Disclaimer:

Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya

Sherlock Holmes © Sir Arthur Conan Doyle

Pairing: Parallel Nations plus Holmes

Rating: Tebak sendirilah mungkin T atau M ?

Genre : Criminal/Romance yang absurd (?)/Mistery.

Warning:OOC mendewa,ABAL,ABSURD,ANEH,OOT(OUT OF TOPIC),TYPO BANYAK,Mungkin akan membuat anda merasa serangan jantung,Hipertensi naik-turun,kehidupan anda menjadi absurd se absurd absurdnya sang author GAJE dan terserang virus memabukan,muntah-muntah,diare,pokoknya eneg (mual),dan semacamnya

Ket :

'Kalimat dalam hati'

"Kalimat langsung"

"Kalimat langsung atau dalam pikiran/hati" tulisan miring bertanda bahasa asing selain bahasa Indoenesia

Happy Reading!~

.

.

.

Mengenang chapter sebelumnya

" Apa! Kau seperti anak-anak saja" ucapnya tak percaya padaku " Cepatlah, bukankah saya butuh istirahat dan..." lalu aku membuka mataku kemudian menarik tangan Nesia dengan cepat tubuhnya mendekatiku ketika kepalanya sudah lebih dekat denganku aku memegang tengkuknya dengan tangan kananku dan mencoba mendekatkan wajahnya pada wajahku untuk saling menatap dengan jarak yang dekat aku memberikan " Cup!" di bibirnya kemudian beralih ke keningnya juga memberikan kecupan hanya kecupan saja tidak lebih lalu aku melepaskan tengkuknya namun masih memegangi tangan kanannya setelah jarak cukup jauh " Terimakasih kau sudah datang, Nesia panggil saja nama depanku" lantas aku tersenyum kepadanya itu adalah tanda terimakasihku

" Y—ya, your welcome" aku tahu itu membuatnya tersipu malu dan diakhiri dengan kemarannya karena menciumnya " Damn Arthur!" Nesia memukul dadaku dengan cukup keras hingga merasa sakit

" Sepertinya badai ini akan cepat pergi" ucapku

" Tentu saja! Kan saya yang mengobatimu, hahaha berterimakasihlah pada obat tradisionalku yang kau bahkan berkata tidak akan pernah memakannya lagi"

Nesia berkata benar waktu itu aku benar-benar berkata seperti itu dan menjelek-jelekan rasa juga apa yang dia buat itu semuanya akan hancur tetapi sekarang sebaliknya Nesia sekarang berbeda ia telah tumbuh, lalu aku memegang tangan kanan Nesia lebih erat dan membuat si pemilik memekik pelan "Sakit" dan aku hanya memberikan senyuman miring kepadanya

Trust

Normal POV

Trust adalah percaya, kepercayaan seseorang tidak bisa di beli oleh apa pun, kepercayaan datang dari diri kita yang mengimani kepada Tuhan dan ajaran yang diberikannya setelah itu manusia kepada manusia lain, seperti quote salah satunya " If what you see by the eye doesnt please you, then close your eyes and see from the heart. Because the heart can see beauty and love more than the eyes can ever wonder" kepercayaan datangnya tidak tiba-tiba muncul begitu saja, tentu dengan sistem proses yang ada di lingkungannya ketika kamu punya jantung yang hangat, kamu membantu, kamu percaya, kamu memberi, kamu mencintai, dan itu membuat mu merasa nyaman tentunya sebelum kamu percaya, kamu percaya diri lah bahwa kamu dapat melakukan lebih dari pada yang kamu pikirkan

.

.

.

Pagi itu media masa memberitakan kejadian mengerikan di England, musibah ini baru terjadi selama ratusan tahun yang lalu seperti perang dunia dua, menewaskan sebagian para prajurit dan pilot, dan banyak warga yang tewas dalam bencana alam ini, badai yang kuat membuat angin puting beliung dan menghempaskan beberapa ternak dan rumah menjadi berantakan bahkan hancur, petir yang menyambar dengan kejamnya membuat konsleting listrik hingga membuat United Kingdom mati lampu secara mendadak sehingga di gang jalan bahkan jalan raya pun sepi dibuatnya terlalu gelap dan mengarikan jika keluar rumah.

Sherlock Holmes menjadi resah, apa yang dikatakan rekan kerjanya sekaligus teman baik, Sherlock terus berfikir keras, ia sedari tadi berjalan mondar-mandir dengan wajahnya yang serius dan mulutnya mengoceh tentang kisah personifikasi itu benar ada tetapi itu hanya lah legenda kuno para leluhur lord England

"ARRRGH!" Sherlock Holmes perlu mencari informasi nyata!

