UPAYA PEMBUNUHAN

TERHADAP SHERLOCK HOLMES

Aku berdiri mematung di depan kios koran di antara Hotel Grand dan Stasiun Charing Cross itu,sampai si penjual menegur sebab aku lupa muka toko obat kubaca berita yang mengerikan itu.

Kami ikut khawatir mendengar musibah yang menimpa Holmes detektif terkenal menjadi korban usaha pembunuhan yang mengakibatkannya terluka cukup ada perincian yang masuk mengenai peristiwa itu tapi kejadiannya di perkirakan pukul dua belas siang tadi di Regent Street tepat di depan Cafe dilakukan oleh dua orang bersenjata tongkat dan menderita luka-luka di kepala dan tubuhnya yan menurut dokter cukup dilarikan ke Rumah Sakit Charing Cross tapi bersikeras minta dipulangkan ke rumahnya di Baker saksi mata kedua penjahat yang menyerangnya berpakaian sangat rapih dan mereka berhasil melarikan diri lewat Glasshouse Street yang letak di belakang Cafe diragukan lagi,mereka sangat terganggu oleh kegiatan dan kecerdikan korban

KASUS KLIEN PENTING

Disclaimer:

Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya

Sherlock Holmes © Sir Arthur Conan Doyle

Pairing: Parallel Nations plus Holmes

Rating: Tebak sendirilah

Genre : Criminal/Romance yang absurd (?)/Mistery.

Warning:OOC mendewa,ABAL,ABSURD,ANEH,OOT(OUT OF TOPIC),TYPO BANYAK,Mungkin akan membuat anda merasa serangan jantung,Hipertensi naik-turun,kehidupan anda menjadi absurd se absurd absurdnya sang author GAJE dan Terserang virus memabukan,muntah-muntah,diare,pokoknya eneg (mual) dan semacamnya

Happy Reading!~

Begitu selesai membaca berita itu,saya langsung masuk ke kereta Polar Ekspress dan menuju Baker Street. Di ruang tunggu aku berpapasan dengan Sir Leslie Oakshott lahir di Scottland (tempat kakak tertuaku),ahli bedah terkenal itu dan keretanya menunggu di belokan jalan.

"Keadaannya tak terlalu menghawatirkan" begitu laporannya. "Hanya dua luka koyakan di kulit kepala dan saya jahit juga sudah saya suntikan obat penenang. Dia perlu istirahat,tapi kalau anda ingin menemuinya beberapa menit saja tak jadi masalah"

Setelah mendapat izin dokter bedah itu,aku menyelinap masuk ke kamarnya yang ternyata tidak tidur dan dia menyebut namaku dengan bisikan parau. Kirei jendelanya terbuka sedikit membawa masuk seberkas sinar matahari yang menerangi kepalanya yang di perban. Rembesan darah menodai kain linen putih. Aku duduk di sampingnya dan memalingkan kepalaku.

"Jangan terlalu khawatir Arthur" gumamnya lirih "Keadaanku tak separah yang kau lihat"

"Syukurlah"

"Kau tentu tahu aku cukup mahir berkelahi dengan tongkat. Aku sebenarnya bisa menghindari pukulan-pukulan itu tapi aku kewalahan mengadapi penyerang kedua"

"Apa yang bisa kulakukan Holmes? Jelas bajingan itulah yang menyuruh mereka perlu aku mendatangi dan balas menyerangnya?Apa pun akan kulakukan untukmu"

"Arthur sobatku yang baik!Jangan kita tak bisa berbuat apa-apa kecuali polisi berhasil menangkap kedua penyerangku,tunggu saja dulu aku punya rencana lain. Pertama ialah dengan membesar-besarkan luka yang kuderita,tolong kau tambah-tambahi katakan pada orang-orang masih untung kalau aku bisa bertahan hidup dalam seminggu ini mungkin gegar otak,koma sesukamu!Pokoknya dibuat keengaran separah mungkin"

"Tapi bagaimana dengan Sir Leslie Oakshott?"

"Oh,tak ada masalah di depan dia aku akan berpura-pura sakit"

"Ada lagi?"

