After The Wedding
Genre : Romance & Drama
Rate : T
Ini FF Remake dari novel karangan Kim Ji Oh"After The Wedding". Saya hanya mengedit nama tokoh, dan sedikit mengubah bahasa cerita. Typo dimana-mana.
Pairing : Yewook. Yang lain temukan sendiri. GS
TOLONG YA KALO BACA ITU DILIHAT DULU ADA NOTENYA ATAU TIDAK DARI AUTHOR. MANA YANG FLASHBACK ATAU BUKAN. SAYA SUDAH KASIH NOTE CHAPTER SEBELUMNYA. SAYA JUGA SUDAH MEWANTI-WANTI KALO TYPO DIMANA-MANA, SAYA BANYAK KEKURANGAN. SAYA KAN CUMA MANUSIA '-' FF SAYA JUGA GAK HANYA INI. JADI WAKTU SAYA GAK HANYA FOKUS KE FF INI, MASIH BANYAK. SAYA TERIMA TERIMA AJA KRITIK SAMA SARANNYA, SEKALI LAGI TOLONG BACA DULU NOTE DARI AUTHOR. MAAF KALO BANYAK BACOT. KALO YANG MASIH MAU BACA YA MONGGO, GAK YA MONGGO.
NOTE : ITALIC BERARTI FLASHBACK
DLDR
...
Chapter 6
seberapa pasangan suami istri yang dapat berbincang-bincang dengan benar? berapa menit dalam sehari yang mereka habiskan untuk saling menatap dan berbagi cerita? perbincangan yang menyadarkan bahwa rambut dibagian tengah kepala suami mulai menipis dan keriput di ekor mata istri mulai mendalam. berapa banyak pasangan yang tiba-tiba tersadar akan hal ini?
Yesung harus mengatakan hal yang tak pernah ia ingin katakan kepada ibunya demi istrinya yang terlihat bahagia. yesung meninggikan suaranya, bahkan berteriak. Walaupun begitu, ia ingin mendengar suara tawa istrinya lagi dan ingin merasa semuanya menjadi spesial seperti sore ini, sampai ia rela menyakiti ibunya. Perasaan yesung bercampur aduk. Suasana hatinya membuat yesung berharap ia adalah seorang perokok. Ia tidak merokok dan minum alkohol
berkat ajaran ibunya. Ibunya mengatakan hal-hal seperti itu tidak berguna. Tapi, terkadang yesung iri melihat seorang perokok yang sedang menghembuskan asap penuh nikotin. Tepat seperti saat ini. yesung membuka pemutar CD di mobilnya dengan malas-malasan. Mahler, lagu yang sering ia dengarkan. Namun, sore ini tidak cocok dengan simfoni milik Mahler yang berbau darah dan kemuraman. yesung mulai mengutak-atik CD changer-nya. Turandot. Nessun Dorma..? ini juga tidak cocok . Setelah beberapa kali memilih lagu dan tidak puas dengan penilaiannya, akhirnya yesung berhasil mendapatkan lagu yang menurutnya sesuai dengan Susana hari ini.
Shin Young Wook. Vocalist .
Biasanya, yesungn mengkritik bahwa warna vokal penyanyi wanita ini terlalu halus dan tidak bertenaga, tapi hari ini suara Shin Young Wook terdengar sangat lembut. Suaranya lentur
seperti daun pohon willow mengingatkan yesung akan sosok istrinya yang lembut dan menciptakan perasaan yang tidak biasa. Keseharian yang melelahkan semakin menjauh,
yang ada hanya tawa istrinya yang terdengar seperti sebuah lagu. yesung memandangi sosok istrinya yang berjalan tenang di pinggir sungai. Senyum istrinya. Istri yang ia cintai…
Ryeowook terkejut melihat awan hitam yang mulai mendekat. yesung sedang tertidur diiringi melodi Aria yang lembut saat ryeowook kembali ke mobil. yesung meletakkan lengannya di dahinya dan sama sekali tidak bereaksi saat ryeowook masuk mobil. Ryeowook duduk di kursi depan, membersihkan lumpur yang menempel di sepatunya dengan tisu basah. Ryeowook menutup pintu mobil dengan hati-hati agar yesung tidak terbangun. Terisolasi. Suasana di dalam mobil yang diiringi alunan Aria yang lembut dan menenangkan, sangat berbeda dengan dunia luar yang terlihat berantakan akibat hujan deras. Ryeowook menurunkan sandaran kursi Kyuhyun dengan hati-hati. yesung terlihat sangat lelah. Ryeowook menghela napas saat memandangi wajah suaminya yang sedang tidur. Namun, entah mengapa ryeowook tidak tega membangunkan suaminya dan mengajaknya ke Seong Bok-Dong. Kalau mereka terlambat sampai di sana, Ibu akan… ryeowook menggeleng-gelengkan kepalanya sekuat tenaga untuk menghapus kata 'Seong Bok-Dong' yang dari tadi terus terngiang di telinganya.
