CHAPTER 4
Rabbit-Wolf VS Vampire
0-X-O-X-O-X-0
Ruangan kastil yang dahulu begitu mewah,megah dan anggun kini benar benar porak poranda dikarenakan pertarungan antara werewolf dan juga vampire yang berada diruangan itu. Keadaan EXO semakin tersudut dengan hadirnya sang leader dari Vampire di tempat itu.
"Sudah ada kata untuk menyerah, Kim Junmyeon-ssi?"
"Tidak akan bodoh…." Suho mengeretakkan gigi serigala-nya dan menatap leader vampire itu dengan tatapan mata kuning miliknya yang tajam.
"Begitukah ?" kata Jinki sinis. "Kau bahkan tak peduli dengan tubuhmu dan anggota mu yang terluka…"
"HYUNG! JANGAN DENGARKAN DIA!" raung Kai dari sudut ruangan yang lain ditempat itu. Suho semakin mengeratkan gigi-nya. 'Brengsek…seberapa kalipun kami menyerang semua-nya tidak mempan…'
'Dia lebih bermain ke mental sepertinya—kalau begitu kami tidak boleh dengan mudahnya terpancing dengan kata katanya…' batin Luhan.
"Kau pikir mereka akan semudah itu menyerah ?"
Sebuah suara lembut namun tegas membuat mereka semua terdiam dan menoleh ke arah sumber suara itu—seorang yeoja dan enam namja dengan garis garis hitam yang menghiasi wajah mereka. Pupil mata mereka berwarna pink,merah,biru,hijau,putih,kuning dan juga ungu.
(A/N: Buat mudah bayanginnya inget MV B.A.P yang 'Bad Man'—tapi pupil matanya sesuai dengan warna mato mereka)
'Cih…Black Rabbit..' batin Minho.
Suho menatap mereka bertujuh—merasa mengenali mereka. Mata Yeoja itu dan Mata Suho saling bertatapan bertemu satu sama lain
'Ini efek mato ungu milikku yang sebenarnya oppa…'
Suho sedikit tersentak kaget.
'Iya,oppa tenang saja…aku memang sengaja menyambungkan pikiranmu denganmu sehingga kita bisa berkomunikasi tanpa diketahui oleh para makhluk itu…'
Suho akhirnya mengerti.
"Ah…Selamat datang Angela Park—Ah,atau mungkin kau lebih suka jika ku panggil Park Hajung ? Ku pikir Kibum akan benar benar menyulitkanmu…." Kata Jinki yang tetap tenang.
"Tsk—dia sudah ditahan jadi tidak terlalu menyulitkan juga sebenarnya…"kata Hajung datar. Jinki tak menunjukkan ekspresi apapun.
"Masih bisa berbasa basi setelah nyaris membunuh leader kami sekaligus menghancurkan kelompok kami eoh ?" sebuah suara membuyarkan acara tatap-menatap antara Hajung dan Jinki
"Tak kusangka ternyata kau di sini juga Vincent Lee—Ah,Dennis pasti sedang sekarat bukan ?" kata Jinki yang dengan nada merehkan sekaligus menatap sinis Sungmin—yang kini matanya berwarna merah muda keperakkan. Sungmin mengeratkan kepalan tangannya.
"Dibandingkan sekarat…aku dan Nathan justru menemukan kelemahan racunmu itu bodoh…"bentak Vincent keras. Nathan menahan badan Vincent dari belakang agar namja itu tak terpancing emosi dan menyerang Jinki.
"Ah, kupikir kau hanya sendirian ternyata ada Nathan rupanya dan Ah—Marcus juga rupanya… wah… wah mungkin sepertinya aku kurang beruntung hari ini tapi…."
Secepat kilat Jinki mendekati dan menciumi helaian rambut milik Hajung "Aku rindu dengan wujud black rabbit-mu ini….Angela Park…".
