"Nah,Arthur sekarang kau sudah tahu semuanya."
"Orang itu tampaknya berbahaya" gumamku
"Sangat berbahaya,tanpa menggertak pun sebenernya dia jenis orang yang akan melakukan lebih dari yang dikatakannya" ucap Holmes
" Kalau begitu haruskah kau ikut campur?Apa salahnya kalau dia menikah dengan gadis itu?" tanyaku heran
"Mengingat dialah pembunuh istrinya yang terakhir,menurutku jelas salah besar kalau gadis itu menikah itu bagaimana dengan klien kita?Yah, kita tak perlu membicarakannya sekarang,kalau kau sudah selesai minum teh,yuk ikut aku pulang karena Francis Bonnefoy yang bersemangat itu sudah ada di sana membawa laporannya."
KASUS KLIEN PENTING
Disclaimer:
Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya
Sherlock Holmes © Sir Arthur Conan Doyle
Pairing: Parallel Nations plus Holmes
Rating: Tebak sendirilah
Genre : Criminal/Romance yang absurd (?)/Mistery.
Warning:OOC mendewa,ABAL,ABSURD,ANEH,OOT(OUT OF TOPIC),TYPO BANYAK,Mungkin akan membuat anda merasa serangan jantung,Hipertensi naik-turun,kehidupan anda menjadi absurd se absurd absurdnya sang author GAJE dan Terserang virus memabukan,muntah-muntah,diare,pokoknya eneg (mual) dan semacamnya
Happy Reading!~
Pria Berbadan besar dan rambut berwarna pirang dan sebuah mawar yang berada di tangan kanannya,berwajah tampan yang matanya berwarna biru dan daguya sedikit ada rambur-rambut halus yang membuatnya lebih eksotis lagi ia mengikat rambutnya kebelakang memakai ikatan berwarna bendera Francis layaknya seperti personifikasi France ia memakai jas berwarna hitam dan kemejanya berwarna putih ia membuka 2 kancing atas alhasil dada bidangnya sedikit keliatan dimataku, oh tunggu dulu saya TIDAK tertarik kepada pemuda itu NO WAY!BLOODY HELL hanya saja kenyataanya pakaiannya memang sepeti itu. Francis memang punya fashion yang bagus ia memang telah menunggu di Baker Street. Di sampingnya duduk seorang wanita bertubuh ramping,wajahnya terlihat jelas ada luka kesedihan,kepedihan dan amarah yang tinggi menurutku rambutnya berwarna pirang sedikit kecoklatan panjang bergelombang dan memakai jepitan bunga untuk mempercantik penampilannya,matanya berwarna hijau emerald,berpakaian dress panjang berwarna hijau dan putih juga memakai sarung tangan berwarna putih.
"Ini miss Erizabēta Hēderuvāri" kata Francis memperkenalkan wanita itu kepada kami sambil mengayunkan tangan dan memberikan bunga mawar kepadaku dan aku mengambilnya kemudian aku memegang tangan kanan Elisabeth dan memberikan mawar merah itu kepadanya.
"Köszönöm—hogy hívnak?" [1] ucap Eliisabeth kental dengan bahasa Hungarian.
"Szívesen Arthur vagyok" [2] jawab ku memperkenalkan diri
"Te magyar vagy?"[3] tanyanya heran
"Of course not angol vagyok" [4]
"Arthur kamu bisa bahasanya? Sebenarnya kau bisa bahasa apa saja?" tanya dengan wajah yang serius
"Sobatku,bukankah aku memang ahli dalam bahasa asing dan sejarah dunia,aku kan bergelar Doktor"
Ah ya,memang saya ini personifikasi England dan saya memang kenal mereka tapi sepertinya mereka tak mengenali wajah saya,tentu saja saya pandai menyamar! Dan untungnya si Bonnefoy mesum itu tak kenal hahahahahaha! (baca: ketawa yandere dalam hati) Bloody Hell,sepertinya saya sering bertemu personifikasi Nation-tan lain apa mereka sedang berlibur di England atau ada sesuatu Shit! Apa yang dipikirkan Alferd jika dia menemukanku,tunggu dulu klien kita kan dia dan dia menyebutkan margaku Kirkland. Argh! Ini membuatku kesal saja siapa peduli dengan marga Kirkland yang sudah tercemar buruk akibat ulah kakak tertuaku Scott.
