Judul : Love Journey
Chapter : 1
belum baca chapter sebelumnya?
Silahkan baca disini : groups/772673329482357?view=permalink&id=925852694164419#comment_form_100004182488430_925852694164419
Author: Lelouch Vi Britannia
Disclaimer : karakter asli dari rune factory 3. Saya
hanya sedikit mengubah ceritanya saja
Published : 3 january 2016
Rating : T
Genre : action romance harem (mungkin sedikit
ecchi)
Warning : bila banyak typo saya mohon maaf
+Love Journey+
**++Chapter 1 : Who Am i?++**
malam telah berlalu, sang mentari sudah menampakkan dirinya. Yap sekarang sudah pagi hari. Monica sudah bangun dari tidurnya, dia mulai membuka mata dan melihat kearah kasur kakaknya. Seakan tidak terlalu jelas apa yg dilihatnya dia mengedipkan mata beberapa kali dan menggosok matanya. Setelah pandangannya mulai jelas, matanya benar-benar terbuka lebar dan mulutnya mulai menganga karena kaget. Pagi hari yg tenangpun menjadi sirna di toko bunga milik wells sang kepala desa itu akibat teriakan yg memekakkan telinga. "KYAAAAAAAAAAAAA" teriak monica sekuat tenaga dengan menunjuk kearah orang yg tertidur dikasur kakak perempuannya. Mendengar teriakan cucunya, wellspun segera berlari kearah kamar cucunya karena takut monster tadi malam itu mulai menyerang cucunya itu.
Pintu kamar dimana monica berada itu dibuka dengan kasar hingga menimbulkan suara 'GUBRAK' dan segera masuk kedalamnya. "APA YG TERJADI MONICA?!" tanya wells dengan suara yg tak kalah nyaring dari suara teriakan monica tadi karena wells sudah sangat khawatir akan cucunya. Melihat cucunya yg menunjuk-nunjuk kearah kasur Shara itu membuatnya lega karena Monica masih baik-baik saja. "ONEE-CHAN BERUBAH MENJADI PRIA TAMPAN!" teriak monica dengan menunjuk kearah kasur dimana biasanya kakak perempuannya itu tidur namun yg ada hanya seorang laki-laki berambut pirang yg tidur disana. Mendengar teriakan monica itu membuat wells penasaran dan melihat kearah kasur milik shara itu, dia benar-benar terkejut karena yg ada disana adalah sesorang pria berambut pirang dengan kaos lengan panjang berwarna coklat namun bagian sekitar bahunya tidak tertupi dan sepertinya bagian lehernya terasa hangat karena seperti terbuat dari bulu domba dengan kualitas bagus serta dia memakai celana panjang lengkap dengan sabuk yg mengikat pinggangnya dan sepatu jenis bots yg masih melekat dikakinya dan semuanya berwarna coklat hanya saja sedikit berbeda kecerahannya. 'kemana perginya moster yg tadi malam?' pikir wells yg menjadi bingung karena monster wolly yg menghilang dan menjadi tambah bingung karena yg ada dikasur shara adalah seorang pemuda yg sedang tertidur pulas. "apa kau tidak melihat monster tadi malam monica?" karena kebingungannya, wells akhirnya bertanya kepada monica tentang monster wolly yg seharusnya berada dikamar shara itu. Memandang kearah monica yg sepertinya tidak tau apa maksud pertanyaannya membuatnya mendapat kesimpulan bahwa monica sepertinya tidak tau apa'' tentang monster wolly yg tadi malam dibawa shara kekamarnya. "MA-MAKSUDMU TADI MALAM PRIA MONSTER INI MELAHAP KAKAK?! KYAA DIA PRIA HENTAI! AKAN KUBUNUH DIA!" karena pertanyaan aneh kakeknya yg tidak dimengerti oleh monica membuatnya menjadi salah paham dan diapun cepat menuju kearah pria yg tertidur itu dengan tangan yg sudah mengepal erat. Melihat kelakuan salah paham cucunya hanya membuat wells menepuk jidat tanpa mencoba menghentika monica yg benar'' hendak memukul pria yg tak bersalah itu. Tiba-tiba terdengar suara pintu kamarnya yg terbuka serta seseorang yg sepertinya juga terburu-buru masuk kedalam "Kakek, Monica, apa yg sebenarnya terjadi? Kenapa ribut-ribut begini dipagi hari?" tanya seseorang tersebut yg ternyata adalah Shara yg terburu-buru masuk kedalam kamarnya dan masih memegang watering can yg ada ditangannya, terlihat jelas jika dia sedang menyiram bunga dan terburu-buru pergi kekamarnya karena teriakan kakek dan adiknya itu. Melihat suara kakaknya, monica menghentikan langkahnya untuk memukul pria itu dan menoleh kearah kakaknya. Setelah matanya mendapati dan memastikan bahwa kakaknya masih ada dan sepertinya baik'' saja membuatnya bernafas