BRUAGGHHH DRAAAAAKK
Hajung otomatis menendang perut Jinki hingga terpental ke posisinya yang tadi. "Cukup sudah basa basimu Jinki-oppa…atau boleh kupanggil Onew oppa…"
"YA! YEOJA PABO! MAU—"
"Sudahlah Taemin aku tak apa…"
"Setelah Rivaille'Castle hancur kau ternyata sudah mengubah orang lain menjadi vampire untuk menjadi pengikutmu…ck—benar benar kau itu payah…" desis Hajung lagi dengan tatapan jijik.
Kai terkejut mendengar perkataan Hajung. 'Ka—kalau begitu….Berarti nuna…..'
Jinki hanya mengeluarkan smirk andalannya.
"Hei…bukan hanya aku yang mengubahnya….penghuni selamat yang lainnya juga—hanya saja mereka yang memilih untuk ikut denganku—Omong omong tendanganmu lumayan juga…"
Tiba tiba, tanpa mereka sadari para member B.A.P sudah dibelakang mereka dan bersiap untuk menyerang mereka akan tetapi, Minho merubah dirinya menjadi ular piton dan menghempaskan mereka ber-empat ke lantai bawah.
'Yang itu punya kekuatan shape shifter—perubah wujud rupanya…' batin Youngjae. Angela,Zelo dan para Sapphire's Rabbit menyusul ke tempat mereka. "Nathan oppa sebaiknya oppa dan Youngjae oppa membantu yang terluka oke…"
"Arrasseo…Youngjae-ya…kajja…." kata Nathan yang menjauhi mereka berserta Youngjae.
"So…" kata Kris mendekati Hajung "Umm,Have any idea ?"
"Entahlah ge…aku belum bisa memastikannya…" kata Hajung "—omong omong gege dan lainnya tak apa…"
"Entahlah tidak bisa dikatakan demikian ?"
"Kenapa ?" tanya Hajung. "Mereka sudah menyerang—oppadeul yang mempunyai kekuatan dari elemen alam—inti kekuatan kalian yah ?"
"Darimana kau tahu ?"
"Itu memang ciri khas mereka…" bisik Hajung. "Menyerang inti dan menghancurkan sisanya—sebelum mereka mengadu domba kita mereka juga hampir menghancurkan kelompok milik kakak-ku…"
"Jadi begitu…"
.
.
.
.
.
"Licik juga kalian langsung menyerang sebanyak itu…" desis Minho.
"Kalian lebih licik bodoh—"balas Tao. "Mempunyai kekuatan hebat tapi malah mengadu domba untuk menghancurkan…Ck—kekuatan kalian….apa hanya kata orang saja ?"
Minho dan Jonghyun mulai menatap Tao tajam.
"Seorang pecundang—Yah,mungkin itu yang benar…Pecundang hina yang melebihi seorang pecundang…" tambah Kai.
"KIM JONGIN ! Nuna tak pernah mengajarimu kata kata seperti itu…". Kai hanya menatap Taemin tajam.
"Kau bukan nuna-ku—" Desisnya tajam. Mata Kai—yang berwarna merah-bertatapan tajam dengan Mata milik Taemin.
"Dia nuna-nya Kai oppa ?" bisik Hajung pelan pada Kris.
Kris hanya mengangguk. "Dulunya dan ceritanya panjang—kalau kau mau tahu ceritanya…".
"Yah,kau bukan dia—Taemin nuna tidak akan pernah menggunakan boneka-nya untuk menyerang orang lain kecuali orang itu yang menyerang duluan tapi…tapi kau dengan tega-nya menyerang kami tanpa sebab bukan ?"
'Tunggu…apa jangan jangan boneka kelelawar yang waktu itu milik yeoja itu…berarti yang mengawasi kami juga—yeoja itu…' batin Tao.
"Begitu ? Jadi dari awal sudah ketahuan yah ?" gumam Taemin—yang mulai menundukkan kepala-nya—dengan pelan.
"Lalu kau mau apa ? Membunuh nuna-mu ? Aku yakin kau tidak bisa…" kata Jinki sinis.