"Ah,benar juga" respon Holmes
"Apa yang membuatmu membawa Elisabeth kesini?" tanya Holmes kepada Francis
"Well,biarlah dia bicara sendiri,saya menemukannya satu jam setelah saya menerima pesan anda untuk mencari tahu tentang Roderich Elstain"
"Well, miss Elisabeth bisakah anda berbahasa Inggris?" tanya Homes berbisik ketelingaku dan responku diam kemudian saya menanyakan kepada Elisabeth langsung,sebenarnya aku tak terlalu dekat dengannya kecuali si Alferd yang dari kecil di urus denganku
"Beszélsz angolul?"[5] tanya ku
"Of course"
"Baiklah,dimana alamat anda?" tanya Holmes
"Tak usah mencari alamat,London seperti neraka ini membuat saya muak mencari Elstain!Kami berdua suami-istri namun sekarang entah kemana suamiku pergi,tapi sepertinya orang yang anda incar seharusnya aku pukul dia menggunakan ini!"wanita itu menunjukan frying pannya dihadapanku dan menatapku dengan tajam seolah-olah ia akan memukulku.
"Apa?" tanyaku pada Elisabeth
"Tidak" ucapnya kemudian tersenyum miring
"Sepertinya anda sudah saling kenal?" tanya Francis
"T-Tidak! Francis!" ucap Elisabeth yang mukanya memerah kemudian frying pannya mengenai muka Francis
"Moncheri~ Sakit!" desah Francis
"Hentikan Bloody Hell!Kalian seperti anak kecil saja" ucapku kemudian mereka diam,Holmes memegang pundakku dia mengatakan isyarat untuk menenangkan
"Omong-omong sepertinya anda tahu kasus apa yang kami jalani" ucap Homes kepada Elisabeth
"Francis yang memberitahu,suami—ah tidak bajingan itu sedang megincar seorang gadis dan ingin bertugas untuk mencegah hal semua yang anda ketahui tentang setan itu tak cukup untuk menyadarkan si gadis? Orang waras tentu tak mau terlibat dengan pria semacam itu!"
"Sayangnya gadis itu boleh dibilang tidak waras,pikirannya dibutakan oleh cinta dan dia sudah diberiatahu semuanya tentang pria itu dan dia tak peduli" ucap Holmes
"Di beritahu juga pembunuhan itu?" wajah Elisabeth mulai mengerikan lagi sepertinya Frying pan itu membuat saya merinding,ada sesuatu yang hitam dan berwarna unggu auranya membuat bulu kuduku merinding
"Ya"
"Ya pasti sudah gila!" auranya wanita itu benar-benar membuat saya takut! Saya merasakan hal itu
"Dia menganggap semuanya fitnah belaka"
"Tak bisakah anda menunjukan bukti-bukti kepadanya?" puji syukur auranya merendam
"Well,bersediakah anda membantu kami dalam hal ini?"
"Bukankah diri saya saja sudah cukup untuk menjadi bukti? Kalau saya berhadapan muka dengan gadis itu dan mengatakan kepadanya bagaimana pria itu telah memperlakukan saya—"
"Anda bersedia?"
"Bersedia?Bagaimana mungkin tak bersedia!Eldestain harus kembali seperti semua saya mau dia menjadi orang yang pertama kali membuat saya menyukainya! Sungguh dia sebenarnya orang yang baik namun jika saja ia tak bertemu Professor itu pasti dia tidak jahat seperti sekarang,pikirannya seperti dikontrol olehnya"
"Well, kita bisa mencoba tapi pria itu telah mengakui semua dosanya dan gadis itu kuatir dia tak akan berubah pikiran"
"Dan saya yakin dia belum mengungkapkan semuanya" kata Miss Elisabeth
"Saya kebetulan melihat sendiri satu-dua pembunuhan yang dilakukannya disamping pembunuhan yang mengemparkan itu,dia mengungkapkan sambil menatap lurus saya 'Orang itu akan menemui ajalnya sebulan lagi'Dan ternyata dia tak bergurau,tapi saya tak begitu memperdulikannya karena saya waktu itu sedang kasmaran dan apa yang dilakukannya pun tak jadi masalah bagi saya persis dengan sikap gadis yang menjadi korbanya ini tapi saya tidak dihipnotis atau mencuci pikiran saya, jika ia menatap mata saya ia bersikap sangat gentle dan buktinya sampai sekarang ia tak membunuhku atau pun dia saja satu hal yang mengejutkan saya buku saja saya tak terpikat oleh tutur katanya yang lemah lembut yang ternyara penuh racun itu pasti saya telah meninggalkannya. Buku itu bersampul coklat dan dapat dikunci halaman depannya ditulis dengan tinta rasa dia agak mabuk malam itu maka itu dia menunjukan buku itu pada saya"
"Apa isinya?"
