Hello Again

Kim Minseok

Zhang Yixing

Wu Yifan

.

Disclaimer

Ceritanya milik saya, castnya milik yang lain :"D

.

Happy reading!

.


"Ssh. Minseok, Minseok!"

Mata kucing Minseok yang sipit perlahan terbuka seiring dengan bisikan panik Yixing tepat didepan wajahnya. Wajah Yixing adalah hal yang pertama kali Minseok lihat kala gadis itu membuka mata. Tidak heran, Yixing adalah orang yang paling khawatir ketika gadis itu pingsan. Wajah Yixing sangat dekat dengan Minseok dan pria tegap itu terus memastikan kalau Minseok masih bernafas.

"Ung.. Gege.."

"Minseok syukurlah!"

Yixing dengan cepat memeluk Minseok yang masih setengah sadar dan masih berusaha bangun. Minseok memegang kepalanya yang masih berputar ketika Yixing melepas pelukannya.

"Sudah kubilang kan. Kau itu nggak sekuat itu. Lari konstan beberapa menit saja kau pingsan."

"Ingatlah masalah paru-parumu, Minnie."

Sebuah suara baritone dalam tiba-tiba sampai ke telinga Minseok yang masih menyadari suara itu dengan sangat baik. Minseok menoleh dan mendapati Yifan sudah berdiri di depan pintu dengan gelas kecil di tangan. Gelasnya berisi teh hangat, dan Yifan dengan cepat melesat mendekat, kemudian memberikan teh hangat itu untuk Minseok, otomatis membuat Yixing melepas pelukannya. Sementara itu, Minseok menerima teh hangatnya dengan gesture ragu.

"Kau.. masih ingat." Minseok berbisik seraya menyeruput teh hangatnya. Sementara, Yifan mendengar bisikannya. Pria tinggi itu tersenyum dan mengacak rambut sang sutradara.

"Tentu saja." jawab Yifan pendek. Sementara Yixing mulai salah tingkah dan dengan cepat mengecek jadwal untuk tahu apa saja yang mereka lewatkan.

"O..oke, baiklah. Karena Minseok sudah sadar, maka ia sekarang akan menjelaskan konsep feature film yang—"

"Nanti saja. Jangan disini," Yifan menegakkan tubuhnya. Mata elangnya masih terpaku pada Minseok yang masih duduk sambil menatap lantai. "Kalau ingin menjelaskan padaku, Sutradara Kim harus pulih sepenuhnya dulu. Aku tidak suka orang yang menjelaskan sesuatu sambil tiduran." menyelesaikan kalimatnya, Yifan beranjak keluar ruangan, membuat Yixing memandangnya dengan kurang suka.

"Hih. Belum juga satu hari bekerja disini. Dia sudah seenaknya sendiri saja," Yixing merutuki Yifan. "Eh tapi, dia terlihat mengenalmu sekali, Seok. Dari caranya memanggilmu 'Minnie'." Yixing menunduk, memandang teh hangat Minseok yang masih belum tersentuh. "Kalian pernah bekerja bersama untuk sebuah film?"

Agak lama waktu yang dibutuhkan Minseok untuk diam dan merenung sebelum akhirnya menjawab, "Bukan, ge. Yifan... Yifan itu mantan kekasihku."

"Oh, mantan kekasih. Pantas saja." Yixing menjawab santai seraya melihat jadwalnya.

Satu detik.

Dua detik.

"MANTAN KEKASIH?"

Minseok mendengus kecil ketika didapatinya reaksi Yixing yang heboh.

"Jangan seperti itu ah. Begitu begitu dia baik kok." Minseok menyeruput tehnya.

"Tapi.. perlakuannya dingin sekali. Aku tidak yakin,"

"Itu hanya covernya saja," jawab Minseok santai.

"Uhm.." Yixing menggigit clipboardnya kecil. "Kau.. masih mencintainya?"

Hening agak panjang sebelum akhirnya Minseok menggelengkan kepalanya. Sang sutradara kembali menyeruput tehnya, kali ini sampai habis.

"Tidak. Yah, walaupun the way we broke up was not really the best way." Minseok meringis, mengingat bagaimana mereka putus di musim dingin, diantara dinginnya salju. Yixing ikut meringis, kemudian memegang tangan Minseok dan membantunya berdiri.

"Kalau dia dibandingkan denganku, lebih baik yang mana?" Yixing iseng bertanya dengan senyum dimplenya yang menawan terukir di wajah. Sementara itu, Minseok hanya tertawa kecil sambil berusaha menyeimbangkan dirinya.