'Tsk—dia memanfaatkan kesempatan untuk mulai memancing amarah….' Batin Marcus sinis.
"Tidak…" kata Kai pelan—sembari memejamkan matanya "Memang aku tak akan bisa membunuh Taemin nuna…tapi setidaknya…." Kai menatap Jinki dengan tatapan yang tajam.
"Aku mungkin bisa membunuh akar awalnya dan mengembalikan nuna seperti dahulu lagi…"Kai mulai merubah wujudnya menjadi seekor serigala.
"KAI !" Kris berteriak—mencegah Kai terbawa emosi lagi—sayangnya terlambat, Kai tidak mempedulikan teriakkan Kris dan langsung menyerang Jinki. Taemin yang mengetahui arah serangan Kai langsung melindungi mereka semua dengan boneka-nya dan menghempaskan Kai hingga menabrak dinding yang berada tak jauh di belakang Taemin dan setelahnya Taemin menyusul Kai untuk menyerangnya.
"Kai-ah!" Kris hendak menyusul Kai dan Taemin namun tangannya ditahan oleh Hajung. "Tak usah ge…biar aku saja yang mengawasi Kai oppa…"
"Tapi—"
"Ini masalah antar saudara ge…" kata Hajung. "Kita tak bisa melerai mereka begitu saja…"
"Aku mengerti..tapi…"
"Tak apa apa ge….kan aku sudah bilang akan mengawasi mereka bukan ?"
"Baiklah kalau begitu Hajung-ssi…. Mohon bantuannya…."
Hajung mengangguk dan segera menyusul Taemin dan juga Kai.
"Sudahlah…kalian kalah jumlah dengan kami…menyerah saja…" kata Vincent pada para Vampire itu.
"Tsk—memangnya kami semudah itu…"
"Tapi memang kenyataannya bukan ?" kata Kris. "Walau kalian melukai sebagian dari kami tapi tetap saja kan ? Kalian kalah jumlah dengan telak…."
"Begitukah ?" kata Jonghyun sinis. Tiba tiba dia langsung memperbanyak dirinya sendiri hingga tak bisa dibedakan mana dia yang asli mana yang bukan "Kalau begini kita impas bukan? Ah,ani…mungkin kami lebih unggul dari kalian…"
Daehyun menatap Zelo—ia mengerti maksud tatapan hyung-nya itu.
'Percuma hyung…sulit untuk dibedakan bahkan kekuatan mereka benar benar sama rata…'
'Tsk—berengsek…mirip dengan jurusku…' rutuk Daehyun.
"Sepertinya kita bisa memulainya…" kata Jinki dengan senyuman sinis-nya.
.
.
.
.
.
.
.
BRAAAKKK BRUAAAAAGGGGHHHH
Kai—dalam mode werewolf-nya—mulai membentur benturkan nuna-nya ke sembarang arah. Bukan tanpa alasan ia melakukannya. Ia hanya ingin nuna-nya sadar.
Taemin beberapa kali hampir melukai kembarannya itu dengan boneka boneka petarung miliknya yang berbentuk Kelinci dengan seluruh permukaannya tertutup oleh Jarum. Untung saja kekuatan Teleportasi Kai sangat membantu dalam menghindari serangan jarak jauh yang memiliki kecepatan dan akurasi tinggi milik Taemin.
Sraaaattt jleebbb
"Arrrgghhh…" Kai meringis kesakitan. Beberapa jarum berhasil menancap di bahu werewolf-nya. Dan dengan sekali tarikan langsung menggores dengan dalam bahunya itu.
"Kena kau…Kim Jongin…" desis Taemin.
"Nuna sadarlah….jebaaaalll…." kata Kai yang meringis menahan rasa sakit.
"Aku sudah sadar Jongin-ie…."