"Dengar,pria ini mengoleksi banyak wanita dan dia bangga akan ada di dalam buku itu : foto,nama,perincian semua yang menyangkut wanita-wanita yang benar-benar tak manusiawi dan dia mengakui bahwa wanita-wanita yang ada di buku itu sudah jadi boneka untuk professor untuk percobaan virus serta bahan kimiawi berbahaya,seharusnya judul buku itu adalah Jiwa-jiwa yang telah dihancurkannya begitu,sudah lah buku itu tak ada manfaatnya buat anda dan kalau pun ada anda tak akan bisa mendapatkannya"
"Dimana dia menyimpannya?"
"Mana saya tahu,lebih setahun saya meninggalkannya,waktu itu saya tahu tempatnya dia orangnya rapi dan teliti jadi mungkin saja masih di kotak arsip bagian atas lemari kuno di kamar bacanya yang sebelah tahu rumahnya?"
"Saya pernah masuk ke ruang bacanya" kata Holmes
"Oh ya? Anda benar-benar sigap padahal anda baru mulai tugas tadi kali ini Elstein bertemu dengan ruang baca di luar terdapat lemari kaca besar berisi porselen meja tertulis ada pintu menujuu ruang baca dalam ruangan kecil itu tempat dia menyimpan surat-surat dan barang-barang lain"
"Dia tak takut dirampok?"
"Elstein bukan orang yang penakut, orang yang paling membencinya pun akan mengakui hal bisa menjaga diri,pada malam hari ia memasang alarm,samping itu untuk apa maling masuk ke rmahnya yang berharga Cuma barang-barang porselen itu"
"Ah~!Pembicaraan tak menarik" kata Francis dengan yakin "Tak ada tukang tadah yang mau barang seperti bisa dilebur tak bisa dijual"
"Begitu ya?" kata Holmes
"Nah,Miss Elisabeth silahkan datang kemari jam lima sore akan mempertimbangkan apakah saran anda untuk menemui gadis itu secara pribadi bisa dia atur atau sangat berterimakasih atas kesediaan anda bekerja sama dengan kami,saya yakin klien saya tak keberatan memberi anda—"
"Saya tak memikirkan hal itu!"
Teriak wanita muda itu "Saya tak memikirkan uang sama hanya ingin melihat pria itu terlempar ke dalam lumpur dan saya akan puas kalau bisa membenamkan wajahnya ke lumpur dengan kaki saya juga menampar wajahnya dengan ini!" ucap Elisabeth penuh aura unggu yang mengelilinginya
Skip Time
Aku baru bertemu Holmes lagi malam kambali makan malam di restoran kawasan Stand,dia mengangkat bahu ketika kutanyai apakah pertemuannya dangan miss Sekar Annessia berhasil kemudian dia menuturkan pengalamanya.
