Their Interaction With Him Are Interesting, Don't You Think?


Code Empress: He's A Great Leader Afterall


Altera, sebuah kepulauan yang cukup unik yang ada di Elrios. Bukan karena pulau ini dihuni oleh Pongo yang membuat kepulauan ini unik, tetapi karena fakta bahwa kepulauan ini melayang di langit Elrios. Ya. Altera, kepulauan melayang milik Elrios. Ini bisa terjadi karena jauh di pusat kepulauan itu, terdapat semacam inti pulau yang membuat pulau itu melawan hukum gravitasi. Sebuah Anti-Gravity Core buatan bangsa Nasod – ras mesin yang jumlahnya banyak di Altera.

Dengan jumlah Nasod yang mendominasi tempat itu, bisa dibilang pulau Altera adalah tempat asal muasal bangsa Nasod. Bangsa yang besar ini memiliki dua pemimpin. Yang pertama adalah Nasod King, tapi para Elgang telah menghancurkan Power Core-nya demi merebut kembali Altera. Yang kedua dan yang terakhir adalah Eve, sang Ratu Nasod, yang saat ini berada di pihak Elgang dan ikut dengan mereka dalam perjalanan mencari El Crystal. Dan secara tidak langsung, Eve, mulai dari saat ia dibangunkan dari tidur panjangnya, adalah pewaris kekuasaan atas para Nasod di Altera.

Sebagai seorang pemimpin, sudah tentu Eve ingin membangkitkan kembali bangsanya menggunakan El Crystal. Ini adalah alasan mengapa ia ikut dalam pencarian Elgang. Ia merasa bertanggung jawab setelah melihat Nasod-Nasod di Altera menyerang Pongo. Ia menginginkan hubungan yang baik antara Nasod dan Pongo seperti dulu lagi. Jadi, hal pertama yang harus dia lakukan adalah menemukan El Crystal. Tapi, jauh Sebelum ia bisa melakukan itu –


"Jadi, Apakah penjelajah sudah mengkonfirmasi jumlah alterasia yang masih ada di dalam terowongan tersebut, Chieff Adel?"

Seorang Pongo tua dengan cerutu di tangannya mengangguk, "Mereka sudah kembali, pong."

Eve mengangguk mengerti, "Kalau begitu, bagaimana situasinya?"

"Sebagian besar Alterasia sudah dimusnahkan, beberapa diantaranya memang sudah mati saat mereka sampai disana," jawab Adel yang terdiam beberapa saat untuk menghirup cerutunya, "yang tersisa hanya yang masih menjadikan beberapa nasod sebagai inang mereka, pong."

"Itu melegakan," komentar Eve kemudian memberikan isyarat pada Ophelia untuk memberikan sesuatu padanya, "untuk para Nasod yang masih terjangkiti Alterasia, aku memiliki solusi untuk menekan jumlah mereka."

Setelah beberapa saat, Ophelia kembali dengan sebuah kotak kecil dan memberikan benda itu pada Eve. Si Ratu Nasod menerima benda itu dan membukanya, membiarkan Chieff Adel melihat apa isinya.

"Ini adalah chip yang kubuat untuk mengaktifkan fungsi peledakan diri pada Nasod yang terjangkiti Alterasia," jelas Eve, "kau bisa memasukannya melalui sistem pengendalian milik Nasod King."

Adel menerima chip itu, "Aku mengerti, akan kami bawa kesana, pong."

Setelah mengatakan hal itu, Adel berjalan pergi meninggalkan ruangan tempat mereka berdiskusi. Ratu Nasod itu menghela napas lelah. Sebelum Ia bisa mendapatkan El Crystal, ia harus menstabilkan Altera yang kacau karena ras yang ia pimpin. Untunglah Elgang masih belum memutuskan untuk pergi kemana, khususnya Raven yang juga merasa bertanggung jawab karena serangannya terhadap Pongo dengan Crow Mercenary. Eve bangkit berdiri, kedua pelayannya dengan sigap bersiap menerima perintah apapun dari majikan mereka.

"Oberon, Ophelia," ucap Eve, "aku ingin jalan-jalan sebentar, bisakah kalian menunggu disini sebagai penggantiku?"

