[TAMAN SCOTLAND YARD] AUTHOR POV

Seorang wanita yang memakai tudung berwarna hitam sedang duduk dan pakaiannya basah semua dari ujung kaki hingga ujung rambut,wanita berambut hitam itu sedang menunggu orang yang telah memberikan izin untuk bertempat tinggal di rumahnya. Sungguh tragis wanita itu setia menunggu hingga sejam,tubuhnya terlihat kedinginan dan matannya terpenjam berharap orang yang tadi di temuinya cepat datang,tangannya menggengam erat kursi dan kepalanya tertunduk diam tanpa ada sekata patah pun yang terucap di bibir personifikasi Indonesia tercinta ini.

Arthur POV

Aku terus berlari-lari sampai akhirnya aku sampai di sebuah taman yang terkenal misterinya,aku mencari setiap sudut dari taman tersebut untunglah dia masih disana dengan tudungnya itu,kulihat dari kejauhan semua tubuhnya basah karena hujan kemudian kulangkahkan kakiku dengan cepat menghapirinya.

"Maaf—saya menyuruh anda menunggu" ucapku,kulihat kepalanya mulai terangkat dan matanya menatap mataku "Syukurlah anda saya temukan" lanjutku dengan senyuman tipis,wanita itu kemudian berdiri dan memeluku

"Tak apa-apa" ucapnya lemah kemudian wanita itu pingsan dalam pelukanku

Scandal

Disclaimer:

Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya

Sherlock Holmes © Sir Arthur Conan Doyle

Pairing: Parallel Nations plus Holmes

Rating: Tebak sendirilah

Genre : Criminal/Romance yang absurd (?)/Mistery.

Warning:OOC mendewa,ABAL,ABSURD,ANEH,OOT(OUT OF TOPIC),TYPO BANYAK,Mungkin akan membuat anda merasa serangan jantung,Hipertensi naik-turun,kehidupan anda menjadi absurd se absurd absurdnya sang author GAJE dan Terserang virus memabukan,muntah-muntah,diare,pokoknya eneg (mual),dan semacamnya

Keterangan :

'Kalimat dalam hati'

"Kalimat langsung"

Happy Reading!~

.

.

.

.

Author POV

Sehari kemudian setelah kasus klien penting ini Arthur Kirkland seorang bangsawan yang kabur dari rumahnya karena tidak tahan dengan sikap kakaknya yang keterlaluan,sementara itu Arthur menyamar sebagai penulis dan menceritakan semua tragedi,misteri,dan di dunia kriminalitasnya bersama Holmes yang sudah berteman sejak lama. Semenjak kasus Klien Pentingnya yang sudah berakhir mulus dan Arthur bertemu dengan Kirana Kusnapharani Annesia yang sekarang berada di belahan benua Eropa yak,disinilah Arthur dan Nesia berada di negara kebangsawanan yakni England. Cerita kasus kali ini membuat Arthur menghabiskan waktu lebih banyak bersama wanita asal benua Asia Tenggara yakni Indonesia,namun tak lupa Arthur membantu Holmes dalam kasus-kasus yang di tangani mereka. Arthur benar-benar jadi bahan perbincangan public mulai dari kebiasaannya,serta tulisan-tulisan di koran-koran dan majalah menyebutkan bahwa Arthur seorang teman baik Holmes di gosipkan sedang dekat dengan seorang wanita cantik yang bukan berasal dari England dan tentu saja Arthur mendapat respon dari public hal yang negatif juga positifnya,untungnya para masyarakat England tidak mengetahui apa-apa tentang marga yang sebenarnya 'Kirkland' juga personifikasi England sendiri dan masyarakat mengetahui Arthur sebagai teman baiknya Holmes atau rekan kerjanya sebagai detektive yang mengurusi sebagian besar penulisan cerita-cerita kisah kasus yang mereka tangani baru-baru ini.

Arthur POV

Pada malam terjadinya tragedi menegenaskan di kediaman Roderich Edelstein.

"Nesia?" tanyaku sambil memeluknya,aku sadar bahwa Nesia tak kunjung melepaskan pelukannya kemudian aku mengecek keadaannya,ternyata wanita yang ada dihadapanku ini pingsan tak sadarkan diri. Tubuhnya dingin karena kehujanan wajahnya di penuhi dengan tetesan air hujan dan matanya tertutup sehingga aku merasakan aura wanita ini damai sekali,ku gendong Nesia seperti Bridal style terpaksa aku tak bisa menggunakan payungku lagi,setelah berhasil menggendongnya dengan posisi senyaman mungkin bagiku,aku berlari dan menuju kereta yang berada di persimpangan perempatan.

