Bagian 3: Beginilah Rindu Kubakukan

Ketika dua insan tak berada di ruang waktu yang sama...

3. Sepertinya, jarak membuat rindu jadi makin berarti.

Ruang angkasa, tempat yang luas hampir tak terbatas, dimana semua kemungkinan bisa terjadi. Termasuk untuk menjelajahi secuil kecil dari kebesaran kosmik ini.

Inilah yang dilakukan ketiga manusia ini. Komandan Misi Red, Pilot Modul Perintah Green, dan Pilot Modul Bulan Gold. Mereka sedang dalam usaha untuk memperbesar kemungkinan penjelajahan dan pencarian Pokemon asing di ruang angkasa. Dan cara mereka adalah...

"Unova, kami tinggal 100 meter lagi untuk menyentuh permukaan," bzztt.

"Diterima, Deoxys 11. Kami tetap menunggu perkembangan kalian," bzzt.

"Sekarang kami siap menyalakan pendorong. Menyala dalam tiga, dua, satu, menyala," Red menekan tombol untuk pendorong di bawah modul mereka, menurunkan percepatan modul yang sebentar lagi akan mendarat.

...

Sementara itu, banyak orang yang meliburkan pekerjaan, sekolah, bahkan pertarungan Pokemon untuk melihat peristiwa yang akan menambah deret panjang sejarah manusia. Ya, 3 orang itu tadi akan menjadi manusia pertama yang akan mendarat di Bulan.

Salah satu orang yang melihat peristiwa itu, adalah Yellow, yang saat ini ada di rumahnya di Hutan Viridian. Melalui televisinya, dia melihat peristiwa itu. Dan menjadi istimewa karena Red juga ada di sana. Dia jadi teringat saat pertama kali Red memutuskan untuk mengikuti misi ini.

FLASHBACK MODE: ON

Setahun yang lalu...

"Red, kau yakin ingin ikut? Bagaimana nanti kalau kau tidak kembali?" Yellow sedikit takut.

"Tenang saja, aku pasti kembali, dan akan kubawakan hadiah untukmu. Tenang, bukan batu bulan, tapi lebih istimewa," kata Red, dan sekali lagi, senyumannya membuat Yellow tambah merona pipinya dan pada akhirnya lebih memilih untuk menyembunyikan wajahnya di dada bidang Red. Dan dia mengatakan sesuatu yang pelan namun masih dapat didengan oleh Red.

"Semoga berhasil, Red-san..."

FLASHBACK MODE: OFF

'Aku merindukanmu, Yellow...' pikir Red, juga mengingat hari-hari itu. Sampai dia tiba-tiba dipanggil oleh rekan misinya.

"Red, kita hampir sampai," kata Green. Dia melihat ketinggian modul terhadap permukaan Bulan yang tinggal 23 meter.

"Oh, baiklah. Gold, kau siap?" tanya Red. Gold langsung mengangguk. Menunggu sampai ketinggian modul tinggal 10 meter, lalu saat waktunya tiba,...

"Perkecil pendorong!" kata Red, lalu pendorong mulai mengecil, dan pada saat pendorongnya sudah tidak mampu mendorong lagi, pada tepat di permukaan, mesin mendorong mati.

"Unova, ini dari Lautan Ketenangan, SANG DEOXYS TELAH MENDARAT,"

Langsung saja, seluruh Bumi bersorak gembira. Dari pusat misi ruang angkasa di Unova, penduduk Sinnoh yang nonton bareng di kediaman Platinum, Crystal yang menonton dari laptopnya, dan Yellow yang langsung memeluk Pikachu-Pikachunya. Ya, Red memang menitipkan Pika pada Yellow, sekaligus untuk mengakrabkannya dengan Chuchu lagi.

'Kau berhasil, Red!' pikir Yellow.

Beberapa saat kemudian, akhirnya saat yang ditunggu-tunggu. Red siap untuk turun dari modulnya dan mencatat sejarah sebagai manusia pertama yang mnginjakkan kakinya di Bulan.

"Oke, Unova, aku sudah keluar dari modul... (langkah pertama keluar dari modul)... ini mengingatkanku akan pertemuan pertamaku dengan seseorang... (tangga berikutnya)... dia sangat manis dan baik. Aku benar-benar berharap dia di sampingku sekarang...(tangga berikutnya)... Kalau kau bisa, bisakah nanti kau meneleponnya untukku, Unova?" tanya Red. Green di dalam, hanya tersenyum, paham tentang siapa yang Red ceritakan.

