Bagian 2: Demi Apa? Demikian Aku Mencintaimu

SpecialShipping, secara umum.

2. Aku mencintaimu bukan dalam terang siang. Aku mencintaimu dalam kegelapan; dengan hati sebagai mataku.

Yellow's POV

Saat itu, aku sedang memancing di siang bolong di musim panas. Rasanya panas dan membuatku mengantuk. Pada akhirnya, aku menutup mataku.

Dalam kegelapan mimpiku itu, tiba-tiba aku merasakan ada cahaya terang dari hatiku, meluncur cepat ke suatu arah, seperti cahaya itu ingin menuntunku ke suatu tempat. Aku ikuti terus cahaya itu, dan saat aku mencapai ujung cahaya itu, aku sangat terkejut karena...

Aku melihat Red, dengan pakaian mewahnya, semuanya, kecuali rambutnya yang masih acak-acakan, yang memang sangat kusukai, berdiri di depanku. Senyumannnya membuat aku tak dapat bergerak sama sekali. Rasanya seperti aku ingin melihat wajah itu selamanya. Lalu tiba-tiba dia berlutut di depanku. Aku langsung saja berpikir...

'Apakah aku bermimpi? Apakah ini saatnya?' dan akhirnya, Red bicara.

"Yellow, Yellow..."

"Yellow, Yellow, bangun, Yellow. Ini sudah sore," seseorang tiba-tiba membangunkanku dari mimpi yang rasanya bukan mimpi tersebut. Saat aku buka mataku, aku melihat...

Red, tersenyum di depanku, dan di belakangnya, ada sebuah Magikarp yang terpancing oleh pancinganku. Aku tak bisa menahan pipiku untuk tidak memerah saat itu.

"Yellow, kau bisa bantu aku melepaskan pancingan ini? Dia baru saja terpancing, tenang saja," kata Red.

Huh, untung saja. Tapi aku akan selalu ingat mimpi itu.

8. Aku ingin mencintaimu tanpa batas waktu. Tidak kini, dulu, apalagi nanti. Aku ingin mencintaimu saja untuk selamanya.

Red's POV

Aku melihat foto album besar. Isinya tentang banyak hal dalam hidupku. Dari pertemuan pertamaku dengan Pikachu, latihanku yang pertama, saat aku menjuarai lomba itu, dan banyak hal. Namun lebih banyak hal yang tersimpan dalam ingatanku daripada foto-foto itu.

Ingatan 1, saat aku bertemu dengan gadis kecil, lebih muda dariku kalau aku melihat, hampir diserang Dratini. Langsung aku menyerang Dratini itu dengan serangan listrik dari Pikachu.

Ingatan 2, saat aku mengajarkan gadis itu bertarung, dan yang pertama adalah menangkap Pokemon. Karena dia sedikit kesulitan, aku menangkapkannya seekor Rattata.

Ingatan 3, saat aku sedikit terkejut ternyata gadis yang kuajarkan pertarungan Pokemon beberapa tahun yang lalu mengakui wujudnya, yang saat aku bertemu dengannya kukira dia laki-laki. Ternyata dia adalah gadis yang sama dengan gadis yang kuajarkan pertarungan itu.

Ingatan 4, saat aku ingat gadis itu meneriaki namaku untuk terakhir kalinya saat dia dan Mewtwo mulai berpindah. Itulah panggilannya padaku yang terakhir sebelum aku, gadis itu, dan 3 temanku yang lain membatu.

Ingatan 5, saat aku tersadar kembali dan kembali normal, yang kulihat pertama kali adalah gadis itu, yang saat itu aku angkat. Aku juga memegang bahunya agar dia tidak jatuh.

Aku menarik napasku panjang, lalu membayangkan apa yang akan kulakukan hari ini. Aku membawa sebuah kotak kecil berwarna biru, dengan isinya cincin Platinum dengan mata Diamond.

Hari ini, aku akan melanjutkan kisah indah cintaku dengan gadis itu, untuk selamanya. Kau tahu siapa gadis yang kumaksud?

12. Aku tak berharap menjadi superhero. Aku hanya ingin coba semampunya menjadi hero biasa, di hatimu. Someday, someway and somehow.

Red's POV

"Terima kasih, Red. Kau menyelamatkanku dari serangan Team Rocket itu," kata Yellow.

"Sama-sama, Yellow," kataku, sambil tersenyum.

'Red, kau pahlawanku...' pikirku, kuharap itu juga pikirnya. Namun ternyata...

Yellow's POV

'Red, kau pahlawan superku...' pikirku, kuharap itu juga pikirnya. Namun ternyata...

