Sebelumnya...
"Baiklah terimakasih sudah membeli" aku dan Nesia keluar dari toko itu dan kemudian berjalan kaki untuk menuju toko pakaian khusus wanita yang tentu saja aku tidak masuk aku hanya memberikan uang pada Nesia untuk membelu pakaian khusus wanita dan setelah itu kami berjalan kaki lagi dan memasuki toko sepatu yang kemudian pada akhirnya aku dan Nesia berbeda pendapat yang cocok untuk dirinya. Nesia berpendapat sepatu yang tidak berhak membuatnya nyaman sedangkann aku sendiri lebih menyukai Nesia memakai sepatu berhak agar Nesia sedikit tinggi dan like lady dan alhasil kami bersepakat untuk membeli kedua sepatu itu namun sebelumnya Nesia menolak dia berkata "Sir Arthur,maaf membuat anda kerepotan begini bagaimana jika saya tidak usah membelinya lagi pula saya sendiri mempunyai sepatu tapi memang sih sekarang masih basah" dan aku menjawabnya dengan kalimat "Jangan menolak pemberianku Nesia lagi pula memang saya sendiri yang mengingginkan membelikan semua ini,yaah saya memang baru pertama kali memberikan ini semua kepada gadis kecuali saya memang sering membayarkan Alferd makan burger jika jalan dengannya" dan gadis personifikasi Indonesia itu mengangguk mengerti kemudian berucap terimakasih banyak kepadaku,tentu saja aku sangat senang hari ini karena Nesia menerima dengan baik. Setelah jalan dengan Nesia saya menaiki kereta dan membisikan alamat yang akan dituju,tentu saja Nesia akan pulang kerumahku lagi dan aku meninggalkannya sendiri naik kereta aku bergegas menuju rumahnya Holmes di Baker Street untuk memenuhi permintaan Holmes agar aku mengunjunginya secepatnya,mungkin Holmes mendapat tugas kasus baru lagi hari ini.
Scandal
Disclaimer:
Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya
Sherlock Holmes © Sir Arthur Conan Doyle
Pairing: Parallel Nations plus Holmes
Rating: Tebak sendirilah mungkin T atau M ?
Genre : Criminal/Romance yang absurd (?)/Mistery.
Warning:OOC mendewa,ABAL,ABSURD,ANEH,OOT(OUT OF TOPIC),TYPO BANYAK,Mungkin akan membuat anda merasa serangan jantung,Hipertensi naik-turun,kehidupan anda menjadi absurd se absurd absurdnya sang author GAJE dan Terserang virus memabukan,muntah-muntah,diare,pokoknya eneg (mual),dan semacamnya
Ket :
'Kalimat dalam hati'
"Kalimat langsung"
"Webjjnnbe" tulisan miring bertanda bahasa asing selain bahasa Indoenesia
Happy Reading!~
.
.
.
.
Sekarang aku berada di depan Baker Street yang dimana pasti Sherlock Holmes berada,aku melangkahkan kakiku menuju rumahnya lalu masuk dalam jalan tersebut dan sedikit berjalan disana aku pasti menemukan rumah sobatku Holmes. Holmes dan aku sudah berkerja sama menumpas kejahatan,kasus yang di tangani aku rasa cukup sulit dan dikenal masyarakat dengan baik mungkin para penjahat berfikiran Holmes lah yang menjadi halangan untuk mencapai kesuksesannya dalam dunia kriminalitas. Kira-kira Holmes menghubungiku karena apa ya? Apakah ada kasus baru? Ataukah hal yang bukan aku fikirkan? Aku menaiki tangga agar aku bisa menemui Holmes dalam ruang kerjanya,pintu tua namun masih tetap kokoh berwarna coklat ini aku buka
" Arthur senang bertemu anda lagi!" kata Holmes bersemangat,ia duduk di dekat perapian dan menghisap pipa rokoknya " Bagaimana kesimpulanmu pada kasus yang kami pecahkan bersama ?" katanya kemudian ia mengetuk-ketukan pipa rokoknya membuang semua kotoran yang berada di dalamnya lalu aku duduk "Aku sangat tidak bisa percaya apa yang terjadi,sungguh malang nasib Roderich Elstein,dan aku tidak menduga bahwa perempuan yang berasal dari Asia tepatnya di asia tenggara itu jatuh cinta kepada seorang pemuda asal Austria itu. Aku rasa saudaranya sekarang mengkhawatirkannya dan mungkin mencari saudaranya yang berada di England ini,sungguh pilihan yang tepat jika Jendral Soedirman yang bijak dan gagah itu meminta bantuan anda sobat"
"Jika menurutmu begitu,Arthur bagaimana pagi anda?" tanyanya
"Seperti biasannya,ada apa jarang sekali sobatku menanyakan hal yang seperti itu?" aku heran tiba-tiba Holmes menanyakan keseharianku
"Begitu,saudariku aku hanya saja ingin lebih mengenalmu itu saja" katanya yang kemudian membaca surat-surat
"Hanya itu? Aku rasa sobatku Holmes pasti ada rencana dibalik pertannyaan itu"
"Oh,Arthur sungguh hanya itu lagi pula memangnya ada yang di sembunyikan dariku?" sungguh pertanyaan Holmes membuatku heran dan juga kaget "Kenapa Arthur ?" baiklah ekspresiku pasti sudah ditebaknya,aku tidak bisa berbohong kepadanya sungguh itu membuatku susah sekali untuk mengatakan hal yang sebenarnya "Baiklah Arthur,jika memang berita dari koran dan majalah itu membuatmu pusing jangan kau pikirkan" Holmes memberikan koran kepadaku,aku memabacanya yang isinya berjudul Doktor Arthur seorang yang tidak di duga ternyata sobatnya Holmes memiliki wanita simpanan, Arthur memakaikan tudung kepada wanita tersebut mungkinkah ia harus sebegitunya menutupi wanita tersebut. Benarkah Arthur mempunyai scandal terhadapnya? Mereka memasuki toko gerangan wanita tersebut dan apa hubungan wanita itu dan dirinya. Sungguh setelah aku baca koran tak disangka para paparazi mengikuti kita.