"Tentu saja, Red. Ini juga akan menjadi sebuah kehormatan bagi kami," para teknisi dan petugas di puast misi juga tersenyum karena mereka juga tahu siapa yang Red maksud.

"Oke, aku sekarang sudah ada di tangga terakhir. Aku lihat sekitar, hanya kelabu, permukaan Bulan hanya kelabu, Bumi yang kulihat hanya di bagian malamnya, dan satu-satunya benda berwarna yang mencolok hanya Matahari. Agak kuning ke putih. Oke Unova, aku akan turun,"

Akhirnya, dia melompat dari tangga terakhir, dan mendarat di permukaan Bulan.

"SATU LOMPATAN KECIL UNTUK SEORANG MANUSIA, SATU PERUBAHAN BESAR UNTUK UMAT MANUSIA" Red dan Yellow mengucapkannya bersamaan dari tempat mereka masing-masing.

"Maaf, Unova, sepertinya aku akan melakukan sedikit vandalisme di sini, ini untuk menepati janjiku dengannya. Bisakah kau telepon dia sekarang?" tanya Red.

"Tentu saja,"

...

Telepon tiba-tiba berbunyi dari PokeGear-nya Yellow, langsung saja dia mengangkatnya.

"Halo? Di sini kediaman Amarillo del Bosque Verde,"

"Halo, kami dari Pusat Misi Ruang Angkasa Unova. Kami menelepon Anda karena permintaan dari salah satu angkasawan yang saat ini sedang menjalani misi,"

Sementara itu, beberapa teknisi dan pengamat dan pekerja lain di Unova mulai bersiap-siap, mengetahui bahwa ini juga akan mencetak sejarah. Telepon dari Bumi ke Bulan.

Kembali ke Yellow.

"Maaf, bisa Anda jelaskan siapa angkasawan yang dimaksud?" tanya Yellow.

"Komandan Misi Red. Selamat, Nyonya Amarillo, Anda dan Red akan mencetak sejarah menjadi penelepon terjauh sepanjang sejarah," Yellow langsung kaget. Tidak percaya atas fakta yang baru saja dia dengar.

'Red... Red... meneleponku,... dari miliaran manusia... di Bumi... dan dia ...ingin me-me-meneleponku... dari Bulan...' dengan pipinya yang makin memerah dan tangan yang gemetaran, langsung saja dia keluar dengan PokeGear-nya, dan tepat saat itu, Hutan Viridian sudah malam, dan Bulan Purnama sudah terbit tinggi.

"Baiklah, mana Re-Red?"

"Akan kami sambungkan," lalu para teknisi kembali ke Red.

"Oke, Red, kami sudah mendapatkan Nyonya Amarillo. Kuingatkan, karena ini adalah telepon terjauh sepanjang sejarah, maka semua orang yang menonton peristiwa ini akan mendengarkannya juga,"

"Benarkah? Kalau begitu, Red, titipkan salam kangenku pada Crys! Aku melihat fotonya terus selama aku ada di sini, ya... biar tak bosan..." kata Gold. Sementara itu, Green hanya tersenyum dan berkata,...

"Gadis berisik..." Gold langsung paham dan memberikan senyuman jahatnya.

"Jangan disini, Gold, nanti saja kalau kembali ke Bumi," kata Green.

"Oke, kalian berdua, bisakah kalian tenang? Red, sebentar lagi kau akan tersambung langsung dengan Nyonya Amarillo. Perlu diingat tentang delay sedetik karena jarak yang jauh. Namun tenang saja, suaranya akan tetap jelas. Oke, tersambung," para teknisi Unova lalu menghubungkan sinyal dari PokeGear Yellow ke modul Bulan dengan pemancar besar di Gunung Silver, dan akhirnya diterima oleh Red.

"eeehhmmhm... emmm... Ha-halo... r-Red..." Yellow gemetaran karena gugup. Juga untuk menahan malu yang mungkin tak akan bisa ditahan lagi.

"H-hei, Yellow. Apa kabarmu?" tanya Red. Sebenarnya juga sedikit gugup.

"Eh... aku baik-baik saja. Kau j-juga ba-baik kan, di Bulan?" tanya Yellow.

"Ya. Aku berhasil, Yellow. Aku berhasil menginjakkan kakiku di Bulan. Ternyata Bulan tidak terlalu keras juga, hehehe," kata Red, menggaruk bagian belakang pakaian angkasanya, lalu berjalan agak jauh dari modul.

"Kau sedang apa?" tanya Red. Yellow langsung mendongakkan kepalanya ke arah Bulan.

