Trust

Disclaimer:

Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya

Sherlock Holmes © Sir Arthur Conan Doyle

Pairing: Parallel Nations plus Holmes

Rating: Tebak sendirilah mungkin T atau M ?

Genre : Criminal/Romance yang absurd (?)/Mistery.

Warning:OOC mendewa,ABAL,ABSURD,ANEH,OOT(OUT OF TOPIC),TYPO BANYAK,Mungkin akan membuat anda merasa serangan jantung,Hipertensi naik-turun,kehidupan anda menjadi absurd se absurd absurdnya sang author GAJE dan terserang virus memabukan,muntah-muntah,diare,pokoknya eneg (mual),dan semacamnya

Ket :

'Kalimat dalam hati'

"Kalimat langsung"

"Webjjnnbe" tulisan miring bertanda bahasa asing selain bahasa Indoenesia

Happy Reading!~

.

.

.

Mengenang cerita sebelumnya. . . .

"Tentu saja tunggu sampai besok dan lihat layar televisi pasti akan membuat berita yang heboh" Holmes menatap ku aneh "Tapi bisakah aku menginap di rumahmu Holmes?"

"Baiklah,tapi jaga kesehatanmu" kemudian aku lihat Holmes menuju kamarnya kemudian menguncinya lalu mematikan lampu

"Selamat malam Holmes,kau pasti kaget mendengar berita besok" aku menyeringai kemudian berbaring di sofa 'Ternyata sakit juga mengiris pergelangan tanganku' aku menatap pergelangan tangan yang sudah banyak darah mengalir 'yaah semoga England tak banyak masalah' aku mulai mengantuk kemudian aku tidur di sofa sahabatku Holmes dengan tenang dan nyaman

.

.

Trust

Malam ini terasa sangat panjang bagi Arthur Kirkland yang notabennya berada diantara kematian dan kehidupan Arthur merasa sangat tersiksa dengan apa yang dilakukannya tadi merasa sangat sakit sangat kesakitan terlihat di wajah khawatirnya yang berada di rumah Holmes kini terbangun saat tengah malam merasa tidak nyaman dengan keadaan sekitar Arthur terbangun dari tidurnya dan berdiri di sebelah jendela yang tertutup tirai berwarna coklat tua itu, Arthur menyibakan tirai itu dan menatap luar jendela sesekali ia meringis nyeri akan perbuatanya yang melukai dirinya sendiri dan ia memegangi apa yang ia rasa sakit sekarang memegangnya dengan kain putih agar darah yang masih keluar diserap, Arthur sadar bahwa perbuatannya ini merasa amat bodoh dan tidak berpikir panjang entah mengapa ia terlihat berkeringat dingin terlihat dari pelipisnya tampak ada beberapa keringat yang menempel disana nafas Arthur kini mulai tidak teratur ia paham betul dengan keadaannya ini ia merasa akan demam, demam yang amat parah yang pernah didapatnya sekarang Arthur sedang memerhatikan langit hitam itu dengan berwajah khawatirnya ia berharap kejadian tadi tidak akan membuat semua warga di Inggris menderita kini Arthur menjauh dari jendela itu ia mencari-cari perban alhasil ia tidak menemukannya di rumah Holmes ini, Arthur mengambil jasnya yang berada di sofa itu dan bergegas keluar rumah Holmes "Holmes i'm off.." gumamnya kemudian ia menuju pintu dengan cepat ia berjalan jika dilihat ia seperti tergesa-gesa seperti kehilangan sesuatu yang berharga

Arthur POV

Merasa amat kesakitan aku bergegas keluar rumah Holmes dan menuju rumahku yang berada jauh dari sini aku sadar jika tengah malam ini hanya ada sedikit orang lalu lalang dan sesekali ada mobil yang masih berkerja ah sepertinya itu adalah mobil tentara atau mobil pabrik, Suasana diluar malam ini berbeda dengan malam-malam sebelumnya malam ini terasa akan ada hujan badai turun di Inggris terlihat sekali dengan adanya petir disertai guntur dan angin yang cukup kencang hingga membuat tubuh ku seakan akan terbawa angin, beruntung sekali aku tidak diperhatikan oleh orang-orang Scotland Yard ah bisa-bisa merepotkan sekali nantinya kulihat ada mobil tumpangan kemudian aku mengerakan tangan yang masih baik itu untuk memberhentikan mobil yang akan menuju arah ku alhasil mobil itu tepat sekali berhenti di depanku

