CHAPTER 2
Sapphire's Rabbit
0-X-O-X-O-X-0
Himchan membuka matanya perlahan. Yang ditatapnya kini hanya rerumputan—yang Himchan yakini—di lapangan luar kastil itu. Himchan menggerakkan badannya perlahan dan ia merasa aneh karena sendi sendinya tak bisa digerakkan. 'Ke—kenapa badanku tak bisa digerakkan?'. Himchan berusaha memberontak—menggerakkan tangan dan kakinya ke segala arah,ia baru menyadari kalau Ia terikat oleh sesuatu yang berwarna putih ketika ia menatap ke pergelangan tangannya yang terletak disampingnya. 'Benda ini mirip dengan…'.
Tes Tes
Himchan merasakan sesuatu yang dingin menetes di lehernya—membuatnya membeku sejenak dan tak berani untuk mengubah posisi kepala-nya kini. 'Ja—Jangan bilang kalau ini…'. Himchan menelan saliva-nya berat. Himchan melirik sedikit dan nafasnya tercekat ketika ia menyadari kalau seekor makhluk berbentuk laba laba kini sedang menindihnya dengan taring tajam yang mendekati wajahnya. Tetesan itu berasal dari taring makhluk tersebut.
'Damn…dimana yang lainnya ?'
Mata Himchan bergerak kesana kemari dengan panic mencari member B.A.P atau EXO yang lainnya. Dia menemukan Yongguk dan juga Zelo tapi karena pergerakannya terbatas—ditambah dengan keadaannya yang kini memang sedang ditindih oleh makhluk mengerikan ini—ia tidak bisa mencari yang lainnya.
"YAK,ACROMANTULA JELEK! DISINI BODOH!"
Himchan tiba tiba mendengar suara teriakan Hajung yang mengakibatkan Acromantula—Makhluk itu menyingkir dari Himchan. Himchan hanya bisa bernafas lega—Tangannya mencari katana miliknya untuk memotong benang benang yang mengikat pergelangan tangannya dengan kuat.
Untungnya makhluk itu tak menjauhkan katana itu dari Himchan dan dengan sedikit rontaan ia berhasil meraih katana-nya dan memotong benang yang menjalin pergelangan tangannya dan juga di semua bagian tubuhnya.
Himchan mengamati keadaan sekitar—Makhluk itu masih berhadapan dengan Hajung yang menjauhkan makhluk itu dari Himchan agar ia dapat menolong yang lain. Himchan mulai menolong Zelo."Junhong-ie…Irreona…Ppali!" kata Himchan sembari menepuk nepuk pipi Zelo setelah sebelumnya ia memotong jalinan benang di pergelangan tangan dan Kaki Zelo.
"Eunngghhh….ada apa hyung…"
"Kajja….bantu aku membebaskan yang lain…."
Akhirnya Zelo-pun mulai membantu Himchan untuk menyadarkan yang lain. Sementara Zelo membangunkan yang lain,Himchan pun membantu
Hajung yang kini berhadapan dengan dua ekor Acromantula sendirian.
"Ugghhh…brengsek…." Umpat Hajung ketika salah satu tangannya mulai terbelit oleh jaringan benang itu. Semakin sering Hajung bergerak dan berusaha untuk merobek benang itu—kedua makhluk itu semakin banyak mengeluarkan jalinan benang untuk membuat Hajung terikat tak berdaya.
SLAAAAASSSSSHHH CRAAAASSSHHH GRAAAAAAAWWWWWW
Jongup memotong bagian abdomen salah satu Acromantula itu dan membelahnya menjadi dua—membuatnya menampilkan lapisan lapisan dan organ dalam tubuh makhluk itu dalam balutan darah yang berwarna merah kebiruan.
Melihat temannya mati menggelepar dan terbelah menjadi dua, Acromantula yang satunya lagi mulai mengamuk dan menyerang Jongup dan pergi meninggalkan Hajung.