Ryeowook menyandarkan tubuhnya ke kursi mobil. Ia menatap wajah suaminya penuh sayang. Kata 'tampan' merupakan hal yang selalu muncul di kepalanya jika ia memandangi… suaminya. Ryeowook tidak pelit dalam memberikan pujian kepada suaminya waktu mereka masih berpacaran. Pujian yang membuat teman-teman ryeowook iri. Bahkan, ryeowook masih tidak percaya bahwa pernikahannya dengan pria seperti itu sudah akan memasuki tahun ketiga. Hati ryeowook tidak pernah terbebas dari rasa khawatir selama menjalani bahtera rumah tangga dengan yesung, tapi sebenarnya ryeowook tahu yesung tidak pernah selingkuh selama ini, karena walaupun cinta mereka yang berkobar saat mereka masih berpacaran sudah memudar, gairah diantara mereka tidak pernah memudar. Konyol. Kenapa bisa begini?
ryeowook pernah membuat patung marmer yang menyerupai wajah suaminya, sebuah karya seni mungil yang dipahat dengan penuh cinta. Ryeowook memberikan patung tersebut kepada yesung, tapi ia tidak tahu di mana yesung menyimpannya. Ryeowook tidak pernah melihat patung itu di ruang kerja yesung maupun di mobilnya. Mungkin telah hilang.
Keheningan mengalir untuk sesaat setelah sebuah lagu selesai mengalun. ryeowook mengulurkan tangannya untuk melepas dasi yesung karena dasi itu terlihat menyesakkan. Lagu Aria yang menyedihkan kembali mengalun.
"Hmm…"
yesung terbangun dan terlihat kebingungan. Ryeowook segera menarik tangannya, tapi yesung menangkap tangan ryeowook dan tak kunjung melepaskannya.
"Aku takut kau merasa tidak nyaman saat tidur, jadi aku melepas dasimu."
"Iya."
ryeowook mengartikan 'iya' yang keluar dari mulut yesung sebagai tanda bahwa yesung sudah cukup puas dengan penjelasannya. Namun, kenapa yesung tidak kunjung melepas tangan ryeowook? Kenapa yesung terus menggenggam tangan ryeowook dan menatap matanya? Padahal, hari ini ryeowook mengenakan cincin kawin mereka. Ryeowook mengerahkan tenaganya dan mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan yesung . Namun, sia-sia.
"Diam sebentar."
"Kenapa? Lepaskan aku. Maaf karena telah membangunkanmu. Karena sekarang kau sudah bangun, lebih baik kita ke Seong Bok-Dong."
"Hari ini kita tidak perlu ke Seong Bok-Dong."
"Hah? Kenapa? Kapan kau menelepon Ibu?"
"Iya. Cerewet."
Kalau ryeowook digolongkan sebagai seorang cerewet, mungkin ia adalah orang cerewet yang paling pendiam di seluruh dunia. ryeowook selalu menelan kembali ribuan kalimat yang ingin diucapkannya, tapi bagi yesung, ryeowook hanyalah orang cerewet . ryeowook tidak pernah sadar bahwa yesung hanya ingin menggoda dirinya saat memanggilnya cerewet ketika mereka masih berpacaran. Akan tetapi, ryeowook sudah terlanjur kesal
dengan tuduhan tidak beralasan itu. Bahkan, ryeowook tidak menyadarinya hingga saat ini, karena kemampuan berkomunikasi yesung memang sangat buruk.
"Kapan kau masuk?"
"Sekitar tiga puluh menit yang lalu. Tadi mendung sekali, jadi aku masuk ke dalam mobil. Angin sangat kencang, awan hitam bergerak cepat… sepertinya hujan deras akan berlangsung lama."
"Iya."
"Kau tidak mau pulang?"