" Hei! Sir kau hampir saja tertabrak olehku dasar gila!" teriak seseorang yang mengendarai mobil itu
" Maaf, saya butuh tumpangan untuk sampai kerumah! Bisakah anda mengantarkan saya!" tanya ku tetapi terdengar seperti perintah
" Hah! Maaf tidak bisa" jawab pengemudi itu
" Mengapa tidak bisa? Kau butuh berapa keping emas untuk membayarmu!" ujarku sembari mendekati pintu mobil
" Tidak usah sir –" aku langsung memotong percakapanya "100 keping emas!" ujarku meyakinkan si pengemudi "Oh ayolah 100 keping emas kehidupanmu akan terpenuhi selama 1 tahun!" lanjutku
" Kalau begitu, silahkan masuk" ujarnya yang mukanya langsung sumringah
Tanpa berkata apapun aku masuk ditepatkan di tempat depan sebelah kanan si pengemudi itu
" Let's just say sir where I have to take you?" ujarnya dan aku memberikan alamat yang tertera di didalam kartu
" Here, I have to get there quickly" ujarku sembari memberikan alamat rumahku
"Wasnt there is an old building sir?" tanyanya dengan heran padaku
"None of your bussines hurry up and do much asking!" aku mulai jengkel
"Okey sir!" ujarnya lalu mengendarai mobil itu

Sepertinya hujan sudah mulai turun diawali gerimis kecil yang cukup lama di mobil ini aku merasa bosan dan mencoba melihat sekeliling keadaan 'apakah akan cukup parah jika keadaan ini terus dibiarkan' badan belakangku terasa pegal dan sampai terasa sampai tengkuk ku sesekali aku mengelap keringat dingin yang ada ditengkuk dan dahi dengan sapu tangan, tangan yang diiris olehku mulai terasa sakit kembali terasa amat perih, darah pun masih keluar walau sedikit terasa perih saat lukaku itu terkena air gerimis

" Kau sudah berapa lama bekerja sebagai supir?" tanyaku di keheningan malam pada seseorang disebelah
" Tidak begitu lama, sekitar lima bulan" ujarnya
" Bagaimana bisa seorang dirimu menjadi seperti ini bukankah badanmu itu cukup bagus jika masuk militer"
" Saya dahulu memang seorang prajurit saat perang dunia dua, itu sudah cukup dengan pengalamanku itu yang menyenangkan"
" Bukankah itu tidak wajar jikalau anda berhenti menyiakan waktumu untuk mengabdi pada negara"
" Itu karena saya sudah tidak bisa diterima lagi karena saya memiliki penyakit"
" Oh maaf, apakah atasanmu memberi asuransi atau apalah itu"
" Tidak,tidak cukup untuk seseorang seperti saya yang memberikan semuanya pada orang tua" ujarnya
"I see..Kau membuat orang tuamu bangga akan dirimu! Tetapi kau sombong dengan apa yang kau lakukan lihat saja kau bahkan tidak peduli dengan dirimu sendiri" ujarku agak menyinggungnya
" Hahahaha!" dia tertawa lepas tanpa beban "Bloody stupidman!" gumam ku

Setelah beberapa menit dari pembicaraan itu akhirnya diselimuti heningnya malam dan suara-suara guntur di langit hitam melihat semua itu aku paham akan cuaca ekstrem
"Tuan sudah sampai" ujar si pengemudi mengalihkan kesadaranku dari pikiran-pikiran yang menggangu
"Yes, here you are" aku memberikan seratus keping emas kepadanya dan turun dari mobil itu tepat berhenti di depan jalan The Mall

Normal POV

Badai disebut juga siklon tropis oleh meteorolog, berasal dari samudera yang hangat badai bergerak di atas laut mengikuti arah angin dengan kecepatan sekitar 20 km/jam. Badai bukan angin ribut biasa. Kekuatan anginnya dapat mencabut pohon besar dari akarnya, meruntuhkan jembatan, dan menerbangkan atap bangunan dengan mudah. Tiga hal yang paling berbahaya dari badai adalah sambaran petir, banjir bandang, dan angin kencang. Terdapat berbagai macam badai, seperti badai hujan, badai guntur, dan badai salju. Badai paling merusak adalah badai topan (hurricane), yang dikenal sebagai angin siklon (cyclone) di Samudera Hindia atau topan. Arthur turun dari mobil itu kemudian menuju rumahnya yang terlihat seperti gedung tua jika itu dilihat dari mata biasa tetapi bukan mata orang yang salah akan gedung ini sesungguhnya gedung ini adalah rumah Arthur yang terlihat begitu besar, luas dan megah jika engkau seorang personifikasi memang benar dilihat dari manusia biasa terlihat tua jika seseorang itu mengantarkan sang personifikasi jika bukan karena hal itu manusia biasa pun bisa datang ke gedung ini tetapi berbeda gedungnya seperti sebuah rumah kerajaan Buckingham Palace dan jika mengatakan dari sisi personifikasi bisa dilihat dari umurnya yang memang sudah sangat tua ribuan, jutaan, miliaran bahkan triliunan entah kapan semenjak terbentuknya sebuah negara. Arthur membuka gerbang yang lebih tinggi darinya itu dengan kasar dan cepat begitu pula menutupnya ia melangkah dengan cepat mengambil kunci rumah yang berada di saku jas dalamnya memegang kunci dan membuka pintu yang berwarna coklat muda dengan desain terkesan lebih modern dari gedung tua, pemuda bermata emerald berdarah britsh ini melihat ruang depan rumah dan memasukinya.

