After The Wedding
Genre : Romance & Drama
Rate : T
Ini FF Remake dari novel karangan Kim Ji Oh"After The Wedding". Saya hanya mengedit nama tokoh, dan sedikit mengubah bahasa cerita. Typo dimana-mana.
Pairing : Yewook. Yang lain temukan sendiri. GS
Nb: italic berarti flashback
DLDR
...
Chapter 5
Lepas dari keseharian yang monoton tidak membutuhkan usaha yang besar. Sedikit perhatian dan ketulusan sudah lebih dari cukup
Ryeowook sedang makan siang bersama teman-temannya yang biasa ditemuinya sekali atau dua kali dalam seminggu. Tiga sampai empat orang temannya langsung menikah setelah lulus kuliah, sementara yang lain belum, sehinga mereka tidak bisa bertemu di siang hari karena harus bekerja. Kecuali ryeowook, mereka sudah mempunyai anak, sehinnga topik pembicaraan mereka selalu mengenai hal-hal yang sama seperti sekolah mana yang bagus, atau perkembangan anak mereka atau suami siapa yang menghasilkan aling banyak uang. Ryeowook yang merasa tidak cocok dengan topik pembicaraan tersebut, duduk diam dan hanya mendengar celotehan mereka bak sedang dikucilkan.
"kepalaku sakit."
"kau tidak bisa tidur lagi wookie-ah?"
"tidak bisa tidur atau tidak mau tidur? Atau tidak ada yang menidurkanmu?"
"hihihi benar?"
"tidak. Bukan seperti itu kok. Kepalaku sakit karena tidurku tidak nyenyak."
"kenaa tidurmu tidurmu tidak nyenyak? Karena siapa?"
"hihihi. Suami yang melakukan ini itu sepanjang malam. Enaknya~"
Teman-teman yang entah sedang memikirkan apa terhadap suami ryeowook menggoda ryeowook, membuat ryeowook teringat yesung kemarin malam. Suami yang selalu bersikap menakutkan di tempat tidur.
Teman-teman ryeowook berbagi senyum mencurigakan saat melihat ryeowook yang terdiam dan tenggelam dalam dunianya sendiri. Tiba-tiba ryeowook mengangkat kepalanya dan melihat keadaan sekitar. Tertulis kata "sudah terlambat, kawan" Di wajah teman-temannya. Duduk bersama mereka menjadi semakin sulit bagi ryeowook.
"ah begini teman-teman... aku harus kerumah mertua. Aku duluan ya, maaf."
Ryeowook merasa tidak nyaman mengatakan ini, walaupun ini bukan alasan belaka, melainkan kenyataan. Teman-teman ryeowook mulai berceloteh tentang mertua ryeowook. Ryeowook tak bida membalas perkataan eman-temannya, akhirnya ia mengambil tasnya dan bangun dengan canggung dari kursinya. Ia lari dari tempat itu bak telah diusir darisana. Di belakangnya, terdengar teman-temannya yang mulai menjelel-jelekkan mertua masing-masing. Topik itu adalah hidangan pencuci mulut yang paling as untuk ibu-ibu muda tersebut.
'walaupun begitu, mereka yang selalu menjelek-jelekkan mertua mereka pasti lebih bahagia dariku.' Batin ryeowook.
Sakit kepala dasyat menyerang ryeowook. Matanya berkunang-kunang, ia ingin muntah. Usaha ryeowook membohongi dirinya sendiri langsung runtuh saat ponselnya berdering di depan pintu masuk restoran yang seakan menyuruh ryeowook untuk segera mengangkatnya. Pasti... suaminya. Ryeowook mengangkat ponselnya sambil bersandar di pintu kaca restoran seakan ingin pingsan. Untunglah pintu utama restoran terbuka secara otomatis, membiarkan ryeowook untuk menghirup udara segar sepuasnya kedalam paru-parunya.
"ha-halo."
"dimana?"
"ah, aku akan ke Seong Bok-Dong segera."
"aku tanya kau dimana?"
"aku tidak lupa. Aku akan ke Seong Bok-Dong, sekarang."