"Wow paparazi menyebarkan berita begitu sangat cepat dan fakta bohongnya aku mempunyai secandal,Holmes anda bisa percaya padaku wanita itu hanya teman tidak lebih"
"Sungguh? Aku melihat dimatamu memiliki perasaan terhadapnya di foto ini" Holmes memberikan foto tersebut kepadaku,foto itu di saat aku mengenggam tangannya saat menuruni tangga kereta
"Bagaimana bisa anda mendapatkan foto-foto ini?" tanyaku heran
"Semuanya bisa dapat di pedagang kaki lima" ujar Holmes yang kemudian ia berdiri dan menggambil surat di atas meja lalu memberikannya kepadaku "Sebaiknya Arthur,urusi dulu scandalmu itu di perusahaan majalah gosip agar tak terlalu mencolok dan sebaiknya secepatnya karena aku rasa—" lanjutnya kemudian dia bersuara berbisik kepadaku "Ada apa Holmes?" tanyaku lalu Holmes mendekat dan berbisik "Seorang paparazi mengikutimu sampai rumahku dan dia berada di depan pintu itu" Holmes menunjukan pintu keluar "Ah,mengerti dan aku akan menyelesaikannya" tanpa babibu aku membuka pintu keluar rumah Holmes secara tiba-tiba teryata benar seorang paparazi mengikutiku
"Ah,maaf Dokter Arthur bagaimana keadaan anda?" tanya paparazi itu menundukan kepala yang mengunakan tudung hitam
"Baik,ada apa anda kemari dan mengikuti saya?" tanyaku to the point
"Ano,maaf" ia membungkukan badan kemudian lari keluar entah kemana
"Sobatku Holmes anda benar,ada-ada saja pencari berita itu" kemudian aku bergegas menuju perusahaan majalah gosip menggunakan kereta dan tentu saja emosiku masih terkendali
Sherlock Holmes POV
'Begitu banyak masalah ya sobatku,sampai-sampai engkau menjadi berita utama' batinku
Tapi kenapa raut wajah Arthur begitu kagetnya mendengar perkataanku barusan? Benar-benar mencurigakan memang dia sahabatku yang telah membatu dalam dunia kejahatan tapi dia juga bisa sangat kejam dan jahat dia mengetahui semua apa yang aku lakukan dan dimana sekarang lalu jam-jam dimana aku berada jika memang dia penjahat akan sulit aku menumpas kejahatannya,Arthur memang misterius saat pertama bertemu dengannya aku menanyakan alamatnya dimana dia hanya menjawab 'saya tidak mempunyai rumah tapi aku bertempat tinggal di apartement' tapi jika dilihat secara detail mana mungkin Arthur tidak mempunyai rumah pakaiannya saja rapih seperti bangsawan orang awam aja pasti mengira dia memang bangsawan. Lebih baik aku merokok saja untuk santai setelah mendapat kasus terakhir tapi kenapa hari ini tidak ada kasus?
Arthur POV
Bagaimana bisa hargadiriku ini di rendahkan oleh beberapa publik ada yang berbisik-bisik dan menatap tajam seolah-olah aku ini adalah manusia kotor sungguh bagaikan pengucilan,akhirnya aku tiba juga di tempat percetakaan majalah-majalah yang terdapat berita-berita picisan.