Buckingham Palace dan Victoria Memorial. Aslinya bangunan ini didesain oleh Edward Blore dan diselesaikan pada tahun 1850, dan didesain ulang pada tahun 1913 oleh Sir Aston Webb [1]. Buckingham Palace adalah kediaman resmi ratu Inggris di London. Istana ini adalah tempat untuk peristiwa-peristiwa kenegaraan, tempat menyambut tamu negara, dan tempat kunjungan pariwisata. Seringkali dalam masa-masa kegembiraan, krisis atau perkabungan, tempat ini juga menjadi pusat berkumpul untuk masyarakat Britania Raya. Yang tinggal menetap disana adalah personifikasi dari negara dengan bendera union jack dan sang ratu Victoria keluarga kerajaan pertama yang tinggal Buckingham Palace, menempatinya sejak tahun 1837. Istana Buckingham memiliki 775 kamar. Ini termasuk 52 kamar tamu kerajaan, 188 kamar staff, 92 ruangan kerja, dan 78 kamar mandi tapi hanya 19 ruangan yang dibuka untuk umum yang zaman sekarang hanya dibuka adalah State Room selama musim panas ialah Throne Room (ruang tahta), Green Drawing Room, Silk Tapestry Rooms, Picture Gallery Room, State Dining Room, Blue Drawing Room, Music Room, White Drawing Room dan The Guard Room [2]

Setelah mengambil handuk di dalam lemari di lorong depan pintu ruang mandi Arthur Kirkland kini berada di dalam ruang mandi yang bergaya klasik Arthur menaruh handuk putihnya di atas meja yang terdapat tepat didepannya cermin di samping kanan kiri cermin itu terdapat satu buah lampu, tangan Arthur menekan tombol sesuatu di dinding bewarna cream itu membuat lampu yang berada di ruangan ini semua menyala terang dilihatnya wajah kelelahan atas perbuatannya yang tidak masuk akal kemudian memutar keran air yang didepannya itu suara air masih terdengar dan belum tersentuh sama sekali oleh tangan-tangan kotor Arthur masih menatap cermin itu ia berrbicara nonsense "Apakah kau sudah gila.." gumamnya sembari menatap cermin dengan kesal kemudian ia terfokus pada lukannya dan membersihkan darah yang masih menempel pada lengan dengan air itu sesekali ia berdecak kecil untuk merespon sakitnya luka tersebut setelah dilihat bersih ia menggumpulakan air di kedua telapak tangannya dan membasuhi mukanya yang tampak lelah tanpa dibilas dengan handuknya lalu memutarkan kembali keran membuat si air berhenti mengalir setelah itu ia berbalik menuju bathtub berwarna putih berbentuk oval dekat dengan kaca jendela yang dihiasi tirai klasik berwarna cream, Atrhur membuka kedua keran itu kekanan dan kekiri untuk campuran air panas dan dingin menghasilkan air hangat yang ia inginkan dan setelah terisi tiga perempat penuh Arthur membuka seluruh pakaiannya dan menaruhnya di tempat pakaian kotor kulitnya badanya begitu putih nan mulus tidak seperti tangannya yang terluka ada sedikit rambut-rambut yang menutupi kulitnya tetapi tidak seperti personifikasi france yang begitu banyak rambut, kemudian Arthur memasuki dirinya dalam bathtub itu untuk membersihkan tubuhnya yang lengket akibat badai lalu tanganny meraih sabun cair mandi yang membuat air dalam bathtub tersebut berbuih sehingga membuat gelembung-gelembung sabun bertebaran diudara, Arthur merasa lebih segar dari sebelumnya dan entah kenapa bibir itu tersenyum miring yang lebih tepatnya menyeringai jahil

Arthur POV

Aku tidak sebegitu senangnya dengan keadaan diluar entahlah hanya saja seringaian ini membuatku berfikir jika ada Nesia yang bisa membantuku untuk menyembuhkan luka parah di tanganku ini, Nesia itu orang pertama yang aku pikirkan saat ini entah karena ia sudah pindah ke saudaranya si Sekar itu untuk menghibur saudaranya karena kejadian kasus klien penting itu atau kah ia akan pergi dari negara ini 'ah manamungkin ini sedang badai' sepertinya badai ini akan seharian di Inggris dan untuk cepat menyembuhkannya aku pasti puny cara di lab bawah tanah itu ya kuharap bisa.