"Kau mau pulang?"
"…"
"Kita tidak perlu ke Seong Bok-Dong. Aku sudah menelepon Ibu saat kau di luar. Kau mau memandang hujan dulu sebelum pulang? Sepertinya hujan di sini sangat berbeda dengan hujan di tengah kota. Lalu, kita bisa makan malam di Seoul kalau kita pulang terlalu larut."
"Benar? Memandang hujan di sini lalu pulang ke rumah? Lalu makan di luar? … tapi Seong Bok-Dong."
"Tidak apa. Kalau kau memang khawatir, kita bisa pergi ke sana sekarang. Tapi… aku lebih memilih memandang hujan di sini."
"aku, aku juga! Aku mau melihat hujan. Kabut tebal sudah terlihat di tepi sungai. Pasti cantik, deh… ayolihat."
"Iya."
ryeowook hanya bisa memajukan bibirnya mendengar kata-kata pilihan suaminya yang membosankan. Ryeowook pasti takkan memajukan bibirnya seperti itu jika ia tahu yesung sedang memandangi wajahnya sejak tadi. yesung mengusap bibir bawah ryeowook dengan jarinya. Ryeowook membelalakkan matanya karena terkejut. yesung tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajah ryeowook. Ia geli melihat ryeowook yang selalu lebih dulu bertindak daripada berpikir.
"Kenapa? Kau kesal?"
Berbiara dengan nyaman bersama yesung, saling berpandangan, berada dalam jarak sedekat ini sampai bisa merasakan hembusan napas yesung, senyuman yesung. Entah sudah berapa lama. Ketegangan ryeowook yang sebelumnya tidak pernah hilang, perlahan mencair.
"Kau harus mengatakannya padaku, wookie."
Suara rendah yesung menyadarkan ryeowook dari pikirannya dan membawanya kembali ke kenyataan. ryeowook berusaha keras untuk mengumpulkan seluruh konsentrasinya. ryeowook memang kekanakan, selalu bersikap seperti anak berusia tujuh tahun. Semakin yesung bertanya, semakin kesal wajah ryeowook. Namun, yesung akan semakin senang menggoda ryeowook jika ryeowook terlihat memajukan bibirnya atau sedang kesal.
"wookie, kau tidak mau bicara?"
"Tidak ada yang ingin kubicarakan."
"Tapi sepertinya banyak yang ingin kau ungkapkan."
"Tidak."
yesung terus bertanya kepada ryeowook, tapi ia sedikit ragu meneruskan interogasinya, karena ia tidak ingin menghancurkan sore yang spesial ini. yesung menghela napas panjang, merapikan rambut ryeowook yang menempel di dahi, bangun sebentar, lalu duduk kembali di kursinya dengan tenang. Cantik… Kilat melintas di langit dengan cepat. ryeowook merasa tegang, dan duduk semakin dalam di kursinya. Sebentar lagi pasti terdengar suara petir.
Benar!
Bunyi petir itu sangat mirip lagu kemarahan Dewa Petir Kilat , yang diperdengarkan oleh penduduk pribumi saat keduanya menghabiskan bulan madu di Maladewa yang tergeletak di Samudra Hindia. Suara petir yang menggelegar bagaikan menyusup ke
dada dan kepala ryeowook.
"oppa, aku teringat bulan madu kita."
"Iya, aku juga."
"Pertunjukan drum… yang bagus tapi menakutkan."
"Boduberu."
"Benar, nama drum itu Boduberu!"
yesung memilih Maladewa sebagailokasi bulan madu mereka. Sebenarnya,yesung berencana untuk pergi kesebuah vila pinggir pantai di Malibu,Los Angeles, dan ingin beristirahat disana selama sekitar seminggu. Namun,ryeowook salah membaca antara Malibudan Maladewa saat memesan tiketpesawat, sehingga mereka berduaharus pergi ke arah yang benar-benarberlawanan. Bahkan, peri yang pergimencari surga tropis akan merasabosan dan kelelahan karena jalan sulityang harus ditempuh untuk tiba diMaladewa.
Mereka harus menghabiskan waktuselama empat jam di dalam pesawatdari Singapura, dan tiba di kepulauanMaladewa di tengah malam yang gelap.Mereka menunggu kebingungan dibandara internasional Maladewa, disebuah ruang tunggu yang lebih cocok
dikatakan sebagai ruangan di terminalbus kampung. Tidak ada saranatransportasi yang masih beroperasi ditengah malam, sehingga mereka tidaktahu bagaimana cara menuju tempatresort yang telah mereka pesan.