"Tentu saja, yang mulia," keduanya menjawab sambil membungkukkan badan. Eve mengangguk puas kemudian berjalan keluar, Moby dan Remy terbang mengikutinya.

Di luar tenda itu, Eve dengan segera disambut dengan suara deru mesin. Bau asap pembuangan yang belum terlalu sempurna juga bau minyak pelumas tercium di tempat itu. Inilah tempat tinggal bangsa Pongo, tinggal diantara mekanisme-mekanisme peralatan yang membantu kehidupan mereka. Sebuah bola menggelinding kearahnya. Eve membungkuk kemudian memungutnya.

"Ah! Terima kasih, pong! Itu bolaku, pong!"

Eve menoleh dan mendapati seorang Pongo kecil berlari kearahnya dengan senyum lebar. Sepertinya dia adalah pemilik bola itu. Eve memutar tubuhnya agar berhadapan dengan Pongo kecil itu. Saat melihat siapa yang memungut bolanya, Pongo kecil tersebut terlihat ketakutan.

"M-maafkan aku, pong!" ujarnya kemudian berlari menjauh, membuat Eve kebingungan. Bukannya anak itu menginginkan bola ini? Kenapa dia terlihat takut? Memutuskan untuk mengembalikan bola itu kepada pemiliknya, Eve mengikuti arah Pongo kecil itu berlari. Yang tidak ia sangka adalah ia bakal berpapasan dengan seseorang yang ia kenal.

Baru saja ia mulai berjalan, ia menabrak seseorang dan membuatnya nyaris terjatuh. Tapi tubuhnya sama sekali tidak menyentuh tanah karena sebuah tangan yang kuat menahan jatuhnya.

"Ups, maafkan aku Eve, aku tidak melihatmu."

Suara itu. Suara yang memicu tangannya bergerak untuk menampar wajah si pemilik suara. Tapi si pemilik suara dengan sigap menghindari tamparan Eve (sudah tidak diragukan lagi bahwa ia sering mendapatkan tamparan dari Eve tiap hari hingga tubuhnya otomatis membentuk pertahanan sendiri). Si pemilik suara menggumamkan kata yang terdengar seperti "Kenapa setiap kali kita bertemu pipiku harus lebam?".

Eve agak kesal karena tamparannya tidak mengenai target, tapi sudahlah dia tidak peduli. Ia harus segera mengembalikan bola ini pada –

"Ah, bola itu."

– sudahlah, sepertinya dia tidak perlu repot-repot mencari Pongo kecil itu, karena nampaknya si Elsword Sieghart mengetahui benda ini. Eve bergantian menatap wajah Lord Knight muda itu dan bola di tangannya.

"Kau tahu siapa pemilik benda ini?"

Elsword mengangguk, "Ya, aku membuatnya untuk seorang Pongo…Jack, kalau akau tidak salah."

Membuatnya? Pikir Eve. Ratu Nasod itu dengan segera melakukan Full Scaning pada benda itu dan mendapati bahwa bola ini benar-benar buatan tangan Elsword (siapa lagi yang kepikiran untuk membuat bola dari sulur tumbuhan yang digulung kemudian diikat?)

"Kenapa bisa ada padamu?" tanya Elsword, membuat Eve mengalihkan lagi perhatiannya pada pemuda rambut merah itu.

"Pongo dengan nama Jack seperti yang kau sebutkan tadi menendang bola ini kearahku. Aku mengambilnya dan berniat untuk mengembalikannya, tapi dia segera lari saat aku mendekatinya. Apakah dia tidak lagi menyukai bola ini atau sesuatu?"

Elsword awalnya memasang wajah bingung, lalu wajah yang seakan mengatakan 'oh begitu!', dan terakhir ia menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil. Eve memicingkan kedua matanya.

"Apanya yang lucu?"

"Tidak, tidak," jawab Elsword sambil mengangkat kedua tangannya ke depan, "aku hanya merasa kasihan pada Pongo itu."

Eve memiringkan kepalanya, "Kenapa? Karena ia meninggalkan bolanya dan tidak kembali untuk mengambilnya?"

"Tepatnya, karena siapa yang memungut bolanya." Jawab Elsword sambil mengambil bola itu dari tangan Eve. Ratu Nasod itu makin tampak terlihat bingung. Menyadari hal ini, Elsword agak menundukan sedikit badannya, tangan kananya terjulur kepada Eve.

