Hai jumpa lagi sama author yang sweet ini! Hmm…maaf mem-publish chapter 2 lama, sebab banyak faktor-faktor yang membuat saya susah mem-publish. Yaitu,

1. Tidak punya pulsa untuk main internet di komputer.

2. Otak author lagi buntu.

3. Banyak tugas-tugas sekolah yang belum siap, kan reader tau bahwa status author masih pelajar!

4. Sebentar lagi mau ujian kenaikan kelas, jadi harus belajar keras, dan

5. Selalu ada kata-kata malas untuk menulis cerita.

Tapi, mudah-mudahan saja semua faktor-faktor itu tidak menghambat berjalannya

cerita ini! Terlebih dahulu balas review yang ga login dulu :

Meilisa Mahrani : Iya makasih ya, udah review.

Oke langsung saja ini this is my story!

Please smile and happy reading!

Waiting You

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated : T

Pairing : SasoSaku slight GaaSaku

Summary: Hidup ini tak selamanya berjalan sesuai kehendak kita. Kadang hidup ini tak adil,

tapi itulah resiko dalam menjalaninya. Biarlah takdir yang menentukan jalan hidup kita. Sesuatu yang sangat

membosankan dalam hidup ini yaitu menanti seseorang, yang pada akhirnya menjadi penantian sia-sia.

Don't Like? Don't, Read

Tok…tok…tok…

Suara pintu menghentikan kegiatan Sakura.

"Iya tunggu sebentar!" seru gadis berambut pink itu sambil membukakan pintu kamarnya.

"Kenapa matamu merah seperti habis menangis?" tanya Kaasan penasaran.

"Oh itu…itu…tadi sewaktu aku membukakan jendela kamarku, ada debu jadi kena mataku deh!" ucap Sakura terbata-bata sambil mengusap-usap matanya.

"Hmm… lain kali lebih hati-hati lagi ya!" saran Kaasan pada Sakura.

"Hn… iya Kaasan," seru Sakura

"Sakura, Kaasan pergi keluar sebentar ya! Jaga rumah." Ucap Kaasan

"Iya…, memangnya Kaasan mau kemana?" tanya Sakura penasaran

"Kaasan ada urusan sebentar ke rumah teman Kaasan, ada yang ingin kami bicarakan!" seru Kaasan sambil tersenyum pada anaknya.

"Baiklah, hati-hati di jalan ya Kaasan," ucap Sakura sabil menatap wajah Kaasannya.

* Esoknya *

.At School….

Teng…teng…teng…

Bunyi bel istirahat kedua pun berbunyi, para siswa KHS berhampuran keluar kelas.

"Ino, 2 hari lagi adalah pesta hallowen apa kau sudah punya pasangan?" tanya Sakura pada gadis berambut pony tail itu.

"Sudah" ucap Ino sambil tersenyum pada Sakura.

"Siapa? Kasih tau aku dong" ucap Sakura sambil menggoyangkan bahu Ino.

"Dia itu Inuzuka Kiba…, dia yang mengajakku dan ku iyakan, daripada aku tidak ada pasangan lebih baik dia kan?" Kata Ino sambil tersenyum pada Sakura.

"Hmm… bagus deh!" seru Sakura membalas senyuman Ino.

"Tapi apa kau sudah punya pasangan?" tanya Ino pada Sakura.

"Belum…, paling-paling nanti aku disana duduk-duduk dan melamun saja!" ucap Sakura sambil cemberut.

"Tenanglah! Pasti ada yang mau jadi pasanganmu di pesta hallowen nanti. Jangan cemberut terus dong! Nanti cepat tua." Seru Ino.

"Mudah-mudahan saja ada yang mau" ucap Sakura lirih.

"Oh iya tadi aku dengar-dengar dari para siswa, bahwa ada murid baru 2 orang yang akan masuk ke kelas kita besok." Ucap Ino pada temannya yang berambut pink yang sedang membaca novel.

"Murid baru ya? Heh…kenapa setiap ada murid baru disini pasti masuknya ke kelas XII-B bukan ke kelas yang lain?" Tanya Sakura sambil terus membaca novelnya.

"Ya mana ku tahu!" seru Ino sambil duduk di samping Sakura.

"Oh iya, Tenten kok tidak datang ya?" tanya Sakura pada Ino.

"Oh…aku dengar-dengar sih, katanya dia udah pindah dari sekolah ini." Ucap Ino pada Sakura.

"Apa? Tidak mungkin? Kenapa dia pindah?" tanya Sakura sambil memegang bahu Ino.