'DOR' suara tembakan pistol dari Holmes yang masih kalah dengan cuaca di luar rumahnya " Immortal human case!" teriak Holmes sekencang-kencangnya lalu tersenyum senang " Bloody interesting case!" Holmes merasa senang dengan kasus rumit seperti ini 'DOR! DOR!' Holmes menembak dinding berbentuk emoticon smile

" Sherlock Holmes, not wall again!" teriak ibu tetangga sebelah yang selalu memperbaiki dinding yang bolong setelah Sherlock Holmes menembaknya

"I'm sorry "

"Not my wall again Sherlock!" berteriak dari bawah, ibu Hudson adalah pemilik rumah yang ditinggal Sherlock Holmes

"Sorry Mrs. Hudson!" teriak Sherlock Holmes pada ibu Hudson yang telah merawat rumahnya dengan rapi, tapi Holmes tidak pernah membersihkan kamarnya dan selalu saja berantakan sehingga ibu Hudson yang selalu membersihkan "I'm not your maid Sherlock!"

Sherlock Holmes tidak mendengar ocehan ibu Hudson dan ibu Turner, Holmes tidak sabar dengan kasus ini, menunggu badai reda memang cukup lama bagi Holmes yang sudah gatal kesana kemari jalan mondar mandir mencari kesibukannya sendiri, Holmes resah jika seperti ini biasanya dia mencari rokok tapi sayangnya rokok itu disembunyikan rekannya sekaligus sahabatnya Watson, Holmes tidak mencurigai sabahatnya yang selalu mudah ditebak, tetapi tidak menyangka dia menyimpan kebohongan dan rahasia besar bahkan di dunia nyata pun legenda ini hanya lah fiktif belaka, tapi bagi Watson alias Arthur Kirkland yang berenkanasi itu bukan lah fiktif tapi kenyataan, memang sih susah di tebak, bahkan tidak akan bisa ditebak oleh siapa pun kecuali orang-orang yang sudah terlibat di dalamnya, ah terlibat di dalamnya.. hmm.. Sherlock Holmes masih di ambang pintu antara terlibat dan tidak terlibat dalam permasalahan ini, Sherlock Holmes masih mencari barang kesukaannya yaitu rokok itu dengan mengacak-acak kamarnya, beberapa menit kemudian Sherlock Holmes duduk dengan tenang di depan perapian, wajahnya masih serius tak berubah sedikit pun, saat ini Sherlock dalam masa penenangan pikiran, membutuhkan keadaaan lingkungan yang benar-benar mendukungnya untuk berpikir secara logika walau Watson mengungkapkan hal yang tidak masuk akal Sherlock Holmes dibuat penasaaran, rasa penasaran itu semakin membuatnya bersemangat, memang Sherlock Holmes manusia yang langkah, bahkan jarang ditemui orang secerdas dirinya, ada dua tipe orang cerdas di atas rata-rata orang biasa, mereka berperilaku aneh atau mereka mempunyai jiwa menghanyutkan seperti kasus professor Moriarty.

Nesia POV

Aku ketiduran di samping ranjang sang pasien yaitu Arthur Kirkland, rasanya badanku sakit terutama pada bagian tengkuk dan kaki, aku tidur dalam posisi duduk dan tanganku masih di genggam dengan erat oleh Arthur, tubuhku kaku ingin sekali rasanya beranjak dari kursi dan mencari krim panas untuk tengkuk dan kakiku yang sudah kaku untuk bergerak sehingga sakit sekali saat digerakan, perlahan-lahan aku mencoba berdiri tapi tangan kanan ku tidak bisa lepas dari genggamannya, kalau di lihat-lihat keadaan Arthur terlihat semakin membaik, dia tidur dengan nyenyak sebaiknya aku tidak mengaggunya saat ini, lalu aku menyelimutinya kemudian beranjak dari kursi, aku tahu kalau tangannya masih menggenggam erat pergelangan tangan ku sampai terasa sakit, rasa gengamannya semakin erat saat aku beranjak dari kursi di sampingnya dia bergumam "Jangan pergi.. jangan tinggalkan aku sendiri" ah dia sedang bermimpi buruk tentang masa lalunya, ngomong-ngomong aku sudah lama mengenalnya karena itu sebagai teman yang baik dia menyembunyikan sikap lemahnya dari semua orang dan berusaha untuk kuat, aku tahu kakaknya Scotland telah menghilang entah kemana, tidak ada kabar dari dirinya semenjak dia menghilang, aku pun terkejut mendengar berita itu dari mulut adik Scotland yaitu Arthur Kirkland.

