After The Wedding
Genre : Romance & Drama
Rate : T
Ini FF Remake dari novel karangan Kim Ji Oh"After The Wedding". Saya hanya mengedit nama tokoh, dan sedikit mengubah bahasa cerita. Typo dimana-mana. Banyak kekurangan.
NB : ITALIC BERARTI FLASHBACK YA ^^
Pairing : Yewook. Yang lain temukan sendiri. GS
DLDR
Chapter 3
Jika kenangan bukan lagi sesuatu yang indah dari masa lalu, melainkan telah menjadi alasan untuk menilai masa sekarang, maka nilailah cinta yang ada disisiku saat ini. Namun, kalau kau bahkan tidak mampu menilai cinta, hatimu kosong.
Yesung membalikkan badannya saat mendengar suara air dari kamar mandi. cincin pernikahan istrinya, yang tergeletak di meja samping tempat tidur, menarik perhatiannya. Istri yang selalu bertanya sampai tiga atau empat kali untuk hal yang sama. Ryeowook menerima cincin itu dengan sangat senang. Ryeowook sangat manis hari itu.
Istri yang mengajarkan yesung cara melamar dengan wajah serius dan bahasa tubuh yang lucu. Perilaku istrinya tidak beda dengan jawaban 'ya', sehingga yesung hanya tersenyum tipis melihat tingkha lucu ryeowook. Perasaan hangat dan puas menyebar didalam dada yesung, tapi yesung hanya tersenyum. Jika yesung tau, yesung mengetaui kekeceaan istrinya, ia akan selalu memeluknya.
"huh"
'kenapa ia menelantarkan cincin yang dulu sangat disukainya?' batin yesung.
Cincin dengan batu berlian yang berkilauan berwarna biru. Mahal? Tentu saja. Berlian tiga karat yang dikelilingi delapan buah berlian satu karat. Harganya hampir setara dengan sebuah rumah mewah. Cincin satu-satunya di dunia, cinci yang hanya dapat dipakai oleh perempuan yang akan menjadi istrinya.
Yesung memandangi cincin istrinya yang mengeluarkan cahaya kebiruan dengan tatapan bak ingin membakar cincin tersebut.
'walau tak membawanya sampai ke peti mati, setidaknya kau harus menjaganya dengan baik!' lagi-lagi yesung membatin.
Ryeowook memandangi perempuan asing di dalam cermin. Mata dan hidungnya merah karena terlalu lama menangis. Salah satu bagian khusus di badannya terasa sakit dan nyeri setiap kali ia bergerak. Terdapat luka baru akibat suaminya diatas luka yang sudah membaik.
"orang gila abnormal."
Ryeowook mencaci maki suaminya sambil memandang perempuan yang berada di cermin. Kemudian ryeowook berjalan keluar kamar mandi dengan terhuyung-huyung, lalu menuju kulkas. Ia mengambil beberapa esbatu dan menempelkannya ke mata dan hidungnya. Awalnya ia merasa tersengat, tapi lama kelamaan indra perasanya mulai kebal. Tetesan air dari es batu yang mencair mengalir ke pergelangan tangannya, membasahi lengan baju kimononya. Air dingin, bukan hanya wajahnya, air tersebut juga membuat pikirannya mati rasa, membuatnya melayang kembali ke 'masa-masa menyenangkan'
Lima puluh hari setelah ryeowook setelah ryeowook pertama kali bertemu dengan yesung, ada sebuah festival di kampus ryeowook. Biasanya, para mahasiswa di tahunnya tidak ikut berpartisipasi dalam festival, mereka hanya bermain atau malah tidak datang sama sekali ke kampus dan pergi ketempat lain. Namun, manusia-manusia yang seperti patung ini tidak berniat untuk bermain walaupun sudah memasuki tahun ketiga. Ryeowook dan teman-temannya malah sibuk membuat panekuk seafood sejak pagi.
Ryeowook pergi ke pintu gerbang depan utama untuk menemui yesung sekitar jam satu siang. Yesung berdiri di "pintu gerbang utama." Walau pintu itu takkan terlihat jika banyak orang yang berkumpul disana. Kenapa ia berdiri di panggung bodoh? Pikir ryeowook yang merasa terkejut saat melihat yesung.
Yesung berdiri di "panggung bodoh." –area di depan pintu gerbang utama yang sangat menarik perhatian- bersama orang bodoh lain yang sedang menunggu pacar mereka dengan tegang. Si bodoh tampang yang menggunakan celana jeans biru keabu-abuan dan polo shirt berwarna putih. Yesung bagai dibingkai aura emas saat berdiri ditengah-tengah orang bodoh lainnya yang memakai celana jins dan kaos. Yesung sangat mencolok bagi ryeowook.
