CHAPTER 3

Twillight of The New Moon

0-X-O-X-O-X-0

Luhan membuka matanya perlahan dan sedikit demi sedikit mulai menyadari kalau mereka berada di bagian lain di dalam kastil itu. Kepalanya masih terasa pusing sehingga dia memejamkan matanya lagi sebentar 'Yang tadi itu…tekanan dimensi-nya….benar benar kuat….'

Tak beberapa lama ia merasakan sesuatu mengusap pelan Surai pirang-nya "Luhan-hyung…luhan-hyung…irreona….". Dengan sekuat tenaga—karena ia masih merasa lemas—ia membuka matanya dan berusaha mendudukan dirinya. Sehun memeluk Luhan erat.

"Syukurlah kupikir kau akan terus pingsan ge…" kata Tao. "Ke—kenapa memangnya ?"

"Kekuatan dimensi-nya—siapapun itu—lebih kuat daripada milikmu dan Kai…" jelas Xiumin. Luhan melirik kearah Kai. Kai masih tergeletak pingsan di pangkuan D.O 'Jadi benar…kabar yang kudengar kalau ada vampire yang memiliki kekuatan dimensi itu…jangan jangan salah satu penghuni kastil ini…'

"Omong-Omong,Dimana para Rabbit itu ?" tanya Xiumin."Sepertinya musuh kita sengaja memisahkan kita karena aku sudah mendeteksi kalau mereka berada di sisi lain kastil ini hyung…" jawab D.O.

'Benar Benar Pintar…' batin Luhan.

Sementara itu,

"Eunngghhh…Kyungsoo hyung…"

"Kai-ah…gwenchana…" tanya D.O pelan. Kai mengangguk pelan—lalu berusaha untuk bangun dan duduk disamping D.O "kalau kau belum kuat jangan memaksakan diri…" kata Kyungsoo dengan nada khawatir. "Aku gak apa apa kok hyung…tenang saja…malah sudah sedikit membaik…"

Sebuah suara yang menggelegar tiba tiba "SELAMAT DATANG PARA WEREWOLF EXO….."

Para member EXO menatap sekitar mereka—mencari asal dari suara itu. "SIAPA KAU ! " bentak Kris."AKU ? APA ITU PENTING BAGIMU ?"

Kris menggeratakkan giginya—menahan kekesalannya. "AH,ARRA…ARRA AKU TAHU KAU KESAL AKAN KAMI TUNJUKKAN WUJUD KAMI…"

Tiba tiba, terdapat tiga bayangan hitam yang berdiri pada pagar lantai atas balkon istana itu. Makhluk itu memakai jubah dengan tudung kepala berwarna Hitam—dari bentuk tubuh mereka bisa dikatakan kalau di hadapan mereka kini terdapat dua namja dan seorang yeoja.

"Bagaimana efek gema ruangan ini ? lumayan bagus kan ?" tanya salah satu namja bertudung hitam itu pada mereka. 'Tsk—apa apaan orang ini…' batin Suho kesal.

"Tak terkesan ? oh baiklah tak apa….aku juga tak mengharapkan pujian dari kalian kok…" kata Namja itu lagi. "YAK! KALIAN INI SEBENARNYA BICARA APA ?" bentak Kai.

"Wah—Wah…Minnie…Look who's that guy ?" kata Namja yang satu lagi kepada yeoja yang berada di sampingnya. Kai hanya terdiam mendengar namja itu berbicara.

Suasana hening untuk sejenak hingga yeoja itu berkata "Hello, lil brother…. How's going ?".

DEG DEG

Kai mengenal suara itu. Suara yang sangat ia kenal dan sangat Ia rindukan—suara nuna-nya tapi tidak mungkin kalau yang kini dihadapannya….

Mereka mulai membuka tudung mereka.

Kai membulatkan matanya ketika melihat yeoja itu benar benar nuna kembar-nya—Kim Taemin, yang berpisah dengannya ketika ia masih kecil. Taemin sedikit tersenyum kecil kepada Kai. "Do You Miss Me My Lil'Bro ?"