"Arthur, apakah kau tahu cerita ini" aku berbicara pada Arthur yang sedang mimpi buruk "Mungkin mimpi mu tidak menyenangkan, kau tau cerita seram dariku sebelumnya Arthur ?" aku merasa diriku aneh saat berbicara pada orang yang sedang tidur ini, aku tidak tahu apakah ia akan mendengarkannya atau tidak tapi tidak masalah bagiku "Hei Arthur coba dengarkan ceritaku ini, pernah kah kau mendengarnya dan percaya kah ? bahwa ada sebuah mitos yang beredar di masyarakat tentang larangan memberikan tetesan jeruk ke darah orang yang sudah meninggal. Katanya, hal ini akan menyakitkan mereka yang sudah mati dan sebagai gantinya akan menuntut balas bagi pelakunya, terdengar omong kosong memang tapi Arthur kejadian ini pernah aku dengar saat ada orang-orang iseng yang menetesi darah bekas tabrakan dengan air jeruk tak lama terdengar seperti suara erangan yang tidak tau asalnya dari mana, lalu beberapa hari kemudian pelakunya tewas dengan cara yang sama" cerita ini pasti tidak didengarkannya karena dia sedang tidur, ah apa yang telah aku pikirkan sehingga menceritakan mitos ini, tapi kejadian ini memang sedang beredar di lingkungan Inggris, bukan kah mitos ini berasal dari benua asia ? aku sendiri binggung dengan kejadian aneh akhir-akhir di London terjadi hal yang serupa, banyak yang menjadi korbannya setiap tengah malam hari kamis, aku akan menceritakaan hal ini pada Arthur Kirkland setelah ia bangun dari tidurnya "Semoga lekas sembuh Arthur" aku tersenyum dan menyeka ramput yang mengalangi matanya, menatap wajahnya yang lemas, aku yang melihat alis yang tebal milik Arthur membuatku ingin menyentuhnya, perlahan tangan kiri ku memegang alisnya walau rasanya aneh memegang alis setebal ini, aku terkikik sendiri dengan suara pelan agar Arthur tidak bagun dari tidurnya tapi ternyata Arthur Kirkland terbangun karena gerakan tanganku semakin menekan alis Arthur membuat matanya terbuka karena tekanan ke atas jari telunjuk ku "Nesia.." kini Arthur kedua matanya terbuka menatapku heran "Apa yang kau lakukan ?" Arthur terbangun dari tidurnya dan menatap tajam padaku "Tidak ada, aku hanya membangunkanmu saja" ucapku yang masih ragu pernyataanku ini konyol dan aku melihat Arthur menghela nafas berat, matanya terpenjam lalu mengatakan sesuatu yang membuatku tidak mendengarnya "Kau bilang apa tadi ?" tanyaku yang penasaran, Arthur menepak tanganku yang berada di alisnya lalu melepaskan tangan yang ia genggam kemudian duduk di ranjang, aku masih tidak menduga dia cepat sekali sembuh hanya dalam sehari

"Nesia, terimakasih" Arthur Kirkland menatap mataku dengan mata hijaunya yang begitu hangat, mtanya seperti memancarkan sinar bahagia

"Ya" aku memberikan senyum hangat "Senang kau kembali pulih" lanjutku sembari beranjak dari kursi yang di susul Arthur turun dari tempat tidurnya

"Perbannya jangan dibuka" aku mencegah Arthur yang ingin melepaskan perban itu pergelangan tangannya

"Baiklah, Nesia sebaiknya kau pulang, aku antar" ucap Arthur padaku yang kemudian dia memegang tangan kananku dengan tangan kirinya kemudian mengikutinya dari belakang, menuju garasi mobil dan memasuki mobil tersebut yang dikendari oleh salah satu karyawan supir pribadi Arthur menuju rumahku yang jaraknya agak jauh, di dalam kendaraan aku tidak banyak berbicara pada Arthur, sedangkan Arthur sendiri yang diam masih memegang tanganku hingga terasa hangat

"Nesia, apakah ada yang menganggu pikiranmu ?" tanya Arthur padaku

"Tidak" jawabku singkat, sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal pada cerita yang aku bicarakan pada Arthur yang masih tertidur, bukankah cerita mitos seperti itu hanya aku saja yang mengetahuinya, apa kejadian ini ada hubungannya dengan buku pengetahuan alam ghaib ku yang menghilang beberapa bulan lalu

"Jika ada sesuatu yang ingin dikatakan, cerita saja padaku, aku akan membantumu dengan Sherlock Holmes, datang saja menemuiku kapan pun" Arthur menoleh padaku sembari memberi senyuman, aku yang masih canggung dengan situasi seperti ini hanya diam

.

