pergi ke Murinsel, dimana akad nikah itu akan dilaksanakan. Hankyung memandang takjub ke arah Murinsel yang sudah tertata dengan manis. Ratusan orang sudah memadati tempat itu. Ternyata appa Kim benar-benar telah mempersiapkannya dengan apik. Luar biasa!
"Semoga kejutanku ini tidak mengecewakan.", ucap Appa Kim sambil menepuk bahu Hankyung. Ia cukup puas dengan permainan yang ia lakukan hari ini. Namja paruh baya itu hanya tinggal menunggu Heechul datang ke tempat ini sesuai dengan rencananya.
Langit telah berubah warna menjadi hitam kelam karena mentari telah berganti menjadi rembulan. Suara gemericik air menyambut kedatangan ketiga yeoja itu. Lampu-lampu lampion menambah suasana romantis yang menyerbu ketiganya. Heechul menahan isak tangisnya. Ia harus kuat, setidaknya Hankyung akan selamat setelah pernikahan ini berlangsung.
Heechul dan kedua pendamping wanita berjalan menelusuri sebuah jembatan yang terbentang luas di sungai Mur. Sebuah bangunan berbentuk seperti cangkang laut raksasa terpampang jelas di hadapan ketiganya. Lampu berwarna biru temaram menghias bangunan berarsitektur menawan itu. Setiap sisi jembatan bertaburan balon-balon kecil berwarna putih, pink pucat, biru langit dan warna cerah lainnya. Jelas sudah, ini memang sebuah pesta pernikahan yang megah.
Langkah Heechul semakin melambat saat jalan setapak itu mulai menurun. Matanya tercengang ketika melihat begitu banyak orang yang duduk di bangku amphitheatre itu. Kyuhyun dan Siwon duduk di sisi bawah, melambai-lambai kepada ketiga yeoja itu. Senyum kedua namja itu membuat Heechul mengernyitkan dahinya. 'Ada apa sebenarnya?', batinnya bingung.
Appa Heechul tersenyum bangga melihat anaknya sangat cantik malam ini. Ia meminta anaknya kepada Sungmin dan Kibum, lalu menuntun anak gadisnya itu ke latar yang berada di panggung amphitheatre itu. Kibum terlihat sedikit tidak rela melepaskan kakaknya kepada appa-nya yang sadis itu. "Tenang, Bummie. Kali ini appa akan membuat kakakmu bahagia.", ujar appa Heechul, tersenyum tulus kepada anak bungsunya.
Appa Heechul melepaskan genggamannya dari tangan Heechul, mengulurkan tangan yeoja itu kepada calon suaminya. "Aku mempercayakan anak bandel ini kepadamu, Tan Hangeng. Aku harap kamu bisa membahagiakannya.", ucap appa Heechul penuh harap.
'Tan Hangeng?', tanya Heechul saat mendengar nama kekasihnya terucap dari bibir sang appa.
Hankyung membalikkan tubuhnya, menyambut uluran tangan dari sang calon mertua. Namja Cina itu tersenyum usil, seakan mengatakan 'Kena Kau!'. Heechul melongo, menunjukkan tampang terbodohnya. Yeoja itu hanya bisa diam, mengikuti apa yang Hankyung lakukan padanya.
Sang pendeta mulai mengucapkan ikrar pernikahan yang dihadiri oleh 350 orang tamu itu. Sungmin dan Kibum menuntut penjelasan kepada dua namja di samping mereka. Siwon dan Kyuhyun hanya berpaling, seakan tidak mendengar pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh kaum yeoja. Malam itu berakhir dengan sangat romantis dan membuat Heechul menangis sekeras-kerasnya saat tahu dia dikerjai oleh keluarganya sendiri.
"Semoga bahagia ya, eonni!", ucap Kibum dan Sungmin sambil memeluk sang pengantin wanita. Heechul tersipu malu.
"Nanti ceritakan adegan 'ehem' pertamamu ya, hyung!", goda Kyuhyun dengan kerlingan mata.
"Jangan menghabisi noona dalam satu malam.", sindir Siwon sambil menyenggol perut Hankyung dengan lengannya.
Hankyung tertawa lepas. "Itu rahasia perusahaan.".
"Ya sudah, oppa. Segeralah pulang. Kasihan eonni. Kami akan urus semuanya di sini.", kata Kibum, mendorong Hankyung ke arah mobil pengantin.