'Di—diakah yeoja yang sering diceritakan Kai sebagai nuna-nya ? benar benar mirip…' batin Kyungsoo ketika ia melihat Taemin. Kai mengepalkan tangannya hingga tak sadar kalau buku buku jarinya memutih—ia sama sekali tak percaya kalau nuna-nya juga termasuk dalam musuh yang akan dihadapinya.

Kris,Luhan dan Xiumin bolak balik mengamati Taemin dan Kai yang benar benar mirip. 'Bagaimana bisa mereka berdua….'

.

.

.

.

.

Seorang namja kecil berwajah tampan ditarik paksa oleh beberapa namja yang berbadan kekar keluar dari rumahnya—dibelakangnya tangan namja itu ada seorang yeoja kecil yang menahan tangan namja yang merupakan kembarannya karena wajah mereka yang mirip.

"Ahjusshi…Hiks…lepaskan Jongin-ie…Hiks…jebaal…"

"Mianhae Taemin-ie…Jongin harus pergi dari sini…"

"Taemin dan Jongin harus selalu bersama ahjusshi….Taemin gak bisa jauh dari Jongin…" kata Yeoja itu sembari tetap menahan dan memeluk lengan Jongin.

"TAEMIN! JONGIN BUKANLAH ADIKMU YANG DULU! DIA MONSTER!" teriak seorang wanita paruh baya yang berdiri di depan rumah Taemin dan Jongin—dari tatapan matanya ia amat membenci Jongin. "JONGIN BUKAN MONSTER AHJUMMA! JONGIN ITU POKOKNYA DONGSAENG TAEMIN! JONGIN TIDAK PERNAH DAN TIDAK AKAN PERNAH MELUKAI TAEMIN…." Kata Taemin membalas teriakkan wanita itu.

Sementara nuna kembar-nya saling berteriak dengan sang wanita paruh baya itu. Jongin hanya meringis kesakitan—sudah hampir setengah jam keadaan mereka seperti ini.

"Taemin…" kata Ahjusshi lain yang tak memegang Jongin.

"Andwaeeee! Lepaskan Jongin-ie!"

"Tidak Taemin-ie…DIA MONSTER! DIA BUKAN ADIKMU LAGI!" kata yang lainnya lagi

"Jongin-ie bukan Monster Ahjussi…. Jongin itu dongsaeng Taemin-ie… Appa,tolong Jongin appaaa….. Jebaaaaallll….." kata yeoja itu dengan tatapan memohon terhadap seorang namja yang berdiri dengan wajah datar tak jauh dari mereka.

"Taemin…lepaskan Jongin! Atau kau mau appa memukulmu taemin…"

DEG

Sebulir kristal bening mulai berkumpul di wajah Taemin—ia tak percaya appa-nya,orang yang ia hormati dan sayangi akan setega ini pada anaknya—pada saudara kembarnya…..

"A—ppa…"

"Nuna….sudah turuti saja perkataan appa…"

"Tapi Jongin-ie…Nuna—"

Taemin terdiam. Jongin mencium kening Nuna-nya pelan—berusaha untuk menenangkan perasaan nuna-nya yang ia yakin sedang kalut dan panic. Nuna-nya membalas dengan memeluk leher Jongin.

"Jongin…Hiks….Mianhae…"

"Nuna….kau tak salah apapun nuna…"

"Ani…aku bersalah…aku…hiks..tak bisa melindungimu sama sekali…hiks…Jeongmal Mianhae…."

"Gwenchana…mungkin mereka benar…sekarang mungkin aku tak akan melukai nuna…tapi suatu hari nanti…bukankah bisa saja tanpa sadar aku melukai nuna ?"

"Tapi—"

"Sudahlah aku tak apa nuna…asal nuna selalu aman aku rela melakukan apa saja…"

"Jongin-ie….Jeongmal mianhae…."