"Sir,tolong ke alamat – " Arthur membisikan sebuah alamat rumahnya agar para pendengar tidak mengetahui dimana lokasi Arthur berada saat ini.

"Ta—tapi disana berbahaya sir?"

"Sudah jalan saja akan ku beri upah lebih!"

"Baik" dengan semangat kurir itu menggendarai kuda supaya baik jalannya,di perjalanan menuju rumahnya

"Su—sudah sampai sir" ucapan gugup kurir tersebut,kemudian Arthur memberikannya upah yang telah dijanjikannya

"Terimakasih!" setelah itu aku kembali memopang wanita Asia ini kemudian aku masuk rumah asliku yang pasti di sana berada kakak dan adikku

Tunggu dulu aku harus merubah penampilanku seperti biasanya tidak seperti ini,setelah aku merubah penampilanku menjadi diriku sendiri aku memecet bel yang berada di tepat di pagar luar rumah

"Siapa?" tanya Aussie Kirkland,adikku ternyata sedikit mulai tumbuh besar rupanya

"Saya Arthur Kirkland!" kemudian kulihat gerbang mulai terbuka dengan sendirinya tanpa ada orang yang membukanya,sebut saja rumah ini mempunyai teknologi tingkat tinggi bahkan rumah ini jika mengenali suara keluargaku mengatakan open akan langsung membuka,sebut saja langsung mematuhi perintah yang di ucapkan atau sidik jari yang membuka pintu laboratorium bawah tanah yang dulu aku sering bereksperimen sampai mana kekuatan magic dan ramuanku berkerja,namun sekarang setelah aku meninggalkan rumah begitu lama rasanya sejuta rindu pada semua anggota keluarga meskipun mereka menyebalkan dan membuatku memijat kepala karena pusing memikirkannya.

"Hai, Bastrad Arthur!" sapa adikku Aussie

"Hai! Mana Kaelin Kirkland [1] dan big brother Allistor Kirkland ?" tanyaku penasaran sambil melangkahkan kakiku menuju kamarku kemudian membaringkan Nesia di kasur itu,aku menyuruh para pelayan mengantikan pakaiannya

"Kaelin sedang berada di halaman belakang sedangkan kak Scottie tidak tahu kemana" jawab Aussie yang mengikuti aku kemanapun melahkah,oh iya Scottie adalah panggilan sayang keluarga Kirkland untuk Allistor Kirkland

"Hmmm,baiklah apakah professor bertamu kerumah kita?" tanyaku sambil mengambil gelas dan membuat teh earl grey

"Sepertinya dua hari yang lalu,bastard kau kemana saja—aku – aku—" kulihat mata Aussie mulai memerah kemudian aku berjongkok dan memeluknya erat,kurasakan air matanya menetes kebajuku yang masih basah

"Bastard! Kau membasahi bajuku!" Aussie mendorongku

"Hahahaha Sorry,tapi kau pasti merindukan abangmu ini?" godaku sesekali padanya,dan meminum tehku sambil duduk di sofa.

"Hell no!" Aussie membuang mukanya "By the way abangku ini jadi mirip abang France yang eksotis itu" setelah itu Aussie berlari menuju kamarnya yang tak jauh dari kamarku

Setelah meminum habis teh earl grey aku bergegas mandi karena mulai merasakan dingin menyerang tubuhku,ternyata kamar mandi ini tak benar-benar berubah hanya saja ada tambahan keran air juga kaca dan tempat handuk yang di gantungkan di sebelah bath tub.

"Tolong!" teriak seseorang entah di dalam rumah ini atau di luar rumah

"Kenapa saya ada di sini?" tariaknya lagi "Berhenti melepaskan pakaianku mesum!" tunggu setelah aku mendengarkan dengan seksama suara teriakan ini seperti suara wanita. Aku berfikir sekilas dan "Ah, itu pasti Nesia!" ujarku buru-buru membersihkan bagian dadaku yang belum di bersihkan dengan sabun,setelah itu saya langung menyambar handuk berwarna putih dan segera menuju kamarku

"Ada apa ini?" tanyaku berdecak pinggang,mataku melihat dua orang pelayan yang tentunya laki-laki yang berkerja dirumah ini "Hai,saya menyuruh kalian mengganti bajunya saja bukan bagian dalamnya juga!" uh,aku mulai kesal melihat wanita ini menunduk dan menutupinya dengan selimut,pelayan memang tak semuanya bisa diandalkan sh*t

"Ma—maafkan kami tuan"

"Ck,sudahlah kalian tak usah biar saya saja yang mengurusnya"

"Ta—tapi tunggu tuan belum memakai pakaian—" ujar seorang pelayan,apa yang dikatakannya ? Aku mulai mencarna kalimatnya dalam otakku