"Memandang Bulan... memandang..." pipinya memerah lagi. Memikirkan sebuah kata untuk menyelesaikan kalimat itu membuatnya memanas sendiri, namun akhirnya dia memutuskan untuk mengakhirinya. "Me-memandang... mu..."

"Wow, kau mendapatkan kekuatan baru dari Viridian saat aku pergi ya? Kau bisa melihatku dari sini?" Red, berpura-pura oblivious, membuat para teknisi Unova terkekeh-kekeh.

"EEEEEHHH!? M-m-maa-maksud...ku... bukan dengan mataku... tapi..." kepalanya menunduk sekarang, tak mampu lagi menahan malunya. Namun sekarang dengan tambahan lagi: air mata.

"Aku paham, Yellow. Aku paham. Kau melihatku dengan mata hatimu. Aku juga melakukan hal yang sama, kok," kata Red, tersenyum ke arah Bumi. Yellow yang jauh di sana, bisa merasakan bahwa Red tersenyum untuknya.

Ada seorang teknisi Unova yang ada di pusat misi berpikir...

'Ya ampun... dua orang ini... ini bisa menghiasi sejarah umat manusia...'

"Red, I miss you..." sekarang, dengan air mata kerinduan yang terus menetes sembari Yellow memandang Bulan lagi, menambah keromantisan mereka berdua. Karena Red juga menangis.

"Yellow, I miss you too..." mungkin bukan antara mereka berdua saja. Keromantisan mereka merambah ke seluruh tempat di Bumi dan Bulan.

"Aaaaawwwww..." semua manusia hidup mengatakan hal yang sama. Hanya beberapa anak kecil yang menjulurkan lidah karena jijik. Maklum, mereka belum paham.

"Hei, Yellow..."

"Hmmm?"

"Teman-temanku disini titip salam padamu juga," kata Red.

"Terima kasih, kawan-kawan..." kata Yellow.

"Tak masalah, Gadis Topi Jerami!" seru Gold, yang mampu didengar Yellow lewat alat komunikasi yang ada di pakaian ruang angkasa Red.

"Oh, ya. Beritahu Crystal, Gold titip salam kanget. Dia berkata dia hanya melihat fotonya selama perjalanan ke sini," kata Red. Dia bisa mendengar Yellow terkekeh-kekeh geli. Salah satu suara yang Red suka-upskeliru- cintai.

Sementara itu, Crystal memikirkan apa yang dikatakan Red tentang Gold.

'Gold, kau harusnya fokus dengan misimu, tapi... terima kasih telah mengingatku terus...' senyuman terbentuk dari bibirnya.

"HAI, GADIS SUPERSERIUS! KAPAN-KAPAN KUAJAK KAU KE BULAN. TENANG AJA DEH... SELAMA ADA AKU, AMAN!" seru Gold, membuat Crystal jadi bingung sendiri. Langsung saja dia mengunci pintu, menutup jendela, lalu teriak sekeras-kerasnya di balik bantalnya.

Teriakan itu membuat Prof. Oak bingung juga.

'Ada apa dengan Crystal?' sebenarnya, Crystal ada di ruang kantornya, membantu Prof. Oak seperti biasa. Namun karena hari ini semua kegiaatn libur untuk peristiwa bulan itu, Prof. Oak juga ingin memilih istirahat.

Kembali ke Bulan.

"Oh, ya, Green tadi juga berkata 'Gadis berisik'. Titip salamku untuk Blue juga," kata Red.

"Ya!" seru Yellow. Lalu kepalanya menunduk kembali.

"Aku bangga denganmu, Red..."

"Yellow..."

"Kau sudah menjadi juara Liga Pokemon, juga menyelamatkan dunia berkali-kali, sekarang kau memimpin timmu untuk misi ke Bulan, aku bangga denganmu, Red. Dan yang paling penting..." dia tak bisa menahannya lagi...

Akhirnya... dia melepaskan semua tangisannya. Semua orang yang mendengar tangisannya juga terharu, beberapa bahkan menangis lebih keras daripada yang sedang menelepon.

"... Yellow..."

"...aku...aku bangga menjadi istrimu, Red. Aku... aku bangga menjadi istrimu... istri dari seorang pahlawan, legenda, dan sejarah, bukan hanya bagi istrinya, namun untuk dunia, dulu, sekarang, dan nanti..." sekarang, dia mengelus perutnya yang masih terlihat normal.

Maklum, mereka baru menikah 3 minggu yang lalu, tepat dua minggu sebelum Red pergi ke Bulan bersama Green dan Gold. Mereka bahkan belum menikmati malam pertama mereka. Ini untuk menjaga kebugaran Red yang akan pergi ke ruang angkasa. Sebenarnya saat itu, Yellow khawatir dengan kesehatan Red di ruang angkasa. Namun pihak medis dari pusat misi menyakinkan Yellow bahwa Red akan baik-baik saja.