"oppa!"
"halo."
Yesung meletakkan tangannya di pundak ryeowook dengan natural saat memberi salam pendek pada ryeowook. Seperti salamnya, gerak tubuhnya juga sangat sederhana.
Hari itu yesung terlihat paling 'pria' diantara yang berada di sekelilingnya. Ia jauh lebih tinggi sedikit dibanding yang lain. Singkatnya yesung adalah nutrisi berprotein tinggi bagi mata yeoja-yeoja di hari itu dan hebatnya yesung merangkul ryeowook dan menarik ryeowook ke pelukannya. Kebanggaan memuncak di hti ryeowook.
"kau pasti sibuk. Maaf oppa, karena memintamu datang kesini."
"tidak. Aku memang ingin datang."
Hari ini sebenarnya hari ketiga festival, yang bagi ryeowook adalah menghabiskan waktu dengan bkerja dari pagi. Namun, kedatangan yesung mengubah hari itu menjadi seperti mimpi. Ryeowook memperkenalkan yesung keteman-temannya. Ia serasa ingin terbang saat melihat yesung yang tidak memperlihatkan reaksi apapun saat dikenalkan dengan teman ryeowook yang cantik dan seksi. Yesung berkata bahwa satu-satunya perempuan di matanya adalah Kim Ryeowook.
"dasar. Mereka melakukan hal yang tidak berguna."
"eh? Apa maksud oppa?"
Perkataan sarkastis yang sangat tiba-tiba. Yesung berkata seperti itu dan menertawakan pasangan yang berada disekitar mereka. Alasan mengapa ia berkata seperti itu adalah...
"aku sudah membereskan barang-barang yang ada di dalam,jadi cepat pulang. Cuci kaki dan tidur."
Hah!
Berbeda dengan yesung yang dapat mengabaikan hal seperti itu, wajah ryeowook memerah. Ia hanya menunduk menatapi kakinya untuk beberapa saat dan berjalan dengan cepat.
Aaah, sebenarnya ryeowook malu, tapi setelahnya ryeowook malah tersenyum sendiri. Kim jong woon, kau baru saja mendapat poin tinggi.
Kampus yang biasanya terasa sempit dan menyesakkan itu terasa negara asing yang indah saat ryeowook berjalan-jalan dengan yesung. Menaiki tangga yang dilalui setiap pagi dengan susah payah kini terasa seperti menaiki tangga kesebuah benteng kuno jika dilalui bersama yesung. Seperti seorang putri yang berjalan dengan elegan, putri yang didampingi pangeran tampan dan dapat diandalkan.
"mau pergi ketempat sepi tidak?"
"ah, tempat sepi di hari terakhir festival... oppa kau pikir tempat seperti itu ada? Hihihi baiklah. Taman phalbol pasti penuh, kau tidak bisa masuk ke perpustakaan, kira-kira dimana ya yang sepi?"
"mobilku."
Benar. Mobilnya di gang sempit depan kampusnya sangat sepi. Mobil sport berwarna hitam. Kaca mobil yang berwarna gelap. Bangku dari kulit yang dingin. Lalu, suara napas ryeowook terdengar canggung disela-sela keheningan. Ini bukan pertama kalinya ryeowook duduk berduaan dengan yesung di dalam mobil, tapi entah kenapa suasana hari ini terasa berbeda. Ryeowook merasa ada sesuatu yang berlangsung. Yesung juga terdiam. Tidak seperti biasanya, sungguh. Ryeowook mulai bersemangat karena instingnya mengatakan ini akan menjadi hari yang sempurna. Ryeowook mulai bertingkah tidak sabar layaknya anak kecil.
"jadi... oppa mau bicara apa?"
"ini."
Senyum terpancar dari wajah yesung, seakan ia sedang berterimakasih kepada ryeowook karena ia telah memecahkan kesunyian yang baru saja melanda. Dengan hati-hati ryeowook menerima dan membuka kotak kecil yang tiba-tiba diberikan yesung. Dari besarnya, ryeowook dapat memperkirakan apa isi kotak itu. Ia berharap isinya adalah cincin pasangan yang 'sederhana'. Namun, ternyata isinya permata berlian biru yang disekelilingnya terdapat delapan berlian berwarna putih berkilauan. Harusnya ryeowook tau apa itu arti 'sederhana' bagi yesung. Ryeowook jadi merasa konyol. Hadiah seperti terlalu mewah baginya yang masih kuliah, tapi ryeowook tidak dapat mengelak jika cincin itu sangatlah cantik.