"Hmmm…sepertinya dia malu bertemu Neji setiap hari di kelas, jadi dia pindah deh!" jawab Ino pada Sakura yang sedang terkejut.

"Apa di bilang mau pindah ke sekolah mana?" tanya Sakura sambil menatap Ino.

"Tidak ada yang tahu, kepala sekolah dan para sensei telah merahasiakan kepindahan Tenten. Sepertinya dia malu sekali pada kita, sampai-sampai dia tidak memberitahukan dimana dia pindah." Jawab Ino panjang lebar.

"Kasihan kau Tenten,aku tahu apa yang kau rasakan sekarang!" batin Sakura dalam hati.

Teng…teng…teng..

Bunyi bel masuk pun berbunyi, para siswa KHS berhamburan memasuki kelas masing-masing…

Jiraiya-sensei memasuki kelas XII-B dan mulai mengajar.

"Murid-murid ku yang manis-manis dan ganteng-ganteng! Sensei beritahukan lagi agar jangan lupa membawa pasangan masing-masing ke pesta hallowen yang akan diadakan 2 hari lagi." Ucap sensei pada muridnya.

"Iya, sensei!" seru murid-murid serentak.

"Bagus ingat itu ya! Kalau begitu mari kita kembali belajar." Ucap Jiraiya-sensei pada murid-muridnya.

*1 jam kemudian*

Teng…teng…teng…

Bel pelajaran usai pun berbunyi, para siswa berhamburan keluar kelas dan pulang ke rumah masing-masing.

"Sakura kau mau pulang bersamaku?" tanya Ino sambil membuka kaca mobilnya.

"Hmm…tidak usah aku pulang sendiri saja" jawab Sakura sambil tersenyum.

"Oh benar nih, tidak mau pulang sama aku?" tanya Ino memastikan ucapan Sakura.

"Tidak usah, kau pulanglah duluan." Jawab Sakura sambil membalas senyuman Ino.

"Sayounara Sakura!" seru Ino pada Sakura.

"Sayounara Ino!" ucap Sakura sambil melambaikan tangannya.

At Home…

"Aku pulang!" seru Sakura sambil memasuki rumahnya.

"Oh, kau sudah pulang? Ayo makan!"ucap Kaasan pada Sakura.

Sakura pun duduk di bangku lalu berdoa.

"Itadakimasu!" seru Sakura pada Kaasannya, lalu memakan makanannya.

"Makan yang banyak, supaya sehat," kata Kaasan sambil tersenyum pada anaknya.

"Hmmm…." Ucap Sakura sambil tersenyum.

…../?$?/…..

Sakura berdiri di dekat jendela kamarnya, lalu membukanya dan menatap bulan yang hanya sendiri di langit, dan menampakkan raut muka sedih.

"Bulan yang indah, kapan kau bertemu pasanganmu? Kau tahu aku ini sepertimu sendirian tanpa pasangan. Apa sekarang kau sedang sedih karena sendiri? Tenanglah aku selalu ada disini bersamamu ." ucap Sakura lirih.

*Esoknya*

"Kaasan…Sakura pergi dulu ya!" ucap Sakura sambil berjalan ke luar pintu.

"Ki o Tsuke te kudasai, Sakura! Sayounara…" Ucap Kaasan sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.

"Sayounara, Kaasan!" seru Sakura sambil melambaikan tangannya dan pergi ke sekolah.

At School…

"Ohayou Gozaimasu! Sakura…" seru Ino sambil tersenyum pada temannya yang berambut pink itu.

"Ohayou Gozaimasu Ino!" ucap Sakura sambil membalas senyuman Ino.

"Ayo kita masuk ke kelas," ucap Ino pada Sakura.

"Hmmm…" seru Sakura sambil tersenyum.

…..!.!...

Teng…teng…teng…

Bunyi bel pertanda pelajaran dimulai pun berbunyi para siswa-siswi berhamburan masuk ke kelas masing-masing.

'Hari ini pelajaran Iruka-sensei, sangat membosankan pasti di suruh membuat puisi lalu membacanya. Huh menyebalkan!" ucap Ino pada Sakura.

'Hmmm…" kata Sakura sambil terus membaca novelnya.

"Moshi-moshi, ogenki desu ka?" tanya Iruka-sensei pada murid-muridnya.

"Hai, genki desu!" seru murid-murid serentak.

"Baiklah, kita kedatangan murid baru 2 orang. Ayo kalian masuk!" seru Iruka-sensei pada 2 anak baru itu.