"Ya,minta Francis Bonnefoy menyembunyikan Miss Elisabeth penyerangku pasti akan mengejarnya sekarang ini bisa gawat. Lakukan malam ini juga"

"Aku akan pergi sekarang,ada yang lain lagi?"

"Taruh pipa rokokku dimeja juga tempat tembakau itu dan kemari tiap pagi kita akan bersama-sama merencanakan kampanye kita"

Malam itu juga,aku dan Francis mengatur kepindahan Miss Elisabeth ke pinggir kota dan berpesan agar dia jangan bertindak apa-apa sampai bahaya yang mengancamnya telah lewat.

Selama enam hari publik mendapat kesan bahwa Holmes sedang sekarat,majalah-majalah dan koran-koran membuat berita yang menyedihkan,tiap pagi ke tempat Holmes meyakinkanku bahwa sesungguhnya dia tak separah yang diberitakan media-media dan kemauannya yang tinggi membawa dampak yang menabjukan kesehatannya membaik dengan sangat cepat dan aku bahkan curiga keadaannya sebenarnya jauh lebih baik dari yang ditunjuakannya kepadaku,satu-satunya sahabat dekatnya dia tak mau menyatakan dengan jelas rencana-rencana yang ada di selalu menandaskan bahwa supaya rencana dapat berjalan dengan aman hanya sang perencana yang boleh tahu.

Seminggu setelah musibah yang menimpanya jahitan-jahitan di kepalanya dilepas tapi berita yang dimuat di koran tentu saja sangat berbeda,koran-koran itu juga memuat berita yang mau tak mau kusampaikan kepada sobatku Holmes bahwa Roderich Edelstein sudah beli tiket kapal Ruritania yang akan berangkat dari Liverpool pada hari jum'at urusan penting yang harus diselesaikannya di Amerika sebelum berlangsung pernikahan dengan Miss Sekar Annessia putri dari Jendral Soedirman dan seterusnya dan seterusnya

Aku membacakan berita Holmes menedengarkan berita dengan wajah yang sangat serius itu ternyata sangat memukulnya.

"Jum'at!" teriaknya "Tiga hari lagi,aku yakin ia punya rencana untuk mengamankan diri tapi dia tak akan berhasil Arthur! Sekarang aku mau kau melakukan sesuatu untukku"

"Aku siap untuk itu Holmes"

"Tolong kamu pelajari tentang keramik Cina secara insetif dalam waktu 24 jam"

Dia tak menjelaskan lebih lanjut,dan aku pun tak bertanya-tanya kepadanya. Berdasarkan pengalaman sekian lama sama dengannya aku jadi terbiasa untuk menuruti sementara aku menyusuri Baker Street setelah meninggalkan kamarnya. Di benakku dipenuhi pertanyaan untuk apa sebenarnya aku diminta melakukan sesuatu yang aneh begini,namun aku pergi juga ke Perpustakaan London di James's Square, mengemukakan keperluanku di perpustakaan dan akhirnya aku pulang dengan membawa beberapa buku tebal.

Kata orang,seorang pengacara yang dengan begitu handal menangani suatu kasus pada hari senin biasanya sudah melupakan semua pengetahuan yang sengaja dipompakannya ke otak pada hari sabtu. Aku sebetulnya tak ingin coba-coba menjadi pakar keramik tapi demi Holmes ku jalani,nyaris selama 24 jam penuh aku berhenti hanya untuk tidur sejenak kutekuni buku-buku yang kubaca sambil menyerap informasi ciri khas masing-masing keramik karya seniman-seniman besar,keistimewaan keramik zaman Sung dan Yuan yang sudah begitu melenggenda

TING TONG!

Aku lihat jam dinding,malam-malam begini siapa yang bertamu

"Tunggu sebentar" kututup buku yang sedang aku baca, kulangkahkan kakiku dengan malas menuju pintu kemudian membukanya

"Siapa?" tanyaku kepada seorang pemuda,matanya yang berwarna biru rambutnya seperti Alferd F Jones namun jika dia Alferd lalu kenapa dia membawa boneka beruang?