"Apa maksud nuna ?" tanya Kai bingung dengan perkataan Taemin. "Ini bukan Taemin nuna yang ku kenal…"
"Aku sudah sadar—kalau kita memang tak ditakdirkan untuk menjadi manusia biasa dan mereka memang pantas mati…"
DEG
Tiba tiba, Kai teringat sesuatu—desanya dihancurkan dan penduduknya—Menurut informasi yang ia dengar—dibantai oleh sekelompok makhluk yang penduduknya tak dikenali. Kai ingat betapa ia merasa sakit hatinya melihat desanya—dimana ia menghabiskan masa kecil bersama nuna-nya. Itu adalah misi pertama para werewolf EXO ketika itu, menyelidiki penyebab kehancuran desanya—desa para puppet master berada.
Dalam keadaan panik sesampainya di sana,ia langsung berlari ke arah rumahnya—rumah kepala desa dan apa yang ia temukan di dalamnya sungguh membuatnya kaget sekaligus sangat ingin membuatnya mengeluarkan semua isi perutnya saat itu juga.
Appa,Umma dan beberapa orang penduduk desa—yang ia tahu sangat ingin mengusir dirinya sama seperti kedua orangtuanya—ditemukan tewas dengan tubuh menyatu membentuk seperti sebuah monster yang tampak mengerikan—terjahit satu sama lain dengan mata yang mancarkan aura ketakutan. Bahkan, Kai langsung keluar dari rumah itu karena mual dan tak tahan dengan pemandangan yang dilihatnya dan langsung menyender ke dinding teras rumahnya dalam keadaan pucat dan nyaris pingsan—itu yang ia dengar dari cerita Suho.
"Ja—Jangan bilang kalau nuna…."
"Benar Jongin-ie—aku yang membunuh mereka…"
Kai benar benar Shock dengan pengakuan Taemin. Berarti itu jugalah yang menjadi alasan kenapa ia tak menemukan mayat nuna-nya diantara mayat keluarga-nya.
"Nunaa….Waeyo ? Kau jahat sekali…"
"Jahat ya ?" kata Taemin pelan.
Kai masih terdiam—menatap nunanya tak percaya sama sekali. Nuna-nya yang termasuk anak manis dan baik hati bisa jadi sekejam ini. Apa yang sebenarnya terjadi selama ia pergi meninggalkan desanya ?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
|| || To Be Continued || ||
.
.
.
.
.
.
|| Author's Note ||
Woii….i'm back woiii! *dilempar sandal sama Readers*
Uhuh…mianhae author telat dan lama sekali update-nya ;A; Feel author buat FF genre 'Fantasy/Action' ini tiba tiba ngilang ditengah jalan ;A; Mungkin karena author udah lama gak nonton film action yang keras(yang ada tembakan tembakan, gedebak gedebuk(?),dll) jadinya agak menghilang sepertinya padahal biar mulihin ide adegan action di otak saya.
Saya ampe bikin beberapa FF 'Romance' lagi biar tiba tiba dapet Feel 'Action' But well…it's not successfull… ._.)v Entah juga mungkin pengaruh Un-Mood akibat beberapa SiDers yang nggak meyakinkan saya apa harus melanjutkan cerita ini lalu beberapa chingudeul di kelas saya (especially sih yang Namja) yang ngeganggu saya di saat saya menulis garis besar beberapa rencana FF KaiSoo dan yang lainnya di binder saya ditambah hape saya (yang masih) di tangan guru kimia nan killer itu-_- dasar nasip….. #curcol
Sebenarnya alur cerita FF ini udah ampe ending-nya (tenang di bikin happy ending kok) tapi yah, entahlah khusus yang ini sepertinya saya (lagi lagi) pusing mikirin gimana alur pertarungannya *seketika pundung*
Mungkin ada yang mau idein gimana pertarungannya ? Boleh kok via PM FFn atau DM Twitter juga boleh /plak/ mungkin ini juga kesalahan author karena kebanyakan chara yang author pake—tapi yah sudahlah..sudah terlanjur…..
.
.
.
.
.
.
Last,
Review Juseyo ^^
Your Reviews is My Mood maker Guys^^