Aku memasuki gedung itu,aku berada di ruang lobby dan menanyakan pemilik perusahaan ini kepada petugas informasi sambil membawa majalah dengan berita scandal tentang diriku
"Permisi,bisa saya bertamu dengan pemilik perusahaan ini?" tanyaku kepada wanita yang sedang duduk
"Maaf,apakah anda sudah membuat janji kepada beliau?" jawab wanita itu acuh tak acuh
"Belum tapi bisakah saya?" tanyaku
"Maaf sekali tidak bisa"
"Cih,baiklah jika memang begitu. Apakah anda tidak takut di pecat dari perusahaan hmmm?" tatapanku sinis kemudian membuat senyuman semengerikan mungkin
"S-siapa anda sebenarnya?" wanita itu berdiri dari duduknya lalu aku memberikan kartu nama asliku kepada wanita tersebut
"Si-silahkan anda menuju ru-ruangannya"
"Dimana?" ujarku dengan muka poker face
"Sir hanya menuju lantai tiga dan belok kiri" ucapan wanita itu dengan lemah "Oh,ya jika kau memberitahu polisi aku akan menyihirmu menjadi lupa ingatan" aku menatapnya dan berbisik pelan mengucapkan mantra pelupa kemudian aku meninggalkan wanita tersebut dengan keadaan tak sadarkan diri setelah itu aku menuju ruangan pemilik perusahaan ini. Setelah mengikuti informasi dari wanita itu aku menemukan sebuah tanda nama yang familiar di sana tertulis Bianca Cylchgrawn [1] kemudian aku mengetuk pintunya yang direspon dalam ruang tersebut untuk masuk lalu aku memasuki ruangan kerjanya yang cukup rapih namun di mejanya cukup berantakan penuh dengan bahan naskah-naskah berita juga foto-foto
"Silahkan duduk"
"Terimakasih" aku duduk dengan nyaman
"Ada perlu apa datang kemari?" tanya perempuan itu yang memegang sebatang rokok kemudian menghisapnya dan membuang asap rokok itu dari mulutnya
"Anda pastinya sudah mengenalku,jangan banyak basa-basi" aku membuka tudungku dan memperlihatkan wajahku kepadanya
"Hn,saya tahu anda ini" ucapnya acuh "Sekali lagi saya tanya ada apa datang kemari Sir Doktor Arthur Conan?" ucap namaku dengan penuh penekanan
"Well,miss yang angkuh dan tidak mempunyai moral sedikit saja. Apakah benar anda tidak mengetahui maksud dan tujuan saya datang kemari" aku menjawabnya dengan tenang tanpa ada emosi namun sedikit meledeknya memang benar miss ini angkuh
"Ugggh! Anda benar-benar!" geram wanita itu yang mematikan rokoknya "Tentu saja pasti anda melapor agar berita tentang anda tidak di sebar! HA! Tentu saja anda sangat terlambat untuk itu" lanjutnya wanita itu merebahkan tubuhnya dikursi yang berwarna hitam
"Well,miss saya hanya menyampaikan satu hal kepada anda—" sebelum aku selesai berbicara wanita yang berambut pirang itu memotong " Saya tahu sebenarnya anda tuan!" wanita itu menyeringai,tatapan matanya sungguh tajam bagai elang dan raut wajahnya berubah menjadi sangat serius "Bukankah anda Arthur Kirkland?" tanya wanita itu kemudian ia memegang pistol yang ditujukan kepadaku "Kirkland yang sangat kejam! Menjajah wilayah kami seenaknya kami bukanlah negara Koloni anda! Jendral" tatapan wanita tersebut menjadi sedih dan ia tetap menodongkan pistol ke kepalaku "Well-well-well,tuan Kirkland saya tegaskan kepada anda sedikit saja anda menyentuh kulit mulusku dan menghinaku akan saya pastikan anda menyesal"
"Miss Bianca Cylchgrawn,apa yang anda bicarakan?" memang aku terkejut dengan perubahan sikapnya secara drastis "Miss,anda baik-baik saja?" tanyaku setelah melihat raut wajahnya yang berubah sedih dan meletakan pistolnya kembali
"Maaf—yang telah saya lakukuan" wajahnya masih dipenuhi rasa kesedihan
"Miss,maaf sebelumnya apakah anda mempunyai masalah dengan keluarga Kirkland?"
"Ya,benar anda benar Sir Arthur bagaimana bisa anda mengetahui hal itu?"
"Miss,perlakuan anda terhadap saya sudah pasti membuktikan bahwa anda memang benar mempunyai masalah yang sangat serius"
"Anda benar,memang saya mempunyai masalah"
"Bolehkah saya mengetahuinya?" tanyaku
"Apa hubungannya dengan anda? Anda tak usah pura-pura peduli pada saya yang memang telah dibuang olehnya!"
"Anda boleh berbicara seperti itu,tapi jika memang masalah ini perlu dibicarakan silahkan saja anda bisa berbicara langsung dengan saya tanpa biaya apapun"
"Sebenarnya kejadian ini sudah sangat lama,waktu saya berumur 10 tahun saya tinggal di sebuah rumah yang begitu damai dan tentram bersama ayah saya,mamah saya sudah meninggal kata ayahku mamah meninggal karena memang sakit jantung dan tidak bisa kembali kedunia ini lagi. Beberapa hari kemudian ayah saya semakin menjauh dari saya padahal saya sendiri anak kandungnya,ayah saya selalu menghabiskan waktunya di laboratorium. Sampai akhirnya saya bertanya kepada ayah saya 'Papah apa yang papah kerjakan?' dan tiba-tiba saja ayah saya mendorong tubuh mungilku dan menutup pintu ruang laboratorium,dan seseorang yang tinggi berdiri di depan saya dan saya masih ingat betul pria itu memperkenalkan dirinya kepada saya ,pria itu bernama Allistor Kirkland. Pria itu mengajak saya pergi dari rumah yang kemudian saya turuti dan saat di mobilnya saya hampir saja dibunuh olehnya,raut wajahnya berubah dari tadi baik seperti malaikat menjadi jahat sangat jahat! Dia memegang sangat erat tubuh kecilku walaupun saya telah memohon-mohon untuk dilepaskan dia tetap saja tidak mendengar perkataan saya,benar-benar iblis! Untungnya saya bisa meloloskan diri. Sejak saat itu aku terus berlari dan berlari dengan sekuat tenaga menghindar makhluk kejam itu! Dan 10 tahun yang lalu saya ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di tengah jalan Victoria yang kemudian saya di bawa seseorang yang baik kerumahnya untuk merawat saya sampai sebesar sekarang saya masih ingat betul perkataan kasar ayah saya dia mengatakan 'Pergi!Pergi jika tidak aku akan membunuhmu! Dan menghidupkan wanita ini!' saya tak sempat melihat siapa yang ditunjukan ayah saya"
"Baiklah saya punya solusi untuk anda,tapi ada syaratnya"
"Benarkah? Apa syaratnya?"