"Assalamu'alaikum? Apa Anda berduaMister dan Mistress Kim yang datangdari Korea?"
Terdengar seseorang yang berbahasaInggris dengan logat yang sangataneh. Ternyata dewa penyelamatmereka telah datang. Ia seorangMuslim berkulit gelap khas AsiaSelatan dan memiliki mata bulat yangbersinar. Dewa penyelamat. Ternyata,dewa penyelamat itu adalah pemanduyang dikirim oleh resort yang telahmereka pesan. Berkat dewapenyelamat itu, yesung dan ryeowook dapat naik kapal menuju Pulau Maledan beristirahat dengan cukup disebuah hotel mewah.
Setelah matahari terbit keesokanharinya, yesung dan ryeowookmenikmati surga di hadapan merekasepuasnya. Mereka naik helikopterselama tiga puluh menit dari PulauMale menuju pulau yang memancarkancahaya biru. Koral berwarna-warniterlihat dari permukaan lautkeunguan, pasir putih membentangluas, resort mewah memancarkansuasana tropis yang eksotis. Bahkankeindahan surga yang sering munculdalam mimpi mereka tidak dapatdibandingkan dengan keindahan tempatini.
"Waah, tempat ini benar-benar surgauntuk bermalas-malasan."
Udara terasa hangat dan air lautbegitu menyegarkan, bahkan pasir dipulau itu juga penuh kehangatan. Busahangat memenuhi Jacuzzi bungalowyang mereka tempati. Rasa kantuklangsung mengalir saat ryeowookmelihat tempat itu. Ia ingin tidurnyenyak dan tidak ingin bangun lagi.Bagi orang seperti ryeowook, tempat iniadalah surga yang tidak adatandingannya.Kolam renang pribadi yang terletaktepat di depan kamar tidur mereka
memantulkan cahaya langit kebiruannan menyilaukan, membuat rasa kantukryeowook makin tak tertahankan danmembuatnya berbicara sendiri. Namun,ryeowook yang selama ini menganggapbahwa beristirahat adalah 'tidakmelakukan apa-apa', tidak punyapilihan selain tidur.sepertinya, arti kataberistirahat bagi yesung sangatberbeda dengan ryeowook. Yesungberlari mengelilingi pulau dari pagihingga malam. Ia juga selalu pergi kepantai untuk menyelam.
"yesung, kita kan ke sini untukberistirahat. Kenapa kau malah sibuksekali, sih?"
"Kalau tidak begitu, aku jadi tidak adakerjaan."
"Waaah, kita kan punya hak untuktidak melakukan apa-apa."
"Kau saja yang pakai hak itu. Aku jadisakit kalau tidak mengerjakan apa-apa."
"Apa? Bulan madu macam apa ini?Mungkin hanya kita pasangan suamiistri yang menghabiskan bulan madusecara terpisah."
Keduanya saling menggerutu, tapisebenarnya mereka tidak keberatansama sekali. Mereka adalah dua orangyang memiliki persepsi berbeda akanmakna 'beristirahat' dan merekamerasa akan lebih baik jikamenghabiskan waktu sendirian,daripada harus mengikuti cara
pasangan mereka. Ah, tapi bukanberarti mereka tidak menghabiskanwaktu bersama-sama sekali.
"Pulau tak berpenghuni?" tanyaryeowook.
"Iya. Sepertinya mereka akanmengantarkan kita menggunakan kapaldi pagi hari dan menjemput kita malamharinya. Kita akan segera bosan kalauberada di pulau ini terus terusan, maucoba ke sana?"
"Aku 100% setuju asal tidak kelaparandan bisa tidur nyenyak!"
Pulau tak berpenghuni itu tidak jauhberbeda dengan pulau yang merekatempati, hanya ukuran lebih kecil.Cahaya matahari yang sama, pasirputih yang sama, tapi hanya mereka
berdua yang ada di pulau kecil itu. Apayang dipikirkan pasangan pengantinbaru yang lain saat mereka ke sini?Tidur siang? Menyelam? Jogging?Hihihi. Ada satu jawaban yang lebih
masuk akal dan pasti disetujui olehsemua pasangan.Di pulau tak berpenghuni itu, ryeowook dan yesung menjalani bulan madumereka semalaman.