"Sudah kubilang…nuna tak salah apapun arra…."

Taemin masih terisak kecil."Padahal aku percaya kalau kau bukanlah monster tapi…hiks…tapi yang lainnya…"

"Ssshhh…gomawo nuna….saranghae…Taemin nuna"

"Nado jongin-ie…."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jongin hanya terdiam—menatap nunanya dari kejauhan dengan dalam.

'Apa…semenjak saat itu….nuna mulai berubah dan bergabung dengan penghuni Lumina'castle' batin Kai yang mengingat masa lalunya itu—masa lalu yang sebenarnya sangat ia benci untuk diingat. Hari dimana ia berpisah dengan nuna-nya hanya karena ia berubah menjadi seorang Lycans—begitulah penduduk desa-nya menyebut werewolves.

Kai tiba tiba tersentak kaget karena sebuah tangan hangat menyentuh pundaknya—yang merupakan tangan Kyungsoo. Matanya menatap Kai lembut dan sedikit khawatir. "Gwenchana hyung…"

"Kai-ah…" lirih Kyungsoo pelan.

.

.

.

.

.

.

Pertarungan pun dimulai…..

Para werewolf itu mulai menyerang ketiga orang itu, mereka hampir menyerang dari semua sisi—mengepung ketiga orang itu. Taemin tiba tiba hanya menampilkan sebuah smirk miliknya "papusa moarte".

DRUAAAAKKK

Tiba tiba dari setiap sudut ruangan itu, muncul banyak boneka beruang yang memegang pisau yang mulai menabrak—lebih tepatnya menyerang—mereka. Anehnya, Boneka itu hanya menyerang werewolf yang memiliki kekuatan elemen alam sehingga….

BRASH JLEB JLEB BRUGGH BRUGGH

"Suho-ge/Yeol-ie/Kyungsoo-hyung/Sehun-ie/Xiumin-ge ge/Chen.."

Kyungsoo mendapat tusukkan di bahunya. Suho dan Xiumin di punggung atasnya. Chanyeol di dekat pinggang-nya sedangkan Sehun dan Chen sedikit beruntung karena hanya mendapat goresan di bahu dan lengan mereka walau luka itu lumayan dalam. Setelah melukai member EXO, boneka boneka itu mulai pergi dari tempat itu dan berkumpul di sekitar Taemin.

"Yah…..kurang dua tusukkan deh…" kata Taemin dengan nada seakan akan dia kekurangan sesuatu. "Tapi…tak apa apa…kurasa sebentar lagi akan dimulai…"

"Apa maksud nu—"

Tiba tiba Kyungsoo yang sedang berbaring—terluka—menggengggam pergelangan tangan Kai dengan sangat Kuat "Jongin…Eunngghhh…sa..kit….". Kai melekatkan jemari-nya ke sela sela jemari Kyungsoo—membalas genggamannya "Hyung-ie,bertahanlah…jebal….". Nafas Kyungsoo mulai terengah engah—ia berusaha meraup sebanyak mungkin udara dan Kai yakin kini hyung-nya sedang kesusahan menarik nafas kerena efek tusukan itu.

"Xiu-ge…Ugh.." lirih Chen pelan. "Ge…jangan terlalu banyak bergerak….Kris-ge sudah menolong Xiumin-gege kok…."

"Wah…wah…efek racunnya sedikit lebih cepat daripada kuperkirakan yah…."

'Dasar Brengsek….' Batin Sehun.

"Seberapa banyak kau melumuri-nya eoh ?" kata Namja dengan mata silver. "Tak tahu… Jinki-oppa yang melumuri-nya…oppa tahu kan aku sebenarnya gak suka kalau senjataku pake yang model berat macam pisau perak begitu…" kata Taemin.