"Maukah kuantar anda kepada pemilik benda ini, yang mulia?"

Eve menaikan kedua alis matanya. Kenapa si Sieghart ini tiba-tiba menjadi sangat sopan begini? Tapi dengan begini dia tidak perlu repot-repot mengaktifkan full scaning terhadap pulau Altera untuk menemukan anak itu. Dengan anggun, Eve menerima uluran tangan Elsword.

"Tentu. Tunjukan jalannya."

Elsword tersenyum. Lord Knight itu membiarkan sang Empress menggandeng tangannya dan keduanya mulai berjalan. Setelah beberapa menit, Eve memulai percakapan.

"Jadi, bisa kau menjelaskan maksud pernyataanmu tadi?"

Elsword menoleh kearahnya, "Ng? Yang mana?"

"Soal 'Siapa yang memungut' bola itu," jawab Eve sambil menunjuk bola yang ada dalam genggaman tangan Elsword yang satunya, "bisa kau jelaskan maksudmu?"

"Ah itu," gumam Elsword yang terlihat berpikir, "sebagai semacam pemimpin Altera, apa yang kau lakukan untuk membangun kembali kerajaan Nasod yang hidup berdampingan dengan bangsa Pongo, Eve?"

Eve mengerutkan keningnya. Kenapa laki-laki ini menjawab pertanyaan dengan pertanyaan? Tapi itu pertanyaan mudah bagi Eve.

"Tentu saja dengan membantu mereka mengembangkan teknologi kehidupan mereka, dan juga pertahanan mereka dari ancaman luar."

"Ya, betul, itu akan menjamin kehidupan bangsa Pongo dan mengikat hubungan mereka dengan bangsa Nasod," komentar Elsword sambil menganggukan kepalanya, "tapi itu hanya untuk para petinggi. Bagaimana dengan Pongo lain? Rakyat Pongo biasa? Anak-anaknya?"

"Aku…masih belum bisa menemukan hubungan pernyataanmu yang ini dengan pernyataanmu yang sebelumnya." Kata Eve yang makin dibuat bingung dengan perkataan Elsword yang berputar-putar. Elsword tertawa kecil lagi, membuat Eve ingin menamparnya. Tapi itu tidak bisa ia lakukan. Ia tidak akan bisa mendengar jawaban yang jelas apabila rahang Elsword keluar jalur.

"Kau memiliki semua yang dibutuhkan sebagai seorang ratu, Eve. Karisma, intelejen, kekuatan, kecantikan," dibagian ini, Eve terlihat memerah, "tapi kau kurang satu hal – lebih tepatnya, kau kelebihan satu hal."

"Bagaimana bisa kelebihanku menjadi kekuranganku?" tanya Eve, berusaha menyembunyikan sistem pendinginnya yang tiba-tiba mati. Putaran rotor di dalam dadanya juga mengencang.

"Tentu saja bisa. Sesuatu yang dipaksakan kepada orang lain, meskipun itu adalah hal yang bagus sekalipun, akan terasa tidak bagus." Jawab Elsword sambil tersenyum pada Eve.

"…kalau begitu, apa kekuranganku itu?" tanya Eve dengan agak ragu-ragu.

Elsword menghentikan langkahnya kemudian memberikan senyum lebar pada Eve, "Tentu saja, kau itu terlalu serius!"

Eve sama sekali tidak menyangka-nyangka jawaban itu. Ia terdiam beberapa saat. Aku…terlalu serius? Pikirnya. Ia begitu dalam memasuki lamunannya hingga ia tidak menyadari Elsword sudah melepaskan diri dari gandengannya dan berdiri di belakang Eve.

"Bagaimana kalau sekali-sekali," Elsword menarik pelan kedua sisi pipi Eve, "kau tersenyum seperti ini?"

PLAK! (Masukan suara kotak kayu yang hancur disini)

"Jangan main-main." Gumam Eve, salah satu tangannya masih terangkat di udara. Dari tumpukan kotak kayu di depannya, Elsword bangkit berdiri, salah satu pipinya mengeluarkan warna merah.

"Aku sama sekali tidak main-main."