"Matthew Williams"

" Aku liat matanya mulai terlihat panik dan berkaca-kaca sambil memeluk boneka beruangnya

"Hah? Amerika?" tanyaku untuk memastikan

"Saya Canada! Amerika adalah kakak saya"

"Baik,Canada lalu ada keperluan apa denganku?"

"Ano—sebelumnya saya minta maaf berkunjung malam-malam begini,tapi bolehkah saya masuk—dingin"

"Tunggu—kau tahu siapa saya?" tanyaku curiga

"Kumajirou yang memberitahu" kuliat dia menunjukan beruang yang ada di pelukaannya,ah benar sekali saya sekarang lagi tidak menyamar

"Siapa?" beruang itu ternyata berbicara

"Aku Canada!Kujimarou"

"Matthew?" tanyaku

"Ya?"

"Ada urusan apa kau kesini?"

"Ada pertemuan meeting word Hetalia seminggu lagi" ucapnya kemudian ia berbaring di atas sofa

"Lalu?"

"Terimakasih Infonya sir Metthew!" ucapnya kemudian mengambil selimut yang berada di dekat kakinya dan tidur di sofa "Arthur,saya menginap dirumahmu sehari" lanjutnya

"Hei!Tidak bisa kau harus pulang hei Matthew!" percuma saja dia tak mendengarkan *Sigh*

"Baiklah,tapi jangan ganggu aku di ruang baca!"

Berbekal semua yang telahku baca dalam buku tebal ini aku menemui Holmes kembali tapi sebelum itu aku harus mengurus Matthew terlebih dahulu

"Matthew Willams bangun!"

"Nnngggh 5 menit lagi"

"Bloody Hell! Kubilang bangun!"

"Baik-baik aku sudah bangun,tidak usah teriak begitu Arthur kau jadi tidak manis lagi"

"Apa?! Manis"

"Alferd memberitahuku bahwa kau memang manis!"

"WHAT! BURGER FREAK TOLD YOU LIKE THAT!GET OUT OF MY HOUSE BLOODY HELL" aku usir saja Matthew secara tidak wajar (baca: tidak formal) sialan Alferd mengatakan saya manis memangnya saya makanan

Setelah kejadian yang menyebalkan itu aku langsung saja mandi,berpakaian dan kembali mengujungi Holmes. Dia sudah tak berbaring di tempat tidur lagi meski kepalanya mash duduk sambil menyadarkan kepala pada kedua lengannya di kursi malas favoritnya.

"Wah Holmes orang-orang mengira kau sedang sekarat"

"Memang itu yang aku inginkan" sahutnya

"Nah,Arthur sudah kau pahami bahan pembelajaranmu?"

"Paling tidak aku sudah berusaha"

"Bagus,jadi kau bisa berbincang-bincang secara meyakinkan tentang hal itu kan?"

"Rasanya bisa"

"Kalau begitu,tolong ambilkan kotak kecil yang ada di atas perapian"

Dia membuka tutup kotak itu dan mengeluarkan benda kecil yang terbungkus kain sutra yang sangat bungkusnya dibuka tampaklah piring kecil berwarna biru bagus sekali!

"Hati-hati Arthur,ini keramik asli zaman yang pernah dijual di Balai Lelang Cristie tak ada yang menandingi keindahan benda piring ini terkumpul lengkap,harganya setara dengan uang tebusan raja kukira selengkapnya tak bisa ditemukan di luar istana Peking ini barang berharga yang akan membuat seorang kolektor tergila-gila"

"Jadi harus kuapakan benda ini?"

Holmes menyerahkan sebuah kartu nama bertuliskan : Dr Hill Barton, 396 Half Moon Street.

Kau akan menyamar sebagai orang itu malam ini Arthur temuilah Roderich sudah menyelidiki kebiasaannya—pada jam setengah sembilan malam biasannya ia bebas. Tulislah surat dulu kepadanay mengambarkan kau akan datang mengujunginya,membawa keramik antik zaman tetap berperan sebagai dokter yang sedang mengoleksi barang antik kau tak terlalu canggung. Kau berminat menjual koleksimu ini kalau harganya cocok"

"Berapa harga yang cocok?"