"Sh*t! Hei,Nesia bisakah kau tak menatapku seperti itu sialan" aku benar-benar malu kemudian aku bergegas membuka lemari pakaianku "Kalian keluar dari kamarku dan kau Nesia masuk ke selimut!" setelah para pelayanku keluar juga Nesia yang sudah dalam selimut,aku memakai pakaianku,seandainya saja waktu bisa diulang kembali aku tak akan pernah memperlihatkan bidangku lagi kepada wanita asing yang tidak akrab denganku apalagi Nation seperti Nesia,Hungary,Japan,dan para fujoshi juga fundashi setia yang memata-matai dan mengikuti kemana pun bahkan sampai memotret jika korban sudah berada di dalam kamar mandi secara diam-diam untungnya para funjodashi di negaranya masing-masing sekarang.

"Jadi,Nesia bagaimana keadaanmu?" tanyaku entah mengapa pembicaraan ini tak penting

"Lumayan,sudah belum?"

"Sudah,anda bisa keluar. Well,saya menemukanmu dalam keadaan pingsan"

"Tunggu,bukankah pria yang ku temui Sir Arthur Conan? Bukan anda Kirkland" wanita ini benar-benar menyebalkan,jika saja engkau bukan wanita sudah aku habisi eh,maksudku sudah kupukul dia sampai—lebih sialnya kenapa pula Nesia menatapku dengan wajah cemberut dan mengembungkan pipinya membuat wajahnya semakin imut arrggh buang semua pikiran imut tentang wanita ini,Nesia memiliki semua sifat! Jadi mana mungkin aku suka dengan sifatnya yang dalam keadaan yandere dan senyum sunging yang mematikan juga aura hitam menyelubungi dirinya uhh membayangkannya saja sudah amat sangat mengerikan

"Anda mungkin salah lihat karena pikiranmu sudah limit dan saat saya menemukan anda—anda sendiri yang memelukku kemudian pingsan"

"Benarkah?"

"Ya,begitu kenyataannya"

"Be—berarti saya ditipu!" tariaknya

"Hah?" saya heran apanya yang di tipu

"Yang benar saja saya sudah menunggu selama satu jam dan berbaik hati meminta izin kepadanya,ternyata dia memang pembohong dan mengerjaiku!" Nesia mengerutu sendiri kulihat aura hitam sedikit demi sedikit semakin banyak dan Nesia meremas selimut

"Hai,anda tidak malu. Ekkkm—setidaknya kau memakai pakaian" ujarku membalikan badan dan keluar dari kamarku

"Ah,sialan kau England! Kau pasti melihat!" wanita itu berteriak kencang membuat kupingku sakit saja, entah mengapa aku merasa senang dan menyeringai

"Bastard! Temanmu berisik sekali aku sedang belajar!" Teriak Aussie

"Pakailah bajuku dulu di lemari" ujarku kepada Nesia

Setelah ini aku menuju lab laboratrium bawah tanah aku akan membuat sihir agar public melihatku sebagai Arthur sobat Holmes dan jika di depan Nation melihatku sebagai Arthur sang personifikasi England,setelah sukses dengan sihirku. Kuhubungi Lukas Bonevik menggunakan surat kabar begini isi surat singkat yang aku tulis untuknya kemudian ku kirim menggunakan paket kilat

To Lukas Bonevik

Salam sejahtera,sobatku Sir Lukas Bonevik seperjuruan pengetahuan magic,bagaimana keadaan anda sekarang? Memang kita sekarang jarang bertemu. Saya Arthur meminta bantuan anda untuk cara membuat ramuan lebih spesifiknya Lukas tolong sempatkan waktu anda untuk berkunjung kerumah saya,mungkin kita akan membuat sesuatu yang baru seperti dahulu,percobaan pertama memang gagal bagaimana kalau kita mencoba lagi membuat ramuan itu? Apakah anda keberatan dengan apa yang saya minta,jika memang keberatan anda bisa mengirim pesan kepada saya dan jika anda tidak keberatan baiklah silahkan Lukas sobatku bertamu ke rumah saya kapan pun anda mau. Tapi sebelum itu sempatkan untuk menelpon atau mengirim surat pemberitahuan jika anda memang akan datang.
Sekian surat singkat ini dari saya semoga hari-hari anda menyenangkan

From Arthur Kirkland

Sekian lama aku meninggalkan rumah,kulangkahkan kakiku menuju ruang keluarga yang sebelumnya harus menaiki tangga karena aku memang di lab bawah tanah,kemudian menelusuri koridor-koridor yang panjang dan sebuah mesin mendeteksiku dari kaki hingga kepala,kemudian menuju kamarku untuk mengecek keadaan Nesia disana sebelum itu aku bertemu Kaelin Kirkland,dia tumbuh sedikit besar rupanya.