Setelah merasa bersih aku keluar dari bathtub dan mengambil handuk yang tadi kubawa, aku memakai handuk itu dari bawah perut hingga bawah lutut kaki tetapi sebelumnya aku mengeringkan bagian atasku juga rambut yang masih basah setelah itu aku mematikan lampu dan menuju ruang tidur untuk berpakaian kemudian menjatuhkan diriku di kasur yang nyaman menutupi diriku dengan coverbed mataku masih terlalu lelah untuk berjaga semalaman, mataku terasa berat dan akhirnya tertidur.


.

.

Trust

Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya

Sherlock Holmes © Sir Arthur Conan Doyle

.

.


Normal POV

Matahari pagi masih belum terlihat di langit London ini hujan masih menguyuri negara Inggris dengan adanya sambaran petir dan angin yang menumbangkan pohon cukup kuat untuk mencabutnya dari tanah dilihat lagi dari laut Inggris yang bergelombang dengan cepat dan kasar membentur bebatuan apalagi dengan kapal nelayan itu ikut terhanyut oleh air laut membuat para warga negara itu takut untuk keluar dan hanya berdiam diri hingga badai berhenti melanda Great Britain terutama di Inggris kecuali tentunya untuk orang-orang tertentu hanya untuk mendapatkan berita headline para pencari berita itu keluar dan membahayakan nyawa mereka sendiri, wilayah yang dilanda badai paling parah adalah Inggris tentunya dan wilayah seperti Scotland,Wales,Republic of Irland, Northern Irland hanya mengalami dampaknya. Buckingham Palace tempat dimana Arthur Kirkland berada di dalam kamar tidur yang cukup luas kasurnya untuk membuat dua orang itu masih tertidur sayang sekali teriakan para adiknya tidak membuatnya terbangun ia hanya menggeliat dan membuka matanya sedikit kemudian tertidur lagi.

Kaelin membangunkanya dengan memegang alis Arthur dan yang merasa terganggu akhirnya mengatakan hal kasar " BLOODY HELL! Hentikan" mata Arthur tebuka secara refleks ia langsung duduk di kasurnya dan menatap siapa yang telah membangunkannya dan ternyata adiknya sendiri si Kaelin "Brother, come to brakfast!" ucapnya kemudian pergi begitu saja
Rambut Arthur yang acak-acakan dan baju tidurnya terlihat kusut tetapi kulitnya masih terasa segar akibat ia mandi tengah malam tetapi matanya masih terasa lelah dan berat kitika ia ingin berdiri badannya merasa berat kemudian pusing sehingga mampu membuat Arthur tumbang kembali duduk di kasur ia paham akan efek samping maksudnya inilah penyakitnya demam parah lalu ia membaringkan tubuhnya ke dalam selimut lagi persetan dengan sarapan pagi ia bahkan berdiri saja sudah tidak tahan untuk pingsan, matanya kini menyipit dan dapat yang ia lihat ialah makhluk hitam besar yang membawa senjata sabit berada di sampingnya ia pun terbelalak karena kaget di sampingnya sudah berdiri aura kematian akan datang menjemput dengan susah payah ia mengambil smart phone di sampingnya untuk memanggil orang kesini, ia mengaktifkan ponselnya dan mencari nama yang ada di kontak terebut ia melewati nama A, menuju ke K dengan harap Kirana bisa menemuinya untuk membawakan obat herbal tradisionalnya yang bisa membuatnya cepat sembuh