DEG

Luhan membulatkan matanya. 'Pi—Pisau perak ? Gawat kalau begitu berarti…'

"Heh,jangan protes—katanya kau sendiri yang ingin menyiksa mereka…kau ini dasar…"

"Apaaan sih…Jonghyun oppaa…." Kata Taemin sembari mem-pout bibirnya " Kan yang ngeluarin energy juga Taemin bukan oppa kenapa oppa malah rebut…weeee…."

'Mereka sempat sempatnya ngobrol di saat seperti ini…' kata Kai yang agak sedikit sweetdrop melihat mereka.

Luhan melihat dibelakang mereka bertiga terdapat dua buah vas kuno yang besar. Luhan mencoba berkonsentrasi untuk menggerakkan kedua benda itu dan….

PRAAAANNNGGG PRAAAAANNNNGG

"Huh…serangan sepayah itu tak akan melukai kami…" kata Taemin yang boneka boneka miliknya berhasil melindunginya dan juga partner-nya—membuat vas itu pecah dan serpihan serpihannya bertebaran di sekitar mereka. Beberapa juga tertancap di badan boneka milik Taemin itu.

Luhan masih terdiam—mencoba kembali berkonsentrasi untuk menggerakkan pecahan pecahan keramik vas itu dan perlahan pecahan itu melayang, bersiap untuk menusuk mereka bertiga.

JLAAAB JLAB JLAAAB

'Licik juga mereka menggunakan boneka boneka itu sebagai tameng…berarti masalahnya hanya di yeoja kembarannya Kai itu rupanya…ck—menyebalkan…' batin Luhan yang melihat rencana-nya gagal. "Tak menyerang langsung ya ? Baiklah kalau begitu aku juga bisa…"

Tiba tiba boneka dengan banyak serpihan keramik itu mulai melepaskan pecahan keramik dari tubuh mereka satu persatu. "Nah…boneka boneka kesayanganku…kalian cari siapa pelaku-nya dan bunuh dia…"

3 Boneka dari total 6 Boneka itu langsung menyerang ke arah mereka tetapi mereka tak langsung menyerang. Mereka hanya berdiri di hadapan mereka dan manik kaca dari boneka boneka itu bergerak kesana kemari melihat mereka satu persatu untuk mencari pelaku-nya. Kris dan Tao memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang boneka itu. Kris menendang boneka itu ke udara lalu membantingnya dan merobek boneka itu begitu juga Tao yang berusaha menahan perlawanan dari dua boneka sekaligus.

Salah satu manik mata boneka itu melihat Luhan dan berhasil mendeteksi kalau Luhan lah yang menyerang Master-nya. Ia langsung menghindar dari serangan Tao dan mulai menyerang Luhan.

"Luhan ge!"

BUGH JREEEB SRAAAAKK DRAKK

Sehun mendorong Luhan tepat sebelum Pisau perak itu beberapa puluh senti lagi menusuk Luhan—dia mengganti posisi Luhan dengannya sehingga tertusuk tepat di perutnya oleh boneka itu hingga ia sedikit memuntahkan darah segar.

"SEHUN-IE!"

"Wah..wah..elemen alam yang tersisa yah….baiklah walaupun bukan dia pelaku-nya yang aku minta tapi pekerjaanku yang tadi sedikit gagal jadi ada kemajuan sedikit…"

'Si—al…boneka ini semakin…ugghh…' Sehun meringis kesakitan menahan tusukkan dari boneka itu agar tak semakin dalam lagi menusuknya—boneka itu sedikit lebih kuat darinya sehingga sedikit demi sedikit semakin dalam. Penglihatan sehun semakin kabur, dia yakin sebentar lagi ia pasti tak sadarkan diri—entah untuk sementara atau mungkin selamanya yang paling buruk.