.

.

Setelah Arthur Kirkland mengantarkanku pulang dan memberikan kecupan selamat tinggal, aku mengeluarkan kunci rumah yang berada di kantong rok ku, lalu membuka pintu sembari berucap sebuah mantra pelindung "Wahai makhluk tak kasat mata, lindungi, dan laporkan padaku" aku membuka pintu kemudian masuk kedalam rumah, semua masih terlihat normal lalu datang lah bayangan hitam besar membisikan laporannya di telingaku dan meminta balasannya dengan aku menyiapkan bunga di setiap ruangan, makhluk satu ini suka sekali dengan harum bunga, setelah menganti seluruh bunga dengan yang baru aku bergegas membersihkan badan yang sudah lengket, menyuruh makhluk sang ratu pemandian membasuh seluruh tubuhku hingga bersih dan cerah, karena dia suka sekali menggosok kulitku dan mengizinkannya tinggal bersamaku, aku ingat pertama kali bertemu dengannya saat di sungai

Waktu berlalu dengan cepat, aku harus mempersiapkan ruangan spiritual untuk suatu kebudayaan yang jarang di temui di negara lain, aku memasukan berbagai macam bahan cair ke dalam mangkok sehingga terbentuklah warna merah se merah darah, percobaanku waktu lalu gagal namun aku akan mencoba sakali lagi kepada anak kecil ini, anak kecil yang aku temui beberapa tahun yang lalu saat terjadi kecelakaan besar yang ditimpanya, waktu memang cepat berlalu tapi aku berupaya agar tubuh anak perempuan ini awet dengan memberikan pengawet pada mayat ini, aku mencoba berbagai macam cara untuk membangkitkan kembali walau dia tidak bernyawa, aku menyuntikan cairan yang seperti darah itu padanya dan hasilnya masih saja seperti dahulu, tidak bisa dibangkitkan tapi aku yakin sekali bahwa mantra terlarang di bab terakhir pada buku pengetahuan ku yang telah di curi itu berkata dapat di bangkitkan dan halaman selanjutnya tinta kertas itu luntur alhasil tidak bisa dibaca, entah mengapa buku seperti itu diincar, mungkin buku kuno yang diturunkan oleh para leluhurku itu sangat penting, aku memang sangat berhati-hati memakai mantra agar tidak ada satu orang pun mengetahuinya, kecuali Arthur Kirkland yang dapat bersaing denganku.

Aku melihat wajah pucat gadis kecil ini, rambutnya yang berponi hitam panjang lurus itu terasa lembut karena aku merawatnya, matanya yang coklat muda mulai tampak memudar, hidung mungil kecil itu terasa kaku juga pada tubuhnya yang kaku dan dingin berbaring di atas ranjang pendingin es, bibirnya yang serupa merah itu sekarang memudar pucat, gadis ini memakai kimono zaman dahulu kala, kulitnya kuning langsat menjadi putih pucat, aku mencoba berbagai cara untuk menghidupkan kembali walaupun itu mustahil, aku pasti bisa melakukannya, menganti sel-sel matinya dengan sel-sel yang hidup, akan tetapi sel-sel tersebut akan mengalami pergantian sel kembali mati dan beregenerasi, aku tidak mungkin melakukan pergantian sel bergenerasi dengan menukar sel lama gadis ini dengan sel baru gadis lain yang masih hidup, mungkin bagi gadis lain itu akan tersiksa selama masa percobaan, dan aku tidak tega melakukan hal seperti ini

Aku membersihkan lagi gadis mungil yanng berpakaian kimono ini, dahulu dia sangat menderita karena beban tanggung jawab pada keluarga serta tradisinya sangat membuat sang gadis ini terlibat insiden pengorbanan, aku merasa tertarik cerita dari Jepang pada saat itu menjadi cerita legenda urban di kalangan masyarakat Jepang, zaman dahulu kala lahir lah seorang bayi yang manis yang amat namun cacat, kecacatannya membuat masyarakat Jepang menganggap bahwa akan ada malapetaka jika ada bayi yang terlahir cacat bagi negeri tersebut, gadis bernama Tomino membuat sebuah puisi yang menjadi malapetaka pada setiap pendengar atau membacanya, Ia menuliskan puisi yang kemudian ditunjukkan kepada orang tuanya melihat isi puisi Tomino yang menyeramkan, orang tuanya menghukum Tomino dengan mengurungnya dalam gudang sempit dan tidak memberinya makan. Beberapa hari kemudian, Tomino meninggal dengan tidak wajar. Konon, semenjak peristiwa itu puisi buatan Tomino jadi menyeramkan, cerita dari mulut ke mulut berkembang dan memperingatkan 'jangan pernah membaca dengan suara lantang karena bakal mengundang bencana'. Kemungkinan cerita yang berkembang di atas hanya sebatas kisah urban. Puisi berjudul "Neraka Tomino" sendiri sebenarnya dimuat dalam buku kompilasi puisi Yomota Inuhiko