"Aku pergi dulu ya, Appa. Jeongmal kamsahamnida.", ujar Heechul, memeluk appa Kim. Airmatanya terurai deras. Ia tidak pernah menyangka kisah cintanya akan berakhir manis seperti ini.
"Ne, chagi. I love you. Take care.", bisik appa Kim dalam pelukan Heechul. Pelupuk matanya tergenang, tapi ia berusaha untuk tidak menangis di depan anaknya. "Hankyung, jaga anak bandel ini. Kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk padanya, aku pastikan kau tamat.", ancam appa Kim tegas.
"APPA!", bentak Heechul sebal, karena suaminya diancam oleh Appa-nya sendiri.
Appa Kim tersenyum. "I'm just kidding. Semoga kalian bahagia.", kata appa Kim, memeluk Hankyung sesaat. "Pergilah.", lanjutnya lagi, mendorong Heechul dan Hankyung ke dalam mobil.
Kedua pengantin baru itu menghilang dari pandangan para tamu dan keluarga. Mereka pergi menuju apartment Hankyung untuk beristirahat. Kibum memeluk appa-nya sayang. Ia tak pernah membayangkan appa-nya melakukan ini semua untuk kakaknya. Bahkan namja paruh baya itu meneteskan airmata kebahagiaannya.
"Terima kasih, appa. Kau adalah appa terbaik di dunia.", sanjung Kibum. Keduanya tersenyum bahagia, memandangi bayangan mobil HanChul yang tak terlihat lagi.
.
.
(^o^)
.
.
"Kyaaa~ Hannie, put me down!", teriak Heechul dalam gendongan Hankyung.
Saat ini HanChul baru saja sampai di apartment Hankyung. Namja tampan itu menggendong istrinya dari area parkir sampai ke dalam kamar mereka. Heechul sudah memerah seperti kepiting rebus, apalagi saat beberapa penghuni apartment yang lain berpapasan dengan mereka.
Hankyung menyentil hidung Heechul pelan, saat ia sudah membaringkan yeoja cantik itu di atas ranjang. Hankyung tersenyum mesum memandang wajah istrinya itu. Heechul menyadari sinyal-sinyal aneh dari Hankyung, justru memukul pelan perut namja Cina itu. "Ya! Jadi kamu hanya bersandiwara dengan appa? Bahkan Siwon dan Kyuhyun bekerja sama!", omel Heechul, mendudukkan dirinya di atas ranjang. Ia masih mau memarahi suami barunya itu.
Hankyung ikut mendudukkan dirinya di samping Heechul. Ia menggaruk tengkuknya, salah tingkah."Mianhae. Aku benar-benar kaget. Appa-mu tiba-tiba datang ke apartment pagi ini lalu memintaku untuk mengikuti semua kemauannya. Aku bingung harus bertindak apa.", jujur Hankyung menjelaskan.
Heechul cemberut. "Ya sudah kalau begitu. Kamu mau mandi duluan atau aku?", tanya Heechul, sudah gerah dengan gaun pengantinnya itu.
"Aku nggak mandi deh. Udah malam.", jawab Hankyung singkat. "Aku ganti baju saja.".
Heechul berjalan ke arah kamar mandi Hankyung dengan gaunnya. Ia berusaha membuka resleting gaun itu tapi tersangkut. Tanpa malu-malu, Heechul membuka pintu, lalu memanggil Hankyung. "Hannie! Tolong aku!".
Hankyung yang sudah memakai piyama bergegas menghampiri Heechul. "Ada apa?".
Heechul tidak menjawab. Ia hanya menunjuk resleting di punggungnya. Hankyung mengerti maksud yeoja itu. Ia menarik resleting itu secara perlahan. Mata Hankyung disuguhkan oleh pemandangan indah, punggung putih Heechul yang semakin lama terlihat semakin menawan. Punggung kemudian lekukan pinggang. Semua itu membuat dada Hankyung berdesir hebat. Tangan Hankyung meraba punggung halus itu. Namja Cina itu mendekatkan dirinya pada tubuh Heechul yang mulai merasakan sensasi nikmat dari sentuhan Hankyung pada bagian sensitifnya. Hankyung menarik pelan rambut Heechul di sisi kiri agar ia bisa mengesap wangi tubuh Heechul. Ia mengecup leher Heechul pelan, penuh dengan kelembutan seakan Heechul adalah porseline yang mudah pecah.