'Setidaknya juga luhan hyung tak kenapa kenapa… Mianhae,hyung kalau Seandainya… Seandainya aku tak sadarkan diri untuk selama-nya…'

Ketika boneka itu melepas tusukkannya,badan Sehun langsung limbung dan jatuh ke tanah—cairan merah membasahi pakaiannya di bagian perutnya. Luhan yang semenjak tadi menahan amarah langsung menyerang boneka itu dalam wujud werewolf-nya dan mencabik cabik boneka itu sebagai pelampiasan emosi-nya. Setelah boneka itu hancur, Luhan dengan sigap menuju ke arah Sehun."Hunnie…Sehunnie…" perlahan Luhan mencabut pisau yang menancap di Sehun. Sehun sedikit membuka matanya,nafasnya sedikit tersengal.

"Lu—Han hyung…" lirih Sehun yang masih menahan sakit. Luhan menahan—menekan luka Sehun dengan tangannya. "Jeongmal mianhae…"

Sehun menatap Luhan yang disudut matanya mulai berkumpul bulir bening—nyaris menangis. Tangannya mengusap pelan pipi Luhan "Gwencha..ugh…na…Hyung…?". Luhan mengangguk—menghapus sedikit bulir air mata yang berkumpul di sudut matanya.

"Gege…kau tak apa ?" tanya Lay ke Suho. Suho mengangguk walau ia sedikit meringis kesakitan kini. 'Sial…lukanya tak kunjung cepat menutup…' batin Lay kesal."Ada healer di sini rupanya…". Lay menatap namja berpupil silver—Jonghyun dengan tajam. "Sayangnya racun itu mempunyai efek membuat seorang healer tak akan mampu menyembuhkan luka kalian…"

'Jadi itu alasannya ? penyebab kenapa seberapa lamapun aku mencoba menyembuhkan suho gege tak berhasil…'

"Jadi mungkin teman teman kalian akan mati kehabisan darah….wah…wah sayang sekali yah…" kata Taemin. Tanpa mereka sadari kini Tao dan Kris dan juga Kai berada di belakang mereka dan langsung menabrak mereka dan membanting mereka bertiga ke lantai pertama. "Saatnya serangan balasan bodoh…" desis Kris. "Ba—bagaimana mungkin kalian—"

"Pengendalian waktu…" kata Tao datar "Mungkin kau akan sedikit terkejut…". "Hnngg,begitu yah ? baru pertama ini aku melihatnya—kekuatan langka yang benar benar hebat…"

Yah,Kris memang meminta Tao untuk menghentikan waktu dan membuat ia dan juga Kai bisa menyerang mereka dari belakang tanpa diketahui oleh boneka boneka milik Taemin.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Nathan Oppa…" kata Hajung

"Nde ?"

"Berapa lama kalian menyelidiki kasus ini ?" tanya Hajung penasaran. "Entahlah…mungkin selama musim semi ini—benarkan Marcus…"

"Bisa di bilang begitu…" balas Marcus dengan sedikit malas. "Kau sendiri kenapa bisa berada di sini Angela ?"

'Sejak kapan Hajung dipanggil Angela ?' batin Daehyun. Hubungan antara Hajung dan para Sapphire's Rabbit ini terlalu misterius baginya.

"Ceritanya panjang…" kata Hajung "Aku gak yakin kalau oppa senang mendengarnya…"

"Ayolah…" pinta Vincent "Aku penasaran…"

"Baiklah kalau memang Minnie oppa penasaran…"

"Kau labil Park Hajung…"

"Mwoya ? Apa maksudmu Kyu-ppa…." Kata Hajung sambil mem-pout bibirnya. "Kau memanggil kami dengan nama asli kami…kau itu…"

"Hei…Hei…sudah sudah…jangan berantem sekarang oke….nah,Hajung kau boleh bercerita sekarang…" sela Ryewook. Hajung mulai menceritakan segala duduk perkara-nya. Mulai dari awal hingga ia disini—bersama para werewolves EXO.

"Jadi mungkin juga tetua werewolves itu juga yang meminta pada kami untuk membantu kalian..."

"Memangnya kenapa ?" tanya Yongguk penasaran.