"iya, tapi kau dimana?"
"Cheong Dam-Dong. Tadi aku makan siang bersama teman-temanku. Aku tidak lupa kok."
"Cheong Dam-Dong? Kalau begitu datang ke depan kantorku. Kita pergi bersama."
"aku tidak lupa. Tidak lupa."
"hati-hati di jalan."
Yesung memarkir mobilnya di depan kantornya dan menunggu istrinya disana. Ia tidak tega membiarkan ryeowook yang badannya sedang sakit naik ke kantornya –ruangannya yang terletak di lantai paling atas. Mobil ryeowook mulai tampak sepuluh menit kemudian.
Tiin tiin...
Suara klakson pendek dan rendah membuat ryeowook memperlambat laju mobilnya, sebelum akhirnya merhenti disamping mobil yesung. Ryeowook membuka jendela mobil sehingga yesung dapat melihat wajahnya.
"kesini."
Ryeowook memarkir mobilnya dengan tenang, lalu menghampiri yesung. Yesung mengamati ryeowook dengan mata tajamnya untuk melihat apakah ryeowook sempoyongan atau tidak. Ryeowook yang tetap bercahaya walau berada di area parkir gedung pencakar langit yang kelam, berjalan ke arah yesung. Kaki jenjang ryeowook memakai two pieces chanel berwarna hijau mint. Yesung sangat menyukai kaki ryeowook yang dapat membuat matanya segar. Istri yang cantik.
"hai."
Aroma manis langsung memenuhi mobil saat ryeowook membuka pintunya. Ryeowook tidk menjawab hanya menganggukkan kepalanya. Ia duduk di kursi depan di damping yesung sambil merapikan roknya.
"pakai sabuk pengaman."
Ryeowook sekuat tenaga untuk menyembunyikan ketegangannya, tapi yesung sudah terlanjur melihat tangan ryeowook yang bergetar. Ryeowook berusaha memasang sabuk pengamannya beberapa kali, tapi sia-sia. Yesung menahan emosi, lalu memasangkan sabuk pengaman istrinya. Sekujur tubuh ryeowook menjadi kaku saat tangan yesung menyentuhnya, membuatnya menahan napas. Konyol.
Senyum penuh kesinisan terbesit sebentar di bibir yesung, tapi yesung langsung membuang muka saat istrinya meliriknya diam-diam. Kesunyian yang canggung menyelimuti kedua orang itu untuk beberapa saat.
Jalanan Gang Nam tetap enuh sesak dengan mobil walaupun sekarang masih hari jumat siang. Terlalu sesak. Lama-kelamaan yesung merasa muak melihat mobil-mobil yang berlalu-lalang disekitarnya ia juga meresakan keberadaan istrinya disampingnya.
"oppa kita mau kemana?"
"ke Misari saja."
Yesung berputar arah dengan tiba-tiba. Ryeowook hanya bisa memandangi suaminya dengan erasaan setengah lega dan setengah bingung. Jalanan ke arah sebaliknya masih dipenuhi mobil, tapi lampu merah tidak menyala terlalu lama, sehingga tanpa terasa mereka memasuki daerah stadion olympic. Jarum spedometer makin tak terkendali dan terus menuju kearah kanan, tapi yesung tetap tidak bisa mengabaikan keberadaan istrinya. Istri yang duduk bak bayangan.
"aku... tidak luppa kalau hari ini aku harus ke Seong Bok-Dong. Aku pasti pergi kesana walau kau tidak mengantarku. Benar."
"oke."
"Tanya saja ke teman-temanku. Aku bilang pada mereka bahwa aku harus ke rumah mertua, jadi aku harus pulang lebih dulu. Saat itu kau meneleponku. Benar."
"Iya."
Semakin ryeowook menjelaskan semuanya, yesung merasa ryeowook semakin terlihat menyedihkan. Yesung lebih memilih Ryeowook mengguncang-guncangkan bahunya dan bertanya kenapa ia hanya menjawab oke dan iya seakan sudah mengerti segalanya.