"Brother!" sapa Kaelin kepadaku

"Hai,Kaelin!Long time no see you" ucapku sembari tersenyum kepadanya

"Brother,Scottie pergi dari rumah" katanya sambil menunduk kepala "Scottie mencarimu,katanya ia sangat menyayangimu dan ada hal yang perlu dijelaskan" lanjut Kaelin yang kemudian menatapku dengan tatapan sedih

"Scottie,mencariku tapi dia sendiri yang mengatakan benci kepadaku!"

"Brother!" teriak Kaelin dan kemudian memelukku dengan erat "Brother keras kepala!Brother jahat Scottie dalam bahaya,Scottie sekarang berada di tanggan Professor,dan Professor itu jahat kumohon brother selamatkan Scottie"

"Tunggu,tahu dari mana Professor jahat?" tanyaku

"Sebenarnya saya tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka,Scottie diancam oleh Professor untuk membantunya dan jika tidak Scottie bisa mati dan menjadi bahan kelinci percobaannya!" kurasakan pelukan Kaelin semakin erat dan jari-jemarinyamencengkram bajuku,aku mengelus kepalanya agar dia tenang

"Brother,sayang Scottie,brother Aussie,dan Kaelin kan?" ujarnya yang kemudian melepaskan pelukan yang erat itu

"Tentu saja,mana mungkin brother membenci kalian" dan aku melihat jam "Sudah pukul sepuluh malam,ayo cepat tidur" aku mendorong Kaelin menuju kamarnya "Selamat malam" ujarku sembari menutup pintu.

Pikiranku sekarang kacau,semua yang telah terjadi pada masa lampau membuatku sakit kepala,aku duduk di sofa dan menonton tv tentang berita-berita ternyata berita petualanganku dengan Holmes masuk juga di tv,bibirku tak sanggup lagi untuk menahan seringaian sunging alhasil aku menyugingkan dengan penuh rasa senang,perlahan-lahan senyumku luntur kemudian pengelihatanku berubah sayup-sayup buram merasa mataku lelah sekali ku matikan tv itu dan menuju kamar Scottie,kasur brother nyaman sekali rasanya

Selamat malam,oyasumi,good night.

.

.

.

Scandal Arthur

Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya

Sherlock Holmes © Sir Arthur Conan Doyle

.

.

.

"Brother bangun" seseorang menguncang-guncangkan tubuhku,mataku masih sangat malas untuk membuka mata rasa lelah masih terasa melekat

"Nnnnggg?" gumamku tak jelas

"Brother,kak Nesia sudah menyiapkan sarapan pagi!" apa yang kudengar tidak salah,jangan-jangan Nesia bikin nasi,uuugggh makan pagi membuatku mual

"Bastrad brother bangun Alferd sedang berkunjung!" langsung saja mataku terbuka dan yang kulihat langit-langit juga sinar matahari yang menyilaukan

"Apa!" teriakku kemudian langsung saja aku menyambar handuk yang di pegang Aussie dan berlari menuju kamar mandi

"Aaww!" seseorang menabrakku ah—tidak aku yang menabraknya saat tengah berlari, badan dan bajunya orang itu begitu juga muka dan rambutku basah karena air minumnya yang tadi ia pegang entah siapa pemilik badan ini karena aku memang jatuh menimpanya 'apa ini yang lembut di kepalaku?' ku mendengar jantungnya berdetak

"Be-berat" suara wanita? "Art-Arthur se-sak,per-gi dari da-dah ku!Atau a-kan ku—" dengan cepat aku menutup mulutnya dengan tangan kanan

"Sssttt! Alferd datang" bisiku di telinganya

"Hah? Siapa yang datang" kulihat wajah Nesia bertanya-tanya

"Tentu saja Al—" otakku mulai berfikir jernih 'Apa Aussie berbohong lagi!'

"Siapa?" aku tersadar telah di tipu oleh adikku sendiri what the hell? Aku berdiri dan mengulurkan kananku "Miss Nesia may i help you?" Nesia mengulurkan tangannya dan aku membantunya berdiri,kemudian Nesia meninggalkankanku begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih Sir Arthur yang gantle man!

"Nesia" panggilku

"Hmmm?" Nesia berhenti dan membalikan badannya

"Kau berat juga ya?" mataku melihat ke arah lain

"Hmmm.. Masalah?" tanyanya

"Kalau kau jadi gendut nanti tak cantik like lady lagi!" ujarku kemudian mengangkat bahu dan melangkah pergi menuju kamar mandi

Author POV

Seorang wanita berdarah daging asal Indonesia itu berdiri kaku,wajahnya terlihat kesal dan sedikit tersirat rona merah di pipinya, sang personifikasi Indonesia menggembungkan pipinya dan berkata "Arthur!" kemudian pemuda personifikasi Britania ini menengokan kepalanya sadikit kesamping kiri dan melirik Nesia.