"Bagus sekali kau bertanya itu Arthtur,tentunya orang akan ragu-ragu kalau kau tak tahu nilai barang antikmu ini kudapatkan dari Sir Jones ia meminjamnya dari koleksi berlebihan jika kau katakan barang ini tak ada duanya di dunia"

"Mungkin aku bisa menyerankan agar harganya ditaksir dulu oleh seorang ahli?"

"Hebat Arthur Otakmu begitu cemerlang. Sarankan agar dia menghubungi Christie atau Sotheby"

"Bagaimana kalau dia tak mau menemuiku?"

"Oh,dia pasti mau,dia dikenal sebagai pemburu barang langka yang satu ini tak mungkin perlukan surat jawaban,kau hanya mengabarkan akan datang dan maksud kedatanganmu"

Surat yang didiktekan kepadaku benar-benar luar biasa,sopan dan menerbitkan rasa ingin tahu si pembaca,surat ini kami kirim lewat kurir itu juga aku memulai petualanganku,persenjataan piring keramik yang sangat berharga itu dan kartu nama Roderich.

Malam ini aku langsung saja berangkat menemui Rodeich Edelstein,malam ini begitu dingin dan banyak kabut yang menghalangi pemandangan dan mataku kakiku dengan cepat aku merasakan hal yang ganjil,kuliat di kejauhan ada seseorang yang memakai jubah dan menutupi kepalanya entah dia siapa tapi aku mendekatinya,semakin aku mendekatinya dia semakin menjauh.

"Hai,yang memakai jubah tunggu!" namun yang di panggil tetap diam dan menghentikan langkahnya aku mendekat dan semakin mendekat entah perasaan apakah ini aku merasa tertarik untuk menariknya dan memalingkan wajahnya dan bermata hitam legam dan wajahnya kemayu seperti di daratan benua Asia tunggu—Asia ? Nesiakah dia

"Miss Nesia?" ku panggil namanya dengan pelan dan hati-hati

"Ya? Siapa?" jawabnya dengan mata disipitkan dan alis kirinya terangkat

"Saya Athur Kirkland anda tidak kenal saya miss Nesia?" tanyaku padanya sambil memegang bahu kirinya

"Ar—Arthur? Tidak mungkin Arthur kau siapa! Arthur itu memiliki alis tebal seperti ulat!" Bloody Hell ngapain juga ini Nesia ngatain aku seenaknya dasar bodoh!

"Ah,kau benar saya memang bukan Arthur Kirkland. Perkenalkan nama saya Arthur Conan" kataku berbohong

"Anda tahu dari mana nama saya?" tanyanya sambil mengajukan kris pada leherku dan kuliat matanya penuh dengan kecurigaan kepadaku,kuliat di belakangnya ada bayangan berwarna hitam,besar dan aura Nesia sungguh mengerikan melebihi Ivan dan Bellarus

"Saya hanya berfikir setelah saya melihat mata anda berwarna hitam dan wajah anda seperti daratan benua Asia well,saya memanggil anda Nesia karna anda sepertinya bukan dari England atau pun dari benua Eropa" aku terpaksa berbohong lagi karena memang saat ini aku dalam misi yang sangat penting

"Well miss Nesia,pada malam hari anda akan pergi kemana?" tanyaku heran dan menatap matanya yang berwarna hitam legam

"Saya harus menemui adik,saya dengar dia dalam bahaya—maksudku dia akan menikah namun saya dan ayah saya tidak menyetujuinya kuharap kedatanganku ini bisa merubah pikirannya" kulihat mukanya menjadi sedih

"Tenang saja Nesia semua akan baik-baik saja,jangan terlalu dipikirkan,lagi pula detektif terkenal di Eropa sedang menjalankan misinya dengan hati-hati dan penuh dengan strategi" ucapku sembari mengelus kepalanya,kurasakan dahinya yang panas dan rambutnya yang berwarna hitam terasa lembut

"Tapi—"

"Sudah,kembali saja ke rumahmu semua akan baik-baik saja"

"Perasaanku mulai tenang semenjak ada anda terimakasih sir Arthur Conan. Ngomong-omong alamat anda di mana?"