lega tapi juga memunculkan kebingungan yg baru. "eh Kakak masih ada? darimana saja? Lalu siapa pria ini?" mulutnya mulai mengeluarkan banyak pertanyaan-pertanyaan pada kakanya itu sambil menunjuk ke arah pria yg masih belum sadar itu karena benar-benar bingung dan penasaran apa yg sebenarnya terjadi. "aku daritadi menyiram bunga ditoko" ucap shara mencoba menjawab salah satu pertanyaan monica dan melihat kearah apa yg ditunjuk oleh monica dan cukup terkejut untuk sementara ketika melihat seorang pria yg tidur dikasurnya. "aku tak tau siapa pria itu" ucapanya untuk melanjutkan menjawab pertanyaan adiknya itu setelah melihat dan benar-benar tidak tau siapa pria yg ada dikasurnya. Pikirannya mulai bertanya-tanya kemana perginya monster yg tadi malam dibaringkan dikasurnya itu. "kalau begitu pria ini hanya seenaknya tidur disini? Jika begitu biar KUUSIR DIA!" ucap monica dengan mencoba mengerti keadaan yg terjadi dan benar-benar mencoba untuk mengusir pria yg tertidur itu atau lebih tepatnya membuangnya tapi segera dihalangi oleh kakaknya ketika dia ingin mencoba mendekat kearah pria tersebut. "jangan begitu monica! Biarkan dia tidur sedikit lebih lama lagi dan tanyakan padanya kenapa dia disini ketika dia sudah bangun" ucap Shara menghentikan tingkah adiknya yg mendekat kekasurnya dan ingin mengusir pria itu. Dia pun lebih dulu sampai di depan kasurnya dan menghadang adiknya dengan tubuhnya dan melebarkan kedua tangannya seakan-akan tidak akan membiarkan adiknya mendekat dan harus melawan dirinya terlebih dahulu. Melihat hal itu membuat monica menyerah dan kembali duduk di kasurnya sendiri. "ok ok" ucapnya mengalah dan mulai duduk dikasurnya sendiri yg jaraknya memang tak begitu jauh dari kasur kakaknya itu. "itu bagus" ucap shara dengan tersenyum pada adiknya kemudian duduk di kasurnya tepat disamping pria itu dan menemani sang pria yg tidur dikasurnya. Melihat kelakuan cucunya hanya membuat wells menggelengkan kepala kemudian melangkah kearah kasur monica dan juga duduk disamping monica sambil melihat shara dan pria yg tetap tak bangun juga itu. Shara mulai melihat-lihat kearah pria yg tidur tepat disampingnya itu, dia memperhatikan setiap inchi lekukan wajahnya dan tiba-tiba rona merah muncul diwajahnya. Melihat tingkah kakaknya yg malu-malu sendiri itu membuat monica mengembungkan pipinya. Tiba-tiba shara tertegun karena tiba-tiba tangan pria itu bergerak-gerak seolah olah dia akan bangun tapi matanya masih saja menutup. Tangan pria itu mengangkat seolah-olah dia mencari-cari sesuatu tapi matanya tetap tertutup dan sepertinya dia hanya sekedar mengigau. Melihat hal itu membuat shara semakin mendekatkan diri pada pria itu dan benar benar menjadi kaget ketika tangan pria tersebut berhenti setelah tepat berada dan memegang payudaranya yg membuatnya menimbulkan suara 'kyaa' yg benar benar imut dan membuat wajahnya menjadi merah merona. "KYAA! DIA BENAR-BENAR SEORANG HENTAI! BIARKAN AKU MEMBUNUHNYA SEKARANG JUGA" teriak monica ketika melihat adegan tersebut dan segera bergegas untuk memukul wajah pria yg meraba-raba kakaknya itu. Melihat hal itupun juga membuat wells tidak tau apa yg harus dia lakukan dan akhirnya dia hanya tetap duduk saja tanpa melakukan apapun seakan-akan seperti membiarkan monica yg menanganinya. " sudahlah monica, dia hanya tidak sengaja" ucap shara mencoba menghentikan kembali langkah adiknya sambil menurunkan tangan pria itu yg masih berada atau lebih tepatnya memegang dadanya itu. Melihat kakanya menghentikannya membuat monica menyerah dan mundur untuk duduk kembali ke kasurnya. Melihat monica yg duduk kembali ke kasurnya yg berarti dia sudah kalah pada kakaknya hanya membuat wells tertawa ringan. Setelah menurunkan tangan pria itu dan sepertinya sudah tidak bergerak lagi, shara kembali memerhatikan pria yg rupanya masih belum sadar itu. Jika seandainya pria itu sudah sadar, mungkin shara akan memukulnya dengan watering can yg masih ada ditangannya. Tapi karena pria itu benar-benar masih belum sadar, shara hanya tersenyum aneh karena benar-benar tidak bisa memukul pria yg sepertinya benar- benar tidak bersalah itu.