"Aku sama sekali tak mendapat kesulitan untuk menemui gadis itu" kata Holmes "Dia sepertinya sengaja menujunjukan kepatuhannya pada ayahnya sebagai penebus kesedihan yang telah diakibatkannya. Jendral Soedirman sendiri yang meneleponku untuk mengabarkan bahwa putri keduanya siap menerimaku dan Miss Elisabeth datang ke tempatku dengan penuh semangat tepat padajam yang telah ditentukan. Kami menyewa kereta dan sampai dirumah pensiunan tentara itu di Bekeley Squere Nomor 104 pada jam setengah enam. Gadis itu sudah menunggu di ruang duduk dengan sikap kaku dan penuh percaya diri. Sullit bagiku untuk mendeskripsikannya, Arthur kau mungkin akan bertemu sendiri dengannya dalam proses penanganan kasus. Gadis itu cantik kencatikannya langka yang hanya dimiliki kalangan atas seperti saudara kembarnya gadis itu sama cantiknya dengan adiknya dia bernama Kirana Kusnapaharani Annesia yang sekarang tinggal bersama ayahnya di Indonesia ya kecuali adiknya sedang study seorang pria berhati binatang sampai berhasil mencengramkan kukunya pada gadis itu benar-benar tak mereka bagaikan langit an bumi,pasangan itu seperti malakat dan manusia gua" Holmes memberikan foto Kirana kakaknya yang ada di Indonesia
"Gadis itu tentu saja sudah tahu maksud kedatanganku,bajingan itu sudah meracuni pikirannya untuk menentang kehadiranku"
"Kurasa kehadiran Miss Elisabeth mengejutkannya,namun dengan angkuh dia mempersilahkan kami seperti suster kepala biara yang menerima dua pengemis penyandang kusta atau seorang kaya raya dengan memegang uang penuh ditangannya kemudian melemparkan uang tersebut kepada pengemis. Sepertinya dia terhipnotis kasmaran yang memabukan"
"Katanya dengan suara sedingin es 'Well,sir nama anda tak asing bagi saya,anda datang kemari untuk memfitnah tunangan saya,Roderich Elstein. Saya bersedia menemui anda hanya karena diminta ayah saya dan sebelumnya saya ingin mengingatkan anda bahwa apa pun yang anda katakan tak mungkin mempengaruhi saya'.Saya benar-benar merasa kasian melihat gadis itu Arthur,sesaat kubayangkan bagaimana seandainya dia putriku sendiri. Saya biasa tak suka banya bicara,saya lebih suka memakai otaku dari pada hatiku,saat itu aku sampai memohon kepadanya bagaimana nasib wanita yang baru mengetahui sifat asli seorang pria setelah dia menjadi istrinya,wanita yang menyerahkan diri kepada pria yang tanganya berlumur darah dan mulutnya berbisa telah kuungkapkan,rasa malu,takut,pedih,mau pun kehancuran yang akan gadis itu tak bergeming sedikit pun matanya tetap memandang kejauhan sama sekali tak terpengaruh jadi teringat apa yang pernah dikaranagan Edelstein tentang efek hipnotis orang yang terkena pengaruh hipnotis akan meyakin bahwa dia hidup di dunia lan yang penuh mimpi,namun anehnya dia mampu menjawab dengan tegas"
" 'Saya telah mendengarkan penuturan anda dengan sabar sudah saya katakan saya tak akan terpengaruh sedikit pun saya sadar bahwa Elstein tunangan saya telah mengalami banyak cobaan hidup,sehingga dia dibenci dan dipersalahkaan banyak bukan orang pertma yang menjelek-jelekan dia didepan saya, mungkin anda bermaksud baik walaupun saya tahu anda orang yang sekarang menentang Elstein tapi kali lain bisa saja membela saya harap anda mengerti satu hal yaitu bahwa saya mencintai dia dan dia mencintai memang dia sempat terpeleset mungkin saya justru ditakdirkan untuk membangunkannya. Oh ya...' dia menoleh kepada Miss Elisabeth,siapa wanita ini?'
Aku baru saja menjawab ketika Miss Elisabeth tiba-tiba menyerbu. Kau pernah lihat api dan es secara langsung? Begitulah keadaan kedua wanita saat itu.
"'Saya akan mengatakan siapa saya!' teriaknya sambil beriri dari kursinya.'Saya wanita simpanannya yang salah satu dari puluhan wanita yang telah terpikat olehnya lalu dimanfaatkan,dihancurkan,dan pun akan mengalami nasib yang sama dan pada waktu itu anda akan merasa lebih baik mati saya wanita bodoh,begitu anda menikahi pria itu tamatlah riwayat anda atau bahkan leher anda akan diremukannya walau pun sekarang dia mati-matian ingin mendapatkan katakan ini bukan karena saya kasihan kepada anda bagi saya tak jadi soal apakah anda hidup atau mendorong saya adalah kebencian dan sakit hati saya terhadapnya saya ingin balas dendam atas apa yang telah dilakukannya pada diri terserah lah dan anda pun akan menjadi wanita yang lebih menjijikan dari pada saya sebelum anda menyadarinya.'