"Yellow, ... aku juga bangga denganmu... kau selalu berusaha untuk mendapatkanku saat aku masih tidak sadar akan perasaanku. Kau bersahabat dengan manusia dan Pokemon dengan sangat baik, dan ... entahlah... terlalu banyak yang bisa kubayangkan. I love you, Yellow..."

"Red... I love you too..." lalu sisi semangat Yellow muncul.

"Kalau begitu, cepatlah selesaikan misimu. Selesaikan misi yang pusat misi berikan padamu. Aku akan terus menunggu sampai tugasmu selesai. Cepatlah pulang, Red! Istrimu menunggumu!" seru Yellow, memberikan semangat merahnya pada Red.

"Yellow.. YA!" lalu Red mengambil sebuah batu, membuat sebuah pola yang cukup besar, 3 kali lebih besar daripada modul Bulannya. Setelah selesai...

"Unova, bisakah kau potret daerah kami? Aku ingin menunjukkan Yellow sesuatu,"

"Siap," Lalu teleskop besar di daerah Sinnoh bergerak, menyesuaikan koordinat modul bulan. Lalu teleskopnya menunjukkan modul bulannya, lalu di sampingnya, kurang lebih 2 kilometer dari modul, ada sesuatu.

"Perbesar dan perjelas!"

"Siap"

Akhirnya, gambarnya, muncul.

"Yellow, lihat di televisimu. Itulah hadiah yang pernah kujanjikan padamu," Yellow langsung bergerak ke dalam rumahnya lagi, dan melihat...

Langsung saja Yellow menutup mulutnya, tak percaya dengan apa yang dia lihat. Sebuah gambar hati dengan diameter 100 meter, dan di dalamnya, ada nama mereka berdua. Langsung saja, Yellow menangis lagi, terharu dengan hadiah yang baru saja dia dapat dari suaminya itu.

"Oh, Red... ini... "

"Apa aku tak terlalu pas posisinya? Agak sulit menggambar dengan ukuran sebesar ini," kata Red.

"Tidak, Red. Ini pas sekali. Terima kasih, Red..." masih berbicara diantara tangisannya. Lalu...

"Oke, Yellow. Aku harus menjalankan misi sekarang. Kau boleh titip salam lewat pusat misi. Akan kubalas salammu,"

"Tunggu, r-Red... Semoga berhasil, Red-san..." kata Yellow.

"Terima kasih, Yellow. Aku pergi kerja dulu. I miss you, my honey blonde Yellow, I love you..."

"Jaga dirimu dan timmu baik-baik ya. Hati-hati di jalan. I miss you too, my hero crimson Red, I love you too..."

Telepon selesai.

Di luar cerita

"Katanya ingin buat drabble, tapi kenapa kau seperti membuat cerita satu bab?" tanya Green. Dia akhirnya penasaran dengan apa yang Blue buat, sesuatu yang membuat kegaduhan di warnet beberapa hari yang lalu.

"Aku juga bingung. Aku juga niatnya ingin buat drabble, tapi kenapa bisa sepanjang ini ya?" tanya Blue.

"Ahh, sudahlah. Aku ingin kembali ke Gym," langsung saja pergi tanpa menggagas apapun. Sementara itu, Blue selesai mengetik satu bagian dari ceritanya yang akan dia kirim ke teman-temannya. Bagian yang mempertegas sifat matchmaker-nya.

"JANGAN BIARKAN RED DAN YELLOW MENGETAHUI CERITA INI SAMPAI KUPERINTAHKAN!"

Kirim.

"Tee-hee. Saya ini, si ratunya blackmail. Yeeeeee-haaa...!"

Di luar rumah Blue, Green mendengar suara mirip koboi. Dia tahu siapa yang punya suara itu. Dia geleng-geleng kepala dan berkata...

"Gadis si**an,"

Berlanjut...

Bab 2 selesai. Kaget aku, hanya 1 tema, tapi panjangnya mirip yang kemarin. Oh, ya yang ingin membayangkan bentuk modul bulan yang dipakai Red dkk, cari saja gambar tentang Apollo 11. Memang cerita ini terinspirasi pendaratan Apollo 11.

(sumpah, saat aku buat ini, rasanya seperti membayangkan masa depanku sendiri *disembur GRB*)

Oke, misimu sekarang adalah memberikan keripik dan jaran padaku (kritik dan saran maksudku).

RWD, keluar.