Siklus pemikiran Red dan Yellow ini tak akan habis sampai salah satu pihak mengalah. Dan akhirnya Red yang mengalah karena dia hanya ingin menjadi hero biasa di hatinya Yellow, namun Yellow sudah punya keputusan sendiri.

Yellow menjadikan Red sebagai superhero-nya.

13. Cinta adalah keberanian. Dan maaf, aku belum mampu untuk mewujudkannya.

Yellow's POV

'Katakan perasaanmu, Yellow!'

'Tapi bagaimana kalau dia menolak?'

'Dia tak pernah menolakmu selama ini kan? Itu bukti Red juga menyukaimu,'

'Bagaimana dengan Misty?'

'Karena itulah kau harus lebih dahulu menyatakannya sebelum Misty!'

'Apa aku berani melakukannya?'

'Ah, apa benar ini adalah Yellow "The Healer" from Viridian Forest yang terkenal dengan kemampuan penyembuhnya itu? Seharusnya Yellow "The Healer" from Viridian Forest ini dapat menyembuhkan penyakit "takut" ini,'

'Tapi... tapi...'

'Tak ada tapi. KAU SUKA RED ATAU TIDAK?'

'I...i..iya-'

'Aku tanya sekali lagi karena pertanyaanku keliru. KAU CINTA RED ATAU TIDAK?'

'I...ya...'

'Aku kurang yakin. KAU CINTA RED ATAU TIDAK?'

'Iya...'

'KAU CINTA RED ATAU TIDAK?'

'Ya,'

'KAU CINTA RED ATAU TIDAK?'

"YA,"

'LEBIH KERAS, KAU CINTA RED ATAU TIDAK?'

'YA!'

'LEBIH KERAS, KAU CINTA RED ATAU TIDAK?'

'YA!'

'LEBIH KERAS DAN LENGKAP! BUAT JAGAD RAYA TAHU JAWABAN "KAU CINTA RED ATAU TIDAK?". JAWAB!'

"YEEEEEEESSSSSSSSS! I LOVE YOU SO MUCH, REEEEEEEEEEDDDDD!" (tanpa disadari, dia berteriak pada pelajaran Bahasa Inggris)

"Good, Yellow. You've made a great example of 'Telling Your Feeling'. Your job now is to say it in front of someone called 'Red',"

Mati aku...

49. Sudah sepantasnya kita berbahagia. Harapan dan mimpi kita kini menjadi nyata - akhirnya. Kau dan aku bersatu..., saling memiliki dalam cinta

Apakah sepasang cincin indah di masing-masing jari manis mereka, senyum mereka, tangisan mereka, perjuangan masing-masing dari mereka, dan apapun dari mereka masih belum cukup untuk membuat Anda berpikir bahwa cinta mereka itu nyata?

Jika sudah, selamat, Anda masih sehat secara fisik dan mental.

Jika belum, ada rumah sakit jiwa dekat rumahku. Kau harus pergi ke sana untuk beberapa saat.

50. Beruntung bisa berharga di matamu.

"Yellow, terima kasih sudah ikut dalam perjalananku selama ini," kata Red.

"Red, aku juga berterima kasih padamu. Berkat kau, aku bisa mengetahui dunia luar dan bertarung untuk sesuatu yang kucintai," kata Yellow.

"Aku juga. Berkat kau, aku memiliki sesuatu yang dapat kulindungi," kata Red.

"Juga berkat kau, aku bisa jadi lebih kuat," kata Yellow.

"Juga berkat kau, aku bisa tersenyum terus," kata Red.

Ini terus berlanjut sampai pada saat-saat terakhir percakapan mereka pada sore hari. Yellow menyandarkan kepalanya pada bahu Red, dan Red menyandarkan kepalanya pada kepalanya Yellow.

"Aku beruntung ada di sampingmu sekarang, Red..." kata Yellow, dengan pipi merah merona yang semakin merona.

"Aku juga, Yellow..." kata Red. Dan akhirnya mereka melihat matahari terbenam.

Bisa jadi yang terindah sepanjang hidup mereka.

65. Kau jajah negeriku dengan telak. Tanpa ampun, tanpa talak, kupersembahkan cintaku di hadapan kakimu dengan ikhlas.

Yellow's POV

Jangan salahkan aku kalau aku senang menggambar. Aku senang menggambar banyak hal. Hutan, laut, sungai, Pokemon, diriku sendiri, imajinasiku, dan sebagainya.

Namun sejak kau ada di sini setelah kau menyelamatkanku, obyek gambarku berubah drastis. Aku hanya menggambarmu. Kau, kau, kau, dan kau.