"ca...ntik sekali. cantik sekali, oppa. Benarkah ini untukku? Benar? Benar?"
"cerewet. Benar itu untukmu. Kalau kau bertanya sekali lagi, aku ambil lagi loh."
"ya ampun, kenapa begitu? Oppa kau tidak boleh mengambil barang yang sudah kau berikan. Ah, cantik. Cantik sekali..."
Cincin itu memang cantik, tapi ryeowook tidak sanggup mengeluarkan cincin itu dari kotaknya. Ia hanya memegangi kotak itu dan berceloteh kesana kemari.
"cantik sekali. mahal ya?"
"kalu mahak kenapa? Mau pamer ke teman-temanmu eoh?"
"aniyooo."
Berlian sebesar ini seharusnya ryeowook mengeluarkannya dengan hati yang bahagia, mengenakannya di jarinya, lalu melambaikan tangannya di depan yesung sambil bertanya apakah ini terlihat cantik. Namun,karena matanya disilaukan dan hatinya digetarkan oleh cahaya biru... bukan... karena ryeowook merasa kampungan, ia merasa ragu-ragu. Tatapan mata yesung bertambah gelap seiring dengan ryeowook mengulur-ulur waktu. Sebenarnya ryeowook ingin memberanikan diri untuk mengeluarkan cincin itu semakin yesung semakin salah paham, tapi tubuhnya tidak mau mengikuti kata hatinya.
Yesung menggenggam tangan kanan ryeowook. Ryeowook dapat melihat kecemasan yesung dibalik topeng yang dipakai pria itu. Setelah mengetaui kecemasan yesung, ryeowook mulai merasa lega dan dapat tersenyum kepadanya. Ryeowook tersenyum sangat lebar sampai matanya menghilang saat yesung memakaikan cincin dijari manisnya. Saat cincin yang dingin itu tersemat dengan aman dijari ryeowook, yesung menghela napas lega, sementara debaran jantung ryeowook mulai melambat.
Pas sekali. wajar kalau perempuan terharu jika ada seorang lelaki yang memilihkan cincin yang pas sekali ukurannya, padahal lelaki itu hanya mengira-ngira ukuran jari perempuannya.
"oppa, aku takkan melepaskan ini seumur hidupku. Kalau aku mati lebih dulu, aku akan membawa cincin ini ke peti matiku. Ingat ya."
Ryeowook berbicara dengan nada bercanda untuk melupakan makna cincin yang sangat berat itu, seraya meletakkan tangannya di dadanya yang sepertinya telah rusak karena sedari tadi terus berdebar tak karuan. Namun, yesung –seperti biasanya- mengejutkan ryeowook dengan wajah yang datar.
"itu cincin nikah."
"..."
"tutup mulutmu ikan mas."
"menikah? Kapan?"
"segera!"
"segera? Tapi oppa aku kan harus menyelesaikan kuliah dulu. Kampusku tidak mengizinkan mahasiswinya menikah. Aku harus lulus dulu oppa."
"kau tidak butuh ijazah dari kampus itu. Memangnya orang yang bergelut dibidang sebi butuh ijazah?"
Itulah cara yesung melamar ryeowook. Ryeowook bukannya tak pernah berpikir tentang pernikahan, tapi ia merasa pernikahan merupakan hal yang masih sangat jauh. Karena itulah, ia sangat terkejut ketika yesung melamarnya. Terlebih, ryeowook masih kuliah. Pernikahan merupakan sesuatu yang sangat mendadak bagi ryeowook yang sedang bersiap-siap untuk mendapat ijazah. Namun, ryeowook berpikir untuk tetap mengambil resiko demi pria yang sangat tampan seperti yesung.
"hmm.. menikah ya? Hmm... oke."
"perjanjian verbal yang tak bermakna."
"huh! Oke kalaumemang perkataanku tidak dapat dipercaya. Ayo lakukan dengan ciuman."
Janji pernikahan yang dilakukan dengan ciuman. Janji yang ditandatangani dengan ciuman dan seakan telah disahkan.
TBC
Tengkyu buat reviewnya, gabisa bales untuk sekarang kkk~ mianhe /bow/
Buat yang udah baca tengkyu~
Yang mau review monggo :)
Sampai ketemu di chap selanjutnya ^^