Mendengar nada suara Elsword yang tenang membuat sesuatu di dada Eve bergetar, terlebih lagi ia mengatakan itu sambil tersenyum. Pemuda itu berdiri sambil menepuk bajunya kemudian memungut bola yang terlempar beberapa senti darinya. Ia mengulurkan lagi tangannya pada Eve.

"Ayo, kita sudah dekat."

Mendengar perkataan Elsword, Eve menerima tangan Elsword kemudian kembali menggandengnya. Selama berjalan, Eve memikirkan perkataan Elsword. Apakah aku ini terlalu serius? Apakah karena aku tidak tersenyum maka Pongo kecil itu takut padaku? Selama memikirkan ini, Eve tanpa sadar sudah berada di sebuah lapangan yang di kelilingi hutan.

"Tunggu disini." Kata Elsword sambil menyerahkan bola tadi pada Eve. Ratu Nasod itu menuruti permintaannya dan memperhatikan apa yang Elsword lakukan. Tak lama setelah Elsword menginjakan kakinya di tempat itu, beberapa Pongo kecil berlarian mendekatinya.

Eve memperhatikan pemimpin Elgang itu. Ia bertemperamen buruk, sedikit clueless, sembrono, tapi memiliki karisma yang tepat sebagai pemimpin. Ia memiliki kekuatan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk memimpin sebuah kelompok. Dan terlebih lagi…Eve memperhatikan Elsword yang dengan senang hati bercerita tentang pengalamannya hari ini pada anak-anak Pongo itu sambil tersenyum.

"Oh iya," kata Elsword tiba-tiba, "aku memiliki sesuatu untuk Jack."

Mendengar namanya disebut, salah satu Pongo yang terlihat paling muda dari teman-temannya melompat kegirangan.

"Ayo sini, berikan padanya." Ucap Elsword sambil melihat Eve yang berdiri di belakang pepohonan. Menganggap ini sebagai sinyal baginya untuk keluar, Eve melangkah masuk ke lapangan itu, bola milik Jack ada di tangannya.

"R-ratu Eve!" ucap semua anak Pongo itu yang dengan segera bersembunyi di belakang Elsword. Eve merasakan hatinya sakit saat menyaksikan reaksi anak-anak Pongo itu saat melihatnya.

"Tenanglah," kata Elsword sambil menggendong Jack untuk mendekat, "dia hanya ingin mengembalikan sesuatu padamu."

Elsword menurunkan Jack di depan Eve. Pongo kecil itu terlihat takut dan Eve tidak mau di pandang sebagai sesuatu yang mengerikan. Ia melirik Elsword dan pemuda berambut merah itu tersenyum dan mengangguk padanya. Eve menarik napas pelan. Ia kemudian berjongkok di depan Pongo kecil itu.

"Um," gumam Eve, "kurasa ini milikmu."

Eve mengulurkan bola itu pada Jack yang menerimanya dengan ragu-ragu. Jack yang sudah mendapatkan kembali bolanya memeluk benda itu.

"Un, terima kasih, pong."

Eve menarik napas pelan kemudian menghembuskannya. Sekarang atau tidak sama sekali…

"Bola itu terlihat sering sekali di pakai," Eve memulai dan sebuah senyum muncul di wajahnya, "kau pasti sangat suka bola itu ya?"

Melihat wajah Eve yang tersenyum, Jack ikut tersenyum dengan kedua pipi merona.

"Iya! Aku suka sekali, pong!"

Dengan wajah yang masih tersenyum, Eve menolehkan wajahnya pada Pongo kecil lainnya.

"Boleh aku bermain bersama kalian?"

Mendengar perkataan itu keluar dari mulut ratu yang seharusnya kaku, para Pongo itu tersenyum kemudian berlari mendekati Eve. Sang Ratu Nasod tidak menyangka, hanya dengan sebuah senyum, ia bisa mendapatkan apa yang sebelumnya belum pernah ia dapatkan.