"Kau tahu kami sempat bertarung dengan mereka sebelumnya karena mereka sempat mengacau juga waktu itu…" jelas Nathan—Kim Ryewook.

"Jinjja ? Bagaimana bisa ?" tanya Himchan

"Well, bagaimana yah…mendengar ceritamu tadi—"

"Kami tak jauh berbeda sebenarnya….mereka mengadu domba kami juga hanya saja bukan dengan werewolves sih tapi beberapa elf pohon—entah apa maksud mereka…" Sergah Kyuhyun.

"Mungkinkah untuk menghancurkan para Rabbit…" tanya Youngjae. "Kudengar beberapa ras tak menyukai kita—mungkin saja Vampire salah satu-nya…"

"Tapi kenapa ? dan untuk apa?" Tanya Hajung.

"Entahlah…hanya mereka saja yang tahu…"

Suasana hening sejenak, yah para Rabbit tak hanya tidak disukai oleh werewolf saja tapi banyak juga dari yang lainnya. Itulah alasan mengapa Hajung tak ingin diberi tanggung jawab sebagai wakil yang membantu Yongguk menjalani tugas dan peran sebagai kelompok Rabbit—ia merasa belum sekuat kakaknya bahkan Yongguk atau Himchan sendiri.

"Eh, kok bisa…"

"Ada apa Zelo-ya ?" tanya Jongup.

"I—Ini…radarku…entah kenapa tiba tiba…"

"Sudah bisa ? dimana mereka?" tanya Hajung.

"Umm—sebentar ini baru saja bisa mungkin akan memakan waktu sedikit lama…"

Suasana hening lagi sejenak Hajung dan B.A.P—minus Zelo—hanya bisa menahan saliva-nya berat menunggu hasil lokasi para member EXO.

"DAPAT!"

"Dimana ?" tanya Himchan.

"Tepat ditengah ruangan kastil ini…."

"Kami tahu arah tercepatnya…kami sempat mencari informasi tentang struktur kastil ini…." kata Vincent—Lee Sungmin.

"Mohon bantuannya ya oppa…"

"Ah, ya sebelumnya aku hendak berbicara denganmu sebentar…"

"Ada apa Sung—"

Tangan Hajung ditarik menjauhi member B.A.P dan lainnya. Setelah lumayan jauh…

"Oppa…ada apa ?" tanya Hajung pelan.

"Kau bisa mengaktifkan mato ungu mu sekarang ?"

Hajung menggelengkan kepala-nya, "Mato-ku itu tak sehebat punya Dennis oppa…".

"Aku tahu Hajung tapi…" Sungmin terdiam dan menggantungkan kata katanya—ia seperti menyadari sesuatu. "Kau masih belum yakin kalau kau itu mampu seperti—bahkan lebih dari—Dennis Hyung kan ?"

"Ani…"

"Liar…."

"Aniyo…."

"Gojitmal…"

Hajung terdiam—ia juga menghindari tatapan Sungmin. Sungmin menghela nafas-nya.

Tak tahukah Hajung kalau mato miliknya dan Dennis merupakan mato yang langka dan paling kuat ?

Greb

"O—Oppaa….."

"Kau itu hebat Hajung-ssi—lebih dari apa yang kau rasakan dan kau tahu…" bisik Sungmin pelan. Hajung terdiam.

'Hangat dan Nyaman…mirip seperti pelukkan Jungsoo oppa' batin Hajung dalam dekapan Sungmin—sedikit menutup matanya. "Tapi, baiklah kalau kau tak mau…aku juga tak memaksa kok…Mian…."

"Memangnyaa….kalau boleh aku tahu kenapa ?" tanya Hajung sedikit penasaran.

"Well…sebenarnya kalau aku memberitahumu soal ini..Leeteuk hyung pasti menceramahiku habis habisan…"

"Opppaaaa—jebaaaall….Bbuing~ Bbuing~"

"Uggghh,Hajung-ah…Aegyo-mu itu masih payah—sama seperti dulu…"

"Makanya jawab aku kenapa…tenang aku gak akan bilang sama Dennis oppa…oke…"

"Janji ?" tanya Sungmin. "Nde…" Hajung mengkaitkan kelingkingnya ke kelingking milik Sungmin.