Tomino no Jigoku

ane wa chi wo haku, imoto wa hihaku,
kawaii tomino wa tama wo haku
hitori jihoku ni ochiyuku tomino,
jigoku kurayami hana mo naki.

muchi de tataku wa tomino no aneka,
muchi no shubusa ga ki ni kakaru.
tatake yatataki yare tataka zutotemo,
mugen jigoku wa hitotsu michi.
kurai jigoku e anai wo tanomu,
kane no hitsu ni, uguisu ni.
kawa no fukuro ni yaikura hodoireyo,
mugen jigoku no tabishitaku.

haru ga kitesoru hayashi ni tani ni,
kurai jigoku tanina namagari.
kagoni yauguisu, kuruma ni yahitsuji,
kawaii tomino no me niya namida.
nakeyo, uguisu, hayashi no ame ni
imouto koishi to koe ga giri.

nakeba kodama ga jigoku ni hibiki,
kitsunebotan no hana ga saku.
jigoku nanayama nanatani meguru,
kawaii tomino no hitoritabi.

jigoku gozarabamo de kitetamore,
hari no oyama no tomebari wo.
akai tomehari date niwa sasanu,
kawaii tomino no mejirushini. [1]*

Mendengar kisah menyeramkan sekaligus memilukan, gadis bernama Tomino itu meminta tolong padaku untuk dibangkitkan kembali, aku yang menyanggupinya sampai sekarang masih belum menemukan cara untuk pembangkitan kembali, rasa sedih yang ditinggalkannya membekas dalam hatiku yang merasakan kesedihan, kesakitan, dan kesendirian, aura gelap yang berada di gadis itu aku ambil agar dia bisa di bangkitkan namun efek samping dari itu semua, aku harus memenuhi ritual ini hingga selesai.

Ritual sangat terlarang ini sangat dipenuhi pengorbanan yang amat banyak, membutuhkan ratusan bahkan ribuan korban yang menggantikan seseorang nyawa anak-anak, aku seharusnya mengetahui dan paham akan hal ini namun apa daya jika anak tersebut sangat memohon padaku, sebagai gantinya dia akan menjadi pelayan untuk selamanya, aku bahkan pada zaman dahulu kala, aku adalah seorang yang sangat diperlukan atau dibutuhkan bagi setiap peminta untuk merubah hidupnya untuk lebih baik, bahkan penyihir mana pun di dunia ini yang terkuat, aku tahu pada abad ini sihir sangat lah di larang oleh karena itu aku diam-diam untuk memenuhi janji ku pada anak ini, secara diam-diam aku mengambil banyak sampel darah anak-anak yang telah meninggal dunia dengan cara yang legal, bahkan abad ini 15 sampai 18 ini terlalu banyak sekali pertumpahan darah, peperangan, pembunuhan, kasus gelap yang tidak bisa aku jelaskan, sampai pada abad ke 18 ini aku mengenal sahabat Arthur Kirkland ialah Sherlock Holmes, Holmes memang sangat berjasa pada pengurangan kasus gelap, bahkan anjing bayangan ratu Inggris pun menjaga hati kekhawatiran sang ratu Victoria, ratu Victoria merencanakan revolusi untuk Inggris, ratu Victoria pun pernah menemui Sherlock Holmes untuk meminta bantuan kasus pembunuhan berantai di London yang menjadi keresahan sang ratu, keresahan sang ratu Victoria dirasakan masyarakat London, bahkan Scotland Yard sebuah pusat kantor kepolisisan terbesar di Inggris kewalahan dengan tingkah si pembunuh berantai, ketua kepolisian London pun bekerjasama dengan Sherlock Holmes, semenjak banyak kasus yang di pecahkan Sherlock Holmes bersama Arthur Kirkland sebagai dokter Watson yang merawat kepribadian Sherlock Holmes, gangguan pysiscology yang di derita Sherlock Holmes jika otaknya sudah tidak menangani kasus, ia akan berperilaku buruk seperti mabuk, merokok dan bahkan ia pernah kehilangan akalnya terkena narkoba, untuk itu ratu Victoria menyuruh Arthur Kirkland untuk merawat Sherlock Holmes sang dektektif swasta yang terkenal sampai penjuru dunia, aku yang melakukan ritual beberapa tahun ini secara diam-diam tanpa sepengetahuan siapa pun untuk itu aku harus lebih berhati-hati dalam hal apa pun, aku tidak melakukan hal yang salah hanya saja menyembunyikan kegiatan terlarang namun di lakukan pengambilan bahan yang secara legal itu pun aku bisa pastikan bahwa aku tidak akan masuk penjara Scotland Yard, tidak, tidak akan pernah!