Arthur POV

" Hallo? Arthur ada apa?" tanya seseorang dari seberang
" Nesia, bisakah engkau kemari? Maksudku lihatlah cuaca di Inggris yang ekstrem!" ujar ku
" Oh, saya paham sepertinya keadaanmu memburuk ya?" suara perempuan itu bernada mengejek " Pasti ulah mu sendiri berbuat seperti itu" lanjutnya
" Hell yeah! Now could you help me please Nesia.." ucap ku lirih
" Well, kenapa harus saya? Bukankah kau sudah pernah mencicipi obat yang terasa sangat pahit itu" Nesia mengingat kejadian saat Arthur demam seperti ini lagi waktu Nesia masih kecil dan Arthur sudah menginjak masa remaja
" Iya saya tahu dan itu kenapa harus baunya seperti bangkai saja!"
" Cih, menghina kau ini bukannya scone bikinan kau juga bisa membuat orang mati keracunan! Masih mending saya bisa membuat orang sembuh" ucap Nesia yang jengkel dengan Arthur seenak jidat dia menyuruhnya datang kesana memangnya bikin obat gak lama apa
" Oke-Oke, bisakah kita kembali topik pembicaraan kita. Nesia badanku merasa lemas tolong bisa tidak bertengkar" ucap ku lemah
" Baiklah tuan sok ngatur, apa keluhanmu? Cepat katakan aku akan membuatkan bahan obat"
"Terasa berat kepalaku mungkin gejalanya pusing, demam tinggi dan flu ah badanku juga terasa dingin" ucap ku
" Hei-hei! Kirkland kenapa kau seolah ingin mati saja, apa badanmu terasa dingin tetapi kau demam! Apa yang kau perbuat pada tubuhmu"
" Saya hanya membuktikan bahwa personifikasi itu benar ada pada Holmes yaa itu aku menyeset pergelangan tanganku alhasil nadinya ya hampir putus" ucap ku santai
" WHAT! HOW CRAZY YOU ARE, Kirkland itu sangat bahaya kau tahu itu kan kenapa kau senekat itu dan satu hal lagi manusia bisa itu tidak bisa dan tidak akan pernah mempercayai adanya personifikasi seperti kita bukannya kau malah bersyukur karena telah hidup sangat lama!" Nesia maksudku perempuan itu berkata kasar dan memakiku tetapi aku benar mendengar tanda kepeduliannya padaku coba saja kalau sahabatku yang satunya si Alferd ia malah menertawakan ku dan mencari bantuan dengan caranya yang tidak masuk akal
"Sudahlah diam dan cepat kemari. Kau tahukan bahwa saya juga kau sendiri bisa melihat hal-hal lain, dan aku bisa melihatnya sekarang bayangan hitam itu berada disampingku kau pasti paham maksudku bukan"
" Hah, kau bertahanlah tahan sakitmu dan ingat negaramu yang telah kau bangun bersama ratu, ingatlah bahwa kau tidak sendirian tolong terjagalah jangan sampai tidur! Aku akan secepatnya kesana sebisaku" ujarnya yang memberi saran kemudian aku menutup pembicaraanku dan kembali lemas nafasku benar tidak teratur saat ini cukup beberapa jam membuat Kaelin menunggu kedatanganku di ruang makan hingga lama Kaelin mendatangiku lagi di kamar ini

"Brother! Lama sekali aku tunggu dan kenapa brother terlihat pucat?" aku melihat sorot matanya yang menandakan kekhawatiran
" Brother sedang demam tinggi liat cuaca diluar sedang buruk bukan" ujarku sembari tersenyum
" Brother harus bertahan, maaf Kaelin tidak bisa membantu tetapi aku akan menyuruh butler membawakan makannya ke sini" ujarnya kemudian meninggalkan ruangan dengan mata yang berkaca-kaca
" Terimakasih" ujarku sebelum Kaelin menutup pintu

Beberapa menit kemudian para butler itu menyuapiku untuk makan pagi tetapi aku merasa tidak nyaman dengan ini dan akhirnya aku hanya bisa memakan lima sendok saja. Aku menungu Nesia segera datang dan ini sudah dua jam aku menunggunya tak lama dari ini ada pesan masuk, ku buka pesan itu dan membacanya rupanya dari Nesia aku membacanya " Kirkland, kau sepertinya kehilangan banyak darah dan apakah kau punya infus, untuk menyuplai darahmu kembali dan saya minta apa golongan darahmu jika dalam bentuk manusia dan saya minta apakah kau ada alat untuk menjahit lukamu itu. Saya akan menjahitmu, membawakan darah yang kau mau dan obat tentunya. Cepat balas!" itulah kalimat terakhir dari Nesia lalu aku membalasnya " Ya tentu aku punya alat untuk menjahit luka tetapi sepertinya untuk masuk ke laboratorium harus dengan sidik jariku, dan saya membutuhkan darah AB" yak kirim

.

.

Trust

Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya

Sherlock Holmes © Sir Arthur Conan Doyle

.

.

Normal POV

TING TONG – TING TONG

Suara bel itu terdengar oleh penjaga pagar depan membuat penjaga itu melihat siapakah yang menunjungi Buckingham Palace pada saat badai begini, dilihatlah seorang berparas ayu dengan rambutnya yang panjang terlihat basah dengan bajunya yang tidak tertutup sempurna oleh jas hujan hingga basah dan payung yang ia bawa itu terbalik petugas itu mendekatinya dan berkata " Siapa anda dan mau apa datang kesini dengan cuaca buruk?" yang dijawab Nesia " Saya akan menemui Athur Kirkland! Tolong cepat buka gerbang ini" yang dibalas oleh petugas " Oh temannya Arthur, Silahkan masuk" sembari petugas itu membukakan pintu kemudian Nesia berterimakasih dan bertanya " Apakah anda tahu dimana Arthur sekarang?" tanya Nesia yang diberijawaban mengeleng oleh petugas disertai gumaman si penjaga " Eto, coba tanya saja pada maid yang di dalam"