Sesuai janji, tibalah perahu yangdatang untuk menjemput mereka saathari mulai gelap. Mereka kembali keresort diiringi angin yangmenyegarkan. Sesampainya di resort,meja makan malam yang indah telahmenunggu mereka di depan bungalowyang mereka tinggali. Makanan lautyang baru ditangkap dari SamudraHindia, berbagai macam buah yang bisadibilang mewah di pulau ini, dansayuran segar. Fajar yang mulaitenggelam dan lilin batok kelapa yangmenyela terang diletakkan di sekelilingmeja makan, seperti mimpi. Semuaperempuan pasti hanya bisamengeluarkan kekaguman darimulutnya jika disambut makan malamseromantis ini.
"Seperti mimpi."
"Untunglah."
Ya ampun. yesung masih sajamengungkapkan perasaannya hanyadengan satu kata. Namun, reaksiyesung yang tidak peka tidakmemengaruhi perasaan ryeowook saatitu.
Cahaya bulan, yang lebih terang daricahaya bulan di kota mana pun,menyirami mereka berdua. Tidak lamakemudian, pertunjukkan kebudayaantradisional Maladewa yangdipersembahkan khusus untuk keduanyapun dimulai. Pertunjukkan agung yangsudah ada sebelum Islam memasukikehidupan masyarakat Maladewa.Genderang yang sangat besar mulaimasuk ke atas panggung. Parapenduduk pribumi menarikan gerakan-gerakan primitif khas pulau itu dengansemangat, diiringi alunan musikmisterius. Tanpa disadari, jantungmereka pun berdetak seirama denganalunan musik yang misterius.Boduberu. Nama genderang raksasa ituadalah Boduberu.
Waktu yang kosong itu diisi oleh kenangan-kenangan akan tarian liar, yang mirip petir di tempat terpencil ini. Keduanya tenggelam dalam kenangan masing-masing. Tempat impian mereka berdua, yang tersenyum sambil memandangi langit biru dan awan tebal. Akhirnya, mereka saling menatap, sambil mengingat sosok mereka yang bercahaya saat berada di
pulau di tengah Samudra Hindia.
"Kilat dan petir sudah berhenti, tapi hujan… masih turun. Kupikir kilat, petir, dan hujan merupakan satu kesatuan, ternyata mereka terpisah. Benar, kan?"
"Hmph!"
"Jangan tertawa. Benar, aku adalah orang Seoul yang mengira bahwa beras keluar dari buah pohon padi. Jangan tertawa!"
"Po, Pohon padi? Hahaha…"
yesung tertawa sendirian melihat pipi ryeowook yang memerah karena malu. Hujan bertambah deras, seakan menyambut suara tawa yesung. yesung kemudian menyalakan wiper mobil dengan kecepatan penuh. Lalu, yesung dan ryeowook tiba-tiba saling bertatapan bak sedang terhipnotis. Aria yang menyedihkan. Tetesan hujan yang turun dengan deras di atas atap mobil. Suara itu. Suara tetesan hujan memendam suara napas yesung dan ryeowoo. Kehangatan yang keluar dalam setiap hembusan napas mereka membuat kaca mobil berembun. Semuanya jadi terlihat putih. Sesuatu yang tidak dapat dihindari.
"wookie"
"Iya."
Yesung mengangkat ryeowook dan mendudukkannya di pangkuannya. Ketenangan suara ryeowook membuat yesung sangat terpana. Kerutan baru muncul di tengah dahi yesung. Tiba- tiba ryeowook mengecup kerutan itu.
"oppa, waktu aku pertama kali melihatmu… alis ini, aku benar-benar menyukai alis ini. Waktu itu juga ada kerutan di sini. Aku ingin sekali menghaluskannya dengan seterika. Dan aku juga suka matamu. Jangan cemberut seperti itu. Kau selalu meninggalkan kesan yang dalam pada orang lain, jadi orang-orang akan ketakutan mendekatimu jika kau memasang muka kencang seperti itu. Kau tahu? Aku merasa kau semakin menjauh dariku. Kita sudah hidup bersama selama tiga tahun, tapi kau masih terasa asing bagiku. Masih... bahkan bertambah… aku jadi sedih. Aku mengasihani diriku sendiri dan jadi membencimu. Mem… benci. Terus- terusan…"
'Bukan ini yang kuharapkan. Aku tidak tahu ryeowook menyimpan perasaan seperti ini. Tanpa air mata, dengan ekspresi yang mengoyak-ngoyak hatiku, ia berkata seperti itu.' Batin yesung.
