Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Story by Ichihara Sakura
Pairing : Sasuke U & Sakura H
Warning : OOC, typo, gaje, dan kekurangan lainnya.
"Engh~"
Sakura menggeliat tak nyaman ketika dirasanya seluruh tubuhnya terasa nyeri. Mencoba mengabaikan rasa nyeri yang dirasakannya, Sakura mencoba untuk menyamankan posisi tidurnya. Namun, tiba-tiba ia merasakan suatu beban yang menempel di punggungnya. Sakura mengernyit bingung, kenapa ia bisa merasakan sesuatu merengkuh tubuhnya? Apa yang sebenarnya terjadi? Sambil mengernyit, Sakura mulai membuka kelopak matanya perlahan. Dilihatnya beban berat yang menempel dipunggunnya tadi, beban berat itu seperti merengkuhnya, sesuatu itu seperti...sebuah lengan? Tersadar akan sesuatu Sakura langsung menegakkan badannya. Melihat kearah pemilik lengan tersebut. Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat sang pemilik lengan yang tak lain dan tak bukan adalah—
"Sasuke-kun"
—Uchiha Sasuke.
Seorang pria berambut raven tengah menggeram kesal, sesekali ia mengacak-acak rambutnya frustasi. Penampilannya yang biasanya rapih kini terlihat berantakan dan terkesan urakan. Wajahnya yang biasanya tampan, kini terlihat sangat kusut. Ia benar-benar berantakan saat ini.
[Sasuke PoV's]
"Aarghhh" erangku sambil mengacak-acak rambutku. Sungguh, aku sedang tak bisa berfikir jernih saat ini. 2 bulan semenjak kejadian itu, Sakura jadi sering menjauhiku. Aku masih ingat dengan perkataannya ketika kami pulang, saat terakhir kami bertemu.
"Sasuke-kun, apapun yang terjadi tolong lupakan kejadian ini. Anggap saja ini semua tak pernah terjadi."
Haaahhh bagaimana bisa aku melupakan kejadian itu? Kejadian itu selalu menghantuiku. Setiap malam aku memikirkan kejadian itu, dan memikirkan Sakura yang menjauhiku. Aku merasa sangat bersalah, dan aku menyesal. Kalau tau Sakura akan menjauhiku seperti ini, akan lebih baik saat itu aku tak mengajaknya pergi.
'Hah' aku menghela nafas, lagi. Entah sudah berapa kali hari ini aku menghela nafas. Yang pasti, aku harus mendapatkan cara untuk menemui Sakura. Entah kenapa, aku sangat mengkhawatirkannya. Aku mencoba mencari cara untuk menemuinya, karna apabila aku langsung mendatanginya seperti kemarin-kemarin. Ia pasti akan menghindariku. Ah! Aku ingat! Aku bisa meminta bantuan Ino, sahabat Sakura. Ia pasti mau membantuku! Ya! Benar! Sasuke bodoh! Kenapa aku tak terfikirkan dari kemarin? Segera saja aku beranjak dari kursi direkturku, dan melangkah keluar menuju Rumah Sakit Konoha.
Kini aku tlah sampai di depan Rumah Sakit Konoha, setelah sebelumnya ku minta pada Karin, sekertasiku, untuk meng-cancel jadwal meetingku tentunya. Ku langkahkan kakiku menuju meja resepsionis untuk menanyakan ruangan Yamanaka Ino. Setelahnya, aku mulai melangkah menuju lift lantai 4, dan kususuri lorong itu untuk mencari ruangannya. Setelah dapat, aku bersiap untuk mengetuk pintu. Namun sebuah suara menginterupsiku.
"Sakura, kau hamil?" Itu suara Ino, dan Sakura? Hamil? Apa aku tidak salah dengar?
"Ya Ino, aku memang hamil" Itu suara yg kurindukan! Suara Sakura! Dan hey, dia hamil?
"Bagaimana bisa? Dan siapa?" Ya Sakura siapa? Siapa? Apa jangan-jangan—
"Ini anak Sasuke-kun, Ino" —anakku? Benarkah itu anakku?