Nesia disambut hangat oleh maid yang berada di sana dan diberi minuman teh hangat sesekali Nesia membereskan pakaiannya yang basah itu dan menyesap teh yang disajikan " Permisi, apakah anda tahu dimana Kirkland sekarang?" tanya Nesia pada maid yang mendapat jawaban " Sepertinya di dalam sedang sakit" dibalas dengan senyuman saja Nesia kemudian sibuk dengan handphonenya untuk mengirim sms pada Arthur
' Kirkland! Saya sudah ada di rumahmu tetapi saya tidak tahu kau diamana sekarang, bisakah kau tunjukan jalan untukku'send by Kirana

From Kirana, pesan itu dibaca oleh Arthur dan membalasnya 'Saya berada di kamar tidurku di sebelah barat. Jika kau sekarang ada di ruang tamu kau bisa kesini dengan berjalan lurus dan jika kau melihat tangga utama kau pilih tangga barat lantas kau sudah sampai dilantai ke dua kau lurus saja lantas kau sudah menemukan lorong yang banyak lukisan didindingnya lantas kau setelahnya belok kanan lantai kau dapati sebuah tangga yang menuju ruangan tidurku lantas kau lurus saja dan disanalah kamarku' send by Arthur yang diterima oleh Nesia kemudian ia mengikuti saran dari Arthur yang ternyata cukup jauh juga jika Nesia tidak mengenali secara benar kamar Arthur berada padahal dirinya sendiri pernah menginap disini karena pingsan malam itu tapi ya kecerdasan akan jalan yang begitu susah Nesia sudah samar-samar menginggatnya dan mulai mengingat kembali, ah benar sekali rumah ini begitu besar hingga Nesia pun lupa dengan arah yang pernah ia lalui

TOK-TOK-TOK bunyi ketokan pintu di depan kamar Arthur

" Masuklah!" ujar Arthur sedikit teriak agar bisa mengeluarkan suara yang jelas terdengar oleh si pengentuk pintu " Welcome back Nesia.." ujarku kemudian Nesia mendekati Arthur yang tebaring lemasnya

" Kirkland, benar perkataanmu tadi. Sebaiknya kau harus ke laboratoriummu sekarang juga" ujarnya dengan mata onyx yang memancarkan kepedulian

" Baiklah, Nesia tolong papahlah saya sepertinya kakiku sungguh lemas"

" Un! Saya akan membalas budimu yang waktu itu" ujar Nesia dengan antusiasme kemudian Arthur mencoba duduk dan berdiri disebelahnya Nesia siap memapahnya hingga lab itu

" Pelan-pelan sedikit! Kau memapahku seolah-olah saya boneka yang seenaknya diseret-seret!" ujar Kirkland yang jengkel dengan ketidak hati-hatian Nesia padanya

" Apa kau tidak sadar! Badanmu begitu berat sehingga ingin rasanya saya menyeretmu hingga cepat tujuan kita" ujarnya yang ikut jengkel karena Arthur gak mengerti apa yang dilakukan Nesia itu sudah cukup berat kemudian Nesia dengan langkah cepat lebih cepat dari langkah Arthur yang disebelahnya itu membuat Arthur sulit menyeimbangi langkah Nesia

" Oi oi! Pelan-pelan!" lihat saja Arthur mukanya terlihat berantakan

" Salah mu sendiri yang lama" dengan kalimat itu Arthur sudah cukup menyerah berdebat dengan gadis di sebelahnya, Arthur pasrah dengan apa yang dihadapinya berharap ia baik-baik saja saat di lab

Laboratorium itu disana terdapat banyak peralatan percobaan terutama yang terkait dengan kimia di sana pula ada alat-alat kedokteran lainnya secara lengkap dan hanya ada dua kasur yang dipisahkan oleh tirai panjang, tirai yang terbuat dari kertas sintetik dan transparan disana juga ada tiga buah lemari yang lebar untuk di lemari pertama diisi oleh alat-alat seperti gelas beker,gelas ukur, tabung reaksi, dan lain-lain juga di lemari tengah itu terdapat larutan kimia dan yang terakhir adalah lemari ketiga berisi alat-alat kedokteran walaupun tidak ada alat pengejut jantung dan bahan untuk membuat oprasi dalam.

.

.

Trust

Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya

Sherlock Holmes © Sir Arthur Conan Doyle

.

.