"Ssssh… Hmm… Hannie-ah!", desah Heechul saat tangan Hankyung mulai membuka gaun itu. Tangan Hankyung menjalar dari punggung, lalu ke arah bahu Heechul untuk melepaskan gaun itu.
CUP! CUP! CUP! Bibir Hankyung tidak berhenti mengecup leher dan bahu Heechul beberapa kali. Gaun Heechul melorot di sisi kanan. Tangan Hankyung menyusup ke tulang leher Heechul, terus turun ke arah dada Heechul. Tangan kiri Hankyung menggeser gaun Heechul dari bahunya agar daerah jamahnya semakin lebar. SREEEET! Gaun itu melorot hingga pinggang Heechul. "Aaaaah~ Hannieh… Ooowh~", desah Heechul saat tangan kanan Hankyung mulai meremas payudara Heechul yang menggantung tanpa halangan itu.
Tangan kiri Hankyung kini meraba bagian perut Heechul yang rata, sedangkan tangan kanannya terus meremas dua gundukan kesayangannya itu. Bibir Hankyung bergerilya ke rahang bawah Heechul, naik terus ke pipi Heechul. Namja Cina itu membalik tubuh Heechul agar menghadap padanya.
CUP! Hankyung segera meraup bibir kissable itu. Cppk! Cppk! Bunyi pagutan mereka mendominasi. Hankyung menyesap bibir itu seperti lolipop—manis dan adiktif. Lidah Hankyung menekan bibir Heechul, mengetoknya untuk dibiarkan masuk. Heechul yang sudah merasa keenakkan, memasrahkan dirinya atas semua perlakuan lembut dari Hankyung.
Lidah Hankyung mengeksplorasi rongga mulut Heechul. Saliva Heechul menetes keluar, menuruni dagunya. "Hmmphh… Hmmmp… Auuh… Aaah…", desah Heechul saat pertarungan lidah itu terjadi. Tangan Heechul meremas rambut Hankyung, memperdalam ciuman mereka.
Tubuh keduanya sudah menempel, tanpa jarak. Hankyung masih menikmati ciumannya itu. Ia belum pernah merasakan ciuman semanis ini dengan siapapun—well, dia memang hanya pernah berciuman dengan Heechul, itu pun hanya beberapa kali.
PUUUK! Hankyung melepas ciumannya. SLUUURP! Hankyung menghisap saliva yang menggantung bebas di antara bibir mereka—entah itu saliva siapa. Ia dan Heechul butuh bernapas. Wajah Heechul bersemu merah, matanya sendu, dan napasnya memburu. Tak ingin melepas mangsa buruannya, Hankyung menjilat pangkal leher Heechul. Ia menarik tubuh Heechul ke sisinya. Hankyung melepas piyamanya cepat, lalu kembali menyesap leher Heechul.
Bibir Hankyung terus menjilat dan menghisap tubuh putih Heechul, sampai ke depan dua gundukan indah itu. Hankyung meneguk ludahnya susah payah. "Indah.", pujinya pelan.
HAP! Hankyung memasukkan payudara kiri Heechul ke dalam mulutnya. Ia menghisapnya seperti bayi yang kelaparan. Tangan kirinya meremas payudara kanan Heechul yang menganggur. Lidah Hankyung menekan putting Heechul ke dalam, lalu menghisapnya, menariknya hingga putting itu mengeras. Heechul mendongakkan kepalanya, saat daerah sensitifnya yang lain diperlakukan seperti itu. PLOP! Hankyung melepas mainan barunya itu. Lidahnya menelusuri perut Heechul. Yeoja cantik itu menjambak rambut Hankyung, menyalurkan kenikmatan yang ia rasakan saat ini. Tanpa menunggu lama, Hankyung menurunkan gaun Heechul, hingga terlepas semuanya, menyisakan celana dalam Heechul berwarna merah berenda.
CUP! Hankyung mencium pipi Heechul, lalu mendesah di telinga yeoja cantik itu. "Show time.", ucapnya sebelum mengangkat tubuh Heechul. Keduanya saling berciuman. Heechul mengalungkan tangannya ke leher Hankyung, sedangkan kakinya ia kaitkan di antara pinggang Hankyung.
BRUUUK! Hankyung membanting tubuh mereka ke atas ranjang mereka. Keduanya masih berciuman. Hankyung mencoba membuka celana panjangnya, dibantu oleh Heechul yang tangannya ikut menjulur ke arah pinggang Hankyung. Mereka bermain dengan insting masing-masing.