'Saya tak sudi membicarakan soal ini' kata Miss Sekar Annessia dengan dingin.'Baiklah saya katakan sekali ini dan takan saya ulangi lagi saya tahu tunangan saya pernah terjerat tiga wanita kekeliruan apa pun yang pernah dilakukannya kali ini dia benar-benar sudah insaf'
'Tiga wanita hah!' teriak Miss Elisabeth 'Bodohnya anda ini Bodohnya!'
'saya meminta anda segera akhiri pembicaraan ini kata gadis itu masih dengan suara sedingin es.'Saya telah menuruti kemauan ayah saya untuk menemui anda tapi tak perlu mendengarkan kicauan wanita ini'
"Sambil mengumpat-ngumat Miss Elisabeth melompat kedepan siap menyerang gadis angkuh yang menjengkelkan itu dengan Frying pan. Kutarik dia ke arah pintu dan berhasil membawanya ke kereta tanpa menimbulkan benar-benar kelap. Diam-diam aku pun sangat marah,Arthur karena sikap gadis yang susah-susah ingin kamu selamatkan,sekarang kau sudah tahu dengan tepat posisi kita harus membuat rencana lain,karena gebrakan awal kita akan terus menghubungumu Arthur karena kemungkinan besar kau akan ikut bereran alaupun langkah berikutnya mungkin lebih banyak melibatkan mereka dari pada kita"
Ramalan Holmes ternyata tidak meleset atau lebih tepatnya Elstein,karena aku tak percaya gadis bangsawan itu ikut terlibat mengambil langkah untuk membereskan Holmes. Berita ini kubaca dua hari setelah pertemuanku yang terakhir dengan bagaimana terkejutnya aku ketika membaca judul berita yang tertampang di koran-koran sore.
UPAYA PEMBUNUHAN
TERHADAP SHERLOCK HOLMES
Aku berdiri mematung di depan kios koran di antara Hotel Grand dan Stasiun Charing Cross itu,sampai si penjual menegur sebab aku lupa membayar koran. Di muka toko obat kubaca berita yang mengerikan itu.
Kami ikut khawatir mendengar musibah yang menimpa Holmes detektif terkenal menjadi korban usaha pembunuhan yang mengakibatkannya terluka cukup parah,ada perincian yang masuk mengenai peristiwa itu tapi kejadiannya di perkirakan pukul dua belas siang tadi di Regent Street tepat depan Cafe dilakukan oleh dua orang bersenjata tongkat dan menderita luka-luka di kepala dan tubuhnya yan menurut dokter cukup parah dan dilarikan ke Rumah Sakit Charing Cross tapi bersikeras minta dipulangkan ke rumahnya di Baker saksi mata kedua penjahat yang menyerangnya berpakaian sangat rapih dan mereka berhasil melarikan diri lewat Glasshouse Street yang letak di belakang Cafe diragukan lagi,mereka sangat terganggu oleh kegiatan dan kecerdikan korban
TBC
Tinggalkan jejak (Review!~~)
[1] : Terimakasih—Siapa namamu ?
[2] : Sama-sama,nama saya Arthur
[3] : Apakah kau Hungarian?
[4] : Tentu saja tidak saya orang Inggris
[5] : Apakah anda bisa berbasa Inggris ?
Aph & : Maksih banget udah review~!
Star-BeningluvArthur : Ah, ia sama-sama :3. Memang sih cerita di bukunya seperti itu tapi saya di selipin beberapa dari asli dari otak saya XDD
OMEKE:
France : " Bunga mawar dariku bagus kan manquer~!" Francis mencium tangan kanan Elisabeth
Hungary : " STOP! France" *plak* (Baca : di tampar pake frying pan)
Me : "E-Eh? Francis pingsan mbak Elisabeth.. =,="
France : *Bangkit dari kematian #Eh?* "Jangan lupa Review yang membangun bukan sebaliknya manquer beau~~ "(Baca : Nona Cantik)