"Hajung-ah…gwenchanayo ? Mianhae….","Nde, Himchan oppa….gwenchana….aku pikir suaraku tak akan membangunkanmu oppa…" kekeh Hajung."Kau tak terkena efek yang tadi Hajung-ah ?" tanya Himchan. Hajung menggeleng. "Hyosung-unnie melindungiku….jadinya dia yang terkena…"
Himchan mengangguk mengerti.
BANG BANG BLAAAARRR
Yongguk dengan tepat menembak jantung makhluk itu bersamaan dengan meledaknya bom milik Jongup yang membuat makhluk itu menjadi sesuatu yang abstrak(?) dan tak bisa lagi dikenali makhluk dari jenis apa.
"Haaahhh…syukurlah hal ini selesai…." Kata Jongup sembari jatuh terduduk—merasa lega. "Kurasa kau harus me-reset ulang settingan waktunya di markas kalau misi ini sudah selesai, Moon Jongup…" Sindir Yongguk. Yah,kalau saja bom Jongup tak dirangsang dengan tembakan Yongguk—mungkin kini mereka berdua menjadi santapan makan malam makhluk itu. Jongup hanya memutar bola matanya
"Arraseo hyung…Arraseo….".
"Omong omong dimana para werewolf itu ?" tanya Yongguk.
"Zelo-ya…kau sudah mendeteksi mereka ?" kata Jongup pada Zelo
"Nde hyung—aku juga sempat berpikir seperti Yongguk hyung tapi tak kutemukan dimanapun juga,tapi…."
"Tapi apa oppa ?" tanya Hajung.
"Ada yang aneh—kau tahukan Hajung-ah kalau radarku bisa menembus dinding atau perlindungan apapun…". Hajung hanya mengangguk. "Radarku tak bisa menembus dinding kastil ini…."
"Energy Shield dan Wave…." Kata Youngjae Singkat. "Mungkin kekuatan itu yang membuat kita tadi pingsan dan radar Zelo tidak bisa menembus dinding kastil ini…."
"Berarti…"
"Yah, ada pemilik kekuatan itu disini dan siapapun itu pasti berusaha mengacaukan misi ini…" jelas Youngjae
"Dan kemungkinan besar mereka pelaku-nya yah ?" kata Yongguk. Youngjae hanya mengangguk.
"Kita harus menemukan para werewolves sebelum—"
GROAAAAARRRRRRRRR
Mereka semua terdiam. Mereka seperti mendengar suara raungan sesuatu.
"Hyung…kalian dengar itu ?" tanya Zelo. Yang lainnya mengangguk.
'Kita pergi dari sini sebelum ada makhluk lain yang menyerang kita…' kata Hyosung melalui telepati miliknya. Secepat mungkin mereka pergi dari tempat itu.
"Ah, itu pintu masuk yang tadi kan ?" kata Zelo yang menyadari pintu masuk kastil itu ada di depan mereka.
"KALIAN PIKIR AKU AKAN MEMBIARKAN KALIAN MASUK BEGITU SAJA ?"
Mereka semua menengok ke arah asal suara itu. Disana terdapat seorang yeoja yang menaiki seekor hewan—ralat—monster dengan wujud berkepala tiga dengan badan bagian depannya berbentuk singa serta badan belakangnya berbentuk kambing dan memiliki ekor dengan kepala ular serta bersayap naga.
'I—Itu Chimera…' batin Yongguk yang mengenali makhluk itu.
"Daripada kalian masuk kedalam… bagaimana kalau kalian menemaniku dan juga hewan kesayanganku 'bermain' ? Kan Kami jarang kedatangan tamu…."
"Tsk—jangan bercanda…."
"Ani…aku serius….oh,apa kau merasa kurang ? Jangan khawatir aku lumayan punya banyak mainan disini…."
Tiba tiba,Gargoyle yang ada di kastil itu menjadi hidup dan mulai berada di kiri dan kanan yeoja itu. "Gargoyle itu menjadi hidup ?" kata Hajung dengan pelan. "Nah bagaimana kalian mau bermain ? Ah,yah perkenalkan Key imnida…senang bertemu dengan kalian…."
'Yeoja ini gila…' batin Hajung.