Junior Hankyung terlepas dari sangkarnya. Hankyung melepas ciumannya. Ia menyeringai ke arah Heechul, lalu melepas celana dalam yeoja cantik itu. Hankyung tak ingin langsung ke permainan inti. Ia masih senang menjamah tubuh Heechul, lebih tepatnya gundukan besar itu. Ia menindih tubuh Heechul, membiarkan kedua bagian private mereka bersentuhan.
Heechul dapat merasakan tubuhnya kian memanas, seiring gesekan tubuh diantara keduanya. Ada yang ingin keluar dari bagian sensitifnya, saat bagian tubuh Hankyung yang menegang bertemu dengan kulit terbawahnya. Desahan demi desahan mulai terkuar keluar dari bibir seksi yeoja cantik itu.
Bagian bawah Hankyung mulai menusuk-nusuk tubuh ter-private milik Heechul yang sudah basah. Ia bisa tetap menyesap ranumnya bibir merah itu, tapi ia juga bisa membuka sedikit demi sedikit celah baginya untuk memasuki surga dunia itu.
Heechul sudah menggila dengan sentuhan-sentuhan manis seorang Hankyung. Ia hanya bisa berkonsentrasi dengan peperangan lidah mereka di dalam rongga mulutnya. Ia tidak menyadari bahwa sedari tadi tangan Hankyung mulai membuka bagian sensitifnya secara perlahan dengan tangan kanannya. Tusukan pelan milik Hankyung mengenai hot spot klitoris Heechul, membuat Heechul menggeliat keenakan. Seluruh tubuhnya bergetar, bukan karena takut, tapi karena setiap sentuhan itu menyalurkan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sepanjang usianya.
"Aaah, Hanniiiiiieeh~~", desis Heechul menikmati setiap sentuhan Hankyung.
Merasa diberikan lampu hijau, Hankyung mulai memasukkan bagian tubuh menegangnya ke dalam tubuh Heechul. Pelan dan halus, seakan tak ingin melukai orang yang paling dicintainya itu. Lumatan demi lumatan masih Hankyung berikan sebagai pengalih rasa sakit yang akan segera Heechul terima. Jemari Hankyung sibuk melancarkan aksinya. Heechul merasa sedikit terganggu dengan pergerakan tubuh bawah Hankyung. Ia merasakan ada sesuatu yang mulai menusuk-nusuk lubang sensitifnya itu. Hankyung yang menyadari gerak-gerik Heechul, menahan tangan Heechul yang mulai menyentuh juniornya. Tangan kiri Hankyung meremas payudara Heechul yang kenyal, menyebarkan sensasi-sensasi aneh yang memasuki saraf-saraf otak yeoja itu. Tubuh Heechul menggeliat tak tahan. Ia benar-benar menginginkan semua sentuhan Hankyung. Ia ingin sentuhan itu tak pernah berhenti hingga...
"AAAARGH! APPO, HANNIE!", teriak Heechul saat junior Hankyung menusuk masuk ke dalam lubang Heechul, menembus hymen yeoja itu hingga robek.
Jelas saja sakit, walau Hankyung melakukannya dengan sangat lembut, ini pengalaman pertama Heechul. Ia belum pernah melakukan hal selain ciuman atau berpelukan. Pengalaman ini benar-benar membuat airmatanya tak tahan untuk berdiam di dalam pelupuknya.
Hankyung menghapus airmata di pipi Heechul. CUP! Ia mengecup pipi Heechul, sebagai tanda permintaan maafnya. "I'm sorry, honey!".
Heechul memeluk erat Hankyung. Ia ingin menangis keras karena rasa perih di bagian bawahnya. Hanya saja Heechul tidak ingin membuat suaminya kecewa, ia menahan isakannya. Heechul hanya menganggukkan kepalanya. Ia membenamkan kepalanya diantara bahu Hankyung.
Setelah beberapa lama, Heechul merasa telah terbiasa dengan junior Hankyung, ia meminta Hankyung untuk bergerak. Bagian bawah Heechul masih terasa seakan terbelah saat Hankyung menaik-turunkan pinggulnya. Rasa panas, perih dan nyeri bercampur jadi satu. Ia mengutuk siapa pun yang mengatakan bercinta itu kepuasan duniawi. Ini benar-benar menyakitkan.