"Kenapa anda menanyakan alamat saya?" tanyaku bingung

"Ah,itu—saya ke England hanya untuk menemui adik saya jadi saya tak punya tempat tinggal di sini,bisakah saya menginap beberapa hari—maaf saya tidak sopan terhadap anda" ucapnya kemudian menunduk

"Well, it's OK!But will you wait a minute in here? I'll come " ucapku cepat menggunakan bahasa Britania kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumah seorang kriminal tingkat tinggi

"Terimakasih! Sir Arthur"

Rumah Roderich ternyata besar dan indah menunjukan pria ini memang berharta,jalan berkelok-kelok yang dihiasi tanaman langka di kedua sisinya,aku tiba di halaman berbatu yang di lengkapi patung-patung seni kemudian saya dipersilahkan masuk oleh pelayan yang berpakaian rapih mengantarkanku ke ruang baca Roderich.

Dia sedang berdiri di depan lemari besar yang yang berisi koleksi keramik Cina itu terletak di antara jendela-jendela ruangan,dia menoleh ketika aku memasuki ruangan—tangannya masih menggengam vas coklat kecil.

"Silahkan duduk Dokter" katanya "Saya sedang melihat-lihat koleksi saya sambil mempertimbangkan apakah saya masih perlu dari dinasti Tang dari abad ketujuh ini mungkin akan menarik perhatian anda membawa piring Ming yang anda sebutkan di surat anda?"

Dengan sangat hati-hati aku membuka bungkusan piring itu lalu menyerahkan isinya menyelakan lampu meja dan duduk mengamati barang lampu meneraangi wajahnya sehingga aku dapat mengamati profilnya.

Pria ini memang benar-benar tampan,pantaslah ketampanannya termasyur di seluruh Eropa. Perwatakannya sedang tapi bentuknya bagus dan otot-ototnya kuat,wajahnya putih dan matanya yang berwarna gelap memancarkan ketenanngan yang mudah menawan hati banyak wanita,rambutnya berwarna hitam mengkilat juga mencuat ke atas. Detail-detail wajahnya semuanya bagus kecuali mulutnya yang lurus dan bibir yang tipis,begitulah biasanya ekspresi mulut seorang pembunuh—kejam,dingin,tak mudah diajak kompromi dan mantap sikapnya tanpa seperti baru duapuluh tujuh walaupun usia sebennarnya sudah beberapa ratus tahun dari usiaku,aku ingat sobatku amerika sedang mengujungi rumahnya ddan ternyata dia juga Nation-tan dari Austria yang terkenal dengan keahlian professor gila itu muncul kehidupan Nation-tan terancam entah dia dari negara mana aku juga tidak tahu kakakku Allistor Kirkland[1]

"Indah sekali—benar-benar indah!"katanya "Dan anda mengatakan punya set lengkapnya yang berjumlah heran kenapa saya tak pernah mendengar tentang barang tahu hanya ada sebuah lagi yang seperti ini di Inggris,dan itu tak mungkin dijual di anda keberatan kalau saya bertanya Dr Hill Barton,bagaimana anda mendapatkan barang ini?"

"Apakah itu perlu?" tanyaku sesantai mungkin

"Anda sudah melihat sendiri barang ini asli dan untuk menaksir nilainya bagaimana kalau kira konsultasi pada seorang ahli?"

"Misterius benar" katanya dengan tatapan curiga "Dalam jual-beli barang bernilai tinggi seperti ini orang pasti ingin tahu banyak tak meragukan keaslian barang ini tapi bagaimana kalau ternyata kelak terbukti anda tak berhak menjualnya?"

"Saya menjamin itu tak akan terjadi"

"Jaminan apa yang bisa anda tunjukan?"

"Silahkan cek ke bank-bank tempat saya menjadi nasabah"

"Begitu,tapi saya tetap menganggap transaksi ini agak janggal"

"Saya tak memaksa anda membelinya" kataku masih dengan sikap tak acuh "Saya memberikan penawaran pertama kepada anda karena saya tahu anda takkan sulit bagi saya untuk menjual barang ini ke tempat lain"

"Siapa yang mengatakan kepada anda bahwa saya pakar?"