Arthur POV

Setibanya aku di lab pribadi tepatnya di bawah tanah ini dengan susah payah aku menuruni tangga bersama Nesia yang hampir membuatku terjatuh tidak elit di permukaan lantai dan terseret-seret oleh gerakannya yang cepat bahkan aku ingat benar Nesia dan aku terjatuh saat ditangga terakhir ia tidak sanggup menahan ku dan akhirnya kehilangan keseimbangan juga aku yang jatuh diatasnya itu ahh—cukup dengan adegan ketidak sengajaan itu membuatku tersipu malu saja mengingatnya lagi, sekarang aku berbaring di kasur yang ada di lab dan aku melihat Nesia sibuk meracik obat dan mempersiapkan untuk menginfus juga menjahit dan memberi tambahan suplai darah, Nesia menyuntikanku untuk memasangkan infusnya itu dan siap akan acara menjahitannya dengan cepat dan hati-hati ia menjahit bagian yang terbuka di tanganku wajahnya terlihat berkeringat di pelipisnya dan sendter yang ia gunakan diatas kepalanya membuatku tersadar bahwa gadis ini telah tumbuh dewasa padahal dahulu ia bocah kecil yang kadang-kadang menangis kemudian bersembunyi dibelakang ku untuk menghindari William Van Hart

" Kirkland apakah ini sudah sekarang?" tanyanya setelah selesai menjahit bagian yang terbuka itu dan menatapku dengan kedua alis yang terangkat juga matanya semakin membulat

" Kau belajar kedokteran dimana eh?" ujar ku menyindir " Kau bahkan belum memasang tuh tambahan darah untukku dan manamungkin kan saya meminumnya!" lanjut ku

" Ah benar lupa" Nesia terlihat kikuk dan memegang tengkuknya yang tidak gatal itu kemudian memasangkannya kepadaku

" Well, ceritakanlah apa masalahmu padaku. Mungkin saja bisa membantumu" ucap Nesia yang duduk disebelah ku dan tidak ada balasan dariku

Hening sesaat

" Baiklah jika kau tidak akan menceritakanya lagi pula apa urusanku. I haven't anybusiness with you right" Nesia hanya menatap ku dengan mata onyx itu, seharusnya tadi aku menjawabnya apa yang kau katakan tadi tapi rasanya energy ku tidak cukup untuk menjelaskan padanya apa yang terjadi lalu akhu hanya memilih diam saja. Nesia bangkit dari kursi dan mengambil obatnya juga minuman berisi madu terebut dan menyuruhku meminumnya kemudian aku meminumnya tanpa banyak bicara walaupun obat itu sangat pahit dan tradisional, setelah beberapa menit tubuhku berkeringat tetapi bukan keringat dingin

" Sepertinya obat itu bereaksi dengan baik di tubuhmu!" ujar Nesia antusias dan mengambil sapu tangannya itu dikantongnya dan mengelap keringatku ini

" Kau tahu Kirkland, tadi itu pendarahan hebat dan kau hanya diam saja seperti mau mati tahu!" ujar Nesia sembari mengelap keringatku dengan sedikit kasar

" Saya dan Scotland bersaudara" Nesia menghentikan perlakuannya padaku dan menatapku heran, diam beberapa detik aku kembali berkata " Kasus Scotland mencoreng nama baik Kirkland kau tahu?" aku kembali diam dan menatap mata onyx dengan tenang suasana disini tanpa ada yang berisik dan mengganggu pembicaraan kami juga tanpa balasan dari Nesia yang masih setia mendengarkan " Scotland walaupun ia berkata kasar dan kejam padaku mungkin ia tidak membiarkan saya terlibat masalahnya, mungkin" aku mengendikan sebelah bahuku

" Setelah kejadian itu saya kabur dari rumah, dan selama dua tahun akhirnya saya kembali kesini dan tentu saja Scotland ternyata pergi juga untuk bekerja dengan orang lebih kejam darinya!" tangan kiriku mengenggam erat karena kesal " Dan saat dahulu aku pernah membuat percobaan sebuah hasil percobaan yang akan membuat semua orang akan mati, maksudku itu adalah virus. Dan entah kenapa orang itu 'Moriarty' membutuhkannya sepertinya obsesinya pada istrinya membuatnya cukup gila untuk membunuh para wanita yang bisa dibilang pelacur itu!" aku berhenti bercerita dan membuat Nesia cukup kaget karena aku membuat suara yang aku pukul itu terjatuh di lantai membuat suara bising sesaat. Nesia terlonjak kaget

" Kirkla—ah tidak, Arthur kau tidak sendiri saya akan membantumu dengan kemampuanku, sebisaku" Nesia kembali mengelap keringat yang ada di dahi kemudian berpindah ke pelipis setelahnya keleherku dengan tangan kanannya dan entah gadis ini setelahnya membelai rambut kepalaku hingga rapih seperti kasih seorang ibu kepada anaknya ataukah hanya untuk mencegah keringatku ke rambut, aku menatapnya heran dan kembali onyx bertemu emerald dengan tanpa sadar wajahku teripu malu dan mengalih kan pandanganku pada gelas kosong itu