"Well,hanya mengembalikan harga diri saya" ucapku santai
"Setuju"
"Satu hal lagi,bolehkah saya bertanya?"
"Silahkan apa saja"
"Apakah ayah anda seorang yang genius?"
"Saya tidak terlalu ingat hal itu"
"Baik,apakah ayah anda seorang yang dikenal masyarakat?"
"Mungkin mereka maksud saya 'Team Medical Dragon'?"
"Siapakah mereka?"
"Saya tak ingat betul siapa saja mereka yang pasti salah satu dari mereka adalah ayah saya"
"Apa pekerjaan ayah anda?"
"Doktor tapi Team Medical Dragon biasa menyebut ayah saya Professor Doktor"
"Berapa usia anda sekarang?"
"Sekitar 20 tahun jalan"
"Umur ayah anda saat umur anda 10 tahun?"
"Mungkin 35 ? "
"Pertanyaan terakhir,bagaimana tingkah laku ayah anda saat usia anda 10 tahun?"
"Saat itu ayah saya selalu berdiam diri di ruang laboratoriumnya,saya pernah sekali masuk keruangannya kalau tidak salah ada sebuah buku yang berwarna coklat yang sedikit kusam itu yang berjudul 'Upacara Pembangkitan' namun setelah saya membukanya buku itu hanya berisi rumus dan corat-coret tak karuan"
"Baiklah,saran saya anda harus bersikap seperti biasa dan tolong anda kurangi rokok karena memang itu berbahaya untuk kesehatan anda" ujarku kemudian aku berdiri dan hendak keluar ruangannya yah,masalah scandalku selesai sudah bye-bye bloody scandal!
"Tunggu dulu,anda tidak bisa keluar begitu saja tanpa mengambil ini" wanita itu memberikan dua buah tiket yang bertulisan Disney Land "Itu hadiah untuk anda yang telah mendengarkan masalah saya dan juga membantu saya" lanjutnya
"Terimakasih miss,anda memang berhati baik" aku tersenyum dan kemudian aku pulang dengan kereta kencana menuju rumah asliku yang tentunya disana pasti ada adikku dan si Nesia sang wanita yang mempunyai semangat tinggi juga mempunyai banyak sifat yang sangat berbeda dari saudaranya Miss Sekar Annesia
.
.
.
Scandal Arthur
Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya
Sherlock Holmes © Sir Arthur Conan Doyle
.
.
.
Pagi yang cerah membuat hari baru semakin bersemangat,saya yang langsung bangun dari tempat tidur bergegas mandi,berpakaian,serta sarapan roti yang dilapisi selai kacang dan coklat juga dengan teh green dari Jepang tentunya Honda Kiku memberikannya kepadaku saat dia mengunjungi rumahnya yang sangat tradisional Jepang,aku duduk di meja makan bersama adikku personifikasi Australia,New Zealand,dan seorang wanita Asia bernama Kirana Kusnapharani Annesia yang sedang menyantap sarapan pagi.
Setelah itu saya menuju ruangan keluarga yang pasti disana ada TV 30 inc,aku menyalakannya yang kemudian di sana ada berita-berita yang tentunya sangat menarik. Berita tersebut mengabarkan bahwa inflansi di negara England tak membuat keuangan negara pemerintah turun namun tetap dengan nilai krus yang tinggi seperti sebelumnya dan berita yang paling membuat Nesia senang dan tiba-tiba memeluk Arthur yakni adiknya Sekar Annesia mendapat peringkat pertama dalam sejarah negara dunia dari semua mahasiswi maupun mahasiwa,tantu Arthur tidak kaget dengan hal itu Sekar kan memang sudah berusia 200 tahun sama seperti kakaknya namun saat di dimensi lain usia Nesia dan Sekar sekrang 20 tahun.
Saat asik-asiknya aku menonton sebuah berita tentang negaraku,tiba-tiba Nesia memelukku dari belakang
"Ada apa Nes?"
"Mmm?" Nesia masih memeluk leherku "Sebentar saja"
"..." Aku tidak menjawabnya jika memang dia membutuhkan itu silahkan saja aku tidak keberatan lagi pula hanya pelukan teman biasa
"Aku sangat rindu.." ujarnya lirih dan membenamkan wajahnya yang menyentuh leherku
"H—hei Nesia kau boleh saja me—meluku tapi jangan menyerang leherku itu geli!" aku merasakan hembusan nafasnya yang teratur
"Aku tidak peduli!" ucapnya ketus
"Nesia..?"
"Ya?"
"Kau aneh"
"Apanya?"
"Nesia,kau aneh hari ini ada apa?"
"Aku rindu pada Sekar" ucapnya lirih
"Ada apa denganya?"
"Kau tidak tahu?" Nesia melepaskan pelukannya yang kemudian ia duduk di sampingku "Kecilkan volume suaranya dulu!" ucap Nesia
"Sudah,sekarang apa?"