"Ada apa miss?" ujarnya yang kemudian alis tebal kirinya terangkat

"A-apakah pakaian ini cocok untuk ku?" tanyanya dengan menunjukan ekspresi senyumnya yang hangat, sontak mata England melihatnya dan England merasa ingin sekali ketawa. Tahukah anda para pembaca apa yang dikenakan Nesia sekarang ini benar-benar bukan like lady! Lebih tepatnya Nesia benar-benar mirip cowok! Nesia menggelung rambutnya kebelakang dengan sedikit sisa rambut yang terurai,Nesia memakai kaos bendera negara sang personifikasi England kemudian ia memakai celana panjang dengan sangat kelonggaran di bagian bawahnya melebihi telapak kaki lebih tepatnya menempel pada lantai dan bajunya pun sama longgarnya,baju di bagian tangan sampai siku, lebar bajuku tak sesuai dengan lebar badannya Nesia yang kecil,bajunya pun panjangnya sampai atasnya kira-kira selutut.

"Mmmm,menurutmu ?" Arthur membalikan badan kemudian tersenyum dan balik lagi menuju kamar mandi.

.

.

.

Arthur POV

Sehabis mandi,berpakaian formal,kemudian sarapan dengan memakan yang sangat terpaksa adalah nasi yang membuatku mual dan aku memakan sarapan sedikit sekali hari ini. Aku menghampiri Nesia yang berada di dapur yang sedang mencuci piring.

"Nesia" panggilku kepadanya

"Ada apa sir Kirkland?" ujarnya formal namun tetap tidak menolehkan kepalanya dan menatapku karena Nesia sedang asik dengan piring-piring kotor yang ia cuci bersih

"Ngomong-ngomong Nesia kita pergi mau tidak?" aku benar-benar gugup baru pertama kalinya aku mengajak pergi seorang wanita!

"Maaf sir Kirkland, saya harus menyelesaikan piring kotor ini dahulu" ujarnya dengan wajah poker face

"Bagaimana setelah mencuci piring?"

"Hmm,boleh" katanya sambil menganggukan kepala

.

.

.

.

Aku menunggu Nesia dengan sabar,sebenarnya kata sabar ini dipaksakan karena memang wanita personifikasi ini membuatku menguji kesabaran. Aku menunggu Nesia yang sedari tadi memilih-milih pakaian yang ada dilemariku dan alhasil lemariku berantakan.

"Bagaimana dengan pakaian ini apakah cocok?" dan sekali lagi Nesia menanyakan hal yang sama,kemudiann aku pun menjawabnya dengan hal yang sama "Tidak,itu bajuku Nesia!" dengan bosan aku terus menjawab pertannyaannya yang berulang-ulang

"Bagaimana kalau yang ini dengan topi ala detektive dan celana yang berwarna abu-abu ini?" tanyanya

"Tidak,itu miliku dan kau tidak cocok sama sekali" uuugggh aku mulai gondok dengan semua ini,lemari berantakan,Nesia membuatku bosan dan menunggu akan apa yang di pakainya nanti 'Dasar wanita!' ujarku dalam hati

"Arthur~ kalau yang ini bagaimana?" aku menarik tangannya entah yang mana aku tidak tahu menahu

"Pakai sepatuku dulu" aku mengambil sepatuku dan memberikannya

"Tapi itu kebesaran.." Nesia cemberut

"Sudah pakai saja dulu cepat!" perintahku sedikit kasar

"Baiklah" Nesia menjulurkan tangannya dan kemudian Nesia memakai sepatuku

Setalah itu aku keluar yang di ikuti Nesia di belakangnya

"Kita mau kemana Sir Arthur Kirkland?" tanyanya

"Lihat saja nanti dan tolong jangan panggil margaku itu saat berada di luar rumah,anda cukup memanggilku Arthur,Sir Arthur atau Doktor Arthur"

"Memangnya kenapa?"

"Nesia,bisa tidak banyak bertanya?" kemudian Nesia akhirnya diam juga untuk tidak banyak bertanya. Aku naik kereta yang tertutup bagian penumpangnya agar public maksudku wartawan yang tak habis dengan berita picisan dan berlebihan di muat di sebagian majalah gosip terkini agar tidak terlalu memperhatikan kami

"Pakai tudung ini"

"Bukankah ini punyaku?"