Aku terdiam tanpa berbicara padanya hingga beberapa jam mungkin membuat Nesia canggung dengan suasana seperti ini kini Nesia sedang memeriksa tekanan darahku hingga membuat gadis itu tersenyum simpul, dalam keadaan diam aku memerhatikan apa yang dilakukannya sekarang gadis itu mengambil gelas kosong itu dan membersihkannya juga lantai yang dibawah kotor karena darah yang keluar saat dijahit olehnya, gadis itu kadangkala dirasa kebosanannya ia bersenandung untuk menghilangkan kebosanannya sembari membersihkan yang ada di lab ini

" Nesia, bisakah kau diam saja duduk disampingku dan lupakan pekerjaan bebersihmu itu" ujarku

" Mana bisa aku diam saja, liatlah alat-alat ini perlu di sterilkan" ucapnya tanpa berbalik

" Tapi saya lihat kau membuatku bosan, bisakah kau ambilkan buah untukku" ujarku terdengar seperti menyuruhnya

" Baiklah" jawabnya singkat hampir saja gadis itu membuka pintu aku langsung berkata "Tu—Tunggu! Jika kau keluar pintu itu membutuhkan sidik jariku dan jika aku dalam masalah bagaimana bisa kau meninggalkan saya sendirian!" ujarku setengah berteriak

" Kau sendiri yang menyuruhku untuk mengambil buah!" ujarnya Nesia terlihat jengkel " Jadi apa maumu tuan Kirkland" lanjutnya

" Bisakah kau kemari, saya tidak begitu jelas apa yang kau katakan" ucapku

" Apa mau mu tuan Kirkland!" ujarnya sekali lagi lebih keras, sebenarnya aku tahu apa yang dia bicarakan " Kemarilah Nesia!" ujarku lebih keras darinya dengan suara bass bisa mengalahkan suara seorang perempuan. Nesia mungkin jengkel aku dapat lihat dari wajahnya yang menahan kesal dan berjalan kemari dengan cepat " Duduklah" ucapku singkat sembari menarik tangann kanan Nesia dengan tangan kiriku mengenggamnya erat seolah ia tidak bisa pergi semaunya lalu aku memejamkan mataku untuk istirahat

" Kau hanya butuh tidur kenapa kau harus memegangiku sekencang ini! Sakit—t " ucapanya terpotong olehku yang langsung mengatakan " Nyanyikanlah lagu yang membuatku tidur!"

" Apa! Kau seperti anak-anak saja" ucapnya tak percaya padaku " Cepatlah, bukankah saya butuh istirahat dan..." lalu aku membuka mataku kemudian menarik tangan Nesia dengan cepat tubuhnya mendekatiku ketika kepalanya sudah lebih dekat denganku aku memegang tengkuknya dengan tangan kananku dan mencoba mendekatkan wajahnya pada wajahku untuk saling menatap dengan jarak yang dekat aku memberikan " Cup!" dibibirnya kemudian beralih ke keningnya juga memberikan kecupan hanya kecupan saja tidak lebih lalu aku melepaskan tengkuknya namun masih memegangi tangan kanannya setelah jarak cukup jauh " Terimakasih kau sudah datang, Nesia panggil saja nama depanku" lantas aku tersenyum kepadanya itu adalah tanda terimakasihku

" Y—Ya, your welcome" aku tahu itu membuatnya tersipu malu dan diakhiri dengan amarahnya karena menciumnya " Damn Arthur!" Nesia memukul dadaku dengan cukup keras hingga merasa sakit

" Sepertinya badai ini akan cepat pergi" ucap ku

" Tentu saja! Kan saya yang mengobatimu, hahaha berterimakasih lah pada obat tradisional ku yang kau bahkan berkata tidak akan pernah memakannya lagi"

Nesia berkata benar waktu itu aku benar-benar berkata seperti itu dan menjelek-jelekan rasa juga apa yang dia buat itu semuanya akan hancur tetapi sekarang sebaliknya Nesia sekarang berbeda ia telah tumbuh, lalu aku memegang tangan kanan Nesia lebih erat dan membuat si pemilik memekik pelan "Sakit" dan aku hanya memberikan senyuman miring kepadanya

TBC
(To be Countinue...)

Tinggalkan jejak

(Review!Don't be silent reader)

[1] Info dari wikipedia

[2] Info dari exporerguidebookdotblogspotdotkom

Golongan darah AB itu saya ngasal aja ngetiknya karena saya sendiri gak tau golongan darah Arthur apaan DX habis profilnya kurang lengkap

Hallo semuanya Fikushon kembali dengan pertanggung jawaban memberikan chapter terbaru! #DitendakReaderKarenaHiatus# Huahaha! Maafkan saya dengan update sangat lama... #Bow# semoga ini akan memuaskan kaliaann~