.
.
setelah beberapa menit kejadian itu berlalu, wajah shara tiba-tiba menjadi serius ketika melihat pria itu seperti memperlihatkan tanda-tanda akan bangun karena matanya yg sepertinya akan membuka. Dan perkiraannya benar-benar terjadi, pria itu mulai membuka matanya dan hal pertama yg dia dapati adalah wajah shara yg sedang tersenyum kearahnya. Melihat pria itu sudah bangun serentak membuat wells dan monica mendekat kearahnya. Begitu melihat wajah wells dan monica yg tampak dimatanya, pria itupun mulai mencoba untuk bangun dan dibantu oleh shara untuk duduk dikasurnya. Pria itu mulai melihat kesekelilingnya dan mendapati bahwa hal disekitarnya itu sama sekali tidak diketahuinya. "ini dimana?" tanyanya pada semua orang yg ada diruangan itu dan menatap kearah shara yg paling dekat dengannya. "ini di toko bunga atau kau bisa menyebutnya rumah kepala desa disini" jawab shara karena melihat kakek dan adiknya tidak ada yg menjawab pertanyaan lelaki itu. "kalau boleh tau namamu siapa?" tanya shara untuk memastikan identitas lelaki tersebut dan siapa tau kakeknya mengenal keluarga pria itu. "nama? Namaku..."ucap pria itu dengan memegang dan menekan bagian kepalanya mencoba mengingat hal hal tentang jati dirinya tapi tidak ada satupun yg ia dapatkan. "aku tidak tau siapa aku" jawabnya menyerah untuk mengingat hal tentang dirinya sendiri yg sama sekali tidak diingatnya. " KAU JANGAN BERPURA-PURA DASAR PRIA HEN..." teriak monica segera ditutup oleh wells dan shara karena benar-benar akan mengejutkan pria yg tidak tau apa apa itu. Setelah dipastikan bahwa monica menyerah dan tidak akan lagi berteriak, shara melepaskan tangan yg menutupi mulutnya begitu juga wells dan kembali menatap kearah pria yg seperti kebingungan itu. "jadi kau amnesia?" tanya shara untuk memastikan apa yg terjadi pada pria itu. "entahlah, aku hanya tidak ingat siapa aku dan darimana aku berasal" jawab pria itu dengan murung dan menundukkan kepalanya. "apa kau ingat dimana kau tinggal" wells mencoba bertanya sesuatu tapi hanya dibalas gelengan kepala oleh pria itu. Tiba tiba suasana menjadi hening seketika karena sudah tidak tau apa yg harus ditanyakan dan dibicarakan.
.
.
.
'plak' suara tepukan tangan shara memecahkan keheningan yg ada di ruangan tersebut dan membuat semua orang yg berada disana menatap kearahnya. "kalau beguti bagaimana kalau kau tinggal di sharance tree untuk sementara waktu?" tanya shara antusias kepada pria yg menatapnya tidak mengerti. "sharance tree?" ucap pria itu mengulang kembali kosakata yg diucapkan shara yg berarti dia tidak tau apa yg ia maksud. "kalau menjelaskannya akan sulit, biar aku menunjukkannya padamu secara langsung" ucap shara dengan segera memegang tangan kanan pria itu dan langsung menyeretnya keluar ruangan. Hal itu membuat pria tersebut menjadi tidak tau apa yg harus ia lakukan dan akhirnya hanya mengikuti kemana shara akan membawanya pergi. Melihat shara menarik pria itu membuat monica berteriak "jangan sampai macam-macam pada kakakku" tanpa mencoba menghentikan langkah kakaknya, begitu juga wells yg tidak menghentikan shara karena dia sudah tau bahwa dirinya tidak akan bisa menghentikan langkah cucunya itu bila cucunya sudah berbuat sesuatu dan akhirnya mereka dua ditinggalkan oleh shara dan pria tersebut berdua diruangan kamar itu. Setelah shara dan pria itu menghilang dari pandangannya, monica melihat kearah kakeknya yg masih tidak bergeming. "sampai kapan kau mau tetap disini kek? Setidaknya cepatlah keluar dari kamarku" ucap monica membuat kakeknya sadar dari lamunannya dan segera pergi dari ruangan kamar cucunya itu.
Yosh chapter 2 selesai dengan sangat cepat karena memang saya gk ada kerjaan.
Gk perlu lama-lama kata penutupnya. Saya hanya meminta saran, komentar atau kripik pedasnya juga likenya kalau cerita ini bagus.
Yosh sekian dari saya sampai jumpa pada chapter selanjutnya