"Adikku mengirimkan pesan katanya dia mendapat peringkat pertama dalam sejarah dunia itu hebat bukan Arthur! Maka dari itu saya memelukmu"
"Bloody! Hanya itu kau memelukku dengan erat sampai-sampai aku tercekik!" oke,kata-kata yang terakhir memang bohong sebenarnya aku tidak tecekik
"Ma-maaf,saya tidak bermaksud seperti tadi"
"Arthur,tadi aku lihat di majalah tadi siang—umm.. Aku lihat photo-photoku dan anda—" ucap Nesia gugup
"Kenapa?"
"Eto...Majalahnya memuat berita kebohongan,baca saja sendiri!" ucap Nesia yang tadi malu menjadi ketus,Nesia melemparkan majalah itu kepadaku
"Tidak usah,aku sudah urus itu semua dari sumbernya" ucapku santai yang kemudian aku bergegas menuju ruang kerja untuk menyelesaikan dokumen-dokumen Holmes
"Terimakasih"
"Tau usah sungkan" ucapku sembari berjalan
"Mau kemana?" tanya Nesia
"Well, mengerjakan pekerjaanku"
.
.
.
Scandal Arthur
Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya
Sherlock Holmes © Sir Arthur Conan Doyle
.
.
.
Ruang Kerja kakakku tak berubah hanya saja buku yang berada di rak sudah dipenuhi debu-debu halus
'Dimana bukunya?' ucapku dalam hati
Aku terus mencari buku yang sering dibaca oleh kakakku ada tiga jenis buku yang sering sekali dibacanya yaitu pertama kakakku suka sekali dengan namanya perekonomian jadi Scottie membaca tentang ekonomi,kedua ia suka sekali dengan namanya legenda jadi legenda apapun yang berbau mystery Scottie pasti membacanya,terakhir yakni ia suka sekali dengan peralatan senjata seperti pistol ia pasti dibawa kemana pun jadi ia suka membaca tentang buku persenjataan. Well,aku harus secepat mungkin membacanya supaya segera kembali ke apartement dan mengantar Nesia kerumah saudara kembarnya.
'Ah,itu dia ketiga buku tersebut ternyata berada di atas rak!' ucapku dalam hati
Segera aku mengambil ketiga buku itu sepertinya buku kumpulan legenda dan mystery berat sekali pasti enak banget untuk memukul kepala orang,buku perekonomian juga lumayan banyak halaman ini mah dalam sehari atau dua hari juga selesai tapi aku harus tidur malam,buku persenjataan berisi tentang sejarah senjata dan tipe-tipe senjata mungkin dilihat dari luar cukup menarik karena memang saya pun menyukainya. Well,saya sudah dapat ketiga buku ini,tapi bagaimana caranya supaya aku cepat keluar dari rumah ini 'Tunggu bukankah tadi kemarin saya mengirim surat kepada Lukas agar menyelesaikan ramuan abadi? Oh Lukas kau membuatku dilema cepatlah kirim surat balasan!'
TOK TOK! Suara pintu diketok seseorang dari balik pintu
"Siapa?"
"Ini aku Kirana" jawab seorang yang dibalik pintu
"Masuk saja tidak dikunci"
Clek! (Bunyi pintu terbuka)
Aku masih fokus membaca buku sedangkan Nesia menghampiriku dan ia duduk di depanku
"Arthur,bisa sebentar menatapku saya ingin berbicara ini serius" ucap Nesia jarang sekali dia sangat formal begitu
"Tidak,aku sedang sibuk membaca" ujarku yang tak sedikit pun mencampakan buku yang aku baca "Silahkan anda berbicara dan saya akan mendengarkan penuturan anda" lanjutku
"Saya hanya ingin pulang—"
"Apa? Pulang ke tanah air? Itu mana mungkin kau tidak boleh!" aku sangat kaget dengan perkataannya yang tiba-tiba Nesia ingin pulang—maksudku cuaca hujan tidak baik untuk penerbangan air
"Bukan begitu! Makanya dengar baik-baik. Aku hanya ingin pulang dan tinggal di rumah saudara kembarku! Aku merasa bahwa tinggal dengan pria itu tidak baik apa lagi—pria itu berbahaya" kalimat terakhir Nesia berucap lirih
"Maksud anda?"
"Well,singkatnya saya ingin kerumah saudaraku yang ada di London dan aku ingin kau mengantarku sampai rumahnya"
"Tunggu aku sedang membaca,kau boleh bersiap-siap dulu sebelum berangkat"
"Jadi boleh?"
"Tentu" ucapku singkat kemudian aku menyesap teh untuk menghilangkan sedikit dahaga
"Terimakasih! Kau memang baik!" Nesia menyerbuku dia memelukku lagi namun kali ini Nesia membuat teh panasku tumpah menimpa buku yang telahku baca
"Nesia,basah!" sungguh jika aku tidak mengendalikan emosiku pasti Nesia sudah aku marah-marahi
"Maaf.." ucap Nesia lirih dan kembali duduk
Aku menyelematkan buku terlebih dahulu dan menaruhnya di meja
'Apa ini kertas—bertulisan tolong dan cetakannya memudar!' ucapku dalam hati
Kemudian aku mengambil teko teh yang kemudian aku menumpahkan seluruh cairan panas teh ke kertas secara merata dan duduk untuk menunggunya kering
"Kau marah?" ucap Nesia
"Tidak tapi aku hanya berterimakasih untuk tumpahan tehnya itu sangat membantu,cepat bergegas kita akan segera berangkat sekitar 1 jam lagi setelah aku berpakaian"
.
.
.