"Anda pernah menulish buuku tentang keramik Cina kan?"

"Anda sudah membacanya?"

"Belum"

"Wah,saya jadi semakin binggung!Anda kolektor yang memiliki barang yang sangat berharga tapi anda tak pernah membaca buku khusus yang bisa memberikan informasi tentang arti dan nilai sebenarnya dari barang-barang koleksi bisa begitu?"

"Saya sangat sibuk dengan praktek saya"

"Itu bukan orang punya hobi dia akan mengikuti perkembangan hobinya itu,sesibuk apa pun dia dengan kegiatan-kegiatan mengatakan di surat anda bahwa anda juga pakar keramik Cina"

"Benar"

"Boleh saya mengajukan beberapa pertanyaan untuk menguji anda?Saya perlu mengatakan kepada anda Dokter—kalau anda benar Dokter—bahwa kehadiran anda semakin lama membuat saya mau bertanya apa yang anda ketahui tentang kaishar Shomuu dan hubungannya dengan Shoso-in ,anda tampaknya binggung!Coba jelaskan sedikit tentang Dinasti Timur dan peranannya dalam sejarah keramik"

"Semua ini keterlaluan sir,saya datang kemari untuk kepentingan anda bukan untuk diuji seperti murid sekolah saya tentang keramik mungkin tak sehebat anda,tapi saya tak sudi menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan cara yang sangat mengganggu ini" aku benar-benar marah dia membuatku habis kesabaran seenaknya aja si maniak musik ini mengatakan saya tak mengetahui sajarah keramik si Yao Wang!

Dia menatapku dengan yang tadi memancarkan ketenangan tiba-tiba menjadi garang. Gigi-geliginya menyembul dari bibirnya yang memancarkan kekejaman.

"Permainan macam apa ini? Anda kemari untuk memata-matai saya,anda diutus sedang sekarat jadi dia mengirim antek-anteknya untuk mengawasi masuk ke sini tanpa izin,jangan harap anda dapat keluar dengan mudah"

Dia bangkit dan aku melangkah mundur kalau dia dia mencurigai diriku sejak awal dan kini aku sadat aku tak dapat lagi meronggoh di sebuah laci dan mengobrak-abrik isinya dengan gusar,kemudian telinganya menangkap sesuatu dan dia berhenti sejenak untuk mendengarkan dengan seksama.

"AH!" teriaknya dia berlari ke ruangan dibelakangnya

Aku pun melangkah ke pintu yang terbuka itu dan otakku tak bisa menjelaskan apa yang kulihat diruang belakang dekat taman terbuka dekat jendela itu—tanpak bagaikan hantu yang mengerikan karena kepanya tebungkus perban dan wajahnya pucat pasi—berdiri Sherlock kemudian dia sudah melompat keluar dan kudengar bunyi berdebum ketika tubuhnya terjatuh ke semak-semak di amarah yang memuncak tuan rumah mengejarnya sampai ke jendela yang terbuka.

Perkembangan selanjutnya sungguh tak melihatnya dengan jelas tampak sebuah tangan-tangan wanita menyeruak dari saat yang bersamaan,Roderich berteriak dengan amat nyaring—teriakan memiilukan yang takan terlupakan seumur kedua tangannya ke wajahnya,lalu dia lari berputar-putar di ruangan itu sambil membentur-benturkan kepalanya ke dia menjatuhkan diri ke karpet,berguling-guling dan mengeliat-geliat sambil terus menlolong-lolong dengan nyaring hingga terdengar seluruh penjuru rumah.

"Air!Demi tuhan air!" teriaknya

Aku menyambar botol minuman dari meja kecil dan berlari untuk saat yang sama kepala pelayan dan beberapa anak buahnya masih ingat salah satu dari mereka bahkan pingsan ketika aku berjongkok dekat orang yang terluka itu dan menolehkan wajahnya ke asam sulfat sedang merasuk semua bagian wajahnya bahkan sampai menetes dari telinga ke satu matanya sudah menjadi putih dan kabut sementara yang sebelah lagi merah yeng beberapa menit yang kukagumi ketampanannya kini bagaikan lukisan ini yang ketumpakan spons basah beraneka warna—coreng-moreng tak karuan,menakutkan dan menngerikan.

