After The Wedding
Genre : Romance & Drama
Rate : T
Ini FF Remake dari novel karangan Kim Ji Oh"After The Wedding". Saya hanya mengedit nama tokoh, dan sedikit mengubah bahasa cerita. Typo dimana-mana.
Pairing : Yewook. Yang lain temukan sendiri. GS
Nb:
Maap jika banyak typo dimana-mana. Saya benar-benar gak ada waktu buat ngedit lagi. Typo itu seni hahaha -_- menciptakan bahasa baru /gak. Thanks yang mau baca dan review.
DLDR
Chapter 10
.
.
.
Suatu hari, setelah lbih dari tiga bulan berlalu. Ryeowook dibuat kewalahan oleh ulah serin yang sudah berusia seratus hari. Ibu ryeowook memeluk dan menggendong cucunya, seakan sudah menunggu-nunggu melakukan hal itu daritadi. Ryeowook menjadi kelelahan dan uring-uringan karena putrinya. Wajah anaknya membuat ryeowook bertambah kesal. Selama ini ia memohon agar anaknya mirip dengan yesung. Namun, ternyata wajahnya mirip sekali dengannya, tampak seperti yang dibuat oleh ryeowook sendirian tanpa bantuan yesung kkk. Seperti pinang dibelah dua. Bahkan sifat mereka juga sangat mirip.
Hubungan ryeowook dan ibu mertuanya masih tetap sama, tapi ryeowook dapat merasakan kasih sayang ibu yesung kepada cucunya sangatlah tulus. Ryeowook takkan pernah melupakan ibu yesung –yang seumur hidupnya belum pernah melahirkan seorang anak pun- langsung memeluk cucunya saat baru lahir, dengan wajah yang sangat tulus. Jika suaminya tidak turun tangan dan berkata lepaskan dengan nada dingin, ibu yesung akan terus-terusan menggendong yang masih belum dapat membuka matanya itu. Pada akhirnya, tidak ada yang berubah. Bagi ibu yesung, ryeowook tetap menantu yang tidak disukai. Ryeowook tidak mengerti kenapa ibu yesung sangat menyayangi cucunya, tapi tidak menyukainya.
Kring
"ryeowook, angkat telponnya."
"baik, baik."
"halo."
"kenapa? Kau sedang marah?"
Ryeowook menjawab telpon dengan penuh kekesalan. Yesung mendengar suara tinggi istrinya terdiam sebentar, lalu bertanya kepada ryeowook. Akhir-akhir ini yesunglah orang yang paling sering dijadikan tempat pelampiasan oleh ibunya, ibu ryeowook, dan ryeowook.
"kau lelah ya? Titipkan saja Se Rin pada ibu mertua, pulanglah dan istirahat yang cukup. Baiklah-baiklah oppa jemput."
Yesung mampir ke banpho sepulang kerja, menjemput ryeowook dan menitipkan se rin disana. Setelah masuk mobil keluh kesah ryeowook tidak berhenti, sementara yesung mendengarkan ryeowook dengan wajah pasrah. Yesung memikirkan cara untuk menghibur istrinya yang sedang kesal. Cara yang sudah ditahannya selama beberapa bulan walau ia sangat melakukannya. Cara yang seratus persen akan berhasil asal ryeowook mau meresponnya, sehingga yesung memutuskan memulai menyentuh ryeowook sejak menginjakkan kaki di depan pintu utama.
.
.
"oppa kau mendengar sesuatu?"
Ryeowook terbangun saat mendengar sebuah suara samar. Sedangkan yesung menyusup kedalam selimut karena merasa terganggu. Ryeowook menghela napas dan bangun dari tidurnya da mencari ponsel yesung dan mengangkatnya belum sempat mengucapkan halo si penelpon sudah berbicara panjang lebar.
"pak diretktur, sudah diperbaiki! Saya sedang di insadong. Sekarang anda bisa tenang."
Ryeowook memastikan kembali layar ponsel yesung, ia bingung apa yang sudah diperbaiki dengan wajah kebingungan ia menempelkan ponsel ketelinganya lagi. Ryeowook berpura-pura batuk kecil, lalu memulai pembicaraan.
"mmm... apa anda sekertaris pak direktur? Sekarang beliau sedang tidur. Mau dibangunkan? Kalau memang mendesak aku akan membangunkannya. Memang apa yang sudah di perbaiki?"
"ah nyonya besar.. ya ampun.. itu.. patung buatan nyonya besar. Patung yang diatas meja pak direktur. Tadi pagi sekertaris perempuab yang baru menjatuhkannya sampai pecah. Pak direktur benar-benar marah dan menakutkan. Jadi saya bawa ke insadong untuk memperbaikinya dan hasilnya sempurna."
"ohh begitu ya. Terima kasih."
Patung buatan ryeowook, yang ia kira telah dihilangkan oleh yesung ternyata diletakkan di meja kerja yesung. Hati ryeowook yang selama ini sedih tiba-tiba dipenuhi bunga yang bermekaran di musim semi.
"dari siapa?" suara yesung membuat ryeowook menolehkan kepalanya.
"sekertaris jung."
"mwo? Maaf. Harusnya ia tidak memberitaumu. Tangan perempuan bodoh itu bergerak kesana kemari hingga akhirnya memecahkan patung buatanmu"
"tidak apa, katanya sudah diperbaiki, kok. Oppa tidak memecatnya kan?"
"aku langsung memecatnya. Aku tidak mau melihat perempuan itu melakukan hal bodoh dihari pertamanya bekerja."
"oppa..."
Ryeowook merasa simpati. Yesung telah menghancurkan hari perdana perempuan itu karena peristiwa sepele. Ryeowook mengusap punggung yesung, yesung langsung bereaksi karena sentuhan ryeowook.
"suruh ia kembali ke kantor oppa. Katanya, oppa membuat orang disekitarmu kesulitan saat aku berada di jeju. Memecat karena melakukan kesalahan untuk pertama kalinya sepertinya agak keterlaluan. Suruh ia kembali ya oppa, ya ya ya?"
Ryeowook terus merayu yesung hingga yesung mengatakan akan menyuruh perempuan itu kembali. Tangan yesung terulur menyentuh pipi ryeowook. Mengusap-usap pipi ryeowook. Memuaskan diri menikmati kecantikan sang istri. Ryeowook tertawa kecil, membalas kasih sayang yesung. Memberikan seluruh diri dan cintanya pada sang suami. Mereka saling berpelukan. Saling dan menghirup udara yang sama. Keintiman, gairah, kemesraan, dan cinta, memadukan mereka berdua.
"aku mencintaimu ryeowook. Hanya kau, hanya kau seoranghh..." desah yesung.
Puncak kepuasan yang merupakan salah satu bahasa cinta, bahasa cinta yang paling sejati. Yesung mencintai ryeowook dan ryeowook mencintai yesung.
the end
ahh akhirnya tamat juga ;-; sumpah saya merasa kecepetan ngeremake ini novel. dan lagi lagi saya gak sempat ngedit. typo dimana mana.
sampai ketemu di ff selanjutnya. entah kapan saya mau mengistirahatkan punggung saya.
thanks a lot guys.
-sjmungil-