Tampaklah 2 laki-laki yang satu berambut merah dengan warna hitam disekitar matanya dan tato ai (cinta) di keningnya. Dan yang satu lagi berambut warna merah dengan kulit yang putih.

"Ayo perkenalkan satu-satu nama kalian!" seru Iruka-sensei pada 2 anak baru itu.

"Moshi-moshi, Hajimemashite watashiwa Akatsuna No Sasori desu, douzo yoroshiku onegai shimasu." Ucap Sasori sambil memasang wajah datar.

"Ohayou gozaimasu! Watashiwa Sabaku no Gaara desu, douzo yoroshiku onegai shimasu" ucap Gaara.

"Kalau begitu, Sasori kau duduk di bangku yang kosong yang paling sudut, dan kau Gaara duduk di samping Sakura dan kau Ino duduk di samping Sasuke" ucap Iruka-sensei pada Sasori dan Gaara serta Ino.

"Apaaa…? Kenapa aku dipindahkan?" tanya Ino pada Iruka-sensei.

"Kalau kau bersama Sakura, maka kalian akan cakap-cakap. Jadi kau lebih baik pindah saja supaya tidak cakap-cakap lagi." Ucap Iruka-sensei pada Ino.

"Huh…menyebalkan!" sahut Ino dalam hati.

Ino pun membawa tasnya dan pindah ke samping Sasuke dan Gaara pun duduk di samping Sakura. Pelajaran pun dimulai para siswa belajar dengan hening.

Teng…teng…teng….

Para siswa berhamburan keluar kelas untuk istirahat.

"Hai…! Aku Sabaku no Gaara. Namamu siapa?" tanya Gaara sambil mengulurkan tangannya pada Sakura.

"Hmm…namaku Haruno Sakura. Salam kenal." Ucap Sakura sambil mengulurkan tangannya pada Gaara dan tersenyum.

"Bisakah kau menunjukkan tempat-tempat di sekolah ini?" tanya Gaara sambil berdiri dan menatap Sakura yang sedang membaca novel.

"Hah…?" tanya Sakura sambil menatap Gaara.

"Kalau hahitu berarti iya. Kalau begitu ayo kita pergi berkeliling sekolah ini." Ucap Gaara sambil menggenggam tangan Sakura dan spontan membuat Sakura terkejut.

Gaara dan Sakura pun pergi keluar kelas dan berkeliling sekolah.

"Hei… kau tidak ke kantin?" tanya Ino pada laki-laki yang berambut raven itu.

"Hn…" ucap Sasuke singkat.

"apa arti hn mu itu?" tanya Ino penasaran.

"Hn…" jawab Sasuke dengan wajah datar.

"Huh, dasar menyebalkan!" ucap Ino sambil cemberut.

Teng…teng…teng…

Bunyi bel tanda istirahat usai pun berbunyi, para siswa memasuki kelas masing-masing.

Sakura dan Gaara pun memasuki kelas mereka.

"Sakura, kau dari mana saja?" tanya Ino pada Sakura.

"Hm…aku tadi menunjukkan tempat-tempat di sekolah ini pada Gaara" ucap Sakura sambil membuka novelnya dan mulai membacanya kembali.

"Oh kenapa kalian tidak mengajakku?" tanya Ino pada Sakura.

"Hm…iya maaf!" jawab Sakura tanpa mengalihkan matanya dari novelnya itu.

Tanpa mereka sadari ternyata ada sepasang mata yang melihat dan mendengar pembicaraan Sakura dan Ino.

Pelajaran pun dimulai, para siswa belajar dengan hening.

Teng…teng…teng…

"Oh akhirnya pelajaran Kurenai-sensei berakhir, ayo kita pulang Sakura" seru Ino pada Sakura.

"Oh kau duluan saja" ucap Sakura tersenyum sambil membereskan buku-bukunya.

….?"*?/….

"Sakura apa kau mau pulang bersamaku?" tanya Gaara pada Sakura.

"Eh…? Aku naik bus saja nanti aku merepotkanmu lagi," ucap Sakura pada Gaara.

"Oh tidak..tidak…, aku malah senang jika kau mau pulang bersamaku" kata Gaara sambil tersenyum.

"Bagaimana ya? Ya sudah, aku pulang bersamamu saja" jawab Sakura sambil terseyum.

"Hm… ayo naik ke kereta, tapi kau beritahukan jalan menuju rumah mu ya?" ucap Gaara pada Sakura.

"Hm..." Sakura pun naik ke kereta Gaara.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata telah memperhatikan mereka berdua, dan tampak dari raut wajahnya kekecewaan.