"Apaa? Kapan kalian melakukannya? Kau tentu taukan kalau Sasuke sudah menikah? Dan jika ia menikah dengan Hinata! Hinata sahabat kita Sakura! Kau gila?!" Ino mulai mencecar Sakura dengan berbagai pertanyaan. Cih, kau membuatnya tertekan bodoh!
"Aku tau Ino, aku tau! Justru itu, aku akan membesarkannya sendiri" Suara Sakura terdengar parau dan menyayat hati. Ah aku sudah tidak tahan. Langsung saja kubuka pintu itu dan menampakkan diriku.
[End Sasuke PoV's]
"Aku akan bertanggung jawab Sakura!" ujar Sasuke tegas. Sakura dan Ino menoleh ke asal suara, dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat sosok Uchiha Sasuke yang muncul secara tiba-tiba dari balik pintu.
"Yah memang seharusnya begitusih, tapi kau sudah punya istri Uchiha! Tak sadarkah kau?" Ino berujar pedas, dirinya sudah terbawa emosi mengetahui sahabatnya dihamili.
"Aku akan tetap bertanggung jawab" tegas Sasuke, lagi.
"Tidak perlu, aku akan mengurusnya sendiri." setelah sekian lama akhirnya Sakura angkat bicara.
"Tidak! Aku ayahnya! Dan aku akan bertanggung jawab!" Sasuke berkata tegas.
"Tapi kau sudah mempunyai istri Sasuke-kun" seru Sakura, parau.
"Aku akan menceraikannya" ujar Sasuke mantap.
"Bagaimana bisa begitu? Kau juga sudah punya anak Sasuke-kun! Kau tak memikirkan perasaan Hinata?" tanya Sakura masih terdengar parau. Sungguh, ia takkan setega itu membiarkan Hinata diceraikan! Ia perempuan, dan ia mengerti perasaan Hinata, Hinata masih membutuhkan Sasuke. Meski tak dapat dipungkiri kalau ia juga membutuhkan Sasuke.
"Kami tak saling mencintai, dan Hikari bukan anakku." ucapan Sasuke sukses mengejutkan dua wanita yang berada diruangan itu.
"Apa maksudmu?" desis Ino tajam.
"Ya, Hikari memang bukan anakku. Sudahlah, aku akan menjelakannya pada kalian nanti. Yang terpenting sekarang—" Sasuke berkata sembari mendekati Sakura dan berlutut dihadapannya. "—Sakuraaa, kumohon. Menikahlah denganku" lanjut Sasuke memohon. Sungguh ini kejadian langka!
"Tapi, Sasuke-kun—"
"Aku berjanji akan menjadi suami dan ayah yang baik. Kumohon Sakura, menikahlah denganku. Aku mencintaimu. Sungguh" potong Sasuke, ia menatap Sakura dengan penuh harap. Sakura bingung, disatu sisi ia masih memikirkan Hinata. Disisi lain, ia tak dapat memungkiri kalau anaknya membutuhkan sosok ayah. Sakura akhirnya menoleh ke arah Ino, Ino menatapnya dan mengangguk tanda menyetujui.
"Ba-baiklah" ujar Sakura terbata, biarlah saat ini ia bersikap egois. Ini demi anaknya, ya! Demi buah cintanya.
"Terimakasih Sakura, terimakasih. Aku mencintaimu. Sungguh!" Sasuke berujar senang, dipeluknya Sakura dan dikecup dahinya, sayang.
"A-aku juga mencintaimu, Sasuke-kun" ujar Sakura gugup. Dirinya merona hebat ketika Sasuke memeluknya dan menyatakan cinta untuknya.
"Baiklah, minggu depan kita menikah!" tegas Sasuke mantap.
"Tap-"
"Tidak ada tapi Sakura! Kita akan menikah minggu depan! Tidak ada penolakan!" potong Sasuke tegas.
"Hey Uchiha! Mana bisa begitu! Kaukan belum mempersiapkan apapun! Lagipula, kau masih berstatus suami orang Uchiha!" ujar Ino kesal.