Bahkan, aku berani menggambarmu dengan keadaan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Kau telah menjajah imajinasiku, Red... Kau sudah menjajah otakku sampai aku tak tahu harus bagaimana tanpamu.

Aku akan menggambarmu lagi. Dan sekarang, akan kupakai untuk menjadikannya hadiah ulang tahunnya. Aku harus menggambar yang sebaik mungkin. Aku ingin melihat senyumnya yang telah menjajah imajinasiku itu.

Oh, Red...

71. Dear you, aku takkan ke mana. Pada satu langkahmu juga, menujuku.

Yellow's POV

Aku tahu kau menghilang. Karena itulah aku akan melakukan apapun untuk mencarimu. Aku akan mengikuti jalanmu untuk menemukanmu.

"Ini bocah apa pikirannya hanya tentang Red sajakah?"

Aku tak peduli ucapan orang-orang, dari muda sampai kakek-kakek. Yang penting, aku harus mencari Red sampai ditemukan.

74. Saudara-saudara! Kalau aku cuma berpura-pura, sudah sejak pertama aku tanggalkan baju berperisai CINTA ini.

Red's POV

"YELLOW! BERTAHANLAH!"

Sebuah banjir besar terjadi di Hutan Viridian. Aku tak peduli kenapa ada banjir di saat seperti ini, yang penting adalah aku harus menyelamatkan Yellow yang terseret banjir.

Aku terus berenang untuk mendekati Yellow yang hampir tenggelam. Dan setelah beberapa gerakan, akhirnya...

"RED! K-kau menyelamatkanku..." kata Yellow.

"Ya. Kalau kau tahu aku hanya pura-pura menolongmu, pastinya kau kubiarkan tenggelam. Namun aku bukan orang seperti itu. I love you, Yellow, and I'll never let you go from me..."

"Red..."

81. Dear you, siapa bilang ini terlambat? Kita hanya berhenti sejenak, meresapi senyuman dan kenangan yang kita ounya di sepanjang perjalanan selama ini.

Neutral POV

"Red, kau masih ingat beberapa tahun yang lalu?" tanya Yellow, mereka bersandar pada sebuah pohon dekat sungai sambil menunggu pancingan digigit oleh entah binatang apa.

"Ya, saat itu kita tak sadar kalau kita membatu," kata Red.

"Dan saat kita tersadar, ..." pipi Yellow langsung memerah.

"Kau mirip seperi saat itu sekarang. Tetap manis...~" kata Red, tersenyum pada Yellow yang berusaha menutupi pipinya yang semakin memerah.

"Ya, aku lupa sudah beberapa bulan sejak itu terjadi. Tapi sejak saat itu, aku semakin senang kalau kau ada di dekatku, Yellow..."

Yellow semakin tak tahan. Seperti yang diperkirakan, Yellow langsung memeluk tangan kanan Red sambil berkata...

"Red... hentikan... aku tak kuat lagi. Rasanya pipiku bisa mendidih kalau kau menceritakan itu terus..." dan langsung saja Red mencium pipi Yellow, yang langsung saja membuatnya pingsan.

'Ah, Yellow, Yellow...' pikir Red sambil tersenyum.

84. Begitu telaknya kejutan ini menusukku, hingga kuhilang kata-kata. Kepadamu, bahagia ini kualamatkan.

Blue's POV

'Mungkin aku tak perlu menulis banyak untuk yang ini. Tee-hee, aku tahu. Satu kalimat untuk semua,' lalu aku melanjutkan ceritanya.

Red's POV

"Yellow, umm... aku ingin mengatakan sesuatu padamu..." aku tak pernah segugup ini. Padahal aku sedang berada di rumahnya sekarang, dengan keadaan yang sebenarnya membuatku tenang, namun entah kenapa...

"Kau ingin berkata apa, Red?" tanya Yellow, membuatku tambah gugup. Aku dan Yellow hanya duduk-duduk di dapurnya, baru selesai makan. Benar-benar tempat, waktu, dan suasana yang tidak tepat untuk melakukan ini. Sebenarnya, aku ingin melakukan ini di hutan, tapi tiba-tiba hujan turun. Jadi, baiklah. ini dia...

Kurogoh kantung celanaku, kuambil kotak kecil biru di sana, dan dengan satu tarikan napas, keberanian, dan harapan, aku menyodorkan kotak kecil itu, membuka kotaknya, dan memperlihatkan isinya, dan...

"Yellow dari Hutan Viridian, maukah kau menikah denganku?"

Tenang. 1 menit hanya diisi suara hujan. Bahkan Pikachu mereka tak bersuara sama sekali. Lalu, tiba-tiba, hujan berhenti, matahari muncul dari balik awan, bersinar dari arah barat, membelakangi Yellow, dan tepat saat itu...