Scandal Arthur
Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya
Sherlock Holmes © Sir Arthur Conan Doyle
.
.
.
Setelah berpakaian,aku mengecek buku itu apakah sudah kering dan ternyata sudah kering lalu aku membacanya dari halaman pertama hingga akhir yang aku baca adalah hanya bagian tengah yang berubah dan halman lainnya masih tetap percetakannya tidak melebur halaman tengah itu berisi
"Arthur,jika anda membaca ini tolong jangan sampai adik-adik kita mengetahuinya. Scottie mengirim sinyal bahaya untukmu karena saya membutuhkan ramuan abadi,tapi saya mohon untuk tidak memberikannya kepada Proffesor Doktor dari Team Medical Dragon karena dia memang sudah gila! Dia terobsesi dengan istrinya yang sudah meninggal dan dia ingin menguasai dunia maksud dari menguasai dunia adalah membunuh semua personifikasi negara! Bayangkan jika personifikasi semua meninggal dunia ini akan hancur malapetaka memang benar-benar ada terjadi Arhur! Scottie sedang menyamar menjadi anggota Team Medical Dragon jadi tidak perlu khawatir. Arthur masih ingatkah dengan pembunuhan berantai yang dilakukan aku? Sebenarnya saya di jebak oleh seorang yang ahli dengan simulasi! Sungguh maafkan kakakmu ini yang telah menodai keluarga Kirkland,adiku dengarkan Scottie baik-baik jika ingin membatu kakak, anda hanya menjaga barang legenda masing-masing jika Proffesor gila itu mendapatkannya semua rencana kakak berantakan dan membutuhkan rencana B! Arthur kau mempunyai legenda setahuku kau memiliki berkemampuan berkomunikasi dengan dunia lain dan mempunyai tongkat sihir juga buku tua yang engkau taruh di laboratorium itu benar-benar harus kau jaga. Semoga surat ini engkau baca dan tolong jangan berbuat sembarangan,jaga kesehatanmu." Yang bertanda tangan Scottie
Setelah membaca surat dari Scottie aku langsung menghubungi Holmes
"Selamat sore" ucap seorang yang diseberang
"Selamat sore,sobatku Holmes bagaimana apakah ada kasus untuk dipecahkan?" ujarku
"Tidak,ada yang menarik. Aku menolak permintaannya karena memang aku sudah menebaknya dengan mudah kasusnya sungguh membutku ngantuk jadi saya tidak membantunya tapi saya tidak sekejam itu saya memberinya petunjuk dan dia sendiri bisa menyelesaikannya"
"Pasti Inspector yang menginginkan bantuan anda benar?"
"Tepat sekali Arthur! Anda semakin pesat dalam menganalisis seorang sepertiku"
"Tidak juga,ngomong-ngomong Holmes bisa kita bertemu nanti malam sekitar jam delapan aku akan kerumahmu—" aku menghirup udara kemudian aku melanjutkan kalimatku "Sir Holmes aku mohon bantuan anda"
"Boleh saja,tumben sekali kau ingin bertemu denganku secara mendadak?"
"Nanti saja,pertanyaan di pending aku harus mengantarkan Kirana ke rumah Sekar"
"Kirana Kusnapharani Annesia itu? Kau mengenalnya?"
"Ya,dia teman kecilku saat aku berusia 6 tahun"
"Begitukah? Ceritakan masalalumu kepada sobatmu boleh?"
"Ceritanya nanti saja Holmes,tunggu saja jam delapan malam di rumahmu"
"Kutunggu kedatanganmu sobat!"
Setelah itu aku mematikan ponselku,aku telah bersiap untuk mengantarkan Nesia dengan
Jas yang berwarna hitam kemeja berwarna biru cek!
Rambut rapih cek!
Wajah tampan? Cek!
Tubuh ideal? Cek!
Sarung tangan? Cek!
Kacamata hitam cek!
Well,semua sempurna sekarang aku menuju halaman depan dan ternyata Nesia sudah menungguku dengan pakaian yang pasti bukan pemberianku. Nesia memakai syal berwarna merah-putih,pakaiannya batik,dan rok yang panjang sampai mata kaki bercorak batik
"Tidak memakai pemberianku?" tanyaku kepadanya
"Tidak,aku lebih menyukai pakaian asal Indonesia" ujarnya sembari tersenyum
"Ngomong-ngomong,Arthur kau terlihat berbeda hari ini?"
"Well,hanya jadi bodyguard Miss Nesia selama mengantarkan anda supaya selamat sampai tujuan Miss Nesia" kemudian Nesia mendorongku
"Apaan sih! Berlebihan. Ayo berangkat"
"Tunggu miss Nesia,kita berangkat memakai mobil"
"Ya,tantu saja taxi?"
"Miss, pakai mobil aku lah" aku mengeluarkan kunci mobil kemudiam menekan tombol buka kunci pintu
"Yang benar saja kau punya mobil mewah! Arthur kita tidak perlu memakai transportasi seperti itu,aku merasa direpotkan olehmu Arthur. Kumohon kita pakai transportasi umum saja"
"As your wish Miss Nesia" aku menekan tombol kunci pintu mobil kemudian memasukan kuci tersebut kedalam jas
.
.
.
Scandal Arthur
Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya
Sherlock Holmes © Sir Arthur Conan Doyle
.
.
.