Secara singkat kujelaskan apa yang telah terjadi,khususnya bagaimana kejadian tragedi itu menimpa tuan pelayan lalu memanjat jendela yang lainnya keluar ke halaman tapi hari sudah gelap dan hujan pun korban berteriak-teriak mengumpat penyerangnya "Kitty Elisabeth,kucing sialan itu!Dia akan meneriima ganjarannya!Oh,tuhan sakitnya tak tertahankan!"

Aku membersihkan wajahnya dengan minyak,menaruh kapas pada bagian-bagian yang kasar,lalu memberinya obat penahan sakit,semua kecurigaannya terhadapku telah mencair katena peristiwa ini dan dia bergayut ke lenganku seolah aku punya kekuatan untuk aku meringis melihat kerusakan di wajahnya,andai aku tak menyadari bahwa ini merupakan ganjaran hidupnya yang penuh dengan -diam aku merasa kasihan karena tangan yang terbakar itu tak juga melepaskan leganya ketika ahli bedah dan dokter spesialis keluarganya tiba untuk menggantikan juga datang dan kuberikan kartu namaku yang asli kepadanya [2].Kupikir tak ada gunanya dan juga bodoh sekali bila aku memberikan kartu nama samaranku,karena para petugas di Scotland Yard sudah mengenal diriku baik Holmes [3].Lalu aku bergegas meninggalkan rumah yang baru saja tertimpa kemalangan besar itu,setengah jam kemudian aku sudah berada di Baker Street.

Holmes sedang duduk di kursi favoritnya,pucat dan apa pun sarafnya dia terpukul juga oleh peristiwa itu apalagi kesehatannya yang belum pulih ngeri dia mendengarkan penuturanku tentang perubahan wajah Roderich.

"Upah dosa,Arthur—upah dosa!" katanya

"Cepat atau lambat upah dosa pasti akan tahu dosanya telah tertumpuk terlampau banyak" tambahnya sambil menggambil buku coklat dari meja

"Ini buku yang disebutkan Miss Elisabeth,kalau isi buku ini tak dapat menggagalkan pernikahan ini aku betul-betul lepas tangan,tapi aku yakin buku ini mampu menyadarkan Miss Sekar ada wanita terhormat yang akan tahan menanggung penghinaan seperti ini"

"Buku harian yang memuat kisah cinta pria itu?"

"Lebih tepatnya,buku harian yang memuat nafsu pria itu,Miss Elisabeth menceritakan buku ini,aku langsung menyadari betapa buku ini akan menjadi senjata yang sangat ampuh kalau kita bisa itu aku tak mengatakan apa-apa katena aku kuatur wanita iru akan membocorkan aku terus mencari cara untuk yang kualami memberikanku kesempatan untuk membuat sang Roderich sebenarnya ingin menunggu dulu tapii rencana kunjungannya ke Amerika memaksaku untuk segera berpergian,mustahil dia meninggalkan buku yang begitu pada malam hari rasanya tak mungkin karena dia memasang alarm. Satu-satunya cara adalah dengan mengalihkan perhatiannya dan di situlah kau dan piring keramik biru itu berperan,karena waktuku untuk bertindak di kamarnya terbatas sekali,mungkin hanya beberapa menit – tergantung pada kemampuanmu untuk berbicara tentang keramik sebabnya aku mengajak wanita aku tahu apa isi bungkusan kecil yang dibawanya dan ditaruhnya dengan hati-hati di balik mengira dia bersedia ikut katena dia memang sudah berjanju untuk membantuku tapi nyatanya dia punya niat lain"

"Roderich curiga kaulah yang mengutusku"

"Itu sudah kau telah menahannya sampai aku berhasil mengambil buku itu,hanya aku belum sempat melarikan diri. Ah sir Alferd senang sekali anda datang kemari!"