"Aku hanya seseorang yang cerewet, seseorang yang bodoh. Aku mengenal keluarga mertua dengan cara yang konyol. Aku hanya seorang pemaksa yang kekanakan. Bagaimana bisa kau
bersabar untuk hidup bersamaku? Kau lelaki hebat. Kau masih muda, pintar, penghasilanmu juga sangat besar. Bahkan, wajahmu sangat tampan. Bagaimana bisa orang sehebat itu bersabar dan hidup bersamaku? Aku ingin tahu. Ingin tahu, sungguh…"
"…"
Karena cinta. Harusnya yesung berkata pada ryeowook bahwa ia memilih untuk hidup bersama ryeowook karena yesung hanya mencintai ryeowook seorang. Namun akhirnya, yesung tidak bisa mengatakan hal itu karena ada sesuatu yang membuat lidahnya kelu. Suara yang yesung pikir telah terlupakan kembali lagi ke kepalanya. Lalu, suara istrinya yang lemah terus terdengar di telinganya.
"Kenapa kau rela bersabar dan hidup bersamaku? Hah? Aku ini, aku… kau ingin tahu apakah aku masih mencintaimu? Aku, aku rela bersabar dan hidup bersamamu karena aku mencintaimu! Tapi, kau…? Kenapa kau rela bersabar dan hidup bersamaku? Kadang… aku berpikir cinta tidak bisa… bukan… pernikahan tidak bisa menyelesaikan… segala hal. Hari ini aku banyak bicara, ya? Maaf, oppa. Sepertinya aku terbawa suasana. Maaf."
ryeowook mengatakan ia mencintai yesung, karena itulah ia rela bersabar dan hidup bersama yesung. ryeowook juga berkata bahwa cinta bukanlah segalanya, bahkan ryeowook meminta maaf. Hati yesung bagaikan akan meledak. yesung tidak pernah mengira keberadaannya merupakan sesuatu yang begitu membebankan bagi ryeowook, hingga ryeowook harus rela bersabar untuk menahan segalanya.
'kupikir ia hanya ketakutan dan sedih karena semuanya menjadi jauh lebih asing dibandingkan dengan dulu. Namun, ia bilang ia rela bersabar untuk hidup bersamaku?
Apa lagi yang tadi ia katakan? Cinta bukan segalanya? Masalah apa yang menimpanya sampai ia seputus asa ini, hingga ia tidak bisa menceritakannya kepada aku yang sebagai suaminya sendiri? Padahal, aku sangat menyukai ryeowook yang cerewet .' begitulah batin yesung.
Selama ini ryeowook menganggap yesung selalu meledek kecerewetannya, tapi sebenarnya yesung selalu menikmati celotehan ryeowook. Dulu, ryeowook selalu mengutarakan apa pun yang ia pikirkan dan rasakan. Namun entah sejak kapan, mulut ryeowook mulai tertutup rapat. Sejak kapan? Pertanyaan yang tak berujung. Pertanyaan yang tidak bisa dijawab.
Hujan yang turun di luar terlihat tidak biasa. Terlalu deras dan terlalu lama. ryeowook tertidur di pelukan yesung setelah melemparkan pertanyaan- pertanyaan yang menjadi PR bagi yesung. Hari masih sore, tapi langit sudah ssangat gelap. yesung tidaktahu kepan hujan akan berhenti. yesung tidak dapat melihat apa-apa dari kaca mobil yang berembun. Jantung yesung berdetak seirama dengan napas ryeowook. Sepertinya kemampuan lagu Shin Young
Wook untuk menidurkan seseorang sangat bagus. Awalnya yesunglah yang tertidur setelah mendengarkan, kali ini giliran ryeowook yang tertidur. yesung juga mulai mengantuk lagi.
"Aku juga mencintaimu, ryeowook. Aku tidak bisa hidup tanpamu."
Pengakuan yesung yang takkan pernah dapat di dengar oleh ryeowook hilang terisap oleh alunan Aria dan hujan yang turun dengan deras.
TBC
done. yang baca tengkyu. yang mau review monngo disekecaa ken^^