"Benar sekali miss Annesia" ujarku formal, "Siapa sebenarnya anda?" tanyanya setelah memakai tudung itu Nesia menyipitkan matanya dan memegang krisnya

"Bukankah miss sudah mengenal seperti apa saya ini?" Nesia mendekat dan wajahnya mendekati wajahku sedekat mungkin

"Apa yang—" Nesia memotong ucapanku ia membekapku dengan kedua tangannya

"Sssttt,saya sedang memperhatikan anda" oh ternyata hanya itu kemudian aku mengangguk mengerti

"Hahahaha!" Nesia melepaskan bekapannya dan Nesia tertawa entah apa yang membuatnya senang "Kenapa miss?" tanyaku

"Ah,maaf—Arthur aku percaya kau ini benar-benar kamu—" Nesia mendekat lagi dan membisikan kalimatnya ke kupingku "Sir Arthur Kirkland yang memiliki alis setebal ulat bulu" Nesia benar betul mempunyai banyak sifat! 'Apa yang kau bilang KIRANA KUSNAPHARANI ANNESIA!' tentu saja kalimat ini hanya di dalam hati,mana mungkin aku mengatakannya pada wanita

"Nesia!" geramku tentu saja

"Ahahahaha! Maaf maaf"

.

.

.

"Sir,kita sudah sampai di P-Shoper" ujar kusir

Aku memberikan jasa uang kepada kusir tersebut,kemudian aku turun dari kereta dan menggandeng Nesia dengan tangan kiriku dan tentu saja dengan tangan kanannya Nesia. Aku menarik tangan Nesia lagi menuju P-Shoper toko baju yang terkenal dan mewah itu

Cling-cling,bunyi pintu masuk dan keluar toko tersebut

"Selamat datang" ucap pelayan toko ramah kepada kami

"Ah, Sir Doktor Arthur senang bertemu anda disini" lanjut pelayan toko yang kemudian menjabat tanganku "Bagaimana kasus yang anda pecahkan bersama Sir Holmes?" sialan pelayan bertanya begitu

"Maaf,sebelum saya menjawab boleh kah anda melayani kami sebagai pembeli toko ini terlebih dahulu?" ujarku yang tersenyum ramah tapi aslinya aku benar kesal bagaimana bisa pelayan toko yang mewah ini tidak melayani yang baik dan benar,Nesia mengibas-ngibaskan tangannya seolah olah ia menyuruhku sedikit menunduk "Ada apa miss?" aku menunduk sedikit agar tubuhku setara tingginya dengan Nesia. Nesia kembali berbisik "Sir Arthur,sabar ya jangan terbawa emosi" aku benar kaget dengan apa yang dikatakannya,seolah-olah Nesia benar mengetahui apa yang aku rasakan "Hmm.." aku bergumam dan membuka tudungnya kemudian mengacak-acak rambutnya "Tidak perlu khawatir dengan itu,aku sudah tahu" aku tersenyum dan masih mengacak-acak rambut hitamnya "He—hei! Anda membuat rambutku berantakan" pipi Nesia mengembung dengan lucunya seperti anak kecil "Baiklah,anak manis!" aku menarik hidungnya yang pesek itu alhasil Nesia memukul lenganku tapi rasanya tak terlalu sakit

"Maaf,Sir apa yang bisa saya bantu" pelayan toko itu menghentikanku melakukan hal itu seperti masa-masa mengurus Alferd saat masa lampau

"Saya perlu pakaian yang paling mewah,bagus,kualitas tinggi dan membuat wanita ini terlihat cantik dan anggun saat saya lihat" aku mendorong Nesia untuk mengikuti pelayan toko ini, aku duduk di sofa yang berhadapan dengan ruang gantinya Nesia. Begitu banyak yang dipilih pelayan itu dua tangannya enuh dengan gaun-gaun,kaos,celana dan juga rok tentunya semua itu untuk di coba oleh Nesia

"Miss,anda coba ini dulu dengan ini" pelayan ituu mengasihkan kaos bertulisan-tulisan Spain yang inti artinya maju terus untuk meraih citamu dengan celana pendek jeans berwarna biru tua lalu Nesia mengambilnya dan mencobanya "Bagaimana?" tanya Nesia

"Tidak" ucapku singkat lalu pelayan itu mengambil gaun berwarna hijau muda dengan model 80an yang begitu ketat dan rapih saat memakainya di perlukan seorang yang mengikatkan tali dibelakangnya