Teman kami yang bangsawan itu datang karena diminta oleh seksama dia mendengarkan penuturan Holmes tentang apa yang telah terjadi

"Anda hebat sekali-hebat sekali seperti hero!" teriaknya setelah mendengarkan semuanya "Tapi kalau luka-luka di wajah pria itu sedemikian parahnya,tentunya rencana kita untuk menggagalkan pernikahan mereka bisa dilaksanakan tanpa memanfaatkan buku yang mengerikan ini"

Holmes menggeleng

"Miss Sekar Annesia bukan tipe wanita yang bahkan akan lebih mencintainya karena walaupun pria itu cacat di mata wanita itu dia justru ,tidak yang perlu dihancurkan adalah citra moralnya,bukan fisiknya dan buku ini yang akan menyadarkan gadis itu,buku ini ditulis oleh Roderich sendiri—Miss Sekar tak dapat mengingkarinya"

Sir Alferd membawa buku itu dan juga pirng biru yang bernilai amat turun bersamanya karena aku pun sudah mau luar sebuah kereta sedang bergegas masuk ke kereta itu lalu dengat tergesa-gesa menyuruh kusirnya segera tangkannya mantelnya di jendela kereta untuk menutupi lambang kebesaran yang menempel di panel jenela,tapi aku masih dapat melihatnya, kemudian aku terkesiap lalu kembali menaiki tangga menuju kamar Holmes

"Holmes aku tahu siapa sebenarnya klien kita!" teriaku mengummumkan berita besar itu

"Dia teman yang sangat setia dan pahlawan yang gagah berani"kata Holmes sambil memberi isyarat untuk melanjutkan kalimatnya

"Baiklah cukup begitu saja,bagi kita sampai kapan pun" Ah ya ternyata klien kita adalah Alferd F Jones sendiri,dia memang setia kawan pada Miss Sekar dan Nation yang lain. Dasar burger Freak memang seperti itu haaah... Aku jadi merindukan kakak ku. Ah tidak aku lupa Nesia! Dia pasti sudah lama menunggu di taman Scotland Yard! Bisa-bisa saya dimarahi.

Langsung saja aku bergegas menuju taman Scotland Yard untuk menjemput Nesia menggunakan payung bergambar bendera Inggris,walau hujan begini aku tetap harus kesana mana mungkin seorang yang terhormat meninggalkan janjinya begitu saja.

[TAMAN SCOTLAND YARD] AUTHOR POV

Seorang wanita yang memakai tudung berwarna hitam sedang duduk dan pakaiannya basah semua dari ujung kaki hingga ujung rambut,wanita berambut hitam itu sedang menunggu seseorang yang telah memberikan izin untuk bertempat tinggal di rumahnya. Sungguh sangat tragis wanita itu setia menunggu hingga sejam,tubuhnya terlihat kedinginan dan matannya terpenjam berharap orang yang tadi di temuinya cepat datang,tangannya menggengam erat kursi dan kepalanya menunduk diam tanpa ada sekata patah pun yang terucap di bibir personifikasi Indonesia tercinta ini.

Arthur POV

Aku terus berlari-lari sampai akhirnya aku sampai di sebuah taman yang terkenal misterinya,aku mencari setiap sudut dari taman tersebut untunglah dia masih disana dengan tudungnya,kulihat dari kejauhan semua tubuhnya basah karena hujan kemudian kulangkahkan kakiku dengan cepat menghapirinya.

"Maaf—saya menyuruh anda menunggu" ucapku,kulihat kepalanya mulai terangkat dan menatap mataku "Syukurlah anda saya temukan" lanjutku dengan senyuman tipis,wanita itu kemudian berdiri dan memeluku

"Tak apa-apa" ucapnya lemah kemudian wanita itu pingsan dalam pelukanku

TBC

Tinggalkan jejak (Review!~~)

[1] Nama Scotland

[2] Kartu nama palsu sebagai Arthur Conan

[3] Mengenali Arhtur sebagai Arhur Conan bukan dari keluarga Kirkland

Terimakasih sudah meluangkan waktu anda untuk membaca fic saya yang absud XD

View Next Chap :

"Kenapa saya ada disini?"

.

"Bukankah ini cocok denganmu miss Nesia?"

.

"DONT TOUCH MY HAND TOMATO BASTARD!"

Baiklah jika banyak TYPO saya sudah peringatkan (Warning inside)