Tak lama kemudian, mereka tiba ditempat tujuan yesung. Tempat itu ternyata daerah pinggiran sungai yang jangankan jalanan beraspal, jalanan tanah pun sudah tidak terlihat di sana. Tempat hangat yang dipenuhi pohon-pohon besar, rumput-rumput tinggi yang tumbuh di mana-mana, serta suara air dan burung. Damai, tenang.
"Kau tidak apa-apa? Semalam…"
Yesung akhirnya menanyakan hal yang telah dipikirkannya seharian saat ryeowook sedang terisap oleh pemandangan di sekitar mereka. Ryeowook mengedip-ngedipkan matanya
dan menoleh.
"Aku kesulitan menghadapi mertua. Sulit, melelahkan dan menyakitkan… tapi aku tidak pernah menolak melakukan hal yang harus kulakukan. Kupikir kau tahu tentang itu," kata
ryeowook.
"Aku tidak sedang membicarakan itu."
"Maaf."
Bahu istrinya yang masih juga membelakanginya menjadi lemas untuk sesaat. Yesung sendiri tahu jawabannya karena ia akan tetap melakukan hal itu lagi walau ia bisa memutar waktu kembali ke malam tadi.
"Aku… ke tepi sungai sebentar, ya."
"Oke."
ryeowook terlihat seperti model yang keluar dari majalah fashion saat berjalan menerobos rerumputan tinggi menuju tepi sungai. ryeowook selalu bersinar cerah. Ryeowook yang memberikan kesan asing saat berada di tempat yang terlihat seperti peternakan dan sangat sunyi ini. ryeowook selalu terlihat manis. Sepatu hak tingginya terus terbenam di tanah. Ia menjerit kecil dan tertawa sendirian sambil terus berjalan ke tepi sungai. Yesung berpikir untuk lebih sering berjalan- jalan ke daerah pinggiran sungai seperti ini. Ia sangat senang mendengar suara tawa istrinya.
"Maaf."
Yesung tidak tahu kenapa ia meminta maaf. Namun, ryeowook merasa lebih lega saat menerima permintaan maaf tersebut, karena yesung hanya meminta maaf saat benar-benar merasa bersalah.
'Entah alasan apa yang membuatku meminta maaf, entah karena masalah apa, yang penting permintaan maafku sudah cukup. Mari lupakan sejenak semua permasalahan rumit dan habiskanlah sore di tempat yang damai ini. Benar, nikmati saat ini, air jernih, suara angin, bau rumput segar, cahaya matahari yang menyilaukan… mari nikmati itu semua dan lupakan semuanya sejenak. Benar.'
Sebenarnya, tidak ada alasan khusus yang menyebabkan kedinginan menyelimuti mereka berdua. Semua hanya disebabkan oleh terhentinya percakapan hangat di antara mereka, yang entah dimulai sejak kapan. Ketulusan cinta yang selalu mereka tunjukkan saat masih berpacaran pun menjadi jarang terlihat. Mereka berdua sangat menderita. Dua orang yang semakin menjauh tanpa alasan khusus. Walaupun begitu, gairah mereka tidak pernah berubah. Namun, gairah merupakan ikatan yang terlalu lemah, sehingga mereka hanya bisa
saling menatap sambil bertanya-tanya sendiri kapan ikatan itu terputus.
Mereka berdua selalu begitu. Walaupun memutuskan untuk menikah setelah masa pacaran yang singkat, mereka tidak pernah bertengkar hebat, karena ryeowook tidak menyukai konflik, dan yesung sendiri tidak suka hal-hal yang merepotkan. Kalau begitu, siapa yang akan lebih dulu memulai pertengkaran? Mereka selalu begitu sejak awal. Mungkin pertengkaran mereka terjadi saat yesung mengajak ryeowook mengunjungi keluarga kandungnya yang tinggal di Geo Je-Do. Benar, mereka bertengkar untuk pertama kalinya hari itu. Benar. Padahal, mereka sangat senang saat berangkat ke sana.
"Kau lelah? Sabar sedikit lagi, ya.Sebentar lagi sampai, kok."