"Nah,Chime….kau mau bermain bukan ? Now it's your turn cutie…." Key—yeoja itu mengelus kepala hewan itu dan langsung melompat dari punggung makhluk itu ketika meraung dan mulai menyerang B.A.P, Hajung dan juga Hyosung. Dengan tiga kepala dan juga ekor yang bisa dikatakan hidup sangat sulit bagi mereka untuk menemukan titik buta dari makhluk ini.
"Oppa…punya ide?" Tanya Hajung.
"Entahlah Hajung….untuk sementara sepertinya kita hanya bisa menghindar dulu untuk sementara…" kata Youngjae.
"Begitu ya…"
Hajung hanya menatap yeoja itu. "Oppa…boleh aku pinjam bow milikmu ?"
"Boleh sih…tapi untuk apa ?"
"Pinjam saja kalau aku kasih tahu nanti oppa malah protes…." Kata Hajung.
Setelah memegang bow milik Youngjae, Hajung langsung mengalirkan mato ungu miliknya ke panah itu. Untung saja panah itu tak hanya bereaksi dengan mato milik Youngjae tapi juga mato yang lainnya.
Hajung mempersiapkan anak panah-nya. Ia membidik Key tepat di jantungnya, karena ia mendengar kelemahan kaum vampire adalah di jantungnya. Ketika ia melepaskan anak panah itu, salah satu gargoyle itu menghalangi anak panah tetapi karena mato milik Hajung sangat kuat, panah itu menghancurkan makhluk itu hingga menjadi bongkahan bongkahan batu tanpa arti.
'Ughh….Sialan….' rutuk Hajung dalam hati.
"Kau mau bermain denganku langsung ?" yeoja itu mengeluarkan sebuah smirk yang mengerikan "Akan kuturuti dengan senang hati…"
Secepat kilat, yeoja itu menyerang hajung dengan salah satu senjata milik gargoyle yang sudah hancur itu dan menyerang Hajung dengan bertubi tubi.
'Sial…yeoja ini benar benar hebat dalam serangan jarak dekat…' batin Hajung.
"Kenapa ? Kenapa kau tak membalas menyerang eoh ? Kau membosankan…" yeoja itu mulai menebaskan tombak milik gargoyle itu menuju leher Hajung—namun Hajung tentu lebih cepat daripada yeoja itu.
"Kau hanya bisa menyerang dibalik monster monster mu itu…justru kau yang membosankan bodoh…"
"Tch—kau itu…."
Key mulai bertubi tubi menyerang Hajung tapi ia mampu menghindar bagaikan menghindar dari pukulan anak kecil. "Masih tak mau menyerah eoh ?" tanya Hajung datar.
"Hanya untuk anak kecil sepertimu ? Tak akan…"
Hajung secepat mungkin meloncat dengan sangat tinggi membelakangi cahaya bulan untuk menghindari Serangan Key ditangannya terdapat anak panah berwarna keunguan—yang terbuat dari mato milik Hajung—yang siap dilepaskan "Kau mungkin lupa…." Hajung mulai membidikkan anak panahnya ke leher key "….kami para Rabbit di anugrahi kemampuan defense yang tinggi…"
SLAAAAPSSS
Anak panah mato itu terlepas dan membelah udara malam. "Hanya segitu eoh ?"
JLAB BRAAAAKK
'Cih…Kali ini dia memakai Medusa…' batin Hajung.
"Kau mau bermain panah panah-an? Baiklah mungkin medusaku akan cocok denganku lagipula kau kan yeoja….happy playing…" kata Key—bersamaan dengan sang medusa yang melepaskan selusin panah sekaligus kearah Hajung.
JLAB JLAB JLAB
"Arrrggghhh…." Hajung terkena salah satu panah makhluk itu dibahunya. Hajung menyenderkan badannya di salah satu dinding pagar—ia benar benar kesakitan. Ia mencoba untuk mencabut panah itu perlahan. Matanya menatap member B.A.P yang lain, ia rasanya ingin meminta tolong pada salah satu dari mereka tapi mereka sendiri juga kerepotan menghadapi Chimera yang semakin terduduk sembari memegangi luka-nya yang semakin sakit pada saat ia berhasil melepas panahnya itu. Sementara ia merasa perlahan kehilangan kesadarannya, Medusa itu semakin mendekatinya.