Tak lain halnya dengan Heechul, Hankyung merasakan hal yang sama. Ia merasa sesak. Juniornya nyeri karena dijepit ketat oleh vagina Heechul. Namja itu perlu menekan keras vagina Heechul agar ia bisa masuk sepenuhnya. Hankyung mempercepat pergerakan pinggulnya saat ia rasa lubang Heechul mulai melonggar.
"Ssssh… Aaaammmphh… Ouuuuh… Eerrr… I-ini… Hmmm… Enaaaakh~ Uuuuh~", desah Hankyung mulai merasa keenakan. Ia semakin mempercepat pergerakan in-out miliknya. Hankyung menghantam keras vagina Heechul.
"Ooooooh!", jerit Heechul.
SREEEET! Hankyung menarik juniornya lagi sampai tinggal kepalanya saja, lalu… JLEEEB! Ia membenamkan juniornya dalam-dalam.
"AAAAAAH! HANNIIIIE!", teriak Heechul. "Ssssh… Ter—terusssss… Hmmm… Lag… iiiih… Mooore… Owwwh!", desah Heechul berkali-kali saat Hankyung berhasil mencapai G-spot yeoja cantik itu.
"Oooowh… Heechullie… Aaaah… Mmmph… Ssssempiiiit… Ouuuh~ Chullieeeee~"
"Hannie… Yessss! There… Ammmph! Ouuuuh~ More… Fast… AAAAAHH! HANNIE…", jerit Heechul saat ia mencapai puncak. Heechul menggigit bahu Hankyung, menyalurkan sensasi aneh dari dalam tubuhnya.
Hankyung terus menghujam lubang Heechul tanpa henti. Rasa perih pada bahunya ia hiraukan. "Ssebenthar lagiiiih… Aaaaah~~ Mmm… Ooooh!", racau Hankyung semakin dekat dengan klimaksnya. Junior Hankyung berdenyut-denyut, membesar. Hankyung menarik juniornya cepat, lalu…. JLEEEB! CROOOOOT!
Cairan Hankyung memenuhi Heechul hingga tak tertampung sepenuhnya di dalam rahim yeoja itu. Hankyung menarik pelan juniornya dari vagina Heechul. Cairannya merembes keluar bersama noda merah pekat—darah perawan Heechul.
Heechul meringis pelan saat rasa perih itu kembali ia rasakan. Hankyung mengecup bibir Heechul sekilas. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya. "Tidurlah.", ucap Hankyung sambil memeluk Heechul. Yeoja cantik itu tersenyum, lalu menutup matanya dengan damai.
.
.
(^o^)...::YuyaLoveSungmin::...(^-^)
.
.
KRIIIING! KRIIIING! Telepon di apartment itu berbunyi nyaring. KRIIING! KRIIING! Nampaknya tidak ada satu pun penghuni apartment itu berniat untuk mengangkat telepon itu. Dimanakah mereka?
Hankyung memeluk Heechul dari belakang. Ia mengecup leher jenjang Heechul yang terekspos, karena Heechul sedang mengikat rambutnya. Heechul bergerak risih. Kegiatan memasaknya terganggu. "Ya! Hannie! Itu ada telepon. Angkat dulu!", bentak Heechul sambil mencubit pinggang suaminya, tanpa belas kasih.
"AAAW!", jerit Hankyung kesakitan. "Jahat sekali! Iya! Iya! Aku angkat!", pasrah Hankyung—lebih ke arah ngambek, sebenarnya.
"Halo!".
"…"
"MWOOOO?", teriak Hankyung shock.
Heechul segera berlari ke arah suaminya yang menjerit keras, walau ia kesulitan untuk berjalan. "Ada apa?", tanya Heechul saat melihat Hankyung masih shock setelah menutup teleponnya.
"Kita harus segera ke International Hospital, Hinterbrühl, Austria. Kibum dan yang lainnya kecelakaan.", jelas Hankyung singkat.
PRAAAANG! Spatula yang sedang dipegang Heechul terjatuh. Yeoja cantik itu menangis seketika. "Oh Tuhan selamatkan mereka!".
.
.
\(^_^")…::END::…(# )a
.
.
Finished on 06 January 2013, 02:00 pm, Jakarta Indonesia
"FF NC ke dua buatanku. Mianhae kalau masih ASEM. Tolong diberi Komentar untuk masukan ya! Terima kasih banyak!"