"Pegangan yang kuat ya!" ucap Gaara sambil melajukan kereta ninja nya menuju rumah Sakura.

Sakura pun memeluk pinggang Gaara dengan kuat, karena Gaara melajukan keretanya dengan cepat.

At Home…

"Oh ini rumah mu? Besar juga," puji Gaara sambil melihat rumah Sakura.

"Hm…, oh iya hati-hati di jalan ya dan arigatou atas tumpangannya!" ucap Sakura sambil melambaikan tangannya pada Gaara.

"Iya, sampai jumpa di sekolah Sakura" Sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya pada Sakura, lalu meninggalkan Sakura sendirian di depan rumahnya.

Sakura lalu tersenyum dan memasuki rumahnya.

...!"_"!...

Sakura pun mengganti seragam sekolahnya dengan baju rumahnya, lalu menghempaskan badannya ke tempat tidur dan memandang langit-langit kamarnya.

"Mengapa jantungku berdegup kencang saat Gaara mengedipkan matanya padaku? Apa yang terjadi padaku? Gaara kenapa kau sangat baik padaku?" Tanya Sakura dalam hati sambil memegang dadanya.

*Esoknya*

At School…

Teng…teng…teng…

Sakura pun memasuki kelasnya, dan duduk dibangkunya. Saat Sakura ingin memasukkan tasnya ke laci, dia melihat sebuah bunga mawar hitam di lacinya dan sebuah surat yang terikat pada mawar hitam itu dan ada sebuah novel yang berjudul waiting you.

"Ini dari siapa ya?" tanya Sakura dalam hati sambil mengamati bunga mawar hitam itu beserta suratnya dan mengambil novel itu lalu mengamatinya.

Sakura pun melepaskan tali pengikat yang menyatukan mawar hitam dan kertas itu, lalu membuka gulungan kertas itu dan membacanya.

To : Haruno Sakura

Aku tahu kau sangat suka membaca novel, jadi aku memberimu novel ini. Apa kau tahu apa arti bunga mawar hitam ini bagiku? Kalau menurutku bunga mawar hitam ini seperti rasa kekagumanku padamu. Bunga ini akan layu disaat bersamaan ketika aku akan menunjukkan siapa diriku sebenarnya padamu. Tunggulah aku, seperti kisah di novel yang kuberikan padamu. Ingatlah aku akan selalu ada disampingmu kapanpun dan dimanapun. Semoga kau senang atas pemberianku ini.

From : Your Secret Admirer

"Ini dari siapa? Aku tidak percaya, kalau aku punya secret admirer. Siapa dia sebenarnya?" ucap Sakura sambil meletakkan kertas itu di mejanya, dan mengamati mawar hitam beserta novel itu.

Sakura pun mengambil mawar hitam itu dan berlari keluar ke arah pintu kelasnya dan melihat ke kanan dan ke kiri, tapi dia tidak melihat siapapun yang mencurigakan di luar kelasnya. Sakura pun berjalan kembali ke bangkunya dengan wajah keheranan, dan mengamati mawar hitam itu lalu menciumnya dan tersenyum.

"Hei Sakura! Mawar hitam itu dari siapa?" tanya Ino pada Sakura yang sedang duduk di bangkunya.

"Tidak tau, tapi sepertinya dari secret admirerku. Lihatlah dia memberiku novel dan mawar hitam ini," ucap Sakura sambil menunjukkan novel dan mawar hitam itu pada Ino.

"Hmm… Waiting You…? Novel apa ini? Sepertinya ini novel zaman dulu, sangat unik." Ucap Ino sambil mengamati novel itu.

"Hmm… sepertinya begitu. Tapi kenapa aku punya secret admirer? Aku kan tidak terkenal di sekolah ini?. Apa istimewanya diriku?" tanya Sakura pada Ino yang sedang mengamati novel itu.

"Apa yang tidak mungkin sih di dunia ini? Mungkin orang itu melihat dirimu spesial. Kan setiap orang pasti punya kelebihan di dalam dirinya, dan orang itu melihat kelebihanmu itu sebagai bentuk kekagumannya padamu." Ucap Ino panjang lebar sambil menaruh novel itu keatas meja Sakura.

"Benarkah itu?" batin Sakura sambil menyimpan bunga mawar hitam itu di dalam tasnya.

"Hei… itu novel dan mawar hitam dari secret admirermu ya?" tanya Gaara yang mendengar pembicaraan Sakura dan Ino, lalu memasang wajah tidak suka melihat kedua benda yang didapat Sakura.