Arthur POV

Aku, Arthur Kirkland adalah salah satu personifikasi Inggris sedang menjalani tugas untuk merawat Sherlock Holmes dari kegilaannya, dan setelah sekian lama beberapa tahun yang lalu aku menjadi sahabat sekaligus pasangan pekerjaan Sherlock Holmes yang dikenal oleh para manusia sebagai dokter John H Watson atau di panggil dokter Watson, saat kejadian memotong tangan ku sendiri dan berakhir dengan pendarahan hebat aku sangat berterimakasih pada teman lama ku yang aku kenal sejak dia kecil yaitu Nesia, nama asli sang personifikasi Indonesia itu terlalu indah dikatakan, yah namanya Kirana Kusnapharani, nama yang sangat kental dengan kebudayaannya, aku kenal dia kecil yang memiliki bakat seperti diriku, bakat melihat dunia lain, bakat mengendalikan ilusi, bakat menjadi penyihir, aku melihat potensinya melebihi diriku, jika di katakan dengan kata kasarnya, dia mempunyai ilmu kegelapan, perkataan yang tegas dan kutukan yang di buat sangat lah tepat mengenai sasarannya, ilmu kegelapan yang dia miliki melebihi batas ambang yang aku punya waktu abad 15, dia bahkan dikenal sebagai penyihir yang mengerikan, Nesia berhasil mengalahkan semua penyihir yang ada di dunia, dan aku sebagai teman kecilnya walaupun aku lebih tua darinya, aku tahu dia saat itu mengalami masa puber, masa remaja menuju dewasa, masa di mana dia labil antara kejahatan dan kebaikan, aku juga tahu dia mempunyai hati yang lembut tetapi mempunyai sikap kasar saat zaman itu. Temtu saja aku sebagai seorang pria yang menyukai wanita unik seperti Nesia, Nesia seseorang yang aku sayangi sewaktu dia kecil dahulu, sangat menggemaskan, apalagi pipinya yang tembem dan merekah merah jika dia menjadi malu, dan aku tidak akan melupakan Nesia untuk selamanya.

Banyak kejadian yang terjadi dalam hidupku selama beberapa abad ini, dunia memang cepat sekali berevolusi, Inggris pun mengalami kamajuan yang pesat dalam sistem kerajaan yang telah di wariskan oleh para leluhur, aku yang masih hidup dan selalu menjadi tangan kanan ratu atau raja di Inggris, dan menjadi bagian yang paling penting untuk tanah Inggris, seiring berubahnya zaman dan berkembangnya teknologi, manusia memang makhluk yang cepat beradaptasi dan berkembang. Setelah mengantar Nesia pulang ke rumahnya, aku kembali ke kediaman kerajaan karena ratu Victoria pasti merasa gelisah tentang kejadian ini, Zaman Victoria adalah puncak dari Revolusi Industri, suatu masa perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang penting di Britania Raya. Pada masa tersebut, Imperium Britania mencapai puncaknya dan menjadi suatu negara adi kuasa yang digjaya. Ratu Alexandrina Victoria di Istana Kensington, London, Inggris, 24 Mei 1819 – meninggal 22 Januari 1901 pada usia 81 tahun, pemerintahannya berlangsung 63 tahun, 216 hari, lebih lama dari raja atau ratu Britania Raya manapun sampai 9 September 2015 yang kemudian digantikan oleh anak sulung cicitnya, Ratu Elizabeth II sebagai penguasa Britania Raya terlama [2]. Pada abad 18 ini, aku bersahabat dengan Sherlock Holmes sang detektif swasta yang juga di percayai oleh ratu Victoria.