"Iya, omong-omong, oppa. TentangGeo Je-Do. Kata orang-orang, laut disana jernih sekali. Benar begitu?Memang lautnya sebiru itu? Secantikitu?"
"Hmph."
"Kenapa kau tertawa, oppa?Lautnya cantik tidak?"
"Cerewet, Kalau kau ingin tahusecantik apa laut di sana, kau cukupbertanya satu kali kepadaku ataulangsung saja pergi ke sana, tapi kauterus-terusan bertanya padaku. Dasar."
"Apa, sih? Aku kan bertanya pantainyajernih atau tidak, biru atau tidak,cantik atau tidak! Pertanyaankuberbeda!"
"Ya, sudahlah."
Bagi ryeowook, seorang mahasiswifakultas kesenian, pertanyaannyaterdiri dari tiga pertanyaan yang berbeda, sedangkan bagi yesung,pertanyaan tersebut adalahpertanyaan-pertanyaan yang sangat mengganggu dari seseorang yang cerewet. Dua orang yang sangatberbeda. Namun, saat itu rasa percayamereka sedang semakin membesar,sehingga mereka tidak menyadariperbedaan tersebut.
Setelah melewati jalan tol dan jalanraya, mereka harus naik kapal lautselama beberapa jam untuk menemuikeluarga kandung yesung. Yesungselalu bersikap dan terlihat seperti bangsawan, sehingga ryeowook mengiraakan melihat rumah vila modelpeternakan di Geo Je-Do.Namun, yang terpapar di depan mataryeowook adalah 'rumah mertua' yang ditinggali orang-orang tua kampunganyang bodoh. Belasan orang dudukberkumpul di bale-bale depan rumahtanah yang hampir ambruk untuk menyambut ryeowook.Tentu saja mereka terlihat baik dan memperlakukan ryeowook dengan tulus.Namun, bagi ryeowook yang sangat kebingungan, mereka hanyalah orang-orang dengan rambut acak-acakan,memiliki gaya berpakaian kampungan,dan mengeluarkan bau daging darisekujur tubuh mereka. Ryeowook yangduduk dengan canggung di tengah-tengah mereka terlihat seperti bidadari. Bidadari yang ingin terbangke tempat yang sangat jauh. Itulahyang ada di pikiran ryeowook saat itu,bahkan yesung pun dapat melihatnya.
"Kakak ipar, aku ingin mengajak wookie jalan-jalan sebentar, ya. Akuingin menunjukkan pemandangan desaini… tadi wookie juga bilang inginmelihat laut."
"Dasar bocah. Kau paksa anak cantik ini kesini. Pasti nggak suka. Dasar sana."ryeowook hampir mengucapkan terimakasih dengan suara lantang karenamendapat kesempatan untuk terbebas dari keluarga yesung yang berbicaradengan bahasa dan logat yang sangatsulit dimengerti. Namun, ryeowookmasih bersikap aneh saat sudahmeninggalkan rumah itu. Ia mengikutiyesung yang terlihat sangat mahir berjalan di jalan berlumpur. Rasabingung membuat ryeowook marah,membuatnya tidak menyadari kata-
kata yang keluar dari mulutnya.
"waaah! Cara orang-orang ituberbicara seperti sedang mengajakberkelahi, ya. Aku benar-benar tidakmengerti apa yang mereka ucapkan,mereka tidak pernah selesai berbicara.
Pokoknya, mereka itu…"
"Cukup!"
Yesung berhenti tiba-tiba danberteriak, teriakan yang bahkan dapatmenghilangkan semua semangat di sorehari. Ryeowook juga ingin berteriak,tapi akhirnya ia hanya dapatmemandangi wajah muram yesungyang terlihat sangat pucat. Melihatorang yang selalu menyukaiketenangan tiba-tiba mengeluarkanemosinya dengan kasar, merupakan hal yang menakutkan dan terasa… asing.
"Kau bilang orang-orang itu, orang-orang itu! Hari ini kau kenapa, sih?Kau mau pamer bahwa kau orang Seoul? Mereka diam saja karena mereka orang-orang yang sangat sederhana. Kau pikir mereka diam saja karena mereka bodoh? Hah? Merekai tu orang tua! Mereka calonkeluargamu!"