"Bagaimana?" tanya Nesia lagi

"Tidak cocok" ucapku singkat,terus-menerus pelayan itu memberikannya baju-baju yang dianggap terbaik berkali-kali Nesia menganti baju dan pada akhirnya aku terus bilang tidak dan memang semua tidak cocok untuknya. Aku mulai bosan dan kemudian aku berkeliling mencari pakaian yang cocok untuknya di toko ini pada akhirnya aku menemukan apa yang cocok untuknya,aku memberikan pakaian yang aku dapat dan diterima oleh Nesia lalu ia menganti pakaian lagi

"Arthur.." ucap Nesia di dalam kamar ganti aku yang mendengarnya dan berkata "Iya miss?" setelah itu Nesia berkata "Jika pakaian ini tidak cocok untukku aku menyerah untuk mencoba-coba pakaian lagi. Arthur aku sangat lelah setelah mencoba-coba sebegitu banyaknya pakaian" ujar Nesia lelah "Hmm,baiklah setelah mencoba pakaian terakhir ini saya janji akan membelikan makanan atau minuman yang anda mau miss" jawabku ramah "Benarkah itu Arthur?" ujar Nesia "Tentu"

"Terimakasih!" Nesia tiba-tiba membuka pintu ganti pakaian tersebut dengan senyumannya yang hangat asal dari daerah tropis

"Ne—Nesia ?" aku benar-benar speechless sontak mataku melebar melihat kecantikan Nesia yang alamiah dan itu bukan buatan, Nesia memakai Dress berwarna biru muda yang di bawahnya sedikit ada gelombang-gelombang untuk mempermanis pakaian tersebut,dan di bagian badannya membentuk lekukan-lekukan badan Nesia yang jika menurut Francis membuatnya inggin menodai—coret menurut Arthur Nesia begitu sexy dan di lengannya yang cocok sekali di lengan Nesia "B—bisakah anda melepaskan ikatan rambut itu?" entah sihir apa yang dipakai gadis ini,tanpa sadar aku melangkah maju dan melepaskan ikatannya yang sembarang setelah ikatannya lepas rambut Nesia dengan sangat lembut menyentuh tanganku dan Nesia membereskan rambutnya sedikit yang alhasil rambut hitamnya bergelombang panjang akibat ikatan yang dibuat menggulung. Aku tentu saja menikmati ciptaan tuhan yang sangat sempurna seorang personifikasi Indonesia sangat like lady sekali dimataku.

"Jadi bagaimana menurutmu?" hilang sudah lamunanku,sebuah pertannyaan Nesia membuatku sadar akan pesona yang di berikan tuhan pada personifikasi Indonesia

"Se—sexy" aku ga peduli mungkin saat ini aku blushing "Bloody hell,Nesia pakaian ini benar-benar cocok untukmu!" aku membuang muka agar merah pipiku tidak di ketahui wanita ini "Bukankah ini cocok dengan mu miss?" lanjutku se formal mungkin dengannya

Cling-cling

"Selamat datang"

"Senorita~" aku merasakan hawa buruk yang mendekatiku,seseorang entah siapa dia dekat sekali dengan Prussia dan Francis

"Holaaa~ Arthur,apa kabar?" dia duduk di sofa bersebelahaan denganku,memang benar Prussia,Francis dan Antonio adalah bad friends forever

"Antonio ada apa?" ujarku dengan pokerface

"Oh,Arthur siapa yang kau bawa ini hmm.." godanya yang kemudian ia memegang tanganku dan mengelusnya di pipi coklatnya sang personifikasi Spain "Oh come on! Arthur mulai thundere lagi" Antonio masih tetap mengelus pipinya menggunakan tanganku

"DONT TOUCH MY HAND TOMATO BASTARD!" aku menepis tangannya

"Arthur anda mulai sedikit kasar rupanya?" ucap Antonio "Lovino!" panggil Antonio

"Ada apa tomato freak?" ucap Lovino yang melipatkan tangannya ke dada

"Sudah dapat tomatnya?"

"Antonio,bagaimana bisa kau membeli tomat di toko pakaian,tomat tentu saja tidak ada di toko ini" kataku

"Permisi miss, sepertinya saya menganggu kencan anda" Antonio memegang tangan Nesia kemudian mengecup tangannya "Arthur,saya tidak sengaja melihat anda ada di toko ini saat saya dan Lovino sedang berjalan-jalan untuk membeli persediaan tomat yang hampir habis. Well,semoga harimu menyenangkan" lanjutnya dan kemudian Antonio dan Lovino pergi dari toko ini

Handphone aku berbunyi tanda ada seorang yang menelphoneku "Miss,permisi" kemudian aku melangkahkan menuju dekat jendela kaca besar yang berada di toko tersebut

"Hallo?"

"Sobatku,apakah harus mendadak seperti ini?"