'A—Apa…yang harus kulakukan sekarang ?'
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BANG BANG GRAAAAAAAAAAAWWWWW
Hajung tiba tiba seperti tersentak dan tersadar. Medusa itu memegangi rongga matanya yang kini mengalirkan sungai darah.
"Okaayyy….kini ia benar benar buta….ini saatnya…"
Hajung melihat dua sosok dengan jubah berwarna biru sapphire di hadapannya sebelum akhirnya pandangan menjadi benar benar gelap.
"Hajung-ssi…irreona…"
Hajung masih berusaha membuka matanya—badannya masih merasa ngilu yang teramat sangat terutama dibahunya.
"Himchan Hyung bahunya masih sakit—jangan terlalu maksa dia untuk bangun…" kata Zelo—yang langsung suaranya dikenali oleh Hajung.
"Tak apa lukanya tak terlalu dalam….."kata sebuah suara yang tampak familiar di telinga Hajung.
"Mianhae hyung kalau tahu Hajung akan begini…mungkin aku…."
"Ah,gwenchana….lagipula ini juga tak sengaja kan?"
Hajung berhasil membuka matanya perlahan. "O…ppa…."
"HAJUNG!" Himchan dan Zelo memeluk Hajung berbarengan. Hajung sedikit meringis karena tanpa sengaja Himchan menekan memar bekas luka tusukkan.
"Di—dimana yeoja tadi ?"
"Yeoja tadi ? maksudmu Key ?"
Hajung menengok ke arah asal suara. Tak salah lagi dua sosok itu lah yang tadi Hajung lihat. "Mereka yang menolongmu dan juga sedikit membantu kami membunuh Chimera itu…" kata Zelo.
"Wah..wah…kau sudah besar yah Angela…" kata salah satu namja itu sembari membuka tudung jubahnya beserta dua kawannya yang berada di belakangnya. Mata Hajung membulat ketika mengenali siapakah sosok dibaliknya.
"Vincent oppa….Nathan oppa dan Marcus oppa…." Kata Hajung dengan mata berbinar. "ANGELLAAAAAA ! BOGOSHIPPO !" Kata Nathan dan Vincent yang lalu berbarengan memeluk Hajung erat. "Nado…." Bisik Hajung.
"Ahem,kau tak rindu padaku Angela ?" kata Marcus.
"Tentu saja oppa…." Goda Hajung.
"Kau hanya iri karena aku memeluk Angela bukan kau kan ?" goda Vincent.
"Tch—Aniya…" kata Marcus sembari mem-pout bibirnya. Hajung dan Vincent hanya terkekeh geli.
"Kau kenal dengan mereka ya rupanya ?" tanya Yongguk. Hajung mengangguk.
"Mereka Rabbit juga loh…"
"Ne, Annyonghaseo Vincent Lee imnida…"
"Marcus Cho imnida…"
"Nathan Kim imnida…karena kami sudah tahu nama kalian kurasa kalian tak perlu memperkenalkan diri lagi…"
"Nathan oppa pembaca pikiran…." Jelas Hajung.
"Eunnnggg—kalian sejak kapan saling mengenal ?" tanya Jongup.
"Sudah lama…sangat lama malah iya kan Angela ?" kata Vincent. Hajung hanya mengangguk.
"Omong omong bukankah kudengar kalian ada di Irlandia ?"
"Nde…tapi kami kesini karena sesuatu yang berhubungan dengan para penghuni kastil ini…"
"Berarti kita punya kasus yang sama oppa…"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
|| || To Be Continued || ||
.
.
.
.
.
|| Special Thanks To ||
Guest,Reka Elf,Panda MYP,NV,Cho Hanna,Maya22,BangHimDaisuki,Jang Taeyoung,frdinda, dan semua siders yang yah,entah malas atau gak sempat review tapi tentu kalian gak malas menunggu karya author^^
.
.
.
.
.
Last
Review Juseyo ^^
Your Reviews is My Mood maker Guys^^