"Sejujurnya,keadaan Dennis hyung tak sebagus sebelumnya…"

"Maksud oppa ?"

"Kami juga seperti kalian dan EXO ketika kami sudah kembali berbaikkan dengan para ELF itu dan menemukan kalau panghuni kastil ini lah yang mengadu domba kami…dan…"

"Dan…"

Sungmin hanya menghela nafasnya. "Ahh,Hajung-ah…aku tak tahu bagaimana aku harus menceritakannya…."

Sungmin berpikir sebentar. "Kami sempat bertarung dan oppamu…oppamu…yang paling parah terluka…"

DEG

"Jinjja? Tapi aku bisa merasakan kalau oppa terasa baik baik saja…"

"Kau tahu darimana?"

"Sewaktu aku pingsan ketika kami berhadapan dengan banshee aku merasakan mato yang ku kenal milik Jungsoo oppa…awalnya aku tak tahu siapa tapi ketika Yongguk oppa menanyakan apakah aku mengenal namja yang bernama Dennis aku langsung yakin kalau itu Leeteuk oppa…memangnya siapa lagi kan yang bernama Dennis?" jelas Hajung.

"Haaaahh….jadi begitu…." Kata Sungmin sembari memegang keningnya—terlihat pusing sendiri. "Oppa…waeyo?" tanya Hajung.

"Para penghuni Lumina'castle itu paling andal di bagian mengolah racun…." Kata Sungmin "dan oppamu yang paling parah terkena racun itu aku pikir mato-nya akan lama stabil tapi ternyata perkiraanku meleset…."

"Lalu….apa….oppa baik baik saja?" tanya Hajung dengan nada khawatir. Sungmin tersenyum dan mengelus surai coklat milik Hajung. "Nde,tenang saja…mendengar ceritamu bisa kusimpulkan kalau dia sudah membaik dan kok…"

"Syukurlah…."

"Ah, ya tapi kita harus segera mencari teman teman werewolf-mu itu….aku takut terjadi sesuatu yang buruk dengan mereka…."

"Ne…arra….aku rasa aku akan mengikuti permintaanmu oppa…"

"Ma—Maksudmu Hajung ?"

"Aku akan mengaktifkan-nya….."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

|| || To Be Continued || ||

.

.

.

.

.

|| Author's Note ||

A…Anyonghaseo….*bow 90 degrees*

Bulukkan banget yah nih cerita.-. baru sadar udah lumayan lama banget jarak author bikin dua chapter ini sama chapter sebelumnya….

Yah,karena author tahu sih…author gak bisa langsung dapat ide banyak dan juga yah…lagi lagi urusan dunia nyata(?) yang bikin saya gak bisa lama lama dengan dunia maya dan computer…

Kalaupun bisa itu juga lagi lagi untuk tugas sekolah *nangis* maklum deh anak tahun terakhir SMA jadi yah,lebih banyak sibuk bikin tugas ini itu. Ini juga author nyicil loh bikin baris tiap baris-nya…apalagi ditambah handphone kesayangan author di sita sama guru kimia yang killer -_- *pundung seketika*

Untung di dalamnya kagak ada lagu lagu Kpop kesukaan author paling satu dua lagu yang buat jadi ringtone hape…semoga aja ntu nomor ada seseorang yang gak sengaja nelpon lumayan ringtone hape author kan lagu EXO yang 'Wolf' bagian awalnya itu ( kata temen author(?) ) serem loh…. *pinjem devil smirk punya Kyu-ppa*

Lah, ini kenapa author mendadak jadi curcol sih….*plak*

.

.

.

.

.

.

Last,

Review Juseyo ^^

Your Reviews is My Mood maker Guys^^