"Tentu saja kau yang terbaik, gege." Minseok meninju pelan lengan Yixing yang masih tersenyum lebar karena jawaban sang sutradara. "Ayo ke studio! Aku yakin Yifan sudah menunggu." kata Minseok dengan riang seraya berjalan keluar ruang kerja lebih dulu, meninggalkan Yixing yang masih tersenyum dengan rona merah di pipi.

.

Yurichan26

.

"Jadi begitu konsep film yang akan kita shoot dua minggu kedepan," Minseok menyelesaikan penjelasannya seraya memberikan script pada si manager junior, Wu Yifan. Pria dengan tinggi 187 cm yang terlihat gagah dengan rambut blonde'nya yang mempesona. Matanya yang tajam mengawasi tiap gerak gerik Minseok layaknya gadis itu adalah mangsa. Tatapan yang menyebabkan Yixing cepat cepat memakaikan coatnya di bahu Minseok.

"Eh?" Minseok memiringkan kepalanya ketika Yixing memakaikan coat di bahunya. "Kenapa, ge? Kan tidak dingin.."

"Geunyang." jawab pendek Yixing, kemudian memandang Yifan dengan intens, membuat yang dipandang cepat-cepat mengalihkan pandangan kearah lain. Dari pandangannya, Yixing tidak terlalu suka Yifan. Yixing tidak terlalu suka gesture pria yang sekarang sedang membaca script dengan teliti itu. Matanya terus menelusuri Yifan dari atas sampai bawah. Bertanya tanya berapa kali tubuh tinggi itu mendekap Minseok yang notabene kecil, pendek dan kurus. Dan bertanya tanya apakah Minseok merasa nyaman dalam pelukan pria tinggi itu.

Mata Yixing turun ke selangkangan Yifan. Memandangnya dengan intens sambil membayangkan apakah Minseok dan Yifan pernah melakukan itu... Sedikit membayangkan bagaimana wajah Minseok ketika sedang melakukan itu... dan membayangkan seberapa intim hubungan Minseok dulu dengan Yifan.

"..xing ge.."

"Yixing gege."

"YIXING GEGE!"

Teriakan ketiga, dan Yixing tersadar dari lamunannya.

"A-ah! Ya!"

"Ada apa? Apa kau melamun?" tanya Minseok dengan mata bundarnya sementara Yifan memandangnya dengan tatapan datar. Agaknya pria itu tahu Yixing tengah meneliti bendanya. Wajah Yixing sontak berubah merah padam. Yixing menutup wajahnya dengan telapak tangannya selama beberapa detik sebelum akhirnya menatap si wajah bakpao tepat di matanya.

"Wajahmu merah, kau baik-baik saja?" tanya Minseok khawatir, sementara Yixing menggeleng pelan, menandakan dia tidak apa-apa.

"Aku baru saja memberitahu Yifan kalau kau akan mengajaknya berkeliling ke studio, dan melihat list lokasinya. Kau bisa menghandle dia kan, gege?" tanya Minseok yang dijawab oleh anggukan oleh Yixing. "Sekarang sudah jam 7.40. Aku harus meeting dengan aktor dan yang lainnya. Kau bisa datang terlambat sedikit."

Mata Yixing masih terpaku pada Minseok yang membawa ransel besarnya dan berjalan cepat menuju pintu keluar studio. "Jaga Yifan baik-baik ya gege! Take your time!" kata kata terakhir Minseok sebelum gadis itu melesat keluar studio, meninggalkan Yifan dan Yixing berdua didalam.

"Hey," panggil Yifan dengan suaranya yang sangat berat, membuat Yixing terkaget. Pria asal Changsha itu dengan cepat menoleh kearah si pria asal Kanada.

"Aku..." Yifan menunduk, kemudian memandang Yixing tepat di mata. "Aku tidak tahu kau ini gay atau apa. Tapi pandanganmu pada bendaku tadi membuatku agak risih." Yifan bangkit berdiri, meninggalkan Yixing yang agak melongo. Bibirnya semakin melongo ketika Yifan menepuk pundak Yixing.

"I'm sorry, but I'm not into gays. I'm straight."

"WHAT?! I'M NOT GAY!"

Yixing mencoba melawan, tapi Yifan sudah berjalan duluan kearah pintu keluar studio, membuat Yixing harus mengejar pria tinggi itu. Kurang sial apa Yixing hari ini. Sudah Minseok tiba-tiba pingsan, dikira gay pula.

Agaknya production kali ini akan jadi sedikit lebih unik.

.

To be continued

.


Hello again! Haha! This is the chapter two of my comeback fanfic. Lol lol lol. It's been so awkward to write again, especially to write in Bahasa. I hope the fic doesnt sound so awkward or weird. But yeah, critics and suggestions are welcomed warmly. Review please?