"Memangnya aku kenapa? Lalu kenapakau tiba-tiba berteriak? Kau pikir aku tahu kalau ternyata kau inginmembawaku ke tempat seperti ini! Kaubenar-benar jahat! Aku takkan sebingung ini kalau setidaknya kaubercerita sedikit kepadaku sebelumnya!"Kesalahan selalu dilakukan oleh keduabelah pihak! ryeowook merasadisalahkan secara sepihak sehingga iamarah kepada yesung. Ryeowook berlarikencang meninggalkan yesung. Pertemuan dengan keluarga mertua tanpa perisapan apa pun. Amarahryeowook langsung memuncak jikamengingat hal itu. Semua takkanmenjadi sekacau ini kalau yesungmemperingatkannya lebih dulu.Padahal, yesung memiliki banyakkesempatan untuk bercerita kepadaryeowook selama dalam perjalanan dariSeoul ke Geo Je-Do, tapi yesungmalah tidak memedulikan ryeowook dan mendorongnya ke lubang ini!
Yesung mengayunkan kedua tangannyadengan kasar dan berbalik ke arah ryeowook. Suara yesung seakan telah menelan semua pemandangan indah disekitarnya. dalam kegelapan, ryeowook hanya dapat melihat tangan tunangannya.
"Kau bertanya seperti itu karena benar-benar tidak tahu…?"
"…"
Entah yesung yang memeluk ryeowookl ebih dulu atau ryeowok yang menangis terlalu keras sampai jatuh ke pelukan yesung. Ingatan akan kejadian itu sangat samar-samar. Namun, yang paling pasti adalah semuanya akanmenjadi lebih baik seandainyamereka bertengkar lebih hebat lagisampai ryeowook memutuskan untuk kembali ke Seoul dan akhirnyahubungan mereka pun berakhir.Harusnya seperti itu. Namun,semuanya sudah berakhir. Ini konyol,tapi…
"Tatap aku, wookie. Ini kampung halamanku. Rumah yang tadi, adalahrumah kelahiranku. Aku tinggal di sini sampai berusia tujuh tahun. Aku tahu semua akan lebih baik jika kau bercerita lebih dulu, tapi mulutku tidakkunjung terbuka. Kau mengertimaksudku, kan?"
"Tidak. Aku tidak mengerti."
Sebenarnya ryeowook mengerti betapa kerasnya usaha yesung untukmenceritakan hal itu kepadanya sekarang, tapi kepala ryeowook sangatsakit dan pikirannya sedang tidakfokus karena terlalu lama menangis,sehingga ia tidak bisa berkata jujur.Ryeowook hanya bisa menahan tangis danterus-menerus berkata tidakmengerti.
"Baiklah. Lebih baik kita bicarakan inilagi nanti."
Namun, yesung justru tidak pernahmencoba membicarakan apa-apa lagikepada ryeowook. Walaupun yesungtidak mengatakan apa-apa lagi kepadaryeowook, ryeowook beberapa kalimendapat kesempatan untukmendengar cerita tersebut. Mulai darimulut besar pekerja di rumahmertuanya, sampai bisikan-bisikankejam yang ryeowook dengar di reunisekolah yesung.
Yang ingin yesung katakan pada hariitu adalah kenyataan bahwa yesung diadopsi saat berumur tujuh tahun.
TBC
maap ya buat yang kemaren dan makasih udah ngedukung. ini chap 5 update. maap banyak kekurangan atau apalah. otak saya lagi gak sinkron. di otak ryeowook tapi ngetiknya sungmin -_- mungkin saya lagi kangen sama kopel rp saya, saya juga lagi gak baik. mohon maaf.
yang mnta sekuel buat ff saya yang satunya sabar ya, saya butuh istirahat. ini saja saya ngetiknya malem banget. kurang istirahat nanti pas waktu lomba dance saya takutnya ambruk lagi. saya juga kuliah, padat pula.
oke yang mau baca tengkyu, yang mau review monggo :)
see u d next chap