Sebuah kejutan, langsung mengena, sebuah kejutan yang begitu mengena sampai membuat Yellow menangis bahagia. Red yang bingung langsung mendekat dan meemluk Yellow, memberikan kehangatannya. Pada akhirnya, Red tahu maksud tangisan bahagia itu.

"Ya, Red... ya..."

89. Bajaklah pikiranku. Di tiap lajurnya akan kau temukan barisan kata itu: AKU MILIKMU!

"Para ilmuwan akhirnya akan mengumumkan penemuan mereka. Alat yang mereka sebut DNA-based Mind Tracker akan membaca pikiran dari sampel tulang tengkorak dari 2 orang. Salah satunya adalah seorang legenda yang menyelamatkan dunia dari kehancuran 200 tahun yang lalu, Red. Dan, satu yang lain diduga adalah pasangannya, Yellow,"

200 tahun di masa depan, tidak ada lagi DexHolder, tidak ada lagi Team Rocket, namun peradaban manusia dan Pokemon semakin canggih. Salah satu kecanggihan yang dimaksud adalah alat yang akan didemonstrasikan.

Pertama, para ilmuwan memasukkan sampel tengkorak Red ke alat itu, dan setelah beberapa saat, gambar yang mempresentasikan pikiran Red muncul:

Pokemon, Pikachu, Team Rocket, juara Kanto, menyelamatkan dunia, teman-temannya, Yellow, Yellow, Yellow...

Para ilmuwan awalnya gembira, namun bingung karena hasil berikutnya menggambarkan "Yellow" terus-menerus. Namun para ilmuwan terus melihat hasil berikutnya.

Setelah selesai, mereka memasukkan sampel tengkorak Yellow ke alat itu. Dan setelah beberapa saat, gambar yang mempresentasikan pikiran Yellow muncul:

Paman Wilson, memancing, menggambar, Dratini, Red, Rattata, Red, teman-teman, Red, Red, Red, Red, Red, Red, Red...

Para ilmuwan tambah terkejut. Pada akhirnya...

Keesokan harinya...

"BERITA HANGAT! BERITA HANGAT! PIKIRAN RED DAN YELLOW TERKUAK! AYO BELI! AYO BELI! MUMPUNG MASIH HANGAT DARI PABRIK!"

Berita tentang kisah cinta Red dan Yellow yang baru saja terungkap lewat alat pembaca pikiran itu membawa animo besar masyarakat. Mereka cepat-cepat membeli koran yang berisi berita itu. Salah satu koran menampilkan tulisan headline seperti ini:

"RED AND YELLOW, THE COUPLE OF THE MILLENIUM" dengan gambar kerangka mereka yang terlihat sedang berpelukan.

92. Bahkan lebih dari selamanya, kasihmu berserah waktu. Aku berdoa, semoga kamu menjadi ibu dari anak-anakku.

DOROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOONGG!

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRKHHHHHHHHHH!

DORONG LAGI!

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRKKKKKKHHHHHHHHHHHHHHH!

Ambil napas.

DORONG LAGI, YELLOOOOOOOOOOOOOOOOOOOWWWWW!

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHH!

SEKALI LAGI DAN KAU BEBAS. DOROOOOOOOOOONG!

Yellow's POV

Kau tak akan tahu rasanya. Inilah cinta yang menciptakan cinta yang baru. Bukti dari keuniversalan cinta. Dan aku, perlu sekali usaha lagi, akan mendapatkannya. Hasil cinta yang kujaga bertahun-tahun.

Cinta antara aku dan...

"REEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDD!"

-Di dimensi penulis-

"Pak, kami mendeteksi sinyal yang aneh dari langit," para ilmuwan dari Bumi mendeteksi sinyal aneh, dan saat diubah menjadi suara, ini yang mereka dengar.

"REEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE- EEEEEEEEEEE-EEEEEEEEEEEDDDD-DDD-!"

'Buset, ini sinyal apaan?'

-Kembali ke dimensi awal, 12 tahun kemudian-

"Orange, ayo pulang. Ini sudah sore," panggil seorang perempuan dari rumahnya kepada seorang anak. Anak itu melihat langit, lalu melihat perempuan itu, dengan seorang laki-laki di belakangnya, memeluk perempuan itu dari belakang.

"Ya, bu!" teriaknya. Terlihatlah, bahkan anak-anak TK tahu tentang pencampuran warna.

Red+Yellow=Orange.

Ada pertanyaan?

Berlanjut...

Oke, itu tadi bab 1. Tugas kalian sekarang adalah memberikan kritik dan saran.

RWD, keluar.