"Hn…begitulah!" ucap Sakura pada Gaara.

Sensei pun masuk dan mengajar, para siwa belajar dengan hening.

Teng…teng…teng…

"Sakura, apa kau mau pergi ke pesta hallowen bersamaku?" tanya Gaara pada Sakura yang sedang membaca novel pemberian secret admirernya itu.

"Hmmm…." Ucap Sakura sambil menganggukkan kepalanya.

"Benarkah? Aku jemput besok jam19:30 ya!" kata Gaara sambil tersenyum pada Sakura.

"Hmmm… iya…ya!" jawab Sakura tanpa mengalihkan perhatiannya dari novel itu.

"Hei… kalau berbicara pada seseorang itu harus melihat wajah lawan bicaranya dong!" ucap Gaara pada Sakura yang masih sibuk akan novelnya itu.

"Hmmm… iya…iya aku tahu, tapi kau kan sudah lihat aku sedang baca novel." Seru Sakura sambil mengalihkan matanya pada Gaara.

"Apa bagusnya sih, novel itu? Aku bisa memberimu novel lebih bagus dari itu dan lebih mahal serta lebih menarik ceritanya dari pada novel yang jelek ini." Ucap Gaara memasang wajah tidak suka pada novel itu.

"Tidak perlu! Jangan menghabiskan uangmu hanya dengan membeli novel yang mahal untukku. Dan jangan pernah sekali-kali kau memandang rendah novel ini, apa kau tahu isi novel ini sangat bagus dan menarik dari semua isi novel-novel yang pernah ku baca." Seru Sakura pada Gaara tanpa mengalihkan pandangan matanya dari novel itu.

"Hmmm… iya terserahmu deh!" ucap Gaara sambil melihat keluar jendela.

Teng…teng…teng…

Bel tanda istirahat selesai pun berbunyi, para siswa berhamburan memasuki kelasnya masing-masing.

Jiraiya-sensei pun memasuki kelas XII-B.

"Anak-anak, dikarenakan besok akan diadakan pesta hallowen di halaman sekolah yang akan dimulai jam 08:00 tepat, maka hari ini kalian boleh pulang." Ucap Jiraiya-sensei pada murid-muridnya.

"Horeeee….yeah….!" seru suara murid –murid memenuhi ruangan kelas itu.

"Dan jangan lupa untuk besok ya!" ucap Jiraiya-sensei sambil tersenyum.

"Ya, sensei!" ucap murid-murid serentak.

Jiraiya-sensei pun keluar kelas, dan para murid-murid berhamburan keluar kelas dan pulang ke rumah masing-masing.

….?.../…!...

"Sakura bagaimana kalau kau datang ke rumahku, dan kita bisa memilih baju-baju untuk pesta hallowen besok" kata Ino pada Sakura.

"Hmmm… baiklah!" ucap Sakura sambil terseyum pada Ino.

Mereka berdua pun pergi ke rumah Ino dengan menaiki mobil kawasaki berwarna hitam milik Ino.

.At Ino's House….

"Wah, dimana kau mendapatkan baju-baju hallowen ini?" tanya Sakura pada Ino.

"Apa kau tidak ingat? Tousan dan Kaasanku kan dulu sensei pelatih drama di KHS, jadi mereka pasti punya baju-baju hallowen ini." Ucap Ino pada Sakura.

"Oh iya… ya…! Jadi, bisakah aku pilih baju-baju ini?" tanya Sakura sambil memilih-milih baju itu.

"Oh silakan kau pilih bajunya. Dan jangan lupa harus bayar!" ucap Ino sambil meminta uang pada Sakura.

"Hah… ? harus dibayar? Masa sama teman sendiri harus dibayar?" seru Sakura sambil marah-marah.

"Ha… ha… ha… aku hanya bercanda. Gitu aja marah, tidak mungkin kan aku begitu sama temanku yang cantik ini" ucap Ino sambil tersenyum.

"Hmmm… kamu bisa aja! Ya sudah ayo kita pilih sama-sama bajunya, supaya aku cepat pulang" ucap Sakura pada Ino.

"Hn… oke boss!" seru Ino sambil hormat pada Sakura.

Mereka berdua pun memilih-milih baju yang akan dipakai untuk pesta hallowen besok.

To Be Continued

Akhirnya bisa selesaikan chapter 2 ini, sebenarnya author lagi buntu otaknya tapi author masih tetap berusaha menlanjutkan chapter 2 ini. Dan jangan lupa untuk review ya. Dan tunggu next chapternya ya!