"Baiklah Holmes aku akan segera kerumahmu" kemudian aku menutup telephone dan menuju Nesia "Pelayan tolong berapa yang harusku bayar untuk pakaian yang di pakai miss ini?" tanyaku pada pelayan

"Harganya murah hanya 200 ribu dollar" ujarnya. Setelah mengetahui berapa yang harus aku bayar,aku mengeluarkan dompetku dan mengambil 2 lembaran 100 ribu dollar lalu memberikannya pada pelayan tersebut

"Pakaiannya mau langsung di pakai atau –"

"Pakai langsung saja,tapi sebelumnya tolong bungkus pakaian ini" kataku cepat lalu memberikan pakaianku yang tadi dipakai Nesia pada pelayan

"Baiklah terimakasih sudah membeli" aku dan Nesia keluar dari toko itu dan kemudian berjalan kaki untuk menuju toko pakaian khusus wanita yang tentu saja aku tidak masuk aku hanya memberikan uang pada Nesia untuk membelu pakaian khusus wanita dan setelah itu kami berjalan kaki lagi dan memasuki toko sepatu yang kemudian pada akhirnya aku dan Nesia berbeda pendapat apa yang cocok untuk dirinya. Nesia berpendapat sepatu yang tidak berhak membuatnya nyaman sedangkann aku sendiri lebih menyukai Nesia memakai sepatu berhak agar Nesia sedikit tinggi dan like lady dan alhasil kami bersepakat untuk membeli kedua sepatu itu namun sebelumnya Nesia menolak dia berkata "Sir Arthur,maaf membuat anda kerepotan begini bagaimana jika saya tidak usah membelinya lagi pula saya sendiri mempunyai sepatu tapi memang sih sekarang masih basah" dan aku menjawabnya dengan kalimat "Jangan menolak pemberianku Nesia lagi pula memang saya sendiri yang mengingginkan membelikan semua ini,yaah saya memang baru pertama kali memberikan ini semua kepada gadis kecuali saya memang sering membayarkan Alferd makan burger jika jalan dengannya" dan gadis personifikasi Indonesia itu mengangguk mengerti kemudian berucap terimakasih banyak kepadaku,tentu saja aku sangat senang hari ini karena Nesia menerima dengan baik. Setelah jalan dengan Nesia saya menaiki kereta dan membisikan alamat yang akan dituju,tentu saja Nesia akan pulang kerumahku lagi dan aku meninggalkannya sendiri naik kereta aku bergegas menuju rumahnya Holmes di Baker Street untuk memenuhi permintaan Holmes agar aku mengunjunginya secepatnya,mungkin Holmes mendapat tugas kasus baru lagi hari ini.

TBC

Tinggalkan jejak (Review!~~)

[1] Kaelin Kirkland : New Zealand

S-BlAr : Pasti anda mengira saya copy-paste. Sudah ku duga itu pasti ada yang mereview seperti anda,sebenarnya kata copy-paste tidak tepat karena memang sekenario saya adalah menulis naskah asli dari penulis aslinya dan ditambahi dengan Charakter Axis Power Hetalia. Jika memang naskah ini tidak boleh ku pakai saya sudah menyantumkan Disclaimernya penulis asli dari Serlock Holmes maupun Hetalia,dan yah memang benar TYPO dimana-mana XDD. Saya memang tidak teliti di bagian peng editan/Plak. Tapi saya sangat berterimakasih kepada anda yang sudah mereview kesalahan pengetikan yang coret – kurang benar – coret sangat tidak benar (Scottland,skotland seharusnya Scotland X'D) Dan saya baru sadar saya mengetiknya double XDD/dor. –mati—bangkit lagi- Ah setidaknya saya tidak mengakui bahwa yang tulisan naskah asli itu samasekali bukan punya saya dan jika fic ini ADA yang berbeda dari naskah asli Holmes maka cerita serta kalimat tersebut punya di kasus yang baru ini (Chap 5 ) mungkin akan berbeda dari naskah asli yang di tulis Sir Arhur Conan Doyle. Saya meminta maaf jika TYPO-TYPO BANYAK ini membuat anda binggung,silahkan anda memberikan saran dan kritik yang membangkitkan semangat~! XDD /Dor –mati-. Santai aja sama saya mah males login gak jadi masalah yang penting saran-saran yang sangat saya perlukan untuk chapter-chapter selanjutnya.

Kucing : Ah sebelumnya saya sangat berterimakasih untuk mereview fic saya yang amat sangat abal ini,hmmm mungkin SpaNes nyempil ga sih ? #Dor

Hiromi Arisu : Kyaa akhirnya Hiromi tergoda olehku untuk membuat akun XD ooohh ternyata anda ketularan juga pair yang satu ini (UKNes). Ohohoho makasih banget ya udah review :3