Aku telah datang di kediaman keluarga kerajaan, para penjaga menyambutku dengan hormat, aku membuka pintu utama yang disambut oleh pembawa berita tangan kanan ratu Victoria "Sir Arthur Kirkland, come with me please" sang pembawa berita menyuruh ku mengikutinya dan aku hanya mengangguk lalu mengikutinya "The glorious queen Victoria is waiting for you in the privacy of casual discussions" ujar sang tangan kanan ratu yang berhenti di depan pintu kemudian mempersilahkan aku masuk ke dalam, aku yang sering sekali melihat ruangan diskusi santai milik keluarga kerajaan, ruangan ini mempunyai dinding berwarna cream coffe, di langit-langitnya terbentuk dua kotak persergi panjang dengan luarnya berwarna cream coffe setiap enam puluh centimeter di pasang lampu yang tersusun rapih dan ditengahnya berwarna putih di pasang dua lampu berbentuk cognac kristal lampu chandelier, hiasan dinding diukir dengan rapih dengan bergaya klasik eropa berwarna emas dan dipasangi lukisan-lukisan besar seperti pemandangan dan salah satu leluhur keluarga kerajaan, lukasan seorang perempuan muda yang telah menjadi ratu sebelum ratu Victoria, lantainya berwarna kuning keemasan dan setiap sudutnya memakai alas lantai berupa karpet yang berwarna dasar merah yang di beri motif sesuai dengan ruangan dengan gaya klasik eropa serta kursi, sofa dan meja pun sesuai motif ruangan dengan gaya klasik eropa, di belakang sofa dan kursi yang mengelilinginya terdapat cermin oval yang besar sehingga kita dapat melihat diri di depan cermin jika kita berdiri, di bawahnya cermin tersebut terdapat perapian untuk menghangatkan tubuh dari cuaca dingin ini.

Aku berada di ambang pintu masuk kemudian mengetuknya terlebih dahulu setelah itu berkata "My glorius queen Victoria" aku memberi hormat sebelum duduk di sofa yang berhadapan dengan ratu Victoria, lalu aku duduk di sofanya dan memulai pembicaraan diskusi santai bersama ratu Victoria

"Arthur Kirkland, bagaimana keadaan England sekarang ?" tanya ratu Victoria, aku tahu maksud dari perkataannya untuk memberikan data tentang negaranya itu yang aku kelola sebagai personifikasi

"Semua terkendali, kecuali faktor kriminalitas masih tinggi dan setelah terjadinya badai yang lalu, sektor industri mengalami masalah keterlambatan pemasokan bahan baku dari India dan Malaysia"

"Bagaimana dengan populitas tanaman dan hewan ?" tanya ratu Victoria yang menanyakan akibat dari revolusi industri besar yang menyebabkan salah satu hewan menjadi langka dan sebagian tanaman terkena hujan asam

"Buruk ratu, terutama pada hewan yang sekarang menjadi langkah, sebaiknya kita merevolusi industri dengan limbah yang akan di olah kembali. Para peneliti dan profesor sedang mengerjakan tugasnya" aku memberikan data yang aku catat sebagai laporan kepada ratu Victoria

"Baiklah, kita masih mengalami keuntungan yang besar" ujar ratu Victoria yang sembari membaca laporan "Arthur Kirkland, aku ingin kau tetap mengawasi England dan kerjakan seperti biasa" lanjut ratu Victoria yang menaruh laporan ku di atas meja kemudian mengambil cangkir lalu menyeduh kan teh yang diberikan kepadaku "Silahkan, sekali-kali kau harus santai Arthur" ratu Victoria tersenyum padaku

"Terimakasih, sebaiknya ratu tidak perlu repot-repot menyeduhkan teh untuk ku" aku mengambil cangkir yang diberikan ratu padaku kemudian menyesap teh tersebut

"Arthur, aku mendapat kabar dari Scottie, beberapa hari yang lalu dia kemari, dia berkata 'Arthur jangan khawatir' untuk mu, sebenarnya apa yang dipikirkan kakak mu itu ?" wajah ratu menjadi penasaran dengan tindakan Scottie yang selalu membuat ratu Victoria mencemaskannya

"Scottie, orang yang suka seenaknya, jangan dipikirkan ratu" aku menaruh cangkir ke meja

"Kakak mu itu selalu diluar dugaan yang membuatku pusing, ngomong-ngomong kabar Walles bagaimana?"

"Walles masih berkembang dengan alaminya, ratu Victoria kalau boleh tahu keadaan putri anda ?"