"Untuk itu, tenang saja aku sudah menyiapkannya. Dan untuk perceraianku dengan Hinata, aku juga sedang menyiapkannya." ujar Sasuke, tenang.
"Haaah terserah kaulah, yang penting Sakura senang. Daannn, jangan sampai kau meninggalkannya Uchiha!" Ino berujar pasrah.
"Cih tentu saja, aku mencintainya dan aku tak mungkin meninggalkannya." Sasuke berucap santai. Sakura yang mendengar penuturan Sasuke hanya bisa tersenyum dan memalingkan wajah untuk menutupi rona merah yang ada dipipinya.
"Huh kupegang janjimu Uchiha! Ehm, Sai sudah menungguku dikantin, apa kalian ingin ikut makan siang bersama?"tanya Ino.
"Tidak, kami akan makan diluar nanti." kata Sasuke.
"Yasudah~ forehead aku makan dulu yaa! Kau juga jangan lupa makan agar janinmu sehat! Jaa!" Ino berujar sembari keluar dari ruangannya.
Saat ini, Sasuke dan Sakura tengah berada di mobil Sasuke.
Mereka tengah kembali ke RS Konoha, karna sebelumnya mereka telah makan siang bersama di sebuah restoran.
"Sakura" panggil Sasuke lembut.
"Hm?" Sakura bergumam sembari mengangkat alis tanda mendengarkan.
"Aku sudah membeli rumah untuk kita, jadi setelah kita menikah kau tidak akan tinggal di apartment mu lagi, mengerti?"
"Kenapa begitu? Aku masih bisa tinggal di apartment-ku Sasuke-kun!" tanya Sakura sedikit merajuk.
"Tidak ada yang menjagamu kalau aku tak ada Sakura, lagipula kau pasti akan sangat butuh bantuan nantinya."
"Tapi ada Ino dan Sai, aku masih bisa meminta tolong pada mereka nanti"
"Tapi sebentar lagi mereka juga akan pindah Sakura"ucap Sasuke, memaksa.
"Lagipula, rumah kita nanti bersebelahan dengan rumah Ino dan Sai. Jadi sama sajakan?" lanjutnya.
"Hah, terserah kaulah"ucap Sakura pasrah.
"Hm"
"Sasuke-kun"
"Hm?"
"Ap- apa benar tak apa kita menikah? Bagaimana dengan Hinata?"tanya Sakura agak ragu.
"Tak apa Sakura, aku dan Hinata tidak saling mencintai. Kami menikah hanya sebagai kewajiban. Hinata jg mungkin tidak akan peduli."ucap Sasuke datar.
"Tapi, bagaimana dengan keluargamu dan keluarganya?"
"Soal itu, kau tenang saja. Mereka pasti akan menerimanya."
"Apa benar tak apa? Aku tak ingin menyakiti Hinata. Aku tak apa jika kau tak menikahiku. Aku akan tetap merawat bayi ini sendiri." ungkap Sakura lirih.
Ckiiit
"Sakuraaa, sudah berapa kali kubilang? Aku akan tetap bertanggung jawab. Sudah kau tak usah memikirkan apapun. Fokus pada kandunganmu saja. Jaga anak kita." ujar Sasuke sembari menoleh dan mengecup kening Sakura sayang.
-To Be Continued-
A/n :
Sebelumnya saya ingin membalas review dari reviewers :
nadira cherry : Salam kenal juga nadira-chaaan! bolehkah kupanggil begitu?hihiw;3 terima kasih sudah sukaaa:D Hikari umurnya disini 4 tahuunnn nadira-chan, untuk Hikari anak siapa, nanti akan terjawab di chapter selanjutnya:D ditunggu saja yaaa! dan terimakasih sudah me-review;)
Sasa Cherry : haha maaf karna pendek, aku sudah berusaha u,u terima kasih sudah sukaa:D ini sudah rated-T kok :) ohya, terima kasih sudah review :D
Febri Feven : Ha'i arigatou sudah review :D
Yap, sudah! terimakasih untuk yang sudah me-review, mem-fav, dan mem-follow :D
Akhir kata,
Mind to Review?