Sebagai seorang pemimpin, sudah tentu Eve ingin membangkitkan kembali bangsanya menggunakan El Crystal. Ini adalah alasan mengapa ia ikut dalam pencarian Elgang. Ia merasa bertanggung jawab setelah melihat Nasod-Nasod di Altera menyerang Pongo. Ia menginginkan hubungan yang baik antara Nasod dan Pongo seperti dulu lagi. Jadi, hal pertama yang harus dia lakukan adalah menemukan El Crystal. Tapi, jauh Sebelum ia bisa melakukan itu –

– ia harus menerima kepercayaan yang sangat sulit di dapatkan dari bangsa Pongo. Mereka harus mempercayainya sebagai teman. Tapi karena bangsa mereka sudah terlanjur berada memiliki rasa takut pada Nasod, banyak Pongo yang belum mempercayai dia. Dan disinilah dia, mendapatkan rasa percaya itu dari anak-anak Pongo, hanya dengan sebuah senyum kecil. Hanya dengan obrolan ringan. Hanya dengan tertawa bersama dengan mereka. Bayangkan apa yang bisa ia lakukan apabila ia mulai melakukan itu dengan Pongo-Pongo lain. Eve akan terbiasa dengan ini. Tak terasa sudah dua jam lebih mereka bermain dengan Eve dan sang Ratu Nasod benar-benar menikmatinya.


Setelah puas bermain, mereka memutuskan duduk menatap matahari terbenam, anak-anak Pongo itu duduk mengelilingi Eve.

"Hey, setelah Eve mau menjadi teman kalian, kalian melupakanku? Aku merasa disisihkan disini." Tukas Elsword sambil pura-pura sakit hati saat mereka duduk memandang matahari terbenam.

"Soalnya kak Eve lebih pintar dari kak Elsword, pong!" jawab salah satu Pongo.

"Apa katamu!? Oho~ kau mau kugelitiki ya? Ayo kemari!"

"KYAHAHAHA!"

Eve tersenyum saat melihat Elsword mengejar-ngejar pongo itu sambil tertawa. Baru saja mereka istirahat dan mereka langsung saling mengejar lagi? Eve menggelengkan kepalanya kemudian kembali menatap matahari terbenam bersama anak-anak Pongo yang tidak ikut lari dari Elsword.

'Jadi ini yang dimaksud Elsword. aku terlalu serius dan terlalu sibuk mengurusi masalah dalam sistem pemerintahan Altera hingga tidak memperhatikan rakyat-nya yang lain. Jadi selama ini aku benar-benar terlalu serius?' Pikir Eve. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau ia tidak bertemu Elsword hari itu. Atau tepatnya, bagaimana jadinya dirinya apabila Jack tidak menendang bola kearahnya. Tak lama, salah satu perempuan dari grup Pongo itu bergumam.

"Kak Eve, kakak ini ratu Altera kan?"

Eve mengangkat kedua bahunya, "Secara teknis seperti itu. Memangnya kenapa?"

Gadis Pongo itu tersenyum lebar, "Kalau begitu, bisakah kak Elsword yang jadi rajanya? Bisakan? Bisakan? Ratu membutuhkan Raja, iya kan?"

Untuk pertama kalinya, Eve tidak bisa menjawab sebuah pertanyaan. Eve menatap Elsword yang saat ini ditimpa oleh anak-anak Pongo itu. Eve menoleh kembali pada Pongo yang berada di sampingnya.

"Uh, boleh kutanya alasannya?"

"Uhm…kak Elsword itu menyenangkan dan kuat, juga kreatif, pong. Kak Eve cantik dan pintar. Bukankah kalau kalian berdua yang memimpin, Altera akan menjadi kerajaan yang besar dan juga menyenangkan, pong?"

Kerajaan yang besar dan menyenangkan ya…Eve menatap Elsword yang melambai kearahnya. Eve membalas lambaiannya kemudian tersenyum.

"Yah…itu bukan ide yang buruk."

Ya…sama sekali bukan ide yang buruk…He's a great leader afterall…


-To Be Continued-


A/N: ...cerita ini prompt gak jelas saat saya ngomong ama temen, jadi mohon dimaafkan apabila ada yang tidak tepat *bow* Next! Sakra Devanam, stay tuned! Setelah SD, selanjutnya Grand Master dan lengkaplah sudah "Imperial" Classes XD special thanks for Perfect Maid Haruka karena sudah memberitahu kesalahan di chapter 1 dan kepada Tamu Ganteng seganteng LK (quest) yang memberikan saran kepada saya untuk mengubah summary :3