"Yah, dia masih kecil masih butuh pembimbing belajar untuk kedepannya aku telah menyiapkan beberapa hal untuknya sebagai pewaris utama setelah kepergianku" ratu Victoria tersenyum hangat "Walaupun umur manusia tidak abadi layaknya kau Arthur" lanjutnya dengan senyumnya yang memudar perlahan

"Jika hal itu yang meresahkan ratu, aku sebagai perrsonifikasi bisa merasakan kesedihan atau pun kebahagiaan seluruh England" aku merasa sedih walaupun wajahku terpasang senyuman untuk ratu Victoria "Aku yakin, ratu Victoria akan dikenal seluruh dunia dan paling lama menjabat sebgai ratu atau raja yang terlama di England" aku tahu dia memang ratu yang habat

"Terimakasih atas pujiannya Arthur, selain itu aku ingin kau mengatasi masalah pembunuhan anak-anak yang hanya mengambil oran tubuhnya untuk dijual kembali, banyak anak-anak yang menghilang saat ada festival atau acara besar lainnya di setiap kota Inggris" ratu Victoria merasa resah dengan menghilangnya anak-anak "Saya sebagai bayangan setiap raja dan ratu siap menjadi tugas yang mulia" aku memberi hormat dengan memegang bahu kiri dengan tangan kanan lalu membukuk sedikit sembari memejamkan mata saat duduk di sofa.

Normal POV

Saat Arthur sedang berbincang-bincang dengan ratu Victoria mengenai masalah di Inggris, di lain tempat ada seorang wanita muda yang cantik itu sedang berjalan-jalan di suatu tempat yang ramai dengan memakai jubah warna hitam yang menutupi seluruh wajah hingga badannya, pakaiannya yang memakai gaun ala kadarnya yang menyesuaikan lingkungan sekitar untuk memenuhi rutinitas misi yang diberikan padanya, wanita yang membawa pisau tajam kecil yang diselipkan pada di dalam rok kakinya, raut wajahnya begitu tenang saat berbincang pada salah satu rekan klien di pasar ini, begitu banyak orang-orang yang berlalu lalang, tawar menawar barang hingga penghibur jalanan, ia diberi seikat bunga mawar oleh rekan klien tersebut kemudian wanita itu berjalan cepat diantara lautan manusia dan memasuki salah satu gang sempit lalu ia bertemu dengan seorang mabuk yang menggodanya akan tetapi pria paruh baya tersebut ia bunuh dengan sadis menggunakan sebuah pisau kecil yang tajam di lehernya, wanita itu membunuh pria tersebut dan meninggalkan jejak seikat bunga mawar kemudian wanita itu meninggalkan mayat tersebut dan berlari menuju salah satu pintu yang berada di gang tesebut memasukinya dan berganti pakaian penyamarannya sedangkan pakaian jubah itu dibuang sembarang tempat, wanita itu keluar dari ruangan gudang persedian makanan di salah satu bar London kemudian ia memesan minuman wine sebotol untuk di bawa pulang kemudian ia pergi dari bar tersebut dan menyusuri jalan ramai dengan pakaian normalnya lalu menuju telepon umum untuk menghubungi kliennya bahwa misi sudah terselesaikan, wanita itu mengembangkan senyumnya yang memukau setiap lelaki yang menatap wajahnya, wajahnya memang cantik jelita namun kepribadiannya sangat bertolak belakang dengannya, wanita itu keluar dari telepon umum dan kembali ke kediaman rumah utama dimana ia tinggal sendirian dengan rumah yang besar bersama para pembantu.

TBC
(To be Countinue...)

Tinggalkan jejak

(Review!Don't be silent reader)

[1] Puisi bukan buatan saya, saya menemukan puisi seram di salah satu blog

*Artinya*

Neraka Tomino

Kakak yang memuntahkan darah, adik yang meludahkan api
Tomino yang lucu meludahkan permata yang berharga

Tomino meninggal sendirian dan terjatuh ke dalam neraka
Neraka kegelapan, tanpa dihiasi bunga

Apakah itu kakak Tomino memegang cambuk?
Jumlah bekas luka berwarna merah sangatlah mengkhawatirkan
Dicambuk dan dipukul sangatlah mendebarkan,

Jalan menuju neraka yang kekal hanyalah salah satu cara
Mohon bimbingan ke dalam neraka kegelapan,

Dari domba emas, dan dari burung bulbul
Berapa banyak yang tersisa dari dalam bungkusan kulit,
Disiapkan untuk perjalanan tak berujung menuju neraka

Musim semi akan segera datang ke dalam hutan serta lembah,
Tujuh tingkat di dalam gelapnya lembah neraka

Dalam kandang burung bulbul, dalam gerobak domba,
Di Mata Tomino Yang Lucu Meneteskan airmata
tangisan burung bulbul, dibalik hujan dan badai
Menyuarakan cintamu untuk adik tersayangmu

Gema tangisanmu melolong melalui neraka,
serta darah memekarkan bunga merah

Melalui tujuh gunung dan lembah neraka,
Tomino yang lucu berjalan sendirian
Untuk menjemputmu ke neraka,

Duri-duri berkilauan dari atas gunung
menancapkan duri ke dalam daging yang segar,
Sebagai tanda untuk Tomino yang lucu

[2] info dari wikipedia