"Hai,putri tidur kita sudah sampai" ujarku sembari menarik hidung Nesia yang mungil
"Mmm.." Nesia masih saja tidak mau bangun jangan salahkan aku jika memang aku menarik hidungnya lebih keras
"Ouch! Sakit Arthur!" Nesia memegang hidungnya yang merah
Kami turun dari taxi lalu aku membayar berapa yang harus aku bayar,setelah itu kami telah memasuki Victorian street. Aku tidak ingat betul rumah sewaan Sekar Annesia tapi setahuku rumahnya sederhana dan pasti ada bendera merah putihnya dan bernamakan Keluarga Annesia Indonesian. Akhirnya rumah Sekar ketemu juga setelah sepuluh menit mencari-cari
"Well Miss Nesia,there are Miss Sekar Annesia's house" ujarku kepada Nesia memakai bahasa Britania secara fasih
"Terimakasih Arthur sudah mengantarkanku" Nesia tersenyum kepadaku
"Yeah,your welcome. Well see you" saat aku hendak pergi Nesia mencegatku,ia memegang pergelangan tangan kiriku dengan tangan kanannya
"T—tunggu!" aku merasakan tangan kakannya yang menyentuh pergelangan tangan kiriku terasa sangat dingin mungkin cuaca hari ini memang sangat dingin karena sekarang memang hujan rintik-rintik kecil "Cuacanya mendung,kita masuk dulu" ucap Nesia yang menarik pergelangan tangan kiriku entah dewa apa yang telah mengubahku melangkahkan kakiku menuruti perempuan asal Asia ini. Namun aku berubah fikiran entah dorongan dari mana aku memegang tangan kanan Nesia dan membuat wanita tersebut membalikan wajahnya Nesia mengatakan " Ada apa Arthur ?" dan saya menarik tangannya yang dingin itu lalu memeluknya dengan hangat
"Maaf,Nesia aku tak bisa—Aku harus menemui Holmes" kemudian aku memegang kedua pundaknya yang mungil dan berkata " Nesia,selamat malam see ypu!" dengan cepat aku membalikan badan dan menuju Baker Street.
.
.
.
TOK-TOK-TOK! Suara ketokan dari pintu depan
"Holmes! Cepat bukakan pintu" tak lama kemudian sosok yang aku cari akhirnya membukakan pintunya
"Kau telat setengah jam" ucap Holmes santai
"Maaf,aku benar-benar butuh bantuan anda sobat!"
"Woaaah,tunggu – jangan berlebihan begitu,ayo masuk Arthur" kemudian aku memasuki rumah Holmes lagi,suasana di rumahnya sama saja seperti sebelumnya sobatku memang pandai namun dia terkadang malas membersihkan ruangannya dan pintu kamarnya rusak karena tembakan pistol aku tak heran Holmes memang mempunyai hobby yang seperti itu. Holmes seperti biasanya dia duduk di dekat perapian sedangkan aku tentunya di sebelahnya seperti biasa
"Well,Arthur apa masalahmu?"
"Holmes apakah anda mengetahui tentang adanya Personifikasi di seluruh belahan dunia?"
"Maksud anda apa?"
"Holmes sobatku maksud saya itu apakah anda tahu tentang adanya Personifikasi di setiap negara,yeah setiap negara mempunyai wujudnya seperti manusia yang normal namun wujud itu sebenarnya keadaan negaranya dahulu-sekarang dan yang akan datang misalnya mereka 'Personifikasi' sedang mengalami krisis ekonomi atau gempa bumi atau Tsunami mereka 'Pesonifikasi' pasti merasakan apa yang dirasanya mereka 'Personifikasi' pasti mengalami gejala demam atau sakit biasanya tubuh mereka akan terluka dan negaranya pun pasti bermasalah jadi jika mereka itu terluka parah negaranya pun akan mempunyai masalah yang parah juga mereka'Personifikasi' dan negaranya saling berhubungan seperti kata temanku Wang Yao "Negara dan personifikasinya saling berhunungan seperti halnya Ying dan Yang" Yah seperti itulah Personifikasi sobatku"
"Aku tak tahu yang seperti itu,baiklah jika saya tebak apakah anda sendiri Personifikasi sebuah negara?" Aku menatap Holmes dengan serius aku tak menyangka dengan cepat sekali dia menebak dengan asal tapi memang benar adanya! Sungguh menajubkan wargaku yang satu ini memang genius!
"Dari caramu berbicara,tatapamu yang baru aku lihat seserius itu dan sikapmu yang tidak biasanya.Well yeah aku tak menyangka berfikiran kamu adalah personifikasi dan hidup abadi kecuali negaramu hancur kamu pun ikut hancur,aku tak percaya dengan semua itu. Arthur kau ini tetap Arthur manusia apakah kau baik-baik saja?"ujar Holmes kepadaku
"Holmes,tubuhku memang baik-baik saja tapi secara batin aku tidak begitu baik. Aku sangat-sangat sakit setelah berakhirnya word war 2 Aku hancur,aku harus mengulang kembali kesehatanku,aku harus tenang tapi rasa sakit masih saja mengganggu namun aku tahu semuanya ternyata kakakku Scottie menyayangiku,dan para koloni yang pernah aku jajah pun menyayangiku tapi tetap saja mereka ingin merdeka sedangkan aku membutuhkan bantuan dan pasti rakyatku akan tersiksa dan bisa saja aku akan kritis. Aku harus tenang dan membutuhkan kedamaian. Holmes kau benar sobat aku adalah—"
"Personifikasi?" potong Holmes
"Yeah" ujuarku lirih
"Itu membuatku tertarik dengan kasusmu tuan"
"Tak usah memanggilku tuan,memangnya aku terlihat sudah tua bagimu Holmes?"
"Baiklah,Arthur apa masalahmu? "
"Sepertinya aku butuh kedamaian,maksud saya aku harus menumpas kejahatan Team Medical Dragon"
"Apa Team Medical Dragon yang hebat itu? Menurut saya organisasi itu tak ada masalah" ujar Holmes
"Holmes,kau salah perhitungan aku kenal betul Scottie. Doktor maksudku pemimpin Team Medical Dragon itu gila! Dia akan membuat personifikasi di dunia ini hancur dan membuat istrinya kembali ke dunia dia sangat terobsesi dengan istrinya bahkan anaknya pun ditelantarkannya sungguh berbahaya jika benar terjadi negara di seluruh dunia akan menghilang dan bencana besar pun terjadi tapi Holmes kasus ini begitu rumit bahkan seluruh makhluk yang ada di bumi hanya mengetahui personifikasi hanya orang-orang tertentu saja seperti anda,ratu,raja,presiden,perdana mentri,kaisar dan semua kepala negara harus mengetahui siapa personifikasi negaranya dan itu harus di jaga dengan ketat"
Aku melihat raut wajah Holmes yang sedang berfikir keras
"Hmmm..Aku sebenarnya masih meragukan perkataanmu. Tapi bagaimana jika kita mencoba pembuktian bahwa personifikasi itu memang benar-benar ada"
"Terserah anda Holmes percaya atau tidak tapi perlu di ketahui personifikasi itu memang benar-benar ada,baik jika tidak percaya lihat negaraku pasti mengalami masalah" aku memegang pisau kemudian aku membuat pergelangan tanganku berdarah cukup parah dan Holmes melihatnya dengan tatapan yang mengejutkannya
"Arthur kau memotong nadi mu! Kau gila Arthur" Holmes memegang pergelangan tanganku kemudian Holmes mengambil kotak obat yang berada di lemarinya "Arthur kau gila! Kau mengalami pendarahan yang parah aku harus menghubungi rumah sakit"
"Holmes,aku tidak akan mati hanya karena pendarahan" aku mencegahnya untuk menghubungi rumah sakit "Lihat hanya perlu dibalut dan ini akan sembuh hanya perlu menunggunya kering"
"Kau yakin Arthur?"
"Tentu saja tunggu sampai besok dan lihat layar televisi pasti akan membuat berita yang heboh" Holmes metarapku aneh "Tapi bisakah aku menginap dirumahmu Holmes?"
"Baiklah,tapi jaga kesehatanmu" kemudian aku lihat Holmes menuju kamarnya kemudian menguncinya lalu mematikan lampu
"Selamat malam Holmes,kau pasti kaget mendengar berita besok" aku menyeringai kemudian berbaring di sofa 'Ternyata sakit juga mengiris pergelangan tanganku' aku menatap pergelangan tangan yang sudah banyak darah mengalir 'yaah semoga England tak banyak masalah' aku mulai mengantuk kemudian aku tidur di sofa sahabatku Holmes dengan tenang dan nyaman
TBC
(To be Countinue...)
Tinggalkan jejak
(Review!Don't be silent reader)
Bianca Cylchgrawn : OC by me (Nama asal Wales yang artinya majalah putih) tapi bukan Wales OC di Hetalia anggap saja tokoh lain entah muncul dari mana dan menghilang begitu saja di chapter lain
TV 30 ince pasti typo deh XDD habis saya binggung mau ketik inci atau ince atau inc yang benar yang mana? Atau salah semua? Saya jadi binggung sendiri XD Kalau nulis 30" nanti dikira tanda petik lagi =.=' yah memang membingungkan
Kenapa chapter ini jadi gini sih! ( ) Jauh banget dikatakan bagus,ini chapter paaaannnnnjjjaaaaannnngggg banget aku sampai-sampai cape ngetik gila udah hampir lima ribu words yang aku katik. Pasti romancenya PASTI tidak kerasa meresap menjiwai, dan itu mysterynya sungguh membingunggkan untuk chapter selanjutnya, yang terakhir mungkin aku akan menjadikan chapter kedepan untuk Rated M sepertinya aku akan menulis tentang pembunuhan,darah,alat-alat penyiksaan,kasus-kasus berbahaya yang mengancam nyawa sang personifikasi dan Holmes.
Ah,iya view next sebelumnya itu kejauhan aku baru nggeeh ternyata itu bukan yang selanjutnya XD
Salah liat nih gua (Parah) #DigamparAuthor. Maaf deh-maaf aku salah.. X)
A'fortuna'do : Terimakasih atas dukungan anda,saya hanya iseng-iseng aja ngebuat beginian sebenarnya sih saya teh sibuk,badan mani cape (Ciaa curhat jeh!) Benarkah semakin kebawah semakin menipis TYPOnya kaga nyangka saya bisa begitu (Biasanya sih nih ya Typo itu banyak banget tapi syukur deh kalau berkurang itu udah alhamdullilah banget bagi saya) Oh iya ngomong-ngomong tetang Beta Reader itu gimana ya? Aku juga kaga ngerti tuh bagaimana penggunaannya (Maklum orang desa yang baru kenal dan dengar